Home » Amazing People » SOUL SURFER: Pelajaran Menyikapi Badai Yang Menghancurkan Impian

SOUL SURFER: Pelajaran Menyikapi Badai Yang Menghancurkan Impian

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

” And I’ve learned that life is a lot like surfing. When you get caught in the impact zone, you need to get right back up because you never know what’s over the next wave. And if you have faith, anything is possible.“
(Bethany Hamilton)

.
.
.

Siapa yang pernah merasakan saat berada di puncak kebahagiaan atau sedang menikmati masa – masa indah menjalani mimpi-mimpinya (living the dreams), namun tiba – tiba datang badai atau cobaan kehidupan yang membuyarkan saat – saat indah itu semua?

Atau siapa yang sedang menikmati proses menuju puncak, namun ditengah – tengah perjalanan tersebut, datang badai yang mengantarkannya kembali ke titik nol lagi?

Meski sudah memahami bahwa “life never flat”, namun siapkah Anda ketika berada dalam kondisi seperti itu?

Untuk belajar menyikapi situasi – situasi tersebut, coba saksikan film “Soul Surfer” ini. Film sport drama yang dirilis pada tahun 2011 ini merupakan autobiografi salah satu kisah nyata paling inspirasional milik ‘pemburu ombak’ wanita profesional berlengan satu bernama Bethany Meilani Hamilton.

Sejak masih anak-anak Bethany menyukai sekali olahraga berselancar (surfing), karena tinggal di Hawaii yang memang harus akrab dengan olahraga laut. Perempuan muda kelahiran 8 Februari 1990 itu adalah anak ketiga dari keluarga penggila selancar, Tom dan Cheri Hamilton. Bersama kedua orang tuanya serta dua orang kakak laki-lakinya, Noah dan Timmy, secara tidak langsung telah membentuk diri gadis ini sebagai peselancar handal dengan jiwa kompetitif yang sangat tinggi.

Awal prestasinya diraih pada tahun 1997, di usia 7 tahun itu ia menjuarai “Rell Sun Menehune Competition”. Kemudian di tahun 2002, di usia 12 tahun, ia berhasil juara 2 pada “Open Women’s Division of the National Scholastic Surfing Association”. Kemudian namanya mulai banyak dikenal para penggila selancar, karena prestasinya itu.

Namun ketika semuanya tampak berjalan indah bagi dirinya yang baru menginjak remaja 13 tahun ini, tiba-tiba saja sebuah cobaan besar menerjang hidupnya, menghancurkan impian terbesarnya (yang sudah ditulis dalam dreambook-nya) sebagai peselancar profesional kelas dunia. Peristiwa apakah itu?

Pada tanggal 31 Oktober 2003 di pagi hari, Bethany berselancar di Tunnels Beach, Kauai, Hawaii bersama Alana Blanchard dan ayah Alana, serta seorang temannya. Awalnya mereka mampu berselancar di tengah lautan. Namun ketika mereka menuju ke tengah lautan kembali sambil menyambut datangnya gelombang tinggi, tiba-tiba saja, entah dari mana seekor ikan hiu raksasa muncul dan menyerang Bethany. Tanpa ada perlawanan, hiu itu menggigit lengan kiri Bethany.

Bethany yang tak berdaya segera dibawa ke pinggir pantai oleh orangtua Alana, dan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Wilcox Memorial. Ia akhirnya menjalani rawat inap selama sembilan hari di sana. Keajaiban terjadi, meski kehilangan 40% darahnya, Bethany berhasil terselamatkan nyawanya namun kini dalam kondisi baru… tanpa lengan kiri. Pertanyaannya:

Bagaimana Bethany menyikapi cobaan yang sangat besar itu?
Apakah Bethany kapok kembali berselancar?
Apakah segalanya sudah berakhir buat Bethany?

.
Masa depan yang dibayangkan Bethany tiba-tiba sirna di usia 13 tahun. Masa depan suram, ketakutan, putus asa, dan kepasrahan selalu hadir menghantui hari – harinya. Namun, dengan dukungan penuh dari kedua orang tuanya dan kedua kakaknya, Bethany mulai pulih meski ia sadar kalau semuanya tak akan sama lagi seperti dulu. Bahkan ia tidak bisa main gitar lagi seperti dulu ketika sering tampil di depan publik untuk bernyanyi.

Orang – orang terdekat yang ada disekitarnya membantu Bethany agar melihat dari sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi kehidupannya, mereka adalah seluruh anggota keluarganya dan mentornya, Sarah. Sebulan setelah kejadian itu, dengan semangat baru, Bethany kembali turun ke laut dengan papan selancarnya. Awalnya, ia memulainya dengan susah payah, karena jika dulu untuk mulai berdiri di papan selancar dan menjaga keseimbangannya bisa diatur dengan dua tangannya, sekarang hanya dengan satu tangan. Ia terus berlatih keras dengan kondisi barunya itu, tanpa mengenal putus asa.

Pergulatan tentang masa depan terus berlanjut. Walaupun sudah berusaha, hasilnya belum terlihat. Kondisi ini yang membuat Bethany merasakan down semangatnya, ketika kegagalan demi kegagalan ia alami, sampai suatu saat ia menganggap dirinya sudah tidak berguna lagi. Dengan kondisi itu, ia sempat memutuskan untuk mundur dari dunia surfing. Itulah masa-masa sulit yang dialami Bethany. Untungnya orang tuanya tanggap dengan situasi itu. Untuk membangkitkan semangatnya orang tuanya mengajaknya menjadi sukarelawan dalam misi pemulihan korban tsunami di Thailand. Bethany kembali mendapatkan semangat berjuang setelah menolong para korban tsunami tersebut, dan kembali mengikuti perlombaan surfing. Cukup mengharukan, dialog antara ayah dan anak ketika berupaya membangkitkan semangat hidupnya.

Suatu hari Bethany menerima banyak kiriman surat dari penggemarnya yang merasa terinspirasi oleh semangatnya menjadi surfer dengan satu tangan walaupun belum ada hasil yang sempurna. Ternyata surat – surat yang sederhana itu membawa perubahan besar. Bethany menyadari bahwa dengan ketidaksempurnaannya itu ternyata bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Kemudian dia kembali berlatih lebih giat dan akhirnya kesuksesannya pertama setelah kecelakaan itu dia tujukan kepada anak – anak (penggemarnya) yang menganggapnya “Inspirator”.

Inilah cuplikan video yang menggambarkan bagaimana Bethany bangkit kembali dari kondisi keterpurukannya, dengan melakukan sesuatu yang tidak pernah dibayangkan orang lain sebelumnya. Ada adegan luar biasa dalam video ini di menit 02.31 ~ 02.54, ia berselancar di tengah gulungan ombak (bukan di atas ombak seperti biasanya). Amazing & Unbelievable! Selamat menyimak.

Hingga kemudian pada Juli 2004, Bethany mendapat anugerah The Best Comeback Athlete ESPY Award. Ia juga meraih special award pada ajang The 2004 Teen Choice Award.

Prestasinya juga terus meningkat. Pada tahun 2005, ia berhasil menjadi juara di ajang National Scholastic Surfing Association (NSSA) National Championships. Prestasi ini sudah diimpikannya sebelum ia mendapat serangan hiu. Yes… her dream come true, sesuai dengan yang ditulis di dreambook-nya. Tahun 2008, ia bahkan bisa berkompetisi penuh di ajang profesional ketika ambil bagian dalam Association of Surfing Professionals (ASP) World Qualifying Series (WQS). Di tengah para peselancar profesional, Bethany berhasil menduduki urutan kedua dunia.

Dengan bersaing bersama atlet – atlet normal lainnya, inilah catatan prestasi yang diraihnya sampai saat ini:

1997 – Juara 1 : Rell Sun Menehune.
2002 – Juara 2 : Open Women’s Division of the National Scholastic Surfing Association
2004 – Posisi 5 : NSSA Regional Event
2005 – Juara 1 : NSSA National Competition
2005 – Juara 1 : O’Neill Island Girl Junior Pro tournament
2006 – Posisi 5 : NSSA National Championship: 18-and-under Finalist
2006 – Hawaii Team Highlights: 4th at Brazil event and 5th at World Games event in USA.
2007 – Posisi 5 : NSSA Regionals
2007 – Posisi 4 : Women’s Pipeline Championship
2008 – Posisi 5 : US Open of Surfing – Huntington Beach, CA
2008 – Juara 3 : Roxy Pro Surf Festival – Phillip Island, AUS
2009 – Juara 3 : Rio Surf International in Rio de Janiero, Brazil
2009 – Juara 2 : Billabon
g ASP World Junior Championship – AUS

Kini Bethany dikenal sebagai peselancar profesional muda. Ia menyebut dirinya sendiri sebagai “The Soul Surfer”, yakni peselancar yang tidak bertujuan utama mengincar kemenangan di berbagai kompetisi namun menikmati olahraga selancar itu sendiri dan peduli pada segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Bethany juga rutin berbagi ke seluruh dunia melalui berbagai acara / seminar, juga melalui bukunya, “Soul Surfer: A True Story of Faith, Family, and Fighting to Get Back on the Board” (2004) dan film dokumenter yang mengisahkan perjuangannya, “Heart of a Soul Surfer” (2007) & “Soul Surfer” (2011).

Saya yakin film “Soul Surfer” mampu menstimulasi emosi dan semangat bagi yang menontonnya termasuk memberikan movitiasi dan semangat hebat tentang perjuangan hidup, doing the impossible, plus elemen religius serta pentingnya dukungan keluarga dan orang-orang yang mencintai kita dalam suka dan duka dalam perjalanan meraih impian.

Pelajaran yang bisa diambil dari film ini, yaitu: Tekad, Komitmen, Pengorbanan, Ketangguhan, Cinta, Bakat, dan Keberanian / Nyali … adalah faktor – faktor yang membuat seorang Bethany begitu kukuh untuk tetap menekuni olahraga berselancar meski ia sudah diserang hiu dan kehilangan tangan kirinya.

Salam hangat & tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

—————————————————-
Para pemain:
AnnaSophia Robb (as Bethany Hamilton), Dennis Quaid (as Tom Hamilton), Helen Hunt (as Cheri Hamilton), Lorraine Nicholson (as Alana Blanchard), Kevin Sorbo (as Holt Blanchard), Carrie Underwood (as Sarah Hill), Ross Thomas (as Noah Hamilton), Chris Brochu (as Timmy Hamilton)

Advertisements

50 Comments

  1. mutiadew says:

    Reblogged this on shining like the pearl and commented:
    edisi lagi keranjingan sama surfing

  2. sitiagel says:

    Informatif dan inspiratif mas..
    Bikin semangatku tumbuh lagi. 😀

    • Good!
      Semangat jangan sampai mati. Biarkan dia terus berkembang dalam diri manusia. Karena kalo ada yg hilang atau mati dalam diri manusia, maka itulah tragedi yg sebenarnya.

  3. fightforfreedom says:

    martoart said: Dan berwajah mirip?

    Tentang kemiripan wajah:

    Sebelah kiri pemeran Bethany (ketika usia 13 th), sedangkan sebelah kanan, Bethany yg asli (21 th)

  4. martoart said:
    Maksudku apakah si pemeran juga seorang yg tuna daksa sekaligus peselancar? Dan berwajah mirip? pasti susah tapi memang canggih sih kalo bisa bikin seperti itu.

    Akhirnya nemu artikel di sini:
    http://www.fxguide.com/featured/engine-room-makes-a-splash-with-soul-surfer/
    Ini menambahkan penjelasanku di atas.
    Artikel “Engine Room makes a splash with Soul Surfer” oleh Ian Failes itu mengupas bagaimana teknik visual effect pada pemeran Bethany yang seolah – olah tuna daksa.Mereka menggunakan teknik yg disebut “green screen”, untuk menghapus lengan aslinya (yg telah dikenakan sarung lengan hijau), kemudian agar tampak lebih alami dan halus hasilnya mereka menggabungkan dg teknologi Computer Generated Imagery (CGI).
    Hasilnya spt gambar2 di bawah ini; gambar kiri adalah kondisi asli dimana lengannya menggunakan green sleeves, sedangkan gambar kanan adalah hasil visual effects film.

    Tentang “green screen”, wikipedia juga menjelaskan detailnya di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Green_screenMungkin ada kawan kita yg produksi film dan pernah praktek shg bisa menjelaskan detailnya 🙂

  5. avicena1986 says:

    Subhanallah… ini mah bukan ripiu lagi Mas..tapi autobiografi !! hehe ^____^vIya-iya… ntar cari yang aseli deh.. di rental DVD hahaha.Maaf baru connect inet…seharian tadi menunaikan agenda dakwah..^_____^vMas Iwan paliiingg bisa deh sama yang beginian.Hobinya bikin orang termehek-mehek dan bersendu-galau… Eniwe…matur nuwun Mas Iwan.

  6. aidanovita said: Ntar kalo ada yang bagus, saya share lagi yaaa 🙂

    Thank you banget, mbak Novita.

  7. siriusbintang said: Inspirasi di pagi hari..Makasih mas Iwan ^^

    Sama-sama, mbak Nina, semoga mudah mendapatkan film-nya.

  8. duabadai said: sungguh inspiratif, thanx for sharing mas Iwan!

    Sama-sama, mas, memang inspiratif.

  9. aidanovita says:

    Aku sampe nonton berkali-kali dan tetep aja mewek berkali kali ha ha ha …Ntar kalo ada yang bagus, saya share lagi yaaa 🙂

  10. Amazing…!!!Inspirasi di pagi hari..Makasih mas Iwan ^^

  11. martoart says:

    debapirez said: luar biasa. sangat menginspirasi….

    salam super Pak Deddy!

  12. debapirez says:

    luar biasa. sangat menginspirasi….

  13. duabadai says:

    sungguh inspiratif, thanx for sharing mas Iwan!

  14. tintin1868 said: eh ku udah nonton.. bener2 inspiratif ya..

    Inspiratif banget.Yang paling sedih ketika adegan ia mematut diri di depan kaca. Melihat wajahnya seakan – akan ia tidak mampu menahan cobaan. Itu pada awalnya.. sebelum ia keep fight for freedom 🙂

  15. akuai said: saya teringat nemo yang harus berjuang dengan salah satu siripnya yang kecil. tapi itu hanyalah kisah fiksi. dan ketika membaca review ini, benar2 tak menyangka. tapi ini nyata. inspiratif bangeeet.

    Yang film Nemo saya masih ingat kisahnya, efek gambar plus suara yg dramatik bikin seru perjuangannya ikan tsb.Tentang Bethany Hamilton, saking nyatanya… ia pernah lho menjajal keindahan ombak di Mentawai. Melalui blognya yg ditulis di sini:http://bethanyhamilton.com/2011/06/hello-from-indonesia/

  16. akuai said: anty ayo kita cari dvd-nyaaah. nonton bareng…

    Nahh.. silakan nonton bareng, mbak Ai, selamat berburu juga ya 🙂

  17. cinderellazty said: Air mataku merembes padahal baru baca review nyaKereeen banget filmnya, jd pengen nontoonn (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

    Selamat berburu film-nya, mbak Anty.Ini contoh nyata tentang “Everything is possible for those who believe” :)Siapa yang mengira bahwa dg keterbatasannya ia mampu sejajar dg para peselancar dunia, bahkan peringkat kedua. Dan dreamnya tercapai sbg juara National Championship di th 2005 itu persis dg yg ia tulis dlm dreambook-nya saat ia masih normal indera tangannya.

  18. tintin1868 says:

    eh ku udah nonton.. bener2 inspiratif ya..

  19. akuai says:

    saya teringat nemo yang harus berjuang dengan salah satu siripnya yang kecil. tapi itu hanyalah kisah fiksi. dan ketika membaca review ini, benar2 tak menyangka. tapi ini nyata. inspiratif bangeeet.

  20. akuai says:

    cinderellazty said: Air mataku merembes padahal baru baca review nya Kereeen banget filmnya, jd pengen nontoonn (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

    anty ayo kita cari dvd-nyaaah. nonton bareng… tertarik juga setelah baca review-nya pak iwan iniiih..

  21. Air mataku merembes padahal baru baca review nya Kereeen banget filmnya, jd pengen nontoonn (˘̩̩̩.˘̩ƪ)

  22. martoart said: Si Bethany nih hebat bener ya? Setidaknya dia ga sekadar mampu ngalahin banyak surfer normal (bayangin, renng aja ane ga bisa), atau ga sekadar tak putus asa berselancar lagi, tapi kok bisa berani lgi nyemplung laut ya? Betapa susahnya mengembalikan trauma setelah jadi korban makhluk buas bergigi gerji itu.

    Hiu yg menggigit lengannya dan papan selancar dg lebar sobekan sebesar yg ditunjukkan pd cover dvd di atas itu berhasil ditemukan penduduk setelah diburu.Dalam tayangan film itu memang tidak mudah merubah perspektifnya apalagi menghilangkan trauma. Bahkan orangtuanya mengajaknya menjadi relawan tsunami. Dari situ ia merasa bahwa banyak orang yg kehilangan lebih dari dirinya.Kenapa ia kembali berselancar, ia bilang kuncinya adalah Love & Passion.Saya kutip sebagian wawancaranya di dosomething.orgDoSomething.org: At 13-years-old, you lost your left arm after being attacked by a 14-foot tiger shark. What was going through your mind while you were sitting in that hospital trying to recover?Bethany Hamilton: I was thankful to be alive, wondering how life would change—would I be able to surf or not? But also just realizing and having faith that if God allowed this to happen, that He could make something good come from it.DS: What inspired you to get back to surfing afterwards? Were you scared?BH: I was afraid of not being able to surf again! I knew that if I couldn’t surf, life would REALLY change. My whole life revolved around the ocean, and I really didn’t want to lose that too. So I guess what inspired me to get back to surfing was just my love and passion for the sport and the lifestyle!.

  23. rengganiez said: dan pastinya kalo pemerannya juga kondisinya sama, dia sudah menaklukkan keterbatasannya dengan membintangi film ini..kemarin sudah pingin nonton pilem ini, mas IWan…dan semakin pingin nonton setelah baca ulasan ini.

    Detailnya ada pada komen saya untuk Bung Marto.Pemeran aslinya bukan seorang tuna daksa, dan masih terbatas pada teknik – teknik dasarnya, belum sampai menguasai atraksi sulit. Pada saat melakukan adegan yg sulit, itu diperankan oleh stuntman, yaitu pelaku aslinya sendiri :)Haa gek ndang ditonton bareng – bareng. Banyak lho inspirasi yg didapat lewat dialog – dialog yg dibangun. Begitu juga adega2 yg menyentuh ketika sudah mengalami satu tangan spt ketika Bethany masak buat keluarganya, nyiapin bumbu, naik sepeda ke minimarket, belanja kebutuhan2 pokok, bermain gitar hanya untuk mengenang masa – masa dulu ketika tampil di sekolahnya.

  24. martoart said: Maksudku apakah si pemeran juga seorang yg tuna daksa sekaligus peselancar? Dan berwajah mirip? pasti susah tapi memang canggih sih kalo bisa bikin seperti itu.

    Oo.. begitu maksud pertanyaanmu :)Pemeran Bethany yaitu AnnaSophia Robb adalah orang yang normal, bukan tuna daksa. Mengenai kemiripannya, AnnaSophia lebih berwajah remaja sih. Di film, Anna tampak seperti tanpa lengan karena itu permainan effect komputer yg bisa dibilang canggih banget, yg mampu menghilangkan gerakan tangan kiri begitu sempurna (mirip dg kondisi aslinya). Nanti saya bantu cari di youtube bagaimana teknologi yg digunakan dlm pembuatan film tsb. Semoga saja ada dan bisa ketemu. Saya hanya tahu teknologinya lewat tulisan wawancara, bukan video pembuatan.Yang saya pelajari dari blognya Bethany (di bagian wawancara), Bethany sendirilah yang mengajari surfing AnnaSophia berminggu – minggu. Dan AnnaSophia cepat beradaptasi dg baik. Namun itupun hanya teknik dasarnya, sebab ketika tiba saatnya adegan – adegan sulit, Bethany sendirilah yg memerankannya, artinya dalam film itu menggunakan stuntman oleh pelaku aslinya, spt ketika beratraksi di tengah gulungan ombak. Kalo di zoom kecil memang gak kelihatan kalo itu pemeran aslinya :)Saya salut dg produksi pembuatan film itu, niat banget, alus banget penggarapannya.

  25. martoart says:

    Si Bethany nih hebat bener ya? Setidaknya dia ga sekadar mampu ngalahin banyak surfer normal (bayangin, renng aja ane ga bisa), atau ga sekadar tak putus asa berselancar lagi, tapi kok bisa berani lgi nyemplung laut ya? Betapa susahnya mengembalikan trauma setelah jadi korban makhluk buas bergigi gerji itu.

  26. rengganiez says:

    martoart said: Maksudku apakah si pemeran juga seorang yg tuna daksa sekaligus peselancar? Dan berwajah mirip? pasti susah tapi memang canggih sih kalo bisa bikin seperti itu.

    dan pastinya kalo pemerannya juga kondisinya sama, dia sudah menaklukkan keterbatasannya dengan membintangi film ini.. kemarin sudah pingin nonton pilem ini, mas IWan…dan semakin pingin nonton setelah baca ulasan ini.

  27. martoart says:

    Maksudku apakah si pemeran juga seorang yg tuna daksa sekaligus peselancar? Dan berwajah mirip? pasti susah tapi memang canggih sih kalo bisa bikin seperti itu.

  28. martoart said: oh, kirain as her self. Trims infonya.

    Dari wawancara di sebuah talk show tentang film ini, disampaikan bahwa tidak menggunakan pemeran aslinya karena kejadian itu terjadi ketika ia berumur 13 tahun. Dan rentang film ini sampai Bethany berusia 15 tahun. Sementara Bethany Hamilton yg asli sekarang sudah berusia 21 tahun. Sungguh dirasa tidak cocok kalo harus memerankan seorang anak remaja berusia 13 – 15 tahun.Foto & Video aksi – aksi Bethany Hamilton yg ASLI bisa dilihat di official site-nya di:http://bethanyhamilton.com/Original videonya (bukan film) keren – keren, bung. Tidak salah kiranya diantara peselancar profesional ia menduduki peringkat kedua dunia.

  29. martoart says:

    fightforfreedom said: AnnaSophia Robb (as Bethany Hamilton)

    oh, kirain as her self. Trims infonya.

  30. miapiyik said: TFS pak Iwan, anakku yg gede kukasih baca resensi ini. Semoga bisa menjadi inspirasi dan penyemangat 🙂

    Sama – sama, mbak Mia, senang rasanya bisa berbagi hal yang bermanfaat.

  31. mayamulyadi said: Maju terus pantang mundur ya mas… *salut…

    Benar, mbak Maya. Dari berbagai prestasi yang diraih sampai sekarang, Bethany memang fighter sejati, berkompetisi dg orang – orang normal, bukan kelas disability people.

  32. nur4hini said: bisa nonton dr youtube pak Iwan? *hihihi belum nyoba dah tanya duluan*

    Setahu saya di Youtube belum ada versi lengkapnya, makkhansa, yg ada cuma sepotong – sepotong scene (durasi tidak lebih dari 5 menit)Saya beli DVD originalnya di DiscTarra. Saya rasa di Kanada pasti ada 🙂

  33. miapiyik says:

    TFS pak Iwan, anakku yg gede kukasih baca resensi ini. Semoga bisa menjadi inspirasi dan penyemangat 🙂

  34. mayamulyadi says:

    Maju terus pantang mundur ya mas… *salut…

  35. nur4hini says:

    bisa nonton dr youtube pak Iwan? *hihihi belum nyoba dah tanya duluan*

  36. anotherorion said: sepertinya menarik

    Menarik banget kisahnya, mas Priyo.Bayangin aja yg tadinya fine – fine aja dan mencetak banyak prestasi, tiba – tiba ujian datang… satu lengannya putus seketika dimakan ikan hiu. Yang menarik adalah perjalanannya ketika ia bangkit membalik situasi, dari kondisi gelap menjadi terang (dg segudang prestasi).

  37. Bethany Hamilton berkompetisi bersama secara normal, artinya bersaing dg peselancar – peselancar lain yg bertubuh normal. Ada adegan yg menunjukkan bagaimana ia berhasil memacu dirinya dengan cepat menuju tengah laut dan adu balap dg lawannya di putaran final dalam sebuah kompetisi.Lihatlah semangatnya. Amazing ! … Unbelievable !

  38. afifahthahirah said: keren!

    Saya rekomendasikan film motivasi ini kepada mbak Miftah. DVD originalnya sudah keluar kok 🙂

  39. kaklist said: kevin sorbo itu “hercules” ya ? asyiik nonton aah..#beda niat xixixi

    Wah, mbak Tuty pengamat film juga. Betul, mbak, itu Kevin Sorbo yg memerankan Hercules. Dalam film ini ia bermain bagus banget, sosok pribadi ayah Alana yg care dg keluarganya juga keluarga Bethany. Selain itu Kevin juga bermain surfing, yg pasti bakal membuat mbak Tuty terpana 😀

  40. aisya211 said: POWER!!! Satu inspirasi!

    Ada adegan yg membuat saya benar – benar terharu, yaitu ketika ia berdiri mematut diri di depan kaca, tangan kirinya memegang ujung pundak kanannya yg tanpa lengan. Ia terlihat seperti menahan untuk menangis. Dan membayangkan masa depan yg suram. Untung ia masih menyimpan sebuah semangat. Yes, it’s her power !

  41. ipie said: Haturtnuhun mas, boleh ditonton nih

    Sama – sama, mbak Ipie. Banyak pesan yg menginspirasi dari dialog yg dibangun.

  42. kaklist says:

    kevin sorbo itu “hercules” ya ? asyiik nonton aah..#beda niat xixixi

  43. aisya211 says:

    POWER!!! Satu inspirasi!

  44. ipie says:

    Haturtnuhun mas, boleh ditonton nih

  45. tranparamole said: dari kisah nyata ya filmnya.

    Betul, Uda Romi, ini kisah nyata. Sosok aslinya bisa di simak di official websitenya, di sini:http://bethanyhamilton.com/

  46. tranparamole says:

    dari kisah nyata ya filmnya.

  47. Pertamax !Motivational song dalam background video di atas, berjudul “Stand” oleh Rascal Flatts.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: