Home » Amazing People » Penjelajahan Sang Maestro Jazz

Penjelajahan Sang Maestro Jazz

Blog Stats

  • 2,052,837

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

[Backup dari Music Multiply 27/2/2011 yang sebentar lagi digusur]

Pianis alm. Bubi Chen (1938 – 2012) termasuk legenda musisi jazz Indonesia yang tetap produktif merilis album meski dalam usia yang senja dengan kondisi tubuh yang renta dan kian rentan. Di usia tuanya beliau masih tetap memperlihatkan semangat yang tinggi dalam menggumuli musik jazz. Ini hal luar biasa yang setidaknya bisa menjadi inspirasi bagi kita tentang sebuah nilai semangat.

"bubi chen"

Album “The Many Colours of Bubi Chen” [2009]


Album “The Many Colours of Bubi Chen” yang digarapnya saat beliau di usia 71 tahun ini merupakan bagian dari penjelajahan Bubi Chen terhadap berbagai genre musik yang kemudian di makeover ke dalam format jazz. Bubi Chen masih memperhankan notasi asli baik dalam bentuk intro, theme dan interlude, dan kemudian mengimbuhnya dalam harmonisasi dan akord yang terasa beratmosfer jazz. Bubi Chen sepertinya tidak mau menggiring pendengarnya jauh dari notasi asli.

Album : The Many Colours of Bubi Chen
Artist : Bubi Chen
Label : Platinum Record
Tahun Rilis : 2009

Tracklist:
01. On Broadway (The Drifters)
02. Who’s Holding Donna Know (DeBarge)
03. When You Say Nothing At All (Westlife)
04. Soldiers of Fortune (Deep Purple)
05. Stairway to Heaven (Led Zeppelin)
06. Dust in the Wind (Kansas)
07. Logical Song (Supertramp)
08. Holiday (Scorpions)
09. Gentle Rain (Luiz Bonfa)
10. Make It With You (Bread)
11. Sweet Home Alabama (Lynyrd Skynyrd)
12. I Can’t Tell You Why (The Eagles)

Bubi Chen dalam menghasilkan album ini didukung oleh pemusik jazz lintas generasi seperti Oele Pattiselanno (gitar), Yance Manusama (bass), Arief Setiadi (saxophone), Otti Jamalus (piano,vokal), Sandy Winarta (drums) Phillipe Ciminato (perkusi) dan Eka Deli (vokal).

Album ini direkam dalam format CD Audiophile, artinya kualitas audionya jauh lebih bagus dan jernih dibandingkan dengan format CD biasa. Baiklah, saya ingin sharing satu lagu saja dari album tersebut yang berjudul “Stairway to Heaven” yang berasal dari grup rock Led Zeppelin. Demi copyright respect, fungsi download saya disable. Anda cukup menikmatinya di sini sambil ditemani secangkir teh πŸ™‚



Sekedar info tambahan:

Saat baru diamputasi kaki kanannya (akibat penyakit diabetes melitus yang dideritanya), Bubi Chen ini masih semangat untuk konser jazz. Bahkan memainkan lagu “Moliendo Cafe” (ini versi asli dari lagu Kopi Dangdut) dengan ceria banget, padahal beliau tampil hanya dg satu kaki. Silakan disimak beritanya di sini. Duhh.. semangatnya itu lho.. πŸ™‚
Dan klik Moliendo Cafe untuk melihat dan mendengarkannya.

Selamat menikmati
Salam hangat penuh semangat,

Iwan Yuliyanto

Advertisements

48 Comments

  1. Titik Asa says:

    Mas Iwan penyuka jazz?
    Entah kenapa saya pribadi mempunyai ketertarikan khusus pd jenis musik ini. Sejak SMP musik yg dominan saya dengarkan ya jazz ini.
    Baca sub judul blog ini, Life is too short to worry langsung saya teringat lagu jazz dg judul ini yg diopulerkan oleh grup jazz Indonesia, Bhaskara’86. Grup jazz kita yg ciamik, dg Luluk Purwanto sang pemain biolanya.

    Oh ya, saya pernah membuat posting sederhana ttg grup jazz ini. Bila berkenan sila cek di link ini http://sisihidupku.wordpress.com/2011/03/14/jazz-band-dalam-kenangan-bhaskara86/

    Salam,

    • Wah, kadarnya udah addicted, mas Asa, terutama pada jenis fussion jazz spt genre yg dimainkan Karimata, Krakatau, Cassiopea, Bhaskara, Modulus, Eramono project, dll. Dulu di blog yg lama banyak saya posting dan ulas tentang grup2 Jazz.

      Tepat sekali, tagline ini saya ambil dari salah satu judul di album Bhaskara ’86 yg dimainkan oleh Luluk Purwanto.

      Okey, saya meluncur ke tekape, mas.

    • Titik Asa says:

      Wow, dahsyat…
      Tentang Casiopea, saya cinta banget. Cinta sejak saya kuliah thn 83 dulu. Kasetnya saya hanya memiliki 5 album yg skrg gak pernah di stel lagi krn gak lagi punya tape. Tapi klo albumnya dlm bentuk soft, mp3, saya ada 19 album. Hasil berburu di internet dan sebagian beli dlm cd.
      Salam,

    • Kereeen, ternyata kita sama-sama fans-nya Casiopea ya, saya juga memburu setiap albumnya πŸ™‚

      Untuk membunuh kangennya silakan nonton juga video-videonya di youtube, mas, performanya mantab banget.

  2. cumakatakata says:

    buta jazz Mas.. 😦

  3. 'Ne says:

    wah lama juga nggak mampir ke sini ternyata ada info ini hehe..
    saya suka Jazz pak πŸ˜€

    asyiikk.. bisa buat nambah referensi.. πŸ˜€

    • Wahh… suka juga ya, sipp.. mbak Ne, langsung aja di klik playernya. Perbincangan lebih detal ada di komen2 ini. Agendaku posting soal musik hanya di hari Sabtu/Minggu. Di luar hari itu, jurnal-jurnal seperti biasanya.

  4. debapirez says:

    sebelumnya ta’pikir beliau org luar lho…

  5. waaah, terima kasih ya sharingnya πŸ™‚
    menarik nih info ttg maestro jazz

  6. Haryo Wicaksono says:

    Sayang sekali koneksi internet di rumah lagi lemot Mas Iwan, nanti saja saya download..
    Beliau pernah meng-aransemen lagu-lagu nasional juga gak mas?
    Saya jadi ingat, lagu The ASEAN Way (Anthem nya ASEAN) ada versi jazz nya.
    Hasilnya juga ciamik, πŸ˜€

  7. tinsyam says:

    ga ada lagu indonesia ya di cd itu?
    eh ada kopi dangdut ala malindo cafe.. πŸ˜€

  8. Dyah Sujiati says:

    baca tulisan pak Iwan yang ini langsung teringat Dhek Nana, Pak πŸ™‚

  9. Larasati says:

    gara2 postingan pak iwan, larass menjelajahi lagu2 beliau..makasih pak iwan, selalu dah ada referensi keren dari bapak ini, happy weekend pak iwan….

    • Happy weekend too… *eh, udah kelewat ya, maaf πŸ™‚
      Saya agendakan hanya setiap hari sabtu/minggu posting lagu-lagu
      Sebentar lagi… blog fightforfreedom akan menyajikan konser yg menggelegar membahana. Tunggu tanggal mainnya.

  10. Larasati says:

    yg bareng indra lesmana pak suka tuh πŸ™‚

    • Bubi Chen dan Indra Lesmana yg temanya An Evening Jazz 2006. Berarti saat itu usia Bubi Chen 68th. Beliau diamputasi kakinya saat usia 72th, krn penyakit diabetes melitus. Tapi masih bisa melanjutkan konser.

      OOT.
      Indra Lesmana dg Krakatau Band di era sebelum tahun 2000 bergenre Fusion Jazz, kemudian pasca tahun 2000an ke atas genre-nya berubah yaitu ngawinin Fusion dg gamelan, yg kemudian dikenal dg nama Musik 2 Warna. Salah satu tracknya berjudul: Barala Duit, bertema lingkungan. Personil Krakatau yg banyak berperan di genre baru ini Dwiki Dharmawan.

    • Larasati says:

      gak nyesel deh follow pak iwan bisa dapat referensi segala macam hal hehehe makasih pak iwan πŸ™‚

      kalau Krakatau, Larass suka tuh dan dulu jaman masih kecil suka sama permainannya dwiki darmawan secara kan bokap demen nyetel jadi suka dengerin lagu2 gituan…siipppp dah….

  11. Larasati says:

    tapi emang musik jazz itu kadang bikin ngantuk yah, bikin galau juga hahaha apalagi kalau liriknya yg melow pasti dah galau nya brasa, enaknya sambil ngayal dah dengerin lagu2 jazz xixixi

    • Kalo pengen semangat dengan ngedengerin jazz, pilih yang bergenre FUSSION Jazz, contohnya band Casiopea (ini salah satu karyanya: Looking Up). Aliran Fusion Jazz kalo di Indonesia seperti Krakatau, Karimata, Halmahera, Niagara, Bhaskara, Modulus, Eramono dkk.

      Ada aliran Jazz lainnya yang gak bikin ngantuk, yaitu CASUAL Jazz, contohnya Smoma (ini salah satu karyanya: Do It Again).

    • Larasati says:

      wow thn 85an hehehe umur brapa yah?? xixixixixi enak tuh suara terompet nya yg smoma….makasih pak iwan…eh tapi larass demen tuh sama suara jazz nya iga mawarni, keknya emang demennya yg melow2 neh larass hahaha

  12. SBK says:

    Wow banget dah…. Cuman kenal yg stairaway to heaven doang, itu jg boleh dikasih tau πŸ˜‰ #ngakunya pdhal pnyuka jazz haha

  13. lambangsarib says:

    Maestro jazz yang mengilhami banyak musisi tanah air.

  14. Larasati says:

    wah mantap ini pak iwan ngejazz nya…sip, download2 hehehe

  15. Soundcloud.com, kuotanya berapa, Mas?

    • Kuotanya durasi 2 jam, mas Ahmad. Tidak tergantung besar file, tapi tergantung durasi. Kalo mau nambah durasi ya bayar. Kalo gak mau, ya bikin akun baru, akun1, akun2, akun3, dst πŸ™‚

    • Kalau rata-rata lagu adalah 3 menit, berarti hanya boleh mengunggah 40 lagu ya, Mas? Terlalu sedikit untuk lagu-lagu Soneta Goup πŸ™‚ Makasih infonya, Mas Iwan.

    • Kalo gitu coba bikin banyak akun soneta73_80, soneta80_90, soneta90_00, dst.
      Jadi, diklasifikasi lagunya berdasarkan periode tahunnya πŸ™‚

  16. RY says:

    Jazz, saya juga suka …. tapi gak addict banget. Sekedar untuk menetralkan suasana hati atau tergantung mood πŸ™‚

  17. ibuseno says:

    Wow..Mas Iwan penyuka Jazz juga ternyata, aku kurang bisa nikmatin kalau Jazz ala Om Bubi Chen hehehe.. yg ringan2 macam Krakatau & Karimata masih bisa lah…
    tp tetep salut ya sama semangatnya Om Bubi Chen

    • Krakatau & Karimata memang genre-nya fussion jazz. Sayang sekarang gak banyak band-band baru yg mewarisinya. Sementara mbahnya fussion Cassiopea (Japan) bisa estafet dari generasi ke generasi.

  18. ~Ra says:

    Suka jazz ya Pak Iwan?

    Bapak dulu waktu muda katanya punya banyak kaset Spirogyra, Yellowjackets, Lee Ritenour. Tapi sekarang malah cinta sama keroncong. πŸ˜€

  19. Ina says:

    semangatnya bisa menginspirasi! sekali terjun, focus dan istiqomah.
    yup, konsis di dunianya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: