Home » New World Order » Bedah Novel: The Jacatra Secret

Bedah Novel: The Jacatra Secret

Blog Stats

  • 1,993,583

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Novel: The Jacatra Secret
Tagline: “Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum…”(George Washington, Mason 33°)
Karya: Rizki Ridyasmara

Kata Pengantar (hal 8):

FAKTA

Jakarta dulu bernama Batavia. Kota ini dibangun VOC menurut cetak biru Freemasonry Hindia Belanda. Kelompok Luciferian ini menyisipkan aneka simbol Masoniknya di berbagai tata ruang kota, arsitektur gedung dan monumen, prasasti makam, dan lainnya, yang masih bisa disaksikan hingga sekarang.

Vatikan pada tahun 1738 dan 1751 menyatakan Freemasonry tidak bertuhan. Tahun 1962 Presiden Soekarno membubarkannya. Namun pada tahun 2000, Gus Dur menerbitkan Keppres No.69/2000 yang melegalkan kembali Freemasonry di Indonesia. Menurut catatan Dr. Th. Steven dalam “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962”, sejumlah tokoh Indonesia menjadi anggota persaudaraan ini. Mereka antara lain Pelukis Raden Saleh, ketua Boedhi Oetomo Raden Adipati Tirto Koesoemo, dan juga Kapolri pertama, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Sekarang, persaudaraan ini masih eksis sebagai motor utama kaum Imperialis-Globalis. Di awal Orde Baru, Mafia Berkeley merupakan salah satu pelayan mereka, dan kini mereka dikenal dengan nama kelompok Libertarian.

Semua deskripsi tentang tata ruang kota, arsitektur museum, monumen, dan prasasti makam dalam novel ini adalah OTENTIK.

Tertulis di cover belakang:

VOC membangun Batavia sebagai loji terbesar Freemasonry, kelompok persaudaraan rahasia Luciferian di Nusantara. Sebab itu, banyak simbol Satan disusupkan ke dalam arsitektur kota Jakarta yang masih bisa disaksikan hingga hari ini.

Ikuti penelusuran Doktor John Grant dan Angelina Dimitreia dalam menyibak rahasia-rahasia Jakarta: dari Simbol Bunga Pagan dan Peraudaraan Ular di Museum Fatahillah, Simbol Baphomet di Menteng, The Sacred Sextum di Obelisk Monas, Ra Goddes Eye’s di Bundaran Hotel Indonesia, Simbol Mahaguru Freemason di Kebon Jahe Kober, gedung-gedung Luciferian dan 13 -The Satanic Mumber- di sekitar kita.

Semua deskripsi dan foto tentang arsitektur museum, tata ruang kota, prasasti makam, dan monumen dalam novel ini adalah OTENTIK!.

Selama membaca beberapa halaman ada hal yang mengganjal dan bikin penasaran, antara lain:

1. Bingung nyari CATATAN KAKI /FOOTNOTE, aku ubek-ubek seluruh halaman kok ngga ada ya, padahal ada beberapa yang aku ngga ngerti maksud dari sebuah kata / kalimat yg ditandai footnote di situ, jadi terpaksa bacanya sambil googling, trus nambahin sendiri catatan kakinya di halaman itu. 🙂

2. Nah, ini dia… ngga ada data DAFTAR PUSTAKA sebagai refferensi yang menunjukkan bahwa semua data yang ada di novel ini adalah valid, apalagi pengarang mengklaim semua informasi di situ bersifat OTENTIK.

*Catatan:
Bila Anda tertarik untuk membeli novelnya, silakan hubungi saya di: iwan_pipeline@yahoo.com

Lanjut ke hal. 2: Menelusuri Jejak Freemason, Illuminati, Kaballah & Zionism di Jakarta

Advertisements

Pages: 1 2 3 4 5


28 Comments

  1. ibuseno says:

    Mas, ini novelnya berat ya kayaknya hahahaha.. tp mantap sih banyak sejarahnya. btw itu kalau mau beli kontak ke Mas Iwan ?

    • Berat memang, dan tebal pula, lebih banyak meluruskan sejarah, sehingga menjadi wawasan yang baru bagi pecinta sejarah.
      Bukan hanya sejarah di Indonesia, tapi di luar negeri. Ada keterkaitan.

      Belinya bisa di Gramedia. Jurnal ini saya susun dulu saat novel itu susaaaah banget di dapat. Dan sepertinya setelah cetakan kedua, baru dipasarkan di Gramedia. Jadi kalau ada orang yang pesan, saya arahkan beli langsung ke sana aja. Karena saya bukan jualan buku, hanya membantu saja.

    • ibuseno says:

      Owalah.. saya kira Mas Iwan salah satu kontributor atau ada hubungannya dng penulis buku ini.
      Ohh .. Ok Mas Iwan, thanks kalau gitu informasinya, sabtu besok saya nge-host di peluncuran buku Jokowi di Gramed Matraman, saya coba cari ah, siapa tau nemu..

  2. Comment for page 3:
    sayangnya, sejarah sebenarnya tentang beliau & kejadian-kejadian yg menyertainya itu banyak dimanipulasi saat penyusunan sejarah pada masa orba.

    makanya penulis menyampaikan di hal 49:
    “Sebuah novel kadangkala sering lebih jujur bertutur tentang sejarah ketimbang buku-buku teks di sekolah-sekolah resmi.”

    • tianarief wrote on Oct 29, ’10
      itu karena novel berisi suara hati penulisnya. sedangkan buku pelajaran atau text book berdasarkan fakta, yang bisa dipengaruhi oleh “si pemesan”. sejarah itu sendiri bisa digunakan sebagai legitimasi kekuasaan.

  3. Comment for page 3:
    seandainya ribuan pemuda itu kembali dan membangun negeri, pasti Indonesia sekarang ini sudah jauh lebih makmur & maju dari sekarang.
    yg menyedihkan justru saat ini dipenuhi para oportunis yang menggerogoti negeri ini pelan-pelan. 😦

  4. Comment for page 3:
    bambangpriantono wrote on Oct 29, ’10
    Masa itu sangat menyedihkan ya..apalagi yang dulu belajar di negara2 Eropa Timur, dituduh sebagai PKI. Akhirnya mereka tidak bisa kembali lagi ke tanah airnya bahkan untuk selama2nya. Mirip dengan para napol di pulau Buru…stigma itu berbekas sekali.

  5. maeea said: Enjoy banget, sampe buka berkali2…mau dongjoin kalo napak tilas lagi…

    wah.. boleh tuh, mbak may, ntar kita atur ya.. aku kelarin dulu ngebaca novel ini, biar ngga kehilangan poin-poin penting mana yg harus dikunjungi.Kira-kira pertengahan November-an kelarnya, tebel banget, 500 hal, krn bacanyapun disambi 🙂

  6. maxibillity said: yang jual bukunya dimana ya? aku tertarik banget sama hal2 yang kek gini… 🙂

    Coba langsung cari di toko buku – toko buku, mas. Untuk cetakan kedua sepertinya distribusi bukunya merata kok.Tapi kalo gak ketemu, saya bisa bantu untuk mengirimkan bukunya ke rumah Anda 🙂

  7. maxibillity says:

    yang jual bukunya dimana ya? aku tertarik banget sama hal2 yang kek gini… 🙂

  8. akhwatzone says:

    jakarta, yogya, manado, mana lagi ya? jejak mereka di mana-mana deh kayaknya. hmph…

  9. maeea says:

    Aku belom baca bukunya. Ada ngebahas gereja di Menteng Pulo nggak ya? Yg ornamen di sekeliling bangunannya diambil dr 4 agama yg berbeda…very unique.

  10. maeea says:

    Enjoy banget, sampe buka berkali2…mau dongjoin kalo napak tilas lagi…

  11. hwibntato said: wah, terima kasih atas informasinya, Mas …

    sama-sama, mas hendra, memang harus dibuktikan sendiri kebenarannya bahwa tidak ada sesuatu yg bersifat kebetulan, semua terlihat saling kait-mengakit, karena (seperti) ada sebuah pesan dibaliknya.semoga bermanfaat ya..

  12. hwibntato says:

    wah, terima kasih atas informasinya, Mas …

  13. nurfirman40 said: Allah s.w.t akan menyoal kita semua tentang pembelaan kita.

    Astaghfirullah… ampuni hamba-Mu ini, ya Robb.

  14. nurfirman40 says:

    Ayuh…bangun muslimin muslimat buka mata kita.Cara apakah kita berjuang membela agama kita?Jangan biarkan anak anak kita lalai dgn Disco,Porno,lepak lepak dan Rempit…..pelacuran,gigolo dan sewaktu dgn nya.Kalau bukan kita yang membela lalu siapa….?Allah s.w.t akan menyoal kita semua tentang pembelaan kita.”Kita ibarat satu kapal sama kaum kafir bezanya kita di atas(tingkat dua)Kafirin di bawah,kalau kita biarkan kafirin mengali lobang di bawah tanpa mencegahnya pasti kita ikut tenggelam.”

  15. fetryz said: hemm,,, selalu ada jejak mereka di lingkungan kita.. sekarang pun, yang beredar di indo banyak sekali “cap” mereka… *gemes

    justru saya berharap semoga jejak-jejak itu tidak punah, agar menjadi bahan petunjuk di masa yang akan datang (dalam mengungkap misteri lebih lanjut). dalam tayangan video tsb jejak2 itu terlihat dikotorin oleh tangan2 jahil, nulis graffity di sana-sini, sayang sekali ya..

  16. Terimakasih Pak Mahandi atas feedback-nya.Saya rasa para peneliti yang mengungkap tabir tsb tidak semata-mata mendasarkan hanya pd sebuah lambang, tapi juga mencari hubungan (korelasi) dg faktor-faktor lain, juga peristiwa-peristiwa yg berkaitan pd saat itu, sebelum dan sesudahnya. Mereka (para peneliti) mencoba menarik garis lurus setiap data-data (dokumen otentik) yang didapatkan sbg petunjuk.Di dalam novel tsb garis lurus (kesimpulan) itu tidak semata-mata di dapat dari lambang / logo. Justru lambang/logo itu menjadi bahan untuk analisa awal mereka (peneliti) sebelum melangkah lebih jauh.Saya sependapat juga dg Pak Mahandi bahwa adanya simbol2 tsb tidak merepresentasikan dia seorang freemason atau bukan krn banyak dipakai dlm berbagai budaya. Itu betul, krn (mungkin) itu bagian dari upaya pengaburan sang konspirasi agar nampak biasa-biasa saja. Makanya sang peneliti tidak hanya mendasarkan pada logo saja, tapi menarik garis lurus atas semua informasi (codex) yg didapatkan.

  17. zenstrive said: capek dengan konspirasi, kayaknya peradaban manusia kok isinya makan dimakan…….

    khan setan sudah berjanji akan memperbanyak pengikutnya sampai datangnya kiamat nanti.

  18. fetryz says:

    hemm,,, selalu ada jejak mereka di lingkungan kita.. sekarang pun, yang beredar di indo banyak sekali “cap” mereka… *gemes

  19. rumpunpadi said: kereeen….izin ng-link ya

    silakan, mbak.

  20. mayamulyadi said: Teori Konspirasi memang menarik utk diikuti ya… 🙂

    semoga kita bisa mengambil pelajaran di dalamnya.terimakasih bagi mereka-mereka yang bersusah payah menguak / menyingkapnya.

  21. Menurut saya simbol “ular menggigit ekornya” sudah lazim digunakan untuk melambangkan “kehidupan abadi” (eternal life). Hampir sama maknanya dengan tali pita (keabadian). Makanya kadang seseorang sahabat memberikan kado bertalikan pita itu bermakna semoga tali bersahabatan tetap abadi.Kemudian, simbol “skull & bones” melambangkan mortality (kematian).Jadi menurut saya simbol-simbol tersebut tidak merepresentasikan dia seorang freemason atau bukan karena banyak dipakai dalam berbagai budaya hehehe….thx.

  22. zenstrive says:

    capek dengan konspirasi, kayaknya peradaban manusia kok isinya makan dimakan……..

  23. rumpunpadi says:

    kereeen….izin ng-link ya

  24. mayamulyadi says:

    Teori Konspirasi memang menarik utk diikuti ya… 🙂

  25. postingbebas says:

    nice info pak….add facebook saya di http://www.facebook.com/?ref=home#!/profile.php?id=100000599901233 disitu ada beberapa note ttg freemasonry

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat