Home » Amazing People » M. Ade Irawan, pianis jazz tunanetra kelas dunia [Part 2]

M. Ade Irawan, pianis jazz tunanetra kelas dunia [Part 2]

Blog Stats

  • 2,052,837

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Dear Sahabat Bloggers,

Apakah Anda masih ingat dengan jurnal saya tentang: Muhammad Ade “Wonder” Irawan?
Ade Irawan adalah pianis jazz tunanetra Indonesia kelas dunia. Yang belum mengenal beliau, simak perjalanan masa kecilnya hingga menjadi pianist profesional di usia remajanya di Chicago, Amerika Serikat [dalam jurnal Part 1].

Melalui kolom komentar dalam jurnal Part 1 tersebut, orangtua Ade, ibu Endang Wirawan menuliskan dua pesan. Ada baiknya saya share pesan-pesannya di sini karena ditujukan untuk publik atau khalayak luas. Berikut ini pesannya:

—–: Pesan Pertama :—–

AssWrWb, Selamat Siang & Salam Sejahtera bagi semuanya …..

Terima kasih banyak dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas seluruh doa, support (dukungan) dan penerimaan yang sangat baik kepada Muhammad Ade Irawan (M Ade Irawan / Ade Irawan / ADE) dari tidak ada satupun di Indonesia yang mengenal/mengakuinya hingga saat ini dimana musik / permainan piano Ade sering menjadi menjadi motivasi bagi rekan-rekan lain baik yang difabel, maupun yang normal ….

ALLAH MAHA ADIL DAN MAHA KUASA SEGALANYA ….
TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN BAGI TUHAN YANG MAHA ESA

Semoga Allah yang akan membalas semua budi baik Bapak/Ibu/Saudara/Saudari yang telah diberikan kepada Ade selama ini … Amin.

Wass, IRAWANs

—–: Pesan Kedua :—–

AssWrWb,

Apabila diperkenankan, kami ingin berbagi (sharing) informasi mengenai keberadaan Muhammad Ade Irawan yang saat ini sedang “menimba ilmu” di Los Angeles sejak akhir bulan Mei 2013.

Sekiranya ada yang memerlukan komunikasi/informasi dll terkait M. Ade Irawan, kami dengan senang hati dapat dihubungi melalui FB “Endang Mardeyani” atau email “endang_mardeyani@yahoo.com”.

Demikian, terima kasih ….

Mohon doa semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran bagi Ade untuk menjadi pianis yang lebih baik, sehingga lebih membawa nama baik Bangsa dan Negaranya, serta dapat menjadi motivator bagi rekan-rekan senasib di tanah air (Amin YRA)…

Wass, IRAWANs
.

Memang sejak Mei 2013, Ade “Wonder” Irawan sudah meninggalkan kita semua, khususnya dunia Jazz Indonesia, karena harus kembali ke Los Angeles, Amerika Serikat mengikuti kedua orangtuanya yang mendapat tugas baru dari Pemerintah RI di negeri Paman Sam itu. Rencananya Ade akan tinggal di LA sekitar tiga tahun kedepan. Sejak kehadirannya di Indonesia tahun 2008 lalu, pianis yang dijuluki Jaya Suprana sebagai “anak ajaib” ini menggegerkan dunia musik jazz Indonesia dengan permainan pianonya yang mengagumkan, meski ia tidak bisa melihat (sejak dilahirkan), dan tidak pernah berguru kepada satu orang pun. Maka pantas kalau disebut bahwa apa yang dialami Ade bukanlah kekurangan, tetapi kelebihan yang dianugerahkan Allah. Karena cacat fisik itu, Ade diberi kelebihan lain yang tidak banyak dimiliki orang normal.

Sebelum meninggalkan Indonesia, pada 8 Mei 2013 lalu, Ade Irawan menggelar konser khusus “Indonesia Pusaka”, yang sekaligus merupakan konser perpisahan dengan para penggemarnya yang berlangsung di Concert Hall Jaya Suprana School of Performing Arts (JSSPArts). Sosok Jaya Suprana, Presiden Direktur Jamu Cap Jago memang dikenal sebagai pianis musik klasik, yang kemudian banyak membantu dan membimbing kiprah Ade selama di tanah air.

Dalam hal ini, tentu saja dengan tidak mengurangi peranan banyak tokoh jazz Indonesia seperti Didi AGP, Idang Rasyidi, Indra Lesmana, Ireng Maulana, Benny Likumahuwa, Dewa Budjana, Agam Hamzah dan Peter F. Gontha, yang telah memberikan pengakuan, dukungan dan kesempatan kepada M. Ade Irawan untuk dapat lebih dikenal permainan pianonya di tanah air pada tahun 2008 s.d. tahun 2013.

Selama di Indonesia, Ade Irawan telah beberapa kali menggelar konser dan tampil dalam berbagai festival jazz, diantaranya:

  • Meraih medali emas untuk DKI Jakarta sebagai grup band terbaik (The Spirit) dan pemain keyboard terbaik pada lomba anak berbakat se-Indonesia di Malang, Jawa Timur, Mei 2009.
  • Empat kali mengikuti ajang Java Jazz Festival.
  • Aktif dalam jam sessions Komunitas Jazz Chic’s dan Komunitas Jazz Kemayoran yang tampil di berbagai daerah di Indonesia.
  • Pernah tampil 3 kali dalam acara Kick Andy, MetroTV, dimana salah satunya dengan tema “Menggapai Asa Dalam Gulita (MADG)” yang mengangkat kisah perjuangan para penyandang tuna netra yang menggapai pendidikan setinggi-tingginya.
  • Sebagai tayangan ‘perpisahan’, pada Mei 2013 dalam “Program 360”, Metro TV, Ade sebagai salah satu musisi yang menginspirasi dalam membawa nama harum Bangsa Indonesia di luar negeri.
  • Beberapa kali tampil di TV One dalam program acara memberikan motivasi kepada generasi muda dan difabel Indonesia, selain dalam program yang hampir sama di TV swasta misalnya B Channel.
  • Mempergelarkan “Solo-Piano-Recital” (di Opera House, Sydney, Australia, 31 Mei 2011). Tujuan dari resital untuk mempromosikan Indonesia, dan membawa nama baik tunanetra Indonesia yang berbakat di bidang musik.
  • Konser Perpisahan dengan tema “Tribute to Bubi Chen” yang diselenggarakan di Jakarta, Semarang, dan Surabaya, pada medio April 2013.

Hingga saat ini, setidaknya ada 10 lagu karya orisinil Ade yang sudah dimainkan di depan publik di dalam dan luar negeri, tiga diantaranya yang dimainkan di Java Jazz 2013 adalah ”Fusionatic”, ”My Angel” dan ”Refugee”, serta dua lagu yang sudah ada di Youtube (“Chicago Blues” dan “Joyfulness”).

Single atau album resmi yang merekam permainan piano Ade Irawan memang belum ada hingga sekarang. Namun jejak musikalnya dapat ditelusuri di beberapa album yang sudah rilis seperti di album terakhir Dewa Budjana, Dawai in Paradise, dan album kompilasi Benyamin On Jazz dimana Ade mengisi piano untuk sebuah lagu alm maestro Benyamin yang dinyanyikan oleh Ina Kamarie. Dokumentasi Ade juga ada di projek-projek yang sedang dalam proses finalisasi seperti album Kemala Ayu, Album Eddy Syakroni Quartet dan album soprano saksofonis Devian Zikri. Ini semua merupakan bukti tekad Muhammad Ade Irawan untuk terus belajar meningkatkan permainan pianonya dan terus berkolaborasi dengan berbagai musisi jazz Indonesia. [WartaJazz]

Menjelang keberangkatan Ade ke Los Angeles, pada pertengahan bulan April 2013 sempat bermain bersama Sandy Winarta Quartet dalam menyelesaikan album khusus untuk mengenang satu tahun wafatnya maestro jazz Indonesia, Bubi Chen.

Bila Anda penasaran dengan performance Muhammad Ade “Wonder” Irawan itu, mari kita simak bersama video di bawah ini dari akun Youtube Jaya Suprana School of Performaing Arts:



Selama 15 menit, Ade memainkan komposisi karya Jaya Suprana yang berjudul: “Untuk Ayla”.
Menyimak dalam video tersebut, Ade memang tampil luar biasa. Satu lagu tersebut ia mainkan dalam beragam jenis musik, mulai dari blues, boogie-woogie, latin jazz, ragtime, fusion, rock ‘n roll, jazz rock, old jazz, hingga dangdut jazz. Ada skill yang mengejutkan lho di menit ke 03:25~03:50.

Begitu luas penguasaannya pada beragam warna musik dalam jazz itu. Bukan hanya pada improvisasinya yang bervariasi pada setiap jenis musik, tetapi juga pada aksentuasi ritmenya yang jelas pada tiap jenis musik, sehingga kita pun dapat dengan mudah mengenal karakter / jenis musiknya. Tampak dalam video tersebut, Jaya Suprana memandu langsung jalannya performance-nya Ade tersebut. Oleh Jaya, Ade diminta memainkan “Untuk Ayla” dalam beragam jenis musik itu, dan berhasil dimainkan dengan sungguh mengagumkan. It’s a Wonderful Sound of Darkness.

Untuk Ade Irawan …
Selamat ”berguru kembali” dalam komunitas jazz di Amerika Serikat.
You are realy realy unstoppable…
Ade adalah aset bangsa Indonesia dan semoga kelak menjadi duta perdamaian dunia.
Dan semoga menginspirasi kita semua untuk terus berkarya dan bermanfaat.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto

Advertisements

28 Comments

  1. nurjianti says:

    sangat menginspirasi. Allah punx cara tersendiri untuk setiap ummatnya… terima ksih untuk postingan luar biasanya…

  2. Ilham says:

    luarbiasa banget bakatnya. walau saya belum denger langsung. memang ciptaan Tuhan nggak ada yang sia2. maju terus Ade Irawan.

  3. araaminoe says:

    Subhanallah…
    Maha suci Allah…
    Postingan ini seperti pengingat buat saya pribadi, bahwa sebenarnya bukanlah keterbatasan yang membatasi kita namun kita sendiri yang membatasinya, astagfirullah… matur nuwun Bapak Iwan untuk postingan ini, semoga menjadikan kita semua sadar diri. Dan untuk Mas Ade, terimakasih telah menjadi inspirasi yang luar biasa buat kami semua. Barrakallah…

    • Alhamdulillah, bisa menjadi pengingat kita semua.
      Blog ini memang saya dedikasikan untuk mereka yang membawa semangat Fight for Freedom, yang Berjuang untuk Merdeka dari Belenggu Keterbatasan. Para pejuang itu saya dokumentasikan ke dalam menu: Amazing People.

      Betul, mbak Asmie. Setiap anak terlahir dengan kelebihan dan keistimewaannya masing – masing. Kita WAJIB percaya, bahwa tidak ada yang sia – sia dalam penciptaan-Nya. Bila masih ada orangtua yang mengatakan bahwa anak mereka tidak memiliki keistimewaan, itu berarti belum mampu melihatnya. Sebab, keistimewaan anak bukan hanya dilihat dari sisi kemampuan akademiknya saja, bukan?!

      Ada sebagian orangtua yang merasa patah hati ketika melihat anaknya terlahir dengan kekurangan, dirasanya jauh dari keistimewaan. Namun, ada sebagian orangtua yang justru mematahkan belenggu kecemasan, hingga semangatnya menular ke sang anak yang kemudian sang anak berhasil mematahkan belenggu keterbatasan, bahkan ada yang sampai mematahkan rekor.

      Nah, pasangan bapak Irawan Subagyo dan Endang Irawan telah berjuang dan telah membuktikannya sehingga menjadi contoh bagi kita semua.

    • asmie says:

      Nggih itu masalah yang masih ada di masyarakat kita, sering kali malu ketika mendapati anak nya ada kekurangan baik di akademis maupun di fisik, hmmm… ini yang terkadang menjadi sesak didada, bukan salah seorang anak ketika mereka memiliki kekurangan, bukankah mereka masih perlu bimbingan, menurut hemat saya, orang tualah yang bertanggung jawab penuh dalam mengatasi hal itu, namun sayang sering kali orang tua marah duluan kepada anaknya.
      Bukankah anak cerminan orang tuanya?
      Klo asmie pribadi, sedih ketika melihat murid asmie yang mendapat nilai kurang bagus kemudian orang tuanya marah besar padanya, dan mungkin pada saya, bukan bukan.. maksud saya mengabaikan tanggung jawab sebagai guru pendamping belajarnya, cuma terkadang seorang anak memang ada masanya naik dan masanya turun… dan hal itu wajar sekali.
      Ah.. semoga kita digolongkan sebagai orang tua yang mampu mendidik anak anak kita menjadi sholeh dan sholeha, ya Pak..
      Amiin…

  4. ibuseno says:

    Ih keren bangeet..

  5. debapirez says:

    keren sangat. ALLAH Maha Kuasa….

  6. nengwie says:

    Semoga jalannya dimudahkan Allah SWT,,,, saya? ya berusaha berprestasi di dalam rumah tangga saja…:)

    Allah memang Maha Kuasa dan Maha Penyayang, disamping kekurangan dianugerahkan pula kelebihan yang sangat jarang dimiliki orang yang sempurna.

    • Berprestasi di rumah tangga ya berarti mendorong/mendukung suami dan anak untuk berprestasi, apapun di bidangnya. Ya khan, mbak Dewi? Semoga Allah memudahkannya. aamiin.

      Saya juga berdo’a agar Ade Irawan ini kelak menjadi aset bangsa, duta Indonesia untuk misi perdamaian. Karena sesuatu banget.

    • Dyah Sujiati says:

      saya jugaa, hahaha

  7. Luar biasa banget… Permainannya sangat memukau… Semoga ia mengharumkan nama Indonesia di dunia musik internasional…

  8. jampang says:

    “apa yang dialami Ade bukanlah kekurangan, tetapi kelebihan yang dianugerahkan Allah. Karena cacat fisik itu, Ade diberi kelebihan lain yang tidak banyak dimiliki orang normal.”

    —> sepakat banget

  9. Titik Asa says:

    Sebagai penyuka jazz, saya bangga dg kehebatan M Ade Irawan ini. Semoga saja beliau membawa harum nama tanah air kedalam kancah dunia. Melalui jazz, juga kita dapat berbuat bagi kemaslahatan dan perdamaian di seantero dunia ini.
    Terimakasih terkhusus kpd Mas Iwan yg telah menuliskannya dalam blognya ini.
    Salam,

    • Setelah kembali lagi ke tanah air semoga bakal menjadi salah satu aset bangsa seperti Bubi Chen. Yang selalu menjadi duta Indonesia di berbagai pagelaran internasional.

      Betul, melalui jazz, kita dapat berbuat bagi kemaslahatan dan perdamaian di seantero dunia ini.

      Salam, kang Asa.

  10. nyonyasepatu says:

    Hebat bgt ya maa. Kl liat gini maluuuuuuuuuu karena belon bs seprestasi itu

    • Semoga menginspirasi ya.
      Saya juga malu. Yang panca inderanya normal tapi tidak / belum mencetak prestasi pantas malu. Malu dalam artian positif untuk bangkit.

  11. Teguh Puja says:

    Semoga mas Ade diberikan kelancaran dalam menjalani proses belajarnya. Dan semoga prestasinya bisa membawa nama bangsa ini menjadi lebih dikenal.

  12. Erit07 says:

    Hebat bnget.amazing..

  13. Ryan says:

    wah keren ya mas. masih muda.
    lagunya keren2

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: