Home » Indonesia Crisis » Peraih Medali Emas Yang Terlupakan

Peraih Medali Emas Yang Terlupakan

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Rasanya sedih, kecewa, campur simpati ketika membaca harian Batam Pos edisi Sabtu, 12 Juli 2008, yang berjudul “Rudi, Peraih Emas LKS Nasional itu Terlupakan”. Berhubung berita tsb tidak dimuat di edisi online-nya, maka saya sampaikan sedikit disini.

Rudi Chandra (17 th asal SMKN 1 Tanjungpinang) adalah peraih medali emas Lomba Keterampilan Siswa (LKS) Tingkat Nasional di Makassar (23-28 Juni ’08), yang sebelumnya tentu saja menjadi juara pertama di tingkat Provinsi Kepri. Tidak hanya sampai disitu ia juga di undang ke Jepang untuk mewakili Indonesia dalam lomba Akuntansi tingkat internasional. Wouw…Ia sudah mengharumkan nama Kepri melalui perjuangan yang berat, yang katanya sampai sakit demi sebuah kemenangan.

Pada hari Rabu (9 Juli ’08), ia menerima undangan pada malam apresiasi yang diadakan oleh Pemprov Kepri di Gedung BBR Tanjungpinang. Sayangnya sampai acara selesai, ia belum juga dipanggil untuk menerima penghargaan, maupun berpresiasi sebagai siswa berprestasi.
Padahal ia sampai tidak bisa tidur ketika menerima undangan tersebut. Tapi apa mau dikata, harapannya tidak sesuai dengan kenyataan.

Lantas, siapa saja yang menerima penghargaan dari Pemprov Kepri dan Gubernur Kepri:

1. Para siswa yang menempati 10 besar pada UN lalu.(UN jadi ukuran prestasi, aneh?!)

2. Peserta Idola Cilik RCTI (lebih aneh lagi… , geram ketika mendengar setiap dinas di Kepri diminta sumbangan sebesar 15 juta untuk mendukung G*b***l maju terus, info dari istri temanku yg bekerja di bank yang ia sendiri menghandle transaksinya sumbangan tsb dari beberapa dinas, makanya sampai sekarang saya paling anti kalo ada pemenang ditentukan oleh polling sms).

3. Seorang anak yang sudah menerbitkan empat buah buku.(ini masih mending… anyway ada yg tahu, siapa ya?)

Saya mearasa simpati, sebab sampai saat ini, Rudi belum pernah mendapatkan apresiasi atau penghargaan dalam bentuk apapun dari pemerintah Provinsi Kepri. Padahal ia telah mengharumkan nama Kepri di tingkat nasional. Apalagi saat ini, (kata koran tsb) Rudi sedang merasa bingung hendak melanjutkan kuliah kemana, sebab keuangan orangtuanya masih belum mencukupi untuk biaya kuliahnya tahun ini.

Karena masih belum mempunyai dana yang cukup, ia pun harus merasa puas mengenyam pendidikan hingga tamat SMA. ”Saya mau mencari kerja dulu selama setahun ini agar bisa memenuhi biaya kuliah saya nanti,” harapnya.

Tetap semangat ya Rud, yang penting menjadi pemenang secara terhormat tanpa melalui sms hasil rekayasa industri pembodohan.

Do’akan kawan-kawan, mudah-mudahan ngga ada halangan menerimanya di perusahaanku, sebagai konsultan muda berbakat.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

2 Comments

  1. Thanks, mbak… usaha udah dimulai hari ini. Tinggal menunggu kesediaan Rudi.

  2. raravebles says:

    ya, smg perusahaan mas Iwan bisa membantunya.. mustinya, dengan ‘usaha’ Rudi bisa mendapat beasiswa, coba diupayakan melalui pemprov Kepri atau pengusaha2 di Kepri.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: