PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan klik "Follow" untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 947 other followers

Follow Fight For Freedom on WordPress.com

Selamat Datang

Bismillahirrahmanirrahim

Tujuan saya berbagi dalam blog ini adalah ingin masuk dalam golongan yang disabdakan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain”.

Semoga tulisan opini atau sumbangan pemikiran saya dalam blog ini bisa bermanfaat, mencerahkan, dan membangun demi bangsa Indonesia yang lebih baik.
Dengan senang hati bila Anda mengajak saya berdiskusi.
Terimakasih telah singgah.

Salam hangat penuh semangat dalam dekapan ukhuwah
Iwan Yuliyanto
15 Agustus 2012

.
Sebagian blog ini berisi migrasi dari rumah sebelumnya: fightforfreedom.multiply.com

Energi Positif dari buku “Sketsa Cinta Bunda”

Bismillah …

Ada fakta yang mencengangkan bahwa tingkat perceraian di Indonesia adalah yang tertinggi se-Asia Pasifik (!). Data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI tahun 2010 melansir bahwa selama 2005 sampai 2010, atau rata-rata satu dari 10 pasangan menikah berakhir dengan perceraian di pengadilan. Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. [Berita BKKBN].

Kemudian untuk permasalahan remaja, menurut hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30% dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif, namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja. Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Pernikahan usia remaja.
  2. Sex pra nikah dan Kehamilan tidak dinginkan.
  3. Aborsi 2,4 juta: 700-800 ribu adalah remaja.
  4. MMR 343/100.000 (17.000/th, 1417/bln, 47/hr perempuan meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan.
  5. HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% remaja.
  6. Miras dan Narkoba.

Selangkapnya di situs BKKBN: Fenomena Kenakalan Remaja di Indonesia.

Sementara itu, ada begitu banyak pasangan keluarga bahagia, bukan saja mereka senantiasa damai sejahtera, namun putra-putrinya juga mencatatkan prestasi yang gemilang. Mereka berhasil mengatasi kerasnya kehidupan yang penuh dinamika. Apakah Anda sekeluarga ingin masuk dalam golongan ini?

… melalui jurnal ini, saya ingin berbagi informasi tentang sebuah buku yang luar biasa …
Sebuah buku yang menularkan energi positif kepada pembacanya.
Buku ini menyadarkan dan menggerakkan.
(more…)

Foto Yang Menampar Kesadaran Dari Rasa Aman

Bismillah …

A Picture Tells A Thousand Words.

smp cabul
Wartawan Cirebon yang memotret peristiwa itu layak mendapat Pulitzer Prize, seandainya pernghargaan tersebut diberikan juga kepada jurnalis di luar Amerika Serikat. Juga layak mendapat penghargaan Mochtar Lubis Award. Mengapa?

  • Karena sang wartawan tidak hanya memotret, tapi juga bertanggungjawab sebagai warga negara yang peduli (bersama jurnalis lainnya) dalam upaya menggagalkan aksi liar anak-anak ingusan, 4 siswa SMP, yang sedang berusaha mencabuli seorang siswi SMP yang berjilbab.
  • Karena sang wartawan membuat berita yang mampu menyadarkan masyarakat melalui sebuah foto kejadian asli, bukan ilustrasi.

[Klik foto tersebut untuk membaca beritanya]
(more…)

[Dialog] Legalisasi Aborsi Akibat Korban Perkosaan

aborsi[Ilustrasi: bigstockphoto.com]

Bismillah …

Penerapan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi telah memicu protes dari berbagai kelompok masyarakat yang tidak setuju adanya legalisasi praktik aborsi. Kendati begitu, tidak sedikit pula yang mendukung PP tersebut. Sebenarnya sudah sejak lama undang-undang legalisasi aborsi diperjuangkan, terutama oleh kaum feminis yang disebut sebagai pro-choice. Rancangan Undang-undangnya sudah diperbarui sejak tahun 2002. Argumentasi kaum feminis saat itu jauh lebih longgar daripada yang sekarang diloloskan dalam bentuk peraturan pemerintah. Waktu itu, argumentasi dasar mereka adalah hak seorang wanita atas tubuhnya. Tubuh seorang wanita mempunyai hak untuk mau mengandung atau tidak, terutama untuk kehamilan yang tidak diinginkan. Akhirnya, argumentasi tersebut lolos yang dikenal sebagai PP Kesehatan Reproduksi.

…..
Menyikapi hal tersebut, Nadia mengajak teman kuliahnya, Santi, untuk bincang-bincang santai membedah PP tentang Kesehatan Reproduksi, mengevaluasi apakah PP tersebut masih lemah sehingga berpotensi menjadi pintu bagi legalisasi perbuatan asusila dan pergaulan bebas. Kemudian, bagaimana usulan solusi setelah PP tersebut disahkan dan siap diimplementasikan?
Mari simak dialog mereka dalam jurnal ini.
(more…)

Menjelang Babak Akhir Sengketa Pilpres 2014

Bismillah …

Besok Kamis, 21/8/2014, akan ada dua putusan penting yang menyangkut pemilihan presiden dan wakil presiden. Di hari itu, Mahkamah Konstitusi (MK) akan memberikan putusan terkait gugatan pemilihan presiden (pilpres) yang diajukan oleh pasangan Prabowo-Hatta. Tidak hanya MK, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pun akan membacakan putusan terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu yang dilaporkan pula oleh pasangan Prabowo-Hatta.

Pasca perhitungan suara oleh KPU pada bulan lalu, banyak pihak yang meminta pasangan Prabowo-Hatta untuk legowo terhadap hasil perhitungan suara yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Ini bukan soal legowo atau tidak legowo, tapi adalah perjuangan akan sebuah keyakinan. Perjuangan menuntut keadilan itu dilakukan secara konstitusional, bukan dengan cara-cara melawan hukum.
Oleh karena itu, mari menghargai upaya proses hukum yang dilakukan oleh Tim Advokasi pasangan capres-cawapres Prabowo-Hatta.
Mari sama-sama berupaya untuk bisa menahan diri demi terciptanya suasana harmonis. Perlu kesadaran bersama untuk saling menghormati.
Pihak yang merasa tidak mendapatkan keadilan, tetap berjuang dalam koridor konstitusi.
Pihak yang merasa diperlakukan tidak adil, jangan emosi dan membalas dengan sesuatu yang melanggar hukum.
Pihak yang merasa menang juga harus menghormati gugatan dan keberatan yang disampaikan dari pihak lain. Menghormati dengan tidak mengejek.
MK diberi kewenangan oleh konstitusi untuk memutus sengketa pilpres. Putusannya final dan mengikat. Tidak bisa digugat.
Oleh karena itu, apapun keputusan MK nantinya, mari terima dengan lapang dada, karena ini konsekuensi dari demokrasi. Jangan sampai ada huru-hara di kedua pihak.
It takes two to tango. Kesadaran untuk harmonis harus tercipta dari kedua pihak.
(more…)

Menjawab Surat Terbuka Komunitas CONQ #LGBT

Bismillah …

Di bulan Agustus ini, masyarakat Indonesia dikejutkan dengan adanya 2 komik edukasi anak berjudul “Why? – Puberty” dan “My Wondering Body” terbitan Elex Media Komputindo, yang dinilai bisa merusak keyakinan beragama dan budaya bangsa kita, karena secara provokatif dan terang-terangan menyebarkan propaganda LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender). Visualisasinya secara vulgar menyampaikan pesan: [1] mengajarkan bahwa sesama jenis juga bisa saling mencintai; [2] ajakan untuk menjadi homoseksual; [3] visual lesbian berciuman; [4] visual ajakan melakukan maksiat (disertai ekspresi tubuh). *klik link tersebut untuk melihat visualisasinya*
(more…)

Anak-Anak dan Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Bismillah …

Ada yang menarik dalam acara Meja Bundar TV One, 1 Agustus 2014 pukul 19.00 yang mengangkat tema “Penghafal Quran, Cahaya Kemuliaan” dengan menghadirkan para hafidz cilik dan sekeluarga hafidz.

Di sesi pertama, menghadirkan para hafidz cilik dimana mereka satu persatu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hafalannya, dan kemudian menyampaikan tips-tips kebiasaannya ketika berdialog dengan host acara, Dwi Anggia. Berikut ini beberapa tips dari mereka:
(more…)

Motif Zionis Menghancurkan Gaza

Motif Zionis Menghancurkan Gaza
oleh Drs. Mahfudz Siddiq, M.Si *

Sampai kapan Israel akan melakukan serangan militer ke Gaza?
Nampaknya masih akan lama.

Mengapa masih lama?
Karena saat ini Israel berada dalam sikon menguntungkan untuk menghancurkan Gaza tanpa gangguan dan tekanan berarti.

Mengapa menguntungkan?
(more…)

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!

Blog Owner

Iwan Yuliyanto

Aktif sebagai Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Praktisi e-Government dan guru piano bagi dua malaikat kecilku.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 947 other followers