Home » Islamophobia » Islamofobia – Antara Dana Ratusan Juta US$ dan Daftar Kelamnya

Islamofobia – Antara Dana Ratusan Juta US$ dan Daftar Kelamnya

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Sederhana saja…
bila benar apa yang ditulis atau diceritakan oleh para ‘penebar pencerahan’ yang menderita fobia akut itu, maka Islam sudah punah sejak berabad-abad yang lalu, bukan berkembang pesat seperti saat ini. Nyatanya tidak, maka ini makin mengokohkan bahwa mereka adalah pendusta.

.
Bismillah…

Islamofobia (menurut laporan Runnymede Trust: “a challenge for all of us”, 1997) adalah merujuk kepada prasangka, diskriminasi, rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim. [link: runnymedetrust.org/publications/17/32.html]. Ketakutan itu mendorong Barat membangun persepsi yang buruk agar Islam selalu dikecam dan direndahkan sebagai suatu agama. Delapan Persepsi yang dibangun antara lain:

  1. Islam dipandang sebagai blok monolitik, statik dan tidak responsif terhadap perubahan.
  2. Islam dipandang sebagai sesuatu yang terpisah. Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, tidak memberi kesan dan tidak mempengaruhinya.
  3. Islam dipandang lebih rendah dibanding budaya Barat. Islam dipandang sebagai barbarik, tidak rasional, primitif dan gila seks.
  4. Islam dipandang sebagai sesuatu yang ganas, agresif, ancaman, pendukung terorisme, dan terlibat dalam benturan peradaban.
  5. Islam dipandang sebagai sebuah ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama; dan digunakan untuk kepentingan politik dan militer.
  6. Kritikan muslim terhadap Barat harus ditolak mentah-mentah.
  7. Permusuhan terhadap Islam digunakan untuk menjustifikasi praktek diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa.
  8. Permusuhan anti-Muslim dipandang sebagai hal yang biasa dan normal.


Istilah Islamofobia sudah ada sejak tahun 1980-an, dan menjadi lebih populer setelah peristiwa 9/11 (11 September 2001). Langkah-langkah telah diambil untuk peresmian istilah ini dalam bulan Januari 2001 di “Stockholm International Forum on Combating Intolerance”. Di sana Islamofobia dikenal sebagai bentuk intoleransi seperti Xenofobia dan Antisemitisme.

Hingga kini masih sering bermunculan isu-isu anti-Islam dan pemberitaan negatif tentang Islam. Pemberitaan negatif itu mengaburkan fakta yang sebenarnya, karena memang didasari atas kebencian. Salah satu contohnya situs faithfreedom.org yang isinya selalu mengulang-ulang apa yang pernah disampaikan para pembenci Islam berabad-abad yang lalu, dan itupun mudah dimentahkan; juga informasi berita terkini yang nyatanya banyak mengandung hoax (berita palsu). Namun demikian, situs seperti itu bisa memicu para Islamophobic makin jauh dari hidayah-Nya dan perlahan – lahan muncul sifat seperti monster dalam dirinya, lepas nilai-nilai kemanusiaannya. Beberapa contoh kasus saya sampaikan di bab “Daftar Hitam Islamofobia” dalam jurnal ini.

.
TERUNGKAPNYA FAKTA ISLAMOFOBIA DI AMERIKA SERIKAT

Ternyata, isu-isu anti-Islam dan pemberitaan negatif tentang Islam diorganisir secara rapi. Organisasi – organisasi yang melakukan fungsi kampanye Islamofobia itu dibiayai ratusan juta US Dollar.

Hal itu terungkap dalam laporan Dewan Advokasi Hubungan Islam-Amerika (Council on American-Islamic Relations / CAIR) berjudul:
“Legislating Fear | Islamophobia and its Impact in the United States” [download pdf]. Laporan setebal 162 halaman ini diluncurkan pada 19 September 2013. Selain menyebut Islamofobia sebagai objek pengeruk uang bagi sejumlah jaringan media dan organisasi di Amerika Serikat (AS), laporan ini juga menunjukkan sejumlah upaya menjadikan Islamofobia sebagai komoditi politik.

Laporan tersebut menyampaikan temuan lanjutan sebagai berikut:
*saya terjemahkan dari: www.cair.com/legislatingfear2013.html*

Temuan 1:

Dengan menggunakan skala 1-10, dimana skala 1 adalah kondisi bebas Islamophobia dan skala 10 adalah situasi terburuk bagi umat Islam di AS; pada tahun 2012, tingkat Islamophobia adalah 5,9; kondisi ini menurun (lebih baik) dibandingkan tahun 2010, yang tingkatnya adalah 6,4.

Konteks:
Pada periode tahun 21010 adalah puncak dari kontroversi nasional atas Park 51 atau “the Ground Zero Mosque” (rencana pembangunan masjid di bekas reruntuhan menara kembar). Kedekatan Kontroversi menjadi isu selama masa kampanye pemilu 2010. Itu juga bertepatan dengan momen pembakaran Al Quran yang direncanakan oleh Pastur Florida Terry Jones. Periode tahun 2010 ini dapat dilihat sebagai penetrasi jaringan Islamofobia terbesar dalam wacana utama sampai saat ini.

Temuan 2:

Terdapat 37 organisasi yang menjadi pusat promosi Islamophobia di AS selama 2011-2012 yang membentuk “jaringan inti” Islamophobia yang berbasis di AS. Di samping itu, ada 32 kelompok lain yang tujuan utamanya tidak tampak mempromosikan prasangka melawan atau membenci Islam dan Muslim, tetapi bekerja secara reguler menunjukkan dukungan terhadap tema-tema Islamophobia, yang membuatnya masuk kategori “jaringan luar.”

islamophobia*klik gambar untuk memperbesar*

Temuan 3:

Jaringan inti kelompok anti-Islam tersebut menerima pendanaan lebih dari US $119 Juta atau Rp 1.3 Triliun lebih antara tahun 2008-2011. Kelompok dalam jaringan inti sering terkait erat. Pemain kunci dalam jaringan diuntungkan dari gaji besar agar mereka mendorong publik AS untuk takut pada Islam.

Temuan 4:

Pada tahun 2011 dan 2012, 78 Rancangan Undang-Undang (RUU) atau amandemen untuk memojokkan praktik-praktik ajaran Islam dibahas di dewan legislatif di 29 negara bagian dan Kongres AS. Sejumlah 62 diantara RUU tersebut mengandung redaksional yang diambil dari model legislasi David Yerushalmi’s American Laws for American Courts (ALAC). Latar belakang pengajuan undang-undang (UU) tersebut jelas sangat bias, dan sama sekali tidak menunjukkan masalah aktual yang memerlukan penyelesaian. Di setidaknya 11 negara bagian, UU anti-Muslim tersebut diajukan atau didukung oleh tokoh-tokoh Partai Republik.

Perkembangan terbaru:
Hingga 2013 ini 37 RUU anti-Islam telah diperkenalkan di 16 negara bagian dan telah menjadi undang-undang di North Carolina dan Oklahoma. Sebuah RUU sedang diajukan dalam pemungutan suara dalam lingkar pemilu 2014 di Alabama. Sedangkan undang-undang Oklahoma 2010 dianggap inkonstitusional oleh pengadilan federal. Antara tahun 2011-2013, RUU anti-Islam telah diajukan di 32 negara bagian dan Kongres. Sejauh ini 7 negara bagian telah mengesahkan UU anti-Islam.

Temuan 5:

Para trainer anti-Muslim yang yang bertugas sebagai penegak hukum dan personil militer mengalami “puncak kejayaan” pada akhir 2011. Muatan dan isi training lebih banyak mencerminkan pandangan bias para trainer ketimbang keahlian mereka atas subjek yang dibicarakan. Berbagai lembaga pemerintahan Federal telah sepakat meninjau kembali materi training tentang Islam tersebut dan menghilangkan bahan-bahan yang dianggap bias serta tidak akurat. Pemanfaatan para trainer yang bias oleh lembaga negara bagian maupun lembaga-lembaga lokal layak diselidiki lebih lanjut.

Temuan 6:

Terdapat 51 catatan tentang tindakan anti-masjid selama periode laporan ini, yaitu 29 pada 2012 dan 22 pada 2011. Dua lonjakan terjadi pada rentang 2011-2012: Mei 2011 (7 tindakan), sepertinya terkait dengan terbunuhnya Osama bin Laden dan pada Agustus 2012 (10 tindakan), diduga terkait pembantaian enam penganut Sikh oleh kelompok supremasi kulit putih di Oak Creek, Wisconsin.

Konteks:
Pada Juni 2010, CAIR menerbitkan “CAIR: Who we are,” sebuah tinjauan terhadap 1.999 siaran press CAIR dan peringatan siaga yang merentang di antara tahun 1994-2008. Sejak 1994, CAIR telah mencatat setidaknya 64 tindak perusakan dan pencemaran tempat ibadah Islam—mencakup penembakan, vandalisme, pembakaran, dan pengeboman.

Temuan 7:

Retorika Islamofobia masih diterima secara sosial. Riset pada 2011 menemukan, “masyarakat cukup nyaman bukan hanya dengan menentang (pemberian status warga negara bagi imigran Muslim), namun juga secara terang-terangan menyatakan perlawanan mereka.” Sejumlah kandidat presiden dari Partai Republik memanfaatkan retorika Islamofobia. Peter King (Republikan-New York) bahkan mengadakan lima kali dengar pendapat di Kongres untuk topik-topik anti-Muslim, yang meski banyak ditentang juga mendapatkan dukungan yang signifikan. Michele Bachmann (Republikan-Minnesota) bermitra dengan anggota lingkar dalam jaringan Islamofobia Frank Gaffney meluncurkan kampanye menuduh Muslim di birokrasi sebagai penyusup di lingkar pemerintahan yang membawa kepentingan Ikhwanul Muslimin. Contoh terakhir ini kemudian malah menimbulkan dukungan sejumlah tokoh terhadap warga Muslim Amerika tanpa memandang dari partai mana mereka berasal.

Demikianlah outline temuan yang disampaikan dalam laporan CAIR atas situasi islamofobia di negara Amerika Serikat.

**********************************************************
Lanjut ke halaman 2: DAFTAR HITAM ISLAMOFOBIA
**********************************************************

Advertisements

Pages: 1 2 3


63 Comments

  1. […] Islamofobia – Antara Dana Ratusan Juta US$ dan Daftar Kelamnya […]

  2. Membaca…postingan..
    menyimak komentar..

    *sambil angguk2 dan ber ooo…*

    Pas giliran ada si Ulilnya… :

    Haa….???

  3. Pembenci Islam Terbesar di Inggris Sudah Tobat

    Pentolan kelompok radikal penentang Islam di Inggris, English Defence League (EDL), secara mengejutkan mengundurkan diri dari organisasi yang didirikannya. Ia kemudian berbalik dan bergabung bersama orang-orang yang tadinya ia benci.

  4. Sedih ya mas, kalau saja dana ratusan juta dollar itu digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan pasti luar biasa banyaknya orang yang akan tertolong dan terangkat taraf hidupnya

  5. enkoos says:

    Sependek pengalaman saya selama tinggal di Amerika, Alhamdulillah belum pernah menghadapi yang namanya Islamfobia. Kehidupan beragama (lagi lagi sependek pengalaman saya selama tinggal di sini) sangat menjunjung tinggi toleransi.

    Kami (komunitas Muslim) aktif mengadakan acara diskusi yang dibuka untuk kalayak umum yang hampir selalu dijubeli pengunjung. Pertanyaan favorit mereka adalah mengenai teroris dan poligami. Kenapa saya bilang favorit?
    Karena selalu ditanyakan di setiap pertemuan dimanapun berada. Forum tersebut merupakan salah satu ajang untuk memberi pencerahan bagaimana Islam yang sesungguhnya.

    Ada satu contoh kejadian, waktu pembakaran Al Quran oleh satu pastur di Florida. Salah satu komunitas Kristen di Duluth menghubungi komunitas muslim dan memberi pernyataan bahwa kelakukan si pastur bukan mencerminkan seorang kristen yang sesungguhnya. Pada waktu itu juga berdekatan dengan Idul Fitri. Beberapa komunitas kristenpun juga datang di hari Idul Fitri. Kejadian tersebut bukan hanya terjadi sekali saja, tetapi sering.

    Sebelum komunitas Islam di Duluth memiliki mesjid, kami dipinjami gereja oleh salah satu komunitas kristen untuk melakukan kegiatan rutin seperti sholat Jumat, sholat Ied dan berbagai kegiatan lainnya.

    Kami bahu membahu menciptakan kedamaian dengan porsi dan kapasitas masing masing tanpa mengganggu agama masing2. Agamaku agamaku, agamu agamamu. Menjalankan agama masing masing tanpa mengganggu yang lainnya.

    Sayang sekali hal seperti ini tidak menarik untuk disaksikan media dan disebarkan ke dunia luar.

    • Menarik sekali sharingnya, mbak Evia. Suwun. Apa yang sampeyan sampaikan itu sependapat dengan penyampaian dari ust Syamsi Ali (Imam Masjid Al-Hikmah New York), beliau share pengalaman menariknya di sini:
      http://assunnahfm.com/2011/dunia-islam/menyikapi-islamophobia-di-as/

      Beliau melihat dari 2 sudut pandang, agar umat muslim juga melakukan refleksi internal, sehingga tidak memperkuat islamophic mereka yang timbul karena kekurangtahuannya akan Islam

      Kehidupan romantis seperti itu di sisi lainnya juga nanti akan saya coba kupas, bersumber dari liputan VOA (Voice of America) di Youtube. Monggo sampeyan kalau mau ngupas juga.

    • araaminoe says:

      Alhamdulillah…
      Ada rasa bahagia ketika membaca komen dari Enkoos atau Mbak Evia, bahwa masyarakat di Amerika masih punya rasa toleran yang tinggi terhadap Islam, dan sebaliknya Islam juga punya rasa hormat kepada semua lapisan. Semoga ini bisa menjadi sanggahan terhadap persepsi islamophobia. Semoga tidak hanya diAmerika tapi juga diseluruh dunia, perlahan tapi pasti. Amin…
      *being good is not easy, there will always “rocks” lay ahead, but be sure for Allah, amin*

    • anotherorion says:

      syukurlah mbak nek gitu, moga2 tetep bisa saling tepa selira tanpa memandang suku agama n ras yo

  6. MENONE says:

    mereka rela melakukan apa saja untuk menghancurkan islam gan….

  7. kasamago says:

    sudh terbukti ad pihak yg menguasai pemerintahan amerika yg tidak menginginkan Islam berkembang pesat di seantero bumi. pelan nmn pasti seletah Islam mengalami cobaan, kesulitan, kebenaran akan turun dg sendirinya.

  8. awan putih says:

    islam datang dalam keadaan asing dan akan pergi dalam keadaan yang asing pula, itu sudah sunnatullah, sebaik apapun kita berbuat dilingkungan sekitar, akan dinilai aneh, mengenakan hijab yang syar’i dibilangnya aneh-aneh, padahal itu adalah perintah dari Allah, bnyk umat islam tidak memahami islam secara baik, hanya memahami islam dari media yng kurang shohih, media yng menjamurkan sisi lain dari islam. terutama buat orangtua kita yng tidk paham betul pada islam, mereka akan keras menentang setiap perubahan baik pada diri anaknya, sudah bnyk kisah dari teman2 akan orangtua yng menentang anaknya mengenakan hijab syar’i, sedih mendengarnya 😦

    • Memang sungguh ironis. Itu racun hedonism.
      Saya akan mencoba membuat fragmen dialog dalam jurnal diseputar penentangan ortu terhadap anaknya yang menggunakan jilbab syar’i. Untuk menjadi refleksi para orang tua terhadap buah hatinya.

    • awan putih says:

      iya pak, sngt bagus itu, dikalangan teman2 sy, begitu bnyk orangtua menentang anaknya mengenakan jilbab syar’i, didunia kampus, mungkin kami masih bisa mendampingi mereka, tetapi ketika mereka sudah balik kerumah atau sudah tdk menyandang lagi gelar mahasiswa, maka mereka sulit untuk mempertahankan jilba tersebut… sedih 😦

  9. Seru baca komen2nya.
    Terima kasih atas share nya, Pak Iwan…

  10. Raf says:

    “…maka Islam sudah punah sejak berabad-abad yang lalu, bukan berkembang pesat seperti saat ini.” Ini mah logical fallacy, appeal to tradition. Sesuatu yang bertahan sedemikian lama bukan melulu karena hal tersebut terbukti kebenarannya. Kayak Zeus dan Isis aja misalnya, berapa ribu tahun mereka disembah orang Yunani dan Mesir sebelum akhirnya sekarang cuman jadi mitos? Mungkin malah beberapa dari kita menertawakannya.

    • “Sesuatu yang bertahan sedemikian lama bukan melulu karena hal tersebut terbukti kebenarannya” … ini saya sepakat.
      Tapi tentang Zeus dan Isis, ya beda banget kasusnya dong, bro Raf.

      Ajaran mana yang pemimpinnya dituduh doyan sex, pelaku pedofilia, gila membunuh/psikopat, dll yg super negatif itu bisa bertahan ribuan tahun dan dalam perkembangannya makin pesat? Bahkan kini jutaan orang di Eropa menemukan hidayah-Nya mengikuti ajaran yang oleh para orientalis disampaikan secara masif sebagai ajaran barbar?

      Padahal sekarang yang ada (umumnya) kalau ada ajaran agama yang pemimpin/pendirinya berbuat kriminal maka tidak berapa lama lagi pasti akan diberangus sebagai ajaran sesat. Itu karena jelas-jelas pemimpin/pendirinya terbukti melakukan perbuatan kriminal.

    • Raf says:

      Semua agama samawi kayak gitu kok, muter-muter di apologetika, cuman beda-beda tipis aja cara pembelaannya, tapi intinya tetep satu: mencoba merasionalisasi sesuatu hal yang gak masuk akal dan barbar. Terserah aja itu mah. But for me personally (and the others in Indonesian Atheist Community―mostly of them were ex-muslims), I’ve had enough with religions. By the way please do some reality check first, meningkatnya jumlah umat islam di Eropa bukan dikarenakan banyaknya orang Eropa yang memeluk islam, tapi karena meledaknya arus imigrasi dari negara-negara islam yang miskin ke negara-negara Eropa yang kaya dan tingginya tingkat kelahiran. http://news.bbc.co.uk/2/hi/europe/4385768.stm dan http://www.pewforum.org/2011/01/27/future-of-the-global-muslim-population-regional-europe/

    • Thanks, bro Raf. Soal migrasi itu juga seperti yang dikampanyekan Geert Wilder, politisi Belanda. Memang faktor migrasi salah satunya, namun kenyataannya gelombang penduduk Eropa asli yg convert to Islam juga meningkat. Ini juga kesaksian kawan-kawan saya yg tinggal di Italia dan Inggris.

      Saya ada rencana bahas khusus soal ini dalam jurnal terpisah. Tapi ada baiknya kalau bro Raf menyimak tulisan di Republika:
      http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-mancanegara/13/07/28/mqlq42-di-eropa-tiap-jumat-ada-yang-mengucap-syahadat

    • Dyah Sujiati says:

      Nah. Sesuatu yang bertahan sedemikian lama bukan melulu karena hal tersebut terbukti kebenarannya ya islamphobia ituuu 🙂

      By the way, merasionalisasi sesuatu yang tak masuk akal dan barbar itu contohnya seperti apa? Apakah yang dimaksud itu tuhan? (soalnya yang saya tahu kalau orang atheis gak percaya tuhan)

      Hehe, pish n g4ul, abang Raf ^_^v

    • Benar kata mbak Dyah, islamophobia kan sudah aja sejak zaman Abu Jahal dan Abu Lahab masih hidup

  11. Beberapa saat yang lalu saya bertemu dengan 2 orang yang berbeda, satunya Eropa dan satunya lagi negara bagian Amerika di waktu yang berbeda.

    Karena perjumpaan kami di bulan Ramadhan, saat si Eropa menawari minum saya bilang “no, thank you. I am fasting ” dia menangguk dan menghargainya bahkan menyimpan minumannya dan bilang sorry. Sepertinya dia mengerti dan bertoleransi.

    Lain kesempatan, saya bertemu seorang dari negara bagian Amerika, saya pikir dia berpendidikan dan ya…dia seorang investor di Indonesia ini tak hanya Bali. Dia menanyakan pertanyaan yang membuat saya tersinggung “Kenapa Islam melakukan teror” dan lagi “kenapa lelaki di Islam berlaku tak baik pada perempuan!” sebenarnya dia tidak tahu ataukah bagaimana? Akan tetapi, pertanyaan serupa juga pernah dilontarkan salah seorang mantan teman dekat saya.

    Saya merasa benci seketika, entahlah…kenapa mereka tak belajar dan mencari tahu dulu baru bertanya.

    • Begitulah, mereka yang Islamophobic itu ada yg disebabkan oleh kekurang-tahuannya (ignorance) terhadap agama Islam. Atau mereka merasa tahu banget tentang ajaran Islam tapi dari informasi yang salah / sesat seperti situs faithfreedom.org sehingga pengetahuannya itu menjadi misunderstanding.

      Sikap ignorance tersebut terkadang tidak terdeteksi oleh mereka karena juga ditopang oleh sikap ‘prejudice’.

      Seorang investor yang bertemu dengan mbak Hani tersebut kemungkinan besar termakan oleh propaganda media yang jahil, yang tidak berimbang memberikan informasi. Memang kekuatan media dalam membentuk presepsi tenyata sangat dahsyat. Benar atau salahnya sebuah isu terkadang banyak ditentukan oleh bagaimana kemudian media mempropagandakan.

  12. Yudhi Hendro says:

    apakah ketakutan akan Islam itu karena jumlah pemeluknya yg semakin meningkat, termasuk para muallaf yg tinggal di negara-negara barat yang mendapatkan hidayah setelah mempelajari Islam?

  13. nurme says:

    Mas Iwan,
    Saya pernah baca disalah satu blog bahwa sebenarnya benua Amerika itu ditemukan oleh kaum muslim 5 abad sebelum ditemukan oleh Colombus. Namun pada masa itu kaum muslim dipaksa untuk berpidah agama dan dibunuh. Sehingga beberapa dari mereka yang tidak mau pindah agama pergi dari benua Amerika. Apakah ini masih terusan dari masa itu ya?mereka mungkin membaca alur kisah ini dan mengulang apa yang pernah terjadi di masa itu.

    • Setahu saya bukan karena itu, teh Ipie, islamofobia itu diderita secara global, AS hanya salah satu contohnya. Kalo teh Ipie menyimak kejadian-kejadian yang ada di benua Eropa (di halaman dua jurnal ini) sungguh akar kebencian itu muncul karena benturan peradaban spt yg disampaikan oleh Samuel Huntington, bahwa Islam adalah ancaman untuk kebebasan, untuk itu harus dilenyapkan dari muka bumi. Siapa lagi yang berpikiran begini kalo bukan Zionis yang menginginkan tidak ada agama di dunia ini.

    • Ada beritanya, saya lupa media apa ya…memang ditemukan oleh Muslim.

    • Memang banyak literatur barat yang membenarkan bahwa penemu benua Amerika adalah seorang Muslim, jauh sebelum Colombus mendarat di sana, berdasarkan bukti-bukti peninggalan bersejarah. [sumber JelajahUnik]. Herannya mata pelajaran di Indonesia tidak segera meralatnya, sehingga sekian lama kita mendapat informasi yang menyesatkan.

      Tapi akar masalah Islamofobia di Amerika bukan karena itu. Kalau ditelusuri lebih kearah program Zionisme di seluruh dunia.

    • Bener Om, dan saya ingat berita ini dalam bahasa inggris namun saya gak pernah lihat apa nama medianya saat baca berita.

      Ya, akan tetapi banyak hal yang membuat orang-orang berpikir tentang betapa sulitnya agama Islam karena sebenarnya kita sendiri kadnag yang bikin ribet. Banyak cerita-cerita buruk yang sebenarnya bukan atas nama Islam mereka blow up-lah dan akhirnya seperti ini lah….ada Islamofobia.

    • nurme says:

      Oh betul ya Mbak. Terimakasih, berarti saya ga salah

    • Memang gak salah, lha itu sudah saya kasih link, jawaban untuk mbak Hani 🙂
      Yang saya tekankan, akar masalah Islamofobia bukan itu.

    • nurme says:

      Mas Iwan, terimakasih informasi Islamofobianya. Saya masih perlu banyak cari tahu lagi ini sepertinya.

    • enkoos says:

      Mungkin yang dimaksud saudari Nurme bahwa muslim yang menemukan benua Amerika adalah Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah dari negeri Cina. Hal ini menjadi bahan diskusi yang seru di Amerika. Menurut penelitian, peta yang digunakan Columbus sewaktu menjelajah adalah peta buatan timnya Laksama Cheng Ho. Begitu konon kabarnya.

      Gavin Menzier menulis tentang hal tsb, ini bukunya

      Namun, aku membaca pernyataan Gavin Menzier di artikel “Did Chinese beat Columbus?” di harian The New York Times terbitan 25 Juni 2005 ya bahwa dia (Gavin) akan meralat bukunya yang menyatakan bahwa Cheng He yang melakukan segalanya. Karena yang melakukan pemetaan sebelumnya adalah Kubilai Khan.

      Begitu ceritanya.

      Maaf cak Iwan, jadi membahas tentang penemuan benua Amerika ketimbang Islamphobia.

  14. Kita masih bersyukur ada istilah Islamofobia, Pak. Karena itu istilah yang sangat ekstrim. Logikanya kan cuma dua: Islam itu pasti sangat jelek, atau Islam itu agama yang sangat benar, sehingga “musuh”-nya banyak. Dengan 2 logika ekstrim ini justru malah membuat Islam makin populer dan orang semakin penasaran dengan Islam, ada apa dengan Islam? Alhamdulillah, kasus-kasus Islamofobia justru semakin banyak melahirkan para muallaf…

  15. Silakan simak sharing pengalaman menarik dari ust Syamsi Ali (Imam Masjid Al-Hikmah New York):
    Menyikapi Islamophobia di AS

    Beliau membagi pembahasannya dari sisi Non Muslim dan sisi Muslim.

    Sisi Non Muslim
    Pertama: Faktor Media
    Kedua: Faktor Ketidak-tahuan (ignorance)
    Ketiga: Faktor Politik
    Keempat: Arogansi mayoritas dan rasa tidak aman (insecurity)

    Sisi Muslim
    Pertama: Misrepresentasi ajaran Islam
    Kedua: pemahaman yang sempit dan/atau di luar konteks yang benar
    Ketiga: Pemahaman dan praktek kultur atas nama agama
    Keempat: kurangnya partisipasi sipil
    Keempat poin ini menarik untuk disimak sebagai bahan refleksi (evaluasi internal) bagi umat Islam.

  16. lambangsarib says:

    islamofobia itu karakter yang diwariskan secara turun temurun ya pak

    • Bisa juga demikian, kalo orang tuanya Islamophobic. Tapi banyak juga yang berawal dari membaca informasi-informasi yang menyesatkan spt situs, buku, blog, ajaran dari gurunya, atau bahkan bisa juga karena salah pergaulan (berteman dengan intoleran), sehingga lepas nilai-nilai kemanusiaan dalam dirinya.

  17. Sampai kapanpun zionis ada dibelakangnya, sudah jelas!!

  18. Dyah Sujiati says:

    Contoh UU antiislam itu bunyinya seperti apa pak?

    Kasus2 islamphobia yang seperti pelajarangan jilbab di jerman hingga ada pemakainya yang dibunuh juga bejibun pak

    Terakhir, yang paling saya heran justru di negara kita yang mayoritas muslim bahkan terbesar di dunia, islamphobia justru diidap oleh mereka yang (mengaku) muslim. Ya, memang orang2 terkadang suka jadi humoris :mrgreen:

    • danirachmat says:

      iya, saya setuju dengan komennya Mba Dyah. Kadang ada juga yang (mengaku) muslim malah kasih lihat islamphobia..

    • Dyah Sujiati says:

      Dan itu banyak sangat pak. Dari level yg rendah sampai tinggi. Dari level yang pelaksana atau yang tertakuti (?) -semacam perempuan biasa yang berjilbab tapi takut dengan temannya perempuan yang jilbabnya sedikit lebih panjang-. Sampai level yang ikut nakut-nakutin (?). 😀

    • nurme says:

      Iya ikut sependapat dengan Mbak berdua, malah kadang mereka ini sedikitnya ikut memecah belah muslim. Mengerikan

    • Contoh UU Anti Islam itu misalnya: [1] Kalau sekolah, bekerja atau ditempat umum dilarang menggunakan jilbab; [2] Tidak boleh mengumandangkan adzan; [3] Tidak ada hari raya keagamaan; [4] Melarang pembangunan masjid; [5] Membolehkan penistaan agama atas nama kebebasan berkespresi. Nah..ada yg paling parah (meski masih RUU).. orang-orang Muslim ‘yang menaati ajaran Islam’ dihukum 20 tahun di penjara [baca Republika].

      Maka sadarilah… dibandingkan negara AS yg katanya menjunjung tinggi HAM, maka Indonesia adalah negara yang tingkat toleransinya lebih tinggi (antar umat beragama), kecuali ada yang sengaja memancing masalah dengan melanggar aturan.

    • Dyah Sujiati says:

      Wow! Sebegitunya? Ck ck ck

      Ya pak, sudah sadar kok 😀

    • Yang di Jerman salah satu korbannya adalah Marwa El-Sherbini.

      Untuk flashback, mari lihat video Youtube Al Jazeera.

      Video itu membahas apa motivasi di balik pembunuhan Marwa El-Sherbini (seorang muslimah Mesir yang dibunuh dalam ruang sidang Jerman oleh seorang pria yang didakwa karena menghina agamanya).

      Pembunuhan brutal Marwa El-Sherbini (32th, dan lagi hamil saat itu), mengangkat banyak pertanyaan tentang munculnya islamofobia di Eropa .

      El Sherbini ditikam 18 kali oleh Axel W, pria Jerman keturunan Rusia, saat memberikan bukti dalam persidangan tentang keyakinan dia yg menyebut Marwa sbg ” teroris” krn dia mengenakan jilbab.

    • Rini says:

      Setuju sama komentarnya mba, saya merasakan sendiri ketika temen2 muslim kadang sangat sensitif tentang isu menutup aurat (jilbab), kadang mereka memperlihatkan sikap yang ” sok suci banget kamu” ketika kita berbicara tentang pengamalan ajaran agama.Astagfirulloh, semoga kita dikuatkan dan diberi kesabaran dalam menjalankan perintah Alloh.

    • Dyah Sujiati says:

      Ya itu mbk. Karena orang tersebut mengidap islamphobia mbk pada level tertakuti mbk. (?)
      Hehe

  19. Mas, kalau JIL itu apakah bentuk lain Islamphobia di Indonesia?

    • Perilaku Islamofobia itu ciri-cirinya: [1] meragukan islam dan [2] tidak mau Islam diterapkan sebagai ajaran yang kaffah.

      JIL memenuhi ciri-ciri itu. Bahkan saking ragu-ragunya, Al-Qur’an sendiri akan direkonstruksi agar sesuai dengan akal mereka [Al-Qur’an Edisi Kritis]. Al-Qur’an Edisi Kritis merupakan sebuah istilah yg sudah baku di kalangan orientalis. Ide pertama kali ini digagas oleh Arthur Jeffery, untuk meruntuhkan otoritas al-Qur’an. Yang kemudian diadopsi JIL untuk menggugat otentisitas Al-Qur’an. Mereka mencoba meyakinkan bahwa Mushaf Utsmani masih bermasalah sehingga tidak perlu disucikan.

      Bentuk Islamofobia lainnya, demi mempersilakan hadirnya nabi-nabi baru di masa sekarang sehingga saat mereka hadir tidak akan mendapat pertentangan dari umat Islam, mereka (JIL) meragukan finalitas kenabian Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam

    • baca disini http://boemipoetra.wordpress.com/2013/08/26/kegundahan-sastra-saut-situmorang/ apakah yang dikatakan Saut Situmorang itu bisa termasuk islamofobia dari groupnya GM mas?
      masuk kesemua sendi untuk membusukan islam?

      Saya juga ingat tweet mas iwan ttg “pengkerdilan” usaha yang dilakukan ustad Yusuf Mansur, yang setipe caranya dengan Aa Gym, ini bentuk lain mematikan sendi ekonomi mandiri ya mas?

    • Kecenderungan yang terbaca memang demikian, mas Wib. Mereka dengan dana asing itu menjadi kepanjangan tangan untuk menghancurkan nilai-nilai Islam di negeri ini. Lihatlah bagaimana jaringan media mereka secara massif memberitakan mampu mencitrakan ulama begitu buruk di mata umat sehingga menghancurkan bisnis ulama tersebut.
      Alhamdulillah, pelan-pelan bisnis Aa’ Gym mulai bangkit kembali.

      Saya terharu sekali mendengar bagaimana kesabaran Aa’ Gym terhadap upaya pembusukan oleh media kepada keluarganya, diungkap dalam acara Kick Andy. Videonya bisa dilihat di Youtube

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat