Home » Indonesia Crisis » Mari Berjuang Membeli Aset-Aset Bangsa sebelum jatuh ke Pihak Asing

Mari Berjuang Membeli Aset-Aset Bangsa sebelum jatuh ke Pihak Asing

Blog Stats

  • 1,993,582

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Pemerintah Bakal Gencar Jual Saham BUMN
MedanBisnis, Minggu, 05 Des 2010

MedanBisnis – Jakarta. Aliran dana asing yang sangat deras ke Indonesia sampai pertengahan tahun depan akan dimanfaatkan pemerintah untuk melepaskan saham BUMN ke pasar modal melalui mekanisme initial public offering (IPO). Namun penjualan saham ini dinilai sangat berisiko.

Tahun depan pemerintah berencana untuk melakukan privatisasi 2 BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk melalui mekanisme rights issue, dan IPO PT Garuda Indonesia. Terkait itu, Menteri BUMIN Mustafa Abubakar berharap rencana IPO BUMN tersebut tak akan terkendala tahun depan karena dana asing yang masuk bisa menjadi kesempatan BUMN menambah modalnya.

“Kita masih berharap IPO BUMN masih terus jalan. Kalau ada kendala, kesulitan, ada kelemahan kita ambil pelajaran dari yang sudah-sudah. Sebelumnya sudah 16 IPO BUMN berjalan dengan baik yang ke-17 (Krakatau Steel) kemarin ada masalah. Kita ambil pelajaran dari masalah tersebut sehingga ke depan tidak terganggu lagi,” kata Mustafa di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat malam (3/12).

Kata Mustafa, di 2011 akan ada 7-10 BUMN yang akan melakukan privatisasi lewat IPO. Itu jika kesemuanya disetujui oleh DPR. Mustafa tak bisa memungkiri banyak pihak asing yang saat ini mengincar saham BUMN. Ini karena tingkat kepercayaan investor asing terhadap BUMN cukup tinggi saat ini.

Terkait rencana pemerintah itu, anggota Komisi XI Arif Budimanta, Sabtu (4/12), berpendapat, pemerintah sangat bergantung kepada dana asing. Ini dinilainya sangat berisiko.

“Penarikan aliran dana asing hanyalah solusi sementara yang hanya akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Indonesia hanya akan jadi “negara pecandu” yang terus bergantung pada dana asing. Belum lagi kita bicara tentang risiko capital outflow besar-besaran yang cenderung mengikuti tren arus modal,” tutur Arif.

Menurutnya, dalam UU No.19/2003 dikatakan privatisasi BUMN dilakukan dengan maksud untuk memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN, bukan untuk menarik aliran dana asing. Dikatakan Arif, sudah saatnya pemerintah insyaf atas kebijakan ekonominya saat ini.

“Pelajaran menunjukkan ternyata bubble atau gelembung ekonomi Amerika, Jepang, Inggris akhirnya mengempis, karena tak tahan dengan teriknya sinar yang datang dari Timur,” tukas Arif.

Namun Menteri BUMN menampik kekhawatiran itu. “Kalau masuk pasar modal umumnya BUMN kita menunjukan kinerja jauh lebih baik. Oleh karena itu kita manfaatkan dan perjernihan dan pelurusan info ke masyarakat itu penting sekali. Sehingga tidak salah menilai sesuatu seakan-akan menilai menjual aset kepada asing itu tidak demikian,” jelas Mustafa. (dfc)

Perhatikan tulisan yang saya bold di atas bahwa privatisasi BUMN dilakukan dengan maksud untuk memperluas kepemilikan masyarakat atas BUMN. Oleh karena itu, sudah saatnya saatnya kita berjuang untuk MEMBELI saham BUMN yang mau dijual oleh pemerintah.

Kalau kita melakukan secara kolektif atas nama seluruh rakyat Indonesia Raya, maka (bagi perorangan) tidak butuh uang banyak untuk membeli saham.

Asumsinya, sekarang ada sekitar 250 juta rakyat Indonesia, bila masing-masing kepala keluarga menginvestasikan berdasarkan jumlah anggota keluarganya dengan uang 1000 saja (seharga saham Krakatau Steel), kita sudah punya 250 Milyar!!!

Yang bisa invest lebih dari nominal 1000 pasti akan banyak. Masing-masing tidak akan kehilangan banyak uang untuk berkorban demi menyelamatkan asset milik kita sendiri.

Untuk itu, DICARI AHLI INVESTASI yang peduli kepada bangsa dan negara untuk mengelola uang rakyat dari bangsa Indonesia.Kita bentuk organisasi penggalangan dana rakyat Indonesia untuk penyelamatan BUMN.

Dulu masyarakat Indonesia sudah teruji persatuannya untuk menggalang dana melalui koin recehan. Sekarang tantangan itu datang lagi. Saya yakin ini bisa terwujud.

Menjadi patriot bangsa, tidak hanya cukup dengan membayar pajak, seperti bunyi iklan layanan masyarakat. Tapi juga diperlukan andil dalam kolektivitas untuk menyelamatkan asset-asset milik bangsa.

Berdasarkan analisis Lembaga Keuangan Morgan Stanley, 10 tahun mendatang BUMN-lah yang akan memegang kendali perekonomian suatu negara.Nah, bayangkan… BAGAIMANA NASIB INDONESIA KE DEPAN BILA BUMN KIAN DICENGKERAM OLEH ASING???

Mari kita berjuang kembali..
menguasai BUMN yang akan dijual
dan merebut kembali BUMN yang telah dijual !

Fight for Freedom !!!

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

50 Comments

  1. elok46 says:

    waaah betulmasak semua milik orang asing sebenarnya merdeka belum

  2. fightforfreedom said: Tahun depan pemerintah berencana untuk melakukan privatisasi 2 BUMN, yakni PT Bank Mandiri Tbk melalui mekanisme rights issue,

    Yang mau privatisasi, ternyata sudah mengkampanyekan simbol2 illuminati, jangan2 emang udah diincar oleh calon pemilik barunya spt nasib Indosat logonya udah berubah spt bintang david. Dari situ jelas itu milik siapa 🙂

  3. fightforfreedom said: Saya rasa akan seperti itu, tapi konteks kondisi ini sangat berbeda. Mengajak membeli saham bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk menyelamatkan negeri.Sederhananya gini:okey, baiklah kita tinggalkan kalo itu memang haram, terus kemudian dg serakahnya si perampok itu memborong proyek pengelolaan SDA melalui cara haram tsb, dan mereka menjadi pemain utama di negeri ini, kita hanya penonton dan pelakasana atas kebijakan yg mereka buat, padahal kita yg sbg penonton ini adalah TUAN RUMAH, sedangkan para tamu itu seenaknya mengatur tuan rumah sambil mengambil harta benda milik tuan rumah. Inilah yg disebut dg PENJAJAHAN. Ingat, pemegang saham tertinggi akan dominan dalam menentukan kebijakan.Penjajahan akan menghasilkan banyak kemiskinan (fakir), kefakiran jelas akan mendekatkan pada kekufuran.Nah, silakan memilih dg bijak, mana yg paling utama? 🙂

    yang jelas saya pilih yang sesuai Syara’ aja pak, apapun resikonya. karena sesuatu yang maslahat belum tentu syariat, tetapi yang syariat pastilah membawa maslahat. itu aja, entar coba saya tanya ke ustadz2 saya tentang bagaimana penyikapan terhadap fakta ini. trimakasih atas sharenya pak.

  4. debapirez said: “Alhamdulillah… menjadi pemenang untuk kategori “Pengembangan UKM””Standing applaus utk dirimu,Om.

    Terimakasih, mas Dedy, ini kemenangan buat tim bukan secara pribadi, dan Alhamdulillah akhirnya kami bisa menggandeng PT. Telkom untuk bersama-sama mengembangkan UKM di Indonesia.Hehehe, di blog ini saya malah jarang nulis tentang UKM, bagaimana agar mempunyai bisnis dg pertumbuhan terus-menerus (bukan hanya survive) dan mampu menguasai pasar. Okey, nanti saya coba perbanyak tulisan ttg UKM. Tentang UKM, untuk saat ini masih saya posting di website yg lain (official website produk yg sedang kami kembangkan).

  5. miauideologis said: seandainya jual beli saham dibolehkan dalam Islam, mungkin dah banyak temen2 yang aghniya’ mau bisnis itu.

    Saya rasa akan seperti itu, tapi konteks kondisi ini sangat berbeda. Mengajak membeli saham bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk menyelamatkan negeri.Sederhananya gini:okey, baiklah kita tinggalkan kalo itu memang haram, terus kemudian dg serakahnya si perampok itu memborong proyek pengelolaan SDA melalui cara haram tsb, dan mereka menjadi pemain utama di negeri ini, kita hanya penonton dan pelakasana atas kebijakan yg mereka buat, padahal kita yg sbg penonton ini adalah TUAN RUMAH, sedangkan para tamu itu seenaknya mengatur tuan rumah sambil mengambil harta benda milik tuan rumah. Inilah yg disebut dg PENJAJAHAN. Ingat, pemegang saham tertinggi akan dominan dalam menentukan kebijakan.Penjajahan akan menghasilkan banyak kemiskinan (fakir), kefakiran jelas akan mendekatkan pada kekufuran.Nah, silakan memilih dg bijak, mana yg paling utama? 🙂

  6. seandainya jual beli saham dibolehkan dalam Islam, mungkin dah banyak temen2 yang aghniya’ mau bisnis itu.apalagi masalah SDA yg merupakan kepemilikan ummat gak seharusnya diprivatisasi oleh pihak2 tertentu. exp: Minyak, Hasil hutan, Batubara dll.

  7. debapirez says:

    “Alhamdulillah… menjadi pemenang untuk kategori “Pengembangan UKM””Standing applaus utk dirimu,Om.

  8. putrilan9it says:

    fightforfreedom said: bayar 😀

    Udah bayar lewat pajak 😀

  9. luqmanhakim said: Dan jangan lupa, pasal 33 itu udah diubah-ubah bentuknya dan nggak lagi jadi 3 ayat melainkan 5 ayat. Perubahannya saat amandemen UUD 45 yang keempat tahun 2002.

    Tengkyu, mas Luqman :)Dulu sempat ada perdebatan yg cukup sengit untuk mengamandemen pasal ini ya, ..krn penganut Neolib menganggap pasal ini menghambat perkembangan ekonomi yg berlandaskan mekanisme pasar dan berkembangnya kapitalisme. Sedangkan pihak yg mendukung keberadaan Pasal ini berpendapat bhw inilah jiwa dari perekonomian Indonesia. Akhirnya ayat 1, 2, dan 3, berhasil dipertahankan. TETAPI kalimat penting yg tdp dlm penjelasan Pasal 33 UUD 1945, yang berbunyi, “Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi,” turut menguap bersama hilangnya penjelasan pasal tersebut. Bisa jadi, inilah awal kehancuran ekonomi kerakyatan. Saya sendiri sangat menyayangkan kalimat penting itu bisa hilang. Wah, kita dikhianati wakil kita saat itu.

  10. rengganiez said: dan KS dijual dijadikan rayahan asing…gebleknya saham dijual bak kacang goreng, murah meriah

    Mengapa dijual murah meriah?Cara2 yg dipakai untuk penjualan KS itu sebenarnya permainan para politisi untuk mendapat dana pemilu buat periode berikutnya kok, mbak Niez. Memang skenarionya penguasaan saham itu, KS 30%, perusahaan Korea 70%. Dalam penjualan tsb, para politisi senayan mendapat 166.000 lot. Jika dirupiahkan dg harga saham sebesar Rp 850 maka nilainya sekitar Rp 70 miliar. Gak sampai sehari, harga saham itu melonjak menjadi Rp 1270. Jadi, berapa miliar yg dinikmati para politisi senayan itu setelah melepas sahamnya ke perusahaan Korea? angkanya woww… Ini perampokan di rumah sendiri.Sesuai asas proporsionalitas, masing2 fraksi mendapat jatah sesuai dg jumlah kursi yg dimiliki. Ya jelas aja, Fraksi Partai Demokrat dapat jatah paling banyak, yg paling sedikit tentu saja Fraksi Partai Hanura. Namun “kebersamaan” para politisi berubah jadi aib, setelah salah satu fraksi tidak mendapat sebagaimana mestinya.Orang-orang PAN berkoar, jatahnya diambil oleh Demokrat saat2 akhir menjelang pembagian. Demokrat sendiri, sbg partai yg paling berkuasa, tidak bisa menahan diri untuk bertindak adil. Maklum, kabarnya, jatah PAN tiba2 diambil oleh seorang politisi muda, anak dari orang berpengaruh di jagat politik. Lah, kalau anak big bos punya mau, siapa bisa cegah. Ributlah PAN!Sehingga rahasia itu kini terbongkar. Apakah sudah mulai diproses? Belum tentu, krn nasibnya spt kasus Susno dan mafia pajak yg gak jelas arahnya krn ditutup-tutupi kasus2 atau issue2 baru yg selalu muncul / diciptakan pemerintah sekarang.

  11. luqmanhakim says:

    fightforfreedom said: Kita punya pasal 33 UUD 1945, tapi penyelenggara negara sekarang ini mengkhianati amanah itu. UUD 1945 hanya sbg barang hapalan anak sekolah.

    Dan jangan lupa, pasal 33 itu udah diubah-ubah bentuknya dan nggak lagi jadi 3 ayat melainkan 5 ayat. Perubahannya saat amandemen UUD 45 yang keempat tahun 2002. Pasal 33 UUD 45(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang* diedit sedikit tulisannya biar hurufnya nggak kegedean dan banyak makan tempat di komentarnya Mas Iwan

  12. anotherorion said: jadi inget jaman krismon orang2 patungan ngasih sumbangan emas dan duit biar nyelametin perekonomian indonesia nyatane tetep ae jeblok dikorupsi meneh

    Mas Priyo, kalo bicara tentang sumbangan emas, saya kok jadi teringat dg orang Aceh yg nyumbang emas untuk tugu monas.Sorry, OOT, just tell a true story sebab miris banget kisahnya: Emas 38 Kg yg dipajang di puncak tugu Monas Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari Teuku Markam, salah seorang saudagar Aceh yg pernah menjadi orang terkaya Indonesia. Orang2 hanya tahu bhw emas tsb memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yg tahu, bahwa Teuku Markamlah saudagar yg dimaksud itu.Itu baru segelintir karya Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Karya lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan2 Teuku Markam lainnya yg pantas dicatat dlm memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda.Mengingat peran yg begitu besar dlm percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sbg anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dg berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yg menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir oleh pengelola negara penerus Orba. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dg segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi2 bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya.Mungkin itu sekelumit cerita, kalo dilanjut bakal miris dengernya, mas.Intinya kalo berbentuk sumbangan, itu kurang kuat landasan hukumnya. Rezim yg zalim pasti akan mudah melupakannya.

  13. putrilan9it said: Ikut menyimak aja 😀

    bayar 😀

  14. luqmanhakim said: Itulah kehebatannya punggawa SBY, Mustafa Abubakar emang pandai menjual aset negara.

    Kita punya pasal 33 UUD 1945, tapi penyelenggara negara sekarang ini mengkhianati amanah itu. UUD 1945 hanya sbg barang hapalan anak sekolah.Jelas2 dlm pasal itu adalah dasar sebuah ekonomi kerakyatan untuk membangun dan memelihara sebuah negara. Sedangkan kenyataannya pengelola negara ini menerapkan prinsip ekonomi NeoLiberalisme, yg memegang prinsip:(1) bertujuan untuk pengembangan kebebebasan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar; (2) kepemilikan pribadi thd faktor2 produksi diakui; (3) pembentukan harga pasar bukan sesuatu yg alami.Ya, wajar aja, mas Luqman, kita (Indonesia) gak dapat apa-apa, malah dapat limbah yg kalo disimpen jadi racun, tapi kalo dibuang siap-siap perang ama greenpeace, jadi serba salah :)Jadi jelas, pengelola negara sekarang mengkhianati amanah yg diberikan oleh para pendiri bangsa yg susah payah merebut kemerdekaan.

  15. subhanallahu says:

    perlu tingkat kepercayaan yang lebih terhadap pengelola investasi/sahamnya Pak, dengan track record pejabat BUMN yang seperti itu, apa kita bisa percaya? jangan-jangan sahamnya sekedar untuk tambahan bahan korupsi…

  16. anazkia said: Kalo saya malah ngebayangin akan ada orang2 kaya yang berinvestasi lebih banyak dan kelak dia mengaku BUMN tersebut adalah miliknya. *suudzon banget kan saya*

    Supaya aman, tidak ada klaim atas perorangan, maka dibentuklah semacam organisasi Penggalangan Dana Rakyat Indonesia. Ya bisa seperti sebuah “koperasi” yg berskala nasional, yg khusus untuk mengelola dana masyarakat untuk menjaga aset-aset bangsa. Siapa tahu dg kepemilikan saham itu malah bisa ikut mengelola operasionalnya juga. Kita bisa mengelolanya untuk menghasilkan profit bagi kemaslahatan seluruh bangsa Indonesia. Prinsip koperasi khan dari oleh dan untuk anggota.

  17. luqmanhakim says:

    Di Freeport sana, tak kurang dari 1 kg emas ditambang dan apa yang didapat Indonesia? Data dari WALHI, 90% kekayaan migas Indonesia dikuasai asing, apa yang didapat Indonesia?Itulah kehebatannya punggawa SBY, Mustafa Abubakar emang pandai menjual aset negara.

  18. subhanallahu said: iya, jalannya gimana klo mau partisipasi *ngegaya bak seorang milyader

    Hehehe, gak perlu jadi milyarder dulu buat beli saham, mas Wid.Mari kita belajar dari Arema, Jawara sepakbola nasional. PT. Arema Indonesia menjadi perusahaan go public. Sebuah solusi pembiayaan yg menurut saya lebih “gentleman” daripada menggerogoti APBD dan mengandalkan dana hibah dari pihak lain. Pemilik saham adalah para supporter Arema (Aremania dan Aremanita) yg dikolektif oleh sebuah yayasan kelompok supporter tsb. Tentu saja para supporter tsb terdiri dari beberapa lapisan masyarakat, krn harga sahamnya sangat murah, Rp 1000/lembar. Para supporter itu udah bener2 Satu Jiwa dg Arema, apapun mereka akan korbankan demi Arema :))Bukankah kita ini juga “supporter” untuk kesebelasan yg bernama “BUMN” yg kelak akan memegang kendali perekonomian suatu negara.

  19. rengganiez says:

    dan KS dijual dijadikan rayahan asing…gebleknya saham dijual bak kacang goreng, murah meriah

  20. adearin said: ide ini ngingetin sy sm adk ipar yg msh kuliah udah gila main saham….smp sy tergoda…..nyoba2 di akhir 2007 eh naseb kok 08 saham pd anjlok, kapokkk…..:)

    Yg ini jelas beda lho, mbak Dwi, krn yg dibeli adalah saham papan atas. Hanya krn mental pemerintah kita yg sakit aja shg saham yg pasti akan memberikan keuntungan besar bagi negara itu dijual.Kalopun rugi itupun gak akan kentara, krn belinya kolektif, ibaratnya patungan oleh seluruh rakyat Indonesia, yg dikelola oleh organisasi penggalangan dana rakyat Indonesia untuk penyelamatan BUMN.Just brainstorming :)Ini bukan soal pemerintah gak punya uang, tapi mereka gak peduli soal kemaslahatan masyarakat. Kejadian ini selalu berulang menjelang pemilu. Nanti ada waktu, akan saya share tentang kebusukan penjualan saham di Krakatau Steel, yg ternyata penikmatnya adalah mereka yg butuh dana untuk pemenangan pemilu 2014.

  21. fightforfreedom said: Krn harus buru-buru ke JCC untuk menghadiri acara puncak Indigo Fellowship. Mohon do’a restu ya 🙂

    Alhamdulillah… menjadi pemenang untuk kategori “Pengembangan UKM”. Saat menjawab reply ini acaranya masih berlangsung, diliput langsung oleh ANTV untuk Indigo Digital Music Award 2010. Sedangkan untuk kategori yg serius-serius (dimulai sejak pk 17.00) gak diliput ANTV. Memang tipikal banget, TV kita sukanya hura-hura… hahaha…

  22. anotherorion says:

    anazkia said: Tapi sumbangan suka rela

    jadi inget jaman krismon orang2 patungan ngasih sumbangan emas dan duit biar nyelametin perekonomian indonesia nyatane tetep ae jeblok dikorupsi meneh

  23. harissolid says:

    jiah…kejadian lagi nih….invest masuk ditukar aset harga korting..lama2 abis deh….

  24. debapirez says:

    fightforfreedom said: Minta maaf kawan-kawan, belum kelar balas komennya atu-atu. Krn harus buru-buru ke JCC untuk menghadiri acara puncak Indigo Fellowship. Mohon do’a restu ya :)Nanti dilanjut brainstormingnya. Kalo mau kopdar di sana boleh juga, call me ya, sekalian ngeliat ide-ide kreatif anak bangsa di sana.

    hati2 ya,Om. wah, pdhl deket kantor. tp kudu jemput istri di Salemba neh.

  25. Minta maaf kawan-kawan, belum kelar balas komennya atu-atu. Krn harus buru-buru ke JCC untuk menghadiri acara puncak Indigo Fellowship. Mohon do’a restu ya :)Nanti dilanjut brainstormingnya. Kalo mau kopdar di sana boleh juga, call me ya, sekalian ngeliat ide-ide kreatif anak bangsa di sana.

  26. martoart said: Ide ini sangat kiri sayang selalu gak berhasil, hanya karena rakyat tak paham mekanismenya dan tak ada semangat agregasi.

    Lha pemko aja bisa ngejual saham tim sepakbola ke masyarakat dg sistem kolektif, lha kok ini yg namanya masalah negara gak ada yg menginisiasi, cak Marto. aku sendiri juga masih belajar mekanismenya. Tapi paling tidak, sikap ini bisa membuat para anggota hewan bisa sembuh sakit telinganya. Perlu edukasi ke publik ttg masalah bangsa ini untuk menumbuhkan semangat agregasi.

  27. debapirez says:

    Syip, saya dah invest di saham & reksdana lho 😉

  28. postingbebas says:

    gimana kalo revolusi aja 🙂

  29. zaffara said: Sy kira ide ini tdk akan memberatkan.

    Semoga ya, mbak Win. Mencoba brainstorming sampai dapat ide yg bener2 mateng untuk digodok.

  30. Aku ikut sedih juga ngikutin bertita ttg karyawan Telkom yg dizalimi itu, kang Rawin.

  31. putrilan9it says:

    Ikut menyimak aja 😀

  32. anazkia says:

    Kalo gitu bukan investasi ya, Pak? Tapi sumbangan suka rela. Gimana jadinya kalo seluruh rakyat indonesia berinvestasi di satu BUMN yang sama? Masing2 dari seluruh rakyat indonesia tidak memahami arti investasi termasuk saya tentunya. Kalo saya malah ngebayangin akan ada orang2 kaya yang berinvestasi lebih banyak dan kelak dia mengaku BUMN tersebut adalah miliknya. *suudzon banget kan saya*

  33. ohtrie says:

    subhanallahu said: breng**k nih pemerintah kita

    mas Widd,ha mbok diperjelas ta kata berbintang itu kalo benernya adala kata: brengsek nih pemerintah kita

  34. subhanallahu says:

    iya, jalannya gimana klo mau partisipasi *ngegaya bak seorang milyaderbreng**k nih pemerintah kita memnag aslinya mikirin perutnya sendiri kok, fungsi sebagai pengayom rakyat tidak kelihatan sama sekali.

  35. jampang said: weh, butuh uang banyak wat beli sahamnya

    Kalo pake sistem kolektif, maka gak berat kok, mas Rifki.Saya pernah ikut beli saham sebuah organisasi sepakbola lokal HANYA dg Rp 10ribu, dg ikut andilnya sebagian besar masyarakat kota sehingga bisa terkumpul dana milyaran, dan tim sepakbola itu bisa eksis bahkan bisa membeli pemain asing.

  36. adearin says:

    ide ini ngingetin sy sm adk ipar yg msh kuliah udah gila main saham….smp sy tergoda…..nyoba2 di akhir 2007 eh naseb kok 08 saham pd anjlok, kapokkk…..:)

  37. postingbebas says:

    hehehe.. khan saya bilang “kalo” pak…sayangnya mereka bermental pengecut dan penghianat smua 😦 what a pity

  38. postingbebas said: kalo pemerintah punya keberanian bukankah bisa me-nasionalisasikan BUMN2 yg telah di privatisasi pak??

    punya keberanian??Waduh, mas, berkaca dari kejadian2 selama ini dan kengototan para anggota hewan pemegang mandat rakyat; kelihatannya gak ada rem yg bisa menghentikan mereka. Maka inilah saatnya SELURUH RAKYAT INDONESIA bergerak dg kompak. Bukan dg demo, krn mereka gak ada telinga yg bersedia mendengar argumen yg berbeda pendapat dg agenda politik mereka.

  39. ohtrie says:

    berhubung minta diduitnya masih seret, ya lest me see aja dulu dehh…

  40. bambangpriantono said: Maybank katanya dituntut BI untuk menjual sahamnya di BII

    Iya bener, mas Bambang, tapi Maybank ngotot gak mau jual, dah terlanjur keenakan mengeruk duit rakyat Indonesia rupanya. Akhirnya Bapepam ngasih deadline hingga awal Juni 2011 untuk melepas sahamnya di BII.Setelah kesebelasan Indonesia memukul telak Malaysia 5-1 kemaren, semoga mereka mikir bahwa bangsa Indonesia kini masih punya harga diri yg sangat besar.

  41. martoart says:

    fightforfreedom said: ada sekitar 250 juta rakyat Indonesia, bila masing-masing kepala keluarga menginvestasikan berdasarkan jumlah anggota keluarganya dengan uang 1000 saja (seharga saham Krakatau Steel), kita sudah punya 250 Milyar!!!

    Ide ini sangat kiri sayang selalu gak berhasil, hanya karena rakyat tak paham mekanismenya dan tak ada semangat agregasi.*bodohnyan kok ya termasuk saya

  42. hwibntato said: kalau beli saham di situ berarti kita harus kerja di situ ya, Mas?

    ya gak harus mas Hendra.Mari sama-sama belajar tentang investasi saham, bukan untuk memperkaya diri, tapi untuk andil pemikiran bagaimana menyelamatkan bangsa.

  43. zaffara says:

    Billiant… ! Good idea. Terlepas dr masalah lain, kecintaan kita sbg rakyat Indonesia dpt teruji dan terlihat , jika ide ini dilaksanakan. Sy kira ide ini tdk akan memberatkan. Negeri ini butuh orang-orang yg ikhlas, yg punya ide2 besar & berjuang utk mewujudkannya, drpd sekedar mengeluhkan keadaan dan menghujat sana sini.

  44. rawins says:

    pembiasan arti privatisasi sudah sejak jaman dulu kala. seperti ketika mayoritas saham indosat dijual ke singtel, setelah itu telkom divre 4 dijual ke indosat. kok bisa bisane pemerintah menolak ketika serikat karyawan telkom mengatakan aset telkom dijual ke asing. sudah jelas salah satu poin yang harus dipenuhi dalam penjualan itu adalah persetujuan karyawan, ini karyawan tidak setuju tapi pemerintah ngotot. sampai akhirnya karyawan yang selalu ngotot demo disodori surat permohonan pensiun dini. untung bisa dibatalkan walau harus makan korban sekian banyak karyawan teladan harus hengkang.#sekelumit pengalaman pahit dengan penguasa indonesia raya…

  45. postingbebas says:

    jampang said: weh, butuh uang banyak wat beli sahamnya:(

    uangnya ambil dari uang hasil sitaan koruptor2 yg udah diproses aja… macem gayus dll.

  46. jampang says:

    weh, butuh uang banyak wat beli sahamnya:(

  47. postingbebas says:

    kalo pemerintah punya keberanian bukankah bisa me-nasionalisasikan BUMN2 yg telah di privatisasi pak??

  48. Maybank katanya dituntut BI untuk menjual sahamnya di BII

  49. hwibntato says:

    kalau beli saham di situ berarti kita harus kerja di situ ya, Mas?

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: