Home » Amazing People » Ayo Turun Tangan, Bergerak Melawan Kemaksiatan

Ayo Turun Tangan, Bergerak Melawan Kemaksiatan

Blog Stats

  • 1,994,609

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

–: Warga Mampang Prapatan Menolak Kegiatan Maksiat Berkedok Cafe
.

“Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan”
[Anies Baswedan]

.

Bismillah …

Jurnal ini mencoba membagikan sebuah kisah penolakan warga terhadap kegiatan maksiat yang terjadi di wilayah Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan. Dengan harapan agar menjadi pelajaran bagi teman-teman di daerah masing-masing untuk peduli dalam memerangi maksiat yang mengotori lingkungan. Tulisan ini saya sarikan berdasarkan live tweet uni Fahira Idris, dengan sedikit tambahan catatan dari saya.

Sudah hampir 20 tahun almarhum kakek uni Fahira Idris (KH. Hasan Basri, Ketum MUI periode 1985-1998), orangtua, beberapa saudara, termasuk beliau sendiri tinggal di daerah Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan. Alhamdulillah, selama itu tidak pernah ada masalah-masalah yang terlalu rumit, warga hidup dengan aman dan damai. Yang paling khas terasa di daerah tersebut adalah daerahnya sangat religius. Terlihat ada 5 masjid, madrasah dan banyak majelis taklim. Kekompakan dan kekeluargaannya pun luar biasa. Ujian berupa banjirpun enggan menyapa mereka. Hingga suatu hari, mereka dikagetkan oleh pemandangan yang aneh, rupanya mereka mendapat ujian dalam bentuk lain.

Kejadian ini diawali dari dibangunnya sebuah rumah mewah di Jl. Mampang Prapatan IV no. 22 A, pemiliknya bernama Ahmad Mahbub (alias Abob, warga Batam, pemilik kawasan wisata Queen Garden Batam). Awal mulai dibangun, papan izinnya adalah untuk tempat tinggal. Namun, tiba-tiba dua bulan yang lalu, di bagian muka rumah tersebut dipasang Neon Box bertuliskan “FOOTBALL CAFE”. Dan di gang tersebut yang biasanya hanya didominasi oleh warga, mulai berseliweran perempuan-perempuan PSK dengan baju ala pantai, celana pendek dan tank-top. Para PSK yang keluar masuk dari Football Cafe tampak tidak malu keluar dengan baju-baju tersebut dan mempertontonkannya secara vulgar di gang tersebut yang tentunya banyak anak kecil dan anak usia labil.

Satu bulan yang lalu akhirnya uni Fahira dan beberapa warga mencoba masuk di siang hari. Mereka sangat terkejut dengan interior Football Cafe tersebut. Di lantai satu ada bar yang tentu saja penuh dengan minuman keras, sofa-sofa, beberapa TV layar lebar, dan kolam whirpool di tengah.. AJAIB. Di lantai dua tersedia kamar-kamar layaknya hotel dan penuh wanita-wanita PSK yang siap saji.

Ayah beliau (Fahmi Idris, Menteri Tenaga Kerja di era pemerintahan Gus Dur, dan Menteri Perindustrian di era pemerintahan SBY jilid 1) yang di daerah tersebut dianggap sesepuh warga pun mendapat curhatan tetangganya. Mayoritas warga resah dengan munculnya kegiatan maksiat berkedok cafe di tengah pemukiman yang relijius.

Singkat cerita, beberapa waktu yang lalu warga protes terhadap pemilik yang jelas-jelas dari awal sudah melakukan PENIPUAN dengan izin Tempat Tinggalnya. Kemudian pada hari Kamis, 24 Januari 2014, uni Fahira bersama 100 ibu-ibu Majelis Taklim dan warga Mampang Prapatan melakukan aksi Demo Damai menolak Football Cafe. Bila Abob, Pemilik Football Cafe, masih mau meneruskan usahanya, dimintanya untuk mencari lokasi lain diluar kampung tersebut. Warga menolak berdialog dengan wakil pemilik Football Cafe, mereka menuntut berbicara langsung dengan Abob.





Alhamdulillah, demo warga yang didampingi Kapolsek Mampang Prapatan, Pak Heri Wibowo, tersebut berjalan lancar dan damai.



Pasca Demo Damai warga, wanita-wanita PSK yang biasa keluar masuk pun raib. Uni Fahira menyaksikan beberapa PSK diangkut dengan beberapa taksi pergi dari lokasi. Kabur.

Pada hari Jum’at, 25 Januari 2014, ibu-ibu dan warga Mampang Prapatan kembali menggelar demo ke Footbal Cafe. Kalau hari Kamis 100 warga memasang 3 Spanduk Penolakan Football Cafe, pada hari Jum’at sekitar 125 warga memasang 3 spanduk lagi.

Mengapa?

Pasca protes warga, Alhamdulillah, neon sign Football Cafe sudah diturunkan. Tetapi oleh pengelola diganti dengan spanduk bertuliskan: “Mampang Indah Kost Putri”. Tidak ada yang berubah dari format lantai 1 dari tempat yang dengan cepat mengganti jenis usahanya menjadi tempat Kost Putri tersebut. Kondisinya masih dengan format sofa-sofa, TV layar lebar di beberapa tiang, kolam whirpool, bar juga masih disana walau tanpa miras. Yang aneh adalah RT, RW, Lurah, Camat setempat tidak tahu menahu dengan adanya kegiatan usaha Football Cafe ini (atau mungkin pura-pura tidak tahu?).



Uni Fahira meminta kepada perwakilan pemilik cafe untuk tidak menurunkan ke-6 spanduk “Penolakan Warga” dan Demo Damai akan terus berlangsung sampai perwakilan warga berjumpa langsung dengan Abob. Target warga adalah agar semua bentuk kegiatan usaha beraroma maksiat, pergi dari kampung mereka yang beraroma relijius. Uni Fahira berharap agar Ketua RT, RW, Lurah, dan Camat tidak terbeli oleh uangnya Abob.

Pertemuan warga dengan Abob awalnya dijadwalkan pukul 14.00 difasilitasi di Kantor Camat. Namun kemudian Abob minta mundur pukul 17.00, yang akhirnya minta diundur lagi pada pukul 20.00. Seandainya gagal / tidak selesai di level kecamatan, uni Fahira dan warga sudah berniat akan “naik” menemui gubernur / wakil gubernur. Biasanya kalau sudah maju ke tingkat provinsi, yang mem-follow up adalah Suku Dinas Penertiban Pengawasan Bangunan (Sudin P2B), yang tentunya dibantu oleh Satpol PP untuk menutup cafe-nya bila terbukti IMB-nya tidak sesuai peruntukan, sehingga tidak perlu melibatkan warga untuk bergerak. IMB yang tidak sesuai peruntukan biasanya permainan RT, RW, Lurah dan Camat. Namun juga tidak sedikit yang memanfaatkan pejabat tinggi “wani piro”.

Pada pukul 20.00, uni Fahira Idris bersama 20 orang perwakilan warga Mampang Prapatan sudah berkumpul di lantai 2 Kantor Camat menunggu Abob, yang difasilitasi Pak Camat Fidiyah Rokhim.



Namun, sudah 20 menit berlalu Abob belum hadir. Uni Fahira kemudian mengultimatum, bila 15 menit lagi tidak hadir, warga akan Bergerak!. Laskar FPI (yang ternyata menjaga di luar ruang pertemuan di Kantor Camat) menawarkan diri untuk siap bergerak meluncur dan menutup cafe. Namun, uni Fahira yang sudah didampingi Polsek mengatakan, “Tunggu kode dari saya ya”. Dan Laskar FPI mengatakan, “Siap!!”

[Intermezo: DPP FPI mempunyai prosedur baku saat bergerak di lapangan, sayangnya media-media sekuler menipu publik dengan pemberitaan yang mengindikasikan FPI adalah pemicu aksi kekerasan di berbagai tempat. Bagaimana prosedur bakunya? Silakan simak video Dialog Habib Rizieq Syihab dengan Jaya Suprana dengan tema: “FPI Menolak Kekerasan”]

Alhamdulillah, akhirnya Abob datang ke Kantor Camat. Yang baju merah adalah Abob, yang jaket coklat adalah juga pemilik Football Cafe bernama Syafrudin Ali Ahmad.



Alhamdulillah, hasil pertemuan dengan warga malam itu, Football Cafe DITUTUP dan para PSK yang masih ada disana harus keluar dari sana segera. Dan warga akan mengawasi kegiatan di bangunan tersebut. Pertemuan diakhiri dengan salaman kepada kedua pemilik Football Cafe. Mereka berjanji akan mengganti jenis usaha.

Semoga kisah yang dialami oleh warga Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan ini bisa menjadi pengingat teman-teman di wilayah lain dimanapun. Uni Fahira menyampaikan pesan:

“Jika ada kemunkaran dan kedzaliman terjadi di lingkungan kita, jangan hanya diam. Mari bergerak turun tangan, lakukan apa yang bisa kita lakukan. Mari menjaga lingkungan kita sesuai dengan peruntukan / perizinannya.”

Dan selanjutnya beliau berpesan bahwa saat ini kita perlu waspada terhadap lingkungan kita sendiri, karena ada indikasi dibukanya usaha-usaha beraroma maksiat di pemukiman. Tempat hiburan apalagi yang berbau maksiat DILARANG berada di pemukiman. Waspadalah … usaha-usaha prostitusi berkedok Cafe / Kost Exclusive mulai merebak ke perumahan. Beranilah mempertanyakan izin Undang-Undang Gangguan (HO / Hinderordonnantie) kepada pemilik usaha tersebut yang memuat restu / ijin warga setempat.

Sadarilah bahwa Indonesia adalah negara hukum, artinya segala kegiatan warga negaranya diatur berdasarkan hukum yang berlaku. Jadi, bila mau mendirikan rumah ataupun usaha ada aturannya. Tidak boleh seenaknya hanya karena merasa kuat, berduit, atau jagoan. Mereka yang licik biasanya mengantongi izin usaha TEMPAT TINGGAL, dan memasang kepala satpam dari unsur aparat untuk menakut-nakuti warga… dianggapnya selesai. Kalau cafe maksiat itu bisa berdiri dengan aman sudah pasti aparat pemerintah provinsi dan preman telah terbeli. Jangan sampai negeri ini menjadi negara preman, dimana aparat melindungi pengusaha maksiat, dan media membebek kepada biang maksiat. [baca: Ironis, di Republik Preman]

Juga sadarilah, bahwa pemimpin (RT, RW, Lurah, Camat, Walikota, Gubernur, Presiden) yang membiarkan kemaksiatan terjadi di wilayah mereka adalah PEMIMPIN MAKSIAT. Tidak akan ada keberkahan dan keridhoan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kepemimpinannya dan dalam kehidupan mereka. Musibah demi musibah akan dialami oleh masyarakat yang dipimpinnya.

Selama proses perjuangan warga Mampang Prapatan, uni Fahira Idris menyampaikan live report dan banyak mendapat gelombang dukungan dan masukan dari warga twitter. Namun anehnya, kok ya masiiih saja ada orang yang nyinyir atas perbuatan baik, bukannya introspeksi atau memberikan dukungan moral, salah satunya ini:



Anda ingin tahu orang yang paling hina?
Yaitu orang yang sering menghina orang yang berbuat kebaikan. Semoga kita terhindar dari sikap buruk seperti itu. Aamiin.

Terimakasih uni Fahira Idris,
yang telah memberikan contoh baik sebagai warga negara taat hukum. Sudah saatnya Jakarta perlu tangan besi untuk menegakkan aturan IMB dan memberantas kegiatan maksiat di lingkungan perumahan. Saya yakin kelak namamu akan tercatat dalam sejarah dengan tinta emas diantara wanita pemberani di Indonesia. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melindungi dan memberkahi uni sekeluarga untuk Indonesia yang lebih baik.

Terimakasih ibu-ibu Majelis Taklim, warga Mampang Prapatan, dan Laskar FPI. Seandainya semua penduduk Jakarta seperti kalian semua yang bergerak demi lingkungan yang sehat, pasti ibukota tidak serusak sekarang ini.

Masih banyak PR yang harus dikerjakan. Jangan pernah berhenti untuk Indonesia yang lebih baik.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
25.01.2014

Advertisements

25 Comments

  1. #KawalFahira

    Banyak alasan rasional mendukung Fahira Idris. Salah satunya adalah, beliau mempunyai kapasitas nyata memperjuangkan suara rakyat Jakarta.

    Alasan lain, karena Fahira Idris dalam kapasitas sbg Senator Jakarta sangat Aspiratif & Inspiratif untuk menjadikan Jakarta benar benar Baru

    Selain itu, mayoritas konstituen Fahira Idris adalah konstituen yang rasional, bukan tradisional, apalagi transaksional

    Konstituen rasional Fahira Idris terdulang sempurna karena pendekatan yang digunakan Fahira adalah persoalan nyata yang dialami Jakarta. Dengan kata lain, masyarakat Jakarta menaruh harapan besar pada Fahira Idris untuk menuntaskan persoalan-persoalan tersebut.

    Secara praktis, saya melihat Fahira Idris dengan penuh kesungguhan menyadari bahwa ini zaman/era dirinya, bukan era sang Ayahanda.

    Di usia yang kini tak lagi belia, Fahira Idris memilih jalur politik praktis sebagai wujud pengabdian nyata pada Jakarta

    Dalam kapasitas sebagai Senator Jakarta, Fahira Idris mampu memetakan masalah Jakarta secara tak parsial & menghadirkan solusi yang imparsial

    Selain Fahira Idris menjadikan Jakarta sebagai persoalan, Ia mampu secara santun & kritis menjadikan amanah Senator Jakarta sebagai jawaban. Karenanya, jangan biarkan Fahira Idris bergerak sendiri. Teruslah temani Fahira & Gerakannya. Ini salah satu cara untuk tetap menjadi Indonesia.

    Fahira Idris adalah bukti nyata, bahwa untuk Menjadi Bukti Kesetaraan Gender, tak harus menunggu menjadi seorang #Liberal ataupun seorang #Sekuler

    Ditengah sosok kontroversial, Fahira Idris tetap memposisikan diri sebagai anak yang berbakti, sekaligus Isteri & Ibu yang bertanggung jawab. Sebagai contoh, Fahira Idris memperhatikan Kesehatan ayahanda, bahkan menemani berobat ke Luar Negeri.

    Bahkan Fahira Idris terlibat aktif dalam pernikahan Sang Ayah. Meski usia Isteri sang ayah sepantaran Fahira. Ini demi Kebahagiaan Sang Ayah

    Tak ada gading yang tak retak. Ditengah Sosok Kuatnya menentang Arus, Fahira Idris tetaplah wanita yang secara Kodrati wajib dilindungi

    Dilindungi, ketika Fahira Idris menentang Arus Sendiri. Agar Fahira bukan tergolong Pejuang yang gugur dipersimpangan Jalan.

    Sampaikan Kritik Membangun untuk Fahira Idris sebagai bukti Kita (Meski banyak yang bukan Warga Jakarta) ikut #KawalFahira

    Ayo Lawan Fitnah #Unipu terhadap Saudari Kita Fahira Idris dengan Terus #KawalFahira | #KawalFahira adalah Solusi nyata untuk Jakarta

    [Video] Mengadu ke Ahok karena usaha pihak AlFutuwwah selalu mentok di PemKot http://youtu.be/F13jog5GFsA

    Dari @AlamFalakh_

  2. Subhanallah.. kereen banget, deh, aksi uni Fahira dan warga kampung Prapatan dalam memberantas kemaksiatan.. 😉

  3. sunarno2010 says:

    semoga menyadarkan pada pemilik kebijakan yang keliru menggunakan kebijakannya dan meneguhkan kita yang senantiasa berjuang membela kebenaran

  4. duniaely says:

    Salut atas tindakan warga di sana mas, bisa jadi tauladan buat Yang lain jika ada kejadian serupa ya mas

  5. evanda2 says:

    Wah baru baca dan salut dg perjuangan, kegigihan dr uni fahira dan warga. Smg kemaksiatan trs bisa diperangi dan msh bnyk kepedulian

  6. Nggak ada yang menyelidiki ya, itu para PS (mereka nggak mau dilabeli PSK, karena semua pekerjaan pada dasarnya komersil) bekerja karena kemauan sendiri atau adakah yang korban penculikan & human trafficking?

  7. danirachmat says:

    Waduhwaduh.. Kebayang itu bagaimana resahnya warga Pak.Semoga orang-orang baik yang berjuang untuk menegakkan kebaikan selalu mendapat dukungan dan usahanya dilancarkan..

  8. wah..ini mengganggu kedamaian penduduk sekitar ya Pak. Sangat perlu dipertanyakan bagaimana bisa aparat memberikan ijin kegiatan usaha seperti itu di daerah pemukiman yang padat..

  9. tinsyam says:

    go go uni fahira.. memang harus begitu, bukalah jangan ditempat pemukiman..

  10. jampang says:

    semoga usaha mereka membuahkan hasil dan menularkannya ke tempat2 lain

    *ternyata kalimat yangsering saya kutip berasal pak anis B. *

  11. lambangsarib says:

    Ayoooo….. Turun tangan.

  12. nurme says:

    Wah wah waaaaah… berani bener ya bikin beginian di kampung religius. Sepertinya memang membutuhkan presiden yang tegas untuk saat ini segera

  13. suararaa says:

    Masya Allah..
    Saya jadi ikut tersentil
    Sebab daerah tempat saya ada begitu juga. Kos2an sih kedoknya tapi juga.buat jadi tempat ngamar…..kondisinya hampir sama karna RT RW diam, sudah pernah digrebek polisi juga tidak begitu ngaruh….sayangnya rupanya sudah berjalan lama dan dibiarkan……
    Terima kasih ats sharingnya

    • Kalo RT, RW, dan Kepolisian melempem, coba koordinasi dengan ormas Islam setempat. Semoga ormas tsb mempunyai kepedulian yang tinggi. Kalo demo plus ormas, kekuatannya lebih solid, ajak sama-sama bergerak menuju kantor lurah dan camat, mempertanyakan ijin HO.

  14. elam says:

    Uni Fahira Idris tagline nya juga turun tangan? Hehe…
    Selamat berjuang, selamat merengkuh pahala 😀

  15. Semoga digalakkan di seluruh nusantara…

  16. Rahmat_98 says:

    Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memberkahi umat ini untuk memerangi maksiat…

  17. enkoos says:

    Harus begitu. Buka usaha kok di pemukiman. Maksiat pula.
    Kalau di US, segala jenis usaha gak boleh ada di pemukiman warga. Jangankan buka usaha, wong membangun rumah ibadah aja kudu dapet ijin dari tetangga kiri kanan muka belakang dalam radius sekian blok.

    Aku baru tahu kalau di negara bagian Minnesota (tempatku bermukim sekarang) prostitusi dilarang. Jadi di sini gak ada rumah bordil.

    • Betul, ijin HO / Undang-Undang Gangguan harus dapat, yg isinya tanda tangan persetujuan warga sekitar / di sekeliling lokasi usaha.

      Minesota keren kalo gitu, melarang praktek prostitusi. Jangan-jangan, pemimpin daerahnya mempunyai ketegasan dan keberanian seperti walikota Surabaya ibu Risma yang berani menutup Komplek Dolly, kawasan prostitusi terbesar di Asia Tenggara, sudah puluhan tahun berjalan, yang dibekingi aparat dan pejabat tinggi.

      [MetroNews: Tri Rismaharani Rela Mati Demi Tutup Lokalisasi]

  18. Dyah Sujiati says:

    Semangat!

    Betul pak, orang paling hina adalah itu. Sama dengan orang paling aneh adalah ibarat kapal yang mau karam, dia malah melarang orang yang melarang orang melubangi kapal.

  19. azzahravoice says:

    Tegal parang, kampung sebelah kos kosan saya di pancoran dulu. Rasanya pernah tinggal di ‘kampung jakarta’ yg notabene ada di belakang gedung gedung tinggi itu sesuatu bila mendapat respon dari warga sekitar yg ternyata masih banyak orang baik di jakarta. Warga asli jakarta. Memang suasana ngajinya kental bgt.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: