Home » Ghazwul Fikri » Sunnah Rasul di Malam Jumat = ML ?

Sunnah Rasul di Malam Jumat = ML ?

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 921 other followers

Follow Fight For Freedom on WordPress.com
–: Edisi: Berdusta Atas Nama Rasulullah [#2]
–: Tema: Hadits Palsu Malam Jum’at Bagi Suami Istri

.
Bismillah…

Sudah menjadi kebiasaan kalau hari kamis malam (atau malam Jumat), banyak tersebar kicauan atau status di social media yang isinya berkisar pada perkataan “Sunnah Rasul”. Begitu juga dalam pergaulan sehari-hari di dunia nyata, istilah tersebut juga sering terdengar. Menurut mereka, istilah “Sunnah Rasul” yang populer di malam Jum’at adalah penghalusan dari hubungan suami istri atau ML. Coba lihat sejenak hasil penelusuran super singkat malam ini, bagaimana ribuan kicauan serasa berlomba-lomba menyebut istilah “Sunnah Rasul”.

Sunnah Rasul

Bagi mereka yang muslim dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi karena ingin menutupi sesuatu yang dianggap vulgar / tabu baginya bila disampaikan dalam ruang publik. Tapi akibatnya fatal, karena telah menyempitkan arti dari sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an menjadi hanya sebuah aktifitas seks belaka.

Sedangkan bagi mereka yang berhati fasiq dijangkiti penyakit islamophobia dalam mengucapkan istilah itu bisa jadi hanya ingin mengolok-olok, karena baginya ajaran Islam identik dengan urusan sex atau selangkangan. Sehingga tidak segan-segan menuduh dan melecehkan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang katanya doyan kawin dan pedofilia. (Insya Allah, soal ini nanti akan saya bahas)

Dari mana asalnya muncul istilah “Sunnah Rasul” yang di-identikkan dengan aktivitas ML?

Semuanya berawal dari hadits ini:
“Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”

Dalam hadits yang lain ada disebutkan sama dengan membunuh 1000, ada juga yang menyebut 7000 Yahudi.

Sebenarnya bagaimana derajat hadits tersebut, apakah shahih, dhaif atau palsu?

Mari kita simak sejenak tayangan singkat “Hadits – Hadits Palsu” di RCTI berikut ini dengan nara sumber Prof.DR.KH. Ali Mustafa Yaqub, MA hafizhahullah.

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa hadits di atas tidak akan ditemukan dalam kitab manapun, baik kumpulan hadits dhaif apalagi shahih. Kalimat tersebut tidak mempunyai sanad / bersambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadits “Sunnah Rasul” di atas adalah sama sekali bukan hadits, itu hadits PALSU yang telah dikarang oleh orang iseng, orang tidak jelas, dan tidak bertanggung-jawab yang mengatasnamakan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bahkan kita tidak akan menemukan satu-pun hadits Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam tentang berhubungan suami istri pada malam-malam tertentu, termasuk malam Jum’at.

Kemudian lanjutan penelusuran singkat malam ini di “timeline pencarian”, pandangan mata saya tertarik pada sebuah kicauan yang berbunyi:

sunnah rasul
Pertanyaan ini mungkin mewakili ke-awam-an dalam masyarakat kita.
Hukum pernikahan dalam Islam itu bisa Wajib, bisa Sunnah, bahkan bisa Haram, bisa Makruh, atau bisa Mubah; yang semuanya itu tergantung kondisi / latar belakang dalam pernikahan tersebut. (Insya Allah, akan saya bahas secara terpisah dalam jurnal berikutnya). Sedangkan dalam soal berhubungan badan (jima’), yang SALAH adalah pasangan suami istri tersebut meng-khusus-kan malam Juma’t untuk berhubungan badan dengan niat untuk mengamalkan hadits Palsu di atas dan “bersemangat membunuhi ribuan Yahudi” seperti dalam postingan yang menyesatkan di sini: [Kompasiana] Saatnya Membunuh Yahudi Malam Ini. Bagi yang punya akun Kompasiana, silakan menasehati pemilik jurnal tersebut.

Kalau mau berhubungan badan dengan pasangan sah-mu, jangan meng-khusus-kan hari-hari, kemudian lebih baik itu diniatkan sebagai ibadah sehingga diawali dan diakhiri dengan do’a. Berhubungan badan dengan pasangan sah adalah merupakan ibadah seperti sabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” [HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah].

Seperti yang pernah saya jelaskan di edisi pertama dalam jurnal sebelumnya, di Indonesia sangat subur akan hadits-hadits palsu dan dhaif (lemah) yang beredar dan bermaksud untuk menyesatkan dan membodoh-bodohi umat. Oleh karena itu berhati-hatilah, kawan!

Mari STOP mengatakan “Sunnah Rasul” sebagai pengganti dari istilah berhubungan suami istri alias ML ! Karena itu dosa besar.
Bahkan meskipun itu ucapan dalam bentuk “kode”, karena itu sama dengan menyuburkan kedustaan. Dikatakan berdusta karena mengatakan sebuah hadits padahal Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengatakan apa-apa terhadap yang dikatakan itu.
“Kode” itu misalnya begini:
Papa: “Mah, ntar malam kita berburu dan membunuhi Yahudi yuk!”
Mama: “Maaf, pah, Yahudi nya sudah habis” *kode kalau si mama lagi datang bulan / pms*

Pasutri (pasangan suami istri) terpaksa menggunakan bahasa sandi tersebut agar komunikasinya sulit dipahami anaknya di dalam rumah. Bercanda seperti ini hanya akan menumbuh-suburkan kedustaan hadits tersebut. Itupun akan dituntut di akherat kelak. Maka silakan cari kode atau bahan candaan yang lebih bermutu.

Lantas, apa sih sebenarnya Sunnah Rasul itu?

Definisi yang benar tentang Sunnah Rasul dalam Islam mengacu kepada sikap, perilaku / tindakan, ucapan dan cara Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam menjalani hidupnya. Sunnah merupakan sumber hukum kedua dalam Islam, setelah Al-Quran. Narasi atau informasi yang disampaikan oleh para sahabat tentang sikap, tindakan, ucapan dan cara Rasulullah disebut sebagai hadits. Sedangkan Sunnah yang diperintahkan oleh Allah disebut Sunnatullah.

Keseharian dan perilaku Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Akhlak Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang yang harus diikuti dan diteladani. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
“Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu.” [QS Al Ahzab: 21].

Bagi seorang Muslim, mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu “kebebasan memilih”. Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah KEWAJIBAN yang harus ditaati, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an:
“Dan apa yang Rasul berikan untukmu, maka terimalah ia, dan apa yang ia larang bagimu, maka juhilah.” [Q.S. Al-Hasyr: 7]

Sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan Al-Qur’an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. Al-Qur’an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup, sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya; jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. Hal ini dinyatakan dalam Al-Qur’an:
“Siapa yang taat kepada Rasul, maka ia taat kepada Allah.” [Q.S. An-Nisaa': 80]

Apakah ada Sunnah Rasul yang ada keterkaitannya dengan aktivitas pada hari Jumat (atau malam Jum’at)?

Ada. Hadits di bawah ini shahih.

  1. Memperbanyak membaca shalawat. Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    أَكْثِرُوا الصَّلاَةَ عَلَىَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَمَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

    “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Al Baihaqi)

  2. Membaca Al-Qur’an khususnya surat Al Kahfi. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
    مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ

    “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at.” (HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

  3. Memperbanyak do’a setelah shalat Ashar.
    عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

    Dari Jabir bin Abdillah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari Jum’at adalah dua belas jam. Di dalamnya terdapat satu waktu di mana tidaklah seorang muslim memohon sesuatu kepada Allah pada saat itu, melainkan Allah akan mengabulkannya. Maka carilah ia pada saat-saat terakhir setelah shalat Ashar.” [HR. An-Nasa’i nomor 1388]

  4. Membaca surat As-Sajdah dan Al-Insan dalam Sholat Subuh. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” (HR. Muslim)
    Dan dianjurkan ketika di rakaat pertama sampai pada bacaan ayat ke 15, imam sujud diikuti oleh makmum. Setelah sujud, imam berdiri kembali membaca ayat selanjutanya sampai selesai.
  5. Shalat Jum’at, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:
    “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” (HR.Abu Daud dan Al Hakim)

Jadi, kalau bicara Sunnah Rasul di hari Jumat dan malam Jum’at, ya silakan kaitkan dengan LIMA aktivitas yang disebutkan di atas. Jangan dikaitkan dengan nge-seks atau ML. Bagi pasutri, kalau mau ML bisa kapan saja, tidak ada hari istimewa.

Mari menjaga, memelihara dan mengamalkan sunnah-sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam yang selama ini menjadi hukum syariat kedua setelah Al-Qur’an.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
12.09.2013

About these ads

146 Comments

  1. anggoro says:

    alhamdulillah.. trims atas pencerahan nya.. ijin share link ustadz… ..

  2. sonyaSKY says:

    Reblogged this on my dream my world and commented:
    read this!

  3. dicky says:

    info yang meluruskan kesalahapahaman akan sunnah rasul.. mantaap
    ditunggu kunjungan balik di sentrasenter.com

  4. Lulus says:

    Informasi yang bermanfaat sekali. Ijin share dengan teman yang lain. Terimakasih.

  5. Della Havis says:

    Mksh ilmunya,,,,,
    Sangat brmanfaat

  6. arif afandi says:

    Alkhamdulillah..
    Terima kasih menambah keilmuan dan pengetahuan saya .smg bermanfaat .Amiin yarrobul Alammin

  7. Reblogged this on Katakata Sukasuka and commented:
    Jangan lagi pakai istilah “Sunnah Rasul”..!!

  8. ichyak says:

    SEGALA YANG RASULULLAH AJARKAN, BAIK BERUPA UCAPAN, TINDAKAN, ATAUPUN BERUPA EKSPRESI “ITU ADALAH SUNNAH”.

  9. awas !!! ,, ini mungkin ada kaitannya dengan ajaran syi’ah . bukan bermaksud “menuduh” , coba anda pahami apa itu syi’ah , ada yang dikenal dengan “mut’ah” , dalam ajaran syi’ah penuh akan kesesatan . dan banyak hadist2 palsu yang sengaja dibuat , contohnya sekarang apa yang terjadi suriah adalah akibat ajaran sesat syi’ah yang ingin menganjurkan umat muslim sejati (muslim sunni) . banyak para mujahidin yang berperang melawan para sesat syi’ah ini .

    akan lebih baik kalau mengetahui dulu apa itu syi’ah (*bagi yang belum mengetahui) karena syi’ah itu yahudi + syaitan = Syi’ah . bisa anda searching di google atau youtube akan kesesatan syi’ah ini , demi kebaikan kita semua !!!

    • awas !!! ,, ini mungkin ada kaitannya dengan ajaran syi’ah . bukan bermaksud “menuduh” , coba anda pahami apa itu syi’ah , ada yang dikenal dengan “mut’ah” , dalam ajaran syi’ah penuh akan kesesatan . dan banyak hadist2 palsu yang sengaja dibuat , contohnya sekarang apa yang terjadi suriah adalah akibat ajaran sesat syi’ah yang ingin menganjurkan umat muslim sejati (muslim sunni) . banyak para mujahidin yang berperang melawan para sesat syi’ah ini .

      akan lebih baik kalau mengetahui dulu apa itu syi’ah (*bagi yang belum mengetahui) karena syi’ah itu yahudi + syaitan = Syi’ah . bisa anda searching di google atau youtube akan kesesatan syi’ah ini , demi kebaikan kita semua !!!

  10. Pak Iwan, nulis tentang masjid berisik dong, bagaimana sebaiknya supaya tidak terlalu mengganggu dan lebih sesuai ajaran Islam

    • Bitch, The says:

      Mas Teguh, kamu konsisten sekali. cium nih ya. cium nih!

    • Assalamulaiküm waroh matulloh hiwabaro khatuh
      Pak Ustaz saya maü taü tentang kisah pasangan suami istri
      Hak untuk para Lélaki
      Yg seharusnya lelaki tdk boléh Kasar dlam ucpan lisan
      Kbnykn léláki jaman sekarg kan klü ngomong kasar koar2 bgtu pak u as taz
      Taü sndri kilü cewek Kán maünya lémbut dlm ucpán

  11. Hadist ini memang sangat populer di kaum awam

  12. KHOIR says:

    Izin mas,,,,,
    Lau bisa Ayat tau hadist yang bersangkutan di tampilakan mas,,,,
    jadi pembaca dapat lebih percaya dan bisa langsung melihat buktinya a,,,
    karena sekarang sudah terlalu banyak orang yang pintar dan memahami agama, tetapi yang dilakukannya malah pintar2 an dan merasa pendapatnya paling benar,,,,
    terutama didunia maya,,,,,

    thank’s

  13. Malam ini Malam Jum’at, minggu lalu pas ada yang nyeletuk tentang Sunnah di Malam Jumat, aku kan ga paham, terus nanya, malah dibilang “Anak kecil ga perlu tau”.. Dan Malam Jum’at ini aku menemukan Sunnah apa itu. Ya ngaji, ya sholawatan, ya berdoa . Ijin copas ya Pak :)

  14. slamet says:

    distorsi terhadap ajaran agama ini akan, telah dan terus berusaha dilakukan oleh kaum kafir sekuler untuk membelokkan serta menghancurkan Islam….
    Waspadalah…. waspadalah….

  15. Gubs says:

    Dengan menyuruh anak2 untuk diam itu disebut pendidikan? Pendidikan itu lebih kepada dapat membuat anak2 memahami tindakannya sendiri dan tanpa perlu disuruh apalagi dibentak.

    • Mungkin komentar mas Gubs ini untuk mas Aditia Putra Kurniawan, karena tidak ada hubungannya dengan jurnal di atas. Biar kelihatan runut, silakan klik Reply pada lingkungan komentar yang terkait. Silakan diulangi lagi, mas Gubs :)

  16. anggit says:

    brarti menggunakan teknologi untuk berdakwah… pake laptop, internet, ruang belajar, pake meja, kursi pulpen, tab, liat facebook kajian islam… itu bidah…. karna ga ada dasarnya….

    • Perkataanmu persis sekali dengan orang-orang sekuler yang asbun bicara soal akidah. Sarana dan prasarana dalam berdakwah gak ada hubungannya dengan bid’ah. Jagalah hati sebelum berkomentar ya, bro :)

  17. mas roy says:

    Ati2 dengan komen nya bung aditia p.k.
    Klo pendapat Anda yg mengatakan perbuatan tersebut (klo bukan disebut ibadah) bukan bid’ah, tolong tunjukkan 1 saja dasar hukumnya. Jgn ngomong koar2 tp tidak berdasar n hy opini Anda saja krn Anda mengamalkannya.
    #sepakat dg ust. Iwan

  18. SyamsQ says:

    Terima Kasih. Izin Copy biar semua orang tahu.

  19. agung murdianto says:

    Terima Kasih atas penjelasan tentang agama mohon maaf atas segala ketidak tahuan……………….. Allohuakbar.

  20. Ardyaningsih says:

    terima kasih untuk infonya, menambah keilmuan saya tentang agama.

  21. regata_ says:

    Kang mau tanya perihal bid’ah tadi
    Membaca ayat Al Quran bersama-sama itu boleh gk sih? Setahuku yasinan pada mlm jum’at itu bkn pemgkhususan tapi penjadwalan, makasih kang.

  22. arislan says:

    Afwan, apakah semua bid’ah itu sesat? Tidak adakah bid’ah hasanah? Bukankah arti bid’ah secara bahasa bukan hanya sesat? Tapi juga bs diartikan menyimpang? Sedangkan kalau menyimpang tinggal diluruskan saja, yg baiknya diteruskan, yg salahnya dibenarkan… :)

    • heri says:

      tambahan gan Apa pun yang terjadi di antara mereka berdua, apalagi urusan jima’ (senggama) misalnya, dilarang untuk diceritakan kepada orang lain. Menceritakan rahasia semacam itu mencerminkan miskinnya kehormatan diri dan tidak adanya rasa malu, selain memang tidak ada manfaatnya. Oleh karena itu, ajaran Islam melarangnya dengan keras.

  23. Antoni Rusdy says:

    Alhamdulillah…..
    Sebuah pencerahan Hati dan Fikiran.
    Ijin Coppas Ust Iwan…..Semoga menjadikan Syiar..
    Amiiiiiiiinnn..

  24. Sohib says:

    Astaghfiruloh…
    Subhanalloh hatur nuhun atas penjelsannya.

  25. Ryan says:

    wah… salah kaprah ya mas.
    dulu pernah belanja di salah satu mini market, dia memang menyediakan kondom. Dan pas kebetulan saat itu malam Jum’at, banyak yang membeli karena malam itu malam Sunnah Rasul. Sayang sekali memang mendengarnya bahwa malam itu juga dimanfaatkan oleh para remaja untuk melakukan. membaca tulisan mas, saya jadi lebih terbuka lagi mas. moga semua bisa mulai memahami makna sebenarnya.

  26. lukman maulana says:

    Pa,apakah benar melaksanakan maulid nabi (muludan),sholawat nariyah,dan tahlilan itu termasuk bid’ah yg tidak boleh kita lakukan..?

    • Sebelumnya pahami dulu apa yg dimaksud dg bid’ah, sehingga ketika ada sahabatmu yang memberikan masukan atau mengingatkan tentang amalan bid’ah, mas Lukman Maulana gak gampang marah-marah.

      Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan, “yang dimaksud dengan bid’ah adalah setiap perbuatan yang diada-adakan dalam agama yang tidak ada dalil yang menunjukkan disyari’atkannya perbuatan tersebut” (Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2/127)

      Juga ada hadits ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
      “Barang siapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

      Kemudian ada kaidah ushul fiqh yang berbunyi:
      “Hukum asal dari suatu ibadah adalah batal, hingga terdapat dalil (argumen) yang memerintahkannya.”

      Menjawab pertanyaanmu, jumhur ulama berpendapat bahwa perayaan maulid nabi, sholawat nariyah, dan tahlilan adalah bid’ah. Coba carilah dalil yang memerintahkan adanya kegiatan ibadah-ibadah tersebut, sehingga dihukumi tidak bid’ah.

    • lukman maulana says:

      Berarti ibadah-ibadah itu masih boleh di laksanakan atau harus di tinggalkan ??

      Masalahnya di kampung saya para ustad dan kiyai masih melaksanakan ibadah-ibadah tersebut…

    • Kalau peringatan maulid sekedar refleksi dan tausiyah ya gak papa. Butuh kelenturan sikap dalam berdakwah di tengah masyarakat. Namun kalau berlebihan seperti sekaten, atau memperingatinya dengan menghambur-hamburkan uang ya gak boleh.

      Begitu juga dengan tahlilan, yasinan, dan shalawatan nariyah. Kelenturan sikap itu seperti apa?

      Contohnya begini:
      Tradisi tahlilan (yasinan) hingga hari ini masih berlaku di masyarakat kita, padahal Rasulullah tidak pernah mencontohkan yasinan tiap malam jum’at. Lantas jika diundang apakah menolak?
      Ya jangan doong, silakan meniatkan datang untuk silaturahim. Karena di sinilah pentingnya peran kita menjadi insan yg memiliki pengaruh di lingkungan masyarakat, memiliki kemampuan komunikasi dan bahasa yg baik, tidak ujug-ujug bilang “Ini bid’ah, dholalah, bubar!”
      Walaupun hal itu memang bid’ah karena tak pernah dicontohkan Rasulullah.
      Lantas bagaimana mengubah kebiasaan yg keliru dgn cara yg bijak?
      Pakai strategi … sebelum acara tahlilan (yasinan) tersebut dimulai, kita duluan yg ambil alih, membuka acara, dan secara bertahap ‘membuat acara di dalam acara’. Supaya masyarakat tidak shock dan jadi ilfil sama kita, kitanya mesti bersabar menuntun masyarakat agar bisa lepas dari bid’ah dan kembali ke jalur yang sesuai dengan syari’at. Misalnya dimulai dari Pekan Pertama, sampaikan: “Hari ini, sebelum yasinan, kita mulai dengan taujih/tausiyah”.
      Pekan Kedua: “Supaya pengajian kita lebih variatif dan tidak monoton, hari ini, baca yasinnya bergantian, tidak berjama’ah ya ibu-ibu”.
      Pekan Ketiga: “Bagaimana kalau hari ini kita baca surah al-Kahfi? Sesuai dgn sabda Rasulullah … dan seterusnya sampai dgn kebiasaan yg keliru tsb benar2 hilang dari masyarakat dan berganti dgn kebiasaan yg sesuai tuntunan syari’at.
      Sekali lagi kuncinya: kelenturan sikap.

    • selama itu ibadah diluar syahadat, sholat, puasa, zakat, haji, dll itu boleh2 aja kok.. yasinan, skaten, maulidan, itu bukan bid’ah… yang bid’ah itu kalo sholat wajib sujudnya 3x dalam 1 roka’at (bukan sujud sahwi). karena itu adalah budaya, yang dimasukkan ajaran2 islam didalamnya. skaten itu serapan bahasa dari syahadat tain (2 kalimat syahadat) itu termasuk salah satu cara dalam menyebarkan agama islam di nusantara ini. kalo ga dengan begitu, islam di nusantara ini ga bakalan bisa seberkembangnya seperti sekarang ini… tahilan itu juga boleh2 aja kok… mendoakan orang yang dah meninggal juga gpp kok… malah selain mendo’akan, kita juga dapet kebaikan dari bergaul… yasinan itu juga gpp kok, ga bid’ah… sholawatan bersama itu juga gpp ga bid’ah… selama itu hubungannya dengan manusia sekitar, itu ga bid’ah… kalo yang langsung kepda Allah, itu baru bid’ah… karena tahlilan, yasinan, kendurenan, skaten, sholawatan itu bukan ibadah… yang dimaksud ibadah itu seperti syahadat, sholat, puasa, zakat, haji,…

  27. ijin copas bung Iwan…nice inpoh

  28. Abdul Basith says:

    mas Iwan kalau hukum dari kegiatan sholat jum’at di area sekolahan. dan jamaahnya pun dari anak2 sekolah. lah anak2 sekolah kan biasanya suka rame mskipun sdah di tegur berulang kali. nah apa hukum sholat jum’at itu tadi ya mas? Mohon pencerahannya

    • Mas Abdul Basith, ya namanya juga anak-anak kalo bertemu dengan komunitas / sebayanya, biasanya mereka tidak bisa menahan diri untuk heboh, dan ini sepertinya ada berlaku di mana-mana, termasuk di tempat saya.
      Namun yang perlu diingat adalah ada sebuah hadits:
      “Dari Abu Hurairah, bahwasannya Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika engkau berkata kepada kawanmu “diamlah!”, pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah mengatakan perkataan sia-sia.” [HR Bukhari, no. 934; Muslim, no. 851].

      Maksud ‘sia-sia’ dalam hadits tersebut adalah tidak mendapatkan keutamaan dan keberkahan Jum’at pada hari itu.

      Bila semua orang mengerti dan faham dengan petunjuk ini, saya yakin dan percaya bahwa menjaga agar anak-anak tidak berisik adalah tanggung jawab bersama agar ketenangan, kenyamanan dan kekhusyukan Jum’at bisa terjaga. Oleh karena itu, mereka harus diberi pengertian oleh orang tuanya dari rumah, oleh gurunya saat pelajaran akhlak dan budi pekerti. Orang tua yang bijak tentu tidak akan membiarkan orang tua lainnya hilang pahalanya gara-gara menegur anak-anak saat khatib naik mimbar atau sholat Jum’at.

    • untuk pendidikan anak, gpp deh sia2 tapi sang anak jadi ga rame lagi waktu jum’atan… dari pada ga sia2, tapi sang anak terus2an rame ketika jum’atan…^_^

  29. edy says:

    Mohon ijin share

  30. danzs says:

    mohon ijin share ya..

  31. mohon izin untuk di share

  32. Ummu Shabira says:

    hadits yang sah dijadikan rujukan adalah riwayat Tirmidzi nomor 496, An-Nasai 3/95-96, Ibnu Majah nomor 1078, dan Ahmad 4/9. Hadits-hadits itu senada, yang terjemahnya sebagai berikut:

    “Barangsiapa (yang menggauli istrinya) sehingga mewajibkan mandi pada hari Jum’at kemudian diapun mandi, lalu bangun pagi dan berangkat (ke masjid) pagi-pagi, dia berjalan dan tidak berkendara, kemudian duduk dekat imam dan mendengarkan khutbah dengan seksama tanpa sendau gurau, niscaya ia mendapat pahala amal dari setiap langkahnya selama setahun, balasan puasa dan shalat malam harinya.” (HR. Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ahmad).bukankah ini anjuran sunnah diatas?

    • Dalam sebuah hadits shahih disampaikan:
      “Hubungan badan antara kalian (dengan istri) adalah sedekah”. Para sahabat lantas ada yang bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, apakah dengan kami mendatangi istri kami dengan syahwat itu mendapatkan pahala?” Beliau menjawab, ”Bukankah jika kalian bersetubuh pada yang haram, kalian mendapatkan dosa. Oleh karenanya jika kalian bersetubuh pada yang halal, tentu kalian akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

      Jima’ antara suami dan istri adalah sedekah. Ia mendapatkan pahala atas hubungan halal ini, sebagaimana seseorang mendapatkan dosa jika ia berzina. Jadi, aktivitas jima’ ini bisa dilakukan kapan saja, tidak hanya di malam Jum’at, dan bernilai sedekah. Kecuali masa-masa yang dilarang untuk melakukan aktivitas jima’.

      Hadits shahih yang Ummu Shabira sampaikan di atas menggambarkan betapa besarnya balasan pahala bagi orang yang melakukannya. Ada 6 paket amal dalam sebuah hadits: (1) menjima’ istri, (2) mandi, (3) bangun pagi, (4) berangkat awal ke masjid (dengan berjalan dan tidak berkendara) untuk menunaikan shalat Jum’at, (5) duduk dekat imam dan (6) mendengarkan khutbah dengan seksama. Pahala dalam hadits ini diberikan kepada orang yang melakukan paket enam amal tersebut, tidak terpisah-pisah.

      Mandi Jum’at yang disebutkan dalam hadits tersebut adalah dimulai setelah terbit fajar di hari Jum’at. Artinya jima’ dalam hadits tersebut dilakukan pada hari Jum’at (pagi), bisa menjelang Subuh atau sesudah sholat Subuh. Itu hanya soal kesempatan melakukannya saja. Jika mampu dilakukan, Insya Allah membawa berkah.

      Sedangkan yang populer di masyarakat kita bahwa istilah sunnah Rasul itu hanya aktivitas jima’ di waktu malam Jum’at. Ini salah kaprah. Kalau merujuk pada hadits yang Ummu Shabira sampaikan di atas, maka untuk disebut perbuatan sunnah, lakukanlah 6 paket amal tanpa terpisah. Wallaahu a’lam bish shawab.

  33. ikut nyimak
    Dalam Kitab Makarimul Akhlaq hlm. 210-212, hadist dari Abu Said Al-Khudri, Rasulullah saw pernah berwasiat kepada menantunya Ali bin Abi Thalib:
    “Wahai Ali, jika isterimu memasuki rumahmu, hendaknya melepaskan sandalnya ketika ia duduk, membasuh kedua kakinya, menyiramkan air dimulai dari pintu rumahmu sampai ke sekeliling rumahmu. Karena, dengan hal ini Allah mengeluarkan dari rumahmu 70.000 macam kefakiran dan memasukkan ke dalamnya 70.000 macam kekayaan, 70.000 macam keberkahan, menurunkan kepadamu 70.000 macam rahmat yang meliputi isterimu, sehingga rumahmu diliputi oleh keberkahan dan isterimu diselamatkan dari berbagai macam penyakit selama ia berada di rumahmu.

    Cegahlah isterimu (selama seminggu dari awal perkawinan) minum susu dan cuka, makan Kuzbarah (sejenis rempah-rempah, ketumbar) dan apel yang asam.

    Ali bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia dilarang dari empat hal tersebut?

    Rasulullah saw menjawab: Empat hal tersebut dapat menyebabkan isterimu mandul dan tidak membuahkan keturunan. Sementara tikar di rumahmu lebih baik dari perempuan yang mandul.

    Kemudian Ali bertanya: Ya Rasulallah, mengapa ia tidak boleh minum cuka?

    Rasulullah saw menjawab: Cuka dapat menyebabkan tidak sempurna kesucian dari haidnya; Kuzbarah menyebabkan darah haid berakibat negatif terhadap kandungannya dan mempersulit kelahiran; sedangkan apel yang asam dapat menyebabkan darah haid terputus sehingga menimbulkan penyakit baginya.

    Kemudian Rasulullah saw bersabda:
    1. Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu pada awal bulan, tengah bulan, dan akhir bulan, karena hal itu mempercepat datangnya penyakit gila, kusta, dan kerusakan syaraf padanya dan keturunannya.

    2. Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sesudah Zhuhur, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jiwa anak mudah goncang, dan setan sangat menyukai manusia yang jiwanya goncang.

    3. Wahai Ali, janganlah kamu menggauli isterimu sambil berbicara, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan kebisuan. Dan janganlah seorang suami melihat kemaluan isterinya, hendaknya memejamkan mata ketika berhubungan, karena melihat kemaluan dapat menyebabkan kebutaan pada anak.

    4. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dengan dorongan syahwat pada wanita lain (membayangkan perempuan lain), karena (bila dikaruniai anak) dikhawatirkan memiliki sikap seperti wanita itu dan memiliki gangguan kejiwaan.

    5. Wahai Ali, barangsiapa yang bercumbu dengan isterinya di tempat tidur janganlah sambil membaca Al-Qur’an, karena aku khawatir turun api dari langit lalu membakar keduanya.

    6. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu dalam keadaan telanjang bulat, juga isterimu, karena khawatir tidak tercipta keseimbangan syahwat, yang akhirnya menimbulkan percekcokan di antara kalian berdua, kemudian menyebabkan perceraian.

    7. Wahai Ali, janganlah menggauli isterimu dalam keadaan berdiri, karena hal itu merupakan bagian dari prilaku anak keledai, dan (bila dianugrahi anak) ia suka ngencing di tempat tidur seperti anak keledai kencing di sembarangan tempat.

    8. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Fitri, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan anak memiliki banyak keburukan.

    9. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam ‘Idul Adhha, karena (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan jari-jarinya tidak sempurna, enam atau empat jari-jari.

    10. wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah pohon yang berbuah, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang penyambuk atau pembunuh atau tukang sihir.

    11. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di bawah langsung sinar matahari kecuali tertutup oleh tirai, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan kesengsaraan dan kefakiran sampai ia meninggal.

    12. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di antara adzan dan iqamah, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia suka melakukan pertumpahan darah.

    13. Wahai Ali, jika isterimu hamil, janganlah menggaulinya kecuali kamu dalam keadaan berwudhu’, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia buta hatinya dan bakhil tangannya.

    14. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada malam Nisfu Sya’ban, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan tidak bagus biologisnya, bertompel pada kulit dan wajahnya.

    15. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu pada akhir bulan bila sisa darinya dua hari (hari mahaq), karena hal itu (bila anugrahi anak) dapat menyebabkan ia suka bekerjasama dan menolong orang yang zalim, dan menjadi perusak persatuan kaum muslimin.

    16. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu di atas dak bangunan (yang tidak beratap), karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang munafik, riya’, dan ahli bi’ah.

    17. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu ketika hendak melakukan perjalana (bermusafir), jangan menggaulinya pada malam itu, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia suka membelanjakan harta di jalan yang tidak benar (pemboros). Kemudian Rasulullah saw membacakan firman Allah swt:
    ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺒَﺬِّﺭِﻳْﻦَ ﻛَﺎﻧُﻮْﺍ ﺇِﺧْﻮَﺍﻥَ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴْﻦَ.
    Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan.” (Al-Isra’: 27).

    18. Wahai Ali, jangan menggauli isterimu jika kamu hendak bermusafir 3 hari 3 malam, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi penolong orang yang dzalim.

    19. Wahai Ali, gauilah isterimu pada malam senin, karena hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi pemelihara Al-Qur’an, ridha terhadap pemberian Allah swt.

    20. Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Selasa, hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia dianugrahi syahadah setelah bersaksi “Sesungguhnya tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, tidak disiksa oleh Allah bersama orang-orang yang musyrik, bau mulutnya harum, hatinya penyayang, tangannya dermawan, dan lisannya suci dari ghibah dan dusta.

    21.Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Kamis, hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi ahli hukum dan orang yang ‘alim.

    22. Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada hari Kamis setelah matahari tergelincir, hal itu (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia tidak didekati setan sampai berubah rambutnya, menjadi orang yang mudah paham, dan dianugrahi oleh Allah Azza wa Jalla keselamatan dalam agama dan di dunia.

    23. Wahai Ali, jika kamu menggauli isterimu pada malam Jum’at, hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang orator. Jika kamu menggauli isterimu pada hari Jum’at setelah Ashar, (bila dikaruniai anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang terkenal, termasyhur dan ‘alim. Jika kamu menggauli isterimu pada malam Jum’at sesudah ‘Isya’, maka diharapkan kamu memiliki anak yang menjadi penerus, insya Allah.

    24. Wahai Ali, jangan gauli isterimu pada awal waktu malam, karena hal itu (bila dianugrahi anak) dapat menyebabkan ia menjadi orang yang tidak beriman, menjadi tukang sihir yang akibatnya buruk di dunia hingga di akhirat.

    25. Wahai Ali, pegang teguhlah wasiatku ini sebagaimana aku memeliharanya dari malaikat Jibril alaihis salam.

    mohon koreksinya

    • Terimakasih, mas Achmad Soleh.
      Okey, saya coba menanggapi ya …

      Terus terang ya … saya merasa tersenyum geli membaca quote hadits dari Anda. Lha gimana tidak, apa iya masuk akal Rasulullah mewasiatkan kepada Ali bin Abi Thalib seperti itu?
      Misalnya saja:

      [Poin 10] Wasiat Rasulullah agar jangan berhubungan di bawah pohon yang berbuah.
      Tanggapan:
      Sangat lucu, karena itu sudah jelas gak boleh. Memangnya manusia macam apa yang mau berhubungan di bawah pohon yang setiap saat bisa dilihat setiap orang yang lewat? Hanya binatang, contohnya anjing, yang berhubungan di bawah pohon.

      [Poin 11] Wasiat Rasulullah kepada Ali agar jangan menggauli istri di bawah sinar matahari langsung.
      Tanggapan:
      Ini juga lucu, karena itu sudah jelas gak boleh. Hubungan suami istri adalah hubungan yang sangat rahasia, dan seseorang biasa melakukannya di dalam ruangan atau kamar. Manusia seperti apa yang akan melakukan hubungan di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung seperti di pinggir pantai atau di tanah lapang bak hewan?

      [Poin 16] Wasiat Rasulullah agar jangan berhubungan di atas atap bangunan.
      Tanggapan:
      Ini juga jelas gak boleh. Kok bisa Rasulullah begitu mengkuatirkannya, lha memangnya kucing yang mau berhubungan di atas atap rumah? Sangat tidak masuk akal Rasulullah berwasiat seperti ini kepada orang yang mulia seperti Ali bin Abi Thalib.

      [Poin 22] Wasiat Rasulullah keutamaan menggauli istri pada hari Kamis pada saat zawal (matahari tergelincir), karena anak yang lahir dari hubungan itu tidak akan didekati oleh Syaitan hingga ia tua dan Allah akan memberinya keselamatan di dunia dan akhirat.
      Tanggapan:
      Sangat tidak masuk akal. Karena pada waktu ini –matahari tergelincir di siang hari- umat Islam sedang shalat Zhuhur di masjid-masjid. Sangat mustahil Rasulullah menganjurkan hubungan suami istri pada waktu ini. Ataukah menurut penyusun kitab hubungan suami-istri lebih afdhal dari shalat zhuhur pada awal waktu?

      Itu sebagian tanggapan saya, masih banyak poin-poin di atas yang janggal, nanti ada waktu akan saya buat jurnal tersendiri.
      Dari situ sampeyan bisa tahu bagaimana derajat hadits tersebut. Silakan pelajari bagaimana Kitab Makarimul Akhlaq itu disusun.

      Jika ada non-muslim yang membaca wasiat-wasiat Rasulullah seperti di atas ya mungkin saja mereka akan tertawa, dan mengatakan, “Apa iya sih seperti ini Nabinya umat Islam?”

      Ingat, mas Achmad Soleh bahwa Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang berdusta atas namaku, bersiaplah mengambil tempat duduknya di Neraka.”

  34. danu says:

    malam jum’at iku malam yang mulia, menurut saya lebih bagus untuk mendekatkan diri kepada allah, baca yasin, tahlilan.

    tapi karang wong indo malah menafsirkan malam jumat kie malam kikuk kikuk.. :-)

  35. Mutiara Rizky says:

    ikut nyimakk ^_^

  36. roniie says:

    mas iwan mau nanya bener ga sih hadist ini tpi sya lupa yang meriwayatkannya “barang siapa yang membaca surat yasin pada malam jumat , maka pada esok harinya dosa-dosanya akan di ampuni oleh allah swt”

    • Redaksi hadits-nya:
      “Barang siapa yang membaca pada malam Jumat, Haamim Ad Dukhan dan Yaasin, maka pada paginya dia akan mendapatkan ampunan.”

      Semua sanad hadits ini memiliki perawi yang cacat, maka para ulama men-DHAIF-kan hadits ini.
      Kalau niatnya membaca surat Yasin adalah untuk membaca Al-Qur’an sebagaimana surat-surat lainnya bukan hanya surat Yasin saja, maka itu tidak mengapa, malah dapat pahala atas bacaan Al-Qur’an.
      Tapi kalo niatnya agar dapat diampuni sebagaimana hadits di atas, maka itu tidak boleh, karena bersandar pada hadits yang LEMAH / tidak shahih.

  37. jaraway says:

    pentolan2 JIL sering pake becandaan ini

    ah, kawan2 yang katanya aktivis dakwah juga iya ding..
    tentang membunuh yahudi.. sunah rasul..
    sering buat becandaan bapak2..duh

  38. Angga Adhitya says:

    Alhamdulillah, pencerahan di tengah kesalahan penafsiran yg banyak terjadi

  39. azhariscm says:

    mohn izin di share ya mas, demi kebenaran. karena saya yang masih bujangan sering mendengar istilah ini dari teman-teman yang telah menikh.

  40. toni says:

    mohon ijin untuk share nya dan trima kasih

  41. p3n1 says:

    Reblogged this on pojok bawel p3n1 – little things in my life and commented:
    sudah waktunya ada yang meluruskan istilah “Sunnah Rasul” yang dipakai seenaknya aja…

  42. anotherorion says:

    awit biyen pengen ngerti sakjane hadits e sunah rosul sik kuwi ki ndi ngono, tur piye unine, jebul emang ra ono to

  43. Saya malah baru tau kalo ada kabar yang kayak gini lo pak. Heuheu. .
    *nice post pak*.

  44. Saya suka sebel kalo ada orang menartikan sunah Rasul di malam jum’at=ML. Saya suka menjelaskan panjang lebar pada orang yang punya pikiran begitu pak

  45. Yos Beda says:

    saya malah baru tahu soal ini mas, tulisan yang sangat mencerahkan bagi saya dan saudara-saudara muslim kita yang masih belajar

  46. nurme says:

    Mas, minta tolong dikupas mengenai sunnah saat kita melakukan permintaan pada Allah.
    Karena ada yang bilang harus cerewet dan detailed, tapi ada juga yang bilang gimana dikasih oleh Allah

    • Always positive thinking saja, Teh Ipie, karena Allah sudah berjanji: “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan” (QS Al-Ghafir: 60).

      So, gak mungkin Allah mengingkari janjinya. Kalau terbersit negative thinking, kudu cepat ingat sebuah hadits yg bunyinya:
      “Aku sesuai dengan persangkaan hambaKu terhadap diriKu [HR. Bukhari dan Muslim]

      Allah lebih tahu dampak atas do’a yg kita minta, sesuai dg firman-Nya:
      “… Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak Mengetahui.” [QS. Al-Baqarah: 216]

      Nah.. kalau Allah sudah berjanji dalam QS Al-Ghafir: 60, lantas seperti apa realisasinya:

      Pertama, Allah mengabulkannya tetapi dalam bentuk yg lain. Misalnya Teh Ipie meminta kondisi A, tetapi Allah memberikan kondisi B, dimana B mempunyai hikmah yang lebih baik dari A. Sesuai QS.Al-Baqarah: 216.

      Kedua, permohonannya tidak dikabulkan, tetapi Allah menyelamatkan dirinya dari musibah yg semisalnya. Misalnya saja mohon diberikan uang 1 M rupiah untuk suatu keperluan, akan tetapi yg berdo’a tersebut suatu hari diselamatkan dari suatu kecelakaan yang (bisa) menghabiskan dana lebih dari 1 M rupiah.

      Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      “Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“. [Fathul Bari 11/98].

      Ketiga, dihimpunnya pahala dari berdo’a ini (karena sebab tidak dikabulkannya) dan dibayarkan oleh Allah nanti di hari kiamat untuk meninggikan derajat yang bersangkutan.

      Jadi, dalam ber’doa tetaplah dalam kondisi positive thinking, boleh cerewet, boleh detail, dll. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang mendatangi-Nya dengan tertatih-tatih.

      Namun demikian, jangan lupa dengan adab berdo’a yaitu jangan sampai ada barang haram yang masuk ke dalam tubuh kita, karena itu bisa jadi penyebab utama tertolaknya do’a.

    • araaminoee says:

      waaaa… terima kasih untuk penjelesannya mengenai doa ini Bapak, dan juga pertanyaan dari teteh… ;)
      Jadi berdoalah yang buaaaanyaak, positip thinking saja, perkara di ijabah atau tidak terserah Allah yang punya kehidupan, yakinlah “server” Allah tidak akan “down” untuk menyimpan semua doa kita, amin..

    • nurme says:

      Sama-sama. Semoga bermanfaat semua. Kebetulan tadi pas makan siang sempat diperbincangkan. Lalu ingat pada Mas Iwan, jadinya nanya deh :-)

  47. araaminoe says:

    Bapak Iwan, dalem badhe nanya : untuk soal aqiqoh bayi, jikalau sampai dewasa belum karena satu dan banyak hal, maka apakah masih menjadi kewajiban untuk tetap di aqiqohkan? karena dari yang pernah saya ketahui -maaf klo salah- jika seorang bayi belum di aqiqoh maka dia masih “tergadaikan”, benarkah demikian? matur nuwun Bapak.

    • Menurut pendapat mayoritas ulama, hukum ‘aqiqah adalah sunnah.
      Bagi orangtua yang mampu hendaknya menghidupkan / menyuburkan sunnah ini hingga ia mendapat pahala.
      Ada juga ulama yang berpendapat bahwa ‘aqiqah itu hukumnya wajib seperti yang diriwayatkan oleh Al Hasan Al Bashri rahimahullah.
      Sehingga kalau orangtua nya sudah berusaha namun tidak mampu, maka si anak boleh meng-‘aqiqahkan dirinya sendiri berdasarkan dalil:
      Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata:
      “Jika belum diaqiqahi atasmu, maka aqiqahkanlah atas dirimu, meskipun kamu seorang lelaki dewasa.” (Kitab Al Muhalla, 2/204 dan Syarh As Sunnah, 11/264).

      Para ulama yg tidak sependapat dgn yang mengatakan wajib itu bilang: seandainya ‘aqiqah wajib, maka kewajiban tersebut menjadi suatu hal yg sangat diketahui oleh agama. Dan seandainya ‘aqiqah wajib, maka Rasulullah saw juga pasti telah menerangkan secara jelas akan kewajiban tersebut.

      Nah, sekarang mau ikut yg mana? Silakan, karena ini juga bagian dari ujian keimanan. Pesan saya hidupkanlah sunnah, karena menjalankan ‘aqiqah juga bagian dari syiar Islam.

    • nurme says:

      Saya ikut yang tidak wajib, Mas.
      Terimakasih sudah memperkuat pengetahuan saya

    • araaminoee says:

      Matur nuwun Bapak… namun selama ini asmie masih ikut yang tidak wajib, mendahulukan berqurban saja, insyallah someday -masih tetep ada niatan untuk menghidupkan sunnah kok- insyallah..

    • Saya juga gak bisa bayangin dengan seorang muslim yg kondisinya jauh di bawah garis kemiskinan, tinggal di rumah kardus, bila hukum ini diterapkan wajib.
      Insya Allah, agama Islam itu mudah, jangan dipersulit.
      Namun demikian, kalau mampu secara finansial, tidak ada alasan lagi untuk melaksanakan ‘aqiqah.

    • araaminoe says:

      Sip… ;) insyallah Bapak…

  48. Ailyna says:

    Baru ngerti ada istilah sunnah rosul kayak gini.
    Ahamdulillah ada yg meluruskan sblm banyak yg jadi korban hadist palsu. Makasih pak Iwan atas Imunya. Ijin share agar yg belum tau jadi tau.

  49. Syukron ilmunya pak, pas baca jurnal soal ‘sunah rosul’ ini jadi banyak ber-‘oh’ ria, ternyata banyak hadits yang harus didalami lagi maksud dan tujuannya ya.

  50. pemikirulung says:

    setuju banget pak. saya sendiri risih banget dengan istilah itu setelah lihat ada akun fb orang yang rada prono dan dia nyebut kata sunnah Rasul refer to coitus malam jumat. tapi yang mulai2 istilah ini kayanya justru bukan dari kalangan awam agama

    • Bisa jadi demikian, awalnya dari ustadz-ustadz agar kesannya lucu dan gaul dalam penyampaian materi munakahat. Yang kemudian dipopulerkan secara liar oleh mereka yang awam dan oleh islamophobia.

  51. nurme says:

    Terimakasih informasinya, jadi dapat pengetahuan lagi dan bisa saya sharing dengan teman-teman yang lain. Terus terang saya memang sering mendengar istilah ini diantara teman-teman yang sudah menikah.

    Mohon diinformasikan terus ya Mas, sangat bermanfaat.
    Semoga bisa meluruskan yang banyak salah. Aamiin YRA

  52. kasamago says:

    mantab pak, pencerahan bgt. mg para ababil yg masih tega memakai istilah sunnah rosul utk tindakan tercela segera sadar

  53. izzawa says:

    postgan yg bermanfaat sekali bg iwan…
    ngeri juga baca timline d twit itu…smpai2 buat yg pcaran pun mereka bilang sunnah rasul..ckckck..
    astaghfirullah…

  54. Larasati says:

    tulisan yg mencerahkan Pak Iwan, sering larass baca twitter2 yg mengatasnamakan sunah rosul dan memang benar cenderung ke sex. Terimakasih banyak sudha dicolek, nanti colek lagi yah kalau tulisan mengenai kelanjutannya udah terbit :)

  55. informasi yang bermanfaat bang iwan… terkadang banyak yang memperolokan sesuatu yang sesungguhnya tidak mereka ketahui..

  56. bimosaurus says:

    Media jejaring sosial, memiliki andil sangat besar untuk menyebarkan hal-hal yang bersifat merusak. Entah apakah secara default manusia -terutama manusia Indonesia- ini memang bermental busuk atau bagaimana, ketika mendapatkan teman untuk sesat sangatlah senang. Giliran mendapatkan teman menjalankan aturan yang tujuannya untuk memperbaiki kehidupannya sendiri, mereka bersusah hati.

    Kasus kata sunnah rasul ini meski mungkin telah ada cukup lama, namun booming di Media jejaring Sosial, dan mendapatkan tanggapan cukup banyak..

  57. supra says:

    kalo hadits tentang ziarah kubur & membaca surat yasiin apa shahih??

    • Astaghfirullah… Hadits tentang ziarah kubur dan membaca surat yasiin sejatinya adalah palsu, karena tidak ada dasarnya menurut umumnya para ulama.
      Jazakallah khayr, mas Supra, sudah saya ralat jurnal di atas. Mari bersemangat dalam saling nasehat-menasehati.

  58. orang yang cuma ML di malam Jumat itu orang yang ga ngerti kesehatan seksual, masa’ ML cuma di malam Jumat, kasihan istrinya, hehehe…

    ini di grup BB saya juga selalu begitu klo pas malam Jumat, selalu memperolok-olok… parah.

  59. Pak Iwan, saya sebel banget sama orang yang menggunakan sunah Rasul u memperhalus ML. Gak rela banget kalau sunah Rasul diinterpretasikan dengan urusan bawah perut. Apalagi hadits yang dijadikan landasan hadits palsu, serem banget konsekuensinya. Sekarang ini banyak orang yang mengambil hadits (yang menurut mereka mudah dijalankan & memudahkan tanpa ditelusuri sanadnya. Semoga kita tidak termasuk didalamnya.

    Jazakallah khairan katsiran atas informasinya Pak Iwan. Izin share untuk disebarkan di fb ya Pak.

    • Memang kelihatannya sepele, tapi luar biasa berat pertanggung-jawabannya kelak di akherat. Semoga kita dijauhkan dari sikap seperti itu.

      Silakan kalau mau di-share, semoga membawa manfaat terutama bisa dibaca oleh mereka yang pernah khilaf.

  60. tinsyam says:

    sebener yang kasih istilah kaya gitu mulanya siapa ya? sunnah rosul kog jadi ML? apalagi fardhu ain pun jadi ML artinya..
    kebanyak pengen bahasa sopan tapi jadi bablas gitu ya..

  61. ibuseno says:

    ijin share mas Iwan.. suka sebel juga yg bilang “sunah rosul”.. trus pake di pelesetin apa gitu.. susah nahan apaaaa gitu lupa :-)

  62. abi_gilang says:

    Saat umat kehilangan “pegangan”, hadits palsu yg populer / dipopulerkan lebih diyakini daripada hadits shohih.

  63. debapirez says:

    wah, datanya mantaf. dulu juga dpt info bahwa hadits tersebut justru dilempar oleh orang Yahudi itu sendiri supaya melemahkan iman umat Islam.

    Ya ALLAH, maafkan hambamu yg sering becanda pakai hadits palsu ini…

    • Data-data menunjukkan bahwa hadits-hadits palsu ini kebanyakan dari orang Yahudi yang suka memodifikasi ayat, menukar tempatnya, dan tujuannya memang untuk memperolok dan melemahkan umat Islam.

  64. Heheee… baru tau ada istilah ini nih pak “sunnah Rosul”… ih.. ternyata..

  65. asmie says:

    Indikasi bahwa masyarakat kita -jujur saja- masih dangkal pengetahuannya tentang Islam, terima kasih Bapak Iwan untuk wacana yang mendidik kami semua, semoga kedepannya tidak ada penyalahgunaan istilah yang bukan pada tempatnya. *mari banyak beristiqhfar*

    • Insya Allah, jurnal edisi “Dusta Atas Nama Rasulullah” ini akan saya usahakan tetap mengudara, masalahnya banyak hal yang salah kaprah di masyarakat dan itu dianggap biasa dan benar, padahal keliru.
      Edisi berikutnya tentang pernikahan, tapi lebih cocok buat yang belum menikah. Nanti silakan simak, kekeliruan apa yang diyakini kebenarannya oleh masyarakat.
      Okey, keep stay tune ya :)

    • araaminoe says:

      Insyaallah Pak…

  66. Dyah Sujiati says:

    haduhH orang orang itu pada aneh ya pak. Paling gila ya yang capture terakhiran itu lho. Ealaaah kok ya gak malu. Hadehh

    • pitaloka89 says:

      Kamu salah fokus ya ukh :p
      Tapi memang aneh2 ya…

      Terima kasih Pak Iwan untuk sharingnya. Mantap infonya. saya kira memang termasuk Sunah Rosul untuk hal itu saking sudah terlalu terkenalnya hadits palsu itu…

    • Supaya tidak menjadi terkenal kembali istilah itu, ayo diperingatkan mereka yang bilang seperti itu, apalagi yang memperolok-olok dengan singkatan-singkatan yang bikin panas. Ada lho mereka yg bikin plesetan kepanjangan dari sunah rosul, sunah nabi.

    • Dyah Sujiati says:

      Haha. lha wong baru juga pacar (kalau pun pacaran itu masih dianggap wajar?) udah minta yang aneh-aneh -_-

      Emang aku juga mengira demikian sunah rosul itu, tapi aku baru tau/baca haditsnya seperti itu. Kalau pun sebelumnya nggak dibilangin itu hadist palsu, nggak mungkin bangedd dech ‘sekasar’ itu -__-.

    • Ayo lindungi anak-anak gadis kita dari berteman dengan orang-orang berpikiran kotor seperti itu.

  67. andiahzahroh says:

    Saya sendiri jujur ngerasa risih kalo ada yang nyetatus, bilang, ngetweet, atau apalah tentang ‘sunnah Rasul malam Jumat’. Biarpun bahasanya halus, tapi tetep ngerasa nggak pantes aja diomongin, biarpun cuma candaan

    Ternyata lagi itu hadits palsu ya
    Makasih ilmunya Mas :)

  68. umarfaisol says:

    Benar-benar salah kaprah. Sangat jauh dari arti asalnya. Berkenaan dengan jima’, bagaimana dengan hadits tentang jima’ di hari jum’at pagi (bukan malamnya)?

    *bongkarbongkararsip*

  69. Mr. Moz says:

    Makasih Mas sudah menulis artikel ini, hadits ini emang sudah populer banget di tengah masyarakat, termasuk di daerah saya. Kalau yg pernah saya dengar bukan ngebunuh yahudi tapi setan/iblis :D

  70. elam says:

    Owalah, ternyata gak ada, makasih infonya mas… :)

  71. mamayara says:

    baru tau…Pa istilah itu berhubung aku nggak aktif di twitter…

    Bikin miris… awam memperolok agama, “ulama” memperjualbelikan ayat… belagak seleb… :(

    • Bukan hanya di twitter, di facebook, WA, BB, dan socmed lainnya… banjir kok istilah sesat seperti itu.
      Semoga kita dan keluarga terhindar dari perilaku yang kelihatannya sepele tapi membawa dosa besar seperti di atas.
      Kalau ada “ulama” yang kebablasan mari kita peringatkan dengan baik. Jangan sampai hanya gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga.

  72. jampang says:

    kalu anjuran hubungan suami istri malah bukan malam jumat, tapi pagi atau menjelang berangkat shalat yah…. :D

    • Betul, mas Rifki, ada hadits shahih yang bunyinyanya seperti ini:

      Dari Abu Hurairah ra, dari Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      “Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabat, kemudian datang di waktu yg pertama (mendatangi masjid untuk shalat jumat), ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yg datang di waktu yg kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yg datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yg keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yg datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).”
      (HR. Bukhari no. 881 Muslim no. 850)

      Hadits tersebut lebih meng-khusus-kan keutamaan shalat jumat, namun disitu disebutkan juga tentang mandi janabat (ghuslal janabah) pada hari Jum’at. Sedangkan mandi janabat dilakukan setelah ada aktifitas hubungan seks suami-istri.

    • jampang says:

      kalau saya nangkapnya mandi di situ adalah mandi sunnah untuk shalat jumat pak. tatacaranya hampir sama dengan mandi janabah. wallaahu a’lam

    • Betul, mas, makanya ada sisipan kata: “seperti” di awal hadits tersebut.

  73. rusydi hikmawan says:

    penjelasan ust ali mustafa yakub sangat jelas. dan berbahaya bila istilah2 ini digunakan untuk mengolok2 agama. semoga kita terlindung dari hal2 yg merusak

  74. Baru tahu ada penyimpangan istilah semacam ini mas… Betapa melecehkannya…

  75. mbaktyas says:

    Di grup2 whatsapp temen2 lama/temen2 sekolah juga paling rame mbahas ginian begitu malem jumat tiba. Topik yg malesin. Kesan dari istilah ‘sunah rasul’ itu sendiri udah terlanjur melekat dengan hubungan suami istri. Padahal nggak ngaruh blas yo sama hadits. Paling2 tak mute dulu aja grupnya sementara.
    Nuwun udah dibikinin artikel pencerahan ini, mas. InsyaAlloh aku share ke mereka deh

    Ealah twit2 yg dicapture di atas itu..

    • Twit-nya ku-capture, tapi nama kusamarkan untuk melindungi nama baiknya (kecuali foto, agar yg merasa biar ubah avatar-nya, hehehe). Poinnya… isi twit-nya nggilani, kalau dia muslim, tanpa sadar telah merendahkan Rasulullah.

  76. ayanapunya says:

    twit-nya kok pada gitu ya, mas? di tempat saya juga masih sering yang bilang sunah Rasul kyk gitu pas malam jum’at

    • Di bagian navigasi twitter itu ada fitur: “cari” atau “search”. Saya ketikkan kata: Sunnah Rasul, maka kemudian muncul segambreng twit-twit yg nulis tema “sunnah rasul” yg 95% isinya identik dengan ML untuk malam ini (karena malam Jumat).
      Miris banget. Hanya gara-gara jempol keseleo bisa bikin masuk neraka.

  77. Rawins says:

    hadist sesadis itu kok ada yang berani mengklaim shahih yo, mas. mustinya yang serem serem pake kata bunuh bunuhan itu dihidden waelah biar islam tak dianggap dekat dengan kekerasan…

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 921 other followers

%d bloggers like this: