Home » Media & Journalism » Gadis Suriah Dirajam Hingga Tewas gara-gara FB. Percaya?

Gadis Suriah Dirajam Hingga Tewas gara-gara FB. Percaya?

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Beberapa hari ini beredar berita dan foto di internet yang menggambarkan seorang gadis Suriah dilempari batu atau dirajam hingga tewas oleh sekelompok orang hanya gara-gara memiliki akun Facebook.
Kedengarannya aneh, bukan?
Janggal, bukan?
Konyol, bukan?
Ya… karena aneh, janggal, bin konyol itulah saya mencoba mencari tahu kebenaran informasinya.

Saya coba googling dengan keyword: Syrian+girl+stoned+death+facebook guna mencari tahu kebenaran berita tersebut. Hasilnya ditemukan sekitar 15 jutaan tautan yang berhubungan dengan kata kunci tersebut. Banyak situs-situs berita yang memuatnya seperti iCNN, The Daily Mail, Tabloids, Examiner, India Today, Global Times, Israel Hayom, Daily Bashkar, FrontPageMag dan lain-lain, begitu juga yang terkategorikan blog yang meng-copas atau mengambil sumber dari situs-situs berita.

Ada hal yang menarik perhatian saya, yaitu ada beberapa situs yang judul beritanya muncul di index google, namun begitu di-klik.. isinya sudah dihapus, contohnya iCNN, hanya meninggalkan keterangan:

This iReport is not available.
CNN PRODUCER NOTE This iReport has been pulled as it is in violation of the site’s Community Guidelines. The images included in this iReport were from the 2008 film ‘The Stoning of Soraya M.’

Dhuengggg….

Penelusuran saya berlanjut, ternyata CNN iReport telah mendapatkan banyak komplain dari pembacanya karena menampilkan foto kejadian yang dianggap asli namun itu palsu, dengan mengambil capture dari film “The Stoning of Soraya M”.

Kemudian saya mencari secara instant film tersebut di channel YouTube, dan akhirnya dapat. Setelah saya unduh filmnya, tadi malam saya ajak istri saya menonton film tersebut karena dari judulnya saja sudah menarik. Durasinya hampir dua jam.

Kelar nonton film, penasaran saya masih berlanjut, googling lagi, apakah ada media yang membahas kesalahan yang dilakukan CNN iReport, mengingat adanya komplain yang membuat CNN menghapus beritanya. Akhirnya saya menemukan sebuah media bernama The Blaze, yang menurunkan tulisan berjudul: There’s Something You Should Know About ‘The Photos of a Young Syrian Girl Stoned to Death’ on CNN’s iReport Site”.
Dari media tersebut, saya bisa tahu bagaimana kondisi awal CNN menurunkan berita sebelum dihapus.

Mari kita bandingkan capture berita CNN iReport dengan capture film “The Stoning of Soraya M”:



Bandingan dengan:



Kemudian kalau Anda googling image dengan mengetikkan nama gadis yang katanya dirajam tersebut yang bernama: Fatoum al-Jassem, maka hasilnya ternyata memang benar, akan didapati banyak gambar berita hasil capture film “The Stoning of Soraya M” yang dijadikan ilustrasi berbagai situs berita dan blog tentang kisah gadis tersebut. Sampai hari ini dengan keyword nama gadis tersebut masih terlihat banyak berita yang menggunakan capture film, namun bisa jadi di beberapa hari kemudian tidak akan ditemukan lagi, karena fotonya sudah diganti setelah ketahuan palsu. Saya sudah simpan arsip capture google image.

Menurut media pengamat Islamophobia, Loonwatch, cerita asli tentang perempuan dalam foto tersebut pertama kali muncul di Iran oleh agency bernama Fars News Agency, yang kabarnya agency ini sangat pro dengan pemerintah Bashar Al-Assad. Begitu juga dengan website arab Al-Rai Al-Youm yang bertindak sebagai sumber utama.

Dalam lanjutan bagian yang mengupas tentang foto palsu tersebut, media The Blaze menulis bahwa Fars News Agency sering menyajikan berita hoax. Saya kutip sebagiannya sebagai berikut:

The story appears to have originally been reported in English by Iran’s Fars News Agency, which doesn’t always have the best track record for reliability. For example, it reported last month on the “alien/extraterrestrial intelligence agenda” driving U.S. policy, which bizarrely linked President Barack Obama, Adolf Hitler and space aliens.

Bagaimana Anda bisa percaya kepada media yang poor reliability?

Namun, ironisnya, foto tersebut dianggap sebagai ‘cerita nyata’ tentang kekejaman pejuang Suriah yang merajam seorang gadis hanya karena memiliki akun Facebook. Berita tersebut bertebaran di media-media nasional kita. Coba saja ketik keyword: gadis suriah tewas dirajam. Maka, Anda akan mendapatkan buuanyak sekali media-media nasional yang memuatnya.

Kondisi seperti ini mengingatkan saya pada sebuah berita yang pernah diangkat di berbagai media nasional beberapa waktu lalu tentang “Wanita Tunisia Berjihad Seks di Suriah”. Nyatanya, berita tersebut kalau ditelusuri lebih jauh adalah hoax. Sudah ada klarifikasi kuatnya.

Begitulah, perlu kejelian untuk mendapatkan berita yang akurat dan jujur pada konflik Suriah ini. Karena tanpa kita sadari, berita yang kita baca itu bisa saja bercampur dengan kepentingan propaganda pemerintah dan terjadi bias. Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah mengingatkan hamba-Nya untuk tabayyun / kroscek kebenarannya dalam QS. Al Hujurat ayat 6.

Dampak nyata yang sering umat Islam terima dengan adanya berita-berita konyol ini adalah berujung menjadi olok-olokan seperti menuduhnya sebagai ajaran yang kuno/kolot, ajaran mengerikan, biadab, tidak bermoral. Mereka pun jadi sibuk membicarakan sesuatu yang sesungguhnya tidak ada. Padahal tinggal kroscek saja, apa susahnya.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
20.02.2014

Advertisements

42 Comments

  1. […] Gadis Suriah Dirajam Hingga Tewas gara-gara FB. Percaya? […]

  2. […] Dusta 7: Fars News Agency berdusta tentang berita adanya gadis Suriah yang dirajam hingga tewas gara-gara punya akun FB. Anehnya, berita konyol ini juga disamber oleh berbagai portal berita nasional kita. Foto yang digunakan dalam pemberitaan tersebut ternyata adalah bagian dari film “The Stoning of Soraya M”. Simak ulasan detailnya di sini. […]

  3. […] Dusta 7: Fars News Agency berdusta tentang berita adanya gadis Suriah yang dirajam hingga tewas gara-gara punya akun FB. Anehnya, berita konyol ini juga disamber oleh berbagai portal berita nasional kita. Foto yang digunakan dalam pemberitaan tersebut ternyata adalah bagian dari film “The Stoning of Soraya M”. Simak ulasan detailnya di sini. […]

  4. […] Dusta 7: Fars News Agency berdusta tentang berita adanya gadis Suriah yang dirajam hingga tewas gara-gara punya akun FB. Anehnya, berita konyol ini juga disamber oleh berbagai portal berita nasional kita. Foto yang digunakan dalam pemberitaan tersebut ternyata adalah bagian dari film “The Stoning of Soraya M”. Simak ulasan detailnya di sini. […]

  5. Peter Popoff says:

    What’s uƿ, its nice article aboսt media print, we all understand media іs a impressive source of іnformation.

  6. Kadang saya juga tidak mengerti tujuan sebenarnya dari penulisan sebuah berita / artikel selain untuk rating — provokasi dengan berita sudah banyak dilakukan dengan berbagai macam dan ragamnya..sebagai pembaca kita harus pandai memilih dan memilah— btw terimakasih sudah memberi pencerahan sungguh sangat bernilai isi artikel ini

  7. suryadi lagadinata says:

    harap maklum ada media nasional tertentu yang memang dibayar untuk kelompok tertentu pula terbiasa menyebarkan berita berita yang menyudutkan islam, sekalipun berita tersebut bohong besar…semua waspada aja akan propaganda mereka.

  8. Karl Karnadi says:

    INFORMASI: Konten CNN iReport itu bukan disusun oleh jurnalis CNN. Itu semacam Kompasiana (yg juga bukan ditulis oleh pihak Kompas). Jadi semacam blog/photo/video yg diproduksi oleh orang biasa. Nah, tentunya setelah melihat ada problem langsung secepatnya didelete oleh pihak CNN karena menjelekkan brand namenya.

    “Everything you see on iReport starts with someone in the CNN audience. The stories here are NOT edited, fact-checked, or screened before they post.” http://ireport.cnn.com/about.jspa

    • Anda betul, mas Karnadi, poinnya adalah CNN benar-benar bertanggung jawab, bertindak dengan tepat. Artikel yang diposting oleh non jurnalis di medianya CNN (dalam bentuk forum/thread, journal/blog) adalah tetap menjadi tanggung jawab CNN.

      Herannya di sini (Indonesia), berita soal sikap CNN itu tidak dimuat oleh media kita, justru memuat berita hoax tersebut sebagai headline berita.

  9. tinsyam says:

    itu editor cnn, dipecat apa masih disitu gegara pasang berita “tanpa disaring” dulu.. jaman internet makinmakin aja ya mau ngehoax.. pembacanya yang kudu cerdas.. keren ada pembaca cerdas seperti masiwan..

    • Saya gak tahu, mbak. Yang patut dihargai, CNN menghapus beritanya. Tapi anehnya media-media di sini masih memuatnya sampai sekarang.

      Oiya, ada berita yang cukup menarik saya baca siang ini. New York Times melakukan koreksi atas kekeliruannya 161 tahun yang lalu. Wuihh… 161 tahun yang lalu!
      Koreksi tersebut untuk pembenaran film “12 Years a Slave”
      http://www.cbsnews.com/news/new-york-times-corrects-12-years-a-slave-story-161-years-later/

      Media massa itu bisa saja salah. Tergantung narasumber dan niat memberitakan. Dan Mengakui Kesalahan adalah itu adalah bagian dari melayani publik, agar tidak ada saling friksi diantara mereka (masyarakat). Sikap ini yang sepertinya dilupakan, karena terkait kepentingan.

    • tinsyam says:

      eh kebeneran tadi klik juga baca soal newyorktimes itu.. sehati kita ya mas, tadi mo bilang kesini soal NYT.. iya betul banget, tergantung narasumber berniat baik “mengakui kesalahan” kalu bikin salah kasih berita..

  10. estar says:

    Pernah ada kejadian di tempat saya, saya tahu benar kejadiannya tapi begitu muncul berita di media cetak dan televisi sangat BERBEDA. Hati-hati dan tabayunlah.

  11. ya begitulah kelakuan media-media antek kapitalisme, mereka didanai dan semakin berusaha keras memadamkan api revolusi di Syiria. moga kemenangan mujahidin segera terwujud.. 🙂

  12. debapirez says:

    Begitulah kalau kerjaan wartawan yg cuma translate 😦

  13. Morgan Tong says:

    Media-Media Penghianat bangsa,
    Media2 yg ditunggangi Negara Luar
    HARUS SEGERA DITUTUP…!!!!

  14. Berita yang tidak benar ya, Pak Iwan.

  15. Apa tak ada aturan jurnalistik yang mengawal kebenaran konten berita ya ? Koq sekarang begitu mudahnya media mengatur opini massa

  16. Baru tahu ada yang beginian bahkan oleh kantor berita terkenal yaa…untungnya aku bukan orang yang mudah percaya.

  17. ogieurvil says:

    Mantaph.. Cek & RiCek sekarang ini memang makin perlu.. Kalo kata BJ Habibie: “Percaya itu baik, tetapi mengecek lebih baik..”

  18. abi_gilang says:

    Fakta yang dengan telak menghapus semua kebohongan tentang berita tersebut. Terima kasih Pak Iwan.

  19. araaminoe says:

    Mereke tidak akan pernah berhenti menjatuhkan islam mgkn jg sampai akhir jaman, tp apakah kita mau terus dibodohi?

  20. tapi ini tak mengurangi kejahatan yg dilakukan oleh da’isy alias ISIS alias Islamic State Iraq Syam yg tertangkap berita membunuh sesama muslim di Suriah

    Allahummanshur ikhwananal muslimiina fii suriah

  21. ibuseno says:

    susah jadi nya, jangan langsung percaya sama media kalau beritanya terlalu lebay ya Mas Iwan, check & re check lagi

  22. Dyah Sujiati says:

    Alamak! Ini dia! Contoh kasus yang (katakanlah) bisa menggambarkan bagaimana sikap penyaji dan penikmat berita di Indoenesia tercintah!
    Berita yang ngawur dan direspon dengan penuh penjiwaan (yang jelas lebih dari ngawur) . Haduh!
    Sebetulnya banyaaaak sekali kasus serupa. Kejadian kayak apa, diberitakan bagaimana, dan mendapat respon sampai segimananya. Ampun deh!
    Nggak tahu dari mana deh merubah cara berpikir orang-orang kita yang amat primitif itu.
    Astagfirrullah. T,T

  23. danirachmat says:

    bahkan sampe kompas pun nulis berita ini dengan foto yang sudah diganti tentunya. luar biasa ya. Jadi ragu apa bener berita yang ditulis sama media nasional itu semuanya bener. pheeewww

  24. lha… aku malah baru tau ini Pak klo ada berita kayak gini di media nasional.
    😀

    • Media besar di luar negeri sudah menghapus beritanya, anehnya… di sini malah dijadikan headline, kemudian lihat saja bagaimana para komentator Indonesia, seolah-olah Islam itu tidak beradab.

      Ini salah satunya beritanya [Kompas, 19 Feb 2014]:
      http://internasional.kompas.com/read/2014/02/19/1442226/Gadis.Suriah.Dirajam.hingga.Tewas.karena.Pakai.Facebook

    • onits says:

      mas, di link kompas kok belon ada yg komen kalo itu berita hoax. kita komen, yuk!

      tapi emang media besar dunia dari dulu pun banyak yg doyan bikin berita palsu. contoh dulu jaman perang yugoslavia thn 90-an, ada temen dari serbia yg mengaku sedih bangsanya dianggap jahat gara2 media yg mengulang2 video yg sama seakan2 kejadiannya terjadi berulang2.

      jaman internet sekarang, media makin ga bisa aneh2 karena bisa gampang dibuktikan kalo hoax. salut buat cnn yg mau memperhatikan kredibilitas jaman internet. semoga media besar lainnya mulai pada sadar…

    • Barusan sudah saya tinggalkan komen di sana, mbak Onit.
      Awalnya saya menghemat energi untuk berkomentar di media-media, yg memang begitu banyak media menyajikan berita palsu ini.
      Saya cukup menulis di blog, Alhamdulillah di forward kemana-mana oleh pembaca, dan hari ini saya lihat beberapa media sudah mulai menerbitkan tulisannya tentang hoax tersebut. Semoga informasi2 tsb sampai kepada para media mainstream dan komentator2 yg sudah terlanjur menghujat.

      Tentang image, memang tidak seharusnya percaya begitu saja sebelum mengolah berbagai sumber berita.

      Contoh paling dekat, bulan Agustus 2013 lewat blog saya mengungkap kejanggalan pemberitaan yg menyudutkan FPI dlm kasus Insiden Lamongan, 6 bulan kemudian, tepatnya kemaren, Dewan Pers telah memberikan teguran tertulis kepada 12 media di Indonesia yg memberitakan palsu tentang insiden tsb, mencampuradukkan antara fakta dan opini, bisa jadi dibumbui imajinasi, hasilnya informasi yg ngawur, padahal faktanya tidak ada hubungannya dgn FPI. Namun masyarakat sudah kadung menghujat.

      http://www.suara-islam.com/read/index/10019/Ketua-Dewan-Pers-Tegur-Media-Sekuler-yang-Menyebarkan-Berita-Bohong-tentang-FPI

    • onits says:

      bagus.. komen mas iwan gak difilter. berarti kompas cukup fair.

  25. Sonia Atika says:

    Hemm… Parah!
    yang semakin heran adalah umat Islam sendiri senang mengunyah berita hoax yg menjelekkan Islam, mengomentari, dan membagikannya.

    Lalu orang beramai2 bilang : Makanye jangan percaya orang yg sok Islam.. bla,, blaa…

    dan Hap!! termakan perangkap..

    Astaghfirullah.. jadilah pembaca cerdas, muslim cerdas, dan ,mencontohkan kebaikan..

  26. Media memang bisa membunuh kebenaran, Om…
    Kalau sebuah media ingin memberitakan sesuatu atau menulis sesuatu harusnya mereka mencari tahu dulu kebenarannya….
    Atau hanya sebuah upaya untuk menjatuhkan saja? Who knows?

  27. katacamar says:

    kurang ajar….
    berita nasional bukan copas, dikuatirkan mereka juga bagian dari mereka

  28. jampang says:

    jika begitu, media nasionalpun juga hanya asal kopas dari media luar, ke-wartawanan-nya harusnya dipertanyakan ya mas… —> udah gitu tanpa ngecek bener atau nggaknya lagi

  29. Penguasa Media adalah penguasa dunia….
    hal seperti ini yang makin membuat pembenci islam makin tertawa keras mas.

    jika begitu, media nasionalpun juga hanya asal kopas dari media luar, ke-wartawanan-nya harusnya dipertanyakan ya mas…

    • Media itu sengaja membiarkan umat Islam jadi bulan-bulanan olok-olokan melalui kolom komentarnya.

      Bulan Agustus 2013 lewat blog saya menulis kejanggalan pemberitaan yg menyudutkan FPI dlm kasus Insiden Lamongan, 6 bulan kemudian, tepatnya kemaren, Dewan Pers akhirnya memberikan teguran tertulis kepada 12 media di Indonesia yg memberitakan palsu tentang insiden tsb, mencampuradukkan antara fakta, opini, dan imajinasi, hasilnya informasi yg ngawur, padahal faktanya tidak ada hubungannya dgn FPI. Namun masyarakat sudah kadung menghujat. Setelah ditegur, apakah media2 tsb meminta maaf secara terbuka. Hari ini belum saya lihat mereka minta maaf.

      Ketua Dewan Pers Tegur Media Yang Menyebarkan Berita Bohong Tentang FPI

    • Iwan says:

      contoh lagi media yg memberitakan kasus sepasang kekasih yg membunuh mantan nya… klo nggak salah kode jurnalistik biasanya memberikan nama inisialnya namun di berita tsb menuliskan nama lengkap (nama mereka Islami sekali). hal ini memberi kesan bahwa orang Islam itu kejam2…. bagaimana menurut Mas Iwan Yuliyanto..?

    • Betul, mas. Itu framing berita.
      Pers telah melanggar integritasnya, demi tujuan tersampaikan. Padahal UU Pers telah menyebutkan bahwa dilarang menulis jelas sampai meja hijau membuktikan dan memvonis bahwa terduga benar-benar bersalah.
      Selain nama Islami yang ditonjolkan, juga framing melalui berita ini:
      http://jakarta.okezone.com/read/2014/03/07/500/951716/hafid-dikenal-rajin-ibadah

      Kalau diperhatikan berita dalam link tersebut, yang namanya melaksanakan ibadah itu adalah wajib sifatnya. Itu mah biasa, tidak perlu lebay menulis: “rajin ibadah”. Kecuali kalau si pembunuh itu ikut kegiatan ODOJ (One Day One Juz), umroh/haji karena mampu, melaksanakan amalan-amalan sunnah, dll… nah itu baru berita.
      Lha wong cuma sekedar ikut sholat Jum’at kok dibilang “rajin ibadah”.
      Hati-hati dengan framing yang dibentuk media. Ayo, rajin meng-kritisi. Insya Allah, hal ini nanti akan saya buat tulisannya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: