Home » Selamatkan Anak Bangsa » Apakah “Anak Durhaka” Itu Memakai Foto Anakmu?

Apakah “Anak Durhaka” Itu Memakai Foto Anakmu?

Blog Stats

  • 2,054,288

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

–: Kasus akun facebook Meisya Candra Kartika :–

Bismillah …

Melalui jurnal ini saya ingin menyampaikan pesan bahwa berhati-hatilah mengunggah foto di internet, khususnya foto anak usia remaja. Perkembangan dunia cyber crime sekarang makin mengerikan. Foto-foto yang dicuri bisa dijadikan ajang fitnah terhadap keluarga Anda. Sekali foto masuk di internet, Anda tidak bisa menariknya lagi. So, jangan asal unggah foto di internet (tanpa memperhatikan setting privacy), kecuali sudah merasa dikenal luas dalam dunia nyata!

Foto-foto yang dicuri itu untuk keperluan apa saja?

  1. Cyber Bullying, dengan mempermalukan anak tersebut di ruang publik.
  2. Penipuan transaksi seks.
  3. Layanan chat sex, phone sex.
  4. Dipajang di situs-situs porno setelah di photoshop. [Sidomi News]
  5. Untuk tujuan komersil.
  6. Pelampiasan emosi dengan berlindung dibalik foto orang lain.
  7. … dan lain-lain.


Sebagai contoh kasus, saya tunjukkan beberapa screenshot status Facebook dari akun bernama Meisya Candra Kartika [link: facebook.com/meisya.kartika.98?fref=ts] di akhir jurnal ini. Saat jurnal ini saya tulis, akun tersebut memiliki 9,253 followers. Woww! Hampir semua statusnya jahil sekali bunyinya. Salah satu contohnya ini:

.
Berdasarkan hasil investigasi, foto-foto narsis yang di-unggah adalah bukan asli milik akun Meisya, namun hasil mencuri dari beberapa akun, salah satunya bernama Puput. (Maaf, tidak perlu saya sertakan link nama akun tersebut karena masih di setting terbuka/public. Kemungkinan pemilik aslinya tidak tahu kalau foto-fotonya dicuri). Dengan menggunakan fitur google image akan mempermudah investigasi atau penelusuran pemilik foto asli.

Di bawah ini ada 2 kemungkinan mengapa akun jahil tersebut menggunakan foto orang lain:

[Kemungkinan #1] Untuk Gain Follower agar bernilai jual tinggi.

Teknisnya begini: Puput mengunggah foto-foto narsis sendirian di facebook atau social media lainnya. Suatu saat ada orang yang mencuri foto-foto Puput, ia bikin akun baru dengan nama berbeda. Sasaran korban yang dicuri adalah akun yang memiliki puluhan foto didalamnya. Selanjutnya, secara berkala (misal 2 hari sekali) ia unggah satu-persatu foto curiannya tersebut di akun barunya itu untuk meyakinkan banyak orang bahwa ia adalah real. Paralel dengan kegiatan unggah foto hasil curiannya, ia memposting status-status penghinaan yang bertujuan untuk mencari sensasi demi gain follower. Demi apa? Gain Follower. Untuk kelak kemudian akun yang sudah mempunyai banyak follower tersebut dijual. Kerjanya setiap hari hanya menciptakan sensasi dengan karakter antagonis agar mendatangkan banyak pengunjung dan terpancing meninggalkan komentar di sana, yang mana untuk meninggalkan komentar harus mem-follow akun Meisya.

Ada banyak cara untuk gain follower sehingga akun social media-nya itu mempunyai nilai jual tinggi. Salah satunya ya dengan kemungkinan #1 tersebut. Tidak aneh memang kalau sering bermunculan akun-akun sarap pendulang sensasi, seperti akun Tuhan Cibi (Cherrybelle) yang berisi kumpulan ayat-ayat Tuhan Cibi. Cara lainnya untuk gain follower dengan memakai nama tenar seperti kasus yang pernah saya ungkap di sini.

Akun-akun berfollower banyak ini siap dijual atau berevolusi menjadi online shop penipuan, yang lebih sering menggunakan alamat Batam untuk penjualan gadget. Dengan jumah follower yang banyak ini untuk untuk meyakinkan calon pembeli bahwa online shop tersebut telah dikenal luas. Setelah penipuannya berhasil, akun tersebut akan dengan mudah mengganti nama akun menjadi nama online shop yang lain.

Akun-akun dengan banyak follower yang dijual ini juga menyasar pada caleg untuk media kampanye, grup band baru, brand produk baru, dan mereka yang pengen ngartis di socmed.

[Kemungkinan #2] Memang dasar anak durhaka.

Saya pernah membaca status – status yang menyampaikan rasa kekecewaannya atau kekesalannya terhadap orangtuanya, namun baru kali ini saya menemukan status – status seorang anak yang seperti kerasukan jin ifrit merendahkan dan menghina orangtuanya. Kemungkinan ia memang sengaja menghina orangtuanya, namun bersembunyi dibalik foto orang lain.

Berdasarkan kedua kemungkinan tersebut perkiraan saya cenderung kepada kemungkinan #1. Ingat sebuah ungkapan: “bila ingin cepat kesohor, kencingi sumur zamzam”. Beberapa kejanggalan saya temukan sehingga pilihan saya bukan pada kemungkinan #2. Tapi itu tidak perlu saya bahas di sini, nanti orang jahat yang baca jurnal ini akan belajar menutupi kejanggalan tersebut πŸ™‚

Namun, terlepas dari sifat pemilik akun tersebut, saya merasa miris karena yang me-LIKE status-status edan tersebut begitu banyak jumlahnya, bahkan sampai di atas seratusan. Apakah semuanya robot LIKE? Bisa iya, bisa tidak. Dalam pandangan saya, siapapun yang me-LIKE status-status gila tersebut adalah lebih durhaka dari pemilik akun Meisya Candra Kartika, karena sama dengan memberikan pembenaran dengan penuh kesadaran.

Lantas, bagaimana sikap kita terhadap akun-akun sarap seperti itu?

Ingat prinsip: “STOP Making Stupid People Famous!”
Maka Anda tidak perlu ikut waste time memberikan komentar di sana meskipun hanya sekedar menasehati, apalagi terpancing marah. Karena akun pencari sensasi tersebut memang dasarnya tidak butuh nasehat. Makin diomongkan, makin senanglah dirinya, karena ini bisa mendulang peningkatan follower, dengan memanfaatkan psikologis orang Indonesia yang (cenderung) ‘bersumbu pendek’. Apalagi untuk memberikan komentar di akun Meisya, Anda harus mem-follow-nya, nahh… jadinya malah masuk perangkap, yang hanya bikin bertambahnya jumlah followernya. Ini makin menguatkan pilihan saya untuk kemungkinan #1.

Anda hanya cukup melaporkan ke sistem administrator facebook atau me-REPORT ABUSE akun tersebut. Tidak perlu Anda follow untuk sekedar kepo. Ini berlaku untuk semua akun-akun gak jelas yang mencari sensasi dan menebar kebencian. Mari bangun budaya dan sikap seperti ini, sayangi waktu Anda.

Sekali lagi, bayangkan kalau foto-foto yang dipakai dalam akun sarap tersebut adalah ANAKMU.
Biasanya foto-foto yang dicuri adalah foto anak-anak yang tidak dikenal luas, sulit di-index di google, guna memperkecil kecurigaan.

Untuk menghindari pencurian foto anak kita itu caranya bisa dengan langkah pro-aktif, misalnya bangun prestasi anak, sehingga pers mencatat. Makin dikenal orang melalui berbagai liputan media massa, makin kecil kemungkinan orang iseng mencuri dan memanfaatkannya, karena pasti cepat ketahuan.

Kalau tidak mau dengan langkah pro-aktif di atas (tidak mudah memang), ya sudah … ajari anak men-setting privacy akunnya dengan baik. Atau bisa juga lebih ekstrim dengan tidak ada foto diri sama sekali, guna benar-benar menghilangkan resiko, sampai anak benar-benar mampu mengelola tanggungjawab-nya. Beres. Jangan biasakan anak bebas menjadi Selebriti Dinding, maksudnya narsis habis di wall akun social media miliknya. Kalau foto bareng-bareng mungkin bisa dimaklumi, misalnya publikasi atas kegiatan sosialnya atau sekolahnya.

Mari selamatkan anak-anak kita dari kejahatan dunia maya.

Salam hangat tetap semangat.
Iwan Yuliyanto
20.11.2013

.
——————————————————-
Screenshot beberapa status lainnya pada akun FB Meisya Candra Kartika. Perhatikan juga jumlah yang me-LIKE status-status tersebut:







.
[Clue]
Siapa Dibalik Nama Akun Meisya Candra Kartika?
Sila Check Di Sini

Advertisements

151 Comments

  1. […] dengan harga tinggi. Contoh kejadian dengan motif serupa untuk akun facebook bisa dibaca di sini https://iwanyuliyanto.co/2013/11/20/apakah-anak-durhaka-itu-memakai-foto-anakmu/ dan di sini […]

  2. mamad says:

    buat status kayak gitu paling bentar lagi yang buat status juga akan mampus dengan sendirinya

  3. fb aku tiba2 follower nya banyak gatau dri mana ?? trus ada beberapa foto aku yg diambil 😦

  4. Aulia Izzati says:

    Owh ternyata gitu. Untung baru tau tentang itu orang πŸ˜€ < kemana aja..hehe..

  5. XxX|Mafia_14|XxX says:

    Ternyata si tuan blogger mikirnya sama kaya gue, kadang bikin status yang agak kontroversional emang bisa bikin terkenal tapi ya terkenalnya juga yang bersih lah….

  6. Maaf, boleh minta link FB Puput via E-Mail? Saya masih penasaran dgn Misteri MCK ini.

  7. Istanamurah says:

    wahhh paling itu yang melakukan adalah orang yang tidak disayangi sama orang tuanya jadi ya kayak gitu

  8. fantastic put up, very informative. I ponder why the other experts of this sector don’t notice this.

    You must continue your writing. I am sure, you have a great
    readers’ base already!

  9. Boleh diberitahu link fb puput lewat email? Saya ingin mnyelesaikan kasus ini lebih lanjut

    • irfan says:

      [link di delete oleh blog owner, karena mengandung jebakan phising]

    • Itu link Meisya Kartika, mas Irfan.
      Yang dimaksud itu adalah link FB Puput (pemilik foto asli). Tapi sudah saya kirim via email kok.

      Soal FB Meisya Kartika.. sudahlah Report Abuse saja dan tinggalkan. Stop Making Stupid People Famous.
      Makin dibalesin makin seneng dia.
      Bayanganku, si admin Meisya Kartika itu cowok, FB-an sambil klebus-klebus ngerokok πŸ™‚

  10. anotherorion says:

    Sem, ana investigasi ngene iki kok aku keliwatan sih, #malangkerik

  11. Gw heran amha nih orang, bisa2 nya berkata begitu, !

  12. amannda says:

    Dy tuh banci πŸ˜€

  13. Usagi Yumi says:

    maaf, tp… Bisa beri tahu tentang akun fb milik ‘Puput’ tersebut? Saya sedang mencari kebenaran tentang hal ini

  14. wita says:

    Ah ini mah abg alay cari perhatian kaleee…kebanyakan nonton sinetron kali ya hihihi

  15. nyakitin juga. uh, punya perasaan gak sih yang bikin status? bikin status pedes gitu!
    aku kadang sebel sama ortu tapi gak segitunya kali…

  16. Titik Asa says:

    Met malam Mas Iwan,
    Sore ini baca twit yg model anak durkaha ini. Saya sih bener masih mikir, apa benar ada anak segila itu berkata ttg ibunya…

    Ya, kemungkinan bukan anak itu, kemungkinan bisa jadi saja anak itu.

    Hanya bisa ber-istigfar, semoga hal seperti ini tidak terjadi pada keluarga saya sendiri.

    Makasih share-nya Mas Iwan…

    Salam,

  17. masya Allah pak sy ngeri sekali dg ‘anak durhaka’ di atas. naudzubillahimindzalik. sy jg ngeri sekali dg kejahatan dunia maya. makasih informasi dan pencerahannya ustadz. semoga pelaku segera ditangkap dan ditindak tegas.

  18. kasamago says:

    udah masuk ranah cyber crime. udah wajib di tusbol, smg pelakunya lekas sadar.

  19. ngeri banget ya Pak..jadi mikir juga ih, pernah sih sekali dua kali ngupload foto anak…
    thanks ya Pak infonya..

  20. Saya malah mikir, siapa orang tuanya dan bagaimana mereka mendidiknya hingga bisa punya anak kayak begitu hehehe…. Bukankah ayam berasal dari telur ? #Eh….

  21. Statusnya menyeramkan… benar2 bikin orang berkunjung ke sana dan berkomentar (sesuai keinginan yang punya lapak).

    Jadi ingat, dulu teman pernah ngasih link tentang fans-nya ceribel yang isinya tuhan cibi, kitab cibi dsb, ini modelnya kaya gini juga kali ya mas Iwan?

    • Cerdas sekali.
      Memang itu yang diinginkan si pembuat akun, menciptakan sensasi, agar banyak yang menghujat, dan kalau mau menghujat harus menjadi followernya… masuk perangkap dah. Ntar jangan kaget kalo tiba-tiba (setelah sesuai target jumlah follower), akun tersebut tiba-tiba berubah menjadi online shop dengan buaanyak follower. Tentunya isi status-status sebelumnya dihapus dulu.

      AKun online shop hasil ginian itu biasanya digunakan untuk menipu. Calon pembeli akan yakin dengan banyaknya jumlah follower, yang itu dianggap sebagai indikator bahwa online shop ini telah dikenal luas dan terpercaya. Ingat, nama akun bisa diubah-ubah untuk menghilangkan jejak setelah berhasil menipu. Hari ini nama akunnya BatamSelularShop, kelak menjadi BatamCellulerShop, dan suatu saat bisa diganti BrastagiCellulerShop.

    • Sayang sekali ya mas Iwan, Kepintarannya digunakan untuk menipu…

    • Itu sih, bukan pintar, mbak, tapi jahil. Untuk bisa seperti itu gak perlu pintar IT.

    • Aku pikir karena pinter yang bablas, hehe…^^

    • WOW…makanya saya pernah nemu ada situs blogspot tentang Tuhan Smash, naudzubillah…

  22. Galmas says:

    Seharusnya media sosial itu digunakan utk bersosialisasi, bukan utk menebar keluh kesah

  23. DHS says:

    Mas Iwan, saya juga sering mencurigai akun FB yang bisa sampai dikomentari atau di-follow sampai puluhan atau ratusan ribu orang… Biasanya dia menampilkan foto2 yang saya pikir ajaib dan kadang berpikir agak tidak logis kondisi yang diperlihatkan di foto tersebut… Saya pikir pasti itu adalah trik atau manipulasi untuk mengumpulkan pengikut, untuk kemudian akun tersebut dijual setelah ganti setting/nama tentunya…

    Saya ingin sekali mengingatkan kawan2 saya supaya tidak perlu ikut mengomentari, tapi belum ngerti bagaimana untuk menjelaskannya.. Penjelasan Mas Iwan saya pikir bisa lebih mudah dicerna…

    Tks Mas…

  24. Setshuka says:

    sekarang namanya ganti lagi tuh bang… Jadi Megya Poetrii..
    Tetap hati” dengan segala urusan internet. Satu sisi bisa jadi penolong sisi lain bisa ngancurin… Ngerih ahh..

  25. leilaniwanda says:

    Pertama kali membaca, reaksi pertama saya pastilah kaget. Tapi begitu baca-baca lebih jauh, juga status-status yang lain (bisa terbaca walaupun belum berteman), kok curiga ini ‘settingan’. Soalnya menurut saya ada kejanggalan- kejanggalan yang entah sama atau tidak dengan yang disimpulkan Mas Iwan :). Tapi tetap saya tidak mengerti apa tujuannya, selain hanya iseng (soalnya saya pernah menjadi korban untuk hal serupa tapi tak sama, sudah bertahun-tahun tapi efeknya masih terasa sampai sekarang 😦 dan sepertinya motivasi si pelaku ya hanya iseng… sampai saya “dendam” dan kepengin bangun prestasi salah satunya untuk semacam memulihkan nama baik). Saya baru ngeh ketika ada yang komentar soal jual-beli akun ini di status teman, tapi sepertinya kebanyakan pe,baca masih lebih fokus ke betapa memprihatinkannya anak umur segitu menulis status yang tidak pantas. Akhirnya nemu pencerahan di sini :). Terima kasih, Mas.

  26. Oh la la ….
    saya gak faham masalah gain follower, whatsoever-lah…
    Tapi saya sudah pernah jadi korban, yang pertama sih emang FB buat jualan jadi ada yang hack gitu untuk semua langganan ada nomer HP dan langsung buat mass announcement yang saya kirim berkali-kali di halaman tersebut sehingag pelanggan saya tidak ketipu.

    Yang kedua, ada yang pakai nama lain tapi pakai foto saya lalu dia inbox istri teman saya seolah kami ada hubungan gitu…untuk si cowok teman saya dan tahu saya banget….

    Berhati-hati saja sih ya….tapi hal beginian mah bisa saja merekja sesukanya buat isengan gak cuma commercial karena saya kenal beberapa teman (saya anak IT jadi mayoritas teman saya cowok) yang nyuri foto akun cewek yang fotonya heboh gitu buat iseng saja..;

    • doni says:

      ngaku dengan bangga anak IT tp fbnya kecolongan wwkkwkwk

    • Bisa trrjadi kpd siapa saja lho…
      Indonesia saja disadap, Amerika sampai pernah mengalami blackout 2 jam ulah hacker.
      Jadi ga peduli siapa, apalagi cuma saya atau kamu…

    • Terimakasih sharingnya, mbak Hani.
      Pasti jengkel rasanya ya kalau foto-foto kita dimanfaatkan untuk ajang fitnah oleh orang jahat.
      Memang ada begitu banyak orang jahat di dunia maya, untuk itu benar-benar harus selektif dalam memilih contact. Dalam berinteraksi di internet memang harus super hati-hati, banyak jebakan yang bertujuan mencuri data-data pribadi kita.

      Untuk kasus MCK ini analisa saya cenderung berkesimpulan ia berupaya gain follower, saya investigasi dalam periode sehari di tanggal 17 Nov ada peningkatan sebanyak sekitar 1500an follower.
      Kalo ada waktu akan saya tulis tentang fenomena penjualan akun socmed.

    • Fenomena seperti ini saya pernah dengar, Om..akan tetapi tidak dengan cara seperti ini. Ada sih memang beberapa oknum yang menggunakan atau memamai status-status nyleneh untuk menarik perhatian market tertentu yang lagi kesana, gain follower….padahal ada banyak cara ya Om…

  27. status2nya ngeri
    duh..durhaka bgt dah tuh anak 😦

  28. fransisca says:

    apakah akun wordpress ini nantinya akan dijual juga jika punya followers banyak dari hasil memberikan berita2 heboh seperti ini?
    * cuma ingin tau saja πŸ™‚

  29. Saya baca dari facebook link ke tulisan Pak Iwan yang ini. Semakin banyak aja cara haram untuk mendapatkan rezeki ya… Saya juga beberapa saat lalu mengamati akun palsu, supaya cepat tenar biasanya pasang foto palsu dan status pekerjaan yang bonafid seperti dokter. Saya juga ikut memanfaatkan “ketenaran” mereka untuk ikut meningkatkan traffic kunjungan ke facebook dan web rumahsakit saya pak, hehe, caranya menjadikan mereka sebagai teman. Ternyata manjur benar…

    • Hahaha… smart sekali, pak Widodo, pinter memanfaatkan peluang.

      Dulu ada kasus dokter palsu yang banyak makan korban follower-nya di twitter, saya lupa nama akunnya. Nanti kalau ingat akan saya share.

      ****
      dr Ryan Thamrin, Host DR OZ Indonesia yang ditayangkan di salah satu stasiun TV itu saja juga ada yang malsuin akun twitter-nya.

      Akun @ryanthamrin = 118 ribu follower
      Akun @dr_ryanthamrin = 95 ribu follower

      Di antara dua akun itu hanya salah satu yang asli. Dari bio profile-nya sudah kelihatan mana yang asli πŸ™‚
      Jadinya kasihan kalo mendapat informasi kesehatan yang sesat dari dokter palsu.

  30. acountnya sudah g bisa di buka om

  31. aisyah says:

    Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah,

  32. titintitan says:

    πŸ˜₯

    spicles.

    astaghfirullahal’adzim..

  33. […] tadi, saya cukup kaget pas baca blog Pak Iwan Yuliyanto. Infonya dapat dari Mak Myra Anastasia. Jadi, critanya, ada satu akun FB yang isinya haduuuh, […]

  34. araaminoe says:

    Astaghfirullah..
    Ya Allah.. Lindungillah kami dan generasi penerus kami dari hal hal yg membodohkan akal dan iman, amin..

  35. heri says:

    btw meisya candra itu siapa ya

  36. haduuh anak jaman sekarang emang kaya gini, biar gaul katanya.

    senakal-nakalnya saya sama ortu saya sendiri sih, paling hanya sebatas ngebandel saja sih, itupun ga sampe diumbar-umbar sampe separah ini juga. sebel sama ortu itu sebenernya ya wajar-wajar aja, cuman cara nanggepinnya itu… -_____-

  37. aishaputrina says:

    sedih banget baca status2 itu pak iwan T_T

  38. siskasakti says:

    Ijin share ya mas Iwan,,, thanks

  39. AgungBL says:

    terima kasih mas Iwan, bagaimanapun ini sangat penting.
    kalau ada fb status yg aneh dan tidk pantas memang sebaiknya lgs direport abuse…

  40. Mas, akun si bocah fb yang kontroversial itu sudah banyak yang menilai palsu, baik:
    1. Itu akun buatan orang lain yang mengarang nama dan asal mengambil foto, ataupun
    2. Itu akun bocah yang benar-benar ada, tetapi dibajak.

    Kebanyakan menilai seperti itu karena gaya bahasa statusnya yang seperti laki-laki.

  41. dinasulaeman says:

    TFS pak Iwan.
    Sekedar curhat, saya dan keluarga selama ini sangat hati-hati publish foto, yang dipublish yg baik2 saja dan menjaga aurat, tapi akhirnya tetap saja jadi korban pemakaian foto secara illegal; meski modusnya beda lagi. Foto saya dan anak-anak dipasang dengan judul-judul provokatif ‘penganut aliran sesat’ atau ‘layak dibakar hidup-hidup’ ..dan yang mempublishnya, termasuk menshare-nya justru akhwat-ikhwan dan orang2 yg mengaku Islam.. laa hawlaa walaa quwwata illa billah..
    Semoga Allah membalas perilaku semua penjahat di dunia maya, baik yang blak-blakan ‘durhaka’, maupun yang berkedok Islami, dengan seberat-beratnya ganjaran.

    • Saya jadi kuatir mental anak-anak (Kirana & Reza) kalau tahu hal yang demikian, misalnya menjadi was-was di tempat keramaian.
      Apakah sudah dicoba menempuh jalur hukum, bu Dina?

      Oiya, tentang siapa dibalik nama akun Meisya ini, clue-nya di sini.

  42. Ternya komen di kolom wp terbatas, sebaiknya bapak merujuk langsung ke sumber tulisan ya, Pak.

    Ada kasus yang agak mirip, sama-sama nyerang tapi bedanya yang ini dibungkus dengan wadah islami. Masih hangat beberapa hari ini dikabarkan difacebook. Di akun facebook seorang ikhwan disebutkan bahwa awal kasus dari muluhan tuduhan syi’ah yang berkepanjangan. Sampai ada akhwat yg ikut komentar dalam status ikhwan tsb, kemudiaan ada seorang ummahat yang menasehati, dari mulai batasan antara ikhwan akhwat sampai ujung2nya komentar bilang akhwat tsb pela***. Kasar banget. Yang sepertinya ga mungkin keluar dr mulut seorang ummahat. Bisa meluncur kesini pak.. [Facebook]

  43. Saya ikutan shareeee yaa pakkk
    Jazzakallahu khoiran

  44. Bahaya, ini termasuk pencemaran nama baik kan pak? Seharusnya dia bisa terkena Pidana terkait Pasal Pencemaran Nama Baik, ada artikel mengenai Pasal tersebut pak, saya copykan disini, ya.

    Pidana Penjara dan Denda terkait Pasal Pencemaran Nama Baik dalam UU ITE
    Oleh: Ronny, M.Kom, M.H (Ronny Wuisan)
    [Penulis adalah seorang LawBlogger/ Praktisi Hukum Telematika di Indonesia]

    Ini artikel lengkap terkait Pasal Pidana, bisa langsung meluncur pak.
    http://www.p2kp.org/pengaduandetil.asp?mid=740&catid=6&

    *edited*

    • Terimakasih sharingnya, mbak Winda.
      Memang ini masuk ranah penghinaan. Tapi dalam sebuah proses hukum harus jelas: (1) siapa yang menghina; (2) siapa yang dihina; (3) bagaimana bentuk penghinaannya, sehingga pemberian tuntutan / sanksi hukum-nya jelas. Kemudian harus ada delik aduan bahwa yang dihina itu melaporkan yang menghina itu ke pihak yang berwajib.

      Lha dalam kasus ini khan gelap. Yang menghina itu tidak jelas siapa orangnya, sebab pakai nama palsu dan foto-foto palsu. Kemudian yang dihina juga tidak jelas ibu yang mana. Jadi akan sangat sulit proses hukumnya. Tidak jelas siapa yang harus diseret.
      Kecuali kalau kasusnya itu melibatkan orang yang nyata-nyata jelas identitasnya. Contah kasusnya adalah seperti yang pernah saya sharing di sini: Kasus Benhan.

  45. ijin share Pak. matur nuwun.

  46. Marsahid AS says:

    ada satu tujuan lagi, pak. Akun tsb akan berevolusi menjadi Akun ONLINESHOP PENIPU yang biasanya jualannya HandPhone/Elektronik. Saya seringkali di-add akun-akun seperti itu. Cirinya biasanya akun itu menggunakan Photo-photo Wanita Cantik baik seperti di atas bahkan ada yg berjilbab/Muslimah. Biasanya photonya ga banyak, hanya beberapa dan tidak ada album photo. Nanti setelah Friend dan Follower nya banyak, tanpa banyak yg sadar, akunnya berubah nama menjadi XXXX Cell ato XXXX Electronic dengan alamat Batam,dsb.

    • Tepat sekali, mas Marsahid, kecenderungan online seller penipu ya demikian itu.
      Mereka beli akun facebook / twitter yang mempunyai banyak follower, dengan jumlah follower yang banyak itu dirasa bisa sebagai modal untuk meyakinkan korbannya.

  47. Foto saya juga pernah dipakai di akun facebook orang dulu, sebelum kemudian foto-foto tersebut saya lock untuk umum. Isinya, dia, dengan foto saya, memasang status-status yang nakal dan mengagetkan. Kangen dengan lelaki yang tidak saya kenal, digoda oleh lelaki dan meladeni, dan lain sebagainya. Akhirnya saya laporkan, report abuse, dan akun tersebut sudah dihapus oleh facebook, alhamdulillah.

    Stop making stupid people famous. They’re not worthed.

  48. dezia says:

    haduh haduh haduh.. otak saya kram, ritme jantung naik.. *istighfar* Jalan pintas buat jd selebriti itu ya gininih.. jadi orang gila. Tontonan jadi tuntunan πŸ˜₯

  49. raditya says:

    Pak, tujuan dari Gain Follower setelah dijual dan diganti profilnya itu apa?

    • Tujuan Gain Follower itu apa?
      Ya meningkatkan jumlah follower (jumlah yang nge-Like).

      Trus kalo dah banyak jumlahnya buat apa? Ya dijual.
      Berapa harga jualnya? Googling saja, dengan keyword: jual akun facebook

      Kok ganti profile?
      Kalo kamu punya facebook, coba hapus semua isi postingan, kemudian ganti akun profile-mu menjadi sebuah nama band baru atau caleg buat ajang kampanye, kemudian coba jual akun tersebut ke mereka. Biasanya mereka butuh jumlah follower di atas 20 ribu-an.

    • Iya, sependapat dengan pak Iwan. Makin banyak trik aja sekarang. Jadi hati-hati dan waspada harus ditingkatkan. Supaya bijak menanggapi sesuatunya.

  50. ukepoet says:

    Itu penyakit orang kita Mas. Semakin “stupid” semakin “terkenal”. Biar jadi bulan-bulanan dicaci maki, tetap saja ujung2nya jadi selebritis.

    Saya coba cari akun ybs tapi tidak ketemu mas, mungkin memang tujuan #1 yang pengen dikejarnya. Tapi sedih juga ya kalau cari sensasi sampai mendurhakai orang tua seperti itu? Dan likersnya juga banyak lagi 😦

    • Orang tersebut lari, mengganti link profile (nama akun ID) dengan membawa 9 ribuan follower (yang siap jual).

      Sebab kalau di suspended oleh admin, maka begitu halaman tersebut di klik maka akan muncul penjelasan bahwa akun tersebut telah di-suspended. Nyatanya tidak ada, yang artinya dia telah melarikan diri.

  51. Bukannya ini berarti anda (Penulis artikel) tidak menerapkan falsafah β€œSTOP Making Stupid People Famous!” ?

    Dengan menulis artikel ini, bukannya semakin bnyk org yg penasaran dgn akun si MCK ? (Lho, kl disingkat namanya lucu jg ya ? :D)

    Just my 2 cents…

    • BIG NO!
      Sepertinya Anda tidak baca keseluruhan artikel, atau sudah baca tapi belum memahaminya.

      Di situ sudah jelas kalimat yang saya tulis:

      “Lantas, bagaimana sikap kita terhadap akun-akun sarap seperti itu?”

      Saya tulis “akun-akun”, artinya saran ini bukan hanya ditujukan untuk akun MCK, tapi akun-akun yang lain yang sifatnya sarap demi gain follower. Dan Alhamdulillah, akun MCK sudah dead.
      Namun tidak menutup kemungkinan di kemudian hari akan muncul akun-akun yang caper atau cari uang dengan jalan penghinaan, blashpemy, dll. Maka untuk itulah saran tersebut saya sampaikan, yaitu: REPORT ABUSE. Semoga penjelasan dalam jurnal ini bisa dipahami sebagai pelajaran, bukan mem-provokasi untuk ikut komentar. Begitu, mas πŸ™‚

  52. Pelajaran yang berharga, pak Iwan….
    Sebagai (calon) orang tua, saya mesti berhati-hati dengan pergaulan anak di dunia maya.

  53. Haryo Wicaksono says:

    Mas Iwan, berdaarkan investigasi (baca: kepo-an) saya, Meisya Chandra Kartika memang ada, hanya saja akunnya dibajak oleh orang lain.
    Meisya yang asli sempat membuat akun baru dengan nama yang sama, dan dia mengonfirmasi hal ini. Tapi akun Meisya asli sekarang tidak ada di facebook

    • (1) Akun Meisya yang asli dibajak
      (2) Tapi kemudian pembajak itu menggunakan foto-foto Puput, dan pembajak mengakui hal itu lewat statusnya.

      Maksudnya “akun Meisya asli sekarang tidak ada di facebook” itu apa, mas Haryo?

    • Haryo Wicaksono says:

      Fotonya ada yang pakai foto Meisya asli juga Pak Iwan, jadi si pembajak ini mengambil foto banyak orang (termasuk foto Meisya asli), bukan hanya Puput. Kalau yang di profile picture itu dia pakai foto Meisya asli.
      Akun Meisya asli tadi sudah saya search di facebook, tapi tidak ditemukan.

    • Kurang ajar memang nyolongin banyak foto orang lain.

      Pagi tadi saya lihat akun “Meisya Candra Kartika” sudah di suspended oleh admin, atau bisa jadi ia mengubah alamat profile-nya (akun ID) untuk menghilangkan jejak. Sayangnya di FB gak ada tools yang dikembangkan untuk menelusuri jejak yang hilang. Kalau di Twitter ada fitur, jadi meski akun tsb ganti nama akun, tetap bisa dideteksi dg menggunakan tools.

      Saya masih yakin, pembajak akun Meisya itu lari dg membawa 9 ribuan follower, sebelum sempat di suspended.

    • Haryo Wicaksono says:

      Ini alamat fb nya Pak Iwan, padahal pas saya baca jurnal mas Iwan tadi saya browsing ke akunnya dan masih bisa dibuka, sekarang sudah tidak bisa, hehe..
      https://www.facebook.com/meisya.kartika.98

    • Lha alamat itu sama dengan yg saya link di jurnal.
      Sepertinya alamatnya telah dialihkan untuk menghilangkan jejak, dengan membawa 9 ribuan follower.
      Bukan di-suspended, sebab kalau di suspended akan muncul pesan: “This account has beed suspended”

    • Haryo Wicaksono says:

      Iya maksud saya itu akun MCK yang dihack.. πŸ™‚

    • Mas Haryo, barusan saya telusuri lewat google cache, terungkap jelas siapa dibalik nama akun Meisya, tertulis: Pramudya Ivan.
      Kuliah di Politeknik Negeri Bandung. Tinggal di Jakarta.
      Riwayat bisa ditelusuri via Google.

      Cekidot: https://iwanyuliyanto.wordpress.com/?attachment_id=3319

  54. duh serem juga ya foto dipake buat ngehina2 gitu. 😦 kasian yang aslinya ga tau apa2.

  55. lambangsarib says:

    Foto2 adik saya pernah dipakai orang lain. Ngeriii kalau ngingat masa itu..

  56. lindaleenk says:

    Oh itu akunjadi-jadian ya
    Sempat baca status2 dia, ga berminat untuk komentar krn waktu itu berpikir kalau itu akun caper aja..
    Duh semoga dijauhkan dari yg kayak gini.. 😐

  57. genthuk says:

    wis, wis, dunyo tambah suwe tambah edan gak ketulungan, terima kasih pak share-nya.

  58. pemikirulung says:

    sedih banget sih. bukan cuma like. itu yang nge-share jumlahnya berlipat dari like-nya. sebenernya yang durhaka banyak. kasian sih anak remaja sekarang

    saya juga pernah mengalami sih pak, ada orang punya fb namanya pakai nama tengah dan nama belakang saya, yang beda nama depannya doang. ga mungkin banget. secara nama saya kan ga pernah (sejauh ini) ada yang nyamain. secara nama aneh. dan dia pakai foto saya di cover photo fb-nya. padahal saya aja ga pernah pasang poto pribadi di cover photo, rasanya narsis banget soalnya. untungnya itu sih kayanya orang iseng doang

    bener banget tuh, kl ada status aneh, atau poto ga layak ga usah ramai-ramai dikomen nasehat, maki2 atau apapun. saya pernah lihat poto menghinakan Quran di fb, trus pada maki2 dsb. kl saya sih langsung report aja ke fbnya ini poto ga pantas

    • Han says:

      astagfirullahal adzim.. mending langsung laporin ke polisi aja, Biar Kena batunya, masak menghina Al-Qur’an..

  59. Reblogged this on γ‚γ•γŽγˆγ‚“γ΄γ€ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    Astagfirullah.. benar” pemikiran sesat dengan adanya Gain Follower!

    Salah satu alasan kenapa akun pesbuk saya remove a/ untuk menyelamatkan data” pribadi. Jazakallah buat postingan kritisnya, Pak Iwan. Semakin mantap aja, tulisannya. Izin share linknya πŸ˜€

  60. lazione budy says:

    waste time.
    dunia maya ini luas tak terhingga akan selalu ada baik dan buruk, buang jauh-jauh yang kiranya merusak otak kita. Pilih teman dengan bijak sobat!

  61. Ani says:

    Tanpa foto di fb sepertinya sudah mustahil sekarang (matinya privasi), satu2ya opsi adalah tidak punya akun sama sekali…gosipnya/atau sudah? Nanti di fb akan ada syarat yang punya akun perlu verifikasi kartu identitas dan harus nama asli. Entah bagaimana kalau ini diterapkan. Hahaha…..

    • Socmed yang mempersyaratkan adanya verifikasi kartu identitas tentu akan membuat setiap penggunanya untuk lebih bertanggungjawab atas isi / konten miliknya, dengan demikian akan menghilangkan akun-akun pseudonym. Ini ideal sekali.
      Namun sayangnya, dalam situasi hukum tidak bisa diterapkan dengan adil, supremasinya berada di titik memprihatinkan, maka persyaratan ini justru akan membungkam kebenaran, karena menyangkut nyawa.

  62. neng fey says:

    astagfirullah, sedih liatnya mas!!!

  63. onits says:

    si puput-nya udah dibilangin belon? itu lebih penting. supaya fotonya dibikin utk kontaknya aja.

    tapi jangankan foto publik mas. jaman sekarang kontak sendiri aja bisa ngembat & pajang2 foto kita di tempat umum. udah 3 orang kontak saya yg begitu. judulnya bikinin online profile buat saya -_-

    makanya skrg saya gak pasang foto apa2 di fb kecuali profile picture yg kecil bgt.

    • Si Puput terakhir update status 21 October 2012 (akun 1, sepertinya ditelantarin) dan 2 November 2013 (akun 2).
      Ketemu akun itu dari search google image.
      Ngasih tahunya gimana ya? Tertutup kolom komentarnya dan sepertinya hanya untuk kontak-nya.
      Saya juga gak bisa ngirim Private Message.
      Hanya saja galery foto-fotonya terbuka untuk publik, banyak sekali. Akun 1 ada 274 foto, akun 2 ada 315 foto. Meski demikian kita (yang bukan kontak-nya) tidak bisa meninggalkan komentar. Namun, publik bisa berkesempatan buat nyuri foto-fotonya.
      Saya barusan coba “add friend” dulu untuk ngasih tahu kalo ntar di-accept.

      Seperti yang saya sampaikan di atas yang paling aman memang gak ada foto sama sekali.
      Profile picture yang diperkecil size-nya itu sepertinya lebih aman ya, mbak, sebab resolusi kecil kalau di-edit orang akan terlihat pecah-pecah hasilnya.

    • Dyah Sujiati says:

      Sekarang ada software, pak. Bisa memperbesar resolusi gambar dengan gambar tetap utuh, tidak pecah.
      Jadi meskipun kecil, sama resikonya.

      Hem saran aja sih, bagi yang tetep pengen upload foto entah karena alasan apa, salah satu cara agar ‘aman’ uploadnya foto bareng-bareng. Hehe

  64. Ya ampuuun…ada aja ya yang cari kesempatan dalam kesempitan. Aku cenderung berpikir ke kemungkinan yang nomor satu sih, mas. Dan setuju banget, stop making stupid people famous. udah terlalu banyak di Indonesia.

  65. nyonyasepatu says:

    mas Iwan, gilaaa banget, merinding bacanya 😦 gak kebayang ibunya dimaki2 gitu walo dgn alasan yang entah apa 😦

  66. Jihan Davincka says:

    Astaga, beneran ada yang kayak gini -_-

  67. bimosaurus says:

    Mas Iwan beraksi kembali. Cukup jeli mas. Pencurian foto untuk membuat fake profile memang banyak terjadi di mana-mana. Memanfaatkan nafsu narsis dari para pengunggah. Ya memang harus hati-hati.. masih mending jika foto tidak diedit jadi aneh-aneh.. Coba diedit aneh-aneh dikirimkan ke rumah ortu apa nggak jadi tambah repot

  68. Antagonis, cuma cari sensasi sampah. Biar bohong ataupun betul, ini do’anya yang terdengar…..

  69. Astagfirullah,…
    entah siapapun yang ngetik status seperti itu, mungkin dia lupa kalau dia punya Tuhan *eh jadi keluar jalur

  70. nurme says:

    Astagfirullah.. Mengerikan Mas.
    Makasih infonya

  71. Enje says:

    yahelah… ada anak kayak begini O_o

    • Bukan anak seorang, tapi banyak anak.. lha yang nge-LIKE itu jumlahnya ratusan. Udah tahu status sarap kok di-LIKE.

    • joeliaani says:

      kl baca komennya sepertinya yg nge like gak semuanya yg setuju atau menyukai akun tersebut, banyak juga diantaranya niatnya mungkin berbaik hati menasehati atau malah menghujat si pemilik akun, tapi mereka gak nyadar aja kl mereka sdh di manfaatkan, yang terbaik mungkin mengabaikan akun2 aneh spt itu be smart dehh… πŸ™‚

  72. havban says:

    mau koreksi grammar pak.. hehe..

    Ingat prinsip: β€œStop make stupid people famous!”

    mustinya : “Stop making stupid people famous!”

    karena tidak bisa ada dua verb dalam satu kalimat tunggal, jadi yang satu lagi musti berubah atau ditambah to di depannya.

    soal report abuse.. um.. kayaknya percuma, karena tulisan yang dia tulis itu cukup anonim… gak ada yang bisa benar2 tersinggung juga.. dicuekin aja kali ya..

    • Grammar-nya sudah dikoreksi, mas Febi, terima kasih.

      Soal report abuse, anggap saja membantu ortu dan anaknya yang fotonya dicuri.
      Memang status yang dibikin tidak secara jelas ditujukan ke siapa, jadi ya tidak perlu dikomentari (dinasehati atau terbawa emosi), cukup report abuse saja, biar cara kotor seperti ini gak jadi budaya di dunia socmed.

  73. Badai says:

    Mas Iwan, saya juga sempat curiga kalo akun Meisya ini fiktif, dan dalam hati berharap “semoga mas Iwan kelak mengupasnya”

    Dan ternyata semesta mengabulkan, hehe.. Thanks for sharing, mas! ^^

    • Makin mencoloknya adalah status-status panas yang dibikin itu memang sengaja untuk memancing publik meninggalkan komentar apa saja. Naah, untuk ninggalin komentar harus mem-follow-nya. Ini perangkap.

      Begitu followernya sudah puluhan ribu sesuai target calon klien yang akan membelinya, maka ia akan menghapus semua postingannya hingga bersih.
      Setelah bersih, dilakukan serah terima dengan klien pembelinya.

      Maka jangan heran kalau tiba-tiba ada akun band baru dengan 20 ribu followers. Atau bisa juga caleg, yang menjadkan akun yang dibelinya itu sebagai information center. Dan bisa juga produk franchise terbaru, atau fanspage marketplace, dll… yang semuanya sudah mempunyai 20 ribu followers.

    • Dyah Sujiati says:

      Kalau saya malah sering bercanda kalau ada yang tanya soal fb atau twitter. Saya jawabnya : belum beli fb / twitter. Eh ternyata beneran ada yang jual ya sekarang. πŸ˜€
      Semesta mengabulkan. *lho?

  74. jampang says:

    wah… baru tahu nih, pak. saya jarang buka facebook berlama-lama.

    akun itu emang nggak bisa dilaporin biar diblokir yah?

  75. ibuseno says:

    saya juga lbh percaya ke analisa yg pertam Mas Iwan..
    ini akun di curi dng tujuan kemudian akunnya di jual lagi.
    tp kalau tidak salah kan bisa report ke fb nya akun palsu ini ya mas ?

    • Bisa, teh Icho.
      Sejak kemaren saya juga sudah report abuse. Tapi sampai sekarang masih hidup itu akun. Mungkin perlu butuh banyak pasukan report abuse nih untuk meyakinkan sistem administrator..
      Tapi kelemahannya facebook, pemilik akun tersebut bisa dengan segera menghilang (untuk menghindari report abuse massal) dengan cara mengganti nama akun dengan tetap membawa ribuan follower.
      Konten bisa dihapus, yang penting baginya ia sudah punya banyak follower untuk dijual ke perusahaan yang launching produk baru, politisi, atau grup band.

    • ibuseno says:

      Oh yaya.,. bener, link profile juga bisa diganti koq ya, jadi mungkin sebentar lagi akun ini akan menghilang kalau memang yg ke #1 itu tujuannya.

      Kasian aja pemilik foto, pelajaran juga buat kita sbg orng tua buat cek akun socmed anak2 kita. TFS Mas Iwan

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: