Home » Leadership » Menjadi Singa Dunia Maya dan Kucing Dunia Nyata

Menjadi Singa Dunia Maya dan Kucing Dunia Nyata

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Hari ini saya ingin sharing tentang Kekuatan Fokus dan Sabar.
Mungkin Anda pernah atau sedang dihadapkan pada kenyataan berada di sekeliling pembenci, kemudian Anda sibuk melayani mereka. Atau… bisa jadi Anda berada pada posisi pendengki itu sendiri, yang sibuk mengkritisi gerak langkah orang lain dalam mewujudkan goals-nya.
Cobalah berkaca, apa yang sudah Anda dapat pada kedua kondisi itu bila sudah berlangsung sekian lama?
Kebanyakan jawabannya: Nothing!
Sementara orang yang Anda dengki sudah berada di puncak keberhasilan bahkan memberikan banyak manfaat bagi sesama.

If you’re good at something, then someone will hate you. Aneh ya, … tapi ini nyata! Sebab banyak orang ingin terus eksis, narsis dengan tulisannya yang menguliti ketidaksukaannya terhadap orang yang ia dengki, dengan berbagai argumentasi pembenarannya. Parahnya, ayat-ayat Tuhan ia comot demi dianggap sebagai aktivis dakwah. Padahal, kalau dirinya mau refleksi dengan melebarkan sudut pandang, pasti akan menyadari telah terjebak pada pemikiran yang sempit. Yang penting bagi dirinya adalah satu kata: Eksis!

Pendengki lebih memilih menjadi Singa di dunia Maya dan menjadi Kucing di dunia Nyata. Saya melihat fenomenanya seperti itu. Dan lihatlah apa yang dihasilkan para pendengki (haters) itu 2-5 tahun kemudian? Coba bandingkan dengan Leaders yang low profile itu. Akan sangat jauh perbandingan pencapaiannya. Haters tetap disitu-situ saja, sedangkan Leaders membuat banyak perubahan yang baik dan bermanfaat.

Baiklah, sebagai bahan pembelajaran bersama, saya sharing contoh kasus dari kultwit-nya mas Akmal Sjafril, pada tanggal 28 Januari 2013 dengan tagar #Haters. Beliau sudah kita kenal sebagai pendiri gerakan Indonesia Tanpa JIL, dan penulis buku best seller “Islam Liberal 101”.

Jurnal saya ini tidak bermaksud membahas tentang Indonesia Tanpa JIL, tetapi tentang pelajaran sebuah sikap bagaimana menghadapi haters atau pendengki. Pendengki yang berasal dari golongan muslim itu sendiri dan menjadi singa di dunia maya sebagai “aktivist dakwah”. Kultwit yang panjang ini saya bagi menjadi 7 segmen agar lebih mudah memahaminya.

Mari kita simak dengan seksama Kultwit mas Akmal Syafril tentang #Haters di bawah ini:

  1. Menjelang usia 1 th #IndonesiaTanpaJIL (#1TJ), berbagai cobaan sudah kita hadapi bersama.
  2. Rasanya waktu yg tepat bagi #1TJ untuk melakukan refleksi barang sejenak, mengingat apa yg sudah kita lalui bersama.
  3. Saya berencana memberikan rangkaian kultwit, mungkin 2-3 kultwit. Dimulai dari kultwit tentang #Haters ini.
  4. .
    Segmen #1: Haters dan pola hidupnya.

  5. Apa itu #Haters? Mungkin kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, tepatnya adalah “pendengki”.
  6. Inti dari kedengkian adalah rasa benci itu sendiri. Begitu besarnya benci sang pendengki, sehingga ia dengki pada seseorang.
  7. Kalau sudah jadi pendengki, maka hati takkan tenteram. Orang lain yang dapat rejeki, si pendengki bisa susah tidur.
  8. Bangun tidur, pikirannya dipenuhi oleh mereka yang ia benci. Sampai jelang tidur, pikirannya disibukkan dengan yang itu2 saja.
  9. Kalau sudah dikuasai dengki, memang hidup takkan damai. Tidak senang melihat orang lain senang. Sungguh menyedihkan.
  10. .
    Segmen #2: Kisah Abu Lahab

  11. Contoh terbaik dari kelompok #Haters, menurut saya, adalah Abu Lahab.
  12. Di antara musuh2 Islam lainnya, Abu Lahab-lah yang paling pas untuk dimasukkan dalam kelompok #Haters.
  13. Mengapa? Well, sebab hanya itu saja yang ia lakukan. Kerjanya cuma mendengki.
  14. Abu Lahab tidak pernah berhadapan dengan kaum Muslimin di medan perang.
  15. Ia juga tidak dianggap sbg pemikir ulung yang pandai mengatur siasat strategis.
  16. Abu Lahab tidak masuk dalam hitungan kaum Muslimin, pada akhirnya juga bukan siapa2 di barisan kaum musyrikin.
  17. Nama “Abu Lahab” adalah panggilan. Artinya (kurang lebih): Bapak yang Menyala. Menyala karena gagahnya.
  18. Istrinya dikenal dengan sebutan “Ummu Jamil”, Ibu Kecantikan. Kedua nama ini kemudian menjadi ironi dalam Surah Al-Lahab.
  19. Abu Lahab, pada akhirnya, akan dimasukkan ke dalam Neraka yang apinya Lahab (menyala2). Sesuai dengan namanya.
  20. Ummu Jamil, biarpun diakui kecantikannya di dunia, tapi kelak akan dampingi suaminya di Neraka.
  21. Bahkan istrinya itu akan berperan dalam penyiksaan Abu Lahab kelak di Neraka. Bisa dibaca dalam surahnya.
  22. Ceritanya akan tambah ironis kalau kita tahu seperti apa perilaku Abu Lahab dan istrinya di dunia.
  23. Ketika pertama kali Rasulullah SAW mendakwahi keluarganya, Abu Lahab-lah yang paling pertama mencela. Itu keahliannya.
  24. Saat Rasulullah SAW berdakwah di tempat2 umum, Abu Lahab membuntutinya, sekedar untuk mencelanya di depan publik.
  25. Abu Lahab memang berdedikasi tinggi; dia mau membuntuti Rasulullah SAW kemana-mana, karena kedengkiannya.
  26. Setelah Rasulullah SAW mendakwahi seseorang, ia akan mendatangi orang tsb dan mengatakan hal2 jelek. Begitulah #Haters
  27. Kita mungkin terheran2, kok mau2nya Abu Lahab buang2 waktu seperti itu? Ya, memang spt itulah #Haters.
  28. Pernah Ummu Jamil marah karena mendengar Rasulullah SAW mengecam Abu Lahab.
  29. Dengan geram, ia mencari Nabi SAW. Di tangannya ada batu sebesar kepalan tangan.
  30. Di dekat Ka’bah, ia temukan Abu Bakar ra. Ia ngomel2, lalu pergi.
  31. Abu Bakar ra pun keheranan. Bukan apa2, soalnya Nabi SAW sebenarnya ada di sebelahnya. Ummu Jamil tidak melihat.
  32. Abu Lahab dan Ummu Jamil sama2 #Haters. Kelak, mereka akan dapatkan balasan yang layak mereka terima.
  33. Abu Lahab dan Ummu Jamil bukan siapa2, cuma sekedar #Haters. Mereka tidak signifikan.
  34. Pada akhirnya, tidak ada keberhasilan yang mereka peroleh. Sebab, mereka cuma #Haters.
  35. .
    Segmen #3: Haters memaksakan kesimpulan dan hobi berdebat

  36. Saya juga punya banyak pengalaman dgn para #Haters.
  37. Berdasarkan pengalaman, if you’re good at something, then someone will hate you. Aneh ya, tapi nyata!
  38. Kalau kita punya prestasi, pasti ada yang tidak suka. Itu sudah sunnatullaah. Namanya juga dengki.
  39. Setelah saya rajin nge-blog pd tahun 2005, banyak permasalahan muncul di tengah jalan.
  40. Kalau tidak salah, sejak 2007-lah muncul serangan2 yang agak serius pada blog saya.
  41. Kalau yg menyerang orang2 ateis, anti-Islam atau liberalis, nggak masalah. Tapi ada juga Muslim yg hobi saling menyerang.
  42. Karena atmosfer ashabiyah di Indonesia ini begitu kuat, segala2nya bisa dibikin runyam.
  43. Sekitar 80% isi blog saya tidak berbau politik. Herannya, saya selalu dianggap sedang cari suara untuk PKS.
  44. Saya memang kader PKS. Saya tidak membesar2kannya, tapi juga tidak menutup2inya. Buat apa?
  45. Para #Haters biasanya sudah bikin kesimpulan sebelum observasi. Kalau perlu, kesimpulannya dipaksakan.
  46. Saya bukan orang misterius. Blog ada, akun FB ada, Twitter ada. Yang kenal saya dan pernah kopdar banyak.
  47. Anehnya, para #Haters bersikap seolah2 mereka tidak kenal saya. Semua teori konspirasi mereka keluarkan.
  48. Seolah2 saya selalu bicara soal partai, demokrasi, politik dan semacamnya. Padahal tema2 itu tidak saya gemari.
  49. Kalau mau membaca secara obyektif, orang pasti tahu bahwa saya lebih tertarik tema2 pemikiran.
  50. Tapi di mata para #Haters, saya ini politikus. Kerjanya cari suara. Ada juga yang bilang: ‘ngecrek suara’. Subhaanallaah… /li>
  51. “Kader PKS pasti begini dan begitu!” Lalu, kalau faktanya saya tidak begini-begitu? “Ya pokoknya begini-begitu!”
  52. Kalau kesimpulan dibuat duluan, memang seperti itu. Ujung2nya “pokoknya, pokoknya, pokoknya!”
  53. Sekali #Haters tetap #Haters. Kesimpulan harus dipaksakan. Debat nggak ada ujungnya.
  54. Saya aktif di INSISTS dianggap berpolitik. Di #IndonesiaTanpaJIL juga dituduh berpolitik.
  55. Di Multiply dulu ada sebuah akun yg luar biasa dahsyat caci makinya.
  56. Bisa dibilang, saya sudah kenyang dimaki olehnya. Bukan hanya dimaki, tapi juga dikafirkan.
  57. Awalnya, mungkin krn darah muda, saya melawan. Diajak debat, saya debat balik.
  58. Lama2, bosan juga. Banyak hal menarik dlm hidup ini, kenapa harus mengurusi 1 org itu saja?
  59. Lagipula, kasihan juga. Kita semua tahu bhw takfir itu berakibat fatal kalau salah sasaran.
  60. Siapa yg menuduh seorang Muslim sbg kafir, maka tuduhan kekafiran itu berbalik pada dirinya sendiri.
  61. Oleh krn itu, saya kasihan pada orang ini. Supaya ia tidak menumpuk2 dosa dengan mengkafirkan saya terus, saya block dia.
  62. Ya sudah, dilupakan saja. The show must go on.
  63. .
    Segmen #4: Haters memilih menjadi Singa di dunia Maya

  64. Tahun 2007 itu, alhamdulillaah, hobi nge-blog mendatangkan hasil yg manis.
  65. Sebab, salah satu alasan saya diganjar beasiswa S2 dari Baznas-DDII adalah krn blog2 tsb.
  66. Saya bersyukur, tidak memfokuskan hidup pada celaan para #Haters. Lebih baik fokus nge-blog.
  67. Setelah itu, tentu saja saya fokus kuliah. Alhamdulillaah lagi, pada tahun 2009 saya lulus S2.
  68. Akhir 2010, Allah bukakan jalan. Lahirlah buku #IslamLiberal101. Laku keras. Subhaanallaah, walhamdulillaah…
  69. Apa dinyana, saya malah ketemu lagi dgn pemilik akun yg dulu itu. Ketemunya di FB, nggak sengaja.
  70. Kata seorang teman, “Ngomongnya gede bgt. Ternyata masih anak kecil, Da! Nggak usah diladenin!”
  71. Setelah saya lihat akun FB-nya, ternyata memang benar. Anak muda banget. Tapi mulutnya besar di dunia maya.
  72. Ternyata, setelah beberapa tahun berlalu, saya masih saja mengisi benaknya.
  73. Setelah sekian lama, bahkan setelah saya melupakan dia, rupanya dia tidak pernah melupakan saya.
  74. Ketemu lagi, ya dimaki-maki lagi. Kalo nggak memaki, apa lagi kerja kaum #Haters?
  75. Yang bikin saya kasihan, ternyata dia nggak beranjak dari posisinya bertahun2 yg lalu.
  76. 2007-2012, saya sdh dpt beasiswa, lulus S2, nulis buku, ngurus INSISTS, ngurus #1TJ dll. Dia? Ya gitu2 aja.
  77. Masih jadi ‘singa di dunia maya’, dan masih jadi ‘kucing di dunia nyata’. Amboi, kasihan…
  78. .
    Segmen #5: Leader memilih menjadi Singa di dunia Nyata

  79. Saya bersyukur, hidup saya tidak dipenuhi dengan kedengkian.
  80. Saya juga manusia, kadang2 tergoda pikiran2 buruk. Tapi alhamdulillaah, sejauh ini fokusnya pada yang baik2.
  81. Sesekali diri ini keluar dari jalur, tapi alhamdulillaah fokus tetap terjaga.
  82. Kalau saya ikut2an jadi #Haters, ya ampun… Jadi apa saya sekarang?
  83. Pekerjaan2 besar apa yg bisa kita lakukan kalau isi hati kita hanya dengki dan kebencian?
  84. Kalau saya jadi #Haters spt mereka, mana mungkin buku #IslamLiberal101 bisa ditulis?
  85. Saya bersyukur bisa menjalani hidup untuk hal2 yg saya cintai, bukannya hidup untuk mengutuki hal2 yg saya benci.
  86. .
    Segmen #6: Leader berfokus pada goals, Haters tidak mampu memahami goals

  87. Sebelum #1TJ lahir, sudah ada semacam ‘paguyuban’ bernama KBBI (Keluarga Besar Bigot Indonesia).
  88. Krn orang2 liberalis suka menyebut kami ‘bigot’, akhirnya malah jadi panggilan sayang. Jadilah KBBI. /li>
  89. Kalau mau dibilang KBBI ini embrio #1TJ, ya bisa juga.
  90. Setelah saya punya BB, saya pun diundang ke group milik KBBI.
  91. Begitu saya masuk grup, salah seorang langsung keluar. Saya maklum. Yang satu itu memang benci pada saya.
  92. Meski sama2 menentang JIL, tapi ia teramat sangat membenci saya. Krn saya kader PKS? Wallaahu a’lam.
  93. Awalnya, pertemanan di KBBI sangat menyenangkan. Tidak ada masalah, krn ada musuh bersama.
  94. Pada suatu malam, tiba2 terjadi perdebatan seru. Semalaman. Soal apa? Demokrasi! *tepok jidat*
  95. Waktu itu, saya ingat menegur kedua belah pihak. Alasan saya: grup itu dibuat untuk membahas Sepilis, bukan yg lain.
  96. Tapi setelah itu, perdebatan tidak pernah benar2 berhenti. Demokrasi lagi, demokrasi lagi.
  97. Saya dianggap pro-demokrasi, padahal saya malah gak pernah bicara soal demokrasi, kecuali kalau ditanya.
  98. Lambat laun, mereka memisahkan diri. KBBI tidak pecah, krn yg hobi berdebat keluar semua.
  99. Yang menyebut dirinya anti-demokrasi, ironisnya, malah lebih rajin bicara soal demokrasi.
  100. Awal 2012, #IndonesiaTanpaJIL terbentuk. Teman2 yg mantan KBBI tidak bergabung.
  101. Sebaliknya, #IndonesiaTanpaJIL malah dapat fitnah habis2an. Entah mengapa.
  102. Saya ingat, ada yg bilang #1TJ dibuat supaya memenangkan PKS di Pilkada DKI.
  103. Padahal waktu itu Pilkada DKI masih adem ayem. Belum ada Jokowi, belum ada ust HNW.
  104. Setelah #1TJ besar, apa yg menuduh tadi minta maaf? Hmmm belum pernah dengar tuh permintaan maafnya…
  105. Baru saja #1TJ berdiri, sudah ada yg marah2. Alasannya: #1TJ nggak tegas pada Syi’ah.
  106. Lha, namanya saja #IndonesiaTanpaJIL. Syi’ah itu di luar domain #1TJ!
  107. Kalau besok2 ada yg protes krn #1TJ gak ngurus distribusi zakat, gimana? Apa harus di-follow up juga?
  108. Apa besok2 #1TJ harus ngurusin kasus narkoba artis juga?
  109. Yang menuduh macam2 pada #1TJ dari dulu orangnya itu2 saja. Dan kerjanya ya begitu2 saja. Namanya juga #Haters.
  110. Kami sdh biasa dibilang ‘ngecrek suara’, ‘anjing2 demokrasi’, ‘jahilnya luar biasa’, ‘muka kotor’ dst.
  111. Mengapa #1TJ bisa besar? Ya, karena kami memutuskan untuk tidak mempedulikan para #Haters.
  112. Apakah jika tuntutan para #Haters itu dipenuhi, lantas mrk mau membesarkan #1TJ? Nyatanya tidak, tuh!
  113. .
    Segmen #7: Allah membuat Haters sibuk dengan sesuatu yang tidak membawa manfaat

  114. Kalau mau ikuti kedengkian, akan ada saja alasan untuk mencurigai.
  115. Kalau sudah benci, pasti ada saja yg bisa dikomentari.
  116. Tapi sunnatullaah tetap berlaku. Mereka yg hatinya dipenuhi dengki dan benci ya sibuk dgn dengki dan benci saja.
  117. Karena kesibukannya seperti itu, maka mereka takkan maju2. Itu sudah pasti. Kecuali kalau mereka tobat.
  118. Itulah sebabnya saya bilang, “Kadang opsi terbaik adalah tutup mulut, tutup telinga dan tetap bekerja.”
  119. Banyak yg marah karena saya suka nge-block. Itu krn saya tidak mau buang waktu meladeni para #Haters.
  120. Mungkin mereka menganggap waktu mereka murah. Tapi waktu saya mahal, bukan untuk dibuang2 sembarangan.
  121. Buktikan kata2 saya! Pandanglah seorang #Haters. Saksikan, 5 tahun lagi dia jadi apa?
  122. Kalau perilakunya masih seperti itu, saya jamin tidak akan ada banyak kemajuan dalam hidupnya. Itulah nasib #Haters.
  123. Maka, janganlah kita menghancurkan hidup kita karena kebencian. Jangan jadi #Haters.
  124. Hiduplah untuk melakukan apa yang kaucintai; jangan hidup untuk mengutuk apa yang kaubenci.
  125. Kita bekerja di #1TJ bukan karena benci pada JIL, tapi karena cinta pada Islam. There’s a big difference!
  126. Kalau ketemu kaum #Haters, berpaling sajalah. Abaikan cemoohannya, dan terus bekerja. Niscaya mrk akan melihat punggungmu.
  127. Semoga hati-hati ini dipersatukan di jalan Allah, tanpa kedengkian sedikitpun. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin….

**********
Semoga bermanfaat.
Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
03.02.2013

Advertisements

110 Comments

  1. Omali says:

    Baca ini saya jadi kangen ribut2 di MP lagi 😀

  2. Risma Armia says:

    Kalau di hina dan dikata-katain, saya pernah. Sama dosen 😀 . Duh Rabb… tapi alhamdulillah, saya tidak terpancing amarah. Saya keluar dengan anggun dari ruangan beliau haha

    Saya tak banyak menjumpai orang yang membenci saya. Enggak tahu juga ya, apa mereka belagak baik di depan saya tapi di belakang saya ngomongin saya, entahlah. Tapi saya tahu, ada beberapa orang yang seperti itu. Ah, tak penting, tak baik memanjangkan prasangka. Buang-buang waktu saja memikirkan hal itu

    Namun, kalau orang-orang yang memperlakukan saya dengan buruk, banyak haha. Maksudnya, sikap buruk dengan tindakan. Paling sering mah di kost. Dan satu orang teman kuliah (perempuan) yang sempat saya nobatkan dalam hati saya sebagai sahabat sejati, namun ternyata itu kesalahan besar yang pernah saya lakukan. Ah, hidup.

    Disamping belajar fokus dan sabar, kita juga harus belajar memaafkan, ya kan? 🙂

    Saya lupa bagaimana cerita persisnya, ada seorang sahabat Rasul yang masuk surga karena sebelum tidur ia memaafkan semua orang yang pernah berbuat jahat padanya. Baru kemudian ia tidur. Itu amalah terbaik yang ia kerjakan 🙂

    dan menurut saya pribadi, walau pun seseorang itu telah menjahati kita, contoh real-nya seperti kasus postingan di atas, sebaiknya kita jangan ikutan latah mengatai-ngatai dia. Walaupun kita tahu itu benar bahwa dia berbuat tidak baik pada kita, bahwa dia tetap stagnant, dan sebagainya, Itu hal yang tidak bijak dengan ‘menyerang balik’. Rasul tak pernah begitu. Kita cukup berdoa agar ia berubah dan kembalikan semuanya pada Allah.

    Enggak tahu kenapa, saat membaca kultwit diatas, saya menangkap nada sombong. Afwan jiddan…

    • Jazakillah khayran, mbak Risma. Sungguh komentarmu bisa menjadi pengingat yang baik bagi kita semua, bahwa walaupun kita tahu itu benar bahwa dia berbuat tidak baik pada kita, bahwa dia tetap stagnant, dan sebagainya, adalah hal yang tidak bijak bila ‘menyerang balik’. Memang Rasulullah tidak pernah begitu. Kita cukup berdoa agar ia berubah dan kembalikan semuanya pada Allah.

      Kultwit di atas hanya sebagai pengingat agar kita tidak terjebak menjadi seorang haters.

  3. kickasspenguin says:

    cool pak… I used to be a hater
    tapi sekarang… waktunya berkaca pada diri sendiri B)

  4. azfiamandiri says:

    Reblogged this on azfiamandiri and commented:
    Satu hal , ternyata mereka bukanlah orang yang ‘signifikan’ dalam kehidupannya di masyarakat, maka tak perlu diambil pusing …

  5. naussea says:

    tetap semangat kang, sejuta pendengki tidak akan mampu mengalahkan satu ridho Allah \o/

  6. katacamar says:

    Reblogged this on katacamar and commented:
    mari belajar….

  7. katacamar says:

    saya belajar mencerna sambil ijin ngreblog ya pak iwan, maturnuwun jzkh kk 🙂

  8. genthuk says:

    Aahh Duniaaaa memang isinya penuh bercandaan aja…

  9. azfiamandiri says:

    Masya Alloh, mkn banyak sj yg menanggapi tulsan ini,bukti bahwa topik ” Dengki” adlh slh satu topik yg penting dicermati dlm kehidupan ini, smpai2 Al Qur’an memuat surat tersendiri mengenai hal tersebut.

    Izinkan sy menambah satu komentar lg:
    ” Klo gk mau tabrakan, ya udh jalan kaki ! jngn pk kendaraan ”
    ( Klo gk mau di bully, y udh jangan punya akun ” )
    ” Apa, yg jalan kaki aja kena tabrak ! ”
    ( #Xenia)

    😦

  10. ryan says:

    wah… baru baca saya Pak. inspiratif sekali.
    baca sampai akhir tidak merasa lelah… dan sangat senang malah mendapatkan manfaat baru lagi.

  11. 9ethuk says:

    Reblogged this on 9ethuk and commented:
    Keren, akhir menemukan salah satu jawaban kegaluan 🙂

  12. 9ethuk says:

    Joss!!
    *Aku dah follow dari setengah tahun lalu di twitter #indonesia tanpaJIL

  13. Satu proses keseimbangan hidup, terbukti lagi !!

    Tidak ramai kalu tidak ada peran antagonis, terlalu datar dan tidak bisa jadi inspiras…dan tidak hidup pastinya

  14. Ina says:

    hmmmm …. banyak yang bisa diambil pelajaran. memang buang2 energi ngurusi orang lain. belum tentu kitanya juga udah bener.

  15. Haters adalah fans Anda yang tertunda. Karena mereka lebih perhatian dan lebih tahu banyak tentang Anda daripada fans Anda.

  16. Cumi MzToro says:

    Panjang banget tapi gw baca ampe akhir, belajar sabar … thanks

  17. ruangimaji says:

    Kalau saja para petinggi negeri, para elite politik, maupun mereka yang berhasrat memimpin bangsa ini mau merenungkan kalimat: “Hiduplah untuk melakukan apa yang kaucintai; jangan hidup untuk mengutuk apa yang kaubenci,” barangkali Indonesia mampu menjadi singa di dunia nyata…

    • Betul, mas Raden.

      Singa di dunia maya, biasanya kucing rumahan di dunia nyata. Gampang melaknat di dunia maya, biasanya cuma bisa mingkem di dunia nyata.
      Pandai mencela di dunia maya, biasanya nggak punya prestasi di dunia nyata.
      Ini semua sunnatullah. Sebab tubuh manusia itu cuma satu. Kalau mulutnya sibuk ngomong, pasti tangannya nggak sibuk bekerja.

  18. gogo says:

    inspiratif bgt mz, spt biasa tulisanny amazing :-D..
    rasa dengki emang sengaja di ciptakan sbg bumbu kehidupan..

    • Begitulah. Kalo orang mendengki lalu kita balas dengan sikap dengki pula, menghina lalu kita balas dengan menghina, marah lalu kita balas lebih marah; berarti selamanya kita hanya jadi manusia peniru keburukan.

  19. boesta says:

    Inspiratif sekali pak.. seneng bisa baca sampe selesai.. 🙂

  20. MartoArt says:

    Waduh….. Lama tak buka wp ternyata aku ketinggalan juauh buanget…. Postingan bung Iwan ini selalu saja menggairahkan. Pengin posting lagi tapi sungguh daku lg agak berantakan nih…

  21. Iwan Tidung says:

    Semoga bisa pada sabar semua….
    Salam.

  22. Saya sudah baca kultwitnya di twitter. Alhamdulillah selama ini masih bisa menjaga diri untuk melakukan hal-hal negatif di twitter dan tidak menfollow akun-akun yang terindikasi sering melakukan fitnah, twitwar dll.

  23. pitaloka89 says:

    Hater itu bukan untuk di hate balik kan Pak.
    Jadi inget cerita katak yang berhasil naik ke tower yang tinggi karena dia tuli.
    Harus pakai cara itu untuk membuat kita sukses diantara para hater itu 🙂
    TFS Pak Iwan…

  24. mohon ijin reblog ya Mas

  25. thanks sharingnya ya Mas

    mesti dibaca ulang nih biar nyantol …., emang haters itu bertebaran dimana-mana ya Mas

  26. syifarah03 says:

    membacanya butuh dua hari haghaghag *soaledisambikerja
    Rugi banget jadi Haters, sayang Haters ga merasa. Jadi moga2 kita ga nyambi jadi Haters yaa….. Tfs buanget pak Iwan.

  27. pemikirulung says:

    Reblogged this on (Masih) Manusia Itu Unik, Saya Salah Satunya and commented:
    postingan panjang, tapi ga bosen dibaca sampai akhir. inspiring

  28. pemikirulung says:

    meskipun panjang, tapi beneran ga bosen bacanya sampai akhir 🙂

  29. Membaca penjelasan mas Akmal tentang #Haters itu jadi ingat apa kata mendiang Steven Covey dalam buku 7 Habits of HEP-nya. #Haters itu menurut Covey adalah orang yang berpusat atau memusatkan kehidupannya pada yang dia benci. Dia selalu mengharapkan kesialan atau kemalangan pada yang dia benci dan pada tingkat yang ekstrem bisa menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan yang dia benci itu.

  30. suka bgt nih
    slm kenal mas iwan 🙂

  31. Badai says:

    seperti biasa, postingan mas Iwan mencerahkan. thanks for sharing! ^^

  32. ariohendra says:

    semoga kita tdk menjadi kaum pendengki pak. hidup terlalu indah dan singkat buat mikirin yg begituan. Kultwit nya mas akmal ini inspiratif dan enak dibaca walau ngos ngosan, gaya penulisannya bagus

  33. ainulharits says:

    Lalu bagaimana di dunia maya kita bisa tahu bahwa komentator kita haters, karena kadang saya juga dapat koment yang kadang memojokkan saya.

    • Kalo komen sekali kemudian memojokkan itu belum tentu dianggap haters, mungkin itu hanya sebatas tidak suka dengan pendapatnya mas Ainul saat itu saja.

      Namun kalo setiap postingan mas Ainul selalu ditanggapi dengan negatif, tanpa ada upaya membawa suasana dalam diskusi yang sehat, maka komentator seperti itu sudah membawa ciri-ciri haters.

  34. iya pak, leres sanget. . agak gemes juga ketika yang menghina salah satu wasilah untuk pemerintahan adalah sesama islam sendiri. Ya bolehlah berdalih dengan tidak sepakat untuk tidak terjun di ranah ini, tetapi yo jangan terus menjelek-jelekkan golongan yang mereka anggap kotor.

    Jika boleh diibaratkan pembagian tugas, maka ada tukang sapu, satpam, dan karyawan. Mungkin para haters itu bisa digolongkan dengan karyawan yang sering menjelek-jelekkan tukang sapu karena tukang sapu sering bergulat dengan kotoran. Tidak bermaksud mengenalisir karyawan tentunya. Jika tanpa Tukang sapu tersebut, apakah karyawan #haters tersebut juga nyaman untuk betah tinggal di kantor?

    hmmm… Jika tidak bisa menyemangati dan memberi manfaat setidaknya jangan merugikan orang lain dengan berargumen sendiri memojokkan pihak lain.. 😦

    • Terimakasih, mbak Ulfah. Analoginya pas banget.
      Semoga tetap semangat dalam upaya menjalani kehidupan yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
      Haters adalah pilihan, dan ia selalu tertinggal di belakang, karena job-desc nya hanya reaktif bukan kreator atau inovator 🙂

  35. Ikakoentjoro says:

    Waaah, tulisannya panjang banget pak. Agak terengah2 bacanya. Mudah2an kita tidak termasuk golongan pendengki 🙂

    • Meski terengah-engah semoga bisa menangkap dengan baik pesan moralnya.

      Sipp, mbak Ika. Mudah2an kita tidak termasuk golongan pendengki, seperti pesan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wassalam: “Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu”.

  36. azfiamandiri says:

    HASADUL AALIMI AALIMUN .. yang dengki kepada orang berilmu adalah orang yang berilmu lagi …

    • Betul, mas Agus.
      Dengki biasanya akan berpasangan dgn keadaan yg dihadapi pemiliknya. Misalnya, mahasiswa akan dengki kpd sesama mahasiswa. Orang pintar akan dengki kpd orang yg pintar lagi, demikian seterusnya. Akan sulit terjadi seseorang merasa dengki thd orang lain yg memiliki kapasitas berbeda.

  37. onits says:

    haters dalam contoh kasus di atas berasal dari pihak yg berseberangan, yg sangat wajar dalam dunia politik, baik antar kelompok maupun antar negara. selama tiap pihak masih memelihara ego, maka tiap dari mereka yg bertentangan akan saling menganggap pihak yg lain haters.

    mencintai secara berlebihan lah yg melahirkan kebencian terhadap pihak2 yg tidak dicintai (secara tidak disadari). mari kita cintai setiap pihak dgn proporsional 🙂 tidak ada baik buruk, karena tiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing2.

    • Setuju sekali. Mencintai setiap pihak dengan proporsional tidak berlebihan. Sehingga tidak berlebihan kala membenci pihak lainnya.

      Sifat dengki hanya menyedot begitu banyak energi negatif yang akhirnya hanya menimbulkan penyakit pada diri. Kalo dia seorang muslim, maka sifat dengki itu akan menghapus amalannya, seperti halnya api membakar kayu bakar.

  38. tergoda untuk membaca postingannya
    menarik dan thx y
    salam hangat dari blue

  39. angkasa13 says:

    Mas iwan kapan nih berkesempatan ke bandung, pengen banyak share bnyk hal ..:)

  40. felis catus says:

    Kenapa ya org2 suka dgn format kultwit buat nulis serius? Kan ada blog :-(. Saya pribadi ngga suka banget dgn format kultwit, ngga enak dibaca dan rawan salah baca. Apa ngga lebih baik ngetweet link blog? Di blog, ditulis deh essay serius yg enak dibaca.

    • Sekarang ini memang era nya mobile internet dg metode push information. Karena mobile, kebanyakan gadget yg dipakai ukuran kecil. Dengan push information, kebijakan tweeter adalah membatasi maksimal 140 karakter tiap posting, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas data.

      Memang, untuk keasyikan membaca saya akui lebih nyaman tulisan di blog daripada tweeter.
      Saya yakin teknologi akan terus berkembang. Sehingga kelak ketika harga ipad adalah semurah hp didukung dg murahnya biaya internet, maka banyak orang (terutama penulis) akan melirik blog sbg wadah penyebaran informasi.

      Saat ini, ketika tweeter hanya me-link ke blog, (sepertinya) masih tidak banyak yg menuju ke-tekape dg alasan keterbatasan bandwith internet plus media/gadget. Sehingga informasinya tidak segera sampai. Maaf, untuk poin ini, hanya kira-kira saya aja, mengingat saya juga masih baru lho memasuki bumi keriuhan di sana. Dan masih merasa kurang nyaman untuk saat ini. Begitu deras informasi yg masuk tanpa saya minta (push information) 🙂

    • felis catus says:

      Betul, twitter itu riuh sekali, rasio antara informasi dan noise (tweet berbayar, buzz, tweet troll) tinggi. Untuk berbagi informasi singkat semacam keadaan cuaca atau situasi lalin masih ideallah twitter dipakai. Tapi kalau untuk ngomongin hal serius yg mesti dijelaskan panjang lebar, bisa hilang pesannya ditelan noise.

      Tampaknya Mas Iwan betul, keterbatasan akses internet ini mungkin yg menyebabkab twitter digemari. Mudah-mudahan akses internet di Indonesia bisa semakin murah dan harga gadget tablet dan sejenisnya semakin terjangkau. Kalau saya perhatikan di twitter land sering sekali terjadi salah paham. Diskusi yang baik pun jarang terjadi, sulit memang berdiskusi kalau tiap kali posting kena batas 140 karakter.

  41. Dyah Sujiati says:

    Bingung Pak, karena hampir tiap baris ada ‘#haters’ dan adda yang hitam ada yang kelabu 😦
    #Hahhaha, maklum belum beli twitter soalnya 😀

    • hmm.. baiklah, demi mbak Dyah dkk gar tidak bingung, saya hilangkan tagar #Haters di akhir copas tweet di halaman ini, aslinya memang ada tagarnya di Tweeter.
      .
      Tagar [#…] adalah tema bahasan, sehingga kalo di-klik tagar tersebut maka akan berkumpul dengan tulisan-tulisan dengan tema sejenis. Ini semacam tools untuk memudahkan pencarian pembahasan.

      Sekarang di halaman ini, tagar sudah saya hilangkan, maka silakan simak kembali dg seksama untuk mendapatkan kandungan hikmahnya.

      Biar sama-sama bisa mengambil pelajaran, semoga mbak Dyah dimudahkan untuk membeli twitter 🙂

    • Dyah Sujiati says:

      Waa so swit sekali Pak, hahaha

      -padahal juga nggak segetunya juga sih Pak -__-‘ yeah memang saya default sangat sih hehe-

      Ya Pak terima kasih do’anya #Lho? 😆
      Bisa kredit kan itu? 😀

    • Daripada mikirin beban kredit tiap bulan, ini ada yg second mau?

      *maksudnya second information, kalo ada materi yg bagus saya share di sini 🙂

    • Dyah Sujiati says:

      Ahahaha.

      Baiklah, InsyaAllah stei curn selalu 😀

  42. DOLBYVIT says:

    banyak banget hetersnya tapi yang paling aku suka tuh kesimpulan akhirnya : Hiduplah untuk melakukan apa yang kaucintai; jangan hidup untuk mengutuk apa yang kaubenci. #Haters

    #salam kenal yah 😀

  43. hidup terlalu indah buat terkuras ama haters..
    tapi emang MP itu sesuatuuu.. qiqiqi
    *jadi kangeeen

    • Betul. Alhamdulillah, bisa nangkap poinnya.
      Kalo ternyata ketemu haters, hindarilah perdebatan (yg menjurus debat kusir). Lebih baik bersikap tenang bikin tulisan yang menyejukkan sekaligus men-counter dengan damai.
      Kebanyakan haters akan panik bila kita bersikap tenang, seolah-olah tidak mempedulikannya.

  44. Rawins says:

    sepertinya sudah umum banget yang kayak gitu mas
    internet membuat kita berkepribadian ganda
    apa yang jadi keseharian seringkali berbeda ketika tersaji di internet
    nek aku bodo amat
    beragam informasi tak tampung semua tapi tetep aja pake kesimpulan sendiri
    hidup sudah banyak masalah ga mau nyari tambahan masalah dah…

  45. Erit07 says:

    Wah banyak banget,kreatiffff…

  46. Saya juga suka dengan kesimpulan akhirnya :
    Hiduplah untuk melakukan apa yang kaucintai; jangan hidup untuk mengutuk apa yang kaubenci. #Haters

    TFS mas Iwan 🙂

  47. Ilham says:

    bener tuh pak. ‘memberi makan’ ego tidak akan pernah kenyang. harus dipikirkan kemana sebaiknya mengalokasikan energi. mengumbar kebencian atau membangun diri sendiri agar lebih baik. terimakasih untuk inspirasinya. 🙂

  48. JNYnita says:

    yah, begitulah haters…
    aku kemarin nulis draft ttg yang suka mencela tanpa kroscek dan saat tuduhannya salah apakah mereka minta maaf? belum pernah aku lihat yang berjiwa besar dan meminta maaf. inspirasinya bukan dari haters tapi dari yang ada di twitter..

  49. Hidih….
    Padahal gelar tinggi bukan jaminan intelektualnya juga seindah gelarnya. Bahkan kadang2 masih mending anak SD…kalau yang macam itu, anggep aja kentut yang baunya sebentar karena kebanyakan makan pete. Hehehehe

  50. jampang says:

    ibarat pribahasa…. anjing menggonggong kafilah berlalu.

  51. nyonyasepatu says:

    Hiduplah untuk melakukan apa yang kaucintai; jangan hidup untuk mengutuk apa yg kaubenci. #Haters
    Suka kalimat/quote ini. Keren

    • Semoga kita semua bisa bersikap demikian dan istiqomah. Sayang banget khan kalo kesempatan hidup yang diberikan-Nya, disia-siakan begitu saja.

      Sebab fatalnya kutukan itu bisa kembali kepada diri si pengutuk. Daripada beresiko seperti ini mending memberikan sesuatu yg banyak mengandung manfaat.

  52. Larasati says:

    tadi pagi larass mendengarkan radio ttg kajian islam dimana temanya adalah pemahaman intelektual, kurang bisa menangkap maksudnya sebenarnya larass dalam kajian tersebut kalau tidak keberatan barangkali pak iwan bisa menjelaskannya mengenai pemahaman intelektual itu karena yg larass tangkap dari radio itu pemahaman intelektual itu setiap manusia itu adalah makhluk yg susah dan menderita karena dia tidak bisa memahami pemahaman intelektual itu dimana pemahaman itu adalah cara kita memahami kemarahan, kebencian, dendam dan ketakutan yg selalu mengukur waktu secara spikologis yg akhirnya tercipta keadaan dimana ia adalah aku dan waktu

    kurang paham sebenarnya larass pak….bisa bantukah?? 🙂

  53. Larasati says:

    terimakasih pak Iwan perenungannya….larass menilainya dari sudut lain neh utk tulisan pak iwan….maksudnya utk diri larass sendiri jadi menemukan semacam kekuatan utk mengabaikan hal2 negatif yah….semoga setiap detik yg kita lewatiadalah detik yg bermanfaat utk dunia dan akhirat……

  54. hanajrun says:

    Kerennn! 🙂

    Suka bgt sm statement ‘hidup utk apa yg kau cintai jangan hidup utk mengutuk apa yg kau benci’ 😀

    tfs Pak Iwaaaannnnnn…

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat