Home » Motivation » Penyebab Tertutupnya Pintu Dakwah

Penyebab Tertutupnya Pintu Dakwah

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Bismillah …

Komik Fan Page Lingkar Komik Edisi “Dakwah Dunia Maya”, 22/11/2013 :



Pernah bertemu orang seperti ini? Atau jangan-jangan kita sendiri?

Melempar ayat dan hadits layaknya batu berlian yang amat keras, ke wajah saudara kita. Alih-alih terpesona dengan berlian itu, darah yang mengucur menumbuhkan emosi, dan benci di kemudian hari…

Setelah itu, apapun yang kita katakan, sebenar apapun, akan tertolak olehnya. Bukan, ia bukan menolak kebenaran. Ia menolak, karena kita-lah yang menyampaikannya. … Sampai di sini, pintu dakwah pun tertutup.

“Maka berkat rahmat Allah, engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka.”
[QS. Ali Imran: 159]

.

Agama ini memang tegas, tapi juga lembut. Berlembut hatilah. Dakwah itu seharusnya menjadi pemahaman baik. Bukan malah berakhir saling bermusuhan atas nama ‘bendera’ harokah. Para ulama zaman dahulu pun juga biasa berbeda pendapat, namun ketika bertemu (baca: debat) caranya sangat ma’ruf… mulai dari saling memuji, menghormati, bahkan mengalah.

Saya teringat rangkaian tweet seorang sahabat [@dailynomous] :

“.. di Tabligh saya diajarkan berlemah lembut,
… di Salafi saya diajarkan perihal runutan ilmu,
… di Ikhwani dan Jihadi saya diajarkan pergerakan,
… di Nahdatul Ulama saya diajarkan untuk bijak,
… di Muhammadiyah diajarkan konsep manajemen ke-Islam-an.
… belajar filsafat, untuk mengenal pemikiran musuh-musuh Islam, mengkorelasikan dengan ayat-ayat suci dan kemuliaan sunnah.
Mengenal Islam bersusah payah, tidak dari lahir, dan tidak karena faktor keturunan. Buat saya, ilmu ada dimanapun dan harakah apapun.
Yang membuat gelisah ditanyakan kepada yang berilmu, bukan satu melainkan beberapa, hingga taqlid buta tak hinggap di dalam diri.
Sungguh luar biasa, marahnya para ulama tentu berbeda dengan marahnya kita yang fakir ilmu. Analisa dan jauh dari hawa nafsu yang hadir.”

Mari refleksi, apakah kita belajar Al-Qur’an dan Hadits itu untuk diamalkan atau hanya untuk senjata ketika berdebat. Luruskan niat, gapailah ridha-Nya.
Mari kita rapatkan barisan, seperti rapatnya shaf dikala kita berbaris bersujud kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang memperbaiki diri.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
24.11.2013

Advertisements

36 Comments

  1. Hahaha
    MasyaAllah Tabarokallah
    Baru kali ini berkunjung, blognya bagus sekali,..

  2. anotherorion says:

    Hahaha ngene iki sing tobat, kaya kancane dewe kae lho mas, untuk beberapa hal memang dekne bagus untuk referensi ilmu agama, ning beberapa hal lain, terutama urusan soal ngafir2ke kae aku sik jijik, wajar wae kan akhire akeh sing kontra, n omongan2e dekne mung dadi lelucon

    #SingPentingIslam

  3. lazione budy says:

    ngomong pada tempatnya…
    mari amar makruf nahi mungkar

  4. jadi berdakwah itu harus yang lembut. tidak boleh langsung menyalahkan dan menghakimi salah, dosa, kafir. nanti malah sakit hati. teman mengajiku sering begitu. dia mendakwahi dengan menyalah-nyalahkan terus. aku jadi sakit hati dan gak suka sama dia. sekarang aku jadi nggak nanya-nanya. lebih baik pindah nanya ke teman mengaji yang perhatian.

  5. saya pernah sharing di facebook .komik tentang urgensi hijab dan bagaimana hijab yang benar bagi wanita. langsung ada yang komen, ngasih dalil haramnya gambar sesuatu yang bernyawa. 😀

    makasih pak Iwan, saya setuju dengan pemikiran antum.

  6. Raf says:

    Sebentar dulu, gimane ceritanye filsafat bisa jadi musuh islam? Tendensius banget.

  7. Terima kasih sudah mengingatkan dan berbagi, pak 🙂

  8. SubhanAllah, jadi maluuuuu… Duh, nampol banget nih Pak. Karena memang, kadang rasa ujub itu datang tanpa diundang. Terima kasih udah mengingatkan kami, Pak 🙂

  9. Yudhi Hendro says:

    Keindahan dan kelembutan Islam terkadang tertutup oleh perilaku umatnya…bagus pak postingannya untuk mengingatkan diri saya

  10. kasamago says:

    vote aktual, ibara dagang. produkny sebenarnya bagus, tp salesnya g bener y jls susah laku tuh produk.

  11. Bener Mas Iwan…Jika ada sesorang yang menyampaikan hal yang benar ke kita tapi degan cara yang ngga bijak, sering malah mental, artinya, ngga cuma benar tapi caranya juga harus baik dan santun…

  12. mintarsih28 says:

    pintu dakwa tertutup krn adanya perubahan sikap pragmatis dari qiyadah dakwah, dulu bilang A haram skarang bilang A boleh. contohnya dulu money politik haram skarang boleh krana itu uang transport,bla bla bla…

  13. nurme says:

    Katanya dakwah itu tidak harus melalui kata-kata, tapi dari sikap dan prilaku kita.

    Tapi sayangnya dalam Islam sendiri sering ada permusuhan, atau menganggap bahwa dia ga bener saya bener. Padahal kan walahualam siapa yang diterima oleh Allah kelak.

  14. Dailynomous says:

    Ternyata twit saya ada yang baca juga pak, padahal itu mengalir saja T_T alhamdulillah jika bermanfaat.

  15. jaraway says:

    hihi.. kemarin liat temen2 share komik ini antara jleb2 ama kesian..

    =D

    semoga terlindung dari hal2 seperti itu..
    di dimay memang rentan..

  16. quinque says:

    Reblogged this on quinque.

  17. titantitin says:

    #NtMS

    jazakallah 4 sharing ^^

  18. abi_gilang says:

    Pintu dakwah tertutup karena tertutupnya hati dari keikhlasan untuk melakukan segala sesuatu dengan lillahi ta’ala. Menyampaikan nasihat agama dengan tujuan pertama membuat status socmed-nya menjadi lebih agamis bukan untuk diikuti dalam kehidupannya sendiri. Terima kasih sudah membuat postingan seperti ini Pak iwan.

  19. jampang says:

    kemarin lihat karikatur tentang ormas islam yang masing-masing bagi tugas dan bidang… keren juga tuh. cuma saya nggak nyimpan

  20. Dzulfikar says:

    ustad wp hehehe

  21. Jihan Davincka says:

    Langsung berkaca ke diri sendiri hehehehe :D. Thanks for reminder Pak 🙂

  22. araaminoe says:

    Yaa..Jangan sekali kali berasa paling suci sendiri dan memberi cap kafir pd yg lain tp nyatanya seblknya. Mari beristigfar untk kemdn berbenah diri menjd lbh tawadhu’.

    • Ada pesan dari Ust. Salim A.Fillah melalui twitter untuk kita semua:

      • “Kita kadang merasa lebih benar, lebih baik, lebih tinggi, dan lebih suci dibanding mereka yang kita nasehati.
      • Hanya mengingatkan kembali kepada diri ini: jika kau merasa besar, periksa hatimu. Mungkin ia sedang bengkak.
      • Jika kau merasa suci, periksa jiwamu. Mungkin itu putihnya nanah dari luka nurani.
      • Jika kau merasa tinggi, periksa batinmu. Mungkin ia sedang melayang kehilangan pajakan.
      • Jika kau merasa wangi, priksa ikhlasmu, mungkin itu asap dari amal shalihmu YANG HANGUS DIBAKAR RIYA’.”
  23. Ketinggalan satu : Hanya sayang mental untuk saling introspeksi dan mengalah itu sudah kian pudar dikalangan bangsa kita, yang ada merasa dirinya atau pahamnyalah yang benar, yang beda dianggap sesat atau kafir.
    Para netter juga banyak yg menebar kebencian terhadap satu kaum yang dianggapnya berbeda, sedangkan netter lain tanpa bertanya dulu atau berpikir (karena sudah malas dan buru2) mengiyakan saja bagai kerbau dicucuk hidungnya.
    Memang benar, agama harus disampaikan, hanya caranya yang anggun. Tidak sok lempar ayat (yang sering asal comot) sembunyi tangan alias menghilang entah kemana dan sok sembunyikan identitas dirinya sendiri. Itu yang membuat saya pribadi tidak simpati malah merasa ilfil dan membatin “amit2 jangan sampai ketemu dia di alam nyata.” Lebih2 acap banyak yg memposting hal2 positif dan agamis, tetapi ternyata ketika berjumpa langsung, eh…ternyata dia sering lebih brengsek dibandingkan kita-kita dalam berperilaku.

    Pencerahan yang dicari, bukan penghakiman atau dikit2 dikata kafir, sesat dst..dst.

    *Eh, jadi panjang*

  24. Ustad google dimana2 bertebaran kan Mas?

    • Selama yang disampaikan mengandung kebenaran ya gak papa kita terima, siapa tahu ada yang mis dari kita saat nge-googling.
      Tapi terkadang banyak juga ustad google itu mengambil referensi hanya dari golongannya sendiri, tidak obyektif melihat permasalahan lebih luas, sehingga mudah sekali nge-judge padahal dalilnya dangkal.

    • Na toe dia Mas…
      Dia cuma pengen cari aman dan lempar ayat sembunyi tangan….ah, pasti tau deh.

      Golonganisme itu yang masih menjadi penghambat adanya persatuan dan kesatuan antar umat. Selama masing-masing masih saling hujat, pihak luar pagarlah yang akan berpesta pora.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: