Home » Program Development » [Dreambook] Program Mencetak Anak Penghafal Al-Qur’an

[Dreambook] Program Mencetak Anak Penghafal Al-Qur’an

Blog Stats

  • 2,054,288

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Menyambung pembicaraan saya dengan Pak Lambang mengenai pohon impian, dalam komentar saya di sana menyebut tentang Family Dreambook. Ada kata “Family”, karena buku impian tersebut terdiri dari impian saya, impian istri, anak-anak, dan impian kami bareng-bareng. Kami menuliskan detail action affirmation di setiap halaman agar masing-masing dari kami bisa komitmen dan men-support affirmasi anggota keluarga lainnya.

Family Dreambook tersebut kami susun pada sebuah album foto ukuran besar (pada saat 5 tahun usia perkawinan kami dan menjelang kelahiran putri kedua kami di tahun 2005, awalnya dreambook-nya sendiri-sendiri belum menyatu). Di halaman awal terdapat diagram keseimbangan kehidupan yang menjadi visi keluarga yang disertai dengan do’a pengharapan. Bagaimana cara penyusunan diagram keseimbangan bisa dilihat pada halaman kedua pada jurnal ini. Kemudian beberapa halaman berikutnya disediakan untuk menampung list impian kami yang terus menerus ditambahkan sebagai bagian dari semangat tidak takut untuk terus bermimpi (life is too short to worry). Momen yang paling membahagiakan adalah saat-saat melingkari poin (nomer) dalam list tersebut setelah impian yang dimaksud sudah dicapai dengan baik. Biasanya momen itu kami sertai dengan perayaan kecil (hanya kami berempat) sebagai ungkapan rasa syukur.

Kemudian halaman berikutnya sampai akhir terdapat uraian masing-masing impian berdasarkan unsurnya masing-masing. Kami bagi menjadi 8 unsur, antara lain Spiritual, Family, Financial, Education, Social life, Healthy life, Hobby, Mental (Program Development). Di setiap lembar halaman dreambook berisi dream picture untuk visualisasi impian, goal setting (target jangka panjang dan jangka pendek), dan affirmasi komitmen untuk aktivitas harian.

Secara berkala, kami adakan monthly review untuk mengevaluasi pencapaian dan outputnya adalah penetapan strategi dan program kerja untuk bulan berikutnya. Yang paling seru adalah saat brainstorming manakala ada goals yang meleset dari targetnya. Ibarat sedang business meeting anak-anak bisa belajar aktif banyak hal tentang perencanaan, termasuk pengelolaan finansial. Makanya kami buatkan mereka rekening sendiri di bank.

Itulah sekelumit gambaran tentang penyusunan dan pengelolaan Family Dreambook kami sebagai pengantar jurnal ini. Sebuah buku impian yang menyatukan langkah-langkah dengan harmonisasi dalam menggapai masa depan bersama yang lebih baik. Sebuah buku yang menjadi sarana membangun komunikasi di antara kami. Sebuah buku yang mengajarkan untuk bersama-sama fokus. Kami merasa menulis impian saja itu tidak cukup, namun perlu divisualisasikan dan jelas penyusunan strategi pencapaiannya, kemudian disiplin mengeksekusinya. Mengutip kata Mitch Sala, “If you work and stay focussed on your dream, your success is 100% predictable”.

Pada jurnal kali ini saya akan mengupas salah satu family dream pada unsur Spiritual yaitu menjadi keluarga penghafal Al-Qur’an. Saya susun dalam seri Parenting, sehingga lebih menekankan sharing bagaimana putri-putri kami kini berproses menjadi penghafal Al-Qur’an. Putri kami, Nadia Farhana Azzahra (aka Nana, 11 tahun) dan Saskia Aulia Ramadhani (aka Sasha, 7 tahun).
Ok, let’s start …

Unsur: Spiritual
Dream: Menjadi Keluarga Penghafal Al-Qur’an
Owner: Ayah, Ibu, Nana, dan Sasha

Amalan yang disenangi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala salah satunya adalah membaca Al-Qur’an. Dalam upaya merayu-Nya agar mengabulkan do’a-do’a kami, maka kami bertekad untuk selalu menyenangkan-Nya, sehingga impian menjadi keluarga penghafal Al-Qur’an kami tempatkan di halaman awal family drambook kami.

Tidak ada satupun kitab/buku di dunia ini yang dihapal keseluruhannnya sampai tanda bacanya oleh penulisnya sendiri dan para pembacanya, kecuali kitab Al-Qur’an. Faktanya kitab suci Al-Qur’an dihapal oleh jutaan manusia di dunia ini, bahkan oleh mereka yang penyandang disabilitas. Itulah mujizat yang terpelihara sampai saat ini sesuai janji dalam firman-Nya: “Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah yang akan menjaganya” (Qs Al-Hijr 9). Ayat tersebut memotivasi kami bahwa menghafal Al-Qur’an itu ada jaminan kemudahannya, Allah sendirilah yang menjamin, sehingga impian kami sekeluarga adalah menjadi bagian dari mujizat itu bersama jutaan para hafidzul Qur’an di seluruh dunia. Semoga Andapun yang muslim juga mempunyai mimpi yang sama.

Saya pengeeeen banget anak-anak saya menjadi penghafal Al-Qur’an. Siapa yang bisa menjamin diri kita ini bisa masuk surga? Tidak ada, kecuali anak-anak keturunan atau anak-anak asuh kita yang menyelamatkan kita dengan amal sholehnya yang tidak terputus amalan do’a untuk orang tuanya, do’a-do’a dari anak yang hafidzul qur’an. Dengan prinsip walk the talk, bila orangtua menginginkan adanya kebaikan ada dalam diri sang anak, maka orangtuanya harus memulai lebih dulu agar menjadi contoh.

Setelah putri kedua kami lahir, kami merevisi dream picture dengan kalimat komitmen atau goal affirmasi* yang lebih tegas adalah sebagai berikut:
“Kami, Iwan Yuliyanto dan Sumarni, beserta dua putri kami, Nadia Farhana Az-Zahra dan Saskia Aulia Ramadhani …Insya Allah menghafal Al-Qur’an satu hari satu ayat”
Kemudian do’a dan affirmasi harian di atas itu saya tuliskan pada foto keluarga, 1 foto saya letakkan di dalam family dreambook, 1 foto ukuran besar diletakkan di dinding ruang keluarga agar selalu mudah diingatkan.

*) Ingat, setiap kita mempunyai impian, jangan lupa menuliskan affirmasi harian sebagai bentuk komitmen. Tanpa affirmasi harian, maka impian itu hanya sekedar angan-angan. Impian harus dijemput.

Setiap impian sebaiknya disandarkan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Biar tidak menjadi depresi kalau tidak tercapai, dan tidak berbuah kesombongan kalau tercapai.

Membangun Kebiasaan

Kami tidak menargetkan anak-anak bisa menghafal dengan cepat, yang penting tajwidnya benar. Karena kalau tajwid sudah benar, untuk selanjutnya lebih mudah, insya Allah. Yang penting mereka bisa konsisten dengan program keluarga, 1 hari 1 ayat. Menghafal berbeda dengan membaca. Untuk urusan membaca Al-Qur’an, saya bebaskan mereka sesuai kemampuan dan ketersediaan waktunya misalnya Nana setiap hari biasanya rutin membaca minimal 2-3 lembar mushaf. Kalo libur dan di bulan Ramadhan biasanya lebih banyak lagi lembaran mushaf yang dibaca setiap harinya. Yang penting tidak bolong-bolong. Ingat Hukum Inersia (Hukum Kelembaman) dari Newton, bahwa kecenderungan suatu benda untuk tetap bergerak atau mempertahankan keadaan diam. Kalo sekali bolong, maka akan mempunyai kecenderungan untuk bolong lagi di masa-masa berikutnya. Jadi, biar sedikit yang penting istiqomah atau rutin setiap harinya.

Lalu jika anak sudah bisa membaca Al-Qur’an, apakah dibiarkan menghafal sendiri kemudian setoran?

Yang namanya anak-anak belum fasih bicara itu wajar. Namanya juga lidah anak-anak. Yang penting kita harus terus memperdengarkan bacaan yang benar. Selagi tahsin dan tajwid-nya Nana dan Sasha belum bagus, kami tidak menyuruhnya menghafal sendiri. Tapi harus di-talqin (membacakan Al-Quran kepada anak, kemudian diikuti oleh sang anak), kemudian sabar memperbaiki bacaan, baik memperbaiki makhroj huruf maupun harakat-nya. Nanti dengan sering mendengar yang benar, lidah anak akan mencontoh yang benar itu. Kami men-talqin Nana dan Sasha pada saat usia mulai belajar di TPQ yaitu 4 tahun. Setelah mereka memasuki usia layak untuk tahsin (7 tahun), kami mulai serius memonitor hafalan mereka, diawali dengan penguasaan juz 30.

Kami membangun kebiasaan Nana agar membiasakan diri menghafal 1 ayat setelah sholat Subuh, lama prosesnya rata-rata 5-10 menit, tergantung panjang ayatnya. Setelah itu ia bisa lanjutkan kegiatannya dengan belajar, membaca materi pelajaran yang akan diajarkannya hari itu di sekolah, dan aktivitas persiapan sekolah lainnya sebelum mandi. Sedangkan kegiatan membaca lembaran-lembaran mushaf, ia rutinkan pada waktu ba’da Maghrib. Pola keseimbangan aktivitasnya yang semakin padat di tengah persiapannya menghadapi UAN SD, yang juga diselingi dengan persiapan kegiatan konser pianonya, insya Allah, kelak akan saya sharing dalam seri parenting bertema Time Management.

Sedangkan Sasha, adiknya yang terkadang masih susah bangun pagi, menghafal 1 ayat biasanya setelah pulang sekolah dengan didampingi istri saya. Sedangkan kegiatan membaca lembaran-lembaran mushaf, ia rutinkan juga pada waktu ba’da Maghrib. Biasanya satu hari satu lembar mushaf.

Setiap hari sehabis pulang kerja, saat ba’da Magrib dan terkadang ba’da Isya kalau terlambat pulang kantor, saya selalu berusaha meluangkan waktu untuk menerima setoran hafalan ayat dari anak-anak. Mereka membacakan ayat-ayat sebelumnya dan ayat yang dihafal hari tersebut. Setelah menerima hafalan, saya lanjutkan dengan menerangkan tafsir-nya dengan bahasa yang mudah mereka mengerti, dan secara berkala (seminggu sekali) saya selingi dengan penyampaian fadilah-fadilah membaca Al-Qur’an agar mereka selalu ingat dan makin mantap untuk terus menghafal Al-Qur’an. Juga secara berkala pula saya selingi dengan mengingatkan akan niat ikhlas menghafal Al-Qur’an yaitu hanya semata karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, agar tidak disalahartikan sekedar mematuhi perintah kami sebagai orangtuanya atau sekedar agar bisa berkompetisi di sekolahnya apalagi sekedar memperoleh gelar hafidzah. Kalau salah meletakkan niat, maka akibatnya bisa fatal, apa yang dihafalkannya berpotensi tidak akan langgeng. Meluruskan niat dan menyampaikan fadilah itu secara berkala terus kami sampaikan, dengan penyampaian yang bervariasi misalnya dengan contoh cerita / kisah, agar anak tidak bosan. Yang saya jadikan referensi dalam menjelaskan tafsir ayat-ayat Al-Qur’an kepada anak-anak adalah buku “I Love My Al-Qur’an (ILMA)”, penerbit Pelangi Mizan. Bahasanya mudah sekali untuk dipahami anak-anak, apalagi dijelaskan dengan ilustrasi gambar dan peta dunia Islam, juga ada gamenya yang menarik. Saya membelinya dari seorang sahabat, Ambu Bintang (Fetry), yang link-nya saya sertakan itu. Saya rekomendasikan untuk Anda juga.

Kalau saya sedang dalam kondisi business trip (perjalanan dinas) keluar kota, maka istri sayalah yang menggantikan peran tersebut dalam menerima setoran hafalan mereka. (catatan: Alhamdulillah, bisnis istri saya yang berbasis di rumah cukup membantu memonitor perkembangan tumbuh kembang anak-anak). Yang penting, kami usahakan untuk komitmen setiap hari, tidak bolong-bolong. Tidak ada istilah libur dalam menghafal, meskipun kami sekeluarga dalam kondisi berlibur keluar kota. Mengapa? Karena kami sudah janji dalam bentuk affirmasi yang telah ditulis dalam Family Dreambook.

Jadi, jawaban untuk pertanyaan pada jurnal saya sebelumnya: Punya Impian, Tapi Jangan Lupa Dengan Dua Hal. Dua hal itu adalah: Pertama, berani setting target. Kedua, berani memiliki komitmen berupa affirmasi harian. Komitmen itulah janji Anda.

Menghadapi Kendala

Namanya juga anak-anak, tentu tidak lepas dengan kondisi labil. Misalnya timbul rasa malas untuk belajar menghafal, atau setengah-setengah semangatnya menghafal sehingga bacaannya belepotan. Ini pertanda bahwa mereka masih belum mempunyai kemantapan hati untuk benar-benar menghafal Al-Qur’an. Menjadi penghafal Al-Qur’an dan mendidik buah hati menjadi penghafal Al-Qur’an memang membutuhkan kesabaran besar. Saya tidak menerapkan punishment dalam bentuk apapun dalam kegiatan menghafal mereka. Yang ada adalah refleksi diri dan memperbaiki people skill dalam hal membangun komunikasi. Begitu juga saya tidak menerapkan adanya reward atas keberhasilan mereka untuk menutup pintu adanya salah orientasi mereka dalam menghafal. Untuk itulah seminggu sekali fadilah-fadilah itu harus disampaikan agar mereka mempunyai kemantapan hati.

Sebagai orang tua, kami harus terus berdoa, sehingga anak-anak mempunyai kemantapan hati untuk benar-benar menghafal Al-Qur’an, keinginan yang datang dari lubuk hatinya sendiri. Do’a yang kami panjatkan adalah do’a yang sudah umum diajarkan. Kami mengajarkan juga do’a tersebut pada anak-anak dengan cara melagukannya. Sudah saya upload di SoundCloud termasuk lafaz do’a dan lyric-nya, agar siapa saja yang belum pernah mempelajarinya juga bisa men-downloadnya, mendengarkannya dan kemudian mengajarkannya pada keluarganya. Do’a menghafal Al-Qur’an memang tidak terdapat dalam hadits, akan tetapi seorang muslim bisa berdo’a menurut kemampuan dan bahasanya masing-masing.

Penutup

Demikianlah sharing salah satu family dreambook saya, semoga hari ini dan dimasa yang akan datang kita bisa lebih mumpuni dalam mendidik anak untuk menghafal Al-Qur’an. Karena salah satu amanah yang harus ditunaikan orangtua adalah menjadikan anak-anak shalih/shalihah agar mencintai dan dekat dengan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mengajarkan kepada anak-anak tentang pembuktian cinta yaitu melakukan apa yang disenangi-Nya. Hal ini bisa menjadi investasi besar yang ditanamkan para orangtua untuk kelak mendapatkan keutamaan serta pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena balasan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di akhirat tidak hanya bagi para penghafal Al-Quran saja, namun cahayanya juga menyentuh kedua orang tuanya.

Ayo para sahabat bloggers, sesibuk apapun kita, mari luangkan waktu yang positif dan bermanfaat bersama keluarga demi investasi jangka panjang. Sedikit waktu tapi kontinu setiap hari. Mari review kembali pencapaian tahun 2012, dan kita susun strategi yang jitu untuk pencapaian yang lebih baik di tahun 2013.

Dengan senang hati bila Anda juga menyampaikan masukan atau sharing bagaimana metode Anda membesarkan buah hati Anda menjadi penghafal Al-Qur’an. Mari berbagi dan Terimakasih sebelumnya.

Salam hangat penuh semangat,
Iwan Yuliyanto
31.12.2012

Advertisements

101 Comments

  1. Nurlaila kemal Hasyim says:

    Asslmkm.Bapak saya Ibu Nurlaila.sdg menulis disertasi tentang metode terbaik dalam mengajarkan anak 0-5 tahun menghafal Quran.Mohon kirim postingan ke email saya.Nadhirazahra@gmailo.com….081806593231.Bapak dan keluarga tinggal di mana? saya dan suami kadaqng ke daerah untuk tabligh akbar.Baliau kebetulan Qori Internasional th 2006 di teheran.Ust.AbdulRahman.Saya Daiah TPI (MNCTV) di tahun yang sama.No Beliau 081808575176.Mhn kabar seputar tahfizh Balita dan anak-anak.semoga saya bisa mndpt nmr kontak bapak atau ibu.jzkllh

  2. Hoiril says:

    Asalamualaikum….
    Salam kenal pak?
    Tulisan nya sangat menginspirasi. Semoga keluarga kecil kami bisa mengikuti keluarga bapak.
    Pak, tolong kirim k email saya setiap postingan bpak. Terima kasih

    • Wa’alaikumsalam, Pak Hoiril.
      Salam kenal juga.
      Silakan subscribe blog ini dg mengisi email pada kolom Berlangganan di sebelah kiri blog ini dg cara mengisi alamat email Pak Hoiril.

  3. Herman Yudiana says:

    Imelnya pak
    decil16h7@gmail.com

  4. Herman Yudiana says:

    Makasi pak artikelnya, ini slh stu yg lg sy cari2, sy lg bljar mpung msi bujang sy lg ngincer jg lwt d0a dll biar ntr bs pny istri, anak ktrunan, yg sm2 pnya kmauan bwt ngafal qur’an ..
    0ia pak sy jg kalo boleh dikirim dreambooknya pk0nya allab0ut ngafal qur’an insyaALLAH sy jg pny niat pen pny rmh tahfizh biar bs d terapkan kurikulumnya..
    Aamiin, sm0ga pak iwan sklga d bri kshtn dn kbrkahan..

  5. Nur Anriansah says:

    Assalamu’alaikum, Luar biasa tulisan sangat inspiratif , kalau tidak keberatan boleh minta contoh family dream booknya pak, smoga menjadi amal kebaikan disisi Allah,SWT. Alamat email: nuranriansahcreative@gmail.com. Trimakasih.

  6. lovelydee says:

    MasyaAllah…inspiratif banget tulisannya Pak, jika berkekan kami juga mau nyontek family dreambooknya niih Pak. Mohon dikirim ke email: desiseptina@gmail.com
    Jazakallahu khairan sudah berkenan sharing..

  7. Assalamu’alaykum Pak Iwan…
    Boleh saya minta dikirimkan contoh2 kegiatan Pak Iwan sekeluarga (family dreambook dan program-programnya). Ingin sekali mencontoh keluarga Pak Iwan. Terimakasih.
    Alamat email saya : sintakiyuth@yahoo.com

  8. umarnuz says:

    aslkm, pa afwan, ane juga mau contoh dream booksnya , bila berkenan bisa kirimkan ke email technob4sd4t@gmail.com, jazk

  9. […] biasa seorang ayah meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan anggota keluarganya setelah sesi setoran hafalan satu atau beberapa ayat Al-Qur’an. Setelah tausiyah singkat mengenai tafsir dari ayat yang […]

  10. Mama Uut says:

    Alhamdulillah. Semoga kita sebagai ortu semakin dikuatkan dan dimudahkan oleh Allah dalam mendampingi dan memfasilitasi anak2 kita menjadi penghafal Al Qur’an. Kami juga sedang mendampingi putra pertama kami menjadi penghafal Qur’an. dan mempersiapkan kedua adiknya utk mengikutinya. Semoga kita semua istiqomah.

  11. […] berbagi tentang [Dreambook] Program Mencetak Anak Penghafal Al-Qur’an, kali ini saya ingin berbagi informasi sebuah film dokumenter yang inspiratif berjudul “KORAN BY […]

  12. […] berbagi tentang [Dreambook] Program Mencetak Anak Penghafal Al-Qur’an, kali ini saya ingin berbagi informasi sebuah film dokumenter yang inspiratif berjudul “KORAN […]

  13. Nadarida says:

    semoga bermunculan ayah2 seperti mas iwan diluar sana, yang berpikir visioner demi anak anak titipan Allah disana. karena dijaman skrg dimana orang susah menerapkan pola asuh asuh utk anaknya ada seorang ayah yang msh sanggup “merokok” meskipun anaknya kurang gizi … hiks hiks

  14. ayanapunya says:

    saya juga pengennya anak-anak saya nanti bisa menghafal al qur’an, mas iwan 🙂

  15. […] janji ke Pak Iwan.. di sini buat mosting isi tarbawi dengan tema “Lima Perempuan itu Perdengarkan Al-Qur’an untuk […]

  16. zehanachda says:

    Subhanallah…saya selalu speechless kalo baca tulisannya Pak Iwan…. berasa ilmunya masih cetek banget 🙂 Terima kasih sharingnya, Pak. Mudah2an bisa mempraktekkan.

  17. yatna says:

    mas iwan klo ada sheet program nya minta ya? matur nuwun

  18. Anty ijin.reblog ya mas iwan?
    Oiya klo ada sheet program ini anty boleh minta?

  19. Reblogged this on Miranty Januaresty and commented:
    Yes! Fightooooo o!

  20. – mampir boleh??
    + boleh
    – makasih,,,

    saya belum bisi buat buku mimpinya,, karena buku nikahnya pun masih kosong melompong,,

  21. Ikakoentjoro says:

    Salut sama dreambook keluarganya pak Iwan. Tertata, terperinci,tertulis dan terevaluasi. Tulisan pak Iwan ini nanti buat diskusi sama suami. Selama ini sudah ada dream keluarga tapi tidak terdokumentasikan. Hanya sebatas obrolan2 sebelum tidur. Tidak terorganisir seperti punya pak Iwan. Trims sharingnya pak Iwan

  22. 9ethuk says:

    Dulu pas kuliah farmasi (padahal kuliahe ae wes angel), punya temen yang hobi banged menghafal Qur’an, begitu rajin menghafal, sebab dia telah menemukan lasan kuat kenapa ingin menghafal. Mungkin sekarang sudah hafal 10 juz si dia.
    *malu, masih jauh dari menghafal, jutru sebaliknya, banyak yang menguap hafalannya

  23. debapirez says:

    alhamdulillah, dahsyat neh. semoga saya bs meniru mas Iwan.
    Saya pribadi masih dalam tahap pembenahan diri. Mencoba membaca Quran di pagi dan malam hari setiap lembar. Mencoba konsisten ternyata banyak tantangannya hehe…

  24. dinasulaeman says:

    Reblogged this on My daily life… and commented:
    Perlu ditiru…

  25. Saya jadi ingat waktu bertemu 120-an anak Dhuafa dari seluruh Indonesia, ada yang sudah hafal Al Quran sejak kelas 6 SD dan ada yang masih menghafal Al Quran, di Pesantren Bulak Santri, Darul Quran, pesantren milik Ust. Yusuf Mansyur, Beliau yang memelihara anak-anak Dhua’afa ini. Anak yang sudah hafal Quran sejak kelas 6 SD itu namanya Danis, anak seorang Satpam dari Kendal, Semarang. Anaknya luarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr biasaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa !!!!!!!!! Akhlak seluhur itu tentu hanya diberikan Alloh kepada seorang penghafal Al Quran. Saya punya pengalaman istimewa dengan Danis. Subhanalloh.

    Sesungguhnya merugilah wanita dan anak-anak yang tidak mendapat pendidikan Al Quran sejak dalam kandungan Ibunya.

    Barakallahu ya Pak, semoga istiqomah menghafal Al Qurannya. Aamiin. Orang tua yang mendidik hingga anak-anaknya hafal Al Quran kelak dihadiahi mahkota dan jubah cahaya di akherat dan diberi balasan surga oleh Alloh. Hanya orang-orang yang hafal Quran sajalah yang merupakan keluarga Alloh. Semoga kita termasuk golongan yang mendapat rahmat demikian. Aamiin.

    • Maksudnya, merugilah wanita dan anak-anak yang tidak memberikan pendidikan dan yang dididik Al Quran sejak masa kehamilan bayi.

    • Jazakillah khairan ya, mbak Mita, membaca sharingmu ikut bergetar rasanya, gak bisa ngebayangin betapa luhurnya Danis. Dan sungguh karunia Allah yang begitu besar sehingga Danis bisa sekolah di Pesantren Bulak Santri, DaQu. Apalagi bisa berinteraksi langsung dg Ust. Yusuf Mansur.
      Kalo mbak Mita ada keluangan waktu boleh dong di-sharing pengalamanmu di blog, agar menjadi pelajaran bagi kami semuanya.

  26. Dyah Sujiati says:

    saya jadi pengin nangis baca postingan pak Iwan yang ini 😥

  27. titantitin says:

    sukasekali. ^^

    dan makin termotivasi. sdg berusaha tertatih menghafal –‘
    mau contoh yg komitmen itu pak bolehkah?
    ke titintitan@gmail.com

    eiya, waktu untuk mengulang seluruh hafalan kapan pak?

    nuhuun ^^

    • Gambaran metodenya gini, mbak Tin, misalnya menghafal QS Ar-Ruum ada 60 ayat.
      Tgl 1 Jan = menghafal ay 1
      Tgl 2 Jan = menghafal ay 2. Sorenya setor ay 1-2
      Tgl 3 Jan = menghafal ay 3. Sorenya setor ay 1-3
      Tgl 4 Jan = menghafal ay 4. Sorenya setor ay 1-4
      Begitu seterusnya… sehari ngapal 1 ayat, setiap setor kami batasi waktunya hanya sampai 10 ayat. Karena harus diselingi dg penyampaian tafsir (dari kami) 1 ayat yg dihafal tsb. Jadi periode berikutnya setor ayat 11-20 secara bertahap spt di atas. Sengaja kami batasi waktunya agar tidak memakan waktu review lebih dari 15-20 menit per hari. Yang penting sedikit waktu tapi kontinu. Karena setelahnya, mereka juga punya agenda lain spt ngerjain PR, belajar buat ujian sekolah, dll.
      Agar tidak hilang hafalannya, setiap 5 ayat dipakai sbg bacaan surat pendek dalam sholat sunah harian, namun demikian tergantung tempat berhentinya bacaan, jadi tidak asal 5 ayat.
      Mereka bikin tabel sendiri jadwal membacakan setiap 5 ayat tsb sbg surat pendek di dalam sholat2 sunah. Bikin tabel-nya untuk seminggu. Dan ini juga bagian dari belajar perencanaan, khan 🙂

      Secara berkala, ada waktu-waktu khusus untuk mengulang. Namun tidak seluruhnya, hanya secara random.
      Setiap selesai satu juz, didakan agenda untuk mengulang membacakan kembali keseluruhan satu juz tsb (dg menghafal). Satu hari dimana ada agenda pengulangan tsb maka diliburkan untuk menghafal satu ayat yg baru. Agar mempunyai kesempatan untuk fokus mengulang hafalan juz tsb. Ini biasanya kami agendakan saat libur.
      Namun demikian, kami masih longgar fleksibel-nya lho… maklum yg dihadapi anak-anak yg belum menginjak usia remaja. Dengan pertumbuhan tingkat kedewasaannya, kami berharap tingkat fleksibel itu makin menyempit. Yang penting mereka tetap semangat 🙂

    • titantitin says:

      wuaa kereen.

      nuhuun sharingnya pak.

      pengen bikin yg begituan ^^

  28. lollytadiah says:

    sampe bingung mau komen apa… keren banget pak Family Dreambooknya… Semoga Allah mengabulkan semua “dream” yang tertulis disana….
    Jadi Hafidz dan Hafidzah juga cita anak2 dirumah… semoga Allah mudahkan jalannya.. Aamiin

  29. tiarrahman says:

    Semangat Pak Iwan…
    Lagi ngumpulin hafalan yang tercecer.

    • Sama-sama, Pak Tiar, keep fighting spirit lah pokoknya.

      Memang tantangannya itu memelihara hafalan agar tidak lupa. Sampai saya bikin jadwal sendiri untuk dibaca sbg surat pendek dalam sholat harian, baik wajib maupun sunnah, agar tidak mudah hilang hafalan. Mari sama-sama berproses, pak.

    • tiarrahman says:

      untuk sementara masih solo karir di tahfiz..
      sudah masuk doa book untuk anak dan istri.

  30. pemikirulung says:

    inspiring banget nget nget! ih seru deh kayanya keluarganya pak iwan. bagi-bagi ilmunya terus ya pak, untuk bikin family dreambook itu. pengen liat konkritnya deh, kaya apa foto-fotonya, albumnya, segala perangkatnya deh (saya lupa istilah-istilahnya, hehe)

    tapi ini tulisan panjang banget untuk sebuah blog, ngos-ngosan bacanya :p

    • Berharap dg cara itu bisa mengikatkan batin secara emosional dan terpelihara lama, mengingat sama-sama berjuang dan berproses.
      Nanti saya kirim via email aja penampakannya, kalo mbak Ludi mau. Sebab istriku belum mengijinkan untuk di-publish secara luas di blog, hanya terbatas yg request dan saya kenal saja. Tapi untuk dream-nya Nana & Sasha, insya Allah akan saya publish foto-fotonya pada seri Parenting berikutnya. Sabaar.

      Panjang ya… sepertinya saya masih harus belajar menulis pendek 🙂
      Terimakasih feedback-nya ya.

    • pemikirulung says:

      berarti saya dianggap kenal ya? hehe. asik. email ke pemi.ludi@gmail.com

      makasih pak

      soal tulisan panjang, itu matter saya juga ko

    • Lha khan sesama korban gusuran itu wajib saling membantu 🙂

    • Dyah Sujiati says:

      Saya mauuuuu jugaaaa 😀

  31. rahmabalcı says:

    inspiring pak subhanaloh, kebetulan saya juga sedang hamil 3bulan, sudah pengen di niatkan tiap hr baca alquran, mengulang lg hafalan:S dulu saya ‘pernah’ hafal juz 30 dan beberapa surah, tp krn bolong2, byk yg hafalannya buyar:( msh bs ngikutin hafalannya jika dengar murottal, inshalloh saya jg pengen nerapin selagi anak masih dalam kandungan juga, salah satu impian saya juga oak punya anak hafal alquran. skrg lh nyicil juz 30 lagi..

    • Subhanallah, sudah hafal juz 30 dan beberapa surah pilihan.
      Memang tantangannya adalah menjaganya agar tidak lupa. Nah.. biar gak lupa, caranya dijadikan bacaan surat pendek dalam sholat setiap harinya, baik yg wajib maupun sunah. Kalo perlu dibikin jadwal apa yg mau dibaca.

      Semoga kelak anaknya dimudahkan dalam proses menghafal dan terkabul cita-citanya Keluarga Panda. aamiin.
      Mumpung lagi hamil 3bulan, ada baiknya memperbanyak amalan membaca Al-Qur’an, biar sang anak yg masih di alam perut bundanya, sudah mulai menerima rangsangan yg positif, “vitamin” yg baik bagi tumbuh kembang otaknya kelak.

  32. Selesai baca, langsung like tulisan ini dan follow blog bapak.
    Assalamu’alaikum, salam kenal Pak Iwan. Sepertinya kita pernah bertemu di grandfinal IWIC 2010, Pak. Hehee.. 🙂
    Subhanallah.. Perencanaan yg benar-benar matang untuk keluarga kecil Bapak. Hasilnya luar biasa. Saya merasa beruntung membaca tulisan bapak. Anak saya baru berumur 1 tahun. Masih banyak kesempatan untuk merencanakan masa depannya. 🙂

    • Wa’alaikumsalam, mbak Putri Chairina, salam kenal juga.
      Maaf, saya kok lupa-lupa ingat ya kalo pernah bertemu, mungkin datang tapi bukan sbg peserta IWIC 2010 *mencoba mengumpulkan memori* sebab periode 2010-2011 memang lumayan banyak even-even yg saya ikuti, salah satunya Inaicta hingga berhasil sampai ke Apicta di KL, juga Teknopreneur, Indigo Fellowship, dll.

      Wah, anaknya (yg mbak Putri minta diajarin piano) masih berumur 1 tahun tho, saya kira sudah seusia Sasha yg 7 th 🙂

      Yes, masih banyak waktu persiapan buat memprogram perencanaannya hingga benar-benar matang. Ada baiknya memang harus disusun sekarang bersama suami. Paling tidak sudah ada goal jangka pendek misalnya penyediaan sarana & infrastruktur yg layak bagi tumbuh kembangnya sang anak.

    • Wah, gara-gara blog-walking malam-malam saya jadi salah paham. Saya kira bapak Iwan ini adalah bapak dari Fatma dan Hania, karena ketika IWIC 2010 beliau menjadi salah satu juri di grandfinal.

      Ya, Pak. Saya sudah diskusikan dengan suami dan kami sama-sama bersemangat untuk membuat program perencanaan tersebut.

      Terima kasih telah menginspirasi, Pak.

    • Hehehe… yang dimaksud dg juri di grandfinal itu Pak Yusep Rosmansyah. Saya beberapa kali memang pernah berada dalam sebuah event dg beliau.

  33. Larasati says:

    andai semua mimpi orang tua seperti mimpi ini waahh dunia benar benar damai yah

  34. Larasati says:

    emang luar biasa pak Iwan ini, salut deh sama bapak dan keluarga….larass jg ada mimpi untuk menghafal al quran…..dan belum kesampaian juga, makasih yah pak iwan…

    • Semangat ya, mbak Laras, Allah SWT senang dengan hamba-Nya yang mendatangi-Nya dengan tertatih-tatih.

    • Larasati says:

      Maaf pak Iwan, maksudnya mendatangiNYA dengan tertatih tatih bagaimana yah?? #maaf neh pengetahuan kesana minim sekali#

    • Belajar keras agar kelak bisa lancar dalam melaksanakan amalan-amalannya itu khan sama dengan mendatangi-Nya dg tertatih-tatih, krn tidak ada yg mudah dlm proses belajar, gangguan/godaan itu pasti ada aja.

    • Larasati says:

      oh begitu yah pak, terimakasih sudah dijelaskan, maaf yah klu larass cerewet hehe emang begitu larass pak klu gak mudeng nanya terus nanya terus sampe mudeng hehehe #efek otak lelet# 😀

  35. Ojrak says:

    Wihh, keren Mas… Sebelum baca ini saya berniat bikin dreambook tapi untuk saya pribadi. Setelah baca, jadi terinspirasi, kenapa nggak bikin untuk menyatukan mimpi seluruh anggota keluarga saja?! Thanks, Mas. Dan ijinkan saya ikut-ikutan 😀

    • Halah… pake minta ijin segala, ayo ndang dibikin 🙂

      Memang enak sekali kalo disatukan, trus setiap bulan bisa diadain business review meeting, brainstorming bareng-bareng, ide-ide liar pasti bermunculan.

  36. Wong Cilik says:

    ide untuk membuat Dreambooknya bagus sekali pk …
    TFS …

  37. Sebuah terobosan yang bagus dan patut ditiru oleh keluarga yang lain. Kenapa tulisan ini tidak dikirim ke media massa, misalnya majalah UMMI yang menyediakan rubrik ‘kolom ayah’? Ada mushaf Al Qur’an yang dikhususkan untuk hafalan, pak. Kekhususannya adalah di pinggir tiap halaman dicetak 1 kata dari tiap ayat yang ada di halaman tersebut. Penggunaannya, ada 1 karton penutup halaman, sehingga penghafal hanya melihat potongan 1 kata pertama tiap ayatnya. Mushaf tersebut terbitan Al Mahira. Di dalam mushaf itu juga disertakan tabel hafalan Qur’an, dimana program 1 hari 1 ayat kalau konsisten maka akan hafal 30 juz dalam waktu 17 tahun 7 bulan dan 9 hari. Tetap semangat!!

    • Sudah lama sekali saya tidak membeli majalah Ummi semenjak di Batam. Ya, saya ingat ada rubrik “Kolom Ayah”.
      Untuk tabel hafalan, saya sudah bikin dan mengembangkannya sendiri. Nanti saya coba cari di sini Majalah Ummi-nya, semoga mudah didapat, shg dapat pengayaan model tabel-nya. Terima kasih infonya, bu dokter Prita.

      Dalam kenyataannya, anak-anak kadang sehari setor bukan 1 ayat, tapi lebih, saking semangatnya, apalagi kalo pas liburan atau bulan Ramadhan, mereka terpacu kala melihat dashboard pencapaian di layar monitor PC di rumah.

  38. umarfaisol says:

    Benar-benar tulisan yang menginspirasi. InsyaAllah di awal 2013 ini saya juga akan membuat Dreambook. Semoga tidak terlambat, karena selama ini saya dan istri merencanakan masa depan dengan kata-kata. Tentunya akan lebih fokus dan tidak mudah lupa jika divisualisasikan.

    Terima kasih benar-benar menginspirasi.

    • Semoga dimudahkan dalam penyusunan dan pengelolaannya, Mas Umar. aamiin.
      Jangan lupa, selain di visualisasikan, juga jelas setting target-nya, kemudian tegas affirmasinya (komitmen), jangan ragu-ragu, biarkan otak bekerja keras mengatasi kendala/hambatannya.

  39. mintarsih28 says:

    cita cita saya yang terputus di tangah jalan pak.

    • Selama masih dikarunia umur panjang, ayo disambung lagi cita-citanya, mbak Mintarsih. Wajar, dalam meraih cita-cita itu dihadapkan pada kendala/distraction, hambatan, karena itu ujian atas kesungguhan kita. Allah SWT sudah menjamin bahwa ujian-Nya tidak lebih besar dari kesanggupan kita mengatasinya.

      *maaf, komennya saya hapus salah satu ya karena dobel 🙂

  40. itu teori kelembaman newton keren oi..
    takjub deh m.iwan & istri berjuang dreambook family ini.. patut ditiru langkahlangkahnya..
    iya kalu di rumah para dogol dan ga ada ibu/bapak, pasti daku temenin juga tuh membaca alquran.. walupun daku blom lancar pun bacanya.. jadi samasama belajar, seringnya lafal ku dikoreksi sama mereka..
    semoga nana & sasha bisa jadi hafizha idaman ya..

    • Newton memang pinter bikin teori dan berlaku di segala sendi kehidupan.

      Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Allah SWT menyukai mereka yang mendatangi-Nya dengan tertatih-tatih.

  41. Jihan Davincka says:

    Wow, keren sekali Pak. Jadi sekalian pengin beli bukunya juga, thanks for the link. Saya dan suami masih jalan sendiri-sendiri dalam urusan menghapal alquran ini. Mungkin ide family dreambook bisa dicontoh, tuh :D. A very good sharing, Pak.

    • mbak Fetry adalah book advisor untuk buku2 Pelangi Mizan, silakan PM MP-nya kalo pengen pesen, mudah-mudahan beliau masih aktif ngeMPi.

      Semoga mbak Jihan sekeluarga dimudahkan dalam penyiapan family dreambook-nya. Bikin seru kalo monthly review bareng-bareng, ibaratnya spt lagi business meeting, hehehe, apalagi kalo ada goal yg meleset targetnya. Paling tidak anak-anak bisa belajar aktif tentang perencanaan, termasuk juga dalam hal pengelolaan finansial.

  42. neni says:

    masyaAllah, ilmu yang sangt bermanfa’at pak,
    sabtu kemarin, aku sempat menghadiri sebuah seminar, pematerinya bunda wiwi seorang ibu dari hafidz/hafidzoh 10 bersaudara, subhanallah, neni jadi kagum, semoga tunas muda mampu meneruskan perjuangan beliau dan juga perjuangan pak iwan. amin ya Allah,
    kelak aku jg pengen anak2ku jadi hafidz/hafidzoh, insyaAllah…

    salam kenal om dari Makassar 🙂

    • Wah, info menarik nih… kalo ada tulisan atau ceramah audio (mp3) bunda Wiwi… boleh dong di-sharing, pengen belajar bareng-bareng juga.

      Semoga terkabul juga cita-citamu menjadikan putra/putrimu hafidzul qur’an.
      Salam kenal juga dari Batam 🙂

  43. ruangimaji says:

    Subhanallah… Semoga impian Mas Iwan dapat segera terwujud.

  44. Ina says:

    inspiratif sekali Mas. saya jadi malu sendiri dengan goal menghafal 1 ayat/day. saya aja masih bolong2 baca qur’annya… hiks…

  45. lambangsarib says:

    Dua kali saya membaca tulisan ini pak. terus terang di malam pergantian tahun ini terfikir juga untuk membuat ” Family dreambook”.

    Terimakasih banyak untuk konsep dasar buku impian ini.

    Mengenai pengenalan anak terhadap agama, saya pinginnya ke Gontor, sementara istri lebih sreg ke sekolahnya Yusuf Mansyur.

    • Semoga dimudahkan membuatnya, Pak Lambang, pake album foto yang model tempel (dasarnya mengandung perekat), sehingga gambar-gambar (dream picture) bisa dg mudah diatur posisinya.

      Dua-duanya bagus kualitasnya, sama-sama modern pengelolaannya, juga sama-sama berbasis IT. Kalo Gontor memang sudah terbukti mencetak banyak pemimpin. Namun, sepertinya akan jauh dg lokasi bapak tinggal. Selama tumbuh kembang, saya rasa lebih baik dekat dg orang tuanya. Kecuali kalo sudah usia remaja ke atas, usia mandiri.

    • lambangsarib says:

      Terimakasih sarannya.

      Beberapa anak sahabat saya sekolah ke gontor paling tidak setelah lulus SMP pak. Sementara kalau ke Yusuf mansyur memang dekat, dan bisa dimulai dari setingkat SD.

  46. Subhanallah. Mantap sekali. Sangat inspiratif! TFS!

  47. ~Ra says:

    Nyari kepala keluarganya dulu deh, baru bikin family dream book..

    😀

  48. Novi Kurnia says:

    Semoga Nana dan Sasha dapat menjadi penghafal qur’an. Amiiiinnn.

  49. angkasa13 says:

    Waahhh tfs mas.. Saya juga lg mulai menghafal, semoga belum terlambat.. Hhe

    • Sama-sama. Semoga bermanfaat, mbak Nuriska.
      Tidak ada kata terlambat untuk belajar, yang penting memegang prinsip: hari ini harus lebih baik dari kemaren. Caranya sederhana: nambah satu ayat hafalan 🙂

  50. matahari_terbit says:

    dulu tarbawi pernah nerbitin satu episode khusus ini pak..
    *tak nyari dulu
    sama itu… bukunya
    mencetak 10 bintang penghafal quran *eh judul yang bener tu apa ya

    moga tercapai pak.. insyaAllaah bisa.. =)

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: