Home » New World Order » Fight For the Future: “Perjuangan belum selesai”

Fight For the Future: “Perjuangan belum selesai”

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Dear Sahabat Mper,

Aksi menentang RUU SOPA & PIPA oleh banyak kawan MPer di sini ternyata tidaklah sia – sia; yang diawali dengan gerakan menandatangani petisi, menyebarkan informasi, kemudian mengganti headshot (HS) dan dilanjutkan dengan aksi Blackout Day (memadamkan blognya sehari sehingga tidak bisa diakses) pada tanggal 18 Januari 2012 sebagai bentuk solidaritas sungguh patut diapresiasi. I’m proud of you ! Aksi solidaritas tersebut untuk menolak RUU SOPA dan PIPA yang awalnya menurut rencana akan disahkan pada tanggal 24 Januari 2012.

Bagi siapa yang belum memahami apa itu SOPA dan PIPA, silakan menyimak pada jurnal termasuk update info perkembangan yang banyak dituangkan di ruang komen / diskusi di sini:
[Anti SOPA & PIPA – Save Your Blog] Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Informasi melalui email yang diterima FightForFreedom dari FightForTheFuture.org pada hari Sabtu dini hari, 21 Januari 2012, menyebutkan bahwa:

– 10 JUTA Tandatangan Petisi,
– LEBIH DARI 3 JUTA Email Terkirim,
– LEBIH DARI 115 RIBU Situs Blackout,
– LEBIH DARI 3 JUTA Tweets Perlawanan.

Gelombang besar penolakan terjadi dimana – mana. Para perusahaan teknologi yang mayoritas menentang RUU, memobilisasi pengguna mereka pekan lalu untuk mengontak perwakilan mereka di Kongres dan menyuarakan penolakan. Beberapa situs papan atas telah meluncurkan protes dengan ‘blackout’ pada 18 Januari lalu. Raksasa Google, lewat GOOG, Fortune 500, berhasil mengumpulkan lebih dari 7 juta tanda tangan untuk petisi anti SOPA dan PIPA lewat tautannya di laman yang menuai pengunjung tinggi.

Sementara pengunjuk rasa offline turun ke jalan-jalan di Kota New York, San Fansisco, Seattle dan Washington D.C. Saya rasa peristiwa dan aksi – aksi tersebut patut dicatat dalam sejarah dunia internet.


Lebih dari 2 ribu orang protes di jalan – jalan kota New York, tampak sebuah tulisan: “Imagine a World Without Free Knowledge”

Gencarnya protes luas baik secara online maupun offline terhadap rencana parlemen AS mengesahkan UU SOPA dan PIPA, mulai mempengaruhi sikap Kongres maupun Senat. Hingga akhirnya satu per satu dukungan terhadap paket RUU itu rontok. Senat dan Kongres AS akhirnya menunda rencana voting atas RUU tersebut.

Namun jangan keburu senang, kawan, karena perjuangan belum selesai.

Pagi ini, saya tergelitik membaca tulisan seorang kawan dalam jurnalnya:UU SOPA dan PIPA ditunda, hingga mentrigger lahirnya jurnal ini. Melalui tulisannya, beliau menyampaikan pandangan bahwa:

Tatkala sudah sampai pada acara penundaan RUU SOPA dan PIPA yang pada awalnya tak sedikit anggota konggres bersikokoh mengegolkannya menjadi Undang-Undang ini, justru timbul satu pemikiran saya yang sepertinya patut diwaspadai. Yaitu sebuah bargaining power alias ‘kekuatan tawar-menawar’ pun ‘tarik-ulur’ yang dilaksanakan di kongres oleh pihak yang awalnya mendukung SOPA dan PIPA.

Hal mengenai tawar-menawar pun tarik-ulur saya maknai sebagai bagian dari sebuah konsolidasi.

Gampang saja, kenapa hanya di tunda dan bukan dibatalkan atau minimal dibekukan..? Kenapa secepat itu harus memutuskan penundaan padahal bukankah tenggat waktunya masih ada 3 hari lagi, yaitu tepat tanggal 24 Januari 2012…? Melihat potensi kekalahan pada kongres tanggal 24 nanti itulah saya rasa yang membuat mereka langsung membelokkan arah menuju penundaan RUU SOPA serta PIPA itu.

Maaf saya rasa sikap ini adalah bagian dari kewaspadaan, sama sekali bukan kecurigaan, apalagi sikap buruk sangka. Karena tak munafik, -sekalipun hanya sedikit- saya masih melihatnya pasti ada segi positif pada satu Rencana Undang-Undang yang digagas untuk di Undang-Undangkan tersebut. Oleh karenanya dari journal pertamapun saya sudah menggarisbawahi pada sikap FASIS-KAPITALIS (melawan PEOPLE).

Kapitalis adalah pelaku ideologi yang teramat licik serta mempunyai kekuatan yang sangat mematikan pihak lain dengan bersenjatakan modal berlebih (yang mereka miliki). Ideologi inilah yang dinamakan Kapitalisme. Dan mereka-mereka ini jugalah yang secara sukarela mau berdampingan dengan negara berideologi apapun asalkan bisa mengatur keuangan pemerintahnya.

Karena memiliki modal yang berlebih itu, bukan tidak mungkin segala perundangan bisa dimainkan.

Ya, saya sependapat dengan Anda, Mas Trie. Rencana itu memang belum sepenuhnya dihentikan. Pemimpin Mayoritas Senat AS, Senator Harry Reid dari Nevada secara tegas menyatakan bahwa “PIPA belum mati dan tidak ada alasan bahwa isu legitimasi yang dimunculkan dalam RUU ini tak bisa diselesaikan”.

Perdebatan di DPR AS mengenai UU SOPA telah ditunda sampai bulan Februari, namun Senat AS masih ngotot menjadwalkannya untuk melakukan pemungutan suara pada tanggal 24 Januari untuk UU PIPA. Meskipun sejumlah Senator AS menarik dukungan mereka dari PIPA dan meminta agar pemungutan suara pada RUU ini ditunda, namun Senator Harry Reid bersikeras bahwa pemungutan suara akan dilaksanakan sesuai jadwal.

Mengapa Senator Harry Reid tetap bersikeras seperti itu?

Apakah benar para kapitalis (pemodal raksasa) itu memainkan politik uang untuk memuluskan RUU ini?

Website nirlaba yang mengkhususkan diri sebagai pengawas politik, OpenCongress.org mengungkapkan bahwa Senator Harry Reid telah menerima banyak uang dari berbagai kelompok yang berkepentingan mendukung SOPA dan PIPA sebagai sumbangan kampanye. Jumlahnya sampai saat ini $3,379,888 (Rp 33 Milyar). Sebaliknya Senator Harry Reid hanya menerima $958,483 (Rp 9 Milyar) dari kelompok-kelompok yang secara terbuka menentang SOPA dan PIPA. Silakan simak di: http://www.opencongress.org/bill/112-h3261/money

Top recipients for ALL supporting interest groups

Name Amount Received
Rep. Eric Cantor [R, VA-7] = $706,750
Rep. Steny Hoyer [D, MD-5] = $626,657
Rep. Howard Berman [D, CA-28] = $595,498
Rep. Michael Capuano [D, MA-8] = $591,601
Rep. James Clyburn [D, SC-6] = $521,291
Rep. Allyson Schwartz [D, PA-13] = $488,442
Rep. Nancy Pelosi [D, CA-8] = $466,200
Rep. John Boehner [R, OH-8] = $464,300
Rep. Bruce Braley [D, IA-1] = $461,339
Rep. Gary Peters [D, MI-9] = $448,447

Sen. Harry Reid [D, NV] = $3,379,888
Sen. Charles Schumer [D, NY] = $2,882,970
Sen. Kirsten Gillibrand [D, NY] = $2,250,826
Sen. Barbara Boxer [D, CA] = $1,537,550
Sen. Robert Portman [R, OH] = $1,405,824
Sen. Michael Bennet [D, CO] = $1,116,622
Sen. Mark Kirk [R, IL] = $1,023,906
Sen. Roy Blunt [R, MO] = $957,743
Sen. Patrick Leahy [D, VT] = $901,460
Sen. Richard Burr [R, NC] = $890,122

*******************************************

Top recipients for ALL opposing interest groups

Name Amount Received
Rep. William Owens [D, NY-23] = $451,826
Rep. Addison Wilson [R, SC-2] = $223,581
Rep. Chellie Pingree [D, ME-1] = $206,900
Rep. Gary Peters [D, MI-9] = $205,620
Rep. Michele Bachmann [R
, MN-6] = $176,572
Rep. Niki Tsongas [D, MA-5] = $160,920
Rep. Tom Graves [R, GA-9] = $157,718
Rep. Jerry McNerney [D, CA-11] = $153,820
Rep. Allen West [R, FL-22] = $140,916
Rep. Gabrielle Giffords [D, AZ-8] = $129,710

Sen. Michael Bennet [D, CO] = $1,557,395
Sen. Patrick Toomey [R, PA] = $1,260,094
Sen. Scott Brown [R, MA] = $992,020
Sen. Harry Reid [D, NV] = $958,483
Sen. Barbara Boxer [D, CA] = $594,018
Sen. Marco Rubio [R, FL] = $481,383
Sen. Charles Schumer [D, NY] = $455,609
Sen. Kirsten Gillibrand [D, NY] = $431,194
Sen. Patty Murray [D, WA] = $355,572
Sen. Robert Portman [R, OH] = $339,235

Woow… melihat angka – angka yang dirilis OpenCongress.org itu sungguh sangat mencengangkan.

Adanya money politic sepanjang masa kampanye adalah hal yang umum terjadi, dimana kelompok berkepentingan khusus memberikan uang pada politisi untuk sumbangan kampanyenya. Tak jauh beda kenyataannya dengan apa yang terjadi di negeri Indonesia Raya tercinta ini, bukan?! Dan sepertinya, adanya sumbangan kampanye besar-besaran kepada Senator Reid dari kelompok-kelompok PIPA dapat menjadi bagian dari alasan mengapa ia dan para pendukung masih ingin PIPA di-voting minggu ini.

Seperti yang pernah saya tulis dalam jurnal sebelumnnya, di sini, pada bagian Q#5, bahwa gerakan anti-SOPA memang kuat, tapi mereka posisinya di luar Kongres. Sedangkan dalam Kongres dukungan terhadap paket yang terdiri dari dua RUU itu juga sangat serius. Pertempuran dua kubu pro dan anti RUU bisa jadi dimenangkan kubu yang pro (karena didukung pemodal raksasa).

Mari tetap melawan segala bentuk Undang – Undang yang berpihak pada sikap Fasis-Kapitalis.
Semoga RUU SOPA dan PIPA dirombak untuk memenuhi tujuan yang sama. Namun, tentu saja, tanpa mengancam kehidupan di internet.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Keterangan:
1. Foto demonstrasi diambil dari: http://news.cnet.com/

Advertisements

89 Comments

  1. ohtrie says:

    Pemerintah Irlandia berencana akan menandatangani perjanjian internasional kontroversial esok hari yang isinya hampir serupa dengan Stop Piracy Act (SOPA) dan Protect IP Act (PIPA). Perjanjian ini kemudian akan dikenal dengan Anti-Counterfeiting Trade Agreement (ACTA). Perjanjian ini memiliki kebijakan utama untuk menumpas perdagangan barang palsu dan berbagi berkas di internet secara ilegal.http://sidomi.com/61561/setelah-sopa-dan-pipa-kini-acta/ #mdrcct 😦

  2. martoart says:

    fendikristin said: belum selesai ya perjuangan-nya…ternyata masih di tunda..nga nyangka juga amerika yang terkenal demokratis ternyata UUD juga seperti di negri kita tercintah ini 😦

    sebentar… sebelum kepeleset jauh.. di kongres/senat amerik itu ga cuma pendukung sopa pipa aja dear.

  3. fendikristin says:

    belum selesai ya perjuangan-nya…ternyata masih di tunda..nga nyangka juga amerika yang terkenal demokratis ternyata UUD juga seperti di negri kita tercintah ini 😦

  4. fightforfreedom said: Rencana itu memang belum sepenuhnya dihentikan. Pemimpin Mayoritas Senat AS, Senator Harry Reid dari Nevada secara tegas menyatakan bahwa “PIPA belum mati dan tidak ada alasan bahwa isu legitimasi yang dimunculkan dalam RUU ini tak bisa diselesaikan”.

    We won one battle, and the war rages on.

  5. ohtrie said: ahhhh….keilangan jejak Cakk…video Anynomous yang pertama Cak Iwan lampirkan dah “no longer exis” 😦

    Mungkin diserang terus sama Anonymous yg ini: http://twitter.com/anonopsKarena faktanya: rencana aksi menyerbu Facebook adalah KEBOHONGAN BESAR.Sehingga Youtube menutup postingan Anonymous yg bukan Official Anonymous itu.Tapi anehnya dapat kabar dari mbak Anaz kalo di Kompasiana malah heboh Anonymous bakal nyerang Facebook. Belum ada yg klarifikasi soal HOAX itu. Kalo ms Trie punya akun Kompasiana, monggo kalo mau nge-respon 🙂

  6. ohtrie says:

    fightforfreedom said: Memang belum cukup kuat, karena ada terlalu banyak Anonymous.Perlu ketelitian (plus kesabaran) untuk membedahnya dari berbagai link yg diberikan wikipedia:http://en.wikipedia.org/wiki/Anonymous_(group)

    ahhhh….keilangan jejak Cakk…video Anynomous yang pertama Cak Iwan lampirkan dah “no longer exis” 😦

  7. ohtrie said: Cukup kuatkah untuk digaungkan Cak..? Cos kita sama2 gak tahu siapa n apa missinya Anonymous itu sendiri lhooo…

    Memang belum cukup kuat, karena ada terlalu banyak Anonymous.Perlu ketelitian (plus kesabaran) untuk membedahnya dari berbagai link yg diberikan wikipedia:http://en.wikipedia.org/wiki/Anonymous_(group)

  8. ohtrie says:

    fightforfreedom said: Sepertinya pesan-pesan dari Anonymous cukup sexy, mas Tri 🙂

    Cukup kuatkah untuk digaungkan Cak..? Cos kita sama2 gak tahu siapa n apa missinya Anonymous itu sendiri lhooo…

  9. ohtrie said: APa butuh lagi journal buat Cak Iwan trigger..? hihi…

    Sepertinya pesan-pesan dari Anonymous cukup sexy, mas Tri 🙂

  10. ohtrie says:

    fightforfreedom said: Siap !

    Sudah belum…?APa butuh lagi journal buat Cak Iwan trigger..? hihi…Otre, will do if it is… #mrenges

  11. martoart said: Aku kenapa ketinggalan banyak yg ini?..bung, usul posting baru FAQ Acta di postingan tersendiri dong..

    Siap !

  12. martoart says:

    Aku kenapa ketinggalan banyak yg ini?..bung, usul posting baru FAQ Acta di postingan tersendiri dong..*usul angger ae.. he he

  13. itsmearni said: ganti HS lagi kita yak

    mbak Arni bakal puasa narsis lagi kalo begitu 🙂

  14. itsmearni says:

    fightforfreedom said: Nunggu Bung Marto bikin desain-nya yg terbaru 🙂

    ganti HS lagi kita yak

  15. enkoos said: House Judiciary Committee Chairman Lamar Smith (R-Texas) today said he plans to remove a provision in the Stop Online Piracy Act (H.R. 3261) that requires Internet Service Providers to block access to certain foreign websites.

    Alhamdulillah… penggagasnya sudah mulai melunak. Semoga mereka mampu menemukan metode yg efektif dan bijak.

  16. itsmearni said: SAY NO TO ACTA !!!

    Nunggu Bung Marto bikin desain-nya yg terbaru 🙂

  17. itsmearni says:

    wah rame ternyata diskusinya disini*baca dulu*ckckck para kapitalis itu benar-benar berniat menindas negara miskin rupanyasegala cara ditempuh untuk mengakui, memiliki, merampas kekayaan intelektual negara lainSAY NO TO ACTA !!!

  18. itsmearni said: dengan resminya penundaan ini, maka saya mengganti HS mai kembali narsis hahaha

    Baca komennya mbak Arni ini, saya jadi ingat, kini saatnya membuka topeng masing-masing.Biarkan Anonymous tetap dg topeng Vandetta-nya untuk bekerja dan beraksi 🙂

  19. enkoos says:

    Gara gara ini, aku jadi meluncur ke situsnya Lamar Smith. Di rilisnya menyebutkan bahwa Lamar Smith berencana untuk menghapus ketentuan dalam SOPA yang memerintahkah ISP untuk memblokir akses ke situs-situs asing tertentu.Ini lengkapnya:===============Smith to Remove DNS Blocking from SOPA Washington, Jan 13 -House Judiciary Committee Chairman Lamar Smith (R-Texas) today said he plans to remove a provision in the Stop Online Piracy Act (H.R. 3261) that requires Internet Service Providers to block access to certain foreign websites.Chairman Smith: “After consultation with industry groups across the country, I feel we should remove Domain Name System blocking from the Stop Online Piracy Act so that the Committee can further examine the issues surrounding this provision. We will continue to look for ways to ensure that foreign websites cannot sell and distribute illegal content to U.S. consumers.“Current law protects the rights of American innovators by prohibiting the illegal sale and distribution of their products by domestic websites. But there is no equivalent protection for American companies from foreign online criminals who steal and sell American goods to consumers around the world. Congress must address the widespread problem of online theft of America’s technology and products from foreign thieves.“The Stop Online Piracy Act cuts off the flow of revenue to these foreign illegal sites and makes it harder for online criminals to market and distribute illegal products to U.S. consumers. The bill maintains provisions that ‘follow the money’ and cut off the main sources of revenue to foreign illegal sites. It also continues to protect consumers from being directed to foreign illegal websites by search engines. And it provides innovators with a way to bring claims against foreign illegal sites that steal and sell their technology, products and intellectual property. “American intellectual property industries provide 19 million high-paying jobs and account for more than 60 percent of U.S. exports. Congress cannot stand by and do nothing while some of America’s most profitable and productive industries are under attack. The Stop Online Piracy Act protects the products and jobs that rightly belong to American innovators.” The bill is supported by more than 120 businesses and associations from around the country including the U.S. Chamber of Commerce, the National Sheriffs’ Association, International Union of Police Associations, the National Association of Manufacturers, the AFL-CIO, the National Songwriters Association and the National Center for Victims of Crime. More information about the Stop Online Piracy Act can be found at: http://judiciary.house.gov/issues/issues_RogueWebsites.html

  20. enkoos says:

    fightforfreedom said: Astaghfirullah… makin geram aja lihat para kapitalis itu menjajah negeri-negeri yg sedang berkembang. Bila SOPA & PIPA itu gagal di-goal-kan, mereka telah menyiapkan senjata lain berupa ACTA yg dilalui dg lobi-lobi tingkat tinggi dan tidak transparan. Kalo ACTA berhasil ditetapkan, saya yakin ini bakal menciptakan permusuhan antar negara, krn salah satu negara di satu sisi menganggap negara lainnya yg mematenkan karya ciptanya menghambat pertumbuhan ekonomi daerah di negara tsb. Terimakasih sharingnya, mbak Evia.

    Itu baru mengenai motif kerajinan ya cak. Belum mengenai peninggalan barang2 sejarah dan situs bersejarah. Berapa banyak barang yang pindah ke musium2 luar negeri? Dan yang hampir selalu menjadi korban adalah negara negara miskin dimana mereka memiliki kebudayaan yang luar biasa kaya. Apakah Indonesia masuk negara miskin? Iya, miskin moral. Pemerintahnya gak perduli dengan kesejahteraan rakyatnya. Betapa kejam dampak dari ACTA kalau jadi diberlakukan. Para seniman seperti halnya seniman perak di Bali akan banyak bertumbangan.

  21. ohtrie said: Beneran ada udang dibalik batu dan kerikilnya yaaaa…Sebenarnya ya bisa dicermati juga sih yaaa, kalo cuman koar2 sopa n pipa sang penggagasnya ndiri bakalan kena nih.

    Woww… si Lamar Smith maling karyanya DJ Schulte.Kalo udah terima duit gede dari para kapitalis rakus, sepertinya ia makin gak tahu malu untuk maju terus. Saya pernah baca di OpenSecrets.org tentang kondisi keuangan kampanye-nya, dan darimana saja ia dapatkan.

  22. ohtrie says:

    enkoos said: Dan ini sudah terjadi dalam beberapa kasus. Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi beberapa tahun silam adalah motif ukiran perak perajin Bali yang dipatenkan oleh pengusaha dari Amerika. Ini membuat resah karena selama ini ribuan motif telah tercipta dari tangan para seniman Bali dan mereka tidak pernah berpikir untuk mendaftarkan hak patennya. Mereka menjadi takut untuk berkarya. Betapa ironis dan sangat kapitalis.Beritanya ada di sini: Kerajinan Bali dipatenkan pihak asing sedangkan orang yang menciptakan malah dipidanaDan juga di sini: Republika, Motif kerajinan perak Bali dipatenkan orang asing>

    Ahhhhhhhhhhh..rakusssssssssssss….!!!

  23. enkoos said: Beritanya ada di sini: Kerajinan Bali dipatenkan pihak asing sedangkan orang yang menciptakan malah dipidanaDan juga di sini: Republika, Motif kerajinan perak Bali dipatenkan orang asing>SANGAT ironis, seniman dan kreator Bali terjajah di negerinya sendiri. Ribuan motif tradisional Bali yang merupakan warisan leluhur, tiba-tiba diakui pihak oleh orang asing sebagai pemegang hak ciptanya.

    Astaghfirullah… makin geram aja lihat para kapitalis itu menjajah negeri-negeri yg sedang berkembang. Bila SOPA & PIPA itu gagal di-goal-kan, mereka telah menyiapkan senjata lain berupa ACTA yg dilalui dg lobi-lobi tingkat tinggi dan tidak transparan. Kalo ACTA berhasil ditetapkan, saya yakin ini bakal menciptakan permusuhan antar negara, krn salah satu negara di satu sisi menganggap negara lainnya yg mematenkan karya ciptanya menghambat pertumbuhan ekonomi daerah di negara tsb. Terimakasih sharingnya, mbak Evia.

  24. ohtrie says:

    fightforfreedom said: Ada aturan lain selain SOPA dan PIPA yg bakal mengancam kebebasan berinternet. Aturan itu bernama ACTA (the Anti-Counterfeiting Trade Agreement). Ini merupakan traktat kesepakatan yg sedang digagas sejumlah negara, yaitu AS, komunitas Eropa, Swiss, dan Jepang. Traktat ini juga melibatkan Australia, Republik Korea, Selandia Baru, Mexico, Jordania, Maroko, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada. Namun pembentukan traktat ini tidak transparan, alias secara diam-diam. Lihatlah, betapa berkuasanya para kapitalis industri ini menguasai para politisi di berbagai negara.

    Damn It…!!!Beneran ada udang dibalik batu dan kerikilnya yaaaa…Sebenarnya ya bisa dicermati juga sih yaaa, kalo cuman koar2 sopa n pipa sang penggagasnya ndiri bakalan kena nih..

  25. enkoos says:

    fightforfreedom said: Bayangin aja kalo tiba-tiba produk nenek moyang Indonesia ternyata telah lebih dulu dipatenkan oleh negeri jiran,

    Dan ini sudah terjadi dalam beberapa kasus. Salah satu contoh kasus yang pernah terjadi beberapa tahun silam adalah motif ukiran perak perajin Bali yang dipatenkan oleh pengusaha dari Amerika. Ini membuat resah karena selama ini ribuan motif telah tercipta dari tangan para seniman Bali dan mereka tidak pernah berpikir untuk mendaftarkan hak patennya. Mereka menjadi takut untuk berkarya. Betapa ironis dan sangat kapitalis. Beritanya ada di sini: Kerajinan Bali dipatenkan pihak asing sedangkan orang yang menciptakan malah dipidanaDan juga di sini: Republika, Motif kerajinan perak Bali dipatenkan orang asing>SANGAT ironis, seniman dan kreator Bali terjajah di negerinya sendiri. Ribuan motif tradisional Bali yang merupakan warisan leluhur, tiba-tiba diakui pihak oleh orang asing sebagai pemegang hak ciptanya. Contoh nyata adalah karya motif perajin perak di Celuk, Sukawati, Gianyar. Data Koran ini, sedikitnya 800-an motif desain perak telah dipatenkan oleh investor asing yang menancapkan bendera usahanya di Bali.Investor asing yang memperkarakan hak cipta di PN Denpasar adalah PT Karya Tangan Indah (KTI) di bawah bendera John Hardy Limited, pengusaha asal Kanada. Ada pula nama Ancient Modern Art, LLC. Pengusaha asal Amerika Serikat itu diduga telah banyak mematenkan motif tradisional karya tangan terampil masyarakat Bali atau Indonesia. Cuma Ancient belum sampai berperkara di pengadilan. Ancient malah pernah memperingatkan para seniman Bali untuk menghentikan produksi desain lewat iklan pengumuman, 7 Agustus 2006.Lucunya, untuk kasus pertama di atas yang bertindak selaku pelapor adalah orang asing. Artinya, yang diseret ke pengadilan sebagai terdakwa justru warga lokal bernama Ketut Deni Aryasa. Deni yang sempat ditahan selama 40 hari oleh Kejaksaan Negeri Denpasar, kini menghadapi tuntutan pidana 2 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum. Deni dituduh telah menjiplak dan memperbanyak serta mengomersialkan motif batu kali yang katanya milik PT KTI. Padahal, desain itu memang milik Deni. Cuma, motif crocodile (buaya) milik Deni itu sudah dipatenkan di Amerika Serikat oleh Jhon Hardy.Yang memprihatinkan, ternyata terungkap pula bahwa motif batu kali bukanlah milik John Hardy. Dalam sidang di PN Depasar, John Hardy mengakui bahwa motif kali adalah original hasil ciptaannya yang sudah terdaftar di Dirjen HAKI Jakarta dan Amerika. Ternyata setelah diselidiki, motif batu kali pertama kali digunakan oleh Sarda Handicraft dan telah dihakciptakan oleh Sarda di USA (Amerika Serikat). Dalam sebuah website, karya batu kali tersebut berjudul Sarda Handcrafted Creations, dengan tahun pembuatan 2001. Sedang motif batu kali versi John Hardy baru terdaftar di Dirjen HAKI Jakarta, 19 April 2006. Padahal sesuai ratifikasi WTO (World Trade Organizations), sebuah ciptaan yang telah terdaftar di suatu negara, maka berlaku secara internasional.Untuk kasus kedua, yang memperingatkan para perajin perak juga orang asing. Yakni Ancient, pengusaha perak asal negeri Paman Sam yang berdomisili di Bali. Begitu banyaknya “penjajahan” gaya baru dari orang asing tersebut, membuat perajin dan kreator motif tradisional bereaksi keras. Wakil Ketua Asosiasi Perak Bali (APB), Nyoman Mudita mengungkapkan, ribuan perajin yang tergabung dalam asosiasi perak resah dan takut berkarya dengan banyaknya motif tradisional dipatenkan orang asing. Pasalnya, satu motif saja bisa menghasilkan ribuan desain. Jika itu dibiarkan, menurutnya, maka lambat laun warisan leluhur masyarakat Bali akan punah. “Perajin resah karena dari dulu tak pernah menyangka akan ada pencurian karya motif seperti sekarang ini,” ungkapnya.Mudita mendesak pemerintah agar memediasi kepentingan perajin. Misalnya, bagaimana mendaftarkan karya-karyanya agar hak ciptanya tak hilang. Tujuannya untuk menyelamatkan warisan leluhur dari penyabotan asing yang sebenarnya tak punya hasil karya. Namun diakuinya bahwa perajin juga terkendala biaya untuk mematenkan karya-karyanya. “Perajin itu untuk makan saja berpikir, apalagi mematenkan karyanya. Sedang orang asing lebih cerdas dengan cara mencuri karya perajin lalu dipatenkan untuk kepentingan bisnisnya. Akibatnya, bukan hanya kerugian materiil yang diderita perajin, tetapi juga dipermalukan.”Kalau misalnya perajin Bali mau pameran di kancah internasional, tahu-tahu karyanya diakui orang lain, betapa malunya kita sebagai bangsa,” kata Mudita. Pihaknya yakin, pemerintah dengan powernya mampu mengatasi keresahan perajin perak ini. “Bung Karno saja menghormati karya seni masyarakat Bali, sehingga saya yakin pemerintah sekarang tak akan menutup mata,” harapnya.

  26. ohtrie said: Cyber War digenderang-kan. dah kek di pilem-pilem produk WB ajaj yakk…

    Ayo nonton film Hacker 2: Operation TekedownSeru banget 🙂

  27. Lanjutan pembahasan tentang ACTA, dalam video lain dijelaskan sbb:ACTA memaksa seluruh Internet Service Provider (ISP) untuk menerapkan aturan ini. ISP akan diwajibkan mengawasi seluruh aktivitas di internet. Jadi jika Anda menerima kiriman MP3 atau MP4 dari teman Anda, atau meng-upload video yg punya copyright, atau mengirim email yg berupa gambar yg punya copyright, maka Anda terancam pidana. Intinya, privasi Anda dalam lalu lintas di dunia internet akan terus di awasi.Perusahaan internet yg menyediakan link thd materi berhak cipta akan terancam hukuman yg diatur dalam ACTA. Saat ini banyak sekali media yg spt itu misalnya YouTube, Yahoo mail, Gmail, Facebook, Twitter, termasuk juga Multiply.Bahaya lain dibalik ACTA adalah menimbulkan potensi perang antar negara hanya karena rebutan hak paten. Bayangin aja kalo tiba-tiba produk nenek moyang Indonesia ternyata telah lebih dulu dipatenkan oleh negeri jiran, sementara UU ACTA melindungi pihak yang mematenkan produk tsb.Lebih jelas tentang ACTA: http://en.wikipedia.org/wiki/Anti-Counterfeiting_Trade_AgreementSay NO to ACTA. It is essential to spread awareness and get the word out on ACTA.

  28. Melalui link video yg ditautkan dalam Official Tweeter Anonymous: http://twitter.com/anonops, timeline 24 Januari, Anonymous kembali mengingatkan tentang bahayanya ACTA.anonops AnonOps #ActAgainstACTA – Meet #ACTA, the SOPA’s evil sister >> bit.ly/hrstfU24 JanApa itu ACTA?Silakan simak dalam tayangan video di bawah ini:Terkait video di atas, di halaman Anonymous di sampaikan bahwa:Ada aturan lain selain SOPA dan PIPA yg bakal mengancam kebebasan berinternet. Aturan itu bernama ACTA (the Anti-Counterfeiting Trade Agreement). Ini merupakan traktat kesepakatan yg sedang digagas sejumlah negara, yaitu AS, komunitas Eropa, Swiss, dan Jepang. Traktat ini juga melibatkan Australia, Republik Korea, Selandia Baru, Mexico, Jordania, Maroko, Singapura, Uni Emirat Arab, dan Kanada. Namun pembentukan traktat ini tidak transparan, alias secara diam-diam. Lihatlah, betapa berkuasanya para kapitalis industri ini menguasai para politisi di berbagai negara.Dalam video itu kita bisa melihat analogi yg disampaikan Anonymous, bila Anda ikut kursus memasak, maka Anda dilarang menyebar informasi mengenai resep yg didapat di kursus itu. Jika Anda memberikan informasi mengenai resep yg Anda dapat di kursus itu ke pasangan / teman Anda, maka Anda dan pasangan / teman Anda bisa terancam pidana yg diatur dalam ACTA di negara Anda tinggal. Kemudian ACTA melakukan pengawasan terhadap Anda, maka privasi individu Anda jelas terancam. bersambung…

  29. ohtrie says:

    hemm..ku menyimak aja penasaran seru jee…weh weh wehh…Cyber War digenderang-kan. dah kek di pilem-pilem produk WB ajaj yakk…

  30. anotherorion says:

    darnia said: World Web War

    apik i

  31. Kalo ini dari offical site-nya, yg diunggah tgl 22 Januari 2012:SONY adalah target berikutnya. Tapi tidak dengan mengajak massa spt akun palsu itu.

  32. martoart said: by the way Facebook was one of SOPA opponents.

    Dalam Official Channel-nya, memang tidak ada rencana Anonymous untuk men-take down Facebook, apalagi mengajak secara kolektif menyerang Departemen Kehakiman AS.Belajar dari kasus ini, rupanya ada upaya untuk memecah belah kekuatan. Siapa saja pasti bisa bikin topeng Anynomous dan bicara mengatas-namakan dirinya, dan menggunakan nama / identitas channel yg hampir mirip di Youtube dan kemudian memecah massa paling besar yg berada dlm komunitas Facebook.ck..ck..ck.. jadi ingat kasus Pakde Sumitro :DWah.. wah.. kudu hati-hati kalo begitu.

  33. martoart says:

    alasan top comment ke dua juga masuk akal:1st:Anonymous twitter account anonops denied that they have any relation with this.2nd:Why should I help in bringing facebook down ? This site providing a free space for sharing ideas. Where every one could write about his thoughts and see what other people think on it.Facebook helps political and civil society activists in spreading there words and to gain supports in repressive regimes. or how you thing the Arab spring revolution started ?by the way Facebook was one of SOPA opponents.

  34. martoart said: please don’t badmouth anonymous before checking their official channel

    Okey, Bung Marto, yg akan kita jadikan pegangan informasi adalah Official Channel-nya Anynomous:http://www.youtube.com/user/Anonymo0usSebentar akan kuteliti di sana, satu – persatu.Terimakasih sudah mengingatkan.

  35. martoart says:

    fightforfreedom said: Will you join with them ? 🙂

    Absolutely yes! I have no facebook, I’m Anonymous.But, rajin2 cek cek n ricek setiap info internet. Sementara ini, Anonops menyatakan itu fake: AnonOpsAGAIN: “Anonymous Threatens Facebook Shutdown Jan” IS A FAKE. RT PLEASE.9 hours ago itu tweetnya annonimous.Dan itu sesuai ma top komen di yutube: please don’t badmouth anonymous before checking their official channel this is not their video and they do not plan to take down facebook

  36. enkoos says:

    fightforfreedom said: Kim Schmitz, CEO MegaUpload, kebangsaan Jerman, tapi tinggal di Selandia Baru dan Hong Kong untuk mengurusi bisnisnya. Aneh, khan…Cekidot: http://en.wikipedia.org/wiki/Kim_SchmitzKelak bisa saja terjadi, si Fulan pemilik GudangUpload.com warga Jombang, ditahan oleh Pemerintah AS bila situs sharing file-nya menyimpan konten ilegal.

    Ini kira2 sama gak dengan perjanjian ekstradisi?Kan yang menjadi korban (menurut versi Amerika) adalah perusahaan Amerika.

  37. enkoos says:

    fightforfreedom said: Will you join with them ? 🙂

    Of course.Tapi yang bikin ketar ketir, menyerang situs pemerintahan. Apakah bisa kelacak?

  38. enkoos said: wow!!!

    Will you join with them ? 🙂

  39. enkoos said: Kim ini warga negara mana?Kalau dia warga negara Amerika, tentunya mengikuti hukum Amerika. Tapi kalau bukan warga Amerika… hmmm…

    Kim Schmitz, CEO MegaUpload, kebangsaan Jerman, tapi tinggal di Selandia Baru dan Hong Kong untuk mengurusi bisnisnya. Aneh, khan…Cekidot: http://en.wikipedia.org/wiki/Kim_SchmitzKelak bisa saja terjadi, si Fulan pemilik GudangUpload.com warga Jombang, ditahan oleh Pemerintah AS bila situs sharing file-nya menyimpan konten ilegal.

  40. enkoos says:

    fightforfreedom said: Wahh… seru .. seru….Welcome to the Cyber War !Masyarakat dunia diminta untuk menyerang bersama-sama dg sasaran Departemen Kehakiman AS, melalui program yg bisa diunduh dg gratis.

    wow!!!

  41. enkoos says:

    fightforfreedom said: Kim si bos MU itu tinggal di Selandia Baru

    Kim ini warga negara mana?Kalau dia warga negara Amerika, tentunya mengikuti hukum Amerika. Tapi kalau bukan warga Amerika… hmmm…

  42. Siapa yang bisa menghindar dari serangan Komunitas Anynomous, Departemen Kehakiman AS lumpuh, FBI pun sempat dibikin lumpuh pasca penutupan MegaUpload.Tampaknya teror tetap dilancarkan oleh Anynomous.Apakah teror berikutnya?Silakan simak pesannya dalam video yg diunggah pada dini hari tadi:Dari posting video tsb di atas, Anynomous menyatakan bahwa mereka berencana menyerang Facebook pada 28 Januari 2012. Tampaknya di luar sana, makin seru aja nih… perang online telah dimulai antara Anonymous dengan orang2 pemerintahan AS. Dalam video itu, Anynomous bilang: RUU SOPA dan PIPA memang sudah ditunda, tapi itu tidak menjamin hak-hak internet kita bakal mereka junjung.Anonymous juga mengajak orang-orang untuk men-download program bernama Low Orbit Ion Cannon (LOIC). Program itu bisa dengan sukses digunakan untuk menyerang dan melumpuhkan Departemen Kehakiman AS. Program LOIC menghancurkan situs tsb dg mengirimkan ribuan paket informasi ke server mereka.Anynomous menyampaikan pesan yg menantang:”Aksi Global Blackout sudah dijalankan dengan sukses, namun jawabannya adalah penundaan, bukan pembatalan.Sekarang… apakah Anda ingin menjadi bagian dari gerakan protes internet terbesar dan juga Perang Cyber resmi pertama?”Wahh… seru .. seru….Welcome to the Cyber War !Masyarakat dunia diminta untuk menyerang bersama-sama dg sasaran Departemen Kehakiman AS, melalui program yg bisa diunduh dg gratis.Mau join? he he he…

  43. enkoos said: Nah, info ini perlu banget tuh buat yang berkomentar “ah SOPA PIPA itu kan aturan di Amerika, biarin aja. Gak ada efeknya dengan Indonesia. Ngapain pusing mikirin.”

    Kalo ditilik lebih jauh sebenarnya bukan hanya masalah efek di Indonesia yg gak bisa mengakses situs yg diblokir (bila server-nya di AS), tapi bisa lebih dari itu…Perhatikanlah kasus penangkapan Megaupload (MU), agak aneh.Kim si bos MU itu tinggal di Selandia Baru, sementara bisnisnya berbasis di HongKong, namun intervensi asing (FBI AS) memaksanya ia menjadi terdakwa.Nahh.. penahanan seseorang di luar wilayah AS itu saya rasa akan meningkatkan kecurigaan publik tentang ruang lingkup SOPA dan PIPA nanti. Jangan-jangan kedua UU tsb dapat diterapkan lintas batas negara. Jika hal itu terjadi, maka para pelaku pembajakan di negara Indonesia juga dapat ditangkap, jika otoritas di negara ini bersedia bekerja sama dengan Pemerintah AS.

  44. itsmearni says:

    dengan resminya penundaan ini, maka saya mengganti HS mai kembali narsis hahaha

  45. penuhcinta says:

    ohtrie said: di blogger sonoh kok nekk….wisbenlah…kok jadi nenek yang sewot sihh…?

    Sapah yang sewot…wong cuma nanya dimanah…ha…ha…ha. Cucu ge-er ah.

  46. ohtrie says:

    penuhcinta said: Dimanah? Dimanah?

    di blogger sonoh kok nekk….wisbenlah…kok jadi nenek yang sewot sihh…?

  47. debapirez says:

    Trnyata disana & disini sm aja ya :-(. Money talks. Spt yg saya duga, hal ini berkaitan dgn Pemilu thn ini.

  48. penuhcinta says:

    ohtrie said: Di satu lapak aku sempet adu argumen dengan pokok bahasan ini je cakk, hihihi..dan sayangnya lawan argumentasiku jg menggunakan emosinya sehingga sepertinya jadi membenci “sosok” diriku karena pendapatku itu…Eh, mangap ku jadi curhat… #senyumsajah

    Dimanah? Dimanah?

  49. ohtrie says:

    enkoos said: Nah, info ini perlu banget tuh buat yang berkomentar “ah SOPA PIPA itu kan aturan di Amerika, biarin aja. Gak ada efeknya dengan Indonesia. Ngapain pusing mikirin.”

    Di satu lapak aku sempet adu argumen dengan pokok bahasan ini je cakk, hihihi..dan sayangnya lawan argumentasiku jg menggunakan emosinya sehingga sepertinya jadi membenci “sosok” diriku karena pendapatku itu…Eh, mangap ku jadi curhat… #senyumsajah

  50. ohtrie says:

    fightforfreedom said: kedua RUU ini tampaknya akan menjadi pedang bermata dua bagi Obama. Ya bagaimana tidak, pembahasan draf RUU itu muncul di saat yg kritis bagi Obama,

    Hihii,hal ini masih mirip juga dengan keadaan negeri ini, yaitu tatkala pemerintahan Gusdur….Makanya saat ini SBY jadi pinter milih yang duduk diatas, berbagi kursi, soal rakyat tereak2 gak masalah yang penting posisi dia (SBY) aman…cos koalisi pendukung lancar jaya…

  51. ohtrie says:

    fightforfreedom said: Adanya money politic sepanjang masa kampanye adalah hal yang umum terjadi, dimana kelompok berkepentingan khusus memberikan uang pada politisi untuk sumbangan kampanyenya. Tak jauh beda kenyataannya dengan apa yang terjadi di negeri Indonesia Raya tercinta ini, bukan?!

    Yups.tak jauh berbeda Cak…Dan sepertinya negeri ini juga sudah menjadi bagai pinang dibelah dua. Sehingga sudah tak bisa dipungkiri lagi mengenai Bank Century-pun sengaja ditutup kerudung rapet, apalagi yangg bermain disana selain penguasa ada juga tak sedikit pengusaha…Hemm, balik lagi ke trick SOPA n PIPA, tak salah khan kalo harus berpikir secara politis seperti ini..? Lah wong penguasa dan pengusaha -tamak- juga ada kehendak kuat memonopoli jeee… Meski ini sudah bukan jamannya kolonialisme pun imperialisme, toh hal ini (menurut saya) syah-syah saja dikategorikan ke arah sana…

  52. ohtrie says:

    fightforfreedom said: saya tergelitik membaca tulisan seorang kawan di sini hingga mentrigger lahirnya jurnal ini

    Thanks untuk rasa ketergelitikannya Cak Iwan, sehingga berkenan menautkan link ke journal saya.Apreciate for that, FightForFreedom…!!!

  53. penuhcinta says:

    Makasih Mas Iwan, update-nya. Kalau diundur ke Februari sih berarti gak lama lagi dong…sekarang saja udah hampir di ujung Januari. Yang aku takutkan kalau industri perfilman dan musik mulai berkampanye lewat artis2nya. Para pembebek yang gak bisa mikir sendiri dan cuma melihat sikap bintang idolanya bakal bisa digerakkan tuh utk mendukung SOPA-PIPA. Dan yang model kayak begini, buanyaaaak…he…he.

  54. enkoos says:

    fightforfreedom said: Meski berbasis di Hongkong tapi ternyata MU memiliki sejumlah server yg terletak di Ashburn, Virginia, AS. Inilah yg membuat pemerintah AS berhasil membungkam situs tsb. Ngomong2, banyak juga lho situs file sharing dan grup social media di Indonesia yg memiliki server di AS. Artinya AS berhak memblokir situs tsb bila diketahui menyimpan konten ilegal.

    Nah, info ini perlu banget tuh buat yang berkomentar “ah SOPA PIPA itu kan aturan di Amerika, biarin aja. Gak ada efeknya dengan Indonesia. Ngapain pusing mikirin.”

  55. darnia said: Jadi World Web War ini adalah ultimate battle between Money Power vs People Power

    Tepat sekali. Endingnya selalu sama, people power tidak bisa dikalahkan.

  56. caturhp said: Saya dari awal memang tidak yakin kalo UU itu implementasinya akan sekejam yang dibeberkan karena dampaknya justru lebih fatal dan berbahaya. Makanya mereka sekarang jadi bimbang mau disahkan atau tidak.. Kalau pun jadi disahkan, mungkin implementasinya akan lebih diperlunak.

    Harapan para penentangnya memang ingin diperlunak, mas Catur, tidak serta merta pemerintah berhak membumi-hanguskan situsnya. Biarlah pengelola situs yg melakukan filter, dan apabila kecolongan terdapat konten ilegal maka itu menjadi tanggung jawab pengunggah dihadapan penuntut-nya; pemilik situs tidak dapat dituntut di pengadilan bila ada kesalahan yg dilakukan para penggunanya; apalagi sampai keseluruhan situs tsb diblokir.

  57. drprita said: Tapi tadi saya baca di runningtext TVOne tentang perusahaan pengupload file yang menutup usahanya. Kenapa ya?

    Kalo MegaUpload (MU) lebih tepatnya ditutup, bukan menutup usahanya.Kasus MU ini membuat beberapa perusahaan sejenis (gudang file sharing) membatasi diri hanya untuk melayani member, fitur2nya bukan lagi untuk umum; contohnya FileSonic.MU ditutup setelah diinvestigasi FBI karena dituduh telah melakukan pembajakan hak cipta senilai USD 500 Juta, dan menghasilkan lebih dari USD 175 Juta dari layanan berlangganan dan iklan. MU dikenal selama ini sbg gudang penyimpanan online, namun kenyataannya banyak konten ilegal di dalamnya. Hal ini merupakan buah tuntutan dari industri yg merasa dirugikan dg keberadaan situs file sharing tsb.Meski berbasis di Hongkong tapi ternyata MU memiliki sejumlah server yg terletak di Ashburn, Virginia, AS. Inilah yg membuat pemerintah AS berhasil membungkam situs tsb. Ngomong2, banyak juga lho situs file sharing dan grup social media di Indonesia yg memiliki server di AS. Artinya AS berhak memblokir situs tsb bila diketahui menyimpan konten ilegal.

  58. moestoain says:

    drprita said: ujung2nya kepentingan Yahudi

    Iya dijelasin apa tuh? Kasihan tuh orang Yahudi bertanya-tanya hihihi

  59. beautterfly says:

    duh, deg2annya karena mau ditutup udah mulai berkurang..tapi tetep ya, khawatir juga kalo nanti tetap diberlakukan, apalagi kalo ‘setorannya’ banyak.. Semangat berjuang!

  60. martoart says:

    drprita said: ujung2nya kepentingan Yahudi.

    Bisa dijelaskan gimana bisa begitu?

  61. mayamulyadi says:

    Huaaaa… Aku turut senang bisa berada dalam sejarah SOPA-PIPA ini mas… Kelak aku ceritakan pada anak-anakku “gini-gini, dulu ibu dan kawan2 berani ikutan sign petition dalam rangka menggagalkan SOPA-PIPA loh” -emak2 narsis :)I agree… Fight 4 Freedom 🙂

  62. wib711 says:

    Tunggu besok mas.. tgl 24, jadi ataukah tidak.. moga ga jadi

  63. drprita says:

    ujung2nya kepentingan Yahudi. Tapi tadi saya baca di runningtext TVOne tentang perusahaan pengupload file yang menutup usahanya. Kenapa ya?

  64. hwwibntato says:

    sepertinya tidak akan jadi, nih … he he he …

  65. moestoain says:

    Tapi gimana nasib SONY, dkk ya?kasihan juga mereka meriliskan album tapi dibajak semua..

  66. caturhp says:

    Saya dari awal memang tidak yakin kalo UU itu implementasinya akan sekejam yang dibeberkan karena dampaknya justru lebih fatal dan berbahaya. Makanya mereka sekarang jadi bimbang mau disahkan atau tidak.. Kalau pun jadi disahkan, mungkin implementasinya akan lebih diperlunak.Ternyata money politic itu nggak hanya hanya di Indonesia saja aja ya… tetapi juga negara yang katanya paling demokratis sedunia AS.

  67. anotherorion says:

    pada intinya produk undang2 gak akan jauh2 dari kepentingan para penguasa/pemilik duit

  68. darnia says:

    Jadi World Web War ini adalah ultimate battle between Money Power vs People PowerIdealnya, manusia menggerakkan uang, bukan sebaliknyaSemoga idealisme itu akan menang..

  69. thetrueideas says:

    Karena abis modal di Iraq, Pakistan dan Afghanistan, maka mereka pun berusaha secepatnya mengembalikan modal…

  70. martoart said: Mengkhianati kapitalis adalah sikap kepahlawanan bagi rakyatnya.

    Yes, setuju !Hanya pemimpin yang berani dan punya integritas tinggi yang mampu bersikap spt itu.

  71. martoart says:

    tintin1868 said: semoga perjuangan nantinya selesai..

    as long as we are the champion!

  72. tintin1868 says:

    semoga perjuangan nantinya selesai..

  73. huflepuff said: Tetap waspada

    Waspadalah !

  74. martoart said: So, keep fight bro!

    Yes, Fight For Freedom… !

  75. jampang said: wah… uang juga yang bicara

    Coba sampeyan hitung, berapa banyak uang yg telah terkumpul dari para raksasa industri ini untuk mengegolkan tujuannya dalam bentuk Undang – Undang tsb… sudah hampir trilyunan 🙂

  76. dieend18 says:

    Dimana2 tetep aja ya, UUD.. Ujung Ujungnya Duit….

  77. enkoos said: Kalau sampe terjadi RUU SOPA PIPA diloloskan, White House bakalan terguncang. Belum digolkan aja udah bikin keder banyak senator karena tekanan masyarakat yang luar biasa.

    Mari kita saksikan bersama pertarungan antar para raksasa industri itu yg masing-masing sama – sama menggerakan orang-orangnya di Kongres,… dan people power (di luar kongress) akan memenangkan pertarungan itu.

  78. martoart says:

    fightforfreedom said: dianggap sbg pengkhianatan oleh beberapa pemilik hak cipta, terutama mereka yg berkecimpung di industri film dan musik.

    Mengkhianati kapitalis adalah sikap kepahlawanan bagi rakyatnya.

  79. rengganiez says:

    fightforfreedom said: Memang, mbak Niezt… kedua RUU ini tampaknya akan menjadi pedang bermata dua bagi Obama. Ya bagaimana tidak, pembahasan draf RUU itu muncul di saat yg kritis bagi Obama, yaitu dibahas menjelang pemilu presiden yg bakal digelar November mendatang. Obama secara tegas telah menentang RUU itu. Namun akibatnya, ia diperkirakan bakal menghadapi serangan balik dari perusahaan2 besar pendukung SOPA, termasuk Holywood, kabarnya mereka bertekad memangkas dukungan finansial pada kampanye pemilu Obama di masa mendatang, krn mereka menganggap bahwa pendirian presiden dianggap sbg pengkhianatan oleh beberapa pemilik hak cipta, terutama mereka yg berkecimpung di industri film dan musik.

    Dan semoga Obama gak lupa usahanya ketok pintu satu per satu untuk mendapatkan dukungan. PIlihannya dia mau mengkhianati pemilihnya atau mengkhianati pasar 🙂

  80. znrock said: aksi pasang blackout meski hanya logo belum saya cabut dari blog saya kangzaki.wp.com

    Good 🙂

  81. rengganiez said: Dan selalu penuh kepentingan politik yang akan bermain didalamnya…Bentar lg November..pemilihan capres sudah dimulai sejak skg. Republik sudah ancang2 untuk melengserkan demokrat. Sebuah regulasi yang sangat seksi untuk merontokkan kepemimpinan Obama, dimana sang Presiden menjadi pemimpin karena kekuatan dunia maya.

    Memang, mbak Niezt… kedua RUU ini tampaknya akan menjadi pedang bermata dua bagi Obama. Ya bagaimana tidak, pembahasan draf RUU itu muncul di saat yg kritis bagi Obama, yaitu dibahas menjelang pemilu presiden yg bakal digelar November mendatang. Obama secara tegas telah menentang RUU itu. Namun akibatnya, ia diperkirakan bakal menghadapi serangan balik dari perusahaan2 besar pendukung SOPA, termasuk Holywood, kabarnya mereka bertekad memangkas dukungan finansial pada kampanye pemilu Obama di masa mendatang, krn mereka menganggap bahwa pendirian presiden dianggap sbg pengkhianatan oleh beberapa pemilik hak cipta, terutama mereka yg berkecimpung di industri film dan musik.

  82. huflepuff says:

    Tetap waspada dan tetap tidur dengan sebelah mata terbuka.. *eh… gak nyambung

  83. martoart says:

    So, keep fight bro!

  84. jampang says:

    wah… uang juga yang bicara

  85. enkoos says:

    Kalau sampe terjadi RUU SOPA PIPA diloloskan, White House bakalan terguncang. Belum digolkan aja udah bikin keder banyak senator karena tekanan masyarakat yang luar biasa.

  86. znrock says:

    aksi pasang blackout meski hanya logo belum saya cabut dari blog saya kangzaki.wp.com

  87. rengganiez says:

    Dan selalu penuh kepentingan politik yang akan bermain didalamnya…Bentar lg November..pemilihan capres sudah dimulai sejak skg. Republik sudah ancang2 untuk melengserkan demokrat. Sebuah regulasi yang sangat seksi untuk merontokkan kepemimpinan Obama, dimana sang Presiden menjadi pemimpin karena kekuatan dunia maya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: