Home » New World Order » Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan?

Benarkah Virus HIV sengaja diciptakan?

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah…

Berawal dari review saya tentang novel CODEX: Konspirasi Jahat Di Atas Meja Makan Kita. Di cover belakang tertulis:

DEPOPULATION PROGRAM ADALAH NYATA!
…….
Tahukah Anda jika HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?
……..

Kemudian mas Wikan memberikan pertanyaan yang bagus:

Wikan said:
kalau AIDS buat membasmi orang Afrika, kenapa orang Amerika dan orang di lain benua juga kena?

Karena terlalu panjang penjelasannya, maka saya buka thread baru, dengan jawaban sebagai berikut:

WHO tahun 2008 mencatat jika di benua Afrika sekurangnya ada 40 jutaan orang terjangkit HIV. Ini menurut data resmi, sedangkan semua orang tahu jika angka di lapangan bisa lebih banyak dua atau tiga kali dari data resmi. Di dunia ini, HIV memang dikenal sebagai pembunuh nomor satu orang-orang kulit hitam. Dalam perkembangan penelitian, banyak saintis dunia yang mengatakan bahwa HIV sengaja diciptakan untuk pemusnahan massal, siapa yang mengatakan:

[1] Doktor Mangari Waathai, Doktor Biologi peraih Nobel di tahun 2004, yang dengan tegas menyatakan jika HIV merupakan senjata biologi yang sengaja diciptakan untuk menghabisi satu etnis manusia. Sejarah HIV tidak berawal dari monyet-monyet yang hidup di Afrika lalu menulari manusia. Ini dusta besar orang-orang Barat. Sebagai orang Afrika, Mangari Waathai mengaku jika kaumnya telah berabad-abad silam hidup berdampingan dengan monyet-monyet di alam liar, namun dahulu tidak ada yang namanya HIV.
Referensi:

[2] Jacob Segal, Profesor Biologi di Humboldt University Jerman, yang berjudul “AIDS: USA Home-made Evil”. Dalam tulisannya, Segal meyakini jika Virus HIV berawal bukan dari Afrika, tapi dari Fort Detrick-Maryland, fasilitas penelitian senjata kimia dan biologi rahasia yang dimiliki Pentagon yang didanai Rockefeller, CIA, dan National Institute of Health; dengan cara menggabungkan genom viral dari VISNA dan HTLV-1, karena keduanya nyaris identik dengan genom HIV. Tulisannya bisa dibaca di Journal Science 1985 (227: 173-177) atau Conspiracy theories in American history: an encyclopedia, Volume 1, by Peter Knight, hal 43 dari 299.

[3] Profesor Willace L. Pannier yang meninggal baru-baru ini mengetahui semua itu dan dia juga meninggalkan catatannya tentang fakta di sekitar HIV. Berita kematiannya di sini. Kematiannya termasuk misterius seperti halnya para saintis lainnya yang juga masih misterius penyebab kematiannya. Baca: Highly Suspicious Deaths Of A Statistically Impossible Amount Of Top Scientists.

Tulisan di bawah ini meng-quote Novel “Codex: Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, hal 381-384, diceritakan bahwa pemeran utama menyebarkan bocoran catatan-catatan rahasia ke dunia internet (semacam wikileaks), yang membuat CIA (Unit Disinformasi) bekerja keras membuat informasi tandingan.

———- start quote ———-

Inilah catatan-catatan yang dibuat Willace L. Pannier di sela-sela kesibukannya bergabung dengan tim khusus di Laboratorium Fort Detrick, AS.

“HIV merupakan istilah baru bagi virus lama bernama SV40. Ini adalah nama bagi salah satu dari sejumlah organisme viral andalan yang telah diisolasi oleh seksi virus di Fort Detrick. SV40 dapat dijadikan sebagai virus yang mampu menyerang dan menghancukan sistem kekebalan tubuh manusia. Semua ini digagas oleh orang-orang seperti Prescott Bush, Harriman, Rockefeler, dan sekutu The New World Order lainnya, yang sepakat menjalankan agenda Eugenics Movement sejak awal tahun 1900-an”.

Eugenics Movement merupakan gerakan rasialis untuk memperbanyak ras manusia superior (kulit putih, mata biru, dsb), dan menghancurkan ras manusia yang dianggap inferior (kulit berwarna, lemah fisik, cacat, dsbnya). Gerakan ini secara nyata telah dipraktekkan Adolf Hitler dengan NAZI-nya dalam PD II. Keluarga Harriman pada tahun 1910 mendanai Eugenics Record Office di Cold Spring Harbor, NY, dimana salah satu produknya adalah Human Genome Project.

Pannier memaparkan bahwa ada satu nama yang erat dengan sejarah HIV itu sendiri yakni Doktor Hilary Koprowski, seorang Yahudi Polandia. Koprowski lahir di Warsawa, 5 Desember 1916 yang kemudian dikenal dunia sebagai pakar imunologi dan juga pakar virus. Riwayat hidup Koprowski jelas-jelas membuktikan jika NAZI memang berkolaborasi dengan sejumlah elit Yahudi. Ketika NAZI menyerang Polandia di tahun 1939, NAZI mengizinkan Koprowski untuk meneruskan pendidikannya hingga meraih gelar dokter. Atas izin NAZI pula dia meninggalkan Polandia dan pindah ke Italia, negeri sekutu NAZI. Dari Italia, Koprowski pergi ke Brazil untuk meneliti penyakit kuning dan virus-virus neotropik dengan dana dari Rockefeller Foundation.

Di tahun 1957, Koprowski melakukan percobaan vaksin polio di Afrika. Koprowski menggunakan tisu ginjal monyet yang telah dipaparkan virus SV40 dan menginjeksi vaksin yang telah terkontaminasi tersebut kepada ribuan orang Negro Afrika. (Buku “The Dark River: A Journey to the Source of HIV and AIDS”; dan buku “Deadly Mist, Upaya Amerika Merusak Kesehatan”). Walau mengakui hal ini, namun Koprowski menolak jika dikatakan telah menciptakan virus HIV. (sumber: Hilary Koprowski: AIDS and the Polio Vaccine).

Walau demikain bukti-bukti di lapangan telah menunjukkan jika titik awal epidemi AIDS memang berasal dari Afrika Tengah, lokasi yang sama ketika Koprowski melakukan vaksinasi polio terhadap lebih dari 300 ribu orang negro Afrika di tahun 1957 hingga 1960.

Dalam catatan akhirnya tentang HIV-AIDS, Pannier menulis:

“Sudah menjadi strategi kelompok elit ini sejak dulu untuk bermain di dua kaki: Menciptakan penyakit, dan menciptakan obatnya. Namun tak jarang obat yang diciptakan ternyata malah memperkuat penyakit tersebut sehingga pasien akan memerlukan obat lain yang jauh lebih kuat dan menyebabkan dia ketergantungan obat-obatan medis. Mereka menciptakan banyak pelanggan dari usaha jahat ini.”

“HIV dan AIDS diciptakan oleh konspirasi jahat keluarga Harriman, Rockefeller, dan Bush. Ketiganya kuliah di Yale University dan bergabung dalam komunitas penyembah Lucifer Universitas Yale bernama “The Skull and Bones Brotherhood”. Dan faktanya, Universitas Yale adalah pemegang hak paten atas salah satu obat utama HIV yang dikenal dengan istilah d4t atau Zerit yang ditemukan awal 1990-an, dan menunjuk Bristol Myers untuk memproduksi dan memasarkannya. Dari obat ini saja, Yale menerima royalti sebesar US $328 juta. Padahal, Zerit tidak menghilangkan HIV namun hanya memperpanjang usia sehingga orang yang menderita HIV dapat menularkannya dan “merekrut” banyak calon pelanggan obat-obatan mereka.

———- end quote ———-

Sebagai rujukan tambahan, silakan lihat video dokumenter: IN LIES WE TRUST.
Film karya Sir Leonard George Horowitz tentang sejarah bioterorism, termasuk bagaimana AIDS dan vaksin-vaksin jahat itu sengaja diciptakan, juga peran CIA serta media propaganda Hollywood. Video In Lies We Trust ini berdurasi 2 jam 30 menit. Video ini semakin meyakinkan saya bahwa kejahatan bioterorism adalah NYATA.




Fight For Freedom!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
28.12.2010

Advertisements

58 Comments

  1. ivo diego meo,sh says:

    Selamat sore untuk para penelitian.
    saya cuma mau sampaikan usul dan saran saja dan kalau bisa usul dan saran ini dilakukan penelitian.
    Saya mempunyai suatu penafsiran tentang pencegahan virus hiv, kita tau bahwa penularan tercepat virus hiv lewat suntik, transvusi dara hubungan sexsual dimana virus hiv lebih cepat berkembang lewat darah.
    saya mempunyai satu pendapat dimana seseorang yg kena demam berdara dpt ditularkan lewat gigitan nyamuk namun mengapa virus hiv tidak ditularkan lewat gigitan nyamuk, pada hal virus hiv sangat cepat dan mudah berkembang di darah.
    Menurut sy dalam tubuh nyamuk pasti memiliki zat atau serum untuk menghambat atau mematikan perkembanan virus hiv karna virus hiv tdk dpt di tularkan oleh gigitan nyamuk, sedangkan perderita demam berdara cukup dgn satu gigitan nyamuk pada penderita demam kemudian nyamuk tersebut menggigit orang sehat pasti tertular tetapi kenapa hiv tidak ?; padahal kita sama2 tau hiv cepat kalau tertular lewat darah.
    Melihat dari pendapat/contoh sederhana ini kemungkinan besar dalam tubuh nyamuk terdapat serum anti hiv.
    saran saya ini cobah para ahli melakukan riset tentang ini.Terimah kasih

  2. Freddrik Von Katterson says:

    Assalamu’alaikum. Sebagai umat Islam sudah seharus-nya kita waspada dan peduli kepada diri sendiri, keluarga kita dan sesama serta pada siapa saja. Tetap mohon perlindungan kepada Allah yang maha kuasa atas segala-Nya, termasuk terhadap bahaya yang sangat besar ini. Bisa jadi bahaya ini adalah merupakan salah satu fitnah dajjal (sesembahan zionis yahudi). Dan agar selama-nya kita terhindar dari fitnah dajjal, salah satu cara-nya adalah dengan rutin atau sering membaca QS. Al Kahfi (17) ayat 1 – 10. Tetap waspada dan tetap semangat. Wassalamu’alaikum.

    • will mcbroto says:

      butuh sedikitnya 1cc untuk hiv hidup.sedang nyamuk tdk cukup darah intuk hidup virus ini,makanya tidak ditularkan oleh nyamuk,dan perlu diketahui bahwa nyamuk bth darah untuk menhidupi telur diperutnya,sedang dia menggunakan virus dengue ditubuhnya untuk mengencerjkan darah agar tidk mampet di cucuknya atau di alat sedot darah nyamuk tadi.smoga paham dari wills mcbroto

  3. Yoet says:

    Konspirasi iluminuti yang ingin mewujudkan tatanan dunia baru (new world order),lewat ekonomi,politik,perang,ideologi semua dilakukan demi sang lucifer.
    Terima kasih atas infonya menambah wawasan saya mengenai konspirasi jahat global.

  4. The number of people living with HIV rose from around 8 million in 1990 to 34 million by the end of 2010. The overall growth of the epidemic has stabilised in recent years. The annual number of new HIV infections has steadily declined and due to the significant increase in people receiving antiretroviral therapy, the number of AIDS-related deaths has also declined.


    Source=http://www.avert.org/worldstats.htm

    • daicyzara says:

      thanks mas Iwan infonya,.
      hebat bisa meracik artikelnya sampai seperti ini.

      saya mau diam dulu, baca2 dulu, nanti baru tanya..
      saya belum mumpuni untuk komen hal-hal seperti ini.. hehe^^

      saya cuma kagum saja, seandainya benar ada(firasat saya bilang sih benar, hehe), kok bisa ya mereka sangat terstruktur seperti ini.. terstrukturnya berabad-abad lagi,. meski tidak rapi.. tapi ya tetap saja, hebat.

      kalau untuk konteks ini, saya cuma bisa ambil porsi di depopulation,

      kalau benar : aids dapat memusnahkan orang afrika -> akibatnya depopulation -> mendukung teori evolusi darwin -> siapa darwin? tahu kan gosipnya.. nanti muncul darwin edisi tahun 2000, yang dengan seenaknya akan berkesimpulan bahwa ini merupakan seleksi alam. yang terbaik dan terkuat itulah yang bisa bertahan.

      itu aja deh..hihi.

  5. nurfirman40 says:

    jadi ragu sama orang orang yg terkenal…..awas itu america yahudi…jangan macam macam…….saya sumpahin mau hee hee heee……gila para saintis……keterlaluan

  6. Itulah masalahnya, bagi Yahudi-Zionis itu kitab mereka ya Talmud. Kitab yang bahkan berani-beraninya menghina Tuhan, apalagi sekedar mengatakan kalau selain Yahudi tidak dianggap manusia yang punya hak untuk hidup! Benar-benar me-nge-ri-kan! Kalo nggak inget kebesaran Allah SWT yang jauh…lebih Mahabesar dari zionis itu, rasanya udah gak bisa bernafas!

  7. daun2kering says:

    linknya bermanfaat pak iwan,sepertinya saya harus baca tulisan ini dirumah sambil berdiskusi dengan suami..sekaligus mengamati tiap comment yg ada pastinya..mungkin akan saya ajukan juga ke dokter kandungan saya..terima kasih pak iwan ^_^

  8. zenstrive said: The Druidic Pillars itu emang nyeremin kata-katanya

    iya, serem banget, mas Eko, saya bahas juga di sini:Georgia Guidestone – Prasasti 10 Perintah Tata Dunia Baru

  9. zenstrive says:

    The Druidic Pillars itu emang nyeremin kata-katanyacoba cek di vigilantcitizents.com untuk lengkapnya

  10. Di halaman 62-63 buku “Ancaman Bioterorisme Yahudi di Indonesia”, penulis buku Dr.Mircea Windham menyampaikan:”Saya akhirnya menemukan kebenaran setelah saya melakukan perjalanan ke Elberton, Georgia, dan berdiri di bawah bayangan sebuah monumen menyerupai Druid (pendeta kuno non Kristen) yang dibangun di sana, serta membaca kata-kata yang terpahat pada pilar-pilar batu besar bangunan tersebut. Dalam hal ini semakin jelas bahwa tepat ketika Tuhan kita dulu memberikan kepada umat manusia Sepuluh Perintah-Nya sebagai panduan kehidupan kita, pun mereka dari “dunia gelap” telah mendapatkan perintah dari “tuhan” yang mereka sembah. Sepuluh Perintah “panduan hidup” tersebut tertulis dalam delapan bahasa berbeda pada empat pilar granit American Stonehenge. Pesan tersebut merencanakan masa depan yang mengerikan bagi umat manusia, dan menjelaskan mengapa upaya-upaya pendekatan terhadap epidemik AIDS dari sudut pandang yang logis selalu gagal.Sebelum Anda mencerca dan menolak pendapat saya sebagai suatu kegilaan, periksalah referensi saya, setelah barulah Anda boleh menyangkal kesimpulan saya. Jika dugaan saya ini tidak berdasar dan Anda merasakan adanya bentuk penipuan, silakan Anda kembali ke kehidupan Anda sehari-hari dan tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Sebaliknya, jika Anda memutuskan bahwa pernyataan saya ini adalah benar adanya, atau bahkan sebagian benar, maka Anda secara moral berkewajiban untuk memutuskan peran apa yang harus Anda mainkan sebagai respon terhadap genosida dunia yang terungkap di depan mata Anda. Bagaimana Anda akan melindungi diri Anda sendiri, orang-orang yang Anda cintai, dan jutaan orang yang tak berdaya di seluruh dunia yang telah dijadikan sasaran pembinasaan.”

  11. bambangpriantono said: Serem ah

    sama seremnya ketika membaca buku: Ancaman Bioterorisme Yahudi di IndonesiaApa yang menjadi tema novel Codex ini, dibahas detail dalam buku karya Dr.Mircea Windhan ini. Buku ini menguraikan fakta-fakta atas rancana mereka yg tertulis dalam Baba Mezia 114a-114b dari Kitab Talmud: “Non-Jews are not human. Only Jews are human”

  12. nurfirman40 says:

    eeemmm pernah ku duga tapi……yah cuman dugaan ku

  13. hwwibntato said: sungguh sebuah penipuan yang besar …

    dan sangat menyesakkan dada ya, mas Hendra.Kejahatan-kejahatan itu akhirnya terungkap.

  14. Terimakasih atas waktunya, semoga Allah SWT memudahkan urusan Pak Widodo. amiin.Sebagai rujukan tambahan, silakan lihat video dokumenter: IN LIES WITH TRUST.Film karya Sir Leonard George Horowitz tentang sejarah bioterorism, termasuk bagaimana AIDS dan vaksin-vaksin jahat itu sengaja diciptakan, juga peran CIA serta media propaganda Hollywood.Videonya bisa disimak di: Youtube: In Lies With Trust ada 16 bagian. Semoga bermanfaat.Video ini semakin meyakinkan saya bahwa kejahatan bioterorism yg dilakukan oleh AS adalah nyata, seperti yang telah disampaikan dalam novel Codex.

  15. martoart says:

    Info tentang obat berbahaya gini seharusnya membawa kita untuk berupaya hidup sehat. Barangkali mergerak ke bahan organik akan baik buat kesehatan.*Ning kok susah ya njauhin rokok? sedeeeeh…

  16. subhanallahu says:

    @ Pak Iwan, untuk yang pembahasan tentang “pernyataan” scientist saya memang membutuhkan waktu untuk mencermati, butuh energi lebih, dan mungkin ga bisa segera, mungkin juga harus konfirm ke senior-senior saya 🙂 besok sore saya cabut ke Jakarta sampai Senin, entahlah klo ada waktu karena fokus dulu ke keluarga. Ini juga di rumah internetnya lelet melulu, akhir bulan ikutan lelet, padahal jatah bandwidth masih banyak, hahaha….Untuk yang di http://www.rense.com/general59/vvac.htm memang saya setuju sebagian saya lihat ada komposisinya yang ga jelas, terutama kehalalannya. Di RS saya pernah ada obat untuk perangsang air susu ibu diganti karena mengandung ekstrak plasenta manusia. Dan di link Pak Iwan juga ada beberapa, sedang kadar formalin/formaldehide, MSG, dan Thimerosal, tidak disebutkan dengan jelas. Formalin sendiri dalam kadar yang sangat rendah terdapat dalam buah-buahan loh…Nah, di sinilah memang kita harus mendorong pemerintah turut menyaring dan memproteksi rakyatnya dari unsur-unsur tak halal dan di duga bahaya. Terimakasih telah diundang untuk diskusi… 🙂

  17. subhanallahu said: Jadi saya cuma meminta carilah kebenaran yang sesungguhnya, dalil dalam kitab suci menyebutkan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kita bertindak tidak adil. Karena kita curiga dengan adanya konspirasi, semua hal yang datang dari mereka kita curiga juga sifatnya konspiratif tanpa perlu memikirkannya…

    Terimakasih, Pak. Semua komentar dalam diskusi ini akan saya coba diskusikan kembali dengan penulis. Tentu saja yang hanya di dalam ruang lingkup (vaksin HIV dan vaksin2 “liar” itu, bukan 5 vaksin imunisasi dasar), dan saat ini belum menyentuh di ranah itu, baru masih seputar penyamaan perspektif ttg imunisasi, dan saya pun sependapat soal 5 imunisasi dasar itu, krn memang tidak berbahaya; maka dg sabar saya menunggu pencerahan Dokter Widodo kembali atau para MPers lainnya untuk fokus kpd vaksin HIV dan vaksin2 yg dianggap berbahaya spt yg dilansir http://www.rense.com/general59/vvac.htm*sambil nunggu pertandingan bola 🙂

  18. subhanallahu said: Untuk mereka yang masih menolak imunisasi silakan baca penjelasan yang sangat baik oleh mba Lita berikut:

    Awalnya inti pembahasan ada pada masalah vaksin HIV, kemudian menyinggung vaksin-vaksin lain yang dikatakan “liar”.Sebenarnya, bukan bermaksud menolak imunisasi. Tapi cukup percaya dg seruan yg menjadi Keputusan Menteri Kesehatan:BCG, DPT, Polio, Campak Dan Hepatitis B Imunisasi Wajib Bagi Semua Bayi.5 vaksin ini boleh dikatakan aman. Sedangkan Depopulation Program itu memanfaatkan vaksin2 “liar” di luar yg 5 itu. Jadi, saya masih positif dg 5 vaksin itu, Pak Dokter, hehehe…

  19. subhanallahu said: tentang HIV/AIDS, saya katakan saya sudah mencermati link yang diberikan dalam tulisan. Sangat tidak meyakinkan dan tidak jelas penelitiannya, hanya sekedar perkataan dan asumsi, bahkan klaim yang dibuat-buat…

    Kalo boleh tahu, di link yg mana ya, pak? Maksudnya, pernyataan scientist yg mana?*maaf, biar lebih focus.

  20. Syukurlah, Thiomersal sudah dihindari pemanfaatannya untuk vaksin, sebab ngeri ada pernyataan di wikipedia seputar Toxicology kandungan ini:”Thiomersal is very toxic by inhalation, ingestion, and in contact with skin (EC hazard symbol T+), with a danger of cumulative effects. It is also very toxic to aquatic organisms and may cause long-term adverse effects in aquatic environments (EC hazard symbol N). In the body, it is metabolized or degraded to ethylmercury (C2H5Hg+) and thiosalicylate.”Di link yg pak dokter sampaikan:”Furthermore, thimerosal has been removed from many vaccines, and “none of the vaccines now used to protect preschool children against 12 infectious diseases contain thimerosal as a preservative,” according to Quackwatch.”Ada yg masih mengganjal: sejak kapan kandungan thimerosal di-removed? Bagaimana nasib “penikmat” vaksin itu sebelum bahan itu ditetapkan terlarang?Terimakasih pencerahannya.

  21. subhanallahu says:

    Nah, itu baru tentang imunisasi Pak, tentang HIV/AIDS, saya katakan saya sudah mencermati link yang diberikan dalam tulisan. Sangat tidak meyakinkan dan tidak jelas penelitiannya, hanya sekedar perkataan dan asumsi, bahkan klaim yang dibuat-buat…dan lebih bahaya adalah menisbatkan orang/ahli tertentu telah berkata hal demikian padahal tidak alias pencatutan nama saja (yah, seperti tipikal hoax pada umumnya)… detailnya insyaAllah klo ada waktu lebih akan saya teliti satu-satu.Untuk mereka yang masih menolak imunisasi silakan baca penjelasan yang sangat baik oleh mba Lita berikut:http://lita.inirumahku.com/health/lita/ajakan-menolak-imunisasi/Contoh situs luar negeri yang saya maksud tidak terlepas dari kepentingan bisnis lainnya, menjelek-jelekan vaksin ternyata ada udang dibalik batunya 🙂 misalnya:http://www.knowvaccines.com/holistictherapies.htmJadi saya cuma meminta carilah kebenaran yang sesungguhnya, dalil dalam kitab suci menyebutkan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuat kita bertindak tidak adil. Karena kita curiga dengan adanya konspirasi, semua hal yang datang dari mereka kita curiga juga sifatnya konspiratif tanpa perlu memikirkannya…”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”Al-Maaidah Ayat: 5

  22. subhanallahu says:

    Silakan baca yang lengkap dan cermat di Wiki tersebut. Sudah dijelaskan tidak ada korelasinya Autism dengan keberadaan Thimerosal/Merkuri/Hidrargirum/Raksa dalam vaksin yang dosisnya sangat-sangat-sangat kecil dalam vaksin. Yang tidak boleh dilupakan, banyak sumber lain dari diet dan lingkungan hidup sehari-hari yang berpotensi memberi paparan merkuri, seperti dari makanan, tempat kerja, beberapa krim untuk kulit sampai dalam amalgam untuk kesehatan gigi. Semua itu bisa memberikan paparan merkuri dalam jumlah lebih tinggi daripada akibat pemberian vaksin. Berbagai bentuk polusi bisa menjadi sumber penularan penyakit dan efek toksik. Bahkan vaksin sekarang banyak yang sudah tidak pake Thimerosal semata-mata agar para ibu terdorong kembali untuk imunisasi dan tidak merasa was-was…Kandungan thimerosal sendiri di dalam vaksin tidak bisa dikatakan sebagai toksin. Karena baru bisa dibilang toksin bila sudah tercapai kadar sebagai toksin, sebagaimana za-zat lainnya seperti besi, apa iya lalu kita tidak boleh makan bayam?Memang lebih aman ga usah pake vaksin yang ada raksa, dan sudah banyak beredar, tapi klo memilih untuk tidak imunisasi, ini merupakan suatu kesesatan logika berpikir…Baca lagi di link berikut:http://lawalangy.wordpress.com/2007/08/11/keamanan-penggunaan-thimerosal-dalam-vaksin/http://archive.kaskus.us/thread/1831239http://www.mer-c.org/penyakit-infeksi/187-thimerosal-vaksin-hepatitis-b-autisme.htmlhttp://www.fda.gov/BiologicsBloodVaccines/SafetyAvailability/VaccineSafety/UCM096228#t1http://lita.inirumahku.com/?s=imunisasi

  23. zenstrive said: Thiomersal itu toxic http://en.wikipedia.org/wiki/Thiomersal

    wowww… wikipedia dengan 27 referensi !!!sementara nyimak dulu… apakah benar2 ttg Thiomersal itu hoax. Tapi kalo berita hoax itu bersumber dari WHO, jadi mikir, mengingat kecurangan WHO soal vaksin flu burung yang telah menipu jutaan umat manusia sedunia.

  24. Bila ragu dan mengambil langkah untuk tetap imunisasi, cara paling aman sekaligus jalan tengah… ambil imunisasi dasar aja, gak usah yang macem-macem. Sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI:BCG, DPT, Polio, Campak Dan Hepatitis B Imunisasi Wajib Bagi Semua Bayi Ada beberapa vaksin imunisasi jenis-jenis tertentu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena bersifat merusak.

  25. subhanallahu says:

    untuk imunisasi, sebelum saya berargumen lebih banyak (dan sebenarnya ga pengen banyak omong karena sudah banyak yang mejlesakan secara benar), silakan baca di sini: http://hoax.wordpress.com/2007/04/27/kandungan-thimerosal-pada-vaksin-hepatitis-b-dapat-mengakibatkan-autis/#commentsintinya mendahulukan ilmu daripada hanya asumsi bahkan hoax saja 🙂 dan apalagi dihubung-hubungkan dengan konspirasi. Memang konspirasi itu ada, tapi mbo ya jangan dipukul rata semuanya konspirasi 🙂

  26. zenstrive says:

    zaffara said: Di pos2yandu yg memberikan fasilitas vaksinasi, jarang masyarakat yg menanyakan atau bahkan meminta vaksin dg syarat tertentu (sama jg dg kl pergi ke dokter, masyarakat kita tdk terbiasa menanyakan detil kpd dokternya ttg tindakan dan pengobatan yg diberikan kpdnya), bahkan mugkin tidak terfikir apa2 ttg imunisasi itu spt apa, manut saja.

    mudah2an kita semua bisa berkesempatan memberi tahu pada mereka

  27. zaffara says:

    zenstrive said: kalo diimunisasi, minta yang vaksinnya tidak mengandung pengawet dari senyawa mercury.

    Di pos2yandu yg memberikan fasilitas vaksinasi, jarang masyarakat yg menanyakan atau bahkan meminta vaksin dg syarat tertentu (sama jg dg kl pergi ke dokter, masyarakat kita tdk terbiasa menanyakan detil kpd dokternya ttg tindakan dan pengobatan yg diberikan kpdnya), bahkan mugkin tidak terfikir apa2 ttg imunisasi itu spt apa, manut saja.

  28. hwwibntato says:

    berarti, apa yang kita sangka sebagai ‘ilmiah’ itu, ternyata bisa juga merupakan kebohongan semata, ya?sungguh sebuah penipuan yang besar …

  29. mayamulyadi said: Walah… Cari2 info soal imunisasi deh… *jadi watir…

    Tabayyun jauh lebih baik, mbak Maya. Selamat belajar juga 🙂

  30. subhanallahu said: nanti kita bahas lebih lanjut, saya sudah mencermati beberapa link yang ternyata tidak nyambung dan tidak bisa dipercaya…

    Terimakasih, Dr. Widodo, kami tunggu ya.. dengan catatan tidak memberatkan atau menganggu tugas-tugas Dr. Widodo. Terimakasih atas pencerahannya.Dalam lembar Ucapan Terimakasih, novel ini disusun atas bimbingan Menteri Kesehatan KIB I, ibu Dr.dr.Siti Fadhilah Supari, yang insya’ Allah kalo kembali ke Jakarta nanti saya sempatkan bertemu dg penulis (bp. Rizki Ridyasmara) untuk menyampaikan paparan lain menurut perspektif Dr. Widodo. Aduh, senangnya bisa punya kesempatan belajar soal ini :))

  31. jampang said: teman saya malah enggak mau anaknya diimunisasi. katanya juga ada buku yang bahas soal ini…. anak yang tidak diimunisasi pertumbuhannya lebih baik dari yang diimunisasi… wallahu a’lam

    Terimakasih komen-nya, mas Rifki. ya.. wallahu a’lam.Okey, saya quote Novel “Codex: Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, hal 241:”Program Vaksinasi yang gencar dikampanyekan secara global sejak puluhan tahun lalu sesungguhnya tidak perlu dilakukan karena sistem tubuh manusia pada dasarnya telah memiliki ketahanannya tersendiri terhadap penyakit. Tuhan telah begitu sempurna menciptakan manusia. Hanya saja, walau demikian faktanya, sistem kekebalan tubuh seorang bayi itu sangat tergantung pada masa kehamilan sang ibu, apa yang dikonsumsinya selama mengandung dan bagaimana kondisi psikisnya. Sayangnya, saat kehamilan, banyak sekali obat-obatan kimiawi -yang direkomendasikan WHO- yang masuk ke dalam tubuh sang ibu sehingga malah memperlemah sistem kekebalan sang janin,” papar Contrada.Saya quote lagi Novel “Codex: Konspirasi Jahat di atas Meja Makan Kita”, hal 234:”Ya. Itu belum termasuk penggunaan vaksin yang dikampanyekan WHO sebagai anti penyakit atau untuk kekebalan tubuh manusia. Padahal banyak vaksin justru merupakan zat berbahaya yang lebih jahat ketimbang penyakit yang ingin ditangkalnya. Dalam simposium perkembangan masa depan dunia di tahun 1957, vaksin dikampanyekan ke seluruh dunia dan hasilnya, sampai dengan tahun 1960-an, ribuan orang di seluruh dunia meninggal akibat kanker. Padahal vaksin itu dibuat dari sejumlah mikroba, antibiotik, zat kimia, dan sampingan bahan-bahan metal dan hewan,” tambah Contrada sambil memperlihatkan dua halaman dalam dokumen di tangannya yang memaparkan “jeroan” sejumlah vaksin populer. Selanjutnya di novel “Codex”, hal 234-241, ditampilkan secara detail vaksin-vaksin beserta “jeroan”nya; tentunya dengan keterangan berbahasa Indonesia. Bagi yang ingin melihat sumbernya, ada di sini: http://www.rense.com/general59/vvac.htm

  32. subhanallahu says:

    tulisan ini mencampuradukkan antara fakta ilmiah (yang tentu saja sudah terlihat dampak positifnya jika hanya dibandingkan asumsi yang membantahnya dan sekali lagi itu pun sarat dengan kepentingan yang saya maksud di review sebelumnya) dengan teori konspirasi Pak, nanti kita bahas lebih lanjut, saya sudah mencermati beberapa link yang ternyata tidak nyambung dan tidak bisa dipercaya…

  33. subhanallahu says:

    imunisasi itu buat pencegahan, bukan berarti klo selalu sehat tidak akan bisa tertular penyakit, klo ga percaya, coba saja dekatkan anak kita yang ga diimunisasi ke anak yang sakit tertentu….

  34. zaffara says:

    jampang said: teman saya malah enggak mau anaknya diimunisasi. katanya juga ada buku yang bahas soal ini…. anak yang tidak diimunisasi pertumbuhannya lebih baik dari yang diimunisasi… wallahu a’lam

    anak2 saya jg ga ada yg diimunisasi mas, alhamdulillah sehat2 aja smp sekarang

  35. ibnux says:

    Mantap penjelasannya 🙂

  36. mayamulyadi says:

    Walah… Cari2 info soal imunisasi deh… *jadi watir…

  37. agamfat says:

    debapirez said: Wah, saya jg dah baca ini neh. Sadis euy. Virus flu burung jg salah satu senjata mereka. Mas Iwan, uang ga kenal negara & agama. Demi uang, bahkan mereka rela mengorbankan bangsanya sendiri.Arah ke depan, setiap penduduk di dunia akan dipasang microchip agar pemerintah AS mampu mengontrol manusia. Sbg percobaan, beberapa murid SD di AS sudah disuntik microchip trsebut.

    kalau kata temanku peneliti kesehatan hewan di balai veteriner Deptan, sebenarnya flu babi, dsb ini adalah kegoblokan dari Amerika dan Inggris, yang sok tahu mau menganalisa recent outbreak dg peralatan yg terhitung canggih tapi dilakukan serampangan. Penyakit kuku mulut di Inggris ini bermula dari kacaunya pengelolaan lab di Surrey, sampai sekarang Inggris belum bebas PMK. Kalau Flu babi itu dari New Mexico dan menyebar ke Mexico

  38. zenstrive said: vigilantcitizens.com

    Nice info for this site, mas Eko.Tentang site ini: http://vigilantcitizen.com/?page_id=2*ntar dilanjut lagi, banyak agenda meeting hari ini.

  39. zenstrive says:

    vigilantcitizens.com

  40. debapirez said: Arah ke depan, setiap penduduk di dunia akan dipasang microchip agar pemerintah AS mampu mengontrol manusia. Sbg percobaan, beberapa murid SD di AS sudah disuntik microchip trsebut.

    Nah, ntar kalo ada waktu saya akan bahas juga novel “Novus Ordo Seclorum”, yang bercerita tentang pemasangan microchip ditubuh manusia sbg pengganti ID Card.

  41. zenstrive says:

    zaffara said: Lagi-lagi.Jadi berfikir, ngeri jg kl program imunisasi skrg yg ada di Indonesia atau negara2 berkembang lainnya ternyata disusupi gerakan semacam Eugenics Movement.

    kalo diimunisasi, minta yang vaksinnya tidak mengandung pengawet dari senyawa mercury.

  42. jampang says:

    zaffara said: Lagi-lagi.Jadi berfikir, ngeri jg kl program imunisasi skrg yg ada di Indonesia atau negara2 berkembang lainnya ternyata disusupi gerakan semacam Eugenics Movement.

    teman saya malah enggak mau anaknya diimunisasi. katanya juga ada buku yang bahas soal ini…. anak yang tidak diimunisasi pertumbuhannya lebih baik dari yang diimunisasi… wallahu a’lam

  43. zaffara says:

    Lagi-lagi.Jadi berfikir, ngeri jg kl program imunisasi skrg yg ada di Indonesia atau negara2 berkembang lainnya ternyata disusupi gerakan semacam Eugenics Movement.

  44. debapirez says:

    Wah, saya jg dah baca ini neh. Sadis euy. Virus flu burung jg salah satu senjata mereka. Mas Iwan, uang ga kenal negara & agama. Demi uang, bahkan mereka rela mengorbankan bangsanya sendiri.Arah ke depan, setiap penduduk di dunia akan dipasang microchip agar pemerintah AS mampu mengontrol manusia. Sbg percobaan, beberapa murid SD di AS sudah disuntik microchip trsebut.

  45. thetrueideas says:

    wuih…conspiracy theory

  46. ydhappy says:

    TFS Pak Iwan. Fakta-fakta yg mengajak manusia untuk berpikir karena memang manusia diciptakan ALLAH SWT sebagai makhluk yg mampu berpikir:)

  47. zenstrive said: HIV sendiri katanya gak ada, yang ada kombinasi racun yang merusak tubuh.

    Nah itu spt yg ditulis Jacob Segal (scientist no.2) dlm jurnalnya. Link-nya saya sertakan di atas.

  48. srisariningdiyah said: senjata kimia dan biologi memang ada dari dulu kog, cuma kan masa iya dikasih tahu ke publik hehe paling kalo dah nyebar deh baru ketahuan borok2 yang bikin…

    Scientist no.1 & 2 itu FAKTA, penyampaian tulisannya sudah menjadi makanan publik.Sedangkan scientist no.3 itu keburu meninggal dunia sebelum dikorek lebih lanjut siapa dibalik itu semua. Sedangkan penyampaian ke publik itu oleh saintist no.3 (quote di atas) adalah kisah FIKSI dalam sebuah novel, seakan-akan sedang terjadi kobocoran informasi ala wikileaks. Tapi kejadian2 spt apa yang “disampaikan” saintis no.3 itu ada bukti-bukti yang mengarah ke sana. Ditunjukkan dg literatur-literatur terkait. Jadi, ceritanya, para agen CIA itu mengejar-ngejar para pemeran utama karena menyimpan microchip yang berisi penelitian-penelitian percobaan-percobaan rahasia. Gitu, mbak Ari. Siapa tahu hal awalnya Fiksi menjada Nyata. Novel ini mengajak kita untuk terus menyelami berbagai kejanggalan yg nyata terjadi.

  49. zenstrive says:

    HIV sendiri katanya gak ada, yang ada kombinasi racun yang merusak tubuh.

  50. senjata kimia dan biologi memang ada dari dulu kog, cuma kan masa iya dikasih tahu ke publik hehe paling kalo dah nyebar deh baru ketahuan borok2 yang bikin…

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: