PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan klik "Follow" untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 1,157 other followers

Selamat Datang

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan teriring do’a:
اللهُمَّ أَرِنَا الحَقَّ حَقّاً وَارْزُقْنَا التِبَاعَةَ وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma arinal-haqqo haqqon warzuqnat-tiba’ah, wa arinal-batila batilan warzuqnaj-tinabah, bi rohmatika ya arhamar-rohimiin. |
Ya Allah Tunjukilah kami kebenaran dan berikan kami jalan untuk mengikutinya, dan tunjukanlah kami kebatilan dan berikan kami jalan untuk menjauhinya.

… saya membuat blog yang berisi opini atau sumbangan pemikiran saya. Semoga bisa bermanfaat, mencerahkan, dan turut berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa Indonesia yang lebih baik.

Alhamdulillah bila tercipta diskusi yang sehat.
Terimakasih telah singgah.

Salam hangat penuh semangat dalam dekapan ukhuwah
Iwan Yuliyanto
15 Agustus 2012

.
Sebagian blog ini berisi migrasi dari rumah sebelumnya: fightforfreedom.multiply.com

Negara Menghilangkan Hak Beriman Demi Pro LGBT

Same Sex Marriage
Bagian Kedua – Seri “Pernikahan Sesama Jenis Mengikis Hak Fundamental”

Bismillah …

Pada bagian pertama dalam jurnal sebelumnya, saya mengajak Anda melihat bagaimana kondisi terkikisnya hak asasi warga negara Inggris dan Kanada pasca pelegalan pernikahan sesama jenis. Pada bagian kedua ini, mari kita melihat dampaknya di negara yang jadi kiblatnya paham liberalisme, yaitu Amerika Serikat.

Sebelum dilegalkan di seluruh negara bagian Amerika Serikat, pernikahan sesama jenis hanya legal di 36 negara bagian. Kemudian melalui keputusan 5-4, Mahkamah Agung (MA) mencabut larangan pernikahan sesama jenis yang diterapkan oleh 14 negara bagian. Larangan ini berujung pada pengajuan kasus Obergefell versus Hodges agar MA memutuskan keabsahan larangan pernikahan sesama jenis. Hasil akhirnya, MA Amerika Serikat pada 26 Juni 2015 memutuskan, di bawah Konstitusi, 50 negara bagian tidak boleh melarang pernikahan sesama jenis dan harus mengakui lisensi pernikahan yang dikeluarkan secara sah kepada gay dan lesbian oleh negara-negara lain.

Dengan adanya keputusan MA tersebut, akan banyak warga negara Amerika Serikat yang beragama terpaksa dihadapkan pada dua pilihan:
[1] Melepaskan imannya / agamanya; atau
[2] Menggenggam erat imannya namun dihadapkan dengan konsekuensi yang begitu berat.

Konsekuensinya seperti apa?
Berikut ini contoh kasus, -yang mewakili jenis pekerjaannya-, dari sekian banyak kasus.
(more…)

Makar ‘Kaum Sodom’ Bertopeng HAM

LGBT

Bismillah …

Melanjutkan artikel sebelumnya, ketika “hak asasi manusia” LGBT untuk menikah dilegalkan oleh negara, yang terjadi justru memberangus hak-hak fundamental mayoritas warganya. Bagi yang ketinggalan mengikuti, silakan terlebih dahulu membacanya. Ada surat dari seorang anak dewasa yang dibesarkan oleh orang tuanya yang gay di negara yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Miris.

Di Indonesia, kelompok LGBT dan aktivis pendukungnya menuntut pemerintah melegalkan pernikahan sesama jenis dengan dalih untuk mengikuti perkembangan zaman, modernisasi, dan tuntutan hak asasi manusia. Namun karena telah mendapat penentangan keras dari berbagai pihak, tuntutan legalisasi same-sex marriage kini dibungkus dengan sangat halus. Isunya kemudian dikemas seolah-olah ada pelanggaran HAM. Itulah gay politics. Dengan tagline “Indonesia Tanpa Diskriminasi”, secara masif mereka bersuara di berbagai media sosial, ruang seminar, goes to campus, aksi simpatik, pawai keliling dengan membawa isu diskriminasi dan pelanggaran HAM terhadap kaum LGBT.

Sesungguhnya HAM yang mana yang dilanggar oleh negara terhadap kaum LGBT ini? (more…)

Pernikahan Sesama Jenis Mengikis Hak Fundamental

Same Sex Marriage

| Bagian Pertama

Bismillah …

Pelegalan pernikahan sesama jenis di Amerika Serikat pada Juni 2015 yang lalu disambut euforia oleh para pelaku LGBT dan para aktivis pendukungnya di seluruh dunia. Mereka beranggapan pelarangan pernikahan sesama jenis merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) karena mencintai dan hidup bersama dalam bingkai pernikahan, meskipun sesama jenis, adalah hak.

Lantas bagaimana kondisi masyarakatnya kini yang negaranya melegalkan pernikahan sesama jenis?
Apakah menjadi lebih baik dan tidak ada lagi pelanggaran HAM?
Nyatanya, pelegalan ini justru mengikis hak-hak fundamental. Seperti halnya fenomena sebuah gunung es, begitu tampak indah gunung dan pelangi di atas permukaan laut, padahal sebenarnya banyak permasalahan yang tidak tampak di dalamnya.

Pada bagian pertama ini, mari melihat bagaimana kondisi nyata di Inggris dan Kanada.
(more…)

Menjawab Tuduhan Islam Biang Terorisme

Bismillah …

Sejarah mencatat banyak peperangan yang dijalani kaum muslimin dalam upaya melawan kebatilan dan kezaliman. Namun kemudian, para musuh Islam sibuk mencari celah untuk memojokkan Islam dan kaum muslimin. Mereka bersama para penguasa media, mengaburkan fakta sejarah dan membuat fitnah. Sayangnya, respon sebagian umat Islam begitu lemah, mudah menelan mentah-mentah informasi sesat tersebut, tidak kritis, malas mengkaji agama dan sejarah peradabannya. Akhirnya, orang Islam yang lemah tersebut ada yang terpengaruh dan terbawa arus. Mereka kemudian menjadi kecewa dengan pendahulu-pendahulunya. Malu terhadap sejarah perjalanan agamanya sendiri. Malu dengan teman-teman dalam lingkaran pergaulannya yang majemuk. Hilang kebanggaannya sebagai Muslim. Hingga akhirnya murtad, bahkan berdiri di barisan propaganda Islamophobia. Na’udzubillah..!

islam religion of peace
Di suatu Kamis sore, di penghujung tahun 2015 …..
(more…)

Ketika Mendapat Tugas: Menggambar Rasulullah

Bismillah …

Seandainya Anda tinggal di sebuah rezim yang keras perlawanannya terhadap Islam. Saat itu Anda masih duduk di bangku sekolah, dan ada seorang guru memerintahkan kepadamu untuk menggambar Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam. Pertanyaannya: apa yang akan Anda lakukan?

Mari belajar menyikapinya pada anak laki-laki dalam film pendek ini.
(more…)

TEMPO Memutar-balikkan Fakta Killing Fields 1948 di Magetan

Bismillah …

Apakah masih ingat pelajaran sejarah tentang peristiwa pemberontakan PKI Madiun di tahun 1948?
Hal yang menarik adalah, mengapa belum ada 10 tahun kemudian PKI sudah menjadi parpol dengan kekuatan massa yang besar dalam Pemilu 1955?
Jawabannya bisa kita temukan beserta buktinya pada situs favorit saya, situs yang berfokus pada penelitian jejak-jejak Islam, di sini: Tinta Merah di Lembar Sejarah.

Di dalam artikel tersebut disampaikan bahwa PKI dibawah pimpinan DN Aidit berhasil meracik ulang sejarah Pemberontakan Madiun. Hasil racikan tersebut kemudian dijadikan pukulan balik ke lawan-lawan politiknya (tentu saja berupa fitnah). Hatta, Sukirman, dan Natsir dituding sebagai biang kerok / pihak yang bersalah dalam peristiwa Madiun. PKI kemudian memposisikan diri sebagai pihak yang terzalimi. Bisa Anda bayangkan betapa dahsyatnya upaya mereka dan media-media pendukungnya mencuci otak publik hingga bisa bersimpati dengan ‘perjuangan’ PKI.

Alhamdulillah, setelah kebangkitannya kembali, pemberontakan mereka di tahun 1965 berhasil ditumpas.
(more…)

Dusta Kantor Berita Iran pada Musibah Mina …

… Menambah Panjang Daftar Dusta Yang Dibuatnya.

malcolm x

Bismillah …

September 2015, umat Islam kembali berduka atas musibah di tengah pelaksanaan ibadah haji di kota Mekkah. Namun, ditengah musibah tersebut, ada saja pihak yang ingin mengambil kesempatan dan keuntungan. Media Al Jazeera memberitakan bahwa tepat beberapa jam setelah kejadian, Iran yang dipimpin pemimpin spiritualnya, Ayatollah Ali Khamenei, langsung menimpakan seluruh kesalahan kepada Arab Saudi tanpa memberikan kesempatan kepada otoritas KSA melakukan investigasi menyeluruh. Kemudian media-media pro Syiah Iran serempak membuat berita yang tidak dapat dipertanggung-jawabkan.

Ada berita dari media Lebanon dan Iran yang mengabarkan bahwa Pangeran Muhammad Salman adalah penyebab terjadinya musibah di Mina yang menelan korban 717 meninggal dan lebih dari 800 orang cedera. Kedatangan Pangeran Salman yang berziarah dengan rombongan konvoi besar mengakibatkan jalur jemaah terpaksa dibelokkan. Setelah timbul kericuhan dan jatuh korban, rombongan buru-buru pergi dari tempat tersebut. Pihak kerajaan berusaha menutupi kejadian tersebut, yang kemudian ada 28 orang petugas dijadikan kambing hitam dan dihukum pancung.

Benarkah kabar tentang Pangeran Salman yang menjadi penyebab utama musibah?
Benarkah sehari setelah musibah ada eksekusi hukuman pancung kepada petugas yang dianggap lalai?
Bisa dipastikan itu hoax. Berita tersebut bersumberkan dari media – media yang selama ini punya track record buruk karena seringnya memproduksi / membuat berita palsu.

Berikut ulasan singkat berita palsu terkait musibah Mina, dan pemaparan daftar berita palsu yang dibangun media-media pro Syiah Iran.
(more…)

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!

Blog Owner

Iwan Yuliyanto

Aktif sebagai Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Praktisi e-Government, yang Memimpikan Indonesia yang Berdaulat, yang Bergotong Royong untuk Mandiri dan Bermartabat.


Saat ini Anda pengunjung ke-

  • 1,523,182
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,157 other followers