Home » Media & Journalism » Ketika Media Menginspirasi Perbuatan Kriminal

Ketika Media Menginspirasi Perbuatan Kriminal

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Tadi malam saya baca koran online, betapa melongonya saya membaca rangkaian berita untuk sebuah kasus pembobolan bank di bawah ini:

Tempo

Detail sekali modus kriminal yang sudah berjalan selama setahun itu disampaikan cara-caranya 🙂

Bisa ditebak kejadian berikutnya pada perilaku di tengah-tengah masyarakat kita setelah membaca berita tersebut, bila penyampaian dalam berita tersebut tidak mengandung edukasi (yang positif) kepada masyarakat, misalnya adannya informasi peringatan bahwa polisi akan mudah mencium jejak bila ada yang mencoba modus itu lagi, atau adanya informasi bahwa sistem perbankan sudah diperbaiki untuk mencegah modus kriminal tersebut berulang. Pesan edukasi tersebut seharusnya ada di paragraf akhir berita-berita kriminal.

Salah satu yang akan mengalami kerugian (atas berita tersebut) adalah pihak bank-bank penyedia mesin ATM, karena mesin ATM-nya digunakan percobaan masyarakat untuk mempraktekkan modus kriminal di atas. Ketika sebuah sistem elektronik sedang berjalan, kemudian harus dipaksa secara hard shut-down (dimatikan tiba-tiba), dan itu berulang-ulang, … maka tinggal menunggu waktu saja mesin itu mengalami kerusakan.

Lebih parah lagi kalau ada bank yang belum sempat memperbaiki sistem ATM-nya secara sempurna. Berapa banyak kerugian yang akan dialaminya akibat perbuatan pembaca yang iseng / coba-coba.

Bila Anda telah membaca dan memahami Sepuluh Elemen Jurnalisme dari Bill Kovack dan Tom Rosenstiel yang pernah saya ulas di sini, menurut Anda, cara pemberitaan seperti itu bertentangan dengan elemen yang mana?

Mari belajar membaca media dan meng-kritisinya dengan bijak agar ikut membangun peradaban.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

60 Comments

  1. […] Ketika Media Menginspirasi Perbuatan Kriminal. [Refleksi atas berita pembobolan ATM] […]

  2. cumakatakata says:

    Kedetailan sangat merangsang untuk mencoba.

    orang yang awalnya tak tahu bisa dengan mudah mempraktekkan….

  3. 'Ne says:

    Betul juga ya Pak, berita-berita yang ada sekarang ini malah banyak menginspirasi orang untuk melakukan hal yang sama. contoh tentang kasus2 bunuh diri juga ya Pak..

  4. Tragis memang, media malah sering menginspirasi orang-orang untuk melakukan tindakan kriminal. Misalnya hanya dari menonton film pembobolan bank yang begitu detail caranya, bisa membuat penontonnya meniru perbuatan tsb 😦 .

  5. Iya, Pak. Kadang, sembari ngelembur ilustrasi baca-baca berita yang linknya pas muncul di timeline. Ending komentarku, “eh, lhah, kok malah diajarin (ditunjukin caranya bunuh diri ato ngebunuh orang dll) Tepok jidat jadinya…

  6. Wah seru banget diskusinya… semuanya akhirnya berujung kepada moral yang ada pada diri masing-masing ya Pak.

    Selamat menunaikan ibadah puasa, pak Iwan..

    • Memang kembali kepada moral pembacanya.
      Yang menyedihkan beberapa kasus kriminal belakangan ini terinspirasi dari pemberitaan di media sebelumnya, seperti kasus mutilasi, pengolahan makanan dan minuman berbahaya.

      Sebuah berita yang baik tidak bersifat bombastis, yang baik dalam membangun kewaspadaan, dan tidak menginspirasi kejahatan berikutnya.

      Ini sekedar mengingatkan juga buat media. Senang rasanya kalau bisa memberikan masukan kepada teman-teman saya yang di KPI untuk permasalahan siaran Televisi, dan Dewan Pers untuk pemberitaan. Semuanya demi pemberitaan yang sehat.

      Terimakasih ucapan puasanya, semoga kebaikan juga kembali kepada bu Made sekeluarga.

  7. anotherorion says:

    kadang media malah menyajikan kronologis bagaimana meniru tindakan itu, termasuk tips cara gak ketahuan selama beberapa waktu lamanya, ngorupsi po nyolong motor misale

  8. Heru Piss says:

    Kadang berita yang diterbitkan di media massa saat ini memang sangat kritis dan sangat detail, tapi kalo seperti ini ya sangat berbahaya menurut saya.
    Bukan hanya masalah tentang pembobolan ATM saja yang lainnya masih banyak lagi yang menurut saya koq harus dikaji ulang tentang pemberitaan di media massa yang bisa ditiru oleh masyarakat kita.

  9. Jadi inget dulu waktu saya nonton film Terminator 2 : Jugdement Day, tokoh Rick Connor yang katanya bakalan jadi pahlawan yang membela manusia dari pasukan robot Skynet malah hobby-nya membobol ATM buat cari duit untuk main dingdong.

    Memang kita sudah maklum kesukaan Hollywood memasang tokoh anak nakal jadi pahlawan tapi yang memprihatinkan adalah jangan2 semua itu bikin orang mengidolakan anak2 nakal yang suka merugikan orang lain

  10. lieshadie says:

    Selain tindakan kriminal juga menginpirasi tindakan kekerasan lainya Pak, menurutku media terlalu memblow up sebuah kasus…berulang ulang pula di tayangkanya…# suka gemes dewe..

  11. Ailtje says:

    Sudah ada yang komplain ke tempo belum ya?

  12. Aulia says:

    pantas saja kemarin teman-teman saya membicarakan tentang Yahoo, ternyata tulisan berita itu jadi ‘trend’ di kanal berita Yahoo dari berasal dari pihak kedua. Sungguh miris jika media selalu bernafsu dengan rating. Kadang benar kata teman juga, “Dewan Pers” sering kemandulan.

  13. araaminoe says:

    Klo asmie lihat ada sisi baiknya Bapak dengan terbuka nya informasi, dilihat dari sisi yang terkait diharapkan lebih meningkatkan penjagaan keamanan jikalau mereka jeli maka akan diubah sistemnya, karena sistem yang ini sudah diketahui publik. *bener mboten nggih?* 😆

    • Elemen jurnalisme ke-9 itu juga harus menjaga moral, tidak boleh pemberitaannya itu malah membuat orang lain terinspirasi untuk berbuat amoral berikutnya.

      Perbankan pasti akan meningkatkan perbaikan sistemnya. Tapi siapa yang mampu menghentikan keisengan publik setelah membaca berita ini?

      Meskipun sudah diantisipasi oleh bank, berapa banyak nantinya mesin-mesin ATM yang “Out of Order” akibat dijadikan kelinci percobaan oleh masyarakat yang jahat, kelaparan, atau rakus.

      Silakan wartawan menulis detail-nya, asal disertakan pesan-pesan penting di akhir paragraf (yang saya tulis warna merah dalam jurnal di atas).
      Edukasi moral diakhir paragraf diharapkan mampu mencegah masyarakat coba-coba / iseng. Poin dari jurnal ini itu sih 🙂

    • anotherorion says:

      kadang aku juga jengah mas, proses perekrutan jurnalis wae malah dibikin semacam reality show, bukan apa2 itu nyari calon jurnalis yang kompeten apa cuma buat ngisi2 acara produser sih?

  14. yisha says:

    serem ya ka…..

  15. Wah, iyayah in;isih pemberitaannya terlalu detail 😦

  16. wetwetz says:

    Bikin org terinspirasi bt coba2 juga..

  17. kasamago says:

    indikasi kuat tujuan artikel2 spt ini bkn untuk memberi informasi n edukasi bg publik tapi upaya memancing publik utk membaca artikel tsb demi sebuah trafic ato iklan..

  18. nyonyasepatu says:

    Yah ini sih ngajarin namanya

  19. tinsyam says:

    edukasi modus malah jadi ide modus..
    solusinya yang bagus gimana ya? jangan memberitakan terlalu detail?
    jadi ini melanggar elemen 9 & 10 ya? hati nurani & jurnalisme? (baca blog sebelomnya dulu nih)
    pernah baca soal kasus atm ini, sempat terhentak, tapi jarang nonton acara indonesia..

    • Pinter sekali, mbak Tin. Benar, elemen itu, 9 dan 10. Bahwa jurnalisme itu juga harus menjaga moral, tidak boleh pemberitaannya itu malah membuat orang lain terinspirasi untuk berbuat amoral berikutnya.
      Contoh yg masih menjadi budaya adalah berita seperti ini:

      “Pelaku video mesum itu kemudian mengunggah ke internet hasil rekamannya yang berdurasi 15 menit dengan judul “Indramayu Bergairah”.

      Lha ya jelas aja nohh, video dengan judul itu akan menjadi trending searching di google, publik pembaca akan bersemangat men-download videonya.
      Contoh judul yang vulgar baru-baru ini adalah berita ini: cekidot ya.

      Kembali ke jurnal di atas, semestinya wartawan menulis:

      “Pelaku pembobol ATM melakukan cara-cara yang tidak wajar sehingga menghentikan proses pencatatan transaksi keuangan setelah uang keluar dari mesin ATM. Cara yang dilakukannya masih menjadi rahasia kepolisian hingga saat ini. Namun demikian pihak bank sudah melakukan antisipasi agar kasus tersebut tidak berulang”

    • tinsyam says:

      pernah nonton CSI soal polisi yang nangkep anak kuliahan ambil duit di atm tapi dengan magnet gitu.. dan eh ada polisi lain yang jadi bekingnya yang mengorbankan si anak kuliah yang nyolong atm, tapi setor sebagian di dia.. cara gini diambil dari modus yang sudah ada.. jadi sebener yang pinter itu polisi, harusnya lebih cerdas mengedukasi dengan media ya, biar ga dicontek.. [contohnya kog dari serial tipi]

    • tinsyam says:

      itu indramayu bergairah jadi betet ngeyel? *mashaAllah..

    • “Indramayu Bergairah” itu contoh judul media terdahulu (udah lama kasusnya), sedangkan “Betet Ngeyel” adalah contoh terkini.

  20. santipanon says:

    ga sekalian aja di bikin tutorial dan ilustrasinya, tar di taro di pinterest deh, buat sewaktu-waktu kalo lagi ga punya duit, bisa di praktekin hahaaa 😀

    • Ide bagus tuh, hahaha.
      Sekalian juga di video-in rekonstruksi-nya spt acara-acara sidik & investigasi tentang cara-cara memanipulasi makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan.

  21. ibuseno says:

    Gak cuma media cetak/online ya Mas Iwan, televisi juga kadang pemberitaannya seakan mengajarkan / mencontohkan perbuatan kriminal

    • tiarrahman says:

      yoihh..
      kayak waktu mutilasi… di banyak tempat ada mutilasi

    • Iya, teh Icho. Saya juga merasakannya demikian, lihat aja acara Sidik & Investigasi terutama investigasi tentang manipulasi makanan dan minuman yang berbahaya bagi kesehatan. Mestinya komposisi bahan-bahan berbahaya tsb tidak disebutkan namanya dalam rekonstruksi cara-cara pembuatannya.

  22. johanesjonaz says:

    lha pernah ngambil duit, saldonya berkurang tapi duitnya gak keluar.. karma nih kayaknya #curhat

  23. enkoos says:

    *Sekarang dah baca postingannya, tapi belum baca berita di tautan2nya*
    Media di Indonesia banyak yang gak jelas. Jurnalisnya gak ngerti aturan wawancara, kesannya seperti menuduh memojokkan, bukan wawancara.

  24. Teguh Puja says:

    Kalau edukasi medianya tidak tepat, hal yang dikhawatirkan adalah kejadian atau masalah-masalah yang sudah ada sebelumnya, bisa jadi lebih ‘parah’ karena pesan yang disampaikan justru melahirkan tindakan-tindakan kriminal baru.

    Selain edukasi media yang seharusnya tepat, kita pun sebagai pembaca harus juga mulai menjadi pembaca yang bisa mem-filter itu semua dengan baik, Mas.

  25. ini media ‘ngajak’ bobol ATM ya…

  26. ryan says:

    saya belum terlalu paham dengan elemen yang mas tulis di postingan lainnya (baru baca sekilas tadi). tapi menurut saya, media ini memang dah salah kaprah. dia harusnya tetap sebagai bagian informatif tanpa harus menyebutkan caranya secara detail seperti itu. kalau sudah seperti ini, dari sisi bank memang jadi bisa mengantisipasi, namun efek ke masyarakat akan jauh lebih besar menurut saya. Sayang sekali.

    • Sebelum bank mengantisipasi, masyarakat sudah bergerak duluan. Kalaupun sudah diantisipasi oleh bank, berapa banyak nantinya mesin-mesin ATM yang “Out of Order” akibat dijadikan kelinci percobaan oleh masyarakat yang jahat, kelaparan, atau rakus.

    • ryan says:

      Nah itu dia mas… jadi ajang pembelajaran ya… tapi pembelajaran tidak baiknya

  27. Dailynomous says:

    dan mesin perang abad ini juga bernama “media” yang tunduk kepada tuannya. Uang.

  28. enkoos says:

    Serba repot yo cak. Gak diberitakan, masyarakat gak tahu, diberitakan bikin perampoknya punya ide.
    *belum baca postingan, baru baca judulnya aja*

    • Itulah seninya mengemas berita. Jangan sampai ada yg dikorbankan dari pihak yg tidak bersalah, dalam hal ini perusahaan dan masyarakat umum atas pemberitaannya. Ini bagian dari elemen jurnalisme. Dengan demikian tidak asal kejar tayang.

  29. jampang says:

    yang saya dengar media dengan nama tersebut sering “bermasalah”

  30. mintarsih28 says:

    saya juga heran ketika baca berita ini di yahoo pak iwan. kok bisa bisanya modusnya diberitakan juga.

    • Kalaupun polisi telah menjelaskan modusnya ke wartawan, semestinya ini menjadi off-the-record, sampai semua sistem di bank dipastikan aman, baru modus tersebut boleh disampaikan ke publik.
      Sebagai warga negara yang baik, wartawan seharusnya ikut berperan dalam menciptakan keamanan dan menjaga moral masyarakat. Ini bagian dari elemen jurnalisme. Bukan malah ngompor-ngomporin agar masyarakat praktek.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: