Perlindungan Hak Cipta

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 3.0 Unported License.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan klik "Follow" untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 914 other followers

Selamat Datang

Bismillahirrahmanirrahim

Tujuan saya berbagi dalam blog ini adalah ingin masuk dalam golongan yang disabdakan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain”.
Salah satunya adalah menulis opini, menyumbangkan pemikiran untuk bangsa Indonesia yang lebih baik.

Sebagian blog ini berisi migrasi dari rumah sebelumnya:
fightforfreedom.multiply.com

Semoga bermanfaat, mencerahkan, dan membangun.
Dengan senang hati bila Anda mengajak saya berdiskusi.
Terimakasih telah singgah.

Salam hangat penuh semangat dalam dekapan ukhuwah
Iwan Yuliyanto
15 Agustus 2012

Saling Memaafkan dan Kembali Bermain

Bismillah …

Manusia sudah berpolitik sejak bayi. Sang bayi merengek dengan tangisan ketika haus meminta air susu ibunya. Sang bayi berpolitik memperebutkan perhatian sang ibu, diantara begitu banyak kesibukan dan perhatian yang menyita sang ibu. Pun ketika beranjak anak-anak, sang anak berkawan lalu belajar tentang perhatian dan persaingan, permusuhan dan pertemanan.

Politik itu transaksional kepentingan. Jadi kalau masih ada yang membohongi tidak ada transaksional dalam politik, ia harus belajar politik itu apa.

Kalau ada yang masih bicara: “tidak suka bicara politik”, harusnya berkaca diri dan bertanya: apakah saya ini manusia atau bukan. Justru dengan bicara seperti itu, ia sudah menempatkan diri didalam satu posisi kehidupan dengan sendirinya. Dengan bicara seperti itu, berarti sudah bicara mengatasnamakan diri sendiri, merasa memiliki diri yang bernilai diantara orang lain. Jadi dimanapun posisi kita berada, selama masih menamakan diri manusia dan mampu mengambil keputusan dan pilihan, maka kita sedang berpolitik. Tinggal yang ada adalah ‘kepentingan’ sendiri bagaimana kepentingan yang akan mempengaruhi keputusan dan pilihan kita dalam berpolitik. Bahkan kepentingan yang mengatasnamakan diri sebagai seorang muslim yang memiliki sikap dan pilihan diri.

Belajar politik berarti kita belajar banyak hal tentang manusia, berbagai macam rupa dan karakter dengan berbagai macam keputusan pilihan. Oleh karena itu, mari hormati perbedaan, karena berpolitik itu manusiawi.

Tengoklah cara berpolitik anak kecil, ketika ada permusuhan dan perbedaan, semua cepat diselesaikan, kemudian kembali lagi bermain.

Setelah pileg dan pilpres kemarin mungkin timbul perselisihan dan perbedaan sikap, mari saling memaafkan, tapi setelah itu ayo kita kembali lagi bermain. Kembali bermain, kembali bersikap, kembali berbicara… dalam berproses membangun karakter diri, membangun keluarga, dan membangun negeri ini.

Saya, melalui iwanyuliyanto.co mengucapkan:

Taqobbalallahu Minna wa Minkum.
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1435H.
Mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf,

mungkin diantara perjumpaan kita di media sosial banyak tulisan saya yang kurang berkenan di hati.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
30.07.2014

Pembohongan Publik dalam Alasan Penjualan Indosat

–| Bincang TV-One bersama Kwik Kian Gie dan Marwan Batubara tentang Penjualan Indosat |–

.

Bismillah …

Seperti kita ketahui, pada tahun 2002 aset penting negara, PT Indosat dijual oleh Presiden Megawati dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 = Rp 8.940).

Dalam debat calon presiden (capres) ketiga pada tanggal 22 Juni 2014, capres Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa penjualan Indosat pada periode presiden Megawati itu dilakukan untuk kepentingan ekonomi Indonesia yang saat itu kondisinya masih belum membaik akibat dampak krisis 1998. Jawaban Jokowi tersebut atas pertanyaan yang dilontarkan capres Prabowo Subianto dalam debat bertema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional”. Awalnya, Prabowo merasa ‘terusik’ dengan pernyataan Jokowi yang terus bicara masalah drone sebagai salah satu alat pertahanan, padahal di sisi lain drone tersebut harus dikendalikan oleh satelit, faktanya penjualan satelit (Indosat) sebagai salah satu alat pertahanan di angkasa justru dilakukan di era Megawati yang notabene adalah ketua umum partai pengusung Jokowi.

Pada tanggal 30 Maret 2014, Megawati pernah menjelaskan melalui akun twitter @MegawatiSSP tentang keputusannya penjualan aset Indosat, sebagai berikut:

“Indosat diswastakan untuk menutupi kekurangan APBN, agar investor terpancing kembali ke Indonesia. Krisis sudah terlalu lama, sejak ’98 membebani ekonomi setiap keluarga. Tekad kabinet agar hutang LN tidak bertambah lagi. …
Keputusan yang sulit disaat yang sulit, tapi pemimpin harus berani ambil keputusan. Meski menuai kecaman dan hujatan dari dalam negeri. Ibarat seorang ibu yang merelakan perhiasan kesayangannya demi membeli beras untuk keluarga karena suami sudah lama menganggur. Ibarat seorang ibu, jual perhiasannya demi bayar uang sekolah atau menebus ijazah anaknya. …
Para ahli ekonomi tidak punya solusi yang lebih baik atau hanya bisa teriak dijalanan tanpa solusi. Semua hanya bisa bicara pesimis. Indosat, dll.. saat itu adalah solusi yang bagi negara yang sedang sakit parah. Karena saya yakin dalam 10 tahun harusnya kita dapat membeli kembali.”

(more…)

Kado HUT DKI Jakarta Yang Menampar Kesadaran

Bismillah …

Pada debat perdana capres-cawapres, 9 Juni 2014 lalu, calon presiden nomor urut 2 Pak Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, “Manajemen pengawasan harus kita jalankan, setiap minggu, setiap hari, setiap jam dan detik demi detik harus kita awasi. Negara kita paling lemah manajemen pengawasannya.” [Detik News].

Saya setuju dengan Pak Jokowi. Sudah seharusnya sebagai pejabat negara, terlebih seorang pemimpin, harus mampu secara disiplin menerapkan manajemen pengawasan pembangunan sebagai kunci pemberantasan korupsi. Namun apakah Pak Jokowi sendiri sudah memberikan contoh yang baik bagaimana real-nya manajemen pengawasan saat ini selaku kepala daerah?

Di sini, mari kita mengambil sebuah pelajaran besar betapa pentingnya membangun integritas melalui aksi nyata.

APBD DKI Jokowi
(more…)

Keblingernya Pembenaran Dalam Budaya Anti Kritik

Bismillah …

Awalnya tidak ada keinginan dari saya menulis di blog untuk merespon ucapan Pak Jokowi tentang “panggil programmer, 2 minggu selesai” dalam debat perdana capres-cawapres. Karena saya yang cukup lama bergelut di dunia pembangunan aplikasi e-Government, meng-apresiasi program Pak Jokowi tentang sistem informasi untuk pengelolaan pemerintahan pusat dan daerah. Namun, alangkah sedih rasanya ketika membaca sebuah berita online tentang Kelompok Pendukung Jokowi yang berusaha melakukan pembenaran atas ucapan capres-nya tersebut. Karyanya cukup positif, namun cara penyampaian tujuan karyanya ke publik saya rasa menyesatkan. Disadari atau tidak, ini sama dengan membangun budaya anti kritik. Oleh karena itu, saya tergelitik untuk meluruskannya dalam blog ini.

Sila simak baik-baik berita di bawah ini:

Buktikan Janji Jokowi Bidang IT, Aplikasi Smartphone Diluncurkan. [Liputan6, 12/6/2014]
Sebagian kutipan dalam berita tersebut:

Pada debat perdana capres dan cawapres Senin 9 Juni lalu, capres Joko Widodo menyatakan, proyek IT untuk program pemerintah dapat diselesaikan dalam waktu 2 minggu oleh programmer. Hal ini berusaha dibuktikan oleh relawan Jokowi-JK yang tergabung dalam Rumah Koalisi Indonesia Hebat, dengan membuat sebuah aplikasi dalam waktu 24 jam. Hasilnya, sebuah aplikasi mobile bernama ‘Joko Widodo RI-1′ kini tersedia di Apple AppStore.

Aplikasi itu disediakan untuk warga yang ingin mengenal figur Jokowi. Aplikasi itu berisi referensi multimedia, fitur aspirasi, dan quiz. Salah satu fitur yang menarik adalah fitur ‘Your Voice’, untuk menyampaikan aspirasi harapan warga apabila Jokowi terpilih sebagai presiden dalam pilpres 9 Juli nanti.

(more…)

Menyikapi Pemblokiran Situs Video “Vimeo”

Bismillah …

Pengguna internet di Indonesia dalam minggu ini dikejutkan dengan terblokirnya situs video Vimeo. Banyak netter mempertanyakan kebijakan tersebut. Pasalnya, Vimeo selama ini dikenal bukan sebagai situs porno, melainkan sekadar situs berbagi video seperti Youtube, yang bersifat UGC (user generated content) atau konten yang dikirim dan dilihat pengguna.

Pemblokiran dilakukan oleh Telkom atas perintah Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo). Menurut Indra Utoyo, Director IT Solutions & Strategic Portfolio Telkom, hal ini sebagai tindak lanjut dari surat admin Trust+ Kominfo kepada seluruh ISP (Internet Service Privider) tanggal 9 Mei 2014 [Twit 1]. Beliau memperlihatkan sebagian daftar situs terlarang yang diminta Trust+ Kominfo untuk diblokir, dimana dalam daftar itu terdapat situs Vimeo. [Twit 2].
(more…)

Kasus TK JIS dan Kesaksian Melepas Jerat Homoseksual

Bismillah …

Seorang sahabat memberitahu saya tentang acara Show Imah di TransTV kemaren sore, Kamis, 1 Mei 2014, yang mengangkat kasus pelecehan seksual di TK JIS. Sayangnya saya telat membaca pesannya, sehingga acara tersebut terlewatkan. Alhamdulillah, ada yang baik hati meng-upload rekaman acara tersebut di Youtube tadi malam.

Ada hal yang menarik menyaksikan rekaman acara tersebut. Sesi pertama menghadirkan nara sumber antara lain: ibu Cinta dan ibu Yurinda (Kuasa Hukum korban), ibu Erlinda (Sekjen Komis Perlindungan Anak Indonesia / KPAI), dan melalui sambungan telepon kepada ibu korban MAK. Kemudian di sesi kedua menghadirkan artis Jupiter Fortissimo, yang pernah mendapatkan pelecehan seksual di masa kecil dan kini berjuang keras agar lepas dari jeratan “virus menular”. Ia didampingi ibu Lucy Udiawati (Psikolog Anak).
(more…)

Menjalin Benang Merah & Fakta-Fakta Kasus TK JIS


[ilustrasi: doktergaul.co]

–: Analisa Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sekolah TK JIS
.

Bismillah …

Pada bulan April ini, berbarengan dengan hiruk-pikuk manuver politik para politikus menyongsong pilpres Juli 2014 mendatang, perhatian media massa juga mengarah pada kasus kejahatan seks anak di Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (TK JIS). Sampai jurnal ini saya tulis, ada dua anak TK sebagai korban pelecehan seksual; dan sudah ditetapkan enam tersangka (satu orang ditemukan tewas sebelum ditetapkan sebagai tersangka), kesemuanya adalah karyawan alih daya PT ISS Indonesia, mereka ditempatkan di sekolah JIS sebagai cleaning service.

Dari menjelajahi informasi di media-media online terkait kasus ini, sementara saya menemukan ada 10 (sepuluh) poin keanehan. Berbagai keanehan itu bila ditelusuri lebih jauh bisa menjadi benang merah dalam mengungkap fakta yang lebih besar dari informasi berita yang telah muncul ke publik. Maka besar harapan saya semoga pihak berwajib lebih serius dalam menangani kasus ini. Usut sampai tuntas. Jangan dibiarkan menguap.

Mari simak 10 keanehan di seputar kasus ini.
(more…)

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!

Blog Owner

Iwan Yuliyanto

Aktif sebagai Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Praktisi e-Government dan guru piano bagi dua malaikat kecilku.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 914 other followers