Home » Media & Journalism » Iklan Yang Menginspirasi Tindakan Merusak [#2]

Iklan Yang Menginspirasi Tindakan Merusak [#2]

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Iklan produk rokok LA Light dalam banner di atas yang mengajak kita untuk think forward digambarkan mengubah rambu lalu lintas dari dilarang masuk menjadi arah ke kanan, dengan menggunakan cat semprot. Dalam situsnya iklan tersebut baru diupload 4 hari yang lalu, artinya tema think forward itulah yang akan menghiasi banner atau billboard produk rokok tersebut yang tersebar di seluruh penjuru kota/desa negeri ini.

Apakah menurut Anda konsep iklan ini mendidik?

Jelas sangat tidak mendidik.

Apakah pembuat iklan itu tidak berpikir bagaimana sifat dan perilaku masyarakat kita yang begitu anomali?
Berapa banyak setelah ini mereka yang terinspirasi untuk iseng menyemprot rambu larangan masuk sehingga menunjukkan arah ke kanan (atau bisa juga ke kiri) ? Lha wong tembok bersih saja banyak yang jadi sasaran “tangan-tangan setan”.

Padahal konsekuensi atas merusak rambu lalu lintas itu melanggar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan pasal-pasal terkait sebagai berikut:

Pasal 25
(1) Setiap Jalan yang digunakan untuk Lalu Lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan Jalan berupa: a. Rambu Lalu Lintas;

Pasal 28
(2) Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan pada fungsi perlengkapan Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (1).

Pasal 275
Setiap orang yang merusak Rambu Lalu Lintas, Marka Jalan, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, fasilitas Pejalan Kaki, dan alat pengaman Pengguna Jalan sehingga tidak berfungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Berdasarkan dasar hukum tersebut, seharusnya seluruh elemen masyarakat (termasuk dalam hal ini agency iklan dan perusahaan rokok tersebut) ikut bertanggung jawab mengedukasi para generasi muda agar selalu taat peraturan dan undang-undang. Jadi, kreatif boleh saja, tapi jangan memprovokasi untuk bertindak kontraproduktif dan merusak.

Salam hangat,

25.10.2013

.
Artikel terkait tema “Menginspirasi Tindakan Merusak”:

Advertisements

38 Comments

  1. teguh says:

    ditempat aku (mojokerto) malah ada baliho BESAR di depan RSUD diisi materi rokok. Kontras sekali. Kok gak mikir.

  2. Anisa Shop says:

    Mungkin maksudnya kreatif pak, bukan hanya iklan, kalau tidak salah ada video klip boyband luar O*e Dir*ct*on yg menginspirasi tindakan merusak juga

  3. Tina Latief says:

    sekarang banyak iklan kreatif, cuma yang merusak juga banyak..
    kasihan anak-anak suguhannya di akhir pekan yang tidak bermutu

    • Iklan yang mendidik itu seperti iklan layanan masyarakat (PSA) dan iklan – iklan asuransi di Thailand, pesan moralnya selalu dapat.

      Hal yang absurd di sini, hampir semua iklan rokok peringatan akan bahayanya di akhir iklan itu cuma sekelebat mata memandang, dan kecil ukurannya.

    • Tina Latief says:

      kalau iklan rokok memang sulit sih mas, masalahnya rokok itu sendiri menyumbang besar pada negara. Pendapatan dan terutama beasiswa yang didapat mahasiswa dari rokok juga..

    • Memang betul, sepertinya sulit karena dianggap membayar cukai yang cukup besar untuk negara, dan juga seperti mbak Tina bilang bahwa kontribusinya juga besar yaitu pemberian beasiswa.

      Namun demikian, ada fakta yang harus kita pahami bersama, bahwa industri rokok di Indonesia boleh saja mengklaim kontribusinya membayar cukai untuk negara cukup besar. Kenyataannya Kementerian Kesehatan punya itung-itungannya sendiri bahwa cukai tersebut jauh lebih kecil bila dibanding pengeluaran negara akibat rokok.

      Pendapatan negara dari cukai (tahun 2012) hanya Rp 55 Triliun. Angka ini jauh lebih kecil dibanding pengeluaran makro negara (akibat rokok) yang tiap tahun mencapai Rp 254,41 Triliun.
      Kalo tidak keberatan, silakan mbak Tina simak pembahasan dan solusi agar negara tidak tekor banyak karena rokok di jurnal ini:
      https://iwanyuliyanto.wordpress.com/2013/05/31/negara-tekor-banyak-akibat-rokok-apa-solusinya/

      Alhamdulillah, usulan disana sebagian sudah di-eksekusi oleh pemerintah, secara bertahap.

    • Tina Latief says:

      iya mas, saya memang belum menyimak banyak untuk kasus ini, hanya waktu itu pernah disinggung saat diskusi dengan teman-teman..

      wah ini musti di baca, terimakasih mas

  4. Memangnya ada iklan rokok yang mendidik?

    • Biasanya iklan rokok menggambarkan rasa kesetiakawanan dan perjuangan, namun kerap disampaikan secara berlebihan (lebay) dan gak realistis.

      Kalau sifatnya merusak, mestinya rokok dilarang beriklan, seperti halnya iklan bir yang dilarang di negeri ini.

  5. Ani says:

    Kalau saya lihat sih bnyk ya ide2 kreatif tipikal anak muda dr perusahaan iklan, sayangnya mereka kreatif tp tdk memiliki kepekaan serta etika yang baik…mgkn ini cerminan pendidikan skrg, atau mrk sial saja salah punya pembimbing, benar2 sayang krn kreativitas mrk alih2 menjadi tdk bermanfaat bg org banyak, selain segelintir org yg diuntungkan, sisanya mengundang caci

    • Mestinya mereka mempunyai checklist untuk kontrol produksi iklannya dengan menggunakan Pedoman Etika Periklanan dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Iklan tersebutd harus dievaluasi setiap parameter-parameter pentingnya.
      Bagaimanapun juga kaidah moral tidak boleh diabaikan dalam suatu iklan.

  6. ruangimaji says:

    Sepertinya sudah tak ada lagi etika pemasangan iklan, entah itu materi atau pun lokasi. Mungkin yang diutamakan adalah menarik perhatian, meski dengan melanggar etika.

    Itu baru iklan rokok ya Mas…

  7. kasamago says:

    y begitulah, masyarakt hrs pandai2 menelaah. intiny iklan it hrs menguntungkan produknya, apapun caranya

  8. abi_gilang says:

    Kalo urusan melanggar aturan “ide”nya bisa muncul dari mana saja di negeri kita ini, sedih 😦

  9. j4uharry says:

    Woke, kemarin saya baru dapet hal yg gak enak di jalan. Yaitu peroko yang membuang puntung sembarangan dari dalam mobil dan mendarat tepat di paha saya saat berkendara motor -,- panas om ….

    jaket saya bolong, celana saya meleleh …..

  10. azfiamandiri says:

    Serba salah, gk punya TV gmn , ditonton gmn ??

    Pak Iwan, dilihat dari postingan2nya, kayaknya ini blog dh punya konsep

    buat nulis topik ‘ HAOL ‘ multiply ?! ^_^

  11. I.S. Siregar says:

    tergantung setiap individu menilai Iklan ini dikatakan “bagus” atau tidak. perlu kedewasaan dalam menyikapinya.

  12. Larasati says:

    apalagi iklan rokok yg melawan tantangan, berasa keren saja kalau sudah merokok padahal “semacam memberi mimpi kosong” hehehe

  13. Larasati says:

    iklan rokok memang selalu kreatif yg aneh2 dan kebablasan,padahal pada intinya mereka cuman ngajak merokok saja

  14. Tim kreatif untuk kepentingan promosinya kelewat kreatif atau memang ada tujuan tersendiri ya pak bikin iklan kayak gini. duh, suka geregetan sama iklan yang cuma berorientasi sama pemasaran tanpa menimbang efek yang ditimbulkan.

  15. Yudhi Hendro says:

    kesan yang disampaikan iklan itu, yg tadinya dilarang justru diperbolehkan. ini bentuk-bentuk perang pemikiran alias ghaswul fikri melalui media iklan, pak Iwan

  16. tinsyam says:

    kog ga pernah lihat iklan kaya gitu ya.. tahunya iklan baliho yang seliweran di jalanjalan.. ku belakangan ini nonton bebas iklan deh..

    • Ini memang tema baru, mbak Tin, yg baru di upload di situs-nya 4 hari yang lalu. Coba klik banner tersebut untuk menuju situsnya. Artinya bisa jadi sekarang baru muncul versi billboard, baliho, banner, dan versi tayang di televisi, meski belum begitu populer.

      Semoga tulisan ini menjadi pertimbangan mereka untuk menghentikannya. Tulisan ini saya link secara otomatis ke situsnya.

  17. ayanapunya says:

    Iklan rokok itu kadang memang kelewat kreatif

  18. Sebenarnya pihak televisi ada team edit atau tidak ya mas? dan apakah iklan seperti ini masuk dalam ranah KPI?

    Seperti iklan dari perusahaan yang sama ttg future wife yang mendapat protes dari para wanita bertubuh besar…

    • Selama disiarkan di ranah frekuensi publik, maka itu menjadi bagian dari tugas dan tanggungjawab KPI untuk menyehatkannya.

      Iklan-iklan yang merendahkan kondisi fisik seseorang memang bukanlah hal yang lucu. Para istri yang bertubuh gemuk bisa makin minder bila melihat iklan tersebut bersama suaminya. Sepertinya iklan versi Future Wife itu sudah lama sekali tayang hingga kini. Kalo sudah ada protes, namun tetap tayang hingga kini bisa jadi taring lembaga KPI kurang tajam untuk menegur mereka.

      Mari kita dukung KPI untuk menyehatkan materi-materi di televisi.

    • Saya jadi ke sitenya KPI, untuk iklan Rokok ada yang mendapat teguran, dan memang seperti kurangnya pengawasan dari penikmat acara tv terhadap acara serta iklan yang ada.

      Iklan rokok ttg future wife juga tidak ada dalam laporan tersebut, apakah ini indikasi kurang pedulinya penikmat acara tv atau kurangnya informasi ttg KPI sehingga tidak ada laporan yang “nyangkut” kesana.

    • Saya follow twitter @KPI_Pusat, dari twit2 yang disampaikan terlihat bahwa ada yang menyampaikan keluhan langsung mention via twitter, tanpa menulis keluhan di situs KPI, dalam rangka kepraktisan dan serba cepat.

      Memang ada baiknya menulis keluhannya melalui form yang tersedia di situs KPI agar memudahkan koordinasi, tindakan, dan dokumentasi dalam menanggapi keluhan masyarakat.
      Setuju, mas Wib, mari budayakan menulis keluhan di jalur yang tepat.

  19. punyaliana says:

    Iklan rokok di endonesia ituh, justru mendukung perokok2 baru..

  20. jampang says:

    kreatif tapi salah tempat.

    mungkin si pembuat iklan bermaksud ngasih tahu, daripada bengong di depan tanda di larang masuk, ya udah belok kanan aja 😀

  21. nengwie says:

    Semakin prihatin dengan negara kuuu..
    pernah nonton di TV sini mas Iwan, bikin maluuu..ttg Rokok, kebiasaan merokok dan Indonesia memang surga buat para perokooook..du..du.du..

  22. Teguh Puja says:

    Yang selalu saya pikirkan setiap melihat iklan rokok itu cuma ini mas. Kalau ada kata “think forward” atau kata-kata lain. Itu seperti “ayo jangan lama-lama berpikirnya, merokok saja seperti kami, ikut menjadi keren seperti kami”

    Iklan-iklan itu lebih banyak dimaknai dengan salah kaprah oleh orang-orang kita.

  23. Dyah Sujiati says:

    Wah ini nanti bisa bikin kerjaan pak polisi jadi tambah banyak…

    • Mereka jadi sibuk mengurusi orang-orang iseng.
      Dan sepertinya keisengan sudah menjadi penyakit kebiasaan atas nama kreatif.
      Kemaren saya menegur wartawan via twitter dan cc Dewan Pers atas ulah wartawan yang menulis berita dengan kalimat yang iseng. [di sini]. Setelah itu media tersebut meralatnya tanpa meminta maaf ke publik. Tanpa punishment, jelas akan mudah terulang kembali.

    • Dyah Sujiati says:

      Mereka begitu (katanya) atas dasar ‘kebebasan berkreasi’.
      Ya mungkin karena masih dalam fase ‘euforia’, jadi lupa melihat sisi lain, lupa pakai otaknya juga.

    • Dyah Sujiati says:

      Udah lihat link nya pak. Kurang ajar betul itu!

      Tapi pak, waktu saya naik bus ke bungurasih, ada pengamen nyanyi ada kata-katanya begini lho : DPR = dewan penipuan rakyat

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: