Home » Motivation Theme » Nana plays “Leeloo’s Tune”

Nana plays “Leeloo’s Tune”

Blog Stats

  • 1,993,583

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Selingan dulu ya… pengen sharing tentang persistence.

Nadia Farhana Az-Zahra a.k.a. Nana, dalam video di bawah ini saat berumur 10 tahun sedang memainkan lagu “Leeloo’s Tune”.



Lagu ini salah satu favoritnya putriku, yang sering dimainkan setelah belajar malam. Di sela-sela kegiatan hariannya yang cukup padat, Nana rutin meluangkan waktu sejam sehari untuk mengasah skill pianonya, biasanya ia mengambil waktu malam hari. Kalo libur, biasanya lebih lama lagi, karena ia memang hobby bermain piano. Ya mending gitu daripada menghabiskan sisa waktunya di depan televisi, nge-game online, atau bermain-main yang gak ada manfaatnya.

Nana paham betul, belajar dan bermain musik bukan untuk membentuknya menjadi musisi atau artis, karena memang bukan itu cita-citanya; tapi untuk sebuah kemandirian, trigger, dan bahan bakar. Ia merasa senang sekali bisa beberapa kali membuat nama harum sekolahnya (salah satu SD Islam terbaik di kota kami). Dari sini, ia bisa belajar tentang arti sebuah kompetisi, tanggungjawab, good team player dan balanced life.

.
Info singkat tentang Leeloo’s Tune:

Leeloo’s Tune adalah sebuah komposisi karya Tonci Huljic, yang dimainkan oleh pianis Maksim Mrvica di album “Variations Part I & II” yang dirilis tahun 2004. Lagu ini didedikasikan untuk kelahiran putri Maksim yang bernama Leeloo. Komposisi aslinya bisa diperdengarkan di sini.

Maksim Mrvica dilahirkan di Sibenik, Croatia. Ia belajar piano sejak berumur 9 tahun pada gurunya, Marija Sekso. Tiga tahun kemudian, ia menggelar konser untuk pertama kalinya bertajuk “Haydn’s Piano Concerto in C major”. Ketika perang melanda negaranya pada tahun 1991, itu tak menghalangi niatnya untuk belajar piano, hingga pada tahun 1993, Maksim memenangkan sebuah kompetisi piano yang pertama kali diikutinya di kota Zagreb.

Sampai saat ini, pianis yang beraliran classical crossover ini sudah menghasilkan 10 album, diantaranya: Gestures [1999], The Piano Player [2003], Variations Part I & II [2004], A New World [2005], Electrik [2006], Pure [2007], Pure II [2008], Greatest Maksim [2008], Appassionata [2010], The Movies [2012]. Detail biografinya bisa disimak pada: www.maksim.co.uk

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

32 Comments

  1. esti kristikasari says:

    indah betul…suka banget dengerinnya. sekelas dengan Yiruma 🙂 , kebetulan saya suka dengerin River Flows in You nya, salam untuk putrinya pak Iwan, Nana..

    • Salamnya barusan kusampaikan ke Nana, mbak Esti.

      Wah, Nana juga suka lagu-lagunya Yiruma lho, banyak nomor yang sudah ia mainkan, termasuk Rivers Flows in You, tapi lagu itu belum sempat diunggah ke youtube. Insya Allah, kalo handycam-nya dah sehat, akan kembali merekam & unggah.

      Ada 2 nomor Yiruma yang sempat diunggah, salah satunya ini: “My Merory”

    • esti kristikasari says:

      Wihh sy liat & donlod deh nti..sama kiss the rain jg keren ya pak 🙂 . Skrg salam kenal utk mamanya Nana hehee.. Seneng & bangga bgt pastinya punya putri yg sangat berprestasi…

    • Salam ke mamanya / manajernya Nana sudah disampaikan, mbak Esti. Semoga nanti kita semua + ibu Fahira + geng AntiMiras bisa kopdar ya kalo Nana konser di Jakarta 🙂

      Tadi malam Nana sudah mencoba berimprovisasi menggabungkan 2 nomor jadi 1 kali performance: River Flows In You + Kiss The Rain
      Insya Allah, nanti direkam & diunggah.

      Oiya, ini ada lagu lembut lainnya, saat persiapan konser, semoga berkenan 🙂
      https://iwanyuliyanto.co/2011/10/08/h-1-putriku-dalam-indonesia-young-musician-performance-2011/

    • esti kristikasari says:

      aamiin… 🙂 cant wait

  2. latansaide says:

    “Atau ikuti pembahasannya di jurnal berikutnya.. ttg how to reach the dream.”

    sudah ada belum ya?

  3. Wooww…. Keren banget Nana main pianonya…^^ Salut deh buat Nana…

  4. debapirez says:

    Saya suka karya2 Maksim…. wah…keren…

    • Nana mau bikin project album, isinya Maksim semua (ada 11 lagu yg bakal direkam). Sudah masuk dalam daftar resolusinya.
      Dia sendiri yg milih lagu-lagunya, plus arahan ortunya tentunya. Do’akan lancar ya, bung 🙂

  5. araaminoe says:

    salut buat putri Bapak Iwan… asmie pernah baca bahwa ketrampilan bermusik bisa memperkaya kreatifitas seseorang, nah semoga dengan bermain musik Nana juga banyak berkreasi ya..
    *tiada yang lebih indah dari mempunyai anak yang sholeh lagi berbakti* 😀

    • Memang kenyataannya demikian. Bermusik itu merangsang sensor motorik.
      Nana belajar not balok sejak umur 5 th, tentu saja disitu ada pelajaran ttg bilangan pecahan, dan berbagai lambang2 nada. Cara penyampaian materinya dg cara bermain (melalui nada), hingga akhirnya Nana suka dg pelajaran Matematika. Nana juga pernah mewakili sekolahnya ikut olimpiade matematika tingkat provinsi, meski hanya sampai semifinal, itu tidak mengapa, krn dg begitu ia telah belajar ttg kompetisi.
      Dari asyiknya mengenal kompetisi, Nana jadi tertarik setiap ada lomba yg dirasa ia mampu mengikutinya. Salah satunya ia pernah juara 1 lomba lari cepat di Porseni SD. Sekarang malah mendalami catur, suka nantang ayahnya jadinya, meski kalah terus 🙂

      Karena otaknya sering dipakai “olahraga”, kemampuan hafalannya jadi kuat, terutama upayanya menghafal Al-Qur’an. Saya pernah share metodenya di jurnal ini.

      Untuk bidang musik itu sendiri, beberapa kompetisi yg diikuti bisa dilihat pada foto2 dlm video ini.

      Terimakasih do’a nya ya, mbak Asmie.

  6. tinsyam says:

    wah nana, salut deh udah mandiri dan tanpa disuruh udah latihan piano setiap hari..

  7. lambangsarib says:

    wuih kereen mainnya…

  8. Dyah Sujiati says:

    senang sekali baca ini Pak :Nana paham betul, belajar dan bermain musik bukan untuk membentuknya menjadi musisi atau artis, karena memang bukan itu cita-citanya; tapi untuk sebuah kemandirian, trigger, dan bahan bakar.

    😀

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: