Home » Business Ethic & Tips » The Miracle of Bluffing (Succes Story of Bill Gates)

The Miracle of Bluffing (Succes Story of Bill Gates)

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

[Dari blog lamaku: http://fightforfreedom.multiply.com/video/item/22
Posted on Oct 23, ’10 10:16 AM]

Ini adalah cuplikan sebuah film, Pirates of Silicon Valley, dimana diceritakan bahwa Bill Gates (saat itu masih muda banget & culun) berani mendatangi kantor IBM, bertemu dengan para owner untuk menawarkan sebuah solusi bisnis.

Pembicaraan di meeting tersebut antara Bill Gates (BG), Direktur IBM (IBM)
BG: “Kami punya apa yang Anda butuhkan!!”
IBM: “Oke.. itu suatu permulaan”
BG: “Kami tahu IBM harus bangun tempat ini untuk bersaing dengan Apple, dan berpacu untuk membuat personal computer untuk kalahkan mereka. Jadi kami bisa memberimu sebuah sistem kerja”
IBM: “Seperti apa operating sistem yang anda tawarkan”
BG: “Kami memiliki DOS.. Disk Operating System”
(perhatikan adegan pada menit ke-02.59 dan selanjutnya bla..bla..bla.. Bill menjelaskan panjang lebar ttg DOS dan sistem kinerjanya)

Sebenarnya Bill nge-bluffing saat itu, krn kenyataannya ia ngga punya sebuah operating system !, ia bisa menjelaskan itu hanya berdasarkan sebuah imajinasi seakan-akan wujud DOS itu ada dan begitulah cara kerjanya. Maka ya jelas aja.. teman2 si Bill (Paul Allen & Steve Balmer) yg ikut meeting di situ kaget (dalam hati), karena perasaan si Bill ngga pernah ngomongin soal itu dengan timnya, apalagi memiliki sebuah operating system.

Kemudian Direktur IBM bilang: “Baiklah, kalau begitu… besok bawa DOS Anda kemari”

Nah lho… 🙂

Setelah diluar (selesai meeting), teman2nya protes, “Gila loe, Bill, kita khan ngga punya operating system. Kita ngga punya sesuatu untuk ditawarkan. Tamatlah kita”
Bill dg santainya ngejawab, “Ah, loe khan pernah bilang kalo punya teman yg punya OS, kamu beli aja OS-nya dari dia, ntar itulah yg kita tawarin ke IBM. Nah, kamu pergilah ke temanmu sekarang… tawar barangnya berapapun, … udah ngga ada waktu lagi nih, besok kita harus serahin ke IBM”

Berhasilkah?

Besoknya, Bill Gates dan teman-temannya mendatangi lagi kantor IBM mendemokan sistem kerja DOS (yang baru ia beli kemaren) sekaligus membicarakan skema bisnisnya dengan IBM.

Jadi, percaya atau tidak, sebenarnya DOS adalah merek dagang yang diciptakan oleh Bill Gates atas sebuah sistem operasi (OS) yang ia beli dari seorang programmer yang tak diketahui namanya. Kemudian oleh Bill Gates, OS tersebut dijual kembali per-lisensi kepada banyak perusahaan pembuat komputer. IBM adalah perusahaan pertama yang tertarik untuk menggunakan DOS pada produk mereka. Inilah bluffing terindah dalam sejarah Bill Gates yang mengubah sejarah hidupnya menjadi seorang milyuner bersama Microsoft.

Bill Gates terpaksa melakukan bluffing itu karena dalam kondisi kepepet untuk menyampaikan sebuah solusi kepada klien (atau calon klien-nya). Dan bluffing itu menuntun alam bawah sadarnya agar sesuatu yang masih dalam imajinasi itu harus menjadi sebuah kenyataan.

Inilah adegan menarik pada kisah di atas.

Advertisements

8 Comments

  1. Kalau Isaac Newton memperoleh Momentum Tuhan pada saat menyaksikan buah apel yang jatuh ke tanah, maka lain lagi dengan yang dialami oleh Bill Gates, pendiri “Microsoft”. Orang kaya nomor satu di dunia ini, memperoleh MOG (Moment Of God) pada saat ia berjumpa dengan seseorang yang kemudian berperan sebagai pemandu kesuksesannya. Inilah ciri-ciri Momentum Tuhan bertipe “Alignment”, atau “Penyelarasan”.

    Ketika nama Bill Gates menjadi begitu terkenal, banyak orang awam, pengamat bisnis bahkan para pakar menyimpulkan bahwa sukses Bill Gates disebabkan oleh kepiawaiannya membuat program. Pendapat ini bertumpu pada kenyataan bahwa Gates telah memulai aktivitas sebagai pemrogram sejak usia 13 tahun. Ada juga yang mengatakan Bill Gates adalah orang jenius dengan IQ 160, sehingga hasil karyanya yang berupa sistem operasi komputer itu luar biasa bagusnya.

    Argumentasi semacam ini tentu kurang memadai. Sebab, kepintaran berbasis IQ bukanlah penyebab mutlak yang menjamin terjadinya kesuksesan. Orang dengan IQ di bawah rata-rata pun bisa sangat sukses. Contohnya, George H.W. Bush (Sr), yang “hanya” ber- IQ 98 bisa sukses pula, bahkan bisa menjadi presiden Amerika Serikat. Fakta juga membuktikan bahwa Bill Gates tidak membuat sendiri Sistem Operasi DOS nya. Ia justru membeli dari orang lain, yaitu dari seorang pemrogram handal bernama Tim Patterson.

    Satu-satunya fakta tak terbantahkan adalah bahwa kesuksesan Bill Gates disebabkan oleh pertemuannya dengan John Opel, CEO perusahaan raksasa IBM. John Opel inilah – yang dalam kepanikannya dikejar deadline – telah memberikan order perdana kepada Microsoft untuk mengembangkan sistem operasi IBM PC.

    Seperti diketahui, menjelang dekade 80-an, IBM mengeluarkan kebijakan untuk terjun ke dunia komputer mikro yang selama ini belum pernah dilakoni. Karena tenggat watu yang tersedia hanya 8 bulan, IBM terpaksa menerapkan strategi “muti-vendor”. Yaitu mengajak perusahaan-perusahaan lain bekerjasama guna mewujudkan produk impian dunia IT masa itu, berupa komputer pribadi terstandarisasi. Untuk printer, IBM menunjuk EPSON sebagai pemasoknya. Untuk chip prosesor, INTEL dipercaya untuk menyediakannya. Hard disk disuplai oleh TANDON. Sedangkan untuk sistem operasi, semula IBM menyerahkannya pada perusahaan perangkat lunak ternama, DIGITAL RESEARCH. Tidak ada nama Microsoft disebut-sebut dalam proyek itu. Maklum hanya perusahaan kecil.

    Sial untuk IBM, ternyata Digital Research maju-mundur dalam bernegosiasi, dan akhirnya mengundurkan diri dengan alasan tidak tertarik untuk menggarap proyek komputer mikro yang saat itu masih dianggap sebagai “mainan anak-anak”. Tentu saja kejadian tersebut menyebabkan bos IBM frustrasi. Pada suatu kesempatan, John Opel curhat kepada salah seorang sahabat baik yang bernama Mary Gates tentang sulitnya memperoleh pihak ketiga yang mau dan mampu menyuplai sistem operasi.

    Mary Gates adalah ibundanya Bill Gates. Setengah bergurau, ia mengusulkan John Opel untuk membicarakan kesulitannya itu dengan Bill, anak kesayangannya. John Opel yang sedang kepepet justru menanggapi serius. Ia segera mengutus beberapa orangnya untuk datang ke kantor Microsoft, dan mengundang Bill Gates untuk bertemu. Maka pada tahun 1980 terjadilah pertemuan bersejarah antara presiden IBM dengan bos Microsoft, yang kemudian menjadi “Moment Of God” bagi Bill Gates.

    IBM memberi kepercayaan pada Microsoft untuk membuat sistem operasi PC-DOS, sedangkan Bill Gates dengan cerdik meminta IBM yang sedang tersudut untuk mengijinkan perusahaannya memproduksi sistem operasi yang sama (MS-DOS) untuk dijual ke pasar yang sama pula. Momen inilah yang kemudian melejitkan karir Bill Gates beserta Microsoftnya, sehingga pada tahun 2007, nama Bill Gates terpampang sebagai orang terkaya di dunia!

  2. […] Kepiawaian Cacuk di ruang meeting mengingatkan saya dengan Bill Gates yang mampu menaklukkan para petinggi IBM.Kisahnya di sini: Bluffing (bohong)-nya Bill Gates merubah imajinasi menjadi kenyataan […]

  3. ayanapunya says:

    tapi di situ bill gates-nyu nyurangin steve jobs kan?

  4. Iya, mas, kebayakan para marketing juga suka nge-bluffing ketika mengusulkan sebuah solusi kpd klien, gak peduli gimana kondisi tim produksi sebenarnya saat ini, yg penting dapat project duluan. Yang penting pake prinsip: PALU GADA (Apa Lu Mau, Gue Ada). Ini terutama berlaku bagi usaha-usaha yg masuk kategory start-up company.

    Memang sih, bluffing yg dilakukan itu terindah menurut kacamata dia, tapi bagi yg merasa dikadalin pasti akan misuh-misuh 😀

  5. Untuk detailnya saya rekomendasikan nonton film “Pirates Of Silicon Valley ini”. Kalo sudah pernah, ya ambil pelajarannya aja, banyak nilai-nilai leadership-nya lho di film ini. Sayangnya film layar lebar & DVDnya ngga beredar di sini, tapi kita bisa men-downloadnya di indowebster.

    Film ini menceritakan kisah nyata dari dua orang yg saat ini terkenal karena nama perusahaan yg mereka rintis. Dan sejarah mula dari perusahaan besar itulah yg juga menjadi jalan cerita film ini. Kedua orang itu adlh Bill Gates dengan Microsoft-nya dan Steve Jobs dengan Apple-nya.

    Juga diceritakan pada awal mula pendirian perusahaan sekelas Apple oleh Steve Jobs bersama temannya Steve Wozniack ternyata mereka sempat mendapat penolakan dari perusahaan besar seperti HP ketika menawarkan perangkat keras yg nantinya menjadi perangkat komputer yg revolusioner. Juga diceritakan pula Bill Gates dg Steve Ballmer & Paul Allen yg juga mendirikan Microsoft yg nantinya menjadi saingan dari Apple.

  6. Luqman Hakim says:

    Kalo infonya berdasarkan tulisan Mas Iwan, ini persis seperti yang saya temui kalo presentasi kreatif ke klien-klien, nawarin konsep kerja kreatif dan dari situ saya dapetin project-project buat pekerjaan kreatif. Tapi ngeliat cara Bill Gates begini, kok saya mandangnya bener-bener ngadalin banget ya?

    • Iya, mas, kebayakan para marketing juga suka nge-bluffing ketika mengusulkan sebuah solusi kpd klien, gak peduli gimana kondisi tim produksi sebenarnya saat ini, yg penting dapat project duluan. Yang penting pake prinsip: PALU GADA (Apa Lu Mau, Gue Ada). Ini terutama berlaku bagi usaha-usaha yg masuk kategory start-up company.

      Memang sih, bluffing yg dilakukan itu terindah menurut kacamata dia, tapi bagi yg merasa dikadalin pasti akan misuh-misuh

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: