Home » Indonesia Crisis » [Warning!] Cadangan Emas Kita Kian Menipis. Bersiaplah untuk Bangkrut !

[Warning!] Cadangan Emas Kita Kian Menipis. Bersiaplah untuk Bangkrut !

Blog Stats

  • 1,993,582

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Perhatikan laporan perkembangan cadangan emas yang dilansir oleh Wikipedia, per September 2010.

World official gold holding (September 2010)
Rank Country/Organization Gold
(tonnes)
Gold’s share
of national
forex reserves (%)
European Union Euro Area 10,793.4 58.1%
1 United States United States 8,133.5 72.1%
2 People's Republic of China China 4,216.4 6.0%
3 Germany Germany 3,407.6 67.4%
4 IMF 2,907.0
5 Italy Italy 2,451.8 66.2%
6 France France 2,435.4 65.7%
7 Switzerland Switzerland 1,040.1 15.1%
8 Japan Japan 765.2 2.7%
9 Russia Russia 726.0 5.7%
10 Netherlands Netherlands 612.5 55.8%
11 India India 557.7 7.4%
12 European Union ECB 501.4 25.9%
13 Republic of China Taiwan 423.6 4.1%{
14 Portugal Portugal 382.5 79.6%
15 Venezuela Venezuela 363.9 48.5%
16 Saudi Arabia Saudi Arabia 322.9 2.7%
17 United Kingdom United Kingdom 310.3 15.6%
…..
…..
…..
30 Greece Greece 111.7 76.5%
31 Romania Romania 103.7 8.7%
32 Poland Poland 102.9 4.2%
33 Thailand Thailand 99.5 2.5%
34 Australia Australia 79.9 7.0%
35 Kuwait Kuwait 79.0
36 Egypt Egypt 75.6 7.7%
37 Indonesia Indonesia 73.1 3.5%
World 30,535.6

Hasil laporan tersebut tentu sangat menyedihkan bagi kita, bukan ?!


Tambang Emas Grasberg, Papua yang dikeruk habis

Di dalam buku “Grasberg” karya George A. Maley, seorang eksekutif Freeport-McMoran, menyatakan bahwa Gunung Emas di Papua memiliki cadangan emas terbesar di dunia. Jika menurut data tahun 1995, di areal Grasberg tersimpan cadangan bijih tembaga sebesar 40,3 miliar pon dan emas sebesar 52,1 juta ons, dan masih akan menguntungkan sekitar 45 tahun ke depan, yang berarti sampai dengan tahun 2040. Freeport-McMoran Copper & Gold Inc sendiri yang menambang emas di Papua di tambang Erstberg (sejak 1967) dan Grasberg (sejak 1988), berhasil memperoleh minimal 300 ton emas tiap tahunnya. Ini angka minimal. Wouww…

Menurut logika sederhana saja, seharusnyalah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pemilik gunung emas itu mempunyai banyak emas dalam cadangan devisanya, Namun fakta yang berbicara ternyata benar-benar mengejutkan, sekaligus menyedihkan. Dari minimal 300 ton emas yang digali Freeport, Indonesia hanya kebagian 9,36%-nya saja. Cuma percikannya saja. Itu pun diduga kuat sebagian besarnya dikorup pleh para pejabat pusat maupun daerah.

Bayangkan, cadangan emas, yang merupakan aktiva sejati dalam neraca kekayaan kita cuman 73,1 ton atau sejumlah 3.5% dari total valuta asing yang kita miliki sebagaimana dirilis Wikipedia. Artinya adalah bahwa pemerintah Indonesia kita lebih suka menumpuk valuta asing, terutama US Dollar sebesar 95.7% sebagai simpanan cadangan devisa dibandingkan emas yang sesungguhnya lebih stabil meski tanpa di-hedging. Ini sungguh mengherankan dan amat sangat teramat naif sekali, karena Dollar AS nilainya sangat fluktuatif dan mudah dinaik-turunkan oleh para spekulan internasional, berbeda dengan simpanan emas. Lantas, dimanaaaa itu logika dasar berpikirnya pengelola negara ini???

Coba bandingkan dengan negara-negara kapitalis yang dinilai mempraktekkan liberalisme pasar malah lebih mempercayakan simpanannya dalam bentuk emas. Amerika Serikat memiliki cadangan emas lebih dari 8000 ton atau sebesar 72,1% cadangan devisanya. Amerika Serikat hanya kalah oleh Bank Central Eropa yang punya simpanan emas 11.000 ton atau 58,1% dari valuta asingnya. Negara Eropa lainnya juga punya cadangan emas berlimpah.

Pertanyaannya:
Darimana Amerika Serikat memiliki cadangan emas yang banyak tersebut?
Jawabannya sangat mudah: dari Timika Papua!

Pertanyaan berikutnya:
Kira-kira apa yang terjadi sekiranya tiba-tiba nilai US Dollar ambruk ke titik terendah???
Bagaimana keadaan Indonesia kalau nilai US Dollar tiba-tiba terpuruk?
Maka yang akan selamat hanya yang punya cadangan emas besar, mengingat emas adalah aktiva yang paling acceptable untuk ditukarkan dengan komoditas apapun. Sekali lagi, cadangan emas kita CUMA 3,5% saja!

Jika demikian masih pantaskah kita menganganggap negeri ini telah merdeka?

Tentu saja, kondisi ini bisa menjadikan fakta sebagai pembenaran atas klaim mengurat-akarnya paham neoliberalisme di Indonesia.
Film dokumenter tentang pembagian kekayaan kita kepada bangsa asing, bisa dilihat di sini:[Holocoust dan Rencana Pengambilalihan Bisnis Indonesia].
Pemaparan detail oleh Jurnalis John Pilger, tentang siapa saja pengelola negeri ini saat itu yang membagi kekayaan kepada bangsa asing, ada di sini: [The New Rulers of the World].

Adakah pemimpin yang berani menasionalisasi Tambang Emas Freeport?

Fight for Freedom !!!
Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

**************
Referensi:
1. Those Peoples: America is Built From Indonesia West Papua Gold


45 Comments

  1. Tahukah anda bahwa tambang emas terbesar di dunia itu adalah di Grasberg Papua – Indonesia dgn produksi 40.9 ton per tahun ?
    Jika 1 gr emas = Rp 300 ribu. 1 kg = 300 juta. 1 ton = 300 M. 40.9 ton = 12.3 Trliun/ tahun. Itulah produksi “sampingan” PT. Freeport Indonesia (FI).
    Kenapa disebut produksi sampingan PT. FI? Karena PT. FI produksi utamanya adalah tembaga yg besarnya 18 juta ton. Perak 3400 ton.
    Kandungan emas terbukti di tambang Grasberg Papua saja (belum termasuk area tambang freeport di area lain di Papua) = 1600 Ton
    Dgn harga 300 ribu/ gram (harga pasar sdh di atas 400 ribu/gram) didapatkan total = 480 triliun. 50% saja kembali ke Papua, sdh kaya raya.
    Jika 480 triliun itu dibagi ke 2.8 juta penduduk papua. Rata2 per orang punya kekayaaan = Rp 171 Juta/orang, termasuk bayi yg baru lahir.
    Itu baru dari emas di 1 gunung emas di Papua dari belasan gunung emas yang dimiliki. Dan hanya baru dari emas saja. Belum lainnya
    Dari hasil tembaga di Grasberg saja (tidak termasuk lainnya) FI menghasilkan USD 178 Milyar atau Rp 1.600 Triliun.
    Jika 1.600 Triliun tsb dibagi rata ke 2.8 juta penduduk Papua, masing2 per orang akan menerima = Rp. 5.715 juta. Hampir 6 milyar/orang
    Ditambah produksi perak yg terdapat di area tambang Garsberg saja, total pendapatan freeport adalah USD 298 Milyar atau Rp. 2.682 Triliun
    Jika Rp 2.682 Triliun hasil kekayaan emas, tembaga dan perak yg di Grasberg Papua itu saja dibagi 2.8 juta penduduk = Rp. 9.8 milyar !!
    Penduduk papua punya pendapatan perkapita Rp 9.8 M selama 47 tahun atau rata2 ICP = Rp 208 juta per tahun. Hanya dari Grasberg !!
    Tapi tahukah anda berapa royalti yg dibayar freeport dan seluruh usaha tambang mineral di Indonesia? Hanya Rp 12 Triliun / tahun
    Contoh: thn 2007, pendapatan yg dilaporkan Freeport USD 5.13 Milyar. Pajak yg dibayar hanya USD 1.3 milyar dan royalti USD 133 juta
    Berapa keuntungan PT. Freeport tahun 2007 itu setelah dipotong pajak dan royalti ? USD 3.234 juta atau Rp. 29 triliun !!!!

    Adalah negara di dunia ini yg “sebodoh” Pemerintah RI? Dimana2 hasil tambang itu lebih 50% nya dinikmati negara..bukan kontraktor !
    Bagaimana bisa diterima akal sehat, negara terima pendapatan total hanya 13 Triliun sedangkan PT Freeport untung bersih 29 Triliun? (2007).
    Total pendapatan PT. Freeport 2004-2008 = USD 17.893 milyar atau Rp 161 Triliun. Total untuk RI = USD 4.481 Milyar atau Rp 40 Triliun.
    Hebatkan?
    Freeport untung bersih Rp 121 Triliun kurun waktu 2004-2008, penerimaan negara hanya 40 triliun dari laba kotor Rp 161 Triliun
    Sebagai bentuk sedekah..PT. freeport keluarkan 1% utk rakyat Papua. Selama kurun waktu 2004-208 rakyat Papua dapat 1% atau Rp 1.61 Triliun
    Apakah negara kita pernah audit berapa sebenarnya kandungan emas, tembaga, perak dll yg ada dikonsesi tambang Freeport? Tidak pernah.
    Padahal luas tambang Grassberg itu hanya seperlima dari luas tambang Freeport yg 2.6 juta Ha atau 6% dari luas Papua.
    Jika kita punya presiden yg mau nasionalisasi tambang Freeport kayak Venezuela atau Bolivia, RI gak perlu ngemis2 cari utang ke Bank Dunia
    Saya kaget ketika wamen ESDM bilang pajak batubara kita hanya 25% dan royalti max 6% total 31%. Negara rugi, kontraktor kaya raya
    Bagaimana bisa, batubara yg lebih gampang exploitasinya dikenakan royalti dan pajak bagian negara yg lbh rendah dibandingkan migas? Edan !
    Harusnya batubara dan tambang mineral lainnya juga diperlakukan seperti migas. 70-80% bagian untuk negara, 20-30% utk kontraktor.

    Semua elemen bangsa, utamanya DPR harus berani desak pemerintah realisasikan Pasal 33 UUD kita. Sudah saatnya kita berhenti jadi bangsa pengemis
    Tahukah Anda sebagian besar galian tambang di Freeport itu tidak diolah di Papua tapi tanahnya langsung dikapalkan dan dikirim ke luar negeri?
    Dulu Bakrie dapat 10% saham divestasi Papua tapi setahun kemudian dijual lagi dengan harga berlipat2..kejar rente aja @ekospranoto
    Kita bisa harapkan renegosiasi kontrak tambang2 kita pada SBY. SBY sudah akui AS sbg negara keduanya. Dia ga peduli dgn nasib rakyat RI
    Apakah Jakarta/ freeport pernah peduli dgn Papua?
    Apakah ada SD, SMP, SMA, PT terbaik dibangun di Papua?
    Tidak. Supaya rakyat Papua tetap bodoh.
    Apakah Jakarta/Freeport ada bangun jalan lintas papua? Ga ada. Supaya akses ke tambang2 kekayaan alam itu tidak bisa ditembus publik
    China menawarkan pembangunan jalan trans papua gratis kepada RI. RI menolak karena AS tidak setuju.
    Adakah Rumah Sakit terbaik dibangun di Papua? Tidak! Rakyat Papua tidak pernah mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik.
    Infrastruktur publik di Papua paling buruk di seluruh Indonesia. Disengaja demikian agar papua tdk bisa maju. Rakyatnya tak boleh pintar.
    Rakyat papua yang mau dapatkan sekolah dan pelayanan kesehatan terbaik harus ke Jawa. Sekolah di UGM atau berobat di Jakarta/Surabaya.
    Padahal Papua adalah daerah yang tingkat penyebaran AIDS nya tertinggi di Indonesia, kenapa bisa Jakarta tidak peduli? Sengaja?
    Jakarta menyuap papua dengan bikin kaya dan bikin mabok elit papua. Membiarkan korupsi gila2an oleh pejabat2 Papua. Rakyatnya menderita
    Papua punya semuanya: emas, tembaga, migas, perak, uranium, hutan, laut yg kaya ikan, bahkan batubara. Kemana itu semua?
    China dengan cadangan devisanya terbesar di dunia & butuh pekerjaan / investasi telah sukses bangun infrastruktur gratis di Afrika. RI menolak
    Sama halnya ketika Malaysia tawarkan jembatan Semananjung Malaka – Sumatera gratis ke RI. Hatta Rajasa menolak. Takut.
    Saya pernah berkunjung ke HPH PT. Irmasulindo di Papua. Kalo ga salah dapat konsensi 390.000 Ha. Kayu2 Papua ditebang, dijual.
    Setelah kayu2 hutan habis ditebang, lahan ditanami kelapa sawit. Benar2 kekayaan alam yg luar biasa. Apakah ada untuk rakyat Papua?
    Hutan di Papua menurut karyawan PT. Irma sulindo lebih gampang ditebang daripada hutan di Sumatera. Geografinya lebih mudah. Kayak ATM bank.
    Saya pernah ketemu dgn karyawan Freport warga asli Papua. Tamatan Australia. Dia ga bisa jadi direksi. Jabatan GM mentok. Ga boleh.
    Lalu dia datang ke Jakarta beserta beberapa orang tokoh Papua. Nginap di Hotel Sentral Pramuka. Mau ketemu Fredy Numberi, Hatta, Mustafa, SBY.
    Mereka mau nuntut ada warga asli Papua jadi direksi di Freeport. Ujung2nya dia ditawari uang USD 2 juta dan diancam. Disuruh pulang
    Oh ya.. yg fasilitasi karyawan Freeport yg mau nuntut jadi direksi FI itu adalah Henky Luntungan dan Subur Budisantoso, elit Partai Demokrat. Gagal.
    Saya baca hasil riset Marwan Batubara tentang Papua dan Freeport. Mau nangis lihat negara ini dirampok oleh elitnya sendiri.
    Ga usah jauh2 ..Anda datang ke Jayapura. Pagi2 Anda pasti mudah jumpai warga asli Papua pake koteka, mabuk dan minta uang.. ngemis
    1986 Amin Rais yang pertama sekali angkat isu Freeport jadi isu nasional. Suharto marah. Amin Rais jadi musuh negara. Sekarang Amin sudah pikun?

    Sumber: http://chirpstory.com/li/6297

  2. Mendongkel Kekuasaan Soekarno
    merdeka.com, 18 Februari 2013

    Pada 1961-an, Presiden Soekarno gencar merevisi kontrak pengelolaan minyak oleh asing di Indonesia. Sebanyak 60 persen dari keuntungan perusahaan minyak asing menjadi jatah pemerintah. Kebanyakan gerah dengan peraturan itu.

    Dalam artikel berjudul JFK, Indonesia, CIA, and Freeport dterbitkan majalah Probe edisi Maret-April 1996, Lisa Pease menulis pada awal November 1965, Langbourne Williams, ketua dewan direktur Freeport, menghubungi direktur Freeport, Forbes Wilson. Williams menanyakan apakah Freeport sudah siap melakukan eksploitasi di Papua. Wilson hampir tidak percaya mendengar pertanyaan itu. Dia berpikir Freeport akan sulit mendapatkan izin karena Soekarno masih berkuasa.

  3. Ekspedisi Wilson berkah Freeport
    merdeka.com: 18 Februari 2013

    Tidak ada yang menyangka buku laporan pendakian puncak Jaya Wijaya, Papua, ditulis oleh Jean Jaques Dozy pada 1936 adalah muasal pertambangan Freeport di Indonesia. Laporan itu menceritakan ketakjubannya melihat keindahan alam Papua. Selain itu, dia terperanjat melihat kandungan logam dan hamparan luas bijih tembaga hingga permukaan. Pemandangan itu sangat tidak lazim untuk wilayah ketinggiaan sampai dia menyebut gunung tembaga (Erstberg) dalam laporan itu.

  4. wikan says:

    akuirsyad said: emas di freeport sudah habis..sekarang freeport sedang mengeruk uranium ( bahan nuklir)..benarkah???search in mbah google.,.

    lha indonesia sendiri malah gak mau buka PLTN, salah siapa

  5. akuirsyad says:

    emas di freeport sudah habis..sekarang freeport sedang mengeruk uranium ( bahan nuklir)..benarkah???search in mbah google.,.

  6. hehehe, ya gak harus begitu, mas wikan, kita gak bisa memilih kondisi awal kita spt apa.kebetulan saat ini kita terlahir di tanah yg subur & kaya akan sda, sudah sepantasnyalah kita menjaga & mengelolanya dg baik, punya sistem pertahanan & hargi diri yg unggul shg pihak luarpun segan dg kita. Memang kuncinya terletak pd pemimpin, yg menakhodai kapal negara ini mau dibawa kemana. Rusak pemimpinnya, rusak pulalah sendi-sendi negara.

  7. wikan says:

    peradaban Inca runtuh gara2 emasnya dirampok sama Portugis. enakan Samoa yang aman damai karena tidak punya sumber daya alam. mungkin lebih baik jika Indonesia tidak punya sumber daya alam sekalian, karena sumber daya alam membuat kita jadi rebutan dan “rayahan”. coba Indonesia miskin, emang ada yang mau menjajah dan menguasai?

  8. wikan said: jadi mendingan ga tahu kalau kita punya cadangan emas terbesar kan?kalau tahu malah orang2 rebutan

    sepertinya gak bisa kalo gak dilaporin, mas wikan, karena cadangan emas adalah jumlah emas murni dan uang emas yang dikuasai otoritas moneter sbg cadangan bagi peluasan kredit, uang yg beredar dan neraca pembayaran; jadi kudu didata secara statistik oleh IMF

  9. putrilan9it said: Sengaja OOT

    ini asli OOT :)Pasti ikut main di film “Mengejar Mas-Mas” 😀

  10. mayamulyadi said: AS “pinter” sekali dalam hal ini…

    AS memang pinter minteri, mbak, secara internal ekonominya sudah diambang kebangkrutan, tapi masih punya banyak tabungan di negara-negara yg menjadi budaknya.

  11. sepunten said: mbak-mbak nya udah banyak diperas diluareh emas-emasnya juga…

    emang benar, mas heri, negeri kita ini elok bak ratna mutu manikam, sehingga bikin gemes orang-orang luar untuk njawil (usil), meres (ngrampok), nyubit (teror/nakut2in), ngelus-elus (memperdaya), …

  12. rasanya emang seperti itu, masbro 🙂

  13. wikan says:

    jadi mendingan ga tahu kalau kita punya cadangan emas terbesar kan?kalau tahu malah orang2 rebutan

  14. putrilan9it says:

    Yang penting Mas Jawa masih banyak belum jadi abang hue….Sengaja OOT

  15. mayamulyadi says:

    AS “pinter” sekali dalam hal ini…

  16. sepunten says:

    mbak-mbak nya udah banyak diperas diluareh emas-emasnya juga…

  17. rawins says:

    penguasa negara kita memang lebih suka cari jalan pintas untuk memperkaya diri tak pernah mau peduli rakyat sebagai pemilik sejati kekayaan itu. orang sunda bilang penguasa kita tak pernah memikirkan kepentingan rakyat dalam jangka panjang. yang dipentingkan numpuk duit jangka pesak atau jangka imah. wajar kalo kita miskin diatas tumpukan harta. orang jawa yang paling banyak stok mas juga mulai berkurang karena orang jawa sekarang lebih suka dipanggil guys dariapa mas. hahah oot..

  18. rengganiez says:

    martoart said: so far it’s hoax yu

    gak tau ya kang…agak diterima logika :-))

  19. martoart says:

    rengganiez said: timika dijadikan pengayaan uranium ma AS, sy mah percaya2 sajah

    so far it’s hoax yu

  20. rengganiez says:

    Kalo di freeport, timika dijadikan pengayaan uranium ma AS, sy mah percaya2 sajah. Amerika kan hanya takut nuklir, makanya negara macam Korut ma Iran, bisa gertak negaranya Obama. Padahal apa sih kekayaan yg dimilik negara itu dibanding Indonesia? Kayaan kita..jauhhh..

  21. Bukan AS ngebodoh2in Indonesia, mbak Citra, tapi sama-sama terjalin simbiosis mutualisme, antara AS dg orang-orang kita yg mengutamakan kepentingan pribadi/kelompok (bukan negara).

  22. nyanyinya yg semangat ya, mbak Tintin.*jadi ikut sedih rasanya

  23. zenstrive says:

    51key said: hedew…gimana yah cara AS ngebodoh2in indonesia segitunya…keknya masih byk org pinter di marih…hihihi

    orang pinternya ditodong senapan ……

  24. 51key says:

    hedew…gimana yah cara AS ngebodoh2in indonesia segitunya…keknya masih byk org pinter di marih…hihihi

  25. wah.. aku baru tahu nih, mbak Ganiez. Masak bisa ilegal spt itu, kalo gitu bisa dibilang pencurian berat donk. Coba aku nanti cari info detailnya (klarifikasi) ttg masalah ini.

  26. tintin1868 says:

    indonesia raya merdekaaa merdekaaa, tanahku negriku yang ku cintaaa..

  27. rengganiez says:

    Konon katanya emas-emas di freeport itu digelontorkan lewat terowongan bwh tanah, tembus laut, nun di laut ada kapal yg akan angkut tuh emas, berlayar ke laut lepas, dan bye bye lah….

  28. bambangpriantono said: Ganti mata uang aja

    kok diganti?

  29. jaraway said: dulu.. bukit emas, kini….

    … kini bukit “gundul”, yang makin sedikit dapat cipratan hasil panen.padahal kita meninggalkan warisan hutang yg sedemikian besarnya pada anak-cucu kita nanti.

  30. fairusfansclub said: inilah dampaknya ketika kita memilih pemimpin yang suka korup.

    Begitulah kuatnya hipnotis politik pencitraan. Semua tampak indah.

  31. martoart said: Tapi bukan kami punya”

    Gubrakkk !!!!*pingsan

  32. fetryz said: waattt?? ke 37??

    Padahal kita penghasil emas terbanyak di dunia, tapi termiskin dalam soal kapital.Aneh, bukan ?!Tahun lalu cadangan emas kita hanya 4,3% sekarang makin terpuruk 3,5%. huhhh…

  33. rirhikyu said: mau ajah siy 😦

    Merdeka !!!

  34. zenstrive said: dollar AS lama-lama jadi kertas tak berharga. Ganti ke emas!

    Ganti pemimpinnya dulu atau paksa jalanin program ganti ke emas ?Pemimpin saat ini masih suka bermain-main dg dollar sih, mas Eko. Coba ikuti perkembangan link wikipedia itu dari bulan ke bulan, tahun lalu cadangan emas kita 4,3% sekarang merosot menjadi 3,5%.

  35. srisariningdiyah said: diporotin mulu sih

    mumpung masih berkuasa ya..

  36. jaraway says:

    dulu.. bukit emas, kini….ahh..

  37. inilah dampaknya ketika kita memilih pemimpin yang suka korup.sedih memang.

  38. martoart says:

    fightforfreedom said: tentu sangat menyedihkan bagi kita, bukan ?!

    Sedih?… Kita?…”Kalau ke kota esok pagisampaikan salam rindukuKatakan padanyapadi-padi telah kembangAni-ani seluas padangRoda giling berputar-putar siang malamTapi bukan kami punya“(Salam dari Desa – Leo Kristi)

  39. fetryz says:

    waattt?? ke 37??abis dirampok sama Freeport….

  40. zenstrive says:

    dollar AS lama-lama jadi kertas tak berharga. Ganti ke emas!

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: