Home » Indonesia Crisis » Beruntungnya Partai Korup di Negeri Ironisia

Beruntungnya Partai Korup di Negeri Ironisia

Blog Stats

  • 1,993,583

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

Kita sepatutnya mengapresiasi kerja tim Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyajikan data informasi korupsi di website resminya: http://antikorupsi.org/ sehingga berbagai elemen masyarakat bisa mengambil data korupsi dengan mudah, lalu membuat resume. Inilah keterbukaan informasi, sehingga semua orang bisa membuat data dan grafik sendiri “base on” himpunan berita yang ada.

Ada hal menarik, ketika ada bagian dari elemen masyarakat merilis tabel dan grafik partai korup melalui akun twitter @KPKwatch_RI, dengan dasar utama yang dipakai dalam penyusunannya adalah situs ICW. Tabel dan grafik tersebut adalah sebagai berikut:

partai korupsiUpdate Maret 2014 | Versi sebelumnya di sini

dan Tabel Besar Kerugian Negara:

partai korupsi

Kemudian, Indeks Partai Korupsi berdasarkan hasil Pemilu 2009:

Partai KorupsiUpdate Maret 2014 | Versi sebelumnya di sini

Tabel dan grafik di atas juga diikuti dengan detail nama-nama politisi pada masing-masing partai. Setelah rilis tersebut tersebar luas, ternyata mendapat bantahan dari ICW melalui akun twitter @sahabatICW yang menyatakan bahwa rilis tersebut bersifat HOAX [Twit 1] dan [Twit 2].

Tidak dijelaskan, hoax-nya di bagian mananya. Namun, menurut penilaian saya, pencantuman logo ICW pada tabel dan grafik yang dibikin @KPKwatch_RI adalah tidak pada tempatnya, kecuali sebelumnya mereka berkolaborasi dalam penyusunan dan ada kesepakatan bersama. Tim @KPKwatch_RI telah menyampaikan alasan bahwa pencantuman logo ICW adalah bentuk apresiasinya atas keterbukaan informasi yang dilakukan ICW terhadap websitenya [Twit 3]. Mereka menganggap bahwa hal tersebut adalah bagian dari prinsip / etika jurnalisme secara umum, yaitu jika mengambil bahan / data harap mencantumkan sumbernya. [Twit 4]. Itu betul, mereka telah menampilkan sumbernya, namun tidak tepat untuk pemakaian logo organisasi, ada aturan bakunya sehingga tidak sembarangan ditempatkan dalam bagian publikasi. Semoga ini menjadi masukan bagi tim @KPKwatch_RI yang telah mempunyai niat baik mencerdaskan masyarakat melalui budaya: Speak with data / fact.

Namun demikian, saya tetap mengapresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras tim @KPKwatch_RI yang membuat publikasi tersebut. Resume yang mereka himpun menurut saya BUKAN HOAX, karena sumbernya jelas, nama-nama koruptornya mudah ditelusuri [lihat daftarnya di Halaman 2 jurnal ini].

Saya coba rangkum dari chirpstory, tentang bagaimana tim @KPKwatch_RI melakukan proses pengambilan data dari website resmi ICW antikorupsi.org untuk mendapatkan tabel partai-partai korup. Urutan prosesnya sebagai berikut:

  1. Buka website ICW antikorupsi.org, di situ ada “Search” dan “Dokumen”.
  2. Kemudian Download data ICW yang ada di menu “Dokumen”.
  3. Ada menu “Search” yang bisa kita isi dengan 2 suku kata, maka siapkan kata pencarian 2 suku kata tersebut untuk mencari kasus korupsi pada periode tersebut. Contoh: kita search dengan kata “Bupati Korupsi”, maka akan didapat puluhan berita bupati korupsi. Coba search dengan kata “Korupsi APBD” akan muncul puluhan link berita korupsi.
  4. Kemudian catat Nama, Jabatan, Kerugian negara, Kasus, Partai, Status yang ada di link hasil pencarian tersebut.
  5. Kemudian pisahkan berdasarkan partai, sehingga jelas hasilnya, seperti grafik dan tabel di sini.
  6. Ricek kembali nama-nama tersebut di website berita online lain untuk keakuratan data.
  7. Dari ribuan berita kasus korupsi, di dapatkan 300an nama kader parpol tersangkut. Setelah dipisahkan didapatkan hasilnya seperti ini.
  8. Selanjutnya dikembangkan dalam bentuk tabel atau grafik.
  9. Kelemahan, ada sekitar 1-2% data yang mungkin tidak masuk, atau seharusnya tidak masuk.
  10. Sangat mungkin ada nama misal: A mendapat vonis/status tersangka. Dalam prosesnya dibebaskan hakim, namun tidak diberitakan media. Jika terjadi hal demikian, mereka segera melakukan klarifikasi pemulihan. Untuk itu ditunggu masukan dari publik follower @KPKwatch_RI.

Kita perlu mengacungkan jempol atas kerja keras tim @KPKwatch_RI yang berani me-resume data dan merilisnya. Itu bukanlah hal yang mudah, perlu ketelitian karena harus bisa dipertanggung-jawabkan. Kabarnya, tim @KPKwatch_RI juga akan meneliti website http://infokorupsi.com/ untuk membuat ranking serupa sebagai pembanding. Mari kita tunggu rilisnya.

[Update 12 Maret 2014: Tim KPK Watch RI sudah merilis update grafik tersebut lebih lengkap berdasarkan hasil resume-nya pada polri.go.id, mahkamahagung.go.id, infokorupsi.go.id, kpk.go.id, korupedia.org, kejaksaan.go.id]

Jika kemudian ICW mengeluarkan rilis partai korupsi periode 2002-2014, mungkin hasil persentase tidak berbeda jauh dengan yang dimiliki tim @KPKwatch_RI. Mengingat pada tahun lalu, ICW telah merilis kondisi partai korup pada periode tahun 2013, dengan hasil sebagai berikut:

Itulah fakta tentang partai juara korupsi, sepertinya beda jauh dengan anggapan masyarakat selama ini (terutama yang rendah tingkat pendidikannya atau tidak melek internet) tentang partai korup akibat keracunan persepsi media.

Pemilu tinggal dua bulan lagi, namun sampai sekarang ICW belum merilis data resume secara lengkap seperti yang dilakukan tim @KPKwatch_RI. Apakah ICW belum bisa menerima fakta bahwa partai paling korup ternyata bukan partai yang selama ini mereka persepsikan buruk, yang mereka kritik habis-habisan, tidak peduli benar atau salah sumbernya.

Ingat, dulu ICW pernah membabi buta menyerang, mendiskreditkan, dan mewacanakan pembubaran partai yang mereka persepsikan paling korup. [sila baca di sini]. Tampak ngawur sekali, tidak paham UU parpol, berwacana dengan tidak merasa perlu data dan sumber. Justru partai yang diserangnya itu faktanya malah paling buncit index korupsinya.

Oleh karena itu, mari kita dorong ICW atau KPK membuat rilis partai korup untuk masa depan RI yang lebih baik. Mari jadikan ini perhatian kita bersama agar korupsi bisa hilang dengan sebenarnya, dengan berhati-hati pada partai korup. ICW sudah ditantang tim @KPKwatch_RI untuk mengeluarkan resume data partai korup menjelang pemilu ini. Berani tidak?!

Sebelum terlalu dini bilang Hoax, mestinya ICW berterimakasih karena sudah dibantu menyusun dan me-resume data partai korup, tinggal lihat satu per satu data dari tim @KPKwatch_RI. Silakan check saja, cocokkan nama-namanya. Yang keliru diluruskan dengan baik. Jangan melihat siapa yang bicara, validasi saja datanya, tinggal googling, informasinya umum. Gampang, bukan?!

Kita semua pun juga bisa mem-validasinya sendiri, tidak harus menunggu rilis ICW. Kita mempunyai tanggung jawab moral untuk menyampaikan data yang sebenarnya tentang korupsi di negeri ini, untuk diberantas bersama-sama, tanpa pandang bulu dan tebang pilih. Sudah saatnya masyarakat luas dicerdaskan dengan data dan fakta, bukan dijebak dengan opini atau persepsi media. Tanpa penyajian data dan fakta, semua pihak akan dengan bebas melakukan penyesatan opini.

Beruntungnya Partai-Partai Juara Korupsi

Media-media corong parpol jawara korupsi sudah sering terlihat berusaha menyesatkan opini, mengeliminasi isu korupsi agar tidak terkesan berimbas pada partainya. Saat kasus korupsi terungkap, sebisa mungkin untuk tidak terlalu vulgar menyebut nama partainya. NAMUN kalau yang korupsi adalah berasal dari parpol lawan politiknya, meski masih berstatus terduga sekalipun, akan di-blow up habis-habisan oleh jaringan media partisannya, dibicarakan terus sepanjang tahun. Seakan-akan partai itulah yang paling korup, kalau perlu kehidupan rumah tangga kader-kadernya ditelanjangi, hingga mengakar buruk dalam persepsi masyarakat. Fokus di masyarakat saat ini sudah tergambar seperti ini:

partai korupsiSumber gambar: FP FB Ironisia

Let’s speak with data / facts, sebab kinerja hanya bisa dinilai dengan data-data, sedangkan citra bisa dibentuk atau dihancurkan oleh opini.

Sekarang Anda sudah tahu faktanya.

Tahun 2014, Jangan Golput ya. Golput alias Golongan Putus asa sudah terbukti tidak merubah keadaan.
Bicara tentang perubahan, ada pencerahan dari Pak Ganjar Widhiyoga (kandidat doktor ilmu hubungan internasional) yang menarik untuk disimak: Apalah arti sebuah golput?

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
15.02.2014

.
Halaman 2: Daftar politisi yang tersangkut hukum pidana korupsi, periode 2002 – 2014.

Advertisements

Pages: 1 2 3


254 Comments

  1. harga sepatu safety says:

    Bagus artikelnya.. padat dan berisi, semoga selau sehat, rejekinya tambah banyak dan sehat selalu.. salam sukses buat teman-teman semua..amiin

  2. assalamualaikum Wrwb..
    ustadz, saya ingin bertanya, saya adalah calon mahasiswa yang akan memasuki tahun ajaran baru 2016, saya ingin sekali berkuliah di universitas indonesia, dengan 3 program studi yang saya ajukan yakni politik,HI, dan sastra prancis, disini ibu dan ayah saya sudah setuju, yang menjadi kendalanya, ibu saya selalu menyerukan bahwa saya harus mengambil jurusan Hubungan internasional, disini saya sangat binggung, apakah saya bisa lolos di jurusan trsebut? mengingat peminatnya yang mencapai 3000 lebih, alhamdulilah ketika saya berniat untuk menjawab keinginan ibu, maka saya selalu sholat lima waktu, dan tahajjud 12 rakat setiap malam dan sering juga saya melaksanakan sholat duha, yang menjadi pertanyaannya, bagaimana jikalau saya tidak bisa memenuhi permintaan ibu saya? mengingat saya sangat menyayanginya, apakah ketika ibu kecewa, saya berdosa? terimakasih.. wassalamualaikum wrwb..

  3. ndablek128 says:

    Intinya msh pda membela partai,bkn kepentingan rakyat. Kl saya cuma berharap gk ada lg yg msh makan nasi aking di negeri ini,drpd hrus ribut2 mending bntu2 yg mmbutuhkan saya rasa lbh baik!

  4. […] perlakuan buruk dari media mainstream. Dicap sebagai partai terkorup, padahal menurut data dari sini, justru partai yang saat ini digadang-gadang sebagai partai pemenanglah yang merupakan partai […]

  5. a_b_C says:

    [link 1] [link 2] [link 3]

    silahkan dikunyah.
    klo bukti bentuk video masih dibilang mendiskreditkan PKS atau manipulasi digital saran saya silahkan bersekolah lagi.

    • Korelasinya apa link-link Anda dg jurnal di atas yg membahas ttg korupsi?
      Kalo Anda seorang akademisi mari budayakan fokus.
      Jadi, maaf ya, saya tidak melayani diskusi di luar konteks pembahasan jurnal ini. Kalau Anda mau bersabar, saya akan tulis di jurnal terpisah, itu kalau saya sempat di luar kesibukan saya dan menganggap link-link Anda itu adalah sesuatu yg penting dibahas.
      so, keep stay tune … this blog.

    • a_b_C says:

      korelasinya itu lho partai yg dibela2in sampe mati. dengan data korupsi “terendah”, partai islam tapi akhlak seperti itu.

      coba cek ini mas.

      [link 4] [link 5] [link 6]

    • Di link Anda itu gak semuanya benar lho, contoh:
      – Muhammad Kasuba, telah mendapat SP3, shg harus dikeluarkan dari list.
      – Ridwan Panjaitan, itu PNS Bapemas prov. Sumut, bukan kader partai.

      Tidak ada manusia yang sempurna, atau terbebas dari perbuatan dosa, kalaupun ada itu nabi namanya, karena mereka dikaruniai oleh Allah dengan sifat maksum, yg artinya pasukan malaikat menjaga nabi-nabi-Nya dari perbuatan dosa. Sedangkan manusia selain dikarunia akal juga memiliki nafsu.

      Jadi yang terpenting adalah bagaimana sistem sebuah organisasi itu mampu me-recovery dengan cepat manakala ada penyimpangan / deviasi di dalam tubuh organisasinya.

    • a_b_C says:

      brarti sisanya benar ?
      jawabnya gampang lho mas. cuma jawab benar ato salah.

    • Coba deh tanyakan kebenarannya ke ICW & KPK, yg memang itu tugas mereka. Kecuali kalau saya memuat nama2 yg Anda sodorkan tsb dlm jurnal ini, maka saya akan bahas saat ini. Kalau ICW & KPK gak merilis faktanya dalam sebulan ke depan, maka akan saya bantu jawab… Ayo belajar fokus!

    • a_b_C says:

      inilah jawaban mas iwan yg saya tunggu2.
      klo saya nanya data KPKWatch_RI brarti mas iwan tinggal jawab TANYA KE KPKWatch_RI krn itu tugas mereka.

      akhirnya
      Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
      Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
      Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
      Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?

      Mari tanamkan selalu sikap kritis dalam membaca media

      jawabnya ” TANYA SENDIRI KE SUMBERNYA “

    • Anda ini kok gak nangkap-nangkap sih ya, heran deh saya 🙂

      Kalau hal yg terkait dg jurnal ini, maka saya akan bantu jawab, krn itu tanggung-jawab saya dg segala konsekuensinya. Karena saya membuat jurnal berdasarkan data KPKwatch_RI, maka saya gak akan minta Anda tanya ke KPKwatch_RI, saya akan bantu jawab di sini pertanyaan Anda, bila itu masuk dlm ruang lingkup yg di-share KPKwatch_RI.

  6. Alfred K. says:

    Dibayar berapa untuk bikin artikel seperti ini?

    • Woles, sob. Nih dah masuk koran nasional.

    • Alfred K. says:

      Koran mana tuh? Masuk berita tv gak? Hahahaha ngakak aja ngeliatnya. :)))

    • Kamu cuma bisa ngakak karena gak mau analisa kebenaran nama-nama di halaman 2 & 3 jurnal ini. Para pengamat & akademis aja sudah ngakuin kebenaran ini.
      Masuk berita TV?
      Nih di acara RCTI dlm laporan berita khusus.

      Ini lagi di Metro TV untuk periode 2009-2013

      Kamu kebanyakan ngumpul di warung kaskus atau detik sih, jadi gak gaul metode penelitian.

    • Alfred K. says:

      Mungkin bisa saja benar hasilnya, tapi pasti anda punya maksud tertentu membuat artikel ini. Duh udh 2014, masyarakat udh pada pinter semua. Ga kayak anda ini yg ingin menjatuhkan salah satu partai, tanpa melihat atau bercermin pada diri sendiri atau dukungan anda. :))

    • Sekedar mengimbangi berita-berita sesat di media yg berupa hasil survey abal-abal, juga berita miring lainnya, yg tak lebih dari upaya pembodohan masyarakat oleh media bayaran agar milih lagi partai-partai juara korupsi.
      Saya rasa cukup fair… yang saya sajikan adalah fakta. Seperti itulah kenyataannya.
      Masak kita harus jatuh lagi ke lubang yang sama, bro?
      Beri apresiasi dong ke partai yg berusaha keras menjaga kredibilitasnya agar tetap bersih. Tidak ada yg sempurna memang, tapi adalah sangat logis masyarakat menghukum partai2 yang paling banyak kegagalannya membina kadernya agar bersih. Jangan terbius oleh janji atau pencitraan sesaat. Ingat pelajaran pencitraan di tahun 2004 & 2009, masyarakat dapat apa? Hanya penyesalan yg berkepanjangan.

    • AK47 says:

      Gimana Mas, udh ngeliat hasil pemilu blm? Partai yg mas habis-habisan bela, yg ngakunya “bersih” malah suaranya jatuh, berharap #PutihkanJakarta dan menjadi 3 besar, eh 5 besar aja ga nyampe hahahaha. Rakyat sudah lebih pinter dibanding anda yg “berusaha” menyebarkan berbagai hasil apapun itu yg menunjukkan Partai yg putih tapi ternyata hitam. Sesuai dgn benderanya sih. :)))

    • Dahsyat banget sihir media ya, mas.
      Yang korupsinya gede dan nasionalisme palsu itu dipoles bagus oleh media-media darling, sedangkan yang bersih dijatuhkan lewat lembaga survey abal-abal seperti ini sehingga mempengaruhi psikologi masyarakat.

      http://m.merdeka.com/politik/5-survei-ini-prediksi-pks-bakal-jeblok-di-2014/survei-kompas-pks-25-persen.html

      Tapi, Alhamdulillah… PKS berhasil menjungkirbalikkan prediksi 5 lembaga survey abal-abal itu sehingga tetap eksis membangun negeri ini. Allah tidak tidur, mas. Gak ada perjuangan yang instant.

    • elisabeth manullang says:

      TAPI KOK YANG SERING DIBAHAS DI TV SAHABAT2 PKS SEPERTI SI AHMAD FATHONAH DAN LUTHFI YA…??? DAN SAHABAT2 DEMOKRAT SI ANDI , DAN ANJELINA S

    • Mengapa bisa seperti itu?
      Sila baca kembali jurnal saya di atas pada bagian: “Beruntungnya Partai-Partai Juara Korupsi”

      Tentang kebobrokan media-media bayaran, silakan jelajahi blog ini pada menu: Media & Journalism.
      Di sana banyak sekali artikel yang saya tulis.

  7. KuroAnnahl says:

    Reblogged this on Annahl's Blog and commented:
    walaupun saya masih belum boleh nyoblos, tapi ini salah satu ilmu yang amat berharga, dan buktinya pun sudah ada

  8. a_b_C says:

    udah ketebak siapa yang bikin dan targetnya apa…
    PKS terkecil, bener gk ya klo yg dirugikan negara kasus lutfi hasan cs cuma 300jt ? klo benar saya salut. benar2 salut.
    org idealis cenderung munafik. ngaku2 islamnya kuat korupsi juga. skrg udah kompleks, uang pun bisa jadi agama.

    • Buka wawasan dong, jangan koran kuning atau media bayaran aja yang dibaca.
      Negara aja masih bingung menentukan berapa kerugian negara akibat kasus impor sapi, sebab:
      a. Uang suap belum diterima LHI. Belakangan fakta persidangan mengakui bahwa itu bukan uang suap.
      b. Kebijakan impor tidak berubah, saat Mentan Suswono menjabat tidak ada perubahan impor sapi.

      Sekarang kebenaran mulai menemukan jalannya, coba simak ini:
      Kebenaran Mulai Terungkap
      http://hukum.kompasiana.com/2014/03/27/kebenaran-mulai-terkuak-642189.html

      Sekarang sedang ada proses pembebasan LHI, karena tidak cukup bukti ditemukan kesalahannya. Paham, bro?!

    • a_b_C says:

      300jt asal nya dr mana ya mas ?

    • Khan PKS ada 4 kasus tuh, 300 juta itu dari kasus lainnya selain LHI.

      Coba Anda googling kasus-kasus ini dan hitung berapa kerugian negara. [Kasus PKS]

    • a_b_C says:

      oiya mas. Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.
      saya pikir tidak berbeda dengan blog ini. hanya perkataan orang bukan lembaga resmi. sama klo sy kasih link ke blog2 yg laen.

    • Lha khan penulisnya mencoba men-summary dari media-media berita, dalam tulisannya disertakan link media berita tersebut. Coba lihat deh di sana 🙂

      Ada banyak sumber sebenarnya dari media berita (bukan blog) kalo Anda minta tentang fakta-fakta persidangan terkini tentang kasus LHI, yang sekarang sedang berproses.

    • a_b_C says:

      KPK WATCH INDONESIA adalah lembaga nirlaba yang memposisikan diri sebagai lembaga pengawas kinerja KPK
      dengan Motto “bersama kita bisa jihad melawan Korupsi.”
      KPK WATCH Indonesia didirikan di Jakarta pada Tanggal 20 Februari 2010, berkantor di Jakarta dan dapat mempunyai cabang-cabang atau perwakilan-perwakilan yang di anggap perlu oleh Pengurus KPK WATCH Indonesia atas persetujuan Dewan Pendiri.
      KPK WATCH Indonesia berasaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, dengan sifat Sukarela dan Independent.

      http://forum.detik.com/kpk-watch-t889191.html

      yg saya tanyakan :
      saya cari di google gk ada ttg alamat kantor, struktur organisasi, dll

    • Yang saya tahu niat mereka (KPKwatch_RI) menyajikan data korupsi parpol ini adalah untuk edukasi publik. Sebab selama ini masyarakat dibodoh-bodohi oleh media-media yang menyampaikan hasl survey korupsi. Survey itu adalah berdasarkan persepsi masyarakat. Seharusnya media menyampaikan edukasi berupa fakta, bukan persepsi. Lembagi anti korupsi seperti ICW tidak/belum mengeluarkan kondisi terakhr beserta indeks korupsinya sampai detik ini menjelang Pemilu. Padahal itu penting.
      Karena sampai detik ini lembaga tsb tidak merilis datanya, dan itu sudah ditantang oleh KPKwatch_RI, maka di pertengahan Februari kemaren, KPKwatch_RI merilis data hasil penelitiannya dari ebrbagai sumber. Itulah latar belakangnya. Siapa saja dibalik mereka, coba telusuri komentar saya di bawah ini, ada petunjuk ke sebuah tulisan yang menjawab blog-nya novi blogspot.

      Kalo data mereka dianggap hoax oleh sebagian orang, nyatanya ratusan nama pelaku korupsi yang ada di halaman 2 dan 3 jurnal ini bisa dengan mudah ditemukan di mesin pencarian google. Artinya datanya Nyata, bukan Hoax.

      Saat ini, serangan fajar Pemilu itu bukan amplop berisi uang, tapi media yang membombardir isinya dengan survey2 pesanan, kredibilitasnya diragukan, coba simak di sini:
      Ade Armando Beberkan Lembaga Survei Bermasalah

    • a_b_C says:

      jadi lucu mas,
      mas iwan mo nanya kantor icw ? ada alamatnya
      mas iwan mo nanya kantor KPKwatch ? gk ada mas
      gimana saya bisa percaya apa yg dirilis KPKWatch. lha wong kantor aja gk ada. org2nya jg gk ada.
      kok bisa mas iwan membuat artikel dr sumber yg gk jelas.
      yg jdi masalah bukan hasil rilisnya, tp siapa dibalik org tersebut.
      skrg saya malah ragu ma artikel yg mas iwan bikin.
      pertanyaan saya mas. SIAPA KPKWATCH INI??

    • a_b_C says:

      barusan gooling
      Usep Sukaryana = kerugian negara 300jt

      itu baru usep lho mas, blm yg laen.

    • – Benny Bambang Erawan adalah kasus suap, bukan kasus korupsi, sehingga tidak ada kerugian uang negara. Ini juga dibebaskan atas jaminan Walikota.

      – Fakih Jarjani, itu kesalahan administrasi belaka, bukan masalah pidana korupsi, dan tidak ada kerugian negara. Kasusnya kental dg kriminalisasi politis. Dan akhirnya diputuskan bebas.
      Simak perjuangannya sebelum pembebasan, biar bisa menilai bagaimana fitnah yg menimpa beliau.

      http://avivsyuhada.wordpress.com/2012/02/07/ust-faqih-korban-konspirasi-politik/

      Jadi kalau nanti LHI diputuskan bebas, maka selama tahun 1999 – 2014, PKS hanya memiliki 1 kasus korupsi yaitu Usep Sukaryana.

    • a_b_C says:

      Tuntutan Pidana : Penjara 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan potong masa penahanan. Denda Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) subsidair 6 (enam) bulan.

      Amar Putusan PN : PIDANA PENJARA DENGAN PIDANA PERCOBAAN TAHUN BULAN HARI PIDANA BADAN 1 TAHUN BULAN HARI DENDA SEBESAR Rp 50000000 SUBSIDAIR TAHUN 3 BULAN HARI DENDA RP 5000;

      itu faqih…http://www.kejaksaan.go.id/infoperkara.php?sec=sd&det=OTkz&idsu=15&bc=

      bebas ya vonisnya ?
      sumber yg saya ambil dr lembaga semua lho mas. bukan pendapat org lain.

    • Maksud saya, pada saat beliau masuk penjara, proses mencari keadilannya jalan terus di luar penjara. Akhirnya beliau menjalani hukuman 6 bulan dari yang seharusnya 1,6 tahun vonisnya.
      Saya gak tahu kenapa gak ada media mainstream yang memberitakan proses upaya pembebasannya ya?
      Biar semua tahu permasalahan sebenarnya.
      Justru blogger yang dekat dengan beliau yang memberitakan. Tahun 2012 kemaren beliau melaksanakan ibadah haji.
      http://amataminbarabai.blogspot.com/2012/11/faqih-pilih-besarkan-pks.html

      Meski bebas beliau tetap membayar denda atas kesalahan administrasi yang dilakukannya. Ini soal kelemahan sistem Perjalanan Dinas.

    • a_b_C says:

      hahahah lucu kan. ya bedalah antara istilah BEBAS dengan upaya hukum membebaskannya.mohon jgn membodohi publik dengan kalimat2 yg jelas2 berbeda. gk da yg memberitakan krn memang udah vonis. mau dipenjara 1 hari ya tetep judulnya dipenjara bukan BEBAS. saya pakai dasar kejaksaan lho mas, lembaga resmi. jangan dilawan dengan blog yg jelas sangat jauh beda levelnya. mohon disandingkan dengan dasar yg selevel. mau mas iwan kasih saya 1000 blog jg bakalan kalah dengan sumber lembaga resmi. sy pikir pembaca lain pasti tau.

    • Saya melihatnya dari sisi hati nurani, itu saja.
      Seperti kasus Misbakhun kader PKS yang pernah dipenjara, nyatanya ia dinyatakan tidak bersalah melalui kasasi MA, padahal ia sudah merasakan pekatnya jeruji besi.
      Begitu juga LHI, sekarang dalam proses banding.
      Yang tidak boleh kita lupakan adalah kasus Antasari, menurut saya itu kriminalisasi terhadap beliau.
      Saya melihatnya adalah hati nurani, bukan angka-angka orang yang dipenjara.
      Kriminalisasi atas orang yang tidak bersalah bagi saya adalah penzaliman yang tiada tara. Entah kalau hati nurani Anda bunyinya seperti apa.
      Namanya dibebaskan sebelum masa tahanannya habis, tentu ada alasannya.

      Anda ini seperti bagian masyarakat yang digambarkan pada karikatur buatan Ironisia di atas, fokus terus pada partai yang sedikit korupsinya, dibongkar habis. Lupa untuk menghukum mereka-mereka secara moral atas partai-partai yang di dalamnya bersarang puluhan bahkan ratusan koruptor. Kalau niat Anda diskusi hanya untuk mencari kelemahan yang tidak signifikan, maka ini komen terakhir dari saya untuk Anda.
      Saya hanya mengajak untuk mari bersama membangun negeri dengan menghadirkan wakil-wakil rakyat yang bersih.

    • a_b_C says:

      ini tambah lucu lagi mas, vonis BEBEAS ada dasar hukumnya. gk bisa disamakan BEBAS berdasarkan hati nurani.

      ya udah saya ngalah mas. otak saya gk bs nampung untuk menerima input yg sumbernya gk bisa dipertanggungjawabkan.
      kyknya perlu hidayah untuk menerima hal2 yg gk jelas.trus disebarluaskan.

      KPKWATCH_RI juga berdiri dari tahun 2010 tp gk punya kantor alias numpang tidur di masjid.
      sama seperti artikel ini, mengutip dr sumber yg gk jelas. ngutip krn hati nurani? silahkan dan selamat di bully demi PKS (yg akhirnya jg semua org bakal tau kader2 PKS seperti apa kualitasnya)

      saya sudah mengamati klo kampanye PKS di dunia maya sangat banyak dan liciknya juga (lihat kasus bimbim slank. diluar inisiatif kader/simpatisan yg sy tidak masuk akal alias tumbal pimpinan dengan mengatasnamakan demi PKS).sayangnya juga tidak jauh dengan gerindra yg jelek2in orang/partai lain. ya kita tunggu aja adu ide anis matta dengan capres laen.

      kesimpulannya = percuma berdebat krn udah beda cara berpikir dasar hukumnya. coba nanti sy bikin KPKWatch_RI_Watch biar tambah seru,sy bikin 1000 blog utk jadi dasar hukum. sy bukan org PDIP, hanya org yg miris melihat cara berpikir kader bawah PKS.terima kasih

    • Maksudnya “melihat dari sisi hati nurani” itu adalah bagaimana saya memandang kasus ini, sehingga tidak mudah menjudge seseorang sebagai penjahat. Bukan dari sisi bagaimana penegak hukum memandang kasus ini. Anda salah paham.

      Membaca komen Anda ternyata saya ketinggalan menjelaskannya ttg KPKWatch_RI.

      Saya tidak tahu siapa @KPKWatch_RI ini.
      Apakah hanya ICW yang boleh mengeluarkan data korupsi?
      Lantas bagaimana dengan jutaan orang yang kritis dengan anti korupsi, ketika ICW tidak mengeluarkan data summary? Apakah masyarakat terus menerus dibodoh-bodohi data survey abal-abal?
      Apakah karena bukan ICW yang mengeluarkan lantas dianggap hoax?
      Padahal KPKWatch_RI tidak hanya menampilkan grafik dan angka-angka saja, tapi juga memaparkan semua kasus korupsi. Satu persatu kasus dan statusnya dishare di via twitter di setiap harinya, artinya kasus tersebut nyata ada. Kita yang mendapatkan data kasus tersebut juga bisa mengevaluasinya.
      Tinggal terbuka bagi kita semua untuk meng-kritisi grafik yang dihasilkan, berdasarkan pemaparan kasus-kasus. Ini namanya bahu-membahu mengungkap kebenaran.

    • a_b_C says:

      oiya mas. satu lagi.. mas iwan kan belum tau neh @KPKWatch_RI…
      (maaf saya tidak mengomentari ICW krn fokus pertanyaan saya di @KPKWatch_RI)

      ini saya kutip perkataan mas iwan sendiri dr artikel
      Caleg PKS Hamili Siswi SMP. Percaya?
      ====
      “Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
      Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
      Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
      Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?

      Mari tanamkan selalu sikap kritis dalam membaca media.”

    • Saya membuktikan kebenaran KPKWatch_RI di halaman 2 & 3 jurnal ini (silakan klik ya, link-nya ada di bagian akhir) bahwa tidak ada satupun nama-nama tersebut yang sifatnya hoax. Mereka nyata telah bersentuhan dengan kasus hukum korupsi. Silakan Anda juga buktikan sendiri ya 🙂

    • a_b_C says:

      yg ada tulisan @KPKWatch_RI

      Halaman 2 :
      Daftar Politisi Yang Tersangkut Hukum Pidana Korupsi.
      Dirilis oleh Tim @KPKWatch_RI
      Sumber: http://chirpstory.com/li/188931

      Halaman 3 :
      null

      ===

      saya lagi belajar bahasa indonesia. nyari kalimat @KPKWatch_RI adalah ….
      @KPKWatch_RI rumahnya di ….
      @KPKWatch_RI surat legalitasnya nomor ….

      sama kyk saya lagi belajar ….
      Iwan yulianto adalah Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Business Owner
      Iwan yulianto rumahnya di…..
      Iwan yulianto surat legalitasnya/KTP nomor …

      kan kasian klo udah bikin artikel banyak trus ada yg nanya IWAN YULIANTO ini siapa ?
      saya jawab : ndak tau, yg penting yg diomongin kyk gitu. menurut saya “bener”.kan saya cuma nerusin doank. saya gk perlu tau siapa orangnya.
      yg nanya : jadi klo yg ngomong gendruwo meski omongannya “bener” kamu nurut ?
      saya : ya gmn lagi. yg penting “bener”

    • Gini lho, mbak/mas…
      Negeri ini sudah darurat miskin pendidikan politik, begitu rendahnya peran media sbg pilar demokrasi yg keempat itu memberikan pendidikan politik pada masyarakat. Masyarakat dicekoki dengan rilis2 survey yg tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Terbukti ada 5 lembaga survey yg hasil penelitiannya jauh dari kenyataan perhitungan quick count hari ini. Dari periode ke periode pemilihan, hanya menghasilkan para wakil rakyat membikin sengsara negeri ini; hasil dorongan survey abal-abal dan berita palsu oleh media.

      Melihat kondisi tsb KPKWatch_RI mencoba memberikan penyadaran bhw selama ini partai2 jawara korupsi telah dibungkus oleh pencitraan yg maha dahsyat, yg menutupi dahsyatnya korupsi kader-kadernya.

      Ini sebenarnya peran ICW dan organisasi anti korupsi lainnya yg terdaftar, namun sayangnya ada kecenderungan organisasi tsb tidak independen lagi, alias condong pada partai tertentu. Sehingga SAMPAI DETIK INI TIDAK MERILIS INDEKS PARTAI KORUPSI. Nah, mestinya Anda ikut bantu dong mendorong mereka (ICW) untuk melakukan itu. Kalau saya dan kawan2 sudah menodongnya melalui akun twitter untuk hal itu. namun tidak ada jawaban. Bahkan juga melalui petisi online kpd KPK untuk merilis fakta2. Anda sudah tanda tangan petisinya?

      KPKwatch_RI yg sudah begitu mulia membantu membuatkan grafik, dan kedepannya sistem tsb bisa dijadikan rujukan kok malah dikejar-kejar. Sebaiknya curahkan segala daya dorong Anda untuk mendesak ICW & KPK untuk merilis summary / grafis fakta-fakta kasus korupsi. Maaf, Anda salah sasaran.

    • a_b_C says:

      inilah yg saya banggakan dari kader PKS…klo udah mentok jawabannya jakasembung. YANG DITANYA APA JAWABNYA APA. ngelesnya no 1 kyk bajaj.

      salut buat pimpinan PKS, seorang Balanced Scorecard Consultant, Quality Management System Consultant, Business Owner pun udah kemakan doktrinnya.
      BAHKAN UNTUK MENJAWAB PERKATAAN YG DIA TULIS SENDIRI PUN GK BISA.

      klo saya bakalan sampe mati mengetahui sumber informasi dari telinga yg saya dengar baru saya sebarkan. karena apa ? kembali ke…….
      ““Apakah Anda ikut menyebarkan berita yang tidak jelas tersebut?
      Nah.. kalau beritanya palsu gimana?
      Apa yang Anda jawab di akherat kelak?
      Apa Anda mampu meminta maaf kepada semua followermu yang telah membaca berita bohong tersebut?

      Mari tanamkan selalu sikap kritis dalam membaca media.””

      dan BIAR GAK MALU karena saya orang berpendidikan meskipun baru S1 karena nanti akan ditertawakan org sekitar saya.

    • Organisasi yg levelnya internasional spt Transparency International telah memuat informasi dari KPK Watch RI versi pertama. Semoga Anda paham organisasi sebesar apa itu Transparency International.

      http://www.ti.or.id/index.php/news/2014/02/11/indeks-korupsi-parpol-menyedihkan

      Berarti orang-orang Transparency International itu bodoh juga seperti perkataan Anda ya. Sudahlah … mari desak ICW & KPK bicara jujur. Kalau Anda cermat membaca jurnal saya di atas, maka akan paham mengapa ICW bungkam soal indeks partai korupsi.

    • a_b_C says:

      silahkan dicek link nya masih ada ato enggak.

    • Entah kemana, saya gak tahu, ini arsipnya:

    • a_b_C says:

      level internasional aja udah dihapus mas. krn tau klo hoax
      itu jawabannya.

    • Kalau membaca cache nya di sini. Tulisan versi pertama itu muncul sampai 6 April 2014, sejak dipost tgl 11 Februari 2014.

      Sekarang tim KPKWatch_RI hampir merampungkan update versi ketiga, setelah sekitar 90% bukti2 di-share di akun twitternya. Resume sudah dibikin, namun belum dalam bentuk grafik.

  9. alimurtadha says:

    Reblogged this on Write! and commented:
    Reblogging a rational opinion ..

  10. ibay says:

    Pilih salah satu yang lebih kecil mudaratnya
    Partai Nasdem mas… Ane nasdem kayaknya… Soalnya partai yg ente sebutin korupsi semua.. Yg namanya kotor walau sedikit kotor juga kan?

    Kan ada pepatah,sedikit demi sedikit lama2 jadi bukit..

    Yang belom kan nasdem..so pilih nasdem dong berarti? Klo pks dah kebentur korupsi… Berarti tetep aja udah kotor itu partai… Hemmm thanx infonya.. Akhirnya ane bisa memilih… Dan menilai partai baru masih bersih..partai lama..kotor semua…

  11. Sehubungan dengan tidak tercakupnya warga perantauan, maka sayapun untuk sekian kalinya tidak memilih. Apa mau dikata, kalau pemilunya seminggu mungkin bolehlah pulang. Masuk neraka? apa ada hukumnya? Saya rasa haram golput itupun berlebihan adanya. Kalau tidak ada yang cocok lantas apa mau dipaksakan?

  12. sy yakin insya allah jika semua umat muslim di indonesia menunaikan sholat istikhara sebelum mencoblos, pasti ALLAH akan memberikan salah satu yang terbaik buat kita semua.Sesungguhnya ALLAH maha mengetahui dari segala apa-apa yang tidak pernah kita ketahui.

  13. […] Tapi seperti kita ketahui, tidak semua orang yang kita kira baik dan kita pilih dalam pemilu benar-benar baik dan menjaga negara kita. Dan sayang sekali, kebanyakan mereka yang terpilih itu selain mempermudah perampokan negara kita juga memperkaya diri mereka sendiri. Daftar ini memuat nama-nama penghianat tersebut. […]

  14. Yang sudah membaca ini:
    http://novi-ratnanoviasari.blogspot.tw/2014/03/indeks-korupsi-partai-politik-versi-kpk.html

    Simak tanggapan atas tulisannya Novi di bawah ini:
    http://politik.kompasiana.com/2014/04/03/analisa-sederhana-kejanggalan-data-kpkwatch-644252.html

    Kalau Jurnal di atas hanya berdasarkan pemilih tahun 2009, maka dalam analisa blogger Kompasiana, Indeks Korupsi berdasarkan pemilu 2004 dan 2009 adalah:

  15. Sahabat KK says:

    Artikel yang sungguh objektif dan proporsional, aku pun sangat mengapresiasi kerja tim atau perorangan dibelakang ACC Twitter @KPKwatch_RI itu, siapapun orangnya..

    Yang menjudge kebenaran ini cuma para fanatik ideologi dimana ideologi mereka tidak sesuai dengan Parpol yg setidaknya memberikan gambaran paling baik dari hasil indeks korupsi tersebut dibanding Parpol lain yang hasilnya sangat buruk..

    Ada yang bilang indeks ini dibuat oleh orang-orang PKS, klo memang begitu adanya maka sangat beralasan aku untuk mencoblos PKS karena ternyata orang-orangnya objektif dan dapat menampilkan fakta melalui analisa data dan referensi pasti, tidak sekedar pencitraan dan permainan media untuk menutupi borok partai..

    Jangan menggantungkan pilihan pada Parpol korup nan bobrok hanya karena masalah ideologi atau anti suatu ideologi. Coblos no. 3 saja, Insya Allah harapan itu masih ada di PKS untuk bangsa ini..

  16. http://chirpstory.com/li/197651

    Dibaca ya semua..
    #STOPKAMPANYEHOAX

    Jika kampanye saja sdh menggunakan data manipulatif, kelak berkuasa jg pst akan khianat dan penuh manipulasi

    Di link diatas dibahas tuntas bagaimana HOAX dan manipulatif nya data ini… tentu saya.. kalo anda lihat ke twit nya KPK watch abal2 ini.. anda pasti tau siapa yang diuntungkan..

    • Anda baca doong rangkaian kultwit @KPKwatch_RI tanggal 31 Maret 2014. Isi chirpstory itu sudah ada update klarifikasinya. Justru setelah penelitian berlanjut 3 besar jawara korupsi jumlah koruptornya bertambah banyak. Satu persatu bukti (link berita) di share di twitter selama 3 hari penuh untuk satu partai PDIP, menyusul partai yg lain. Pantengin kultwit mereka. Tabel update terakhir akan di rilis dalam waktu dekat ini. Hati-hati pingsan.

      Lihat jurnal saya yang lain dalam blog ini bagaimana manipulatifnya si @KicauPemilu saat angkat isu.

      ICW sudah ditantang untuk rilis tabel korupsi kondisi terakhir tapi masih bungkam hingga saat ini. Laporan Tahunan ICW periode 2012 bisa dilihat di sini:
      http://www.antikorupsi.org/sites/antikorupsi.org/files/doc/Laporan%20Tahunan/AnRep_ICW_2012_v3.pdf
      Perhatikan info grafis di dalamnya. Tidak ada beda yang signifikan tentang jawara korupsi dibandingkan data periode tahun 2002-2014 yang telah diolah oleh tim KPK Watch RI. Lantas dimana hoax-nya?
      Terlebih lagi, organisasi tingkat dunia yang cabangnya ada di Indonesia yaitu Transparency International telah mengangkat laporan @KPKWatch_RI dalam situs resminya.

      Betapa dengki-nya mereka yg hanya fokus di 1 partai (PKS). Padahal setelah diteliti lebih jauh secara keseluruhan, malah 3 besar partai jawara korupsi hasilnya tambah mencengangkan.

    • aslan lubis says:

      Sangat menguras energi, mengurai kembali benang kusut ini. Sementara yg dibutuhkan sebuah pelita penerang. Memasyarakatkan tindakan represif thd korupsi/jual-beli suara pileg-pilpres. Analogi represif seperti dilakukan dlm wacana terorisme.

  17. Ketika muncul data seperti itu Kenapa Orang PKS yang disalahkan ?
    Toh banyak Parpol lain

    Satau saya Politik itu
    tidak ada teman yang abadi dan tidak ada musuh yang abadi

  18. Andre says:

    Beeuuhhh….PKS banget Booo…..mau sedikit atau banyak tetep aja korupsi gak ada bedanya, lebih baik koreksi n perbaiki dulu lah kalo PKS dah nol korupsinya baru deh keluari kayak gini…la wong podo ae toh…

    • Sahabat KK says:

      Nah terus klo anda tidak mau memilih PKS lantas pilih yang mana? Bukankah Parpol lain juga korupsi dan ternyata kerugian bagi negara oleh mereka lebih besar? 300 Jt dibandingkan 200 M apakah sama mas?

      Saya rasa bagi pemilih suatu Parpol yang konsisten anti korupsi dan menginginkan bangsa terbebas dari korupsi, pilihan logisnya hanya ada dua: Memilih partai yang rekam jejak korupsinya kecil (PKS) atau tidak memilih sama sekali..

    • Andre says:

      Partai dengan histori korupsi kecil ada beberapa kemungkinan
      1. Tidak atau belum ada peluang
      2. Belum menjadi partai penguasa atau terbesar dalam sistem pemerintahan….kecil saja sudah ada korupsi bagaimana kalo besar nanti..

      Abraham Lincoln pernah bilang: jika ingin mengetahui watak seseorang kasih dia kekuasaan….

      Memang sangat kecil kemungkinan untuk partai tidak korup, tp bukan berarti tidak bisa…
      so..kalo belum bener2 clean sebaiknya tidak usah membandingkan, seperti minuman alkohol..biar sedikit tetap saja haram…
      buktikan saja dulu dalam satu periode ini kalo PKS benar2 bisa clean dr korupsi..sehingga bisa menarik simpati dari masyarakat…..

    • Sahabat KK says:

      Apakah menurut anda PKS itu partai kecil? PKS semenjak kelahirannya selalu bertambah otoritasnya dan banyak merebut kursi kepemimpinan. Perhatikan bagaimana suara PKS dari waktu kewaktu selalu meningkat, dari 1Jt suara menjadi 8Jt, dari 7 kursi menjadi 57 kursi: http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Keadilan_Sejahtera#Perolehan_suara

      Menteri Sosial (Salim Segaf al Jufrie), Menteri Komunikasi dan Informatika (Tifatul Sembiring), Menteri Negara Riset dan Teknologi (Suharna Surapranata), semuanya adalah orang PKS..

      Kok bisa-bisanya anda bilang PKS partai kecil, waduh mas, tampaknya anda belum cocok berbicara rana politik karena wawasannya masih dangkal, makanya cari referensi dulu sebelum berkomentar..

      PKS adalah Partai besar tapi nyatanya korupsinya yang barupun terduga cuma 300 Juta. Bandingkan dengan Parpol lain ada yang sampai 200 milyar lho padahal oposisi..

      Saya rasa apapun yang dilakukan PKS sama saja dimata anda, jadi daripada kita terus menyorot PKS, mungkin sekarang waktunya kita menyorot partai lain. Contohnya Parpol pilihan anda, bisa tahu apa partai yang anda pilih dan dikira lebih baik dari PKS? Berapa kursi yang dia miliki di DPR dan ditunjuk sebagai menteri apa saja?

    • Andre says:

      Saya setuju dengan anda kalo suara PKS semakin banyak setiap pemilunya,..masih kecil sih dibanding 3 partai diatas yg rata2 diatas 10 %.. .mas @sahabat kk, besar kecilnya korupsi tetap saja korupsi…
      Ilmu saya memang sedikit mas…tp bukan berarti saya tidak tahu apa2….jujur saya gak punya partai pilihan favorit..partai nasionalis ataupun partai basis agama…sama semua…
      so nggak usah nanya saya partai politik favorit saya apa….dan saya juga punya hak untuk tidak memilih..kalo anda bilang saya tdk punya pendirian sah2 saja….buktikan dulu oleh partai2 yg ada sekarang dengan simpatisan dan legislatifnya atau apalah…kalo mereka bersih2… tidak menutup kemungkinan jumlah golput akan semakin kecil….
      Yang saya kritisi adalah jika membandingkan dengan partai2 korup lain tpi partai anda sendiri masih korupsi…(tolong jgn lihat besar kecilnya)…..apa bedanya…..

    • elisabeth manullang says:

      MAKSUD PKS DIA CUMA PUNYA SATU KASUS KORUPSI . TAPI KALAU TERIMA UANG SUAP HALAL GITU YA MAS..?? BERARTI AKIL GAK APA2 DONG TERIMA UANG SUAP..KAN GAK MERUGIKAN NEGARA..?? GITU YA MAS..??

    • Ngawur. Suap itu Haram. Membuka pintu korupsi dan kerusakan lainnya, sehingga bisa merugikan negara.

  19. gr says:

    Ini data korupsi ato survei parpol pavorit rakyat???

  20. rendy says:

    heran melihat para haters PKS ini, sudah jelas lagi kebenaran di depan mata. tapi masih saja berusaha menutup mata dan mencari2 kesalahan PKS. mengabaikan data yg valid, dan tetap ngotot dengan opininya yg bersumber dari berita2 media sekuler/liberal.

    anda fikir PKS ini kumpulan Malaikat? munafik sekali ya para haters ini. semoga anda mendapat hidayah saja lah.

    • Maklum, banyak yang terkena Neurosis Massal

      Semoga semuanya mendapatkan hidayah-Nya.

    • elisabeth manullang says:

      KORUPSI SALAH..TAPI KALAU NERIMA UANG SUAP GAK MASALAH KARNA GAK MERUGIKAN NEGARA GITU YA MAS MENURUT PKS..??

    • Kenapa dalam laporan Kejagung tidak ditulis besar kerugian negara? Karena belum terjadi proses korupsi.

      Suap antara A (cukong) dg B (pejabat negara), itu hanya melibatkan uangnya si A yg diserahkan ke B.

      Lain halnya kalau ulah si B yg telah disuap tsb sehingga membuat kebijakan yg merugikan negara, maka akan dihitung berapa besar kerugian negara. Bila si B belum sempat membuat kebijakan negara maka tidak bisa dihitung besar kerugiannya.

  21. Ando says:

    Mau masuk daftar atau tidak. Rakyat memang banyak yg sudah terlanjur tidak percaya dengan para politisi

  22. fay says:

    klo mau dianalisa lebih lanjut 3 besar yg banyak korupsi emang 3 besar partai yg banyak duduk di parlement, artinya bukan ga mungkin saat PKS, PKPI, dan PBB jadi peringkat 3 besar hasil 3 partai terkoruptor adalah mereka,

    • Kalo melihatnya jangan dari sisi kuantitasnya saja doong, lihat juga tabel Index Partai Korupsi (tabel ke-3) yang dinilai prosentasenya. Sehingga cukup fair evaluasinya.

  23. fitra says:

    Izin share ya

  24. supriayadi says:

    Ini yang harus diketahui masyarakat luar, partai yang selalu di idolakan karna adanya sosok jokowi, banyangkan nanti jika memimpin, istilah “indonesia dikontrakkan” mungkin saja terjadi, bakal kacau, bahkan mereka membuly mati matian orang yang menyebut kekurangannya, karna memang ada pasukan bayaran dunia maya yang bernama jasmev, wow sungguh memalukan indonesia

    • Dino Harinalda says:

      betul banget, mereka tidak pernah melihat kekurangan jokowi sama sekali dan cendrung berfikiran “pokoknya Jokowi” dan membuli yang gak suka jokowi mati matian, Memalukan Sekali

  25. […] Partai paling bersih dibully habis-habisan, dianggap paling korup bahkan diwacanakan untuk dibubarkan, NAMUN 3 besar partai pemenang pemilu yang memonopoli hampir 70% kasus korupsi dan merugikan negara trilyunan justru dibela habis-habisan. [Jawara Partai Korupsi] […]

  26. @KangMuvti says:

    Wah data yang saya butuhkan selama ini. Seharusnya sluruh orang Indonesia wajib tahu.

    Sy kaget si merah ternyata jawara korupsi. Sy jg lebih yakin harus milih yg mana. Jadi pemilih yang rasional saja dah.. Cari partai yg sedikiit korupsinya, banyak kerjanya, dan banyak karyanya…

    • Teori politik apapun sepertinya akan kesulitan menjelaskan kenapa PDIP yang jadi oposisi justru korupsinya mengungguli partai-parta yang berkuasa. Ketika berkuasa obral aset negara paling banter, waktu jadi oposisi maling korupsi PDIP semakin beranak pinak.
      Orang sekaliber Panda Nababan, di PDIP bisa jadi koruptor, dikrangkeng KPK. Padahal dulu dia orang yang idealis.

    • Tulisan Anda ini hanya spam. Sudah sering ditanyakan, dan banyak pula penjelasannya / jawabannya di sini. AYO BACA SEMUA KOMENTARNYA BIAR TIDAK MENGULANG!!

      Komentar Anda saya identifikasi spam, krn hanya mengulangi hal yg sudah sering dijelaskan. Maka saya kasih kesempatan hidup hanya 3 jam ke depan. Setalah itu saya hapus.

  27. Terlepas data di atas akurat atau tidak tapi itu semua fakta yang terjadi. Klo kurang yakin atau tidak percya itu hak masing2. Tapi fakta adalah fakta….

  28. Jaya says:

    Ini Pasti Yang buat Kader PKS, Memalukan. Yang namanya Partai Pasti Kotor. Termasuk Partai Islam sekalipun.. HHH.. Anda Pasti Kecewa Karna PKS Turun Drastis Yang milihnya.. hhhaha. Cuih. Demokrasi Emang menjijikan Suka Menjatuhkan. Padahal sama Iya..

    • Anda ini cuma asbun, ketahuan sekali tidak membaca rilis dari @KPKWatch_RI yang hampir tiap hari selalu update informasi dan fakta-fakta.
      Anda hanya berbekal opini sepotong-potong.
      Jauhilah prasangka, karena itu dosa.

    • sugito says:

      Anda belum pernah makan sate golok ya…ane bukan kader PKS tapi risih membaca koment mu itu…spertinya mulutmu itu gak pernah dicuci pake kepalan tangan…

    • Kenapa berasumsi PKS? Kan Bisa aja yg buat simpatisan parpol lain yang juga diuntungkan oleh data KPKWatch seperti Partai Demokrat yang langsung gembira krn tudingan parpol terkorup salah alamat. Bisa juga Partai Nasdem yg baru ikut Pemilu jadi blum ada record korupsinya. Anda yg lebih patut di”cuih”in krn sikap prejudis anda. You know, if just keep quiet, nobody will know that you’re prejudist. So next time, just shut your mouth up. It’ll save yourself.

    • rendy says:

      kalo bego jangan di habisin sendiri gan,.
      kasian saya melihat anda ini. belajar dulu baru komen ya!!!

    • dee says:

      Sukkaaa komen agan rendy ini

    • antijaya says:

      Hayo Jaya .. Mulut busukmu bunyi lagi ! .. Kalau kurang ilmu nggak usah bunyi deh, kentut lebih baik buat lu !

  29. Azzara says:

    Kampanye hitam gelap…ga terpuji

    • Mbak Azzara… Yang disebut kampanye hitam itu tidak berdasar fakta dn data. Ini jelas sekali faktanya, siapa yng bisa membantah????

    • Kampanye hitam terhadap parpol mana? Wong semua parpol kecuali Partai Nasdem, nongol di table dan grafik itu. Data di atas itu adalah edukasi politik yg bagus utk orang banyak, utk lebih berhati-hati dalam memilih Caleg.

    • Aci says:

      kamu yg kampanye hitam .. ini fakta kok disebut kampanye hitam.. dasaarrr parte preman dah jual aset bangsa tapi ngak tahu malu

  30. mufri says:

    kpk watch itu bukan kpk. mereka memposisikan diri menjadi pengawas kpk. didirikan tahun 2010 di jkt. aneh mereka mengeluarkan tabel ginian menjelang pemilu… coba diliat yg jelas, yg nyata sebelum menyebarkan yg tdk nyata.

    • Buktikanlah dimana tidak nyata-nya seperti yang Anda maksud. Saya tunggu.

      Apa yang mereka rilis adalah demi pendidikan politik di Indonesia yang lebih baik dan sehat. Sebab selama ini masyarakat kita banyak disihir oleh opini sesat dan survey pesanan yang jauh dari fakta.

  31. Nettie says:

    Lebih baik tidur daripada Nyoblos, gak guna nyoblos, semua partai juga korupsi . besar kecil sama saja, sama sama korupsi

    • aco says:

      nga memilih bukan menyelesaikan masalah tp membiarkan masalah malah membesarkan masalah …
      ktika ada dua pilihan berbaya dan tidak berbahaya mw pilih mana..??
      ga milih lebh berbahaya…

    • Orang yg dgn sengaja tidak menggunakan hak pilih-nya, berarti dengan sengaja juga melepas hak-nya untuk mengkritisi pemerintahan dan DPR/D. Jadi setelah Pemilu 2014 ini, anda tidak berhak mengkritik kesalahan2, tidak korupsi, dan ketidak-pedulian Pemerintah dan Anggota2 legislatif di DPR dan DPRD. Anda toh tidak memilih mereka.

    • Edi Ramlie says:

      UCI: oke bisa saya pahami sampai disitu, tapi apakah kritis dan luapan keinginan kita itu suatu hari nanti bisa didengar oleh DPR, DPRD, Menteri, dan Presiden dsb, jikalau kita memilih menggunakan hak suara kita.???
      ini menjadi pertanyaan besar yg harus kita selesaikan, saya sedikit curhat mas, di cianjur selatan (pantai) ada penambangan pasir besi, kami sudah 3 kali demo untuk menghentikan ini dengan masa dari berbagai kecamatan di cianjur selatan bahkan kami demo pula ke DPRD dan kantor Bupati yg jaraknya itu tidak dekat mas sekitar 120 KM menuju Kantor Bupati dan DPRD itu, tapi apa daya suara dan kritik kami tidak pernah didengar sampai saat ini. apakah saya masih perlu memilih..???

    • rendy says:

      mas edy, di dengar atau tidak yg penting kita sudah mengkritisi. saya yakin orang2 yg golput sebenarnya adalah orang yg baik, karna mereka tidak ingin disalahkan ketika orang yg mereka pilih ternyata korupsi.

      tapi sayangnya, ketika orang2 baik ini tidak memilih maka disitulah kesempatan orang2 yg tidak baik akan menduduki parlemen. karena yg memilih hanya orang2 yg tidak baik maka yg dipilih pun orang2 yg tidak baik pula, dan product seperti Undang2 dan kebijakan yg lahir adalah product yg tidak baik.

      niatkan yg baik dengan memilih yg terbaik dari yg ada. kasihan bangsa ini jika orang2 baik hanya berlepas tangan saja.

  32. Abu Wildan says:

    ternyata semua partai merugikan negara , membuktikan gagalnya sistem demokrasi

    • Silakan, mas. Ini tulisan lama banget, pertengahan bulan Februari lalu.
      Yang lebih update dan seru malah di ruang komentar di bawah ini.

      Awal April nanti Insya Alllah kalo gak ada halangan akan saya posting lanjutan dari jurnal ini.

    • Makasih mas, Untuk 9 April. Itu Pertama Nya Saya Ikut Pemilu Di Umur 18 Ini Mas hehehe 😀
      Dan Sudah Mantap Pilih No.3 🙂

  33. umi says:

    tetep pilh orangnya dahulu baru partenya

  34. Budenx says:

    Terkesan Menjurus..
    lebih baik teliti memilih calon anggota legislatifnya saja..
    Gak perlu terlalu fanatik sama partainya.

    • Pendapat seperti itu menyesatkan, mas Budenx.
      Pendapat seperti itu muncul karena rasa putus asa melihat performa partai merah kuning biru yang hancur lebur karena ketahuan juara korup.

      Kita sebaiknya lebih percaya pada sistem daripada figur. Karena siapapun sosok atau figurnya harus ikut sistem. Sistem mengikat semua dari bawah sampai atas. Sehebat apapun figur, kalo sistemnya lemah, lama-lama figur tersebut akan ikut arus kehancuran.
      Ayo belajar dari kasus ibu Risma walikota Surabaya, untung beliau diselamatkan oleh gong musim Pemilu, sehingga partai merah yang mengusungnya sementara waktu menurunkan tempo konflik, demi jaga image. Padahal pusaran badainya mengerikan.

  35. iseng aja says:

    Coba mas digolongkan berdasarkan agama….kayak gimana hasilnya?
    Semua parte pasti ad artnya ya ndak nyuruh korupsi ya…..
    Sama juga semua agama semua tuntunannya ya ndak nyuruh korupsi…
    Kalo ada agama yg paling banyak korupsi apa berarti agama itu jelek….

    • Setuju, mas iseng, semua agama ndak nyuruh korupsi.

      Kira-kira para koruptor yang bikin ekonomi di banyak negara Eropa terpuruk di titik nadir ini agamanya apa ya, mas?
      http://internasional.kompas.com/read/2014/02/04/1113358/Tingkat.Korupsi.Uni.Eropa.Mencengangkan

    • sayafaruddin Ibnu abdul Wahhab says:

      ya prsentasinya akan lbh besar yg non muslim lah ,umat islam 85% di indonesia ada 1000 org yg korupsi itu baru brapa persn nya ayoo? kalau yg lain 15% yan korupsi ada 100 prqng aja hayo sdh berapa %

    • Mas Sayafaruddin cerdas!
      Si mas iseng di atas bakal pingsan kalo baca berita tingkat korupsi di Uni Eropa, yang jelas di sana didominasi oleh non muslim 🙂

      Lagian juga gak ada hubungannya antara agama dengan korupsi, sama sableng-nya dengan orang yang menghubung-hubungkan antara poligami dengan korupsi.

    • iseng aja says:

      Sama dong berarti….datanya salah ya….khan disitu per orang….padahal kita tau komposisi pks dan pdip ato demokrat beda2 prosentasenya di pemerintahan….
      Apalagi kalo dibanding data krn pdip sempat memegang pemerintahan….

      Krn orang bersih itu ada dua…..yg satu bersih beneran yang satu bersih krn blom ada kesempatan…..

      Makanya khan bukan berarti agamanya jelek mas…sama juga bukan berarti pdip jelek…trus kalo pks sedikit yg korupsi juga bukan berarti pks bagus….krn sebenernya korupsi tidaknya dia itu tergantung serakah ato tidaknya pribadi masing2….
      Lha wong di depag aja pengadaan al quran juga di korupsi… :hammer

      Aku sih golput pileg tahun ini….pilpres baru milih….dan itu jelas orang islam yg aku pilih tidak peduli partenya apa

    • Jangan su’udzon, mas iseng, sehingga bilang orang bersih salah satunya adalah karena belum ada kesempatan.
      Tujuan pencatatan ini dari tahun-tahun lama (2002) sampai sekarang adalah untuk melihat komitmennya pada pengelolaan pemerintahan yg bersih. Adanya track record dari partai-partai korup itu menunjukkan mereka tidak komitmen.

      Selama 12 tahun lebih hanya segelintir orang yg tersentuh masalah hukum korupsi itu sudah menunjukkan sbg indikator sebuah partai bersih.

      Analogi yg Anda sampaikan tidak tepat saat bicara sebuah organisasi. Di awal menghubungkannya dg pemeluk agama. Agama bukan organisasi, karena itu hak pribadi, dan masing2 mengelola keimanannya.

      Analogi Anda justru tidak nyambung kaitannya dg sistem recovery sebuah organisasi. Partai adalah organisasi. 10 tahun lebih bukan waktu yg sebentar untuk memperbaiki organisasi. Kalo kejahatan itu terus terulang dari tahun ke tahun, bagaimana komitmennya terhadap visi-misi.

    • iseng aja says:

      Khan saya bilang ada dua mas….yang satu beneran bersih….yang satunya krn blom ada kesempatan…..
      Contohnya gerindra mas….beberapa talkshow di tv bilangnya kalo parte dia tidak ada yg tersangkut korupsi….padahal krn blom masuk ke pemerintahan aja….
      Tapi ya…..saya termasuk yg putus asa dengan kondisi skrg….
      Saya termasuk swing voter mas…
      Pernah nyoblos pks, demokrat, golkar….kalo pdip blom pernah….

    • iya, mas, makanya saya tulis di sana: “‘salah satunya’ belum ada kesempatan”.

      Kalo dlm talkshow Gerindra bilang spt itu berarti bohong, krn nyatanya ada kader2nya yg sudah duduk di DPRD terseret hukum pidana korupsi.

      Soal milih diniatkan aja demi kemaslahatan, artinya fokus milih yang mudharat/keburukannya kecil diantara 2 mudharat.

    • apa aja bisa dihubungkan mas kecuali…….

    • aco says:

      mas iseng presiden tanpa legislatif(dpr) g jalan di sistem demokrasi..

  36. muslim says:

    pak iwan.. saya lihat beberapa nama org belum masuk.
    krna terkadang pemberitaan g menyebutkan partainya.dan yg bersangkutan nyaleg lagi dr partai berbeda.

    apakah bs ditambahkan kolom sumber datanya (nomor putusan hakim) kolom jumlah dakwaan korupsi, kolom lama vonis.

    agar dpt dianalisa lbih dalam. atau mgk bs saya bantu mengupdate?

  37. har says:

    wah jangan korupsi ya gan,,, besar kecil itu tetep ga baik

    • Itu hukumnya mutlak… korupsi kecil itu dosa besar.

      Untuk pemilihan legislatif tgl 9 April nanti, pake panduan kaidah Ahwan asy-Syarrayn, memilih mudharat yang paling kecil / ringan diantara dua mudharat. Karena faktanya semua partai terindikasi korupsi, termasuk partai baru yang belum pernah ikut pemilu. Namun demikian, kita jangan lantas meninggalkan semuanya begitu saja. Karena bila itu terjadi, sejarah akan terulang… yaitu negeri ini akan kembali dipimpin oleh partai jawara korupsi lagi.

      Menuntut kesempurnaan terhadap pilihan adalah sikap ghuluw yg membuat waswas untuk memilih, padahal tidak ada manusia yg sempurna. Begitu juga dengan partai.
      Demokrasi adalah alternatif wasilah untuk memaksimalkan kebaikan & meminimalkan keburukan dengan realitas yg kita hadapi sekarang.

  38. raden says:

    Hahaha ini blom juga kasus Surat Keterangan Lunas Cukong2 BLBI, masih ingat? saat KPK mau Buka Kasus Cukong2 BLBI? PDIP langsung ada yg gerah dan nyindir KPK, http://www.rmol.co/read/2013/04/18/106870/PDIP:-Katanya-Kurang-Penyidik,-Kok-KPK-Garap-SKL-BLBI-yang-akan-Habiskan-Banyak-Energi-

    • Saya sudah lama baca, dan sudah lama berkomentar di sana, sayangnya tidak dimunculkan.

      Kalau tidak valid, nyatanya organisasi yang levelnya internasional seperti Transparency International telah memuat informasi dari KPK Watch RI versi pertama. Semoga Anda paham organisasi sebesar apa itu Transparency International.

      http://www.ti.or.id/index.php/news/2014/02/11/indeks-korupsi-parpol-menyedihkan

      Dan kalau dibilang abal-abal, coba buka halaman 2 jurnal ini, search satu per satu nama koruptor di situ menggunakan mesin Google. Tunjukkan di sini kalau ada yang keliru. That’s simple.

    • S4int says:

      1. Bukan data nya tidak valid, metode perhitungannya,seperti yang di ungkapkan, mengunakan data pembanding pemilu 2009, tp data dari 2002-2014, yah gk valid.
      2. Ada kades, akil mochtar, trus kayak jabatan gunung kidul ?
      3. Status dari yang di perkarakan, tersangka atau vonis ? kalau baru tersangka, harusnya belum masuk.

    • [Jawaban no. 1]
      Menurut KPK Watch RI, ini sekedar indeks kasar, untuk memasukkan faktor besar kecilnya partai. Sebab kalau yg ditampilkan hanya jumlah nominal koruptor saja, maka partai2 besar bisa “ngeles”: “Ah ya wajar dong jumlah koruptornya banyak, khan kader kami juga banyak di pemerintahan”.
      Makanya dibuat indeks korupsi dgn bilangan pembagi jumlah pemilih tahun 2009, untuk memberikan gambaran kasar “density” koruptor dlm partai tsb.

      Kalau menunggu semuanya seimbang diperbandingkan (jumlah tahun kepesertaan pemilu), maka jelas tidak akan bisa karena setiap periode pemilu selalu saja ada partai baru.
      Lha kalau setiap periode pemilu selalu saja ada yg baru dan hilang, lantas pertanyaannya: kapan kita bisa bikin tabel indeks partai korupsi tanpa diprotes?

      Tujuan rekam jejak dari tahun-tahun lama [mulai 2002] itu adalah menunjukkan bagaimana komitmen parpol tsb menghilangkan korupsi di tubuhnya. Ini pesan kuat yg ingin ditunjukkan, bung.

      [Jawaban no.2]
      Kalau ada kades, ketua MA, bupati/kepala daerah itu memang kader partai yg bersangkutan, bukankah memang semestinya dimasukkan dlm daftar koruptor partai tsb?
      Selama koruptor itu adalah kader partai, maka dia layak dimasukkan dalam daftar koruptor partai yg bersangkutan, apakah dia dari legislatif, eksekutif ataupun yudikatif.

      [Jawaban no. 3]
      Lihat metodologi poin 10 dari tim KPK watch RI dalam jurnal di atas, tim tersebut juga berusaha update, karena status tersangka yg kemudian dibebaskan, tidak akan dimasukkan dalam tabel. Kabarnya KPK watch RI sudah merampungkan rilis terakhir yg update, saya membaca bocoran angkanya, namun fakta2 berupa data korupter akan dirilis bulan April 2014.

  39. […] saya BUKAN HOAX, karena sumbernya jelas, nama-nama koruptornya mudah ditelusuri [lihat daftarnya di Halaman 2 jurnal […]

    • Cecep Rizal Muhammad Abduloh says:

      berarti alhamdulillah yah saya jadi makin MANTAP gag ikut-ikutan coblos. . .soalnya milih salah satu dari atas menunjukan sikap saya menerima akhlak bejat koruptor. . .saya berarti menipu diri sendiri karena semua orang pasti gamau ada yang namanya koruptor. . .bahkan jika milih partai yang ga ada disana kemungkinan justru yang paling bejat yang gada di tabel diatas. . .cuma belum ketauan aja. . .kalopun suara saya digelapkan maka saya tidak rido dan itu hubungannya bukan sama saya tapi sama yang maha kuasa. . .makanya saya hanya akan berjuang di masyarakat sekitar saja. . .coba kalo semua orang yang melek politik walo dikit mau memajukan daerahnya. . .tidak akan ada penipu di politik indonesia. . .karena orang yang tidak pernah menipu diri sendiri tidak akan tertipu oleh penipu manapun. . .

    • Pake saja panduan kaidah Ahwan asy-Syarrayn, yaitu memilih mudharat yang paling kecil / ringan diantara dua mudharat. Karena faktanya memang semua partai terindikasi korupsi, termasuk partai baru yang belum pernah ikut pemilu. Namun demikian, kita jangan lantas meninggalkan semuanya begitu saja. Karena bila itu terjadi, sejarah akan terulang… yaitu negeri ini akan kembali dipimpin oleh partai jawara korupsi lagi. Dan itu dampaknya terasa sekali kepada kita semua, termasuk mas Cecep Rizal.

      Menuntut kesempurnaan terhadap pilihan adalah sikap ghuluw yg membuat waswas untuk memilih, padahal gak ada manusia yg sempurna. Begitu juga dengan partai.
      Demokrasi adalah alternatif wasilah untuk memaksimalkan kebaikan & meminimalkan keburukan dengan realitas yg kita hadapi sekarang.
      Banyak sekali kebaikan yang dihasilkan partai-partai yang minim korupsinya, terutama produk-produk hukum yang memihak kepada kemaslahatan umat.

  40. Reblogged this on ASAS and commented:
    Harga Sembako dan BBM Ditentukan oleh Keputusan Politik. Ayo Pilih partai/Caleg Yang Dipercaya dan Amanah.

  41. mohon petunjuk says:

    jangan saling menyalahkan y tinggal meluruskan saja yang kurang baik dan yg sudah baik di pertahankan

    tetapi yang sedikit membingungkan ketika mengagungkan atau membanggakan, karena semua tidak ada yang sempurna tetapi yang aneh kalau yang korupsi itu KEPALAnya atau orang yang menjadi panutan sangat lebih membingungkan lah wong kepalanya saja yang mengatur seperti itu bagaimana yang lainnya. Kepala itu yang mempunyai fungsi untuk dan sebagai pengatur stategi dan ternyata strateginya seperti ini. masyarakat juga sudah cerdas dalam menyikapi semua yang ada. dan semua juga ada dalam hasil akhirnya.

    data yang ada adalah olahan dari manusia juga dan masih banyak kemungkinan kemungkinan yang terjadi apalagi untuk moment seperti ini, maka habis habisan akan mengangkat tema tersebut yang masih banyak kemungkinannya karena ada kepentingannya.
    data sebagai pembelajaran yang mungkin bisa untuk di jadikan acuan dalam mengambil suatu keputusan tetapi juga harus cerdas dalam menyikapinya. karena semua akan kembali dalam pengambil keputusan terakhir.

    santun dalam berbahasa dan pandai menyikapi situasi saling berbagi informasi untuk menjadikan bangsa ini bisa jauh lebih maju. jauhkan kepentingan yang hanya sesaat karena yang akan hadir adalah seorang pemimpin tetapi bila seorang pemimpinnya kurang berkenan akan menjadikan kita suatu tanda tanya.

    terima kasih untuk informasi yang dapat memberikan inspirasi 🙂

  42. Jatmiko says:

    semua partai sama aja selalu ada yang korup!!!!! salah akan pilih partai yang peduli terhadap lingkungan dan pelestarian alam. apalagi sekarang orang partai lebih mintingin partai daripada kelestarian alam. saya akan lebih percaya WWF dalam memilih parati daripada hasil survei yang ditunggangi kepentingan politik. ALAM BESERTA HUKUM-HUKUMNYA ADALAH SEKOLAH TERBAIK BAGI MANUSIA!!!!!!!!!

    • Maksudnya sesuai dengan isi Platform sebuah partai seperti ini ya:
      Buka halaman 336

      7.5.17. Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup

      Mengoptimalkan pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup dengan meningkatkan kemauan politik pemerintah, serta partisipasi masyarakat dan tanggung-jawab internasional.
      Menjadikan kehidupan seluruh umat manusia yang layak di bumi yang satu, sebab baru bumi satu-satunya ini yang layak dihuni.
      …..

      Program selengkapnya partai tersebut yang sudah sejak lama serius mikirin bangsa ini, bisa Anda download di sini
      Selamat membaca ya, bung.

  43. ohenx says:

    Aah pada ngeributin korupsi…..bodo amat pda mo korup jga yg pnting gw gak

    inget hari pembalasan akan datang

  44. Ummu Aisha says:

    Reblogged this on Diary Ummu Aisha Pisarzewska and commented:
    Nah kalau perilaku anggota masyarakat kita mulai berbudaya seperti ini ” speak with data/ fact ” insha Allah negeri tanah air beta yang kurindu akan menjadi lebih baik bahkan mendapat rahmat.Saya bandingkan dengan Norwegia yang kecil tapi sistemnya adil dan jujur sehingga mengikat masyarakatnya dengan kuat.Senang baca berita seperti ini grafik dan tabel itu lebih akurat daripada koar-koar hoax yang asbun

  45. […] nama-nama koruptornya mudah ditelusuri [lihat daftarnya di Halaman 2 jurnal […]

  46. welly says:

    Partai ini padahal capresnya terkenal baik . Tapi ane jadi keecewa ternyata korupsinya paling tinggi . AH jadi males lah , Ternyata partai yang sering gembar-gembor wong cilik , malah nyusahin . mending milih yang emang bener walaupun sering dapet stigma negatif.. Ane yakin aja dah daripada negeri ini dipimpin sama wakil rakyat yang menyengsarakan rakyat .

    • SHOLE says:

      JANGAN PERCAYA SAMA BERITA BERITA YG GAK JELAS, DAN DARI MANA SUMBERNYA , SUDAH BUKAN RAHASIA UMUM LAGI PARTAI – 2 ITU BANYAK TERSANDUNG MASALAH, TAPI YG BISA MENENTUKAN ADALAH PENGADILAN TIPIKOR , KAN GAK ADIL MASAK PKS HANYA 0,4 % ATAU SETARA 300 JUTA KERUGIAN NEGARA , MASAK ITU BENAR THO ??????????????????

    • Mudah saja menjawabnya kok mas Shole. Caranya:
      [1] Buka halaman 2 jurnal ini.
      [2] Untuk membuktikan 0.4% atau Rp 300 Juta, buka saja Google, berdasarkan nama pelaku kasus korupsi, kalkulasikan jumlah kerugian negara.
      Ayo, saya tantang Anda membuktikannya biar cerdasnya nambah.

    • Petruk says:

      FAKTANYA TIDAK PERNAH ADA KASUS KORUPSI IMPORT SAPI

      Tetapi hampir semua media secara gencar terus menerus memberitakan kasus korupsi penambahan kuota import daging sapi. Padahal kasusnya tidak ada, dan KPK-pun dalam tuntutannya hanya menuntut tindakan suap, tidak berani menuntut perkara korupsi, karena memang tidak ada tindakan korupsi yg dilakukan oleh Lutfhi Hasan Ishaq, yg berarti juga tidak ada kerugian negara.

      Sangat ironis, media seakan tutup mata, tetap teguh memberitakannya sebagai kasus korupsi dan berusaha menggiring opini publik agar memandang kasus itu sebagai kasus korupsi.
      Itu ibarat kasus tuduhan menyenggol seorang gadis, tetapi pemberitaannya di media sebagai kasus perkosaan dan pembunuhan.
      Dan media serta banyak dari kita diam saja melihat tindakan dzalim seperti ini….

    • abcdefghijef says:

      Kalau saya pribadi malah tidak kedua2nya, @Shole, @iwan,,

      300 juta memang nampaknya angka yang sangat kecil, tidak realistis. NAMUN, partai lain pun tidak realistis. kerugian negara hanya miliar?? ini yang saya kurang percaya.

      coba, hm.. angkanya semua dikali 100 , eh dikali 10 saja untuk semua partai, mungkin itu akan lebih realistis hehehe n_n/

      jadi ini bukan kampanye gelap sebenarnya, namun kampanye “putih”. Karena semuanya nampak lebih putih, jadinya aneh n_n

      salam damai. salam demokrasi :D/ indonesia? Passs mantappp! 😀

  47. pakealif says:

    dulu aku pks…
    tp skrg pilih orangnya, bukan partainya…
    yg penting partai Islam dan orangnya yg paling ku percaya. maaf pks, good bye…

    • Silakan, kita semua bebas memilih kok. Dan Alhamdulillah, kalo pilihan Anda adalah partai Islam, karena terbukti indeks korupsi partai-partai Islam jauh lebih kecil dibanding partai-partai nasionalis liberal. Semoga setiap keputusan pilihan itu sudah berdasarkan informasi yang tepat.

      Kita sebaiknya lebih percaya pada sistem daripada figur. Karena siapapun sosok atau figurnya harus ikut sistem. Sistem mengikat semua dari bawah sampai atas. Sehebat apapun figur, kalo sistemnya lemah, lama-lama figur tersebut akan ikut arus kehancuran. Memang tidak ada sistem yang sempurna, karenanya sistem juga membangun mekanisme evaluasi dan improvement sepanjang waktu.

    • novita simbolon says:

      Kita ga bisa menjudge orang dari partainya..korupsi itu,bukan krna agamanya,ataupun partainya…tapi karena hatinya yang belum disentuh Tuhan untuk bener bener serius mengayomi..sekrng kita sulit ubtuk memperdebatkan siapa yg benar atau salah..mari kita berusaha dan sama” memperbaiki hal hal ini,dimulai dari diri kita sendri..jika memang ttp korupsi,semoga koruptor sadar bahwa hidup ujungnya akan berakhir..dan gaa ada guna menikmati uang sebnyak itu

    • pakealif says:

      mungkin, pileg 2019 bila ada caleg PKS yang bisa meyakinkan saya didaerah saya, aku bisa kembali….
      sementara ke yang lain dulu…
      aku tinggalkan pks karena kecewa terhadap salah seorang yang kuanggap tidak menghargai ormas yang aku ikuti…
      dan itu tidak hanya saya, ada beberapa teman lain…

  48. Nursidah Nursidah says:

    Insya Allah tetap PKS dri pertama berdiri mpe nanti……

  49. Bobby says:

    Terima kasih Pak atas pencerahannya. 2 pemilu sudah golput ternyata negeriku makin tambah gak genah. Lagi ingin menjadi pemilih cerdas….

  50. aidasarah says:

    Postingan admin yang tidak valid dan terkesan abal-abal, black campaign dari PKS, coba baca di http://novi-ratnanoviasari.blogspot.com/2014/03/indeks-korupsi-partai-politik-versi-kpk.html

    • Saya sudah lama baca, dan sudah lama berkomentar di sana, sayangnya tidak dimunculkan.

      Kalau tidak valid, nyatanya organisasi yang levelnya internasional seperti Transparency International telah memuat informasi dari KPK Watch RI versi pertama. Semoga Anda paham organisasi sebesar apa itu Transparency International.

      http://www.ti.or.id/index.php/news/2014/02/11/indeks-korupsi-parpol-menyedihkan

      Dan kalau menurut Anda tidak valid, coba buka halaman 2 jurnal ini, search satu per satu nama koruptor di situ menggunakan mesin Google. Tunjukkan di sini kalau ada yang keliru. That’s simple.

  51. Agus Fandy says:

    Haramkah GOLPUT ? Mari kita sitir Q.S.(5:57) – (Al-Maaidah:57) :”Hai orang-orang yang beriman, Janganlah kamu ambil menjadi PEMIMPINmu, orang-orang yang membuat agamamu menjadi olok-olok/ejekan dan main-main, yaitu orang-orang yang…

    • Tidak perlu meributkan soal haram atau tidaknya golput. Dalam jurnal inipun tidak saya bahas.
      Yang lebih difokuskan adalah memberikan penyadaran ke masyarakat luas bahwa membiarkan pemimpin zalim melenggang mulus ke pintu kekuasaan adalah perbuatan yang abai sebagai warga negara. Pemimpin zalim itulah yang nantinya membuat dan memutuskan produk-produk hukum yang harus diikuti warganya… yang berpotensi menyengsarakan rakyat.
      Semoga kita semua sadar untuk tidak menjadi golongan orang yang abai / acuh.

  52. Henrizalhadi Wahab says:

    minta izin menyampaikan ini kepada teman2 yang lain pak….semoga ada otak yang mulai …..oleh politik selama ini…perpungsi kembali…

  53. henrizalhadi wahab says:

    jangan mengaku cinta indonesia…jangan mengaku nasionalis dan jangan pernah mengaku care kepada bangsa ini…kalau belum tahu data-data diatas……data data diatas wajib hukumnya sampai ke kampung-kampung…ayo, gimana caranya……

    • Setelah media mem-framing dan menyetir habis-habisan opini masyarakat, lembaga survei bikin survei yang hasilnya akan sama dengan opini yang sudah dibentuk.

      Yang patut diwaspadai kini … Media milik partai, media berbayar, dan lembaga survei berbayar jadi instrumen serangan udara parpol jelang pemilu.

  54. beekaos658 says:

    Santai aja lah wait and see……kita lihat partai ini MUNAFIK atau kaga,,,andai kata jokowi jadi presiden akan kah si partai no 3 ini cari MUKA minta kursi mentri dengan dalih koalisi PALSU. Hari ini mungkin di benci tapi besok jadi bermuka dua melas melas minta kursi mentri …

    • It’s okey, bro, berarti perjuangan masih panjang guna mengentas dan menyadarkan bangsa ini dari kebodohan menyikapi opini sesat yang membuat bangsa ini terpuruk.
      Insya Allah, saya akan menikmati prosesnya bagaimana ikut andil membuat bangsa ini maju, meskipun terseok-seok. Khan asyik kalo Allah menilainya sebagai ibadah. Yo ra, bro? #AYTKTM

    • nanang ikhwanushofa says:

      gajah dipelupuk mata kelihatan.. kuman diseberang lautan tdk kelihatan.. tahu bedanya 1 dan 1000 mas..?

    • Kalo cuma ngomong seperti itu, anak kecil juga bisa. Coba buktikan gak validnya dimana. Saya tunggu ya.

      Lihat jawaban saya pada komentar2 di bawah-bawah ini. Awas pingsan 🙂

  55. goldfriend says:

    Mas, anda pernah melakukan penelitian kan? Coba ditelaah lagi metodologi penelitian dari KPKWatch di atas. Apa memenuhi syarat2 penelitian? Dan apa akibatnya suatu penelitian kalau metodologinya salah..

    • Coba buka halaman 2 jurnal ini, search satu per satu nama koruptor di situ menggunakan mesin Google. Tunjukkan di sini kalau ada yang keliru. That’s simple.

      Penyajian ini disampaikan agar masyarakat tidak terus menerus dibodohi oleh pembentukan opini media yang tidak berdasarkan fakta. Yang pada akhirnya masyarakat sendiri yang menjadi korban.

  56. amri says:

    iya siy emang PKS partai paling bersih dan kerugian negara paling kecil. tapi dampak dari korupsi itu, harga daging sapi meningkat..dan langsung kena ke rakyat..coba kerugian rakyat langsung dihitung..berapa besar ??….dan klo emang bersih saya akan pilih..tapi apakah kompeten..mentri pertanian dari PKS dan gelar sampe doktor. tapi harga daging paling mahal sedunia..barang2 pertanian semua impor…terus apa yg sudah diperbuat dengan mentri2 dari PKS ?.. butuh bukti kinerja juga…

    • Kasihan, Anda ini tergiring opini sesat media dan Jasmev.
      LHI sekarang sedang dalam upaya banding atas vonisnya yang tidak masuk akal itu. Saya yakin LHI akan dibebaskan, seperti politisi PKS Misbakhun yang terbukti dinyatakan tidak bersalah dan semua dakwaan dibatalkan. Betapa zalimnya negeri ini, main tahan orang hanya karena derasnya pembentukan opini media. Bagaimana kalau itu terjadi pada Anda.

      Coba jawab:
      a. Berapa duit LHI telah menerima suap? Rp 0
      b. Berapa duit negara dirugikan? Rp 0 .. lha suapnya aja belum diterima.

      Fakta persidangan yang zalim terungkap:
      1. LHI korban pencatutan nama;
      2. 0 (NOL) kerugian negara;
      3. Tidak sepeserpun uang yang diterima LHI;
      4. Kuota impor tidak dinaikkan pasca dinegosiasi Fathonah.

      Kemudian logikanya, bro, kalo LHI biang keroknya,…
      a. Mengapa harga daging sapi naik, tidak turun setelah LHI ditahan?
      b. Mengapa Indonesia menaikkan kuota impor daging sapi setelah LHI ditahan?

      Sejatinya yg berwenang dalam membuka kran proses impor sapi adalah Menteri Perdagangan (G W). [baca ini]. Kelak pengadilan berikutnya kalo jujur akan menyeret orang ini. Saat ini yang terjadi pada LHI adalah kriminalisasi.

      Nih, biar Anda tahu siapa sebenarnya yang doyan impor?
      Silakan temukan jawabannya di sini.
      http://www.gresnews.com/berita/politik/113162-gita-wirjawan-menteri-doyan-impor/

      Kalo bicara jawaranya impor sapi adalah politisi PDIP Widjanarko Puspoyo yang telah merugikan negara sebesar puluhan M. Itu jelas kasus Impor Sapi di tahun 2007.

      Mengapa kasus ini tidak di-ekspose besar-besaran sepanjang tahun?
      Jawabnya:
      Silakan Anda baca paragraf jurnal di atas bagian “Beruntungnya Partai-Partai Juara Korupsi”

      Sekian ya, bro, semoga Anda mendapatkan hidayah-Nya dengan tidak mudah tergiring penyesatan opini media.

  57. […] Sumber : https://iwanyuliyanto.wordpress.com/ […]

  58. Setiyo says:

    JOHAN BUDI PILIH PKS?

    ada pertanyaan yang sedari dulu saya penasaran ingin bertanya pada kalangan pimpinan dan pegawai KPK

    pertanyaan saya adalah

    mau pilih partai apa tanggal 9 april

    semua menjawab diplomasi bahkan banyak yang cuma senyam senyum sambil berlalu bilang rahasia dong

    kalau abraham samad menjawab; anda pilih partai apa? saya ikut pilihan partai anda saja lah (sambil tertawa).

    yang menarik ketika pertanyaan itu saya tanyakan kepada sosok jubir abadi KPK sdr johsn budi

    johan budi hanya menjawab; SAYA PILIH PKS

    wah; cepat singkat dan lugas jawaban sdr johan budi; SAYA PILIH PKS

    lalu saya tertarik bertanya mengapa pilihannya kepada PKS dan mengapa begitu gamblang; diantara begitu banyak orang yang saya tanyakan semuanya memilih diam dan hanya menjawab sambil bercanda

    johan budi jubir KPK cuma menjawab;

    PILIHAN SAYA JATUH PADA PKS karena sudah ada dua alat bukti kuat

    pertama PKS adalah partai paling kecil korupsi

    kedua, PKS paling taat patuh aturan dengan mengembalikan gratifikasi yang diterima

    itu saja; simpel dan sederhana

    sementara saya hanya menjawab; WOW

    -bang dw-

  59. Rachmat says:

    Tabel Kerugian Negara & Daftar politisi yang tersangkut hukum pidana korupsi-nya belum update ya Pak..? di Tabel dan grafik jumlah partai korupsi tertulis PDIP 157, Golkar 113, & Demokrat 47 dst, tetapi di tabel kerugian negara dan daftar politisi masih tertulis PDIP 113, Golkar 73, & Demokrat 37

    • Halaman 2 memang belum sempat di-update, masih dalam progress, nama2 itu masih berdasarkan versi pertama. Sabar ya, Pak Rachmat.
      Tabel Kerugian Negara juga belum di-update angkanya, juga masih dalam progress, setelah mengumpulkan informasi dan meresume dari 7 sumber.

    • Rachmat says:

      terima kasih Pak Iwan..

  60. indra says:

    Golput…golongan putus asa? Itu jargon iklan baliho PKS dekat tempat tinggal saya. Jadi…keliatan ini artikel sedikit banyak memihak siapa tau kan?
    Dan saya memang golput, so what gitu loh? Kalo gak pantes ada yg bisa dipilih apa harus dipaksain?
    Hei golput juga pilihan bung!

    • Yakin gak ada yang pantes?
      Bung Indra sudah lihat list dan profile semua caleg di situs KPU?
      Ayo rajin-rajin mempelajari mereka, bung.
      Pasti ada doong orang-orang yang berhati lurus duduk di kursi pengambil keputusan yang berpengaruh bagi negeri ini. Ayo beri nilai lebih mereka yang Bung Indra anggap jujur. Agar nilai lebih itu tidak condong ke caleg yang berbakat korupsi apalagi dia duduk di kursi pengambil keputusan produk undang-undang.

      Para pemilih PKS juga Golput kok … GOLongan Pemilih nomer Urut Tiga

    • saad says:

      mas indra.. FYI : Syeikh Abdul Muhsin al-‘Abbad al-Badr, seorang ulama besar Madinah,“Pada asalnya keikutsertaan seorang dalam Pemilu tidak diperintahkan. Namun, bila di antara para kandidat itu ada yang baik dan yang buruk maka tidak diragukan lagi. Memberikan hak suara kita untuk mendukung kandidat yang baik itu sesuatu hal yang dituntut. Bila di antara kandidat yang maju itu ada yang lebih baik hubungannya dengan kaum Muslimin dan kepemimpinanya kelak akan mendatangkan manfaat bagi Kaum Muslimin maka tidak mengapa memilihnya. ” (Majlis Shahih Muslim, Masjid Nabawi, Madinah al-Munawwarah, 18 Jumadal Ula 1435 H.) JANGAN GOLPUT LAH…

  61. yus says:

    Artikel yang bagus mudah mudah tidak ada titipan dari salah satu kontestan pemilu….
    Semoga tetap di rel yang lurus……

  62. indro says:

    terima kasih banyak infonya mas…. jadi lebih tahu sekarang, maklum, pemberitaan media di TV semau pemiliknya saja, tanpa memberikan porsi yang seimbang…

  63. TUTIK MKT says:

    Saya telah surfing blusukan cari data urutan partai2 terkorup, dan di situs ini saya menemukanya dg data2 yg lumayan lengkap.
    Mengenai website yg bapak cantumkan kalau gak salah ada juga jumlah orang2 partai yg tersangkut korupsi alias BELUM DI PUTUS PENGADILAN SALAH / TIDAK.

    Thanx ADMIN (y)

  64. Edi Thamrin says:

    Alangkah bagusnya jika data2 Partai pelaku korupsi dapat dipublikasikan secara terus menerus lewat media massa (koran/TV) menjelang pemilu, agar masyarakat luas tahu tentang kondisi partai2 tsb dlm kaitanya thp korupsi uang negara… jika publikasi tsb dpt dilakukan, itulah bentuk tanggungjawab moral sbg anak bangsa…. wassalam.

  65. bukan golput says:

    Gambar tabel partai pks orup plg kecil, pdip plg besar, golkar no 2, tertulis data dari 2002-2014.
    Saya tanya tahun 2002 apakah golkar sudah ada? Sudah.
    PDIP sudah ada? Sudah.
    Lalu apa gerindra dan hanura sudah ada? BELUM. jadi wajar donk kalau PDIP dan GOLKAR lebih banyak korupsi drpada hanura dan gerindra, org gerinda dan hanura belum ada. Udh kelihatan belum itu hoax?
    Kalau masih belum sy tambahkan..
    2002-2014 itu 12 tahun, tp hanura dan gerindra partai usia 6-7 tahun. Mana bs dibandingkan? Saat PDIP dan golkar sudah dihitung dosanya, dosa hanura gerindra masih 0. Karena belum lahir. Jadilah ia terlihat innocent. Sekalian aja bandingin ama nasdem. Pasti nasdem innocent krn dia partai baru lahir. Jadi apa bs dibilang valid?

    Kalau perbandingan harus pd tahun dimana semua partai sudah lahir. Malah harusnya ketika si partai sudah ada kader di parlemen. Apa waktu 2002 kader hanura-gerindra audah ada di parlemen? Lahir aja belum!

    mana bs dia ikut dihitung dosa. Pasti innocentlah. Sudah paham itu HOAX?

    Itu kenapa grafik yg blg PDIP plg juara korup dan PKS plg ga korup itu tabel yg tidak valid. HOAX.. sy sama sekali ga benci partai manapun tapi grafik CACAT ini teralu menguntungkan untuk PKS dan teralu menyudutkan PDIP.

    • Kalau menunggu semuanya seimbang diperbandingkan (jumlah tahun kepesertaan pemilu), maka jelas tidak akan bisa karena setiap periode pemilu selalu saja ada partai baru.
      Lha kalau setiap periode pemilu selalu saja ada yang baru dan hilang, lantas pertanyaannya: kapan kita bisa bikin tabel partai korup tanpa diprotes?

      Tabel 1 menunjukkan kuantitas politisi partai yang terkena kasus hukum korupsi. Bukan prosentase, sekedar menunjukkan rekam jejak mereka yang bermasalah, makanya list lengkap siapa saja mereka saya taruh di Halaman 2

      Tabel 2 penjabaran dari tabel 1 dari sisi jumlah kerugian negara. Itu juga menunjukkan rekam jejak.

      Tujuan rekam jejak dari tahun-tahun lama itu adalah menunjukkan bagaimana komitmen parpol tersebut menghilangkan korupsi di tubuhnya. Ini pesan kuat yang ingin ditunjukkan, bung.

      Tabel 3 … nahh itu baru perbandingan antara jumlah pemilih dengan jumlah politisi yang bermasalah.

      Berdasarkan periode pemilu tahun lalu, Pak Andi Arif (Staf Khusus Presiden) merilis data dari KPK. Hasilnya juga tidak beda jauh.
      Sila simak di sini: Data dari Andi Arief, Golkar Paling Korup dan PKS di Urutan Buncit

      Hoax itu adalah laporan palsu, yang artinya tidak bisa menunjukkan bukti-buktinya. Kenyataannya, bukti-bukti orang yang terkena kasus hukum korupsi tersaji di halaman 2 blog ini. Detail beritanya tinggal googling saja.
      Data ini juga diperkuat oleh info di sini:
      http://www.rmol.co/read/2014/03/10/146796/Berikut-Nama-nama-Kader-Golkar,-PDIP-dan-PD-yang-Korup-

      Kalau cara penyajian datanya kurang tepat menurut Anda, maka itu bukanlah disebut hoax.

  66. pemilihcerdas says:

    kan sudah di rilis juga dalam bentuk persen …. beserta perolehan jumlah kursi yg di dapat oleh parpol tsb

  67. Ibnu yahy says:

    Semoga tidak jatuh kelobang yg sama untuk ke sekian kalinya. Terima kasih atas pencerahannya

  68. binhariyati says:

    menarik nih data2nya… tapi sbg org yg “melek data” sy ingin smpaikan kritik skaligus saran. klo ingin tau bnr2 partai terkorup maka lbh baik data yg disajikan dihitung proporsional dg jumlah wakil partai di pemerintahan.

    jd kita bnr2 ingin melihat scr valid, maka dari wakil partai yg ada di lembaga pemerintah, brp % yg melakukan korupsi. jika hny dilihat dari total kasus korupsi, maka data menjadi bias. jangan2 krn mmg wakil di pemerintahan lbh bny org partai pdip-pd-golkar jadinya yg mendominasi kasus jg org mereka.

    ibaratnya nih:
    partai A jumlah wakil di DPRD 50, korupsi 15
    partai B jumlah wakil di DPRD yg sama 10, korupsi 5
    secara kasat mata, partai A adalah partai terkorup krn kasusnya yg palinh bny sbesar 15, tp scra proporsional hrsnya yg lbh diawasi adalah partai B. 50% dari wakil mereka trnyata korupsi, smntara di partai A hanya 30%

    above all, salut buat kpk yg semakin ‘gesit’ menangkap koruptor dan membyat pencerdasan smacam ini.

    terimakasih artikelnya pak, inspiring.

    • Terimakasih atas masukannya, mbak Binhariyati.

      Mengapa tidak menggunakan aleg di anggota dewan?
      atau Mengapa tidak menggunakan data wakil partai yanga da di lembaga pemerintahan?
      Jawabannya sangat sederhana: PBB, PKPI tidak ada anggota di dewan, jadi tidak bisa diukur, sedangkan penggunaan pemilih mempunyai hasil yang tidak berbeda dengan anggota dewan. Jadi istilahnya hanya membuat alat ukur yang bisa mengukur keseluruhan partai. Maka lahirlah tabel ke-3 di atas.

  69. f.nugroho says:

    sebenarnya saya kurang sreg dg model hitung2an berapa korupsinya. karena berapa pun korupsinya tetap saja korupsi. saya lebih mengapresiasi bagaimana perbandingan prestasi antar partai. fastabiqul khairat. dengan menyebarkan virus positif maka kita sebagai bangsa semakin terbiasa dengan hal-hal yang positif.

    *jika PDIP itu merah dan PKS itu putih, maka kita perlu keduanya agar menjadi merah putih. yang lain? mejikuhibiniu, betapa indahnya keanekaragaman warna yang harmonis* 🙂

    • Begini, mas Nugroho.
      Parlemen adalah pengambil keputusan atas kebijakan-kebijakan yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak di negeri ini.
      Partai dan perwakilan non partai adalah alat perjuangan untuk meraih tempat dalam parlemen. Sebab di luar parlemen mereka tidak akan mempunyai arti apa-apa (di sisi pengambilan keputusan).
      Adanya kebijakan-kebijakan publik itu adalah usaha kolektif dari fraksi-fraksi partai, mereka melebur menjadi satu di parlemen.
      Seorang kepala daerah pun juga diusung oleh beberapa partai.
      Jadi, akan sulit rasanya kalau adanya keberhasilan / pencapaian / prestasi dalam penyelenggaraan negara ini diklaim oleh Partai A atau Partai B atas keberhasilannya, sebab pencapaian itu atas dasar usaha kolektif.

      Lain halnya kalau kasus korupsi. Korupsi adalah keputusan individu dan itu mudah sekali ditelusuri bahwa oknum koruptor tersebut berasal dari kader mana.

      Namun demikian, kalau ingin melihat sisi fastabiqul khairat itu masih bisa, pencapaian / prestasi partai bisa dilihat dari kegiatan-kegiatan berjangka pendek, misalnya kegiatan-kegiatan sosial, seperti pengendalian bencana.
      Masalahnya, yang seperti ini tidak semua media mau meliputnya, tergantung kepentingan pemilik media.

      Jadi, indikator partai yang berkontribusi positif untuk negara adalah partai yang prosentase jumlah kadernya sedikit yang kena proses hukum, hukum korupsi misalnya. Mengingat praktek korupsi adalah penghambat utama pembangunan negeri.

    • f.nugroho says:

      maksud saya, prestasi partai vs partai bukan prestasi parlemen.

      saya sih cuma masyarakat awam, terlalu muak dengan yang namanya korupsi. dengan berita yang semua tentang korupsi, baik itu banyak atau sedikit, maka seolah-olah negara ini isinya korupsi doang. ayo lah kita menyebarkan virus positif. entah itu diliput aatu tidak, itu terserah yang mau meliput.

      ayo lah para partai, tunjukkan prestasi kalian dengan penyampaian gaya kalian sendiri. kalau ga ada tv yang mau meliput, saya yakin masih ada model lain selain tv dan koran.

    • Soal penyampaian gaya, bukannya itu sudah dilakukan oleh partai masing-masing, mas?
      Yang mas Nugroho sebut itu adalah bagian dari proses, bukan result. Sedangkan kalau bicara prestasi, maka yang diukur adalah result / hasil / output. Dan itu harus terukur sifatnya (measurable).

    • f.nugroho says:

      mudahnya, saya mengapresiasi semua kinerja PKS. dan itu yang perlu “dijual” kepada calon pemilih. masalah korupsi, ga usah dijual deh… hehehe…

    • Rilis informasi oleh KPK Watch RI ini bukan bertujuan untuk jualan PKS. Ini bagian dari tim pengawas korupsi independen yang ingin memberikan transparansi data kepada publik.

      Sebab selama ini publik dibodoh-bodohi oleh opini, survey yang diatur, bukan berdasarkan data / fakta. Lembaga survey seperti LSN ini sangat menyesatkan.

      http://news.detik.com/read/2013/03/24/144044/2202190/10/survei-lsn-pd-paling-korup-disusul-golkar-dan-pks

      Lihatlah link itu, survey berdasarkan opini masyarakat. Kalau masyarakat survey ditanya saat itu pas lagi hangat-hangatnya kasus korupsi A, maka yang dijawab masyarakat sebagai partai korupsi adalah partai yang hangat diberitakan. Metode ini menyesatkan. Terbukti, juara korupsi yg sebenarnya, PDIP, sedikit sekali disebut masyarakat. Karena PDIP diuntungkan oleh jaringan medianya, sehingga tidak ramai diberitakan. Makanya jurnal ini saya kasih judul: Beruntungnya Partai Korup di Negeri Ironisia.

      KPK Watch RI yg melihat situasi menyesatkan ini, melakukan riset dan kemudian merilis DATA dan FAKTA bukan opini.

      PKS tidak ada hubungan dengan KPK Watch RI ini. Apa yang dirilis oleh KPK Watch RI ini sifatnya transparan dan adil. Ikuti saja twitternya.

  70. defa13 says:

    ijin share pak.. ini baru pencerdasan yang independen..

    mau kasih masukan pak.,ada yang kurang tuh di hasilnya,faktor konversinya belum ada,yang berlaku khusus pada parpol tertentu, 1 orng nilainya = 100 orang #if u know what i mean

  71. Hani says:

    Saya senang membaca blog ini, tetap santun dalam menulis, Pak 🙂

    • Terimakasih, mbak Hani.
      Menulis itu boleh negative campaign, tapi tidak boleh black campaign, semoga tahu bedanya.

      Negative campaign itu men-jelek-jelekkan lawan berdasarkan fakta. Black campaign itu tanpa fakta. Publik perlu jeli membaca ini.
      Ada pula black-negative campaign, maksudnya menjelek-jelekkan lawan dengan 50% fakta & 50% imajinasi. Ini laku karena separuh benar sering dianggap benar.
      Negative campaign dari lawan itu bagus bagi publik karena tahu sisi lain caleg karena kampanye sang caleg itu pasti yang disampaikan adalah hal yang posiitif.
      Bagi yang kena negative campaign, kita sekaligus bisa melihat bagaimana kemampuannya mengelola isu dan membalikkan situasi.
      Negative campaign bisa menjungkalkan lawan. Sebaliknya, black campaign malah bisa memukul balik, jika publik cerdas. Tapi negative campaign kadang bisa berbalik jadi positive campaign jika yang kena canggih mengelola isunya.
      Di ranah social media, yang penggunanya tergolong relatif cerdas, black campaign nggak ada gunanya, malah bisa memukul balik. Akun-akun Twitter jadi-jadian yang kini membombardir lawan dengan black campaign, itu tindakan yang nyaris sia-sia bahkan merugikan sponsornya.

  72. Mohammad Hanafi says:

    Izin share semua artikelnya pak…

    • Silakan, Pak Hanafi, semoga bermanfaat. Saya belum sempat bikin index tulisan agar mudah dicari sesuai tema. Jelajahi satu per satu saja lewat menu-menu di atas ya.

  73. Dengan fakta ini, Insya Allah saya komit utk pilih PKS…

  74. DeNurY says:

    Reblogged this on Pelangi Biru and commented:
    hasil surfing malam…

  75. dari kemarin2 aku pengen tau data yang beginian nih… soalnya kasian juga sama satu partai yang kayanya dibuli terus sama media. Sekarang ada datanya, aseeekkk. Walopun aku bukan simpatisan apagi kade… 🙂 Tapi sekarang aku jadi simpati sama mereka… 🙂

  76. Reblogged this on あさぎえんぴつ 'Asagi Enpitsu' and commented:
    FAKTA : Peringkat partai terkorup se-Indonesia.
    Mari melek politik dan tidak golput 😉
    Thank’s buat postingan Pak Iwan. Banyak jurnal bermanfaat di blog Bapak 😉

  77. […] [Catatan: Bambang Dwi Hartono dan Whisnu Wardhana, yang disebut dalam jurnal ini adalah politisi yang tersangkut hukum pidana korupsi, daftar politisi lainnya bisa dilihat dalam jurnal ini] […]

  78. Ada teman saya yang bilang, pilih yang tidak ada dalam list/daftar, maksudnya antara golput atau pilih partai besutan surya paloh… ckckck…

  79. asmie says:

    Maaf, tapi dalem masih sangat pesimis dan sulit memberikan kepercayaan. Sangat sulit.. 😦

    • kita lihat saja diri sendiri ini, apakah kita pernah berbuat salah?tidak ada manusia yang 100% bisa benar, yang ada hanyalah orang yang berusaha mensucikan diri. ya mensucikan diri, karena manusia memang kotor. percayalah kepada yang sedikit kesalahannya, seperti kita juga ingin kembali dipercaya orang lain ketika kita melakukan kesalahan

  80. jampang says:

    mantap infonya, pak.

    mudah2an nama saya bisa masuk daftar pemilih…. soalnya pindah baru nih dan baru selesai akhir januari sementara di saat yang bersamaan daftar calon pemilih sudah rilis

  81. rinisyuk24 says:

    Terima kasih pak, infonya. Makin semangat untuk tidak golput. Sepertinya PKS adalah partai yang akan saya pilih. Bisa lihat-lihat profil caleg PKS dari sekarang, mumpung masih ada waktu.

  82. PKS ternyata tidak terlalu besar ya pak. Tidak seperti berita yang digembar gemborkan.

  83. nengwie says:

    Titi teliti sebelum memilih… Ayoo dipilih yg sekiranya bisa membuat negara kita tentrem adem sejahtera 🙂

  84. eddyjp says:

    Bukan soal golput nggaknya mas Iwan, misalnya, rasanya kita nggak butuh DPRD yang terbukti cuman ngerusuhin dan korupsi cukup banyak, kalo golput bersama, maka DPRD hilang dari peredaran 🙂

    • Bisa jadi itu karena DPRD nya diisi oleh orang-orang terpilih yang sejatinya gak becus kerjanya (incompetence), sehingga sempat terjadi kasus pemakzulan terhadap pak Jokowi, pemakzulan terhadap bu Risma.

      Masyarakat kita saat ini harus benar-benar cermat membaca profile masing-masing caleg sebelum memilih. Namun sayangnya budaya seperti itu belum mengakar, sehingga yang terjadi adalah melahirkan aleg-aleg yang mengkhianati rakyat.

    • eddyjp says:

      Gimana mau pilihnya, tai kucing apa tai kambing ? 🙂

    • Lha masalahnya, pak Eddy, di dalam sistem pemilu, suara golput itu menjadi suara yang terbuang.
      Contoh: 99% golput pun, pemilu tetap akan sah dan pemenangnya ditentukan oleh 1% yang memilih.

      Ini jelas berbeda dengan sidang parlemen, yang memiliki batas minimum partisipasi sehingga dinyatakan sah. Kalo dalam sidang tersebut tidak memenuhi kuorum (2/3 yg hadir), maka hasil sidang dinyatakan tidak sah.

      Lha kalo pemilu, khan gak ada batas minimum. Artinya meski hanya 1% penduduk kota yang milih pun pemilu tetap dinyatakan sah / legitimate secara undang-undang.

    • eddyjp says:

      He..he.he..dikau benar, kecuali 100,5 golput ya mas Iwan :). kalo mas Iwan yang mengajukan diri jadi anggota DPRD, daku pilih deh 🙂

  85. 4G92Mivec says:

    Mantap ulasannya mas…
    Jd lebih tahu ternyata partai yg paling korup. Alhamdulillah blm pernah golput.

  86. katacamar says:

    mencerdaskan, mudah-mudahan banyak pemilih cerdas yang tidak taklid.. makasih

    optimis memilih .. ayoo 🙂

  87. aduh nggak begitu ngerti soal politik per politikan pak. Tapi kalo liat presentase dan nominal yang gambar cukup bikin kaget dan geleng-geleng kepala aja rasanya 😦

  88. emang repot dah kalo udah ada konflik kepentingan,,

  89. titantitin says:

    iyaah, gambar yang terakhir lucu :D.

    • Ya … itulah betapa beruntungnya partai-partai korup itu tinggal di negeri ironisia. Hal yang hitam bisa dibikin tampak putih nan suci oleh tim disinformation unit, para spin doctor, dll. Begitu juga sebaliknya.

  90. Aulia says:

    Kupasan menarik mas Iwan, terima kasih. Menarik juga melihat profil ICW saat ini (dan dulu) jika memungkinkan pihak mereka telah memunculkan bantahan, sementara @KPKwatch_RI bisa dibilang “berani” melakukan publikasi data jelang 9 April mendatang.

    Sama-sama memantau korupsi, namun tidak sama-sama dalam pengungkapan fakta. Inilah catatan singkat nan penting bagi saya yang awam dalam melihat gerakan pemantau korupsi di tanah air 🙂

    Semoga saja partai lokal di Aceh juga bisa direkapitulasi oleh teman-teman pemantau 😀

  91. ibuseno says:

    ternyatarekor masih dipegang partai itu ya 🙂

  92. Kaget… ternyata yg paling banyak itu partai oposisi

  93. kalau begitu masih pantaskah mereka dipilih nanti?
    masihkah kita ikut serta dalam pemilih dan harus memilih sampah semua?

    • Masih ada yang baik kok. Jangan pesimis. Justru kalo golput, tidak akan merubah keadaan, sudah terbukti itu, mas.
      Jangan jadi golput ya … yaitu GOLongan PUTus asa.

      Pelajari baik-baik tabel dan grafik di atas. Masalah utama bangsa ini yang membuat terpuruk adalah korupsi. Pelajari betul visi misi partai yang indeks korupsinya sudah terbukti rendah sekali.
      Semoga dimudahkan menjadi pemilih yang cerdas.

    • Ternyata Golput bisa dihitung menggunakan rumus ekspektasi, dan Golput itu masuk dalam merugikan negara dengan rangking 4 setelah memilih PDIP, Golkar dan Demokrat. atau dengan kata lain: memilih Golput itu hanya lebih baik daripada memilih PDIP atau Golkar dan Demokrat. Kalau komitmen dengan pemberantasan korupsi seharusnya memilih partai2 selain ketiga partai tersebut. Selengkapnya bisa dibaca di http://kom.ps/AFenGu (sekalian titip link tulisan saya mas Iwan)

    • oh iya ding. saya tidak golput. saya cuma tidak mengikuti sistem demokrasi. saya cuma berjuang untuk umat islam seluruh dunia di jalan luar parlemen.

  94. Sonia Atika says:

    Mencerdaskan,
    Daan.. membuat beberapa orang tidak terima sudah dicerdaskan.
    Kadang saya heran, kenapa ada juga ya yg tetap bangga dgn ketidak tahuannya..

    Racun opini media emang ngeri.. hehe

    • Mungkin kadar bencinya sudah level tinggi, sehingga qolbu-nya tertutup oleh kebenaran. Dan tetap bangga dengan ketidak-tahuannya, sehingga tidak ingin benar-benar mencari tahu.

  95. Dyah Sujiati says:

    Gambar yang terakhir lucu tapi two thumb deh!

    Jawab kuis aja ya pak!
    Partai paling korup menurut versi banyak orang yang saya pahami adalah :
    Partai Kasus Sapi
    Partai Ke*amin So*plak

    Ya kan ya kan? 😀

    *maaf anarkis. Terbawa semangatnya pak Iwan! 😀

    Yap betul sekali, apa artinya sebuah golput!

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: