Home » Film Review » GOAL 1 & GOAL 2

GOAL 1 & GOAL 2

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Tahun rilis : Sept 2005 (Int’l), Des 2005 (Ind)
Sutradara : Danny Cannon
Pemeran Utama : Kuno Becker (Santiago)

Kisah Penuh Perjuangan

Cerita film ini cukup menarik, yaitu menyoroti kisah seorang pemuda lugu asal Mexico yang berjuang mewujudkan impiannya sebagai seorang bintang sepakbola dunia. Perjuangannya dalam film ini terbagi menjadi 4 bagian.

Cerita Masa Kecil hingga Remaja

Ketika Santiago Munez berusia 10 tahun dan ikut keluarganya imigrasi ilegal dari Meksiko ke USA, ia memiliki dua benda paling berharga baginya, yakni bola & foto usang Piala Dunia. Baginya, dua benda itu adalah ”dream book”-nya. Dream-nya adalah bermain dalam tim sepak bola internasional.

Semasa kecil hingga remajanya, ia tinggal bersama keluarganya di di daerah kumuh LA dan bermain dalam tim sepak bola amatir setempat. Santiago juga bekerja keras di dapur restoran Cina dan membantu usaha pemeliharaan kebun milik ayahnya.

Cerita Penentangan dari Ayahnya

Suatu hari mantan pemain Newcastle United Glenn Foy melihat kehandalan Santiago bermain sepak bola di LA. Sebagai pencari bakat, ia kemudian menghubungi manajer Newcastle United dan meminta manajer itu mengetes Santiago. Santiago ditawari kesempatan menguji kemampuannya bermain di Newcastle United. Tawaran menarik ini disambut baik oleh Santiago sehingga hasil uang yang diperoleh dari berbagai pekerjaannya rajin disimpan agar ia bisa bepergian ke Inggris. Tetapi ayahnya keberatan putranya pergi ke Inggris karena meraih impian sebagai pesepak bola profesional hanya dianggap sebagai omong kosong. Santiago harus berjuang merebut hati ayahnya karena selalu beda pendapat mereka.

Namun sang nenek mendukung keinginan Santiago, karena sejak ia ditinggalkan ibunya, sang nenek bertekad membantu kedua cucunya mencapai cita-citanya. Hampir saja Santiago tidak bisa berangkat, karena uang simpanannya diambil ayahnya untuk membeli truk. Berkat neneknya, ia bisa meninggalkan keluarganya di LA.

Cerita Rintangan di Inggris

Setiba di Inggris, Santiago menghadapi berbagai rintangan untuk mencapai “goal” (tujuan), misalnya dari persepsi negatif para pemain setempat terhadap orang Meksiko. Pada awalnya, Santiago dinilai kurang lincah bermain di lapangan sepak bola bersama para pemain Inggris, tetapi Glen tetap mendukungnya dan meminta dukungan dari pemilik tim Newcastle United, Erik Dornhelm. Santiago berupaya keras mendapatkan kontrak dengan Newcastle United. Perjuangan yang ia lakukan hampir tidak berhasil.

Sang manajer memberi dia kesempatan turut berlatih sekali, tapi karena kerasnya permainan, Santiago menunjukkan penampilannya yang terburuk. Sang manajer pun menolaknya.

Tapi, Glenn tidak ingin Santiago gagal karena ia yakin Santiago akan membawa angin baik bagi klub yang sedang hancur itu. Dengan membujuk sang manajer sekali lagi, Santiago akhirnya diberi kesempatan satu bulan berada di tim itu. Penampilannya sangat baik, meskipun ia akhirnya hanya masuk tim cadangan. Sampai suatu saat, penyakit asmanya menghalangi kesuksesan laki-laki berdarah Meksiko ini. Obat asmanya rusak. Akibatnya, saat berlatih bersama tim cadangan Manchester United, ia menunjukkan penampilan terburuknya. Ia pun dipecat.

Ada satu kesalahan yang dilakukan Santiago di sini. Ketika tes kesehatan, ia tidak jujur dengan mengatakan ia sama sekali tidak berpenyakit, termasuk gangguan pernapasan. Padahal, kalaupun mengatakan, ia tetap akan diterima. “Asma tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah kejujuran,” ujar sang manajer.

Gavin Harris, salah seorang pemain inti Newcastle United menjadi dewa penolong.bagi Santiago. Harris-lah yang membujuk manajer agar memberi kesempatan sekali lagi kepada Santiago.

Cerita Dream Come True

Secara perlahan, Santiago membuktikan kemampuannya bermain sepak bola hingga akhirnya ia diakui tim Newcastle United sebagai pemain resmi. Seorang bintang sepakbola Newcastle United telah ditemukan. Santiago Munez seorang pemain salah satu klub liga lokal di LA, menyelamatkan klub asal Newcastle, Inggris, itu dari kehancuran. Di Liga Inggris, Santiago membela timnya mengalahkan tim-tim besar. Bahkan, ia berhasil membawa Newcastle United berada di urutan empat besar dan berhak mengikuti perebutan Piala Eropa.

Ada yang menarik dalam bagian film ini, karena terlihant penampilan David Beckham, kapten tim nasional Inggris serta pemain Real Madrid, Zinedine Zidane, Raul Gonzales, dan Alan Shearer sebagai dirinya sendiri sehingga memberi kesan nyata tentang dunia sepak bola.

Film Goal! adalah film pertama dari proyek film trilogi tentang sepakbola dan pantas ditonton bagi penggemar leadership movie, film dengan tagline “even dream has a beginning” atau “the impossible dream” ini dibuat senyata mungkin.

Semua manusia pasti memiliki mimpi yang sempurna. Tak terkecuali Santiago Munez di film ‘Goal!’. Meski halangan menggunung, Santiago punya keyakinan mimpinya dapat terwujud.

Lanjut ke hal 2: Goal 2 : The Living Dream

Advertisements

Pages: 1 2


5 Comments

  1. Raka says:

    Goal I dan II sama bagusnya bagi saya, cuma jd penasaran lanjutan crita di ending saat santi telp roz. Roz saat itu sedang hamil, trus setelah menang [To be continued]
    Lalu saya liat cuplikan GOAL III, tapi terusan ceritanya kok sedikit ga nyambung ya.

  2. Risha agustina says:

    Santi itu pemeran asli atau fiksi?

  3. pemikirulung says:

    tapi saya ko ga suka goal II yah, kalo goal I inspiratif banget, goal II terlalu banyak “bumbu”nya. belum sempat liat adegan yang pak iwan ceritakan, yang penggabungan film dan nyata, jadi penasaran 😀

    • Dasarnya saya memang suka sepakbola, jadi ada film yg ngangkat sepakbola jelas suka 🙂
      Memang kalo dicermati, hanya Goal 1 yg berkesan. Sedangkan Goal 2 dan 3, sepertinya dipaksakan untuk tayang, jadi ceritanya dangkal, apalagi ada adegan yg gak pantas dilihat anak-anak. Mending sequelnya dibikin 5 tahun lagi, namun bagus mutunya.

      Sayang video penggabungan film-nya gak ngikut migrasi ke sini. Dulu setelah saya edit movie-nya, langsung saya upload ke MP, tidak di Youtube dulu terus di embed. Krn th 2007, saya sendiri lupa nyimpen file-nya hasil pemotongan 🙂

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: