Home » Film Review » Film: “Battle of Surabaya”

Film: “Battle of Surabaya”

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Akhirnya muncul kembali anak bangsa kreatif yang bikin film animasi. Sebuah karya istimewa berjudul “BATTLE OF SURABAYA” dengan tagline: There is no glory in war!

Film bergenre animasi ini diproduksi oleh MSV Pictures, disutradarai oleh Aryanto Yuniawan; dengan penulis naskah Prof. M. Suyanto (Direktur STIMIK AMIKOM Yogyakarta) dan Aryanto Yuniawan. Traillernya dipublikasikan pada 6 Juli 2013.
Berikut sinopsisnya:

Film ini menceritakan petualangan MUSA, remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan pejuang arek-arek Suroboyo dan TKR dalam peristiwa pertempuran dahsyat 10 November 1945 di Surabaya.

Cerita dibuka dengan visualisasi dahsyat dari pemboman kota Hiroshima oleh Sekutu yang menandakan menyerahnya Jepang. “Indonesia merdeka, itu yang kudengar di RRI, Jepang menyerah!!” kata Musa. Tetapi langit Surabaya kembali merah dengan peristiwa Insiden Bendera dan kedatangan Sekutu yang ditumpangi oleh Belanda. Belum lagi gangguan oleh beberapa kelompok pemuda Kipas Hitam yang dilawan oleh Pemuda Republiken. Residen Sudirman, Gubernur Suryo, Pak Moestopo, Bung Tomo dan tokoh-tokoh lain membangkitkan semangat arek-arek Suroboyo & pemuda Indonesia bangkit melawan penjajahan.

Musa dipercaya sebagai kurir surat dan kode-kode rahasia yang dikombinasikan dengan lagu-lagu keroncong dari Radio Pemberontakan Rakyat Indonesia yang didirikan Bung Tomo. Berbagai peristiwa dilalui Musa sebagai kurir, kehilangan harta dan orang-orang yang dikasihi menjadi konsekuensi tugas mulia tersebut.

Cerita ini merupakan cerita adaptasi dari peristiwa 10 November 1945 Surabaya. Selain tokoh-tokoh nyata, terdapat tokoh fiktif yang sengaja dibuat untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan. Pesan perang tentang semangat, cinta tanah air, dan perdamaian.



Trailer ini berkali-kali saya tonton, rasanya masih merinding. Sepertinya film ini tidak kalah dengan anime Jepang. Dan kalaupun nanti kita semua sudah melihatnya secara utuh film-nya, ya janganlah terlalu membanding-bandingkan dengan anime Jepang yang sudah berjaya sejak 1980-an. Apalagi membandingkan dengan karya anime Avatar yang modalnya milyaran rupiah per episodenya [Wildgrounds.com]. Jepang boleh menjadi dewanya anime Asia, tetapi Indonesia harus punya gaya sendiri, meski dengan modal yang terbatas.

Dari trailer yang saya lihat, ada kekurangan kecil, seperti pengisi suaranya bukan bergaya khas Suroboyo-an. Namun demikian, picture dan sound terutama untuk efek-efek ledakan dan lainnya sudah cukup baik dan smooth.

Semoga ini menjadi film animasi yang sukses dan menginspirasi anak-anak bangsa, untuk membuat lagi anime-anime yang berkualitas, lebih mendidik bukan hanya sekedar jadi hiburan. Dengan mengangkat tema sejarah Indonesia malah menjadi poin plus tersendiri.

Selamat menyambut kebangkitan film animasi Indonesia.
Dukungan dari pemerintah memang sangat diharapkan, sehingga para animator kita tidak perlu lagi berkerja di negeri orang. Ingat film animasi Upin-Ipin yang sebenarnya merupakan karya asli anak bangsa Indonesia (lulusan ITB) yang awalnya kurang mendapat penghargaan dan perhatian di negeri kita, padahal membawa ke-khas-an budaya Indonesia yang kental [baca Tribun News]. Juga film “Sing to the Dawn” yang merupakan karya animasi anak bangsa yang diproduksi di Batam tapi berbendera asing (Singapore) [baca Wikipedia].

Sekilas tentang MSV Pictures.

PT Mataram Surya Visi (MSV) Pictures memantapkan diri sebagai perusahaan di jalur produksi film animasi ketika perusahaan-perusahaan di bidang yang sama hampir gulung tikar. Selain “Battle of Surabaya” yang akan menghiasi layar lebar nasional; MSV Pictures juga menggarap film animasi 3D yang mengangkat judul โ€œThe Cronical of Javaโ€. Film animasi ini dipersiapkan untuk bersaing di Hollywood.

Info dari IMDB, film ini akan dirilis 15 April 2014 mendatang. [Update: Akhirnya diputuskan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 20 Agustus 2015]. Yang membanggakan adalah film “Battle of Surabaya” telah mendapat beberapa penghargaan nasional, antara lain:

  1. Winner INAICTA 2012 kategori Film Animasi oleh KemenKominfo RI.
  2. 1st Winner INDIGO FELLOWSHIP 2012 oleh Telkom Indonesia.
  3. Nominasi terunggul kategori film animasi ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Demi menghasilkan film yang berkelas Hoolywood, perusahaan ini memberangkatkan crew Film “Battle of Surabaya” menuju ke kota Surabaya guna mendapatkan referensi untuk kebutuhan dalam pembuatan film ini. Tempat yang dikunjungi oleh crew film ini diantaranya Museum Surabaya, Hotel Majapahit (dahulu bernama Hotel Yamato), Jembatan Merah dan tempat bersejarah lainnya di Surabaya.

Informasi detail tentang MSV Pictures Animation Studio bisa Anda lihat di official site-nya: http://msvpictures.com/

Ingat ya, nanti nonton film ini harus di bioskop, beli DVD-nya yang asli, no bajakan, no download free! Itu baru namanya mendukung para anak bangsa ini agar berkarya menciptakan film-film animasi Indonesia yang berkualitas dan mendidik.

Thanks to STMIK AMIKOM Yogyakarta and MSV Pictures for making this happen. Keep up the good work Indonesia …!

Sila kunjungi official site-nya: http://battleofsurabayathemovie.com/

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
07.07.2013

Advertisements

57 Comments

  1. telly says:

    telly savalas,089672104340,,

  2. telly says:

    klo ada yg masih nyimpen film ya,,dvd yg ori,,bisa gak di maharin..ketinggalan blm pernah nonton

  3. telly says:

    mas iwan mau beli vdv yg original,,,bisa kiri gak

  4. djati says:

    Kapan tayang di tv

  5. mysukmana says:

    Film ini sebenarnya sudah jadi, kebetulan salah satu animatornya adalah dosen saya mas. inshaAllah klo tidak ada halangan akhir tahun 2015 ๐Ÿ™‚

  6. yosep matius says:

    masbro mbakbro denger2 ni filemnya akan di putar agustus 2015
    di tunggu aja ok

  7. shin says:

    ini sudah penghujung 2014 belum dirilis hhe kira kira kapan ya mas

  8. mstylones says:

    hehehe akhirnya INDONESIA punya film animasi sendiri.
    ini yang saya tunggu” dari dulu..
    hebat”””
    sukses selalu indonesia

  9. Wow… Terima kasih, Pak Iwan untuk postingan ini. Baru tahu saya… #kudet

    • Alhamdulillah, usulku diterima, mbak Ino.
      Mereka kemudian langsung bikin audisi mencari orang-orang yg logat Suroboyoan-nya kental untuk sebagai pengisi suara. Sebelumnya gak ada khas Suroboyoan, karena bikin film ini di Jogyakarta.

    • Haha… Saya gak kebayang ada film pake logat Surabaya. Yang terbayang jadi film “Suro dan Boyo.”

      Saya sendiri asli Sidoarjo dan besar di Surabaya, tapi logat saya gak mirip dengan logat Surabaya. ๐Ÿ™‚

  10. luthvan says:

    woow ini nih yang ane tunggu2 animasi karya anak bangsa, dulu sih di trans 7 ada animasi indonesia klo g salah judulnya vattala tpi g tahu kemana sekarang…….

    • Film-nya epic. Sayang banget ya, Vatalla Sang Pelindung itu gak dilanjutin. Setahu saya stop tayang lanjutannya, mungkin karena faktor biaya produksinya. Semoga bisa tayang lagi.

  11. sidiq says:

    bravo indonesia!!!!!!

  12. cumakatakata says:

    2014, masih lama ya Mas…
    Traillernya bagus Mas, banget buat saya yang gak paham tentang pembuatan anime dan perfilman.

    Semoga kedepannya semakin banyak nontonan yang mendidik.

  13. Yang dialek Suroboyoan nya medok ayo ikut ini:

    Audisi Dubber Film Battle of Surabaya

  14. afan says:

    kemajuan berawal dari kesederhanaan, dan kalau tidak segera di mulai kapan akan berkembang untuk maju. film nya akan menambah podasi biar animasi indonesia mendaki kesempurnaan.. bikinan amikom ya?

  15. debapirez says:

    lbh ok lg kalau diputer pas 17 Agustus ๐Ÿ™‚

  16. yisha says:

    semoga yisha bisa nonton….
    *masih nunggu film animasi jadul yang sampai sekarang ngga ditayangin di tv

    • Apa judul film animasinya?
      Saya malah dari dulu penasaran sama film animasi Kung Fu Boy (si Chinmi). Pernah muncul sebentar beberapa episode. Setelah itu gak ada lagi.

    • yisha says:

      jika yisha ngga salah ingat, judulnya Bumi. film animasi 3D pertama yang dibikin anak bangsa dan dibikin pas 3D sedang booming…..
      Kung Fu Boy? bikinan indonesia, ka?

    • KFB bukan bikinan Indonesia, cuma pengen aja diputer di TV agar menginspirasi di sini untuk pembuatan film beladiri tangan kosong misalnya seni pencak silat.

      “Bumi” saya pernah dengar namanya di Yuotube. Sayang ya kalo tidak berlanjut. Biasanya kendala utama adalah modal. Resources yg dibutuhkan untuk pembuatan film animasi itu lumayan gede.

    • yisha says:

      oooooo..yisha sangka bikinan Indonesia. kayaknya pernah tayang tapi yisha ngga suka. jadi yisha ngga ingat….. ๐Ÿ˜›

      segede apa, ka? bukankah bikin sinetron udah pake yang gede? yisha rasa sebaiknya bikin sugesti aja, alias bikin apa adanya, manfaatkan apa yang ada, kayak iklan NO jadi ON itu lo ka…..kaka bisa?

    • Untuk tahu seberapa gede, coba lihat biaya film animasi per episodenya di sini:

      http://wildgrounds.com/ask/15/anime-series-whats-the-average-budget

      Contoh untuk film 2D Battle of Surabaya ini jumlah SDM-nya 50 animator. Itu baru animator. Belum tenaga IT lainnya yg terlibat dlm produksi di studio-nya.

  17. Jo says:

    Sudah oke kayanya kalo soal smooth-nggak-smooth-nya animasi. Cuman seperti yang dikatakan teman-teman di sini, kurang cermat kalo milih karakter voice-over, terutama yang itu orang Inggris logat Amerika. Trus secara visual juga karakternya beberapa sudah ada ‘sodaranya’ di film animasi lain yang sudah duluan kondang. Trus suasana Jawa-nya kurang kayanya… ๐Ÿ˜€ (sok tau)

  18. kasamago says:

    ternyata Amikom mulai unjuk powerr, patnes guratan desain chara nya seirama dengan Jatayu.
    mg sukses, yg dikhawatirkan dr animasi2 lokal lbh ke plot cerita, pengembangan karakter, sinematografi, Seiyuu yg msh lemah. secara teknis para animator mampu bersaing dg animator luar..

    (berkaca pd serial animasi shinchan yg sederhana bgt, nmun kisah n karakternya begitu kuat)

  19. Erit07 says:

    Moga film ini bisa sukses sesuksesnya.

  20. araaminoe says:

    I’m proud to be citizen of Surabaya, and of Indonesia… ๐Ÿ˜€

  21. latansaide says:

    wow, bagus banget, kapan tayang?

  22. duniaely says:

    wah .. aku kapan bisa nonton ya mas, nunggu kl liburan ke tanah air nih ๐Ÿ™‚

    Selamat menyambut Bulan Ramadhan mas ๐Ÿ™‚

  23. nyonyasepatu says:

    yeay….asik ๐Ÿ™‚

    • Jangan lupa masukin anggaran belanja untuk nonton di bioskop ya ๐Ÿ™‚
      Itu karya film 2D, yang karya 3D juga keren produksi anak bangsa, MSV Pictures.
      Semoga makin banyak film2 animasi di negeri ini sehingga menggusur film pocong2an.

  24. New Rule says:

    inggrisnya logat Amerika, hahaha, padahal yang dibantai kan Inggris …

  25. umarfaisol says:

    Dulu sepertinya sudah pernah ada produksi anak negeri juga yang pengisi suaranya Gita Gutawa. Semoga Battle of Surabaya ini sukses!

    • Iya, judulnya “Meraih Mimpi” itu memang produksi animator-animator Indonesia yang lokasi produksinya di Nongsa, Batam. Tapi sayangnya pemilik produksi tersebut berbendera asing, namanya Infinite Frameworks. Bisa jadi perusahaan mereka ber-ekspansi ke sini karena biaya SDM di sini murah.
      Coba simak di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Meraih_Mimpi

      Mari kita dorong industri-industri lokal mampu berkibar secara global.

  26. Dyah Sujiati says:

    Jadi ikut bangga, haha

  27. lambangsarib says:

    Keren filmnya. Bung Tomo seolah hidup kembali. Harusnya saat ini teriak Allahuakbar melawan korupsi.

    • Dari trailer-nya aja sudah terlihat kerennya. Para animator kita layak diapresiasi dengan baik. Biar dilirik televisi untuk menggantikan film-film animasi luar negeri yg gak sesuai dengan budaya kita, karena tidak mendidik anak untuk lebih beradab.
      Film Upin Ipin itu contoh yang bagus.

      Iya, semoga samangat Bung Tomo hidup kembali untuk merdeka dari penjajahan bangsa sendiri.

    • lambangsarib says:

      Kita harus mulai mencintai kreasi anaknegeri.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: