Home » Entrepreneurship » [Fragmen] Pengkhianatan Teman menjadi Jembatan Menuju Keberhasilan

[Fragmen] Pengkhianatan Teman menjadi Jembatan Menuju Keberhasilan

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers


Seperti biasa, sebelum persiapan pergi ngantor, aku sempatin baca koran online Okezone.com. Pagi ini aku menemukan sebuah artikel yang pantas untuk dijadikan pembelajaran (terutama buat para pencari Tuhan). Selamat menyimak…

Pengkhianatan Kolega Bisnis jadi Titian Sukses. [klik sumber berita asli]

DIKHIANATI dua kali oleh kawan dekat, tidak mengendorkan semangat wirausaha Fauzan. Justru, dengan menjalankan usaha secara sendiri, kini produk kerajinannya terpajang di 85 pusat pertokoan Jakarta.

Bersama sang istri, Dewi, Fauzan merintis usaha pada Juni 2005. Usaha Fauzan meliputi kerajinan sendok, garpu, sumpit, tempat tisu, nampan. Adapun bahan bakunya antara lain berasal dari kayu jati, kayu sonokeling, dan kayu kelapa.

Kerajinan karyanya tidak hanya sebagai hiasan. Namun juga bisa digunakan untuk keperluan alat makan. Saat ini, dia telah memasarkan produknya di pusat pertokoan Jakarta. Bahkan, sejumlah buyer membawa produknya ke Singapura, Jerman, China, dan Jepang.

Kini Fauzan telah merasakan nikmat berwirausaha. Rasa nikmat Fauzan tidak datang begitu saja. Sebelumnya, dia harus melampaui rasa sakit hati. Fauzan bercerita, kali pertama bergerak di bidang kerajinan pada Agustus 2003, yakni bersama ketiga kawannya.

Namun, kerja samanya ini kandas pada bulan keempat. Lantaran, ketiga temannya itu mengkhianatinya. “Mereka merasa berkuasa,” ceritanya.

Fauzan memaklumi bahwa ketiga temannya itu memiliki modal dan memegang kendali produksi. Sementara, dia hanya betugas sebagai kendali pemasaran. Suatu saat, ketiga temannya itu menurunkan harga jual tanpa sepengetahuannya. Untungnya, Fauzan mengetahui perihal itu secara langsung.

Pada 2004, Fauzan kembali bekerja sama dengan kelima kawannya. Saat itu, dia bersama kawannya menyewa toko di Cempaka Mas untuk menjual kerajinan. Suatu kali, mereka memperoleh pesanan hingga Rp50 juta. Sakit hati Fauzan, saat dia hanya diberi jatah Rp300 ribu.

Pada 2005, Fauzan melangsungkan pernikahan. Rencana merayakan bulan madu di Jakarta pun terhambat. Lantaran, kelima temannya itu menyuruhnya menjaga toko setibanya dia dan sang istri di Jakarta.

Setelah itu, tak disangka temannya memutuskan hubungan kerja dengannya. “Fauzan, kami telah punya modal dan tempat produksi. Jadi kita tidak ada hubungan kerja lagi. Sekarang kamu cari pekerjaan lain,” ujarnya sambil menirukan kata pahit yang dilontarkan kawannya.

Dia terima bulat-bulat perintah itu. Bulan madu di Jakarta berganti kisah kelabu. Dia hanya memegang uang Rp25 ribu. Terpaksa, dia menggali septic tank demi membiayai hidup di Jakarta. Lelaki kelahiran Magelang, 3 Januari 1977 ini selain berkecimpung di usaha kerajinan, juga bergerak di jasa pembuatan kue di Bandung.

Usai dari Jakarta, Fauzan pergi ke Bandung untuk mengambil uang jasa setor kue. Uang jasa itu tak diberikan kepadanya, hingga saat ini. Terpaksa Fauzan menghabiskan malam di terminal Leuwipanjang, Bandung.

Fauzan kembali ke kampung halaman di Magelang. Sebelum menikah, Fauzan telah memesan tempat tidur ke seorang tukang kayu. Ongkos pembuatan seharga Rp400 ribu telah dilunasinya. Tak disangka, si tukang kayu menjual tempat tidur itu. “Sudah jatuh, tertimpa tangga, lalu diinjak- injak,” katanya.

Selama 40 hari masa pernikahan, Fauzan belum bisa tersenyum. Uang senilai Rp9 juta, emas seharga 200 gram dan kalung seberat 30 gram, habis begitu saja. Selama 10 hari di Magelang, Fauzan hanya mengurung diri di kamar. Katanya, dia melakukan meditasi.

Di meditasinya, Fauzan menenangkan diri bahwa kegiatan yang telah dilakukan bersama teman – temannya hanya ibadah. Maka itu, dia harus menyerahkan diri segalanya ke Maha Kuasa.

Semangatnya pun bangkit kembali. Fauzan memutuskan kembali merintis usaha kerajinan bersama sang istri. Singkat cerita, usahanya itu mampu menghasilkan hingga 10 ribu sumpit dan 3 ribu sendok dan garpu. Saat ini, dia telah memiliki 53 karyawan dan dua buah workshop di Jalan Kresno 10 Wirobrajan Yogyakarta dan Jalan Stasiun Karanggeneng, Payaman, Secang, Magelang.

— e o q —

Hope this fragmen will inspiring you for a better tommorow.

Aku jadi teringat sama wise word-nya Oom Billy Lim bahwa “Orang yang berhenti berusaha selepas kegagalan pertama sebenarnya tidak berlaku adil terhadap diri mereka sendiri. Mereka seolah-olah menganggap bahwa kehidupan ini hanya terdiri dari satu peristiwa, jika tidak tercapai, …habis !”.

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

6 Comments

  1. nandri says:

    heeeeeeee maluuu….keliatan klo bacanya g lengkap, syukron, ternyta jauuh

  2. nandri saidlho?? emang workshopnya dimana to??yg paling dekat di Jl Kresno 10, Wirobrajan, Yogyakarta. coba simak alinea terakhir. dekat, ngga ?!

  3. nandri says:

    lho?? emang workshopnya dimana to??

  4. okezone wroteDi meditasinya, Fauzan menenangkan diri bahwa kegiatan yang telah dilakukan bersama teman – temannya hanya ibadah. Maka itu, dia harus menyerahkan diri segalanya ke Maha Kuasa.Subhanallah… jadi, Mas Fauzan punya prinsip bahwa aktivitas yg dijalani selama ini bersama teman-temannya meskipun berujung dg kegagalan bukanlah merupakan perbuatan sia-sia, justru ia menganggap itu bagian dari ibadah, makanya ia selalu membarenginya dg sikap tawakkal. Ia (mungkin) telah ikhlas, shg ngga ada tuh…perasaan kecewa & menyesal. Ia telah menjadikan pengalamannya di masa lalu adalah GURU yg sangat baik & berharga, meskipun guru tsb mengutip uang sekolahnya dg biaya yg sangat tinggi buat ukuran kantong Mas Fauzan. Untuk sebuah kesuksesan, Mas Fauzan telah membayar harganya…O ya, kalo ada waktu… AL bisa mampir ke workshop-nya, …lho, khan deket… ilmu leadership Mas Fauzan tinggi lho… bisa belajar langsung.

  5. nandri says:

    fightforfreedom said: Hope this fragmen will inspiring you for a better tommorow.

    HARUUUSSS, subhanalloh, top banget, jadi bhn pembelajaran, TFS

  6. bastho says:

    wow… what an inspiring story

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: