Home » Motivation » Seberapa Dalam Kesungguhan itu ?

Seberapa Dalam Kesungguhan itu ?

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Seorang atheis jatuh dari tebing curam. Meluncur ke bawah ia menyangkut pada cabang pohon kecil. Di sana ia tergantung antara langit di atas dan padas seribu kaki di bawah; ia tahu dirinya tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi.

Lalu ia menemukan suatu gagasan. “Tuhan !!!” serunya dengan sekuat tenaga.

Diam. Tidak ada yang menjawab.

“Tuhan !!!,” teriaknya lagi. “Kalau Engkau ada, tolonglah aku, dan aku berjanji akan percaya padamu dan mengajar orang lain untuk percaya!”

Diam lagi! Dan ia hampir terlepas dari cabang kepanikan, ketika ia mendengar suara dahsyat mengguntur di tengah jurang. “ITU KATA MEREKA SEMUA, KALAU BERADA DALAM KESULITAN !”

“Tidak, Tuhan, Tidak!!!” teriaknya, timbul harapan sekarang. “Aku tidak seperti yang lain. Mengapa? Karena aku sudah mulai percaya. Engkau lihat, sebab aku mendengar Suara-Mu sendiri. Kini hanya tinggal menyelamatkan aku dan aku akan mewartakan nama-Mu sampai ke ujung bumi.”

“BAIKLAH,” kata Suara itu. “AKU AKAN MENYELAMATKAN ENGKAU. SEKARANG, LEPASKANLAH CABANG ITU !”

“Lepaskan cabang???” teriak orang kalap itu. “Apa Kau kira aku gila ?”

*—————*
[catatan hasil meditasi Anthony de Mello yg tertuang dalam buku Doa Sang Katak I]

Jika badai krisis, penderitaan dan kegagalan sama artinya dengan berdiri di tepi jurang yang amat terjal dengan terpaan angin yang sangat kuat, maka doa yang sungguh-sungguh; sama artinya dengan membiarkan diri diterpa angin yang dahsyat. Praying sincerely and hopefully is a good prayer.

be wide as the ocean for everything can be accepted faithfully….

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

8 Comments

  1. wah, mantab tuh mbak puput… “memaksimalkan usaha” itu sudah merupakan ikhtiar yg sungguh2 untuk mencapai suatu goal. Goal detailnya pengen jadi penulis novel ya? Memang, doa yg tulus harus dibarengi dg ikhtiar yg tiada henti, usaha yg tiada lelah, dan kerja keras yg tak pernah padam. “… Berusahalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat usahamu …” (Q.S. At-Taubah 9:105)Kemudian siap menerima hasil apapun setelah kita berdoa dan berikhtiar dg sungguh2. Inilah yg disebut percaya kpd takdir Allah yg baik ataupun yg buruk. Percaya kpd takdir akan melahirkan jiwa syukur saat kita sukses dan akan bersabar saat kita mengalami kegagalan. —> hubungan antara doa, ikhtiar, dan percaya kepada takdir.

  2. wah betul, sepertinya ini memompa semangat saya lagi untuk bisa mendapatkan doa yang saya inginkan jadi ingat ” sesungguhnya Aku sesuai persangkaan hambaku ” hadis qudsi yang berelevansi dengan surat Arradu ayat 11 . hmmm…baiklah aku akan mengencangkan doaku dan memaksimalkan usahaku untuk menjadi penulis yang baik ( heheh curcol) maap ^^

  3. arieharja saidapakah artinya itu ;kita harus berserah diri, yakin sepenuhnya terhadap Kehendak Ilahi.. ya, mas? walaupun hal itu sgt-lah sulit. sgt-lah sulit. betul, mas arie. krn saking sulitnya itulah maka kita kudu jadi manusia pembelajar seumur hidup, yg ngga sombong, shg sudi (baca: merendahkan diri) belajar kpd siapa saja untuk bisa ngambil hikmahnya….diri ini hanyalah makhluk kecilngga lebih besar dari partikel debuyang ditiup angin ke sana ke maridi antara hamparan luas samudera rayahanya kepada-Mu lah aku bergantung

  4. arieharja says:

    wow, betul2 ‘inspiring’.., apakah artinya itu ;kita harus berserah diri, yakin sepenuhnya terhadap Kehendak Ilahi.. ya, mas? walaupun hal itu sgt-lah sulit. sgt-lah sulit. nice posting. regards : )

  5. thanks, mas hendrik. ya… itulah kelemahannya atheis, yg percaya aja namun ngga disertai dg keyakinan. batas antara percaya & yakin emang tipis banget, katanya diperbatasan inilah setan menempatkan panglima perangnya yg paling handal.

  6. nakoura saidPraying sincerely and hopefully is a good prayer. gag cuma doa saja, tapi disertai harapan dan usaha ya??yg saya pelajari (dari sirah nabawiyah) memang seperti itu, mbak AL. Doa yang baik adalah doa yang tulus dan tidak putus asa; jadi kombinasi antara harapan, percaya, yakin, usaha, pasrah dan ikhlas.Sampai ada adagium begini, “Berdo’a tanpa usaha bagaikan pengemis, berusaha tanpa do’a bagaikan komunis, berdoa yang disertai usaha itulah optimis“. Ya… (bisa jadi) inilah definisi optimis yang sebenarnya.

  7. h3ndrikus says:

    wew…………Coolnice post

  8. nakoura says:

    motivasi yg bagus pak iwan, namun saya belum bisa menangkap mksudnya secara penuhPraying sincerely and hopefully is a good prayer. gag cuma doa saja, tapi disertai harapan dan usaha ya??

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: