Home » Amazing People » Amazing Speech dari Bocah 11 tahun tentang Industri Makanan dan Solusinya

Amazing Speech dari Bocah 11 tahun tentang Industri Makanan dan Solusinya

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bagi yang sudah membaca review dan menonton film “FOOD, INC”, saya juga merekomendasikan film “FAST FOOD NATION”, untuk melihat detail visualisasi segmen 1 – 3 dalam jurnal review saya tersebut. Film ini diangkat dari buku yang berjudul sama: Fast Food Nation: The Dark Side of the All-American Meal, penulisnya adalah Eric Schlosser yang merupakan jurnalis investigasi untuk berbagai media di Amerika Serikat.

Film ini terbagi beberapa plot yang berdiri sendiri yang menceritakan kondisi mereka yang terlibat dalam industri fast food, antara lain melibatkan para imigran ilegal dari Mexico yang bekerja di rumah potong hewan, yang digaji rendah, dan beresiko tinggi mengalami kecelakaan akibat tekanan untuk mempercepat pengepakan daging demi keuntungan yang besar bagi rumah potong tersebut.

Namun di sini saya tidak akan membahas atau mereview lebih jauh tentang film tersebut, Anda bisa menyimak link wikipedia di atas untuk memahaminya. Dalam jurnal ini saya ingin berbagi motivasi tentang si bocah pemberani, yang bernama Birke Baehr.

Birke Baehr adalah bocah berusia 11 tahun, yang dalam forum TEDx[1] mampu mempresentasikan pandangannya mengenai sumber utama makanan kita dan gambaran mengenai industri peternakan dan makanan. Menurutnya, industri peternakan dan makanan kini telah membentuk gambaran yang buram dan masalah yang nyata. Kemudian ia memberikan solusi tentang produksi peternakan dan pertanian yang lebih bersifat lokal dan ramah lingkungan sebagai gantinya. Lebih jauh tentang Birke Baehr bisa dibaca pada official website-nya di: http://www.birkeonthefarm.com/

Yang membuat saya tersadar dan terkesan melihat video ini adalah ketika dia bilang:
“… we can either pay the farmer, or we can pay the hospital”

Inilah amazing speech video bocah tersebut:[2]



Trankrip aslinya di bawah ini, sedangkan terjemahan transkrip sudah saya hard-sub di dalam video, dan bagi Anda yang punya kendala melihat video, telah saya sajikan terjemahan tertulisnya dalam bahasa Indonesia di halaman 2 jurnal ini.
*Bagus juga lho video ini jadi bahan belajar putra/putri Anda berpidato di hadapan publik. Just info, Birke Baehr dibesarkan secara home-schooling.

Hello. My name is Birke Baehr, and I’m 11 years old.
I came here today to talk about what’s wrong with our food system.
First of all, I would like to say that I’m really amazed at how easily kids are led to believe all the marketing and advertising on TV, at public schools and pretty much everywhere else you look. It seems to me like corporations are always trying to get kids, like me, to get their parents to buy stuff that really isn’t good for us or the planet. Little kids, especially, are attracted by colorful packaging and plastic toys. I must admit, I used to be one of them. I also used to think that all of our food came from these happy, little farms where … cows grazed on grass all day.

What I discovered was this is not true. I began to look into this stuff on the Internet, in books and in documentary films, in my travels with my family. I discovered the dark side of the industrialized food system.
First, there’s genetically engineered seeds and organisms. That is when a seed is manipulated in a laboratory to do something not intended by nature — like taking the DNA of a fish and putting it into the DNA of a tomato. Yuck. Don’t get me wrong, I like fish and tomatoes, but this is just creepy. The seeds are then planted, then grown. The food they produce have been proven to cause cancer and other problems in lab animals, and people have been eating food produced this way since the 1990s. And most folks don’t even know they exist. Did you know rats that ate genetically engineered corn had developed signs of liver and kidney toxicity? These include kidney inflammation and lesions and increased kidney weight. Yet almost all the corn we eat has been altered genetically in some way. And let me tell you, corn is in everything. And don’t even get me started on the Confined Animal Feeding Operations called CAFOS.

Conventional farmers use chemical fertilizers made from fossil fuels that they mix with the dirt to make plants grow. They do this because they’ve stripped the soil from all nutrients from growing the same crop over and over again. Next, more harmful chemicals are sprayed on fruits and vegetables, like pesticides and herbicides, to kill weeds and bugs. When it rains, these chemicals seep into the ground, or run off into our waterways, poisoning our water too. Then they irradiate our food, trying to make it last longer, so it can travel thousands of miles from where it’s grown to the supermarkets.

So I ask myself, how can I change?
How can I change these things?
This is what I found out. I discovered that there’s a movement for a better way. Now a while back, I wanted to be an NFL football player. I decided that I’d rather be an organic farmer instead.

And that way I can have a greater impact on the world. This man, Joel Salatin, they call him a lunatic farmer because he grows against the system. Since I’m home-schooled, I went to go hear him speak one day. This man, this “lunatic farmer,” doesn’t use any pesticides, herbicides, or genetically modified seeds. And so for that, he’s called crazy by the system.

I want you to know that we can all make a difference by making different choices, by buying our food directly from local farmers, or our neighbors who we know in real life. Some people say organic or local food is more expensive, but is it really? With all these things I’ve been learning about the food system, it seems to me that we can either pay the farmer, or we can pay the hospital.

Now I know definitely which one I would choose. I want you to know that there are farms out there — like Bill Keener in Sequatchie Cove Farm in Tennessee — whose cows do eat grass …, just like I thought. Sometimes I go to Bill’s farm and volunteer, so I can see up close and personal where the meat I eat comes from. I want you to know that I believe kids will eat fresh vegetables and good food if they know more about it and where it really comes from. I want you to know that there are farmers’ markets in every community popping up. I want you to know that me, my brother and sister actually like eating baked kale chips. I try to share this everywhere I go.

Not too long ago, my uncle said that he offered my six-year-old cousin cereal. He asked him if he wanted organic Toasted O’s or the sugarcoated flakes — you know, the one with the big striped cartoon character on the front. My little cousin told his dad that he would rather have the organic Toasted O’s cereal because Birke said he shouldn’t eat sparkly cereal. And that, my friends, is how we can make a difference one kid at a time.

So next time you’re at the grocery store, think local, choose organic, know your farmer and know your food.

Thank you.

********************
[1] TEDx adalah program yang memberikan kesempatan bagi siapa pun, individu, komunitas, atau organisasi di seluruh dunia, untuk menstimulasi dialog melalui acara yang dibuat menyerupai konferensi TED. TED adalah sebuah konferensi yang mengumpulkan para pemikir dan pelaku di tiga bidang yaitu Technology, Entertainment, Design atau disebut TED. Pada perkembangannya, konferensi TED dengan visi “Ideas Worth Spreading” kini telah meluas jangkauannya. Konferensi TED yang diawali pada 1984 ini dilakukan dua kali setahun, di Long Beach, Amerika, dan Edinburgh, Inggris.

TEDx dimulai tahun 2009, dan kini event tersebut sudah ada di 100 negara. Visi “Spreading Ideas” dilakukan penuh dedikasi dan tanpa laba, dengan cara memberikan akses secara gratis kepada siapa saja untuk melihat tayangan video online yang menampilkan para pembicara visioner, ilmuwan, pakar dan orang-orang yang menceritakan pekerjaan mereka, berbagi cerita, passion, ide dan inspirasi. Sumber: http://www.ted.com/pages/about_tedx

Silakan simak terjemahan di halaman 2.

Advertisements

Pages: 1 2


48 Comments

  1. Tina Latief says:

    serius ini anak amazing sekali mas..
    dia masih sangat muda, tapi ide-idenya keren. Ada kesamaannya dengan pikiran saya, dan saya berharap saya pun bisa mewujudkannya seperti dia..

  2. trishadisastro says:

    menurtku ini fenomena akhir zaman kenapa yg dpilih alloh utk mengingatkan umat manusia adalah anak2 yg blm pny keinginan hawa nafsu jd msh original..kondisi makanan hr ini amat mengkhawatirkan serangan senjata kimia lwt makanan,kebatilan makanan yg mrpk salah satu agenda proyek depopulasi…padahal kita sdh diingatkan melalui QS.Abasa:24 “maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya”..diperkuat lg di QS.(ALBAQARAH :204-205)”Ada diantara org2 yg perkataan2nya didunia menarik hatimu,pdhal dipersaksikan isihatinya dihadapan Alloh dia adalah penentang yg paling keras Dan apapila ia berpaling(dr kamu),ia brjalan dimuka bumi utk mengadakan kerusakan padanya dan merusak tanam-tanaman & binatang ternak & alloh tdk menyukai kebinasaan”

  3. cumakatakata says:

    Aduh sayang banget gak bisa liat videonya Mas, nanti kl koneksi lancar mau sekalian didonlot deh….

  4. Waaaahhh … luar biasa…
    Act, investigate, practice, share it to other!

    • Itulah output dari anak yg dibesarkan secara sehat, pikirannya pun sehat juga. Kalo ada waktu, mbak Rana bisa telusuri website-nya untuk melihat aktivitas sehari-harinya.

  5. j4uharry says:

    Anak 11 tahun, kalau di sini (Indo) jangan kan 11 tahun yang sarjana aja belom tentu di dengerin

  6. lollytadiah says:

    Subhanallah…. kagum sangat sama Birke ini…. bener2 sekarang harus ekstra hati2 sama makanan yg dijual….
    Ijin share ya Mas Iwan… biar lebih banyak orang yang perhatian sama masalah milih2 makanan ini…..

    • Silakan, mbak Lolly.
      Sebenarnya ada 2 postingan. Yang jurnal ini pidatonya, dan jurnal sebelumnya adalah penjabaran investigasinya… ya kayak acara sidik & investigasi di tipi-tipi itu.

  7. Agamfat says:

    TEDx disini yg bicara gimana ya? aku pernah baca di Jakarta Globe mengenai TEDx Jakarta, pembicaranya Connie Bakrie soal anggaran militer, istrinya mantan Jenderal yg aku lupa namanya. Nah, para komentator di Jakarta Globe isinya mencela pembicara yg dianggap kurang kompeten dan lebay

    • Kualitasnya bervariasi, mas. Maksudnya ada yg kompeten dg materinya, namun ada juga yg gak kompeten. Saya biasa tiap hari nonton di sini:
      http://www.youtube.com/user/TEDxTalks

      Disitu ada even TEDx Jakarta, Bandung, Makassar, Surabaya.
      Yang bagus & mencerahkan, langsung kudownload. Ini Mas Agam sepertinya cocok deh kalo bicara disana mewakili Komunitas KRL. Kasih kabar, mas, kalo mau tampil.

    • Agamfat says:

      wah masih nyempatin nonton tiap hari ya. aku pasang di androidku Ted di tempatku, cuma jarang2 nyetel

  8. cawah says:

    Wow banget bocah ini….pinter, ilmu ttg pertaniannya menguasai bgt…apalagi hanya dibesarkan dr homeschooling….anak-anak indonesia harusnya gak boleh kalah saing…

  9. Kalau saya ditanya, “Mas, menurut anda apa itu DNA?” saya dengan polos hanya akan mampu menjawab “I believe that DNA is The Signature of God in His every creation”. Saya percaya bahwa yang namanya DNA, apappun itu, adalah “Tanda Tangan Tuhan dalam setiap ciptaanNya”. Jika tanda tangan atasan atau boss kita, kita palsukan dan kita modifikasi seenak hati kita, minimal sangsinya pemecatan. Namun jika “Tanda Tangan Tuhan” diubah dan dimodifikasi, silahkan membayangkan sendiri bencana apa yang nanti bakal datang?

    izin re-blog ya mas, supaya yang lain bisa baca dan nonton juga

  10. Reblogged this on Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda and commented:
    Kalau saya ditanya, “Mas, menurut anda apa itu DNA?” saya dengan polos hanya akan mampu menjawab “I believe that DNA is The Signature of God in His every creation”. Saya percaya bahwa yang namanya DNA, apappun itu, adalah “Tanda Tangan Tuhan dalam setiap ciptaanNya”. Jika tanda tangan atasan atau boss kita, kita palsukan dan kita modifikasi seenak hati kita, minimal sangsinya pemecatan. Namun jika “Tanda Tangan Tuhan” diubah dan dimodifikasi, silahkan membayangkan sendiri bencana apa yang nanti bakal datang?

    Namun ternyata, seorang anak berusia 11 tahun mampu memberikan jawaban lebih mampu memberi jawaban atas pertanyaan itu dan memberikan solusi atas bencana yang datang karena kelancangan manusia berperan sebagai Tuhan. Silakan simak di posting dan video berikut ini.

  11. Komen pertama di wp 😀
    Aku merasa senang bahwa lambat laun masyarakat dunia sadar akan semua yg ‘modern’ dr pangan itu bersifat merusak, saat smua org berbondong2 kembali ke ‘alam’ mungkin ini yg disebut postmodernisme
    Saat kepercayaan masyarakat kmbali pd yg natural
    Berarti dulu ketika manusia mggunakan barter sbg media tukar, nampak lbh baik yaaa
    Tanaman dr kebun sendiri
    Ayam dr kandang sendiri
    Weewww artikwl ini menambah daftar wawasan bhwa cengkraman orang2 1% itu amaaat kuat mengerikaannn
    Finally, hny kpd Allah kita berlindung

    • Selamat PERTAMAX komen di WP 🙂

      Bicara cengkeraman orang 1% itu ada di jurnal sebelum ini, mereka yg sempat membuat Indonesia yg kaya sumber daya alam ini dibuat lumpuh oleh organisasi itu.
      Dalam jurnal itu, mbak Anty akan tahu bagaimana industi makanan modern itu mengolah bahan dasarnya… yg faktanya mengerikan. Namun, masyarakat dibuat massive & terlena oleh itu melalui mind control program. Di bombardir oleh iklan2 yg kelihatannya bagus & healthy.

  12. hebat euy,masih kecil udh jago b.inggrisnya

  13. Dyah Sujiati says:

    Waaahh sungguh keren anak ini. *bikin haru :’)

  14. angkasa13 says:

    Keyeeennn. Masih kecil sudah bisa ktitis … 🙂

  15. tiarrahman says:

    Seperti anaknya HTR ya.. Faiz. Cuma yang ini ada action ke lingkungan langsung.

  16. mbaktyas says:

    gak banyak deh anak seperti Birke Baehr ini. takjub liatnya. dia kritis sekali.
    ga cuma kritis terhadap lingkungannya, tapi juga ikut nyari solusinya.. *keplok2*

    • Monggo, mbak Tyas, anak-anak kita masing-masing juga diajari bersikap berani menyampaikan kebenaran. Anak sekecil itu sudah berani melawan Monsanto Corp. (penguasa indsutri agrikultur yg juga turut andil mengacaukan perekonomian di Indonesia)

    • mbaktyas says:

      wah iya aku belum sempet baca-baca jurnal mas Iwan yang sebelumnya.
      saling berkaitan dan pastinya luas sekali jabarannya ya. wong nyangkut hajat hidup orang sedunia…

  17. 'Ne says:

    keren ya umur 11 tahun sudah bisa berpikir kritis seperti itu..

  18. wah, gak bisa lihat videonya pak
    tapi dari apa yang dituliskan saya cukup takjub dengan sosok Birke
    sangat visioner

    • Bayangkan, mbak Puji, sejak 9 tahun ia sudah berani berpidato dihadapan publik. Video itu saat ia sudah berumur 11 tahun. Dan ia mengimplementasikan apa yg disampaikannya sendiri itu melalui perkebunan yg dia kelola bersama keluarganya.

      Yang saya salut, di usia dini itu dia berani ngambil keputusan:

      So I ask myself, how can I change?
      How can I change these things?
      This is what I found out. I discovered that there’s a movement for a better way. Now a while back, I wanted to be an NFL football player. I decided that I’d rather be an organic farmer instead.

  19. Julie Utami says:

    Oh how smart and wonderful kid! Jadi pengin nyalamin anaknya.
    Begini mestinya anak-anak itu sadar sendiri bahwa apa yang mereka makan itu selain nutrisinya nggak bisa dipertanggungjawabkan, juga merusak tatanan kehidupan di alam raya. Menurut saya sih gitu.

    • Betul banget, mbak Juli.
      Semoga pesannya ini mampu menyadarkan para konsumen untuk berani mengambil keputusan untuk berubah. Merubah pola makan makanannya yg lebih higienis demi investasi di masa yg akan datang.

  20. elok46 says:

    “… we can either pay the farmer, or we can pay the hospital”
    pilih mana ???

    pilihan pertama deh, kalo rumah sakit enggak deh 🙂

  21. elok46 says:

    woooow keren

    nanti siang baru bisa videonya apeeeeeeeeeeeees dah

    hmmm sekalian meluncur ke situs lainnya
    makasih infonya mas iwan 🙂

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: