Home » Ghazwul Fikri » Kejamnya “Disinformation Operations” di Mesir

Kejamnya “Disinformation Operations” di Mesir

Blog Stats

  • 1,975,335

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,848 other followers

[Pro-Kudeta Memanipulasi Berita dan Membunuh Para Jurnalis di Mesir]

.

Bismillah…

Sampai saat ini saya masih concern pada bahasan tentang pemutar-balikan fakta oleh media dalam mendukung kelompok tertentu. Seputar kejahatan media bisa Anda telusuri dalam blog ini pada kategori: media-journalism. Anda bisa menganalisanya, atas berulangnya kebohongan-kebohongan, fitnahan-fitnahan oleh media secara intens, sesungguhnya ada agenda apa dibalik semua itu. Silakan membuka mata, hati dan pikiran.

Sekedar intermezzo sebelum ke pembahasan utama tentang Kudeta dan Pembantaian Manusia di Mesir. Saya sajikan sekilas info terlebih dahulu tentang berita di dalam negeri.

Beberapa hari yang lalu, Wakil Forum Rektor se Indonesia Tufan Maulamin, melaporkan Metro TV ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan alasan Metro TV melakukan kebohongan dalam pemberitaan soal Mesir. [Fimadani, 17 Agustus 2013].

Di hari berikutnya, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) tidak terima dengan fitnah yang dilakukan stasiun televisi Metro TV terkait penangkapan salah satu anggotanya oleh Densus 88 di Tasikmalaya yang diduga pelaku penembakan polisi. Tuduhan itu dirasa ngawur, maka FPI berencana melaporkan stasiun Metro TV itu ke Dewan Pers.[Suara Islam, 19.08.2013]. Faktanya pihak kepolisian mengaku khilaf dan kemudian mengajak FPI bersama-sama mencari pelaku penembakan polisi [Sindo News, 20.08.2013]. Tapi lihatlah, karena sebelumnya Metro TV gencar mem-blow up drama penangkapan itu dari jam ke jam, sehingga banyak yang menghujat FPI di berbagai sosial media saat itu, bahkan hingga hari ini masih saja ramai orang menghujat, silakan googling 24 jam terakhir dengan keyword: FPI densus. Padahal kepolisian sudah mengklarifikasinya dan memulangkan orang yang dituduh itu [VOA Islam, 20.08.2013].

Ya begitulah perilaku sebagian orang yang hatinya penuh dengan kebencian sehingga tidak bersikap adil atas suatu berita. Media yang memberikan informasi menyesatkan adalah alat sihir di jaman modern ini. Media tersebut mampu mengontrol banyak orang untuk berperilaku rusak. Informasi sesat bisa membuat orang baik menjadi pendengki, dan membuat orang jahat menjadi makin kerdil dengan kebodohannya, sehingga makin jauh dari hidayah-Nya.

Kita bersyukur ada social-media (baik dalam bentuk blog maupun micro-blogging) yang akunnya dimiliki orang-orang shalih yang dekat dengan kebenaran, pelaku peristiwa, atau di dalam lingkaran A1. Sehingga pesan-pesannya mampu membongkar dan membungkam kejahatan media yang memberikan informasi menyesatkan.

Itulah sekilas info pembuka jurnal ini, dan mari kita berseru:

Wahai para pemilik media,
Waspadalah… manusia tak akan pernah menggenggam hati manusia kecuali dengan kebenaran.
Hidup sosial media!!!

.
Baiklah, mari ke pokok jurnal ini diseputar kudeta dan pembantaian manusia di Mesir (bukan “bentrok” seperti yang ditulis oleh media-media jahil). Jurnal ini tidak menyampaikan tentang akar permasalahan kudeta di Mesir atau siapa yang bersalah dalam peristiwa tersebut. Tetapi lebih menyoroti bagaimana media-media sesat menyampaikan informasi yang berbeda 180 derajat dari fakta-fakta di lapangan. Dan bagaimana para pelaku media yang memberitakan dengan benar itu mengalami nasib diburu, ditahan, dan bahkan ada yang dibunuh dalam tugasnya. Dari informasi ini semoga Anda bisa bijak dalam menyikapi peristiwa kudeta dan pembantaian manusia di Mesir.

Bagian Pertama diawali dengan kultwit tentang “Disinformation Operations” oleh Pak Ganjar; kemudian dilanjut dengan bagian Kedua tentang pembunuhan-pembunuhan jurnalis di Mesir yang saya kumpulkan dari kepingan-kepingan informasi selama beberapa hari ini. Upaya pembunuhan jurnalis itu bertujuan agar berita yang benar tidak sampai ke publik. Kemudian jurnal ini ditutup oleh pengungkapan adanya konspirasi busuk yang memanfaatkan media untuk mencapai cita-cita penguasa zalim.

Pak Ganjar Widhiyoga, SIP, MA (PhD Candidate in Politics Newcastle University & Lecturer at Universitas Slamet Riyadi) memaparkan analisa tentang Disinformation Operations, yaitu bagaimana upaya menggulingkan Mohamed Morsi melalui operasi media yang menyudutkan Morsi dan kabinetnya. Pemaparan itu disampaikan melalui kultwit dengan tagar #DisinformasiOps pada 19 Agustus 2013.

#Disinformasi Ops.
Bagaimana Pro-Kudeta Memanipulasi Berita

oleh Ganjar Widhiyoga [@GanjarWY]

Bismillah, diskusi malam ini tentang Sandiwara Kudeta untuk menutupi informasi, request @sintingbuku dan @afifahafra79 #DisinformasiOps

  1. Upaya menggulingkan Mursi diawali dengan operasi media menyudutkan Mursi dan kabinetnya.
  2. Media lokal Mesir dimiliki oleh kroni Mubarak. Jadi ikut kepentingan pemilik modalnya.
  3. Beberapa issue yang dimainkan: (a) kegagalan pemerintahan Mursi; (b) issue sektarian; (c) elitisme; (d) kedekatan dengan Hamas.
    (a1) Pemerintahan Mursi mendapat banyak sabotase. Misalnya, listrik sering mati. Anehnya begitu Mursi dikudeta, listrik nyala terus.
    (a2) Keberhasilannya tidak disebut: investasi yang naik 7%, turisme yang bersemi kembali dan keberhasilan panen.
    (a3) Lihat: EGYPT NARRATIVES: A Brief Critique of the Reasons Advanced to Justify the Egyptian Military Coup of July 2013.
    (b1) Issue sektarian juga disorot Media. Mursi dan latar belakangnya sebagai aktivis Islam dicerminkan anti-Koptik.
    (b2) Padahal Mursi memberikan kursi khusus bagi perwakilan Koptik di parlemen.
    (b3) Kejahatan terhadap komunitas Koptik dilakukan pihak tak dikenal dan menjadi parah karena polisi diam.
    (b4) Akhirnya pemuda IM yang menjaga gereja selama Natal. [AhramOnline: Muslim Brotherhood to protect churches on Coptic Christmas]
    (b5) tapi tanpa polisi, keamanan tidak bisa pulih. Mursi pun menjadi bulan-bulanan karena dianggap tidak mampu menjaga keamanan.
    (c1) Mursi juga digambarkan elitis: memenuhi kabinet dengan anggota IM. Padahal tidak.
    (c2) PM Hisham Qandil adalah seorang profesional, bukan anggota FJP.
    (c3) Dari 36 menteri, hanya lima (14%) yang anggota FJP. Bandingkan dengan di Indonesia, berapa menteri dari partai pemenang?
    (c4) Mursi menawarkan kursi menteri pada 3 kandidat yang kalah: Sabbahi, Abul Futuh dan Khaled Ali.
    (c5) Ketiganya menolak, dan terus menuntut hasil pemilu dibatalkan.
    (c6) Mursi mengeluarkan dekrit presiden karena Mahkamah Konstitusi dikuasai pro-Mubarak dan merongrong pemerintahan.
    (c7) Tetapi setelah keluar reaksi keras, Mursi membatalkan Dekrit. But the damage had been done.
    (d1) Issue terakhir adalah kedekatan dengan Hamas. #DisinformasiOps citrakan Mursi korbankan rakyat Mesir demi Hamas.
    (d2) listrik yang sering mati digosipkan karena energi dipasok untuk Gaza. (gimana caranya?)
    (d3) #DisinformasiOps kipasi terus. Taufiq Okasha, figur kroni Mubarak, kampanyekan sentiment anti-Hamas di masyarakat Mesir.
    (d4) Polisi Mesir pun meningkatkan razia terhadap terowongan yang menghubungkan Gaza dan Mesir.
    (d5) Alasan polisi: hentikan penyelundupan ke Gaza. Media mendukung polisi.
  4. Berkat #DisinformasiOps, muncul kebencian pada Mursi di kalangan rakyat umum.
  5. #DisinformasiOps diikuti dengan munculnya Tamarud: gerakan yang dicitrakan murni dari anak muda liberal.
  6. Sekarang ketahuan, pentolan Tamarud mendukung otoritarianisme militer dan polisi [Time: Egyptian ‘Liberals’ Are Out for Blood]
  7. Aksi anti-Mursi pun meluas. #DisinformasiOps menggemborkannya ke penjuru negeri.
  8. Aksi pro-Mursi sebenarnya ada. Tapi #DisinformasiOps membuatnya tampak kecil dan eksklusif IM saja.
  9. Media lokal semua ambil bagian dalam #DisinformasiOps, kecuali media milik IM.
  10. Saat kudeta, #DisinformasiOps terus berlangsung. Puncaknya, Mursi diturunkan. Media milik IM diberangus.
  11. #DisinformasiOps terus dilangsungkan. Tetapi media internasional mulai masuk.
  12. Dalam uji coba pemberangusan pro-Mursi, media internasional melawan #DisinformasiOps.
  13. Bisa jadi media internasional tidak pro-Mursi, tetapi jurnalis internasional melihat sendiri di lapangan dan menyebarkan langsung via socmed.
  14. Pro-Mursi juga memanfaatkan socmed untuk memerangi #DisinformasiOps.
  15. Pada kekerasan awal, terjadi perang opini antara media lokal pro-Mubarak, pro-kudeta dan media internasional.
  16. Puncaknya ketika pembantaian Raba’a terjadi. #DisinformasiOps gagal memberangus media internasional dan socmed.
  17. Foto-foto dari @mosaaberizing membuyarkan #DisinformasiOps. Ketahuan pro-Mursi tak bersenjata.
    [catatan saya: Kita bisa melihat karya saksi pembantaian dari fotografer Mosa’ab Elshamy di Flickr: Set 1, Set 2, Set 3, Set 4]
  18. Laporan wartawan @JamalsNews, @PatrickKingsley, @BelTrew, @Ahauslohner dkk menyajikan info tandingan dari #DisinformasiOps.
  19. Kembali, meski wartawan-wartawan tersebut tidak pro-Mursi, tetapi mereka menyampaikan apa adanya dalam memberitakan.
  20. Selama berhari-hari, pro-Kudeta berusaha melakukan #DisinformasiOps tapi gagal.
  21. Puncaknya, saat polisi niatkan menyerbu Masjid Al Fatah. #DisinformasiOps coba menutupi rencana tersebut.
  22. #DisinformasiOps gagal total karena ternyata ada live streaming dari dalam Masjid Al Fatah, disiarkan Al Jazeera.
  23. Berikut video detik-detik penyerangan yang berhasil direkam: alfath mosque threatening
  24. Akhirnya penyerangan dibatalkan, #DisinformasiOps pun dirancang ulang.
  25. Polisi menampilkan wajah bersahabat pada demonstran di Al Fatah.
  26. Tapi, mereka menyiapkan preman berbaju sipil. Preman ini yang menyerang demonstran yang keluar masjid.
  27. Kronologi pemberesan Al Fatah lihat: Penyerangan Masjid Al Fatah 17-08-2013
  28. Tapi di balik wajah damai itu, ada kekerasan yang terjadi. Aktivis anti-Kudeta diserang. [YouTube]
  29. Foto-foto kekerasan terhadap aktivis anti-kudeta: Chaos in Egypt – The Blockade!
  30. Semua dilakukan preman. Polisi ada tapi diam. Setelah dirasa cukup, polisi turun tangan “menyelamatkan” aktivis anti-Kudeta.
  31. Wartawan internasional juga kena.
  32. Sejak malam sebelumnya, beredar kabar bahwa pemerintah Mesir menilai wartawan internasional sebagai antek IM.
  33. Ketika Al Fatah dibereskan, wartawan yang meliput mendapatkan serangan fisik dari para preman.
  34. Sebagian besar wartawan mengalami kekerasan. Kembali, polisi diam kemudian “menyelamatkan” mereka.
  35. Laporan dari Louise Loveluck: [report], Nancy Youssef: [report]
  36. Patrick Kingsley: [report], Hugo Bachega: [report]
  37. Sharif Kuddous, Alastair Beach dan Matt McBradley: [report]
  38. Jurnalis yang menyiarkan live feed juga terancam: @syurdam’s report, @ahauslohner’s report, monem’s report
  39. Laporan CJP: Wartawan internasional lebih terancam di era Sisi daripada di era Mubarak: Al-Jazeera raided, journalists assaulted in Egypt
  40. Terjadi intimidasi oleh preman pada wartawan. Sementara polisi menjadi “Pihak Baik” yang menyelamatkan [Egypt government paints opponents as terrorists; US journalists targeted]. #DisinformasiOps klise!
  41. Esok harinya, pemerintah kudeta menyiapkan information pack untuk wartawan internasional.
  42. Gerak wartawan internasional dibatasi, mereka tidak bisa meliput langsung. Harus mengandalkan sumber sekunder dari pemerintah.
  43. Akibatnya, 18/8 sepi informasi. 19/8 pun sepi informasi dari wartawan internasional. Teh @maimonh yang mengamati juga merasakan itu.
  44. Tidak ada yang tahu bagaimana nasib aktivis anti-kudeta dari Al Fatah.
  45. Beberapa jam lalu baru terungkap, mereka ditangkap dan dibawa ke penjara. Padahal polisi/militer berjanji melepaskan mereka.
  46. 38 orang aktivis meninggal; versi pemerintah kudeta mereka hendak melarikan diri kemudian dilempari gas air mata.
  47. Namun laporan Pengacara @OssamaElmahdy di RS, mengirim foto anggota IM yang dibunuh antara Masjid Al Fatah ke penjara pic.twitter.com/uwOghKEdkv. [catatan saya: awas, fotonya mengerikan]
  48. Wartawati @Sarahcarr menerjemahkan @OssamaElmahdy: (1) tubuh mereka nampak seperti terbakar; Aku (Ossama) tidak melihat ada tembakan di tubuh mereka.
  49. Wartawati @Sarahcarr menerjemahkan @OssamaElmahdy: (2) wajah tampak biru, hampir hitam. Keluarga mengira mereka terbakar, tapi tidak terbakar.
  50. Sekarang wartawan sibuk bahas bebasnya Mubarak. cek saja tiny.cc/ew911w atau ikuti @bradleyhope | nasib aktivis yang ditahan gimana?
  51. Begitulah #DisinformasiOps yang dilaksanakan pemerintah kudeta. Sadar tidak bisa kontrol media dengan cara 1980-an, mereka menggunakan cara yang lebih halus.
  52. Imbas #DisinformasiOps ini sama saja: nasib aktivis anti-kudeta jadi tidak terdengar. Bebas? Ditahan? Hidup? Mati?
  53. Demikian diskusi dengan tema #DisinformasiOps, silahkan kalau ada tambahan/masukan. Salam 🙂
  54. Tambahan: percaya ga percaya, #DisinformasiOps juga terjadi di Indonesia 🙂 Silahkan baca artikel saya: Ketika Media Memelintir Mursi (Lagi). Semoga mencerahkan.
  55. Share artikel saya di AntaraNews: The Fall of Egyptian Democracy, semoga Mas @masrachmat berkenan mengomentari 🙂

[Catatan: Tweet-tweet tentang #DisinformasiOps telah dikumpulkan di Storify].

.
PEMBUNUHAN JURNALIS UNTUK MENUTUPI KEBENARAN

Inilah beberapa kepingan-kepingan berita yang saya kumpulkan atas kedzaliman yang kini berlangsung di bumi Mesir, kedzaliman bukan hanya pada ribuan orang yang meninggal dunia di sana, dan puluhan ribu lainnya luka parah, namun kedzaliman juga menimpa pada jurnalis yang mencoba mengungkap informasi di Mesir sekarang. Para insan media itu diserang, ditahan, bahkan kemudian dibunuh di Mesir. Penahanan dan pembunuhan jurnalis adalah ciri-ciri dari sebuah kebiadaban yang ingin menutupi kejahatannya. Penguasa kudeta memakai media miliknya untuk mengelabui dunia dan memburu media netral / pro MM untuk dimatikan suaranya. Semua represi kepada jurnalis netral adalah bagian dari skenario “Disinformation Operations” yang dijelaskan di atas.

Inilah daftar berita jurnalis-jurnalis yang di-dzalimi dalam menjalankan tugasnya di sana:

  1. DW.de: Threatened, harassed, killed: journalists in Egypt | 17.08.2013
  2. Antara News: Wartawan ANTARA terkena razia WNA di Mesir | 17.08.2013
  3. HuffingtonPost: Multiple Journalists Shot Dead In Egypt Violence [UPDATED]. Dalam bagian berita tersebut ada pesan dari David Cameron tentang Mick Deane, ada informasi tentang Habeeba Ahmed yang dibunuh ketika sedang cuti dari tugasnya. Sumber ikhwan menduga dia dibunuh karena tulisannya.
  4. Ini juga mengerikan, seorang reporter men-twit informasi bahwa snipper di helikopter memburu dan menembak mereka yang membawa kamera.

    Di arsip Youtube, banyak ditemukan video mereka yang membawa kamera tiba-tiba terhempas badannya karena ditembak oleh snipper.
  5. Ahmed Abdelgawad adalah fotografer yang kesekian ditembak mati [status @EgyAntiCoup]
  6. Kompas: Ahmed Samir Assem, Fotografer Mesir Abadikan Saat-saat Kematiannya Sendiri | 10.07.2013.
  7. The Independent: Mick Deane, senior TV journalist of Sky News, killed in Egypt | He is a guru in TV journalism.
  8. Fimadani: Kesaksian Jurnalis Washington Post yang Terjebak dalam Pembantaian Mesir | 15.08.2013 | Ini kesaksian atas peristiwa yang teramat sadis. Bayangkan Anda berada di posisi tersebut.
  9. AlArabiya: Tamer Abdul Rauf, Wartawan dan direktur kantor koran Al-Ahram di Al-Buhaera yang dibunuh oleh Junta militer di Damanhur, Mesir. | 20.08.2013. Tulisan terakhir beliau di Facebook:



    Yang artinya:
    “Saya tegaskan bahwa 70% apa yang disebarkan oleh koran-koran dan disiarkan oleh channel televisi, tidak lain adalah kebohongan-kebohongan dan informasi yang rancu dan memutar balikkan fakta, dan sudah masuk ke dalam perang kejiwaan dan media yang diusahakan oleh kelompok-kelompok yang terlibat pertarungan di Mesir untuk kepentingannya”.

  10. ….. next, will be updated

Begitulah bagaimana Penguasa Kudeta memakai media miliknya untuk mengelabui dunia dan memburu media baik yang netral maupun yang pro-Morsi untuk dimatikan suaranya.

.
KONSPIRASI KELOMPOK LIBERAL-SEKULER DAN MILITER

Satu kunci sukses militer yang berkerjasama dengan kelompok liberal-sekuler untuk menggulingkan Morsi adalah keberhasilan mereka membangun opini penuh kebohongan bahwa pengikut Morsi, Ikhwanul Muslimin adalah teroris, ancaman buat Mesir dan julukan-julukan buruk lainnya.

Militer juga berhasil membuat polarisasi bahwa yang terjadi seakan-akan adalah pertarungan antara masyarakat dan kelompok Ikhwan. Seakan-akan itu hanya urusan Ikhwan bukan kaum muslimin. Mereka juga melakukan politik adu domba di tengah-tengah umat.

Dalam The New York Times, 15.07.2013, David E. Kirkpatrick menulis artikel yang berjudul “Egyptian Liberals Embrace the Military, Brooking No Dissent”. Dalam artikel tersebut disampaikan bahwa:

Liberal talk-show hosts denounce the Brotherhood as a foreign menace and its members as “sadistic, extremely violent creatures” unfit for political life. A leading human rights advocate blames the Brotherhood’s “filthy” leaders for the deaths of more than 50 of their own supporters in a mass shooting by soldiers and the police.

[catatan: Brotherhood = Ikhwanul Muslimin]

A hypernationalist euphoria unleashed in Egypt by the toppling of Mr. Morsi has swept up even liberals and leftists who spent years struggling against the country’s previous military-backed governments.

Media pro kudeta sebelumnya telah bekerja selama berbulan-bulan untuk membangkitkan sentimen nasionalis untuk melawan Ikhwanul MUslimin, misalnya dengan mengedarkan berita palsu bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk memberikan Sinai atau menjual Terusan Suez. Kemudian pembawa acara televisi telah menegaskan bahwa banyak pendukung demonstrasi pro-Morsi sebenarnya penuh dengan orang-orang Suriah dan Palestina.

Ada foto dan video yang selalu dijadikan senjata penguasa kudeta. Sebelum kudeta itu, disiarkan gambar-gambar dari udara yang menunjukkan meningkatnya protes terhadap Morsi. Pada hari Minggu, stasiun itu merilis siaran 30 menit yang menggambarkan tentara melindungi masyarakat.

Saluran televisi negara dan swasta juga menyiarkan gambar Jenderal Abdul Fattah-el-Sisi yang sedang menjelaskan kewajiban militer untuk campur tangan bagi kepentingan nasional. “Mesir adalah ibu dari dunia, dan Mesir akan sama besarnya dengan dunia,” katanya.

Detail penyampaian jurnalis David E. Kirkpatrick tentang konspirasi busuk antara kelompok liberal dan militer bersama media di Mesir bisa Anda baca langsung pada sumber yang saya kasih link di atas.

Sungguh begitu kejam “Disinformation Operations” yang dilancarkan kelompok “Elit” / Penguasa Kudeta tersebut; selain menebarkan fitnah, memanipulasi berita, juga membunuh pelaku sumber informasi yang membawa kebenaran.

Dengan melihat fakta junta militer Mesir membungkam kebebasan pers dengan menindas dan menghabisi nyawa para jurnalis yang berada di sana, semoga para insan pers di negeri ini menunjukkan kepeduliannya terhadap saudara-saudara seprofesinya, minimal dengan menuliskan berita yang benar atas peristiwa di Mesir.

Bila sampai saat ini Anda masih belum yakin betapa jahatnya penguasa kudeta yang telah membunuh ribuan warganya dalam waktu singkat, maka silakan Anda menjawab pertanyaan sederhana:
“Mengapa para jurnalis itu diburu dan dibunuh?”

Ya Allah, saksikanlah…

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
21.08.2013


32 Comments

  1. […] SUMBER : https://iwanyuliyanto.wordpress.com/2013/08/21/kejamnya-disinformation-operations-di-mesir/#more-2973 […]

  2. rusydi hikmawan says:

    gak hanya stasiun berita loh, disinformasi juga seperti sengaja disebar dalam beberapa sosmed, semacam blog. kalo baca tulisan di blog dinasulaeman dot wordpress-nya, terlihat si mpunya blog ingin terlihat netral, tapi ada beberapa kata/kalimat yg saya pikir dia terlalu terburu2 memberi stigma negatif pada morsi. malah gak bisa disembunyikan di beberapa tulisan/repost di blognya terkesan mendukung kudeta. ini juga bahaya.

    • Dina Sulaeman ternyata pengikut syiah, jadi wajar saja tulisannya begitu. Waktu masih aktif di multiply.com banyak tulisannya yang menginspirasi. Sayang sebagian besar bentuk kamuflase menerapkan prinsip taqiyah/berbohong karena diwajibkan dalam syiah. Pernah ada seseorang ibu menanyakan kepada beliau, apa benar sekarang beliau sudah jadi syiah. Sayang pertanyaan tersebut dilewati saja oleh mba Dina. Syiahisasi dari kaum intelek Indonesia kebanyakan dari beasiswa yang diberikan oleh pemerintah syiah Iran. Hati-hatilah… dan seperti kita ketahui Trio pelaku kudeta adalah antek syiah dan yahudi.

    • rusydi hikmawan says:

      hah… syiah, pak. ternyata ada toh blogger syiah. kirain hanya tarbiyah dan salafy doang yang maen di wordpress. he

  3. Kira-kira Pak Dahlan Iskan itu termasuk yang jadi korban disinformasi tersebut ya mas?

    beritanya ada di blog yang ini

  4. kasamago says:

    bener2 udah bkin bingung nih, istilah yg bner n salah udah abu2 banget. manipulasi, penyesatan sana sini hingga konspirasi. smg Mesir lekas damai kmbali..

  5. debapirez says:

    “Yang dilaranagadalah pengkhianatan”
    Jadi ingat sm kaum Liberalis. Saat Mubarak digulingkan, mereka ikut demo. Saat Mubarak dibebaskan, mereka diam. Kasihan banget dah….

  6. Reblogged this on Hidup Tidak Mengenal Siaran Tunda and commented:
    Wahai para pemilik media, Waspadalah… manusia tak akan pernah menggenggam hati manusia kecuali dengan kebenaran. Hidup sosial media!!!

  7. Berita terakhir yang saya dengar Husni Mubarok, sang mantan diktator Mesir, sekarang sudah keluar dari penjara dan akan menjalani tahanan rumah

  8. Selalu sedih kalau bicara Mesir. Apalagi dengan pemberitaan dan sudut pandang masyarakat yang kadang mengkotak2kan masalah. Apapun yang terjadi, rakyat Mesir adalah saudara kita yang wajib kita bantu, entah doa ataupun materiil

  9. Terhadap pendapat bahwa tidak ada yang netral, itu benar. Dunia ini pada dasarnya tidak ada yang netral, berulang kali saya mengatakan bahwa akan senantiasa ada muslihat/tipu daya. Dalam peperangan tipu muslihat, berbohong, itu termasuk yang dibolehkan.Yang dilaranagadalah pengkhianatan. Tergantung pada kubu mana anda berada, pada kubu syaithon (kubu jahat) atau pada kubu kebenaran (yang diinginkan Pencipta anda). Jadi, saya termasuk setuju kalau pun di pihak kebenaran ada rekayasa berita itu bisa saja terjadi. Lalu apakah itu haram? kalau anda mengatakan haram, maka perlu belajar banyak lagi tentang kebenaran. Kalau ada yang mengatakan kebenaran itu relatif, maka anda sebenarnya anda tidak paham dengan Pencipta anda.

    Maka seorang Erdogan mengatakan yang saya tambah dengan redaksi saya yaitu untuk mengerti dan simpati permasalahan Mesir, tidak perlu anda harus beragama atau pun bergolongan yang sama dengan mereka yang sedang dibunuh di Mesir dengan cara mengenaskan. Cukup anda lihat faktanya dari orang-orang yang menyaksikan langsung peristiwa itu. Kalau anda mengatakan banyak versi yang menjadi saksi peristiwa, maka silakan anda menjadi saksi bagi diri anda sendiri, silakan datang langsung ke sana…

    Silakan baca salah satu kesaksian berikut:
    http://drprita1.wordpress.com/2013/08/19/keluar-neraka-catatan-dokter-rabaa-muslimina/

    • Terimakasih atas pendapatnya, Pak Widodo.

      Kata “anda” di sini lebih tepat juga kalo ditujukan kepada sdr. Dani dan Haris yang berkomentar di sini, mereka berdua yang masih meragukan kesaksian langsung jurnalis yang berada di lapangan sana, yg nama-nama jurnalis tsb link-nya saya taruh di dalam jurnal ini.

    • Iya pak, maksudnya begitu, hehe…

  10. Dani says:

    Iya, kita mengutuk, amerika mengutuk. UAE mendukung militer beroohhh :))
    ati2 juga di jejaring sosial banyak berita palsu pro IM.

    • Anda lihat link nama-nama para jurnalis & fotografer yg saya sertakan dalam jurnal di atas? Mereka selalu saya tunggu update-nya di twitter.
      Mereka berada di tempat kejadian. Merekalah saksi hidup & semoga Allah melindungi mereka untuk tetap mengabarkan informasi yang mengandung kebenaran kepada kita semua.

      Mana jiwa kemanusiaanmu, bro?
      Janganlah karena kebencian atas suatu kaum maka dirimu tidak bersikap adil.

    • Bro Dani, baca komen nya Pak Widodo Wirawan di atas ya.

  11. Haris says:

    untuk poin no.9, Tamer Abdul Rauf. kalo translate ke Indonesianya benar sesuai dengan apa yg beliau tulis .. koq saya nangkapnya beliau mengatakan 2 pihak yang sedang bertikai di Mesir sedang memutarbalik fakta ..

    Kesimpulannya berita berita baik IM dan juga Junta Militer tidak bisa dipercaya.

    kalau saya pribadi sih,
    tidak percaya baik dengan berita IM dan juga pro-militer!

    saling menuduh pihak lain salah dan bersikukuh bahwa dirinyalah yang paling benar itu sudah wajar dalam setiap perselisihan .. apalagi perselisihan berebut kekuasaan.

    dan maaf … termasuk tidak percaya posting anda juga … karena anda kental betul hanya mendukung satu pihak. jadi ini termasuk upaya dis-information

    kenapa coba ketika ada 2 bersaudara sedang bertikai ..
    mereka yang melihatnya tidak melakukan sesuai dengan apa yang diperintahkan ALLAH di surah Al Hujurat? malah sibuk ambil posisi dukung salah satu pihak … ngompori untuk terus terjadinya pertikaian?

    • Melihat apa yang dilakukan oleh militer Mesir terhadap jurnalis / fotografer saat ini, sebagai Blogger yang mengusung semangat “Citizen Journalism”, sikap saya jelas yaitu MENGUTUK KUDETA MILITER yang melahirkan pembunuhan rakyat sipil, pembredelan media dan pembunuhan jurnalis / fotografer.

      Bagaimana sikap Anda?

      Saya teringat ucapan:
      Pada hari ketika kezhaliman telah menumpahkan darah; sikap tak memihak bukanlah keadilan; ia tak membawa ke mana-mana; tak mengubah apa-apa. (Salim A. Fillah)

      Keberpihakan saya sangat jelas, yaitu mengutuk kudeta militer, dimana sebelumnya telah nampak bagaimana penguasa kudeta itu melakukan disinformation operations yang sangat jahat.

    • Bro Haris, baca komen nya Pak Widodo Wirawan di atas ya.

  12. Danni Moring says:

    semoga yg di Mesir bisa damai kembali ya pak, ga ada lagi pembantaian dari rezim Militer ataupun kesimpang siuran berita-berita..

    dan semoga amal ibadah para korban diterima disisi Nya

  13. mbakje says:

    jadi inget mata kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik jaman kuliah dulu… Media massa itu memang tidak ada yang NETRAL, yang ada adalah KEBERPIHAKAN, dan yang paling ‘benar’ adalah berpihak pada kebenaran.

  14. azfiamandiri says:

    Jadi inget sebuah tulisan seorang mahasiswa Indonesia di Libya ( lupa link) … perang libya kan terjadi di musim dingin, kenapa yang tampil di media musim panas ??! #gubrak

  15. tinsyam says:

    di cnn ada berita soal mesir.. ku jarang nonton tv lokal.. kalu mo lihat berita dunia, cnn suka “adil” juga tampilin apa adanya.. kalu baca tuiter, metro tv dihujat dimanamana.. apalagi sapa tuh mantan wartawan metro tv yang “citcitcuit” kalu berita tv itu kebanyak “diatur”.. [halah, napapun ku pake “tanda kutip” sih?]

  16. “Sebaik apapun caramu melemahkan lawan, bila mereka memiliki kebenaran, kau sendiri yang akan terjungkal.” [Azwar Anas]

  17. Dyah Sujiati says:

    Innalillahi..
    Poin 21 kultwit : kebangetan sekali ternyata polisi mesir. Tak terbayang sm sekali. Mesir adalah negeri muslim kok malah polisinya mau menghancurkan masjid?

    Dan pertanyaan saya : siapakah penggerak media itu? Hmm tidak kah dia jg mrpkn mnsia? Bagaimana kalau dia sj yg dihabisi?
    –*–
    Percaya Pak, kalau di negara kita juga sedang berlangsung disinfo operation 😦

  18. jampang says:

    iya. di tv kayanya jarang lihat berita tentang mesir, biar cuma “sekhilaf info”. malah berita yg nggak terlalu penting yang nongol

  19. contoh2 lain adalah ketika mereka mengedit foto2,, kalo jaman Nabi Musa para Saharoh a.k.a tukang sihir langsung bisa beriman ketika melihat mukjizat,, maka kira2 hal apa yg bakal membuat saharoh media bisa sadar atas bodoh serta kejamnya mereka??

    • Mari melawan kekuatan sihir itu dengan ava persatuan di socmed: R4BIA

      Insya Allah, kelak saya akan mengupas tafsir QS Asy-Syura tentang dibukanya rahasia kezaliman yang memanfaatkan kekuatan sihir. Sihir di masa sekarang adalah media sesat.

  20. ayanapunya says:

    Waktu awal-awal peristiwa pembantaian itu terjadi saya nunggu2 beritanya di tv. Tapi nggak ada! Baru setelah ada aksi damai saya liat ada beritanya. Itu pun nggak sama dengan yg saya baca di sosmed

    • Gerak wartawan internasional dibatasi, mereka tidak bisa meliput langsung. Harus mengandalkan sumber sekunder dari pemerintah. Padahal Media Massa Mesir Berpihak pada Pemerintah. Maka wajar bila kemudian tersiar penyesatan opini ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.

      Saat ini saya lebih percaya sama laporan-laporan jurnalis yg meliput di sana dan meng-update nya di twitter.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: