Home » Save Maryam » Surat Bersama Warga Indonesia kepada Dubes RI di London

Surat Bersama Warga Indonesia kepada Dubes RI di London

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Dear Sahabat,

Kami memohon dukungan sebanyak-banyaknya dari warga Indonesia baik yang berada di dalam maupun luar Inggris untuk menandatangi Surat Bersama ini. Sampai dua hari ini sudah ada 155 warga Indonesia yang mendukung surat ini. Bagi yang ingin bergabung, silahkan menuliskan NAMA LENGKAP, KOTA dan NEGARA tempat domisili pada comment box di bawah, nanti akan kami tambahkan pada lampiran daftar nama.

Surat akan dikirimkan kepada Bapak Duta Besar pada hari Senin, 27 Agustus 2012, dan harapannya Bapak Duta Besar berkenan menerima perwakilan warga Indonesia minggu depan.

MOHON BANTUAN MENYEBARKAN SURAT INI SELUAS-LUASNYA!
TERIMA KASIH!
#SaveUdin

Bagi Facebooker:
http://www.facebook.com/notes/maulana-m-syuhada/17-surat-bersama-warga-indonesia-kepada-duta-besar-ri-di-london/10151198709757238

Bagi Multiplyer:
http://fightforfreedom.multiply.com/journal/item/97/SM-8-Surat-Bersama-Warga-Indonesia-kepada-Duta-Besar-RI-di-London

Bagi Non-Facebooker & Non-Multiplyer:
http://www.saveudin.org/indonesia-surat-bersama-warga-indonesia-kepada-duta-besar-ri-di-london/

Terimakasih telah mendukung dan tanda tangan serta membantu menyebarkan informasi ini.

—————————————————————–

24 Agustus 2012

Surat Bersama Warga Indonesia
kepada Duta Besar RI di London

Perihal Keresahan Warga Terhadap
Kampanye Save Maryam

Yth. Bapak H.E. Teuku Mohammad Hamzah Thayeb
Duta Besar RI untuk Kerajaan Inggris dan Irlandia
38 Grosvenor Square
London W1K 2HW

Dengan hormat,

Salam sejahtera kami sampaikan kepada Bapak, semoga Bapak selalu berada dalam lindungan-Nya. Dengan surat ini, kami sekelompok warga Indonesia yang berdomisili di dalam dan luar Inggris, ingin menyampaikan keresahan kami terhadap kampanye Save Maryam yang baru-baru ini menggemparkan publik melalui video di YouTube dan media sosial lainnya. Kampanye ini dipelopori oleh Mercy Mission UK, yang merupakan organisasi amal Muslim di UK  (Nomor registrasi 1122922) yang berbasis di London dengan alamat Mercy Mission, PO BOX 18776, London E6 3AE, Tel. +44 (0) 203 318 1001.

Pada tanggal 21 Juli 2012, Mercy Mission, meluncurkan kampanye yang diberi nama #SaveMaryam. Dalam salah satu media kampanye yang berbentuk video yang berdurasi kurang lebih 4 menit 50 detik di YouTube tersebut, diceritakan seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang bernama Maryam yang berasal dari keluarga tidak harmonis. Maryam sering bersosialisasi dengan teman-temannya yang berbeda agama yang terus mengajaknya untuk mengikuti konser dan kegiatan keagamaan umat Kristiani. Karena banyaknya pengaruh dari teman-temannya, Maryam lama kelamaan tertarik untuk berpindah agama. Diceritakan pula bagaimana umat Kristiani di Indonesia mengadakan kebaktian di hari Jumat sehingga lebih menarik umat Islam. Mercy mengatakan bahwa Maryam merupakan simbol dari jutaan umat Muslim yang terperangkap di dalam situasi serupa, dan mengutarakan niat mereka untuk membangun sebuah stasiun TV serta ‘call center’ Islami. Namun hal yang paling mengejutkan bagi kami adalah klaim Mercy Mission yang menyatakan bahwa 2 juta umat Muslim Indonesia pindah agama setiap tahunnya. Mercy lalu melanjutkan bahwa pada tahun 2035 Indonesia akan didominasi oleh umat Kristiani. Mereka menyerukan orang-orang di seluruh dunia agar mendonasikan uangnya kepada projek ini untuk menyelamatkan Indonesia. Mereka berusaha membuat video ini viral di internet dan menetapkan target donasi sebesar $ 2.000.000,-

Video kampanye Save Maryam dapat dilihat melalui link berikut:
http://www.youtube.com/watch?v=6E9NcbVa4FU

Saudara Maulana Syuhada, yang merupakan mahasiswa doktoral di Universitas Lancaster menemukan banyak kejanggalan di dalam kampanye tersebut. Setelah melakukan penelitian intensif selama tiga minggu didapati bahwa kampanye ini berbasis pada teori (asumsi) yang tidak benar dan menggunakan data dan fakta yang didramatisir. Di antaranya:

1. Latar Belakang Kampanye

Dalam Press Release-nya disebutkan bahwa latar belakang kampanye ini adalah:
“Early in 2004 our team began to receive reports of huge numbers of people leaving Islam in Indonesia. At that time we were informed of findings showing that within our lifetime the rate of growth of Christianisation was heading for a massive societal as well as geopolitical shift in the region. It would resemble East Timor when a few decades ago, due to the high levels of Christianisation – it had broken off from Indonesia. Due to a 70 times increase in the number of Christians in just 100 years, what was happening in Africa was also significant.” [1]

Klaim di atas tidak didukung oleh sumber apapun, apalagi sumber yang terpercaya. Hanya disebutkan “we were informed”, dan siapapun bisa memberikan informasi. Pernyataan tentang Timor Timur lepas dari Indonesia karena kristenisasi jelas tidak berbasis dan menyesatkan.

2. Tujuan Kampanye

Dalam dokumen FAQ-nya, disebutkan bahwa tujuan dari kampanye ini adalah sbb.:
“Mercy Mission’s aim is to help in reviving Islam in the world’s largest Muslim majority country Indonesia and save it from losing its Muslim majority.” [2]

Karena memang kampanye ini berlandaskan pada teori yang salah maka tujuan kampanye pun menjadi salah sasaran, sehingga kampanye secara keseluruhan kehilangan kredibilitasnya.

3. Muslim Akan Kehilangan Mayoritasnya di Indonesia Pada Tahun 2035

Berdasarkan data dari lima sensus terakhir, proporsi penduduk Muslim tidak berubah sejak tahun 1971 dan relatif stabil pada kisaran 87-88%.
Populasi penduduk Muslim berdasarkan data dari lima sensus terakhir:
1971 = 87.51%
1980 = 87.94%
1990 = 87.21%
2000 = 88.22%
2010 = 87.18%

Tabel selengkapnya dapat dilihat pada Note #11 FAQ [3], Question No. 5.

Dari tabel tersebut, secara statistic tidak terlihat adanya trend yang mengindikasikan bahwa Muslim akan kehilangan mayoritasnya pada tahun 2035. Oleh karenanya klaim Mercy tentang hal ini adalah tidak benar.

4. Klaim Dua Juta Muslim Indonesia Berpindah ke Agama Kristen Setiap Tahunnya

Klaim ini bertentangan dengan data sensus, dimana pertumbuhan populasi Kristen dalam 10 tahun (2000 – 2010) hanya 5,48 juta (atau 548,000 per-tahun), itupun sebagian besar disebabkan oleh pertambahan penduduk natural (akibat kelahiran). Adapun prosentase pertambahan penduduk karena pindah agama tentu jauh lebih kecil lagi. Lihat Note #11 FAQ [3], Question No. 6.

5. Klaim Bahwa Mercy Mission Melakukan Kerja Sama dengan Muhammadiyah

Klaim bahwa Mercy Mission melakukan kerja sama (in partnership) dengan Muhammadiyah tidak benar, dan sudah dibantah langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah Bapak Prof. Dr. Din Syamsuddin melalui pernyataan yang disampaikan oleh Raja Juli Antoni dari Biro Kerja Sama dan Hubungan Internasional, PP Muhammadiyah. Lihat Note #11 FAQ [3], Question No. 15.

6. Manipulasi Data di Video

Dalam video Save Maryam menit ke 00:36 dinarasikan:

“Statistics from the International Crisis Group 2012 indicated IF THE GROWTH OF CHRISTIANITY CONTINUES AT ITS CURRENT RATE, BY 2035 INDONESIA CEASE TO BE A MUSLIM MAJORITY COUNTRY.”

Dan kemudian divisualisasikan seolah-olah ini adalah laporan dari ICG. Lihat Note #11 FAQ [3], Question No. 11.

Kenyataannya:

–  Ini bukanlah statistik dari International Crisis Group 2012 seperti yg diungkapkan narrator, melainkan salah satu laporan ICG yang dipublikasikan pada tahun 2010.
– Surat dalam video tersebut bertanggalkan di masa yang akan datang, Jakarta/Brussels, 24 November 2012.
– Pernyataan “Indonesia will cease to be a Muslim Majority country by 2035” tidak terdapat dalam laporan ICG, dan tidak ada satupun kalimat dalam laporan ICG yang mengindikasikan hal ini, sehingga ini hanyalah manipulasi dari Mercy.

7. Pernyataan Sikap dari International Crisis Group (ICG)

International Crisis Group (ICG) telah menulis surat keberatan kepada Mercy Mission yang dianggap telah memelintir laporan ICG dan meminta mereka untuk menghapus semua referensi terkait dengan ICG dalam projeknya. Berikut kutipan pernyataan ICG:

” The video on the savemaryam.com website seriously misrepresents an International Crisis Group report, and we request that you remove all references to our organization immediately.

Nowhere does our November 2010 report, Indonesia: “Christianisation”and Intolerance, list the number of Indonesian Muslims being converted each year, let alone make predictions about the future. It appears that you have taken one footnote, with statistics from one city where the population of Christians relative to Muslims had risen slightly, partly through in-migration of workers from elsewhere in the country, and extrapolated those numbers to the whole country.

The report reads: “In Bekasi, the focus of this briefing, municipal statistics show a steady growth of Protestants in relative terms.[footnote] Part of the increase may be due to the steady in-migration of Protestant Bataks from Sumatra to look for work.”

The footnote in question reads: “In 2000 Bekasi had a population of 1,668,494 of whom 89 per cent were Muslim, 6.5 per cent were Protestant and 3.2 were Catholic. By 2009 the population had jumped to 2,145,447 of whom 87.3 were Muslim, 8.05 per cent were Protestant and 2.98 were Catholic.”

The thesis of our report was not that Christians were overtaking Muslims in Indonesia, but that in one particular city, hard line groups from both religions were competing for the same ground, causing a rise in communal tensions. The report said that among the other causes of these tensions were the failure of the government to prevent or effectively prosecute incitement and intimidation against religious minorities; the growth of Islamic vigilante organizations that have become a public order menace; and aggressive evangelical Christian proselytizing in Muslim strongholds. The report describes some cases of the latter; it also describes violence by Islamist groups against Christian congregations that are ethnically-based and do not seek converts. It concludes by urging the Indonesian government to undertake a series of steps to nurture religious tolerance. Your distortion of our report suggests that you are trying to do exactly the opposite. Sidney Jones (ICG’s Senior Adviser, Asia Program, Jakarta)

Pernyataan ICG selengkapnya dapat dilihat pada Note #11 FAQ [3], Question No. 12.

Setelah dipublikasikannya temuan-temuan di atas, Mercy Mission melakukan perubahan-perubahan terhadap FAQ dan Press Release-nya. Adapun runtutan kejadiannya adalah sebagai berikut:

1. Perubahan FAQ dan Press Release

Salah satu FAQ yang diubah adalah yang menyangkut pernyataan kerja sama dengan Muhammadiyah.

FAQ versi lama tertanggal 25 Juli 2012

“3. Is Mercy Mission working with any local partners in Indonesia?

A: Yes, Mercy Mission is working in partnership with some of Indonesia’s largest Muslim organisations namely Muhammadiyyah. They have extensive local expertise with over 100 hospitals, 1000 schools and thousands of orphanages. We have partnered with them to help provide us the local expertise on the ground and help us understand cultural sensitivities and make our work on the ground more effective.”

FAQ versi baru (diakses pada tanggal 1 Agustus 2012 jam 11.00 GMT)

“3. Is Mercy Mission working with any local partners in Indonesia?

A: Yes, Mercy Mission is seeking to work with a number of local partners in Indonesia. Our focus is to secure a relationship with some of the major agencies on the ground, namely Muhammadiyah. We have great respect for them and their understanding on the ground and wish to formalize an arrangement as soon as possible. At this time, we have no formal partnerships and that is simply because we have not secured the appropriate funds to invest in the local organisations. As soon as phase two of the campaign is complete we look forward to securing and announcing who our implementation partners will be.”

Selengkapnya lihat Note #11 FAQ [3], Question No. 15.

2. Unlisted Video

Mercy melakukan “unlisting“ terhadap video-nya dari Youtube. Namun dengan status “unlisted”, video hanya tidak muncul dalam hasil “search” Youtube saja, namun masih dapat ditonton oleh semua orang di belahan dunia manapun asalkan memiliki alamat link kepada video tersebut. Karena video tersebut sudah menjalar (viral) selama berminggu-minggu, maka alamat link sudah tersebar di internet dan di berbagai media sosial, sehingga peredaran video ini masih terus berlangsung hingga sekarang.

3. Lahirnya #SaveUdin

Dukungan warga Indonesia dalam menentang kampanye Save Maryam semakin hari semakin besar, dan pada tanggal 6 Agustus 2012 lahirlah #SaveUdin, sebuah gerakan yang diprakarsai oleh kaum muda Muslim Indonesia yang tersebar di seluruh dunia untuk mengimbangi kampanye Save Maryam. Gerakan ini mengkampanyekan kejujuran, perdamaian dan toleransi antar umat beragama.

Lebih jauh tentang lahirnya #SaveUdin dapat disimak pada artikel yang ditulis oleh Irfan Amalee, pendiri Peace Generation Indonesia, yang dimuat oleh Kompasiana, 23 Agustus 2012, dengan judul “#SaveUdin dan Tampilnya Gelombang Muslim Muda Moderat Indonesia“ [4]

4. Pertemuan dengan Mercy

Pada tanggal 12 Agustus 2012 diselenggarakan pertemuan antara komunitas warga Muslim Indonesia yang berdomisili di Inggris dengan Mercy Mission yang mengambil tempat di Indonesian Islamic Centre (IIC), London. Dari pihak warga Indonesia, hadir beberapa orang dari KIBAR (Keluarga Islam Indonesia di Britania Raya), pengajian Al-Ikhlas, pengajian Essex, dan anggota masyarakat lainnya. Saudara Maulana sebagai penulis utama artikel-artikel yang menentang kampanye Save Maryam juga hadir dalam pertemuan tersebut. Pihak Mercy Mission UK diwakili langsung oleh Direktur Utama-nya, Azim Kidwai dan beberapa staf-nya.

Saudara Maulana mempresentasikan cacat-cacat utama yang terdapat pada kampanye Save Maryam, termasuk manipulasi fakta dan data statistik, kualitas laporan/riset yang sangat rendah, trik-trik yang digunakan dalam video dan penjelasan tentang potensi konflik antar umat beragama yang bisa memecah belah bangsa Indonesia. Mercy tidak melakukan satu pun sanggahan terhadap bukti-bukti yang dikemukakan oleh saudara Maulana.

Saudara Azim mengakui bahwa angka dua juta merupakan bagian dari strategi pemasaran “marketing strategy” untuk menciptakan “public’s awareness”. Dia kemudian mengatakan bahwa jika dia tidak melakukan strategi pemasaran ini, orang-orang tidak akan peduli dan tidak akan menyumbang. Menurutnya strategi ini adalah sah. Oleh karenanya dia tidak akan memperbaiki angka-angka statistiknya, apalagi meminta maaf.

Dari pertemuan ini, semakin jelas bahwa terdapat perbedaan prinsip yang mendasar. Bagi Mercy Mission, aksi manipulatif mereka adalah sah karena hal tersebut untuk kepentingan dakwah (umat) dan bagian dari strategi pemasaran, adapun bagi kami hal tersebut adalah salah baik secara hukum (kriminal) maupun secara agama (kebohongan).

5. Vocal Minority, Pencekalan Akun-Akun Masyarakat Indonesia dan Penghapusan Komentar

Setelah pertemuan tersebut, Mercy Mission menulis pernyataan pada halaman facebook-nya sebagai berikut:

“We had a very interesting iftar on the weekend with one of the main opposition to Save Maryam, and we realised clearly why they resisted the revival of the Islamic spirit in Indonesia. They, a small, but vocal minority, have no desire to see the revival and everyone should be careful when looking at the comments of the doubters as you have to look at who they are in many cases.”

Pernyataan ini tentu membuat gegar warga Indonesia. #SaveUdin langsung mengeluarkan surat terbuka yang ditujukan kepada tim kampanye Save Maryam meluruskan distorsi informasi yang coba dilakukan oleh tim kampanye tersebut. Isi surat terlampir.[5] Kemudian warga Indonesia berbondong-bondong menulis pernyataan sikap mereka di halaman facebook mereka, mulai dari memberikan masukan yang konstruktif, meluruskan informasi yang tidak tepat, sampai kritik dan keberatan atas kampanye ini. Namun sayang masukan-masukan ini dihapus oleh “admin” mereka dan masyarakat Indonesia dicekal (banned) sehingga tidak dapat lagi menuliskan pendapat-pendapatnya.

Terlampir daftar nama-nama warga Indonesia yang dicekal dan komentar-komentar yang dihapus.

6. The Independent

Berita tentang kasus Save Maryam ini sudah dimuat di koran nasional Inggris terkemuka, The Independent pada tanggal 19 Juli 2012, dengan judul: “What the Save Maryam campaign completely misses” [6].

Artikel ini mengungkap fatalnya kesalahan kampanye Save Maryam dan bahaya konflik antar umat beragama yang dapat terjadi di Indonesia. Artikel ini juga membahas kekerasan-kekerasan yang terjadi di Indonesia akibat menurunnya toleransi antar umat beragama.

Satu hal yang sangat disayangkan dari artikel yang dimuat “The Independent” tersebut adalah tidak adanya liputan tentang oposisi umat Islam terhadap kampanye Save Maryam, sehingga publik berpikir bahwa Save Maryam merupakan cerminan cara dakwah umat Islam. Hal ini terlihat dari banyaknya komentar-komentar negatif yang ditulis pembaca dalam kolom komentar.

Menanggapi hal ini, sebagian warga Indonesia mulai menuliskan komentar-komentarnya untuk meluruskan persepsi publik tentang umat Islam, sekaligus menginformasikan kepada publik bahwa umat Islam Indonesia tidak diam melihat kampanye ini, dan sudah membangun gerakan pengimbang yang dinamai #SaveUdin.

Selain terus melakukan kampanye di internet untuk meluruskan persepsi publik tentang Indonesia dan umat Islam pada umumnya melalui gerakan #SaveUdin, kami juga tengah melakukan proses pelaporan kampanye Save Maryam ini kepada Charity Commission melalui opsi “ancaman terhadap keamanan nasional“ (konflik kerukunan antar umat beragama) dan “kriminalitas“ (pemalsuan data statistik) dan Ofcom (penipuan kepada pemirsa lewat manipulasi data statistik) karena pihak Mercy juga melakukan penggalangan dana lewat stasiun TV.

Mempertimbangkan bahwa:
– Kampanye Save Maryam ini mengancam kerukunan antar umat bergama di Indonesia dan keutuhan bangsa.
– Kasus Save Maryam Sudah menjadi isu global yang mencemarkan citra Indonesia dan umat Islam di dunia internasional.
– Sudah banyaknya korban yang menyumbangkan uangnya kepada kampanye ini.
– Usaha-usaha maksimal untuk mengingatkan pihak Mercy Mission sudah dilakukan oleh warga Indonesia baik secara tulisan maupun pertemuan langsung.

Kami memohon kepada Bapak selaku perwakilan resmi pemerintah RI di Inggris Raya untuk mengambil tindakan tegas kepada Mercy Mission, dengan:

1. Mengeluarkan pernyataan resmi terkait kampanye Save Maryam.
2. Melaporkan Kampanye Save Maryam kepada Charity Commission dan Ofcom.
3. Meminta Mercy Mission untuk mencabut video Save Maryam, membekukan kampanye dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Kami juga akan sangat senang, jika Bapak berkenan menerima perwakilan kami di kedutaan untuk berdialog lebih lanjut akan hal ini.

Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Salam hormat dari kami,

Warga Indonesia di dalam dan luar Inggris,
Nama terlampir.

Referensi

[1] Press Release Save Maryam, 25 Juli 2012
[2] Frequently Asked Question (FAQ) Save Maryam, 25 Juli 2012
[3] Note #11 F.A.Q. about #SaveMaryam controversies: http://www.saveudin.org/11-faq-about-savemaryam-controversies
[4] #SaveUdin dan Tampilnya Gelombang Muslim Muda Moderat Indonesia: http://edukasi.kompasiana.com/2012/08/23/saveudin-dan-tampilnya-gelombang-muslim-muda-moderat-indonesia/
[5] Note #13 OPEN LETTER TO SAVE MARYAM’S CAMPAIGN TEAM: http://www.facebook.com/notes/maulana-m-syuhada/13-open-letter-to-save-maryams-campaign-team/10151179468797238
[6] What the Save Maryam campaign completely misses: http://blogs.independent.co.uk/2012/08/19/what-the-save-maryam-campaign-completely-misses/

Lampiran
– Daftar nama warga Indonesia yang menandatangani surat bersama
– Surat Terbuka kepada Tim Kampanye Save Maryam
– Daftar Nama Warga Indonesia yang di-banned
– Komentar-komentar yang dihapus.

Advertisements

8 Comments

  1. Copas komentar dari blog lamaku:

    joyfuls wrote on Aug 29:

    fightforfreedom said:
    Setelah dipublikasikannya temuan-temuan di atas, Mercy Mission melakukan perubahan-perubahan terhadap FAQ dan Press Release-nya. Adapun runtutan kejadiannya adalah sebagai berikut:1. Perubahan FAQ dan Press Release

    Jujur, yang pasti Mercy Mission yg ada di dalam petikan surat diatas ini menunjukan bahwa dirinya ini mengalami ketakutan yang sangat aneh, sampai-sampai dia berusaha untuk menghasut orang lain, dengan melakukan penipuan yg sangat merugikan bagi khalayak. Jika memang Mercy Mission ini bertujuan untuk hal-hal yang positif, seharusnya dia tidak perlu untuk melakukan kebohongan terutama memanipulasi data yang ada, Cukuplah berkata yang jujur, katakan yang menjadi kekhawatiranya secara benar, sehingga Publik jg dapat bersimpati kepadanya. Semoga ini bisa bermanfaat. Terimakasih

  2. Copas komentar di blog lamaku:

    Ada hal yg menarik di kolom komentar surat bersama di sana. Saya tulis di sini sebagai pembelajaran bersama. Siapa tahu masih ada yg berpikiran sama dg Tedi Bachtiar.

    Tedi Bachtiar:
    Terlepas dari data2 statistik dan berbagai argumen dalam surat ini PERTANYAAN SUBSTANSI ADALAH APAKAH KRISTENISASI ITU SUATU KEBOHONGAN ATAU FAKTA????????????????? silahkan jawab dengan nurani kita,

    Lanjutnya:

    Maaf saya berbeda pendapat dengan isi surat untuk dubes RI, karena saya lebih melihat substansi walaupun saya setuju kalau suatu kebenaran itu harus disampaikan dengan fakta2 yg valid, tetapi saya mengapresiasi keprihatinan comunitas diluar Indonesia tetang apa yg terjadi di Indonesia. Saya saksi dari berpindahnya keyakinan beberapa orang yang saya kenal.

    Kemudian dijawab oleh salah satu anggota Tim SaveUdin:

    Purwanti Sri Pudyastuti:
    Saya menghargai pilihan Anda mas Tedi Bachtiar dan teman-teman yang lain. Hanya pesan saya, kalau ingin membantu memperkuat akidah saudara2 seiman dan ingin memberikan donasi, bantulah ulama-ulama kita yang keluar masuk pelosok-pelosok atau salurkan donasi mas Tedi dan teman-teman ke LAZIS, LAZISMU atau lembaga lain yang amanah di Indonesia. Jangan membantu lembaga asing yang mengaduk-aduk kerukunan antar umat, mengawali dakwah dengan kebohongan, dan menjual umat Islam Indonesia untuk menggalang donasi.

    .. dan Tedi pun kemudian diam.

  3. Kopas komentar di blog lamaku:

    martoart wrote on Aug 25:
    Sampaikan kalimat saya ini kepada Pak Dubes:

    “Indonesia adalah negara demokrasi yg besar, sekaligus negara berpenganut Islam terbanyak di dunia. Sehubungan dengan hadirnya provokasi mengusik keragaman di Indonesia dari anasir kriminal berbulu Islam yang berkantor pusat di wilayah kerja Anda, maka Andalah saat ini yang menurut saya paling berperan agar Indonesia yang berpenganut Islam Demokratis terbesar di dunia tadi tidak sekadar menjadi konon”,

    Terima kasih, selamat menunaikan amanah keragaman di tanah air dari negeri seberang.

    MartoArt

    Terimakasih masukannya, bung.

    Sepertinya lebih tepat kalimat itu nanti akan diolah dan ditempatkan sbg bagian dari executive summary atau penutup surat.

    Diolah karena kami masih terlalu dini untuk menulis “anasir kriminal berbulu Islam”, sebab hal itu kini masih dalam proses pelaporan (ke CharComm dan Ofcom) dan itu nantinya biar menjadi wewenang perangkat hukum untuk memutuskannya. Data – data penyimpangan donasi pada proyek-proyek sebelumnya sedang digodok saat ini.

    Buat kawan-kawan MPer ,

    Sungguh aneh, organisasi charity yg punya cabang di beberapa negara itu tidak mempunyai business plan, detail program, dan laporan keuangan (balanced sheet). Nyatanya, ada fakta yang mencengangkan yang saat ini sedang dalam proses pelaporan. Apa itu? silakan tunggu sharing berikutnya 🙂

    Maka dari itu kawan-kawan, kalo memang mau niat nyumbang untuk masalah keagamaan, lebih baik salurkan itu ke organisasi – organisasi lokal yang punya integritas dan kredibel dalam pelaporan dana. Jangan cinta buta begitu saja kepada organisasi “joko sembung bawa golok”. Jangan mudah terpesona oleh kemasan.

  4. Yang memberikan signature di blog lamaku (25/8/12 – 7/9/12)

    – Farida zulkaidah pane, sidoarjo, indonesia
    – Enung Handayani, Jakarta Pusat
    – Agam Fatchurrochman, Jakarta, Indonesia
    – Dyah Sujiati, Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia
    – tintin syamsuddin, jakarta, indonesia..
    – Hélène Koloway, Paris, Perancis
    – Priyo Harjiyono, Yogyakarta, Indonesia
    – Julie Utami, Jawa Barat, Indonesia.
    – Suci Nupliana, Palembang, Indonesia
    – Winny Widyawati, Bogor, Indonesia
    – Yuni khairun nisa, srengseng sawah, Jakarta Selatan.
    – Nur Hanifah, pekalongan, jawa tengah, indonesia
    – Wikan Danar Sunindyo, Vienna, Austria
    – MartoArt, Jakarta, Indonesia
    – Mifta Pratiwi Rachman, Yogyakarta, Indonesia
    – Siska Rostika, Samarinda, Indonesia
    – Muhammad Nahar, Jakarta, Indonesia
    – Heru Nugroho, Jakarta, Indonesia
    – Listuti, Banten, Indonesia
    – Ferani, Depok, Indonesia
    – Dedy Bagus, Bekasi, Indonesia
    – Wahyu Bimo S, Wonosobo, Jawa Tengah, INDONESIA
    – Nurillahwati, Bogor, Indonesia
    – Ihwan Hariyanto, Malang, Indonesia.
    – Umi Mardiyati, Bandung, Indonesia
    – Catur Wahono, Wonogiri, Indonesia
    – Muhammad, Mojokerto, Indonesia

    Alhamdulillah sudah mendapat tanda tangan beberapa ulama di sini dan juga tokoh keagamaan yg punya pengaruh di UK. Karena terbatas hanya untuk orang-orang Indonesia yang peduli dan ditujukan ke Pak Dubes, maka proses penandatanganan ini tidak dibikin global seperti petisi yg melibatkan warga di seluruh dunia.

    Untuk melibatkan warga di seluruh dunia, akan dituangkan dalam bentuk surat dukungan untuk Charity Commission dan Ofcom, guna melakukan penyelidikan aliran dana dan pemanfaatannya pada Mercy Mission, juga penyimpangan2 lainnya.

    Alhamdulillah, dalam 2 hari (25/8/2012) sudah ada 23 warga Indonesia di UK, dan 160 warga Indonesia di Luar UK yg mendukung tanda tangan surat bersama.
    Nama-nama di sini sudah saya update di sana. Terimakasih ya.

    Masih terbuka kesempatan bagi kawan-kawan yang ingin berpartisipasi sebelum Surat Bersama tersebut diserahkan hari ini. Berhubung hari ini adalah Bank Holiday, maka surat akan diserahkan melalui email dan pengiriman lewat pos. Melalui email, agar bisa segera dibaca oleh Pak Dubes.

    Yang belum memberikan dukungan tandatangan namun sejalan dg SaveUdin, kami tunggu partisipasinya 🙂

  5. Anna says:

    Saudara-saudara semua, jangan mudah terprovokasi oleh tulisan-tulisan yang belum tentu kebenarannya, apa lagi tanpa ada sumber-sumber yang jelas. Untuk mengetahui suatu kebenaran, maka kita harus melihat klarifikasi dari kedua belah pihak, bukan dari satu pihak saja. Apakah benar Mercy Mission Mengakui kalau angka tersebut sebagai trik marketing mereka untuk mendapatkan donasi? Mana Linknya press releasenya saudara penulis? Uppss tidak ada. Sini saya bantu, agar semua orang tahu apa isi sebenarnya press realese Mercy Mission http://savemaryam.com/downloads/SaveMaryamPressRelease.pdf

    Lalu apa hasil dari pertemuan warga muslim di Britania Raya (UK), telah mengirimkan perwakilannya untuk melakukan klarifikasi kepada pihak Mercy Mission pada tanggal: 27 Juli 2012 di kantor MM di East London, 28 Juli 2012 di Studio Ramadhan TV North West London, 4 Agustus 2012 di IIC London (masjid Indonesia) dan 12 Agustus 2012 di IIC London (masjd Indonesia)???? Nah, silahkan Anda semua baca sendiri, biar dari sumbernya biar lebih jelas http://www.kibar-uk.org/2012/08/29/surat-pernyataan-kibar-tentang-savemaryam/

    Anda semua juga bisa mendengarkan sendiri REKAMAN PERTEMUAN tersebut. http://www.mediafire.com/?j2y0hd0q0db69d8 http://www.mediafire.com/?j2y0hd0q0db69d8

    Ingat, Kita semua bukan orang yang bodoh, yang melihat sesuatu dari satu sisi atau sudut pandang saja, bukan?

  6. Bagaimana kelanjutannya mas ?

  7. shared and support!

    Rana Wijaya Soemadi, Semarang, Indonesia

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

Blog Reputation

Iwanyuliyanto.wordpress.com website reputation

Iwanyuliyanto.wordpress.com Pagerank
%d bloggers like this: