Home » Amazing People » Melawan Belenggu Keterbatasan (Edisi ke-1)

Melawan Belenggu Keterbatasan (Edisi ke-1)

Blog Stats

  • 2,052,837

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Saya Malu pada Diri Sendiri
Lho ada apa?
Saya suka musik digital, apalagi kalau digabung dunia teknologi informasi namun saya malu pada diri sendiri, sebab Rama (Eko Ramaditya Adikara) sahabat saya di dunia maya berhasil mendapatkan royalti(dari sebuah industri di Amerika Serikat) atas kreasinya menciptakan Theme Song Games Final Fantasy VII. Wouw… this is a famous game. So, you must know him. Baca kisahnya di: bangga indonesia. Ia berhasil menciptakan dan mengaransemen puluhan lagu dan theme song. Dan ia juga menekuni bidang jurnalistik dengan menjadi kontributor di sejumlah majalah dan media online (salah satunya detikinet.com). Ia punya blog yang dibikinnya sendiri (mulai dari layout, scripting, hingga proses posting artikel) yaitu http://www.ramaditya.com/. Dengan komputer kesayangnnya, ia telah berhasil dan mampu mengetik sebanyak 60 kata (Indonesia/Inggris) dalam waktu 1 menit. Adapun dari royalti aransemen lagu tema games, menulis artikel, dan menjadi jurnalis media online, Rama mampu membiayai kuliah dan keperluannya sehari-hari.

Hari ini adalah hari ulang tahunnya, dan Alhamdulillah saya ngga lupa mengucapkan selamat kepadanya melalui blog yang juga dibikinnya sendiri yaitu: http://ramaditya.multiply.com/
Saya juga ngga sabar menuggu penampilannya di Kick Andy. Jangan lupa nonton ya…

Alhamdulillah, saya suka membaca Al-Qur’an, namun saya malu kepada diri sendiri, sebab Ammar Salim Nasser (Arab Saudi) berhasil menghafal seluruh isi Al-Qur’an yang berjumlah 30 juz secara lancar dalam waktu singkat. Silakan baca kisahnya di Berita Antara. Bahkan ia akan meningkatkan prestasinya dengan menghafal ribuan hadis Nabi yang termaktub dalam kitab Sahih Bukhari dan Sahih Muslim. Subhanallah…

Saya suka menulis esai…, namun saya malu pada diri sendiri, sebab Wacih Kurnaesih berhasil menjadi Juara I (Excellent First Prize) dalam lomba esai se-Asia Pasifik yang diadakan di Onkyo, Jepang tahun 2003. Baca kisahnya di koran Kompas

Saya suka bersepeda (apalagi pakai sepeda balap keliling kota di pagi hari atau mengejar momen matahari terbit di pinggiran pantai)…, namun saya malu kepada diri sendiri, sebab Mustafa punya prestasi luar biasa, yaitu pernah masuk Juara I lomba balap sepeda di Jakarta, bahkan ia pernah ikut turnamen balap sepeda di berbagai negara seperti Amerika Serikat, Prancis dan Australia. Silakan baca kisahnya di Indomedia.

Saya suka menulis artikel, apalagi kalau diminta mengisi buletin…, namun saya malu kepada diri sendiri, sebab Helen Adams Keller telah berhasil menulis artikel serta buku-buku terkenal dan diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Ia telah berkeliling ke 39 negara untuk menjadi pembicara dan berbicara langsung kepada para presiden dan mengumpulkan dana untuk yayasan sosial yang telah didirikannya. Helen Keller adalah pemenang dari Honorary University Degrees Women’s Hall of Fame, The Presidential Medal of Freedom, The Lions Humanitarian Award, bahkan kisah hidupnya di-film-kan dan meraih 2 piala Oscar. Di bidang akademis, Helen Keller berhasil lulus dengan predikat magna cum laude. Silakan baca kisahnya di Wikipedia.

Saya suka & sering bepergian ke luar negeri (sayangnya untuk urusan kantor)…, namun saya malu kepada diri sendiri, sebab Miles Hilton (dari Inggris) pada tahun lalu mengendarai pesawat (ia sendiri pilot-nya) dari Derbyshare (Inggris) ke Darwin (Australia) sempat mampir ke Jakarta dan juga Surabaya (tanah kelahiranku), tujuannya memang keliling dunia. Ternyata selain melakukan aksi yang bisa dibilang nekat ini, sebelumnya Miles pernah berjalan kaki di Gurun Sahara (Afrika), mendaki Gunung Himalaya (Tibet), mendaki Gunung Kilimanjaro (Afrika) Gunung Blanc (Eropa). Miles juga tercatat pernah berjalan kaki di Qatar selama 78 jam, dan lari marathon 11 hari dari Gurun Gobi (Monggolia) sampai Tembok Raksasa di Cina. Wouw…Ruarrr biasa! Lho, ngga percaya lagi, silakan baca deh…di detiknews.

Saya suka menyanyikan lagunya Whitney Houston yang berjudul “The Greatest Love of All”…, namun saya malu kepada diri sendiri sebab Fiersha Hanifah yang masih belia itu mampu menyanyikannya dan jauh lebih baik dari saya pada ajang Mamamia Contest di Indosiar tahun lalu, sehingga meraih Juara III. Kemampuannya bukan hanya menyanyi, tetapi di rumahnya juga terpajang trophy menjuarai lomba MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an). Sampai sekarang sudah mengumpulkan 9 trophy. Silakan baca semangat perjalanannya di Tabloid Novabagian 1 dan bagian 2.

Saya suka permainan catur, bahkan kalau ada lomba tertantang untuk ikut, meski tingkat RT atau antar perusahaan…, namun saya malu pada diri sendiri sebab Edy Suryanto meraih gelar Master Nasional setelah berhasil di ajang Sea Games 2005, dan meraih gelar Norma Master Nasional setelah mengikuti Piala Taspen. Hebatnya lagi, pada tahun 2006 berhasil menjuarai Olimpiade Catur. Lho ngga percaya, silakan baca Berita Indonesia atau media Mitra Netra

udah ah, nanti malah nambah panjang daftar malu saya.

Pertanyaannya lagi: Mengapa Saya Malu?
Sebab saya hanya sebatas suka, namun mereka (nama-nama yang saya sebutkan di atas) telah berprestasi, jauh melampaui orang rata-rata.

Pertanyaannya sekali lagi: Mengapa Saya Malu?
Sebab, (Alhamdulillah) meskipun saya masih dikarunia panca indera yang lengkap dibandingkan dengan mereka (nama-nama yang saya sebutkan di atas), namun belum bisa menyamai prestasi mereka. Mereka adalah insan TUNANETRA, yang mengalami kebutaan sejak lahir atau ada yang sejak masih balita. Anda bisa membayangkan bagaimana perjuangan mereka untuk bisa membaca tulisan / gambar pada layar monitor, kemudian meresponnya, padahal tanpa indera penglihatan; bayangkan bagaimana ia mengendarai sepeda atau pesawat tanpa indera penglihatan; bayangkan bagaimana ia mengingat posisi buah catur diantara kombinasi 64 kotak tanpa indera penglihatan. Mereka lawan semua keterbatasan dengan motto: Atasi Keterbatasan dengan Aksi Tanpa Batas. Semangat mandiri mendorong mereka untuk berprestasi. Bahkan mereka justru merasakan jauh lebih bersyukur dengan kekurangannya itu. Pada salah satu wawancaranya, Mas Ramaditya (ahli IT yang tunanetra) ketika ditanya, “apakah Anda menyesal dengan kondisi cacat yang sekarang Anda derita?”.

“Kenapa harus menyesal? Lagipula, menyesal tidak ada gunanya. Saya yakin kalau ini adalah karunia terbaik yang diberikan Allah. Karena hilangnya fungsi penglihatan, Saya jadi terhindar dari berbagai dosa mata. Selain itu, semangat hidup saya jadi meningkat karena dengan kondisi seperti ini, otomatis saya harus bekerja dua kali lebih keras dari orang normal. Kalau seandainya saja saya melihat, bisa jadi saya malah sombong, atau bahkan tidak punya semangat seperti sekarang. Boleh buta mata, tapi jangan sampai buta hati.”

Subhanallah… Allahu Akbar…!!! (Jangan lupa silaturahim ke MP-nya ya… sebab, hari ini ulang tahunnya lho).

Saya jadi tambah malu dengan jawaban Mas Rama ini… Bisa jadi mereka lulus ujian ikhlas, dengan sikap ikhlas dan rasa syukur kepada-Nya, maka ALLAH SWT menunaikan janjinya untuk menggandakan nikmat-Nya, dengan memberikan kelebihan di atas kekurangannya.

In facts, that there are lots of people who are not as lucky as i am,
yet have suceeded in achieving something…
just look around and think twice (or 1000 times) before complaining about my life…

Untuk itu saya harus bangkit untuk selalu melampaui diri sendiri. Lawan semua keterbatasan, sebab there are no reason for success.
Let’s, fight for freedom. Freedom from Limitation…!!!

Semoga bermanfaat
Salam hangat penuh semangat
Iwan Yuliyanto

Advertisements

19 Comments

  1. Baiklah, terima kasih banyak atas daftar malu yang membuat saya juga jadi malu pada diri sendiri. Jadi tambah semangat nih…

  2. kalipaksi said: Bravo. Artikel yang sangat bagus dan memotivasi.

    Maaf, baru sempat komen sekarang.Sepertinya mas Kalipaksi sudah lama gak menulis di MP lagi. Ayo ramein lagi, mas 🙂

  3. ramaditya said: Ayo…semangat SEMUANYA!!!

    Wah… yang jadi bintang utama postingan ini malah terlewat untuk dikomenin 🙂 Maaf, mas Rama, saya juga sempat vakum sekian lama di blog ini.Ya… semoga tetap semangat dalam berkarya.

  4. cinderellazty said: semangaaat!jadi semangat meningkatkan diri :)makasih mas,,,

    Yupp… tetap semangat, mbak Anty.Pilihannya adalah berhasil dan berhasil.

  5. semangaaat!jadi semangat meningkatkan diri :)makasih mas,,,

  6. kalipaksi says:

    Bravo. Artikel yang sangat bagus dan memotivasi.

  7. ramaditya says:

    Ayo…semangat SEMUANYA!!!

  8. kudiarto21 says:

    yah maz….. kita harus berjuang untuk hidup!semangat!!

  9. kudiarto21 says:

    luarbiasa! hebat! kaya’ na g kalah jauh dengan mereka………..kalah semangat!

  10. FYI buat semuanya, 2 dari beberapa nama yg saya sebut di atas bakal mengisi acara Kick Andy (Metro TV) malam ini pk 22.00 lewat dikit, atau tayangan ulangnya pd tgl 17 Feb (pk 15.00). Bocoran acaranya ada di sini [blog ramaditya]. Nonton ya…

  11. xiboer says:

    Subhannallah, excelent and brillian article akhi..!

  12. ramaditya says:

    To albykazi: Ambisius soal cinta…? uahahaaha *guling2*, masak seeh…? Wah, terima kasih deh…!

  13. ramaditya says:

    Wah, hebat artikelnya! Anda juga hebat, dan pasti bisa lebih hebat .agi! Btw makasih atas ucapan ultahnya…!

  14. albykazi saidsebentar-sebentar, nama ini pernah dimuat kisahnya dalam salah satu acara di Trans TV berjudul Atas Nama Cinta,…benar, mas… bahkan telah diulas sedikit di blognya Mas Rama di halaman journal. Sayangnya, saya sendiri ngga nonton waktu itu… untungnya Mas Rama nyimpen arsip video di blognya.

  15. albykazi says:

    fightforfreedom said: sebab Rama (Eko Ramaditya Adikara) sahabat saya di dunia maya

    sebentar-sebentar, nama ini pernah dimuat kisahnya dalam salah satu acara di Trans TV berjudul Atas Nama Cinta, namun dibalik kesuksesannya tersebut.. dari apa yang disampaikan ia memang terkesan orang yang sangat ambisus dan optimis dalam soal cinta.. tak seperti saya yang hehehehe..artikel yang sangat bagus pak, menggugah semangat dan dapat jadi ajang introspeksi diri sebatas amanakah kadar kemampuan yang kita miliki dan talenta lain yang masih perlu kita gali..!

  16. mbunit2007 says:

    nobody’s perfect …. syukuri yang telah Dia berikan

  17. nandri saidtapi bukankah malu sebagian dari iman juga pak iwan? dan jadi peluang untuk mencapai kesukesan, insyaALLOHBetul, mbak Al.memang, malu itu sebagian dari iman, dan ternyata disitulah letak peluang untuk bertumbuh. Thanks.emimyst saidMeskipun tidak menjadi nomor satu di kehidupan nyata, pasti ada sesuatu usaha yang bisa dihargai… paling tidak oleh diri sendiri.Thanks, mbak Emiko. Saya juga bangga sekaligus terharu dg prestasi mereka. so, mari untuk selalu melampaui diri sendiri setiap harinya, agar tetap terjaga semangatnya.

  18. emimyst says:

    Terima kasih untuk tulisannya. Selain bangga, juga bisa menjadi cermin untuk diri-sendiri. Yang penting berusaha….dan terus berusaha tanpa pandang usia. Meskipun tidak menjadi nomor satu di kehidupan nyata, pasti ada sesuatu usaha yang bisa dihargai… paling tidak oleh diri sendiri.

  19. nandri says:

    hmmm saya lebih malu nihtapi bukankah malu sebagian dari iman juga pak iwan? dan jadi peluang untuk mencapai kesukesan, insyaALLOH, makasih buat tulisannya

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: