Home » Ghazwul Fikri » KICK 1 – Tidak Peduli Halal atau Haram

KICK 1 – Tidak Peduli Halal atau Haram

Blog Stats

  • 1,993,583

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

Mungkin Anda pernah membaca atau mendengar orang berceloteh begini:

“Bagaimana Indonesia bisa maju kalau kita masih mikirin halal dan haram? Orang barat sudah sampai ke bulan kita masiiih aja meributkan hal begituan”

Bagi saya itu adalah celoteh asbun yang kurang piknik menjelajahi informasi. Begitu banyak para cendekiawan muslim di negeri kita ini membuat karya nyata yang bermanfaat dan berkontribusi bagi kemanusiaan, sedangkan ia yang berceloteh seperti itu tidak atau belum berkontribusi apa-apa.

Mereka yang berceloteh seperti itu pertanda sedang dihinggapi penyakit wahn, cinta dunia tapi takut mati. Tidak percaya bahwa ada kehidupan kekal setelah kematian.

Saya coba iseng-iseng mencari tahu seberapa banyak mereka yang berceloteh seperti itu di social media. Untungnya Twitter menyediakan fitur pencarian kalimat. Dengan mengetikkan beberapa kata kunci, ternyata lumayan banyak juga yang berceloteh seperti itu. Saya muat sebagian saja di sini, kebanyakan yang lain kurang lebih sama maknanya, antara lain:

halal haram
Saya gak habis pikir, apa kalimat bernada seperti itu begitu menarik sehingga cepat menular?
Apakah kalau berceloteh seperti itu sudah dianggap hebat meski tidak atau belum berkontribusi apa-apa bagi negeri ini? Anehnya ada juga seleb social media yang menyampaikan kalimat itu, yang pasti akan dibaca oleh ratusan ribu followernya.

Apa salah bila mengucapkan kalimat itu?

Kalimat seperti itu berpotensi merusak dirinya sendiri, karena mengabaikan hal yang fundamental dalam kehidupannya, yang berawal dari perkataan dan kemudian tertanam dalam alam bawah sadar hingga berbuah tabiat dan perilaku.

Begini …
Siapa yang tidak ingin do’anya tidak terkabul?
Pasti semua orang ingin dikabulkan do’a-do’anya. Kalau ada “sesuatu” di dalam diri kita yang menjadi penyebab terhalangnya do’a-do’a menembus langit, maka itu adalah bencana yang sangat besar.

Siapa yang tidak ingin amalan baiknya ditolak oleh Allah?
Pasti semua orang ingin amalan baiknya berbuah pahala di sisi-Nya. Kalau ada “sesuatu” di dalam diri kita yang menjadi penyebab tertolaknya amalan-amalan baik, maka ini juga bencana yang sangat besar.

Tahukah Anda, apakah “sesuatu” yang menjadi penghalang tersebut?
“Sesuatu” tersebut adalah segala unsur haram yang masuk ke dalam tubuh. Bisa berupa makanan dan minuman. Bisa juga berupa harta yang haram yang didapat untuk menghidupi keluarga. Itulah kenapa kaum muslim begitu peduli sekali dengan soal halal-haram. Sebab tidak ingin semua amalan baik yang menjadi bekal kematiannya itu sia-sia, dan tidak ingin do’a-do’anya terhalang.

Orang yang makan harta haram sama dengan berusaha menghancurkan dirinya, merusak ibadahnya, mempermainkan do’anya dan menghancurkan keluarga serta keturunannya.

Contoh kasus …

Saat jurnal ini saya tulis, masih hangat penyelidikan kasus pembunuhan yang dilakukan pasangan remaja (18-19 tahun) yang berlatar belakang konflik cinta segitiga. Setelah membunuh, mereka berpura-pura menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga si korban, melayat ke rumah korban, bahkan saat keduanya sudah ditangkap pun mereka tersenyum di hadapan jepretan kamera. Aneh sekali… menganggap pembunuhan adalah hal yang biasa. Hanya orang psikopat yang memiliki sifat seperti ini.

Ada yang menarik dari rangkaian berita kasus tersebut, saya menemukan beberapa artikel tentang orangtua mereka (para pembunuh itu). Ayahnya anak laki-laki pembunuh sadis itu berprofesi sebagai dokter tapi ia juga melakukan praktek aborsi. Dan pernah bersentuhan dengan proses hukum pidana pada tahun 2009. Aborsi dalam agama Islam adalah haram hukumnya bila tidak disebabkan karena suatu penyakit yang membahayakan ibunya. Maka jelas, uang jasa yang diterima atas hasil perbuatan haram ini sifatnya adalah harta haram. Dan besar kemungkinan dari nafkah yang haram itu masuk ke perut anak dan istrinya, yang kemudian akan membawa dampak yang dahsyat.

Sedangkan ayahnya anak wanita pembunuh sadis itu berprofesi sebagai biro jasa pengurusan STNK di kantor samsat. Kita semua tahu bidang profesi tersebut rentan sekali dengan praktek sogokan dalam upaya mempercepat proses pengurusan. Namun saya yakin juga masih ada diantara mereka yang lurus, menghindari praktek sogokan. Menyogok / menyuap dalam agama Islam adalah terlarang dan haram hukumnya. Bila ternyata betul sang ayah pernah mempraktekkan hal yang demikian, maka jelas, uang jasa yang diterima atas hasil perbuatan haram ini sifatnya adalah harta haram.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan manusia untuk mengkonsumsi makanan yang halal lagi baik, makanan yang tidak membahayakan badan dan akal. Juga melarang manusia mengikuti langkah-langkah syaitan yang mengharamkan apa yang dihalalkan-Nya dan menghalalkan apa yang diharamkan-Nya, termasuk dalam hal ini memakan harta yang haram.


“Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”
[QS. Al Baqarah ayat 168]

.
Disamping itu, menghindari yang haram adalah bentuk syukur untuk menambah keberkahan hidup, seperti yang termaktub dalam QS Al-Baqarah ayat 172.

Jika perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala ini diperhatikan oleh seseorang, maka dia akan mudah melakukan amal shaleh, namun jika sebaliknya, maka kecenderungan kepada maksiat pasti akan mendominasi dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun juga sudah memperingatkan umatnya, beliau bersabda:

“Akan datang suatu zaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram“
[HR.Bukhari]

.
Lihat saja gambar di atas pada bagian bawah, betapa mudahnya ia mengatakan suka yang haram. Yang menganggap dosa adalah urusan pribadi, hanya urusan dia dengan tuhannya. Padahal perbuatan dosa itu sifatnya menyentuh dimensi sosial yang luas.

Orang yang tidak peduli dengan sumber penghasilannya ini bisa jadi karena:
[1] memang dia tidak tahu;
[2] mungkin juga dia sudah tahu tetapi tetap dilanggar dengan berbagai macam alasan, bahkan kemudian membuat rekayasa.
Dosa orang pertama lebih ringan dibandingkan dengan orang kedua, karena bisa jadi dia akan meninggalkan yang haram itu dan bertaubat jika dia mengetahuinya. Sedangkan orang kedua, penyakit wahn dan gemerlapnya dunia telah memperdayainya hingga tidak bisa mengendalikan dan menundukkan kerakusan nafsunya.

Belajar dari kasus pembunuhan tersebut, mari kita jadikan ibrah buat kita semua, terutama para pencari nafkah. Seberat apapun dunia kerja, berikanlah harta yang halal bagi keluarga. Seorang suami, jika ia memberikan nafkah yang haram, maka sama saja ia membakar anak dan istrinya dengan api neraka. Suami tidak boleh marah atau jengkel ketika istri menanyakan sumber pendapatannya apakah halal atau haram. Itu adalah tanda peduli sang istri terhadap seluruh anggota keluarga, termasuk dirimu, wahai suami.

Begitu juga sebaliknya. Istri harus banyak bersyukur atas pemberian suami, jangan mendesak suami hingga ia mengorbankan akhirat dengan memberimu harta yang haram. Dan semua anggota keluarga harus bisa bekerjasama untuk menjaga yang halal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Warnailah rumah kita dengan semangat QS Al-‘Ashr.

Seorang tokoh perempuan nasional yang patut diteladani, yang juga seorang politisi, ibu Dra. Wirianingsih, MSi menyampaikan pesan:

“Jangan sekali-kali suami memberikan nafkah haram, bahkan samar-samar alias subhat sekalipun. Makanan haram tersebut teramat berpengaruh terhadap pembentukan karakter istri dan anak-anaknya. Bahkan, hati dan pikiran bisa tertutup alias kufur. Jadi, mungkin kita perlu melakukan introspeksi dan refleksi manakala istri atau anak~anak kita nakal alias sulit diatur”

Masya Allah, pantas saja beliau yang sekarang duduk sebagai Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKS itu diberikan karunia dan anugerah-Nya yaitu 11 anak yang semuanya penghafal Al-Qur’an dan semuanya berprestasi di sekolahnya masing-masing. [Kompasiana]

Islam itu memang agama sempurna, yang benar-benar menjaga umatnya dari bahaya, baik di dunia dan akhirat dengan hukum halal dan haram.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi kita semua dari tipu daya syaitan dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mencukupkan kita dengan yang halal sehingga tidak terpikat dan tidak merasa butuh dengan harta haram. Aamiin.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
14.03.2014

Advertisements

61 Comments

  1. joni says:

    bagai mana kalau suami punya pendapatan dari hasil yg haram. padahal dia tau itu haram. dan istri pun tau itu haram. tapi istri tak ambil peduli. terimakasih.

    • Tidak ada sedikitpun keberkahan pada harta yang dicari dari jalan yang haram. Harta tersebut daya rusaknya begitu dahsyat. Kerusakan buat dirinya sendiri dan orang lain yang dinafkahinya. Mengapa? Karena harta yang haram itu sejatinya hak milik orang lain yang dipotong kompas sama ia si pencari harta haram.

  2. 14 Keburukan dan Kerusakan akibat makanan haram & harta yg didapatkan dgn cara yang haram :

    [1]. Merupakan perbuatan maksiat kepada Allah dan mengikuti langkah-langkah syaithan / iblis (QS 2:168-169).

    [2]. Ancaman adzab neraka bagi orang yang makan harta haram. “Tidak akan masuk surga daging yg tumbuh dari (memakan) yang haram (dan) neraka lebih layak baginya” (A, Darimi, H, Ash 6/108).

    [3]. Sebab terhalangnya seseorang dari melakukan amal shalih. Akan cenderung berbuat dosa, malas untuk beribadah, semakin meremehkan dosa-dosa besar. Dalam QS.23:51 Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk memakan yg halal dari makanan sebelum memerintahkan mereka untuk mengerjakan amal shalih, karena makanan yang dikonsumsi seseorang memberi pengaruh yg kuat dalam mendorongnya untuk mau atau tidak beramal shalih.

    [4]. Menjadi penyebab utama tidak dikabulkannya doa (M 1015).

    [5]. Tidak diterimanya ibadah shalat. Ibnu Abbas berkata : “Allah tidak menerima shalat seseorang yang di dalam perutnya ada (makanan) yang haram sampai dia bertaubat kepada Allah dari perbuatan itu” (Al-Kabaa-ir hal 118).

    [6]. Tidak diterimanya harta haram yang diinfakkan / dibelanjakan dalam ketaatan kepada Allah (M).

    [7]. Tersebarnya harta haram sebab turunnya bencana dan adzab dari Allah kepada manusia. Rasul telah bersabda : “Apabila perbuatan zina & riba telah tampak (tersebar) di suatu desa, maka sungguh mereka telah mengundang adzab dari Allah untuk menimpa mereka (H & Th, SJS no.679).

    [8].Sulit baginya untuk mendapatkan anak yg shalih dan shalihah. Anak akan rusak agama dan akhlaknya, karena Allah tidak menjaga mereka sebagai hukuman atas orang tuanya dengan mengambil yang haram.

    [9]. Hilangnya keberkahan dari rezeki dan umur yg Allah berikan.

    [10]. Tidak akan diberikan cahaya oleh Allah akan ilmu & hikmah.

    [11]. Merusak hati menjadi keras dan kasar. Allah Ta’ala akan mencabut rasa iba, lemah lembut dan penyayang dari hati mereka, sehingga datanglah ber-macam2 penyakit seperti tamak, kikir, egois, cinta dunia, sombong, hasad akan harta orang lain, dll. Dan bisa juga datangnya penyakit2 di tubuh.

    [12]. Akan menjadi korban orang-orang yg lebih dzolim darinya. Sebab mereka tahu dari mana ia memperoleh harta itu, sehingga ia tidak merasa tenteram menikmati hartanya dan menjadikannya selalu ketakutan.

    [13]. Merasa hina hatinya dan jiwa pun merasa rendah karena ia hidup di atas kezaliman terhadap orang lain, memakan harta mereka dan merampas hak2 mreka. Rasulullah pun bersqbda : “Dosa adalah sesuatu yang membuat goncang hatimu dan engkau tidak suka orang-orang mengetahuinya” (M).

    [14]. Pada hari kiamat dia akan menebus dosanya dengan membagi-bagikan pahala yang dimilikinya kepada setiap orang yang pernah dizholiminya di dunia.

  3. gnt fiber says:

    yang penting kita hidup aman sejahtera dan beriman pun itu akan terasa indah sekali ,, dahulukan apa yang menurut kita adalah yang terbaik ya gan

  4. Padahal yang komentar “negara tetangga udeh ke bulan” dari dulu juga masih disini-sini aja, alias belum pernah ke bulan, hahaha….

  5. anotherorion says:

    Lucu, lucu karena nganggep halal haram ki cuma lelucon ra penting.

  6. “Akan datang suatu zaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram“, Astagfirullahaladzim pak, mudah-mudahan kita tidak termasuk didalamnya.
    Terima kasih sudah berbagi ilmu pak 🙂

  7. agus says:

    pak Iwan, pikiran saya mengatakan tidak adil bagi anak yang kadang tidak tau apa2 tentang makanan yg dimakan anak tsb halal atau haram, tapi kemudian anak tsb harus menanggung efek negatif dari harta tsb, misalnya seperti si Hafitd yg menjadi pembunuh temannya. bukankah sangat tidak adil bila perbuatan dosa seorang ayah mengakibatkan anaknya yg tidak tau apa2 menjadi seorang pendosa besar?!
    Apa yang pak Iwan pikirkan tentang pernyataan saya ini?!
    Saya mohon pencerahannya.
    Terimakasih, Agus

    • Dalam usia si H (pelaku pembunuhan) tsb sudah masuk kategori akil baligh, tentunya dia paham betul apa pekerjaan orangtuanya. Dalam jurnal di atas saya tulis:

      Dan semua anggota keluarga harus bisa bekerjasama untuk menjaga yang halal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Warnailah rumah kita dengan semangat QS Al-’Ashr.

      Maksudnya adalah adanya semangat saling nasehat-menasehati dalam kebaikan. Kalau sudah tahu bahwa ayahnya memberikan makanan yang didapat dari jalan yang haram, terus kemudian anggota keluarga lainnya diam saja alias tidak memperingatkan / menasehati, malah secara sadar ikut menikmati… maka ancaman yang disampaikan Rasullullah SAW berlaku kepada mereka, beliau bersabda:
      “Setiap jasad yang tumbuh dari harta haram, maka neraka layak untuknya.” [HR Ath Thabrani].

      Siapa yang mencukupkan diri dengan yang halal maka Allah akan menjaga dan memberkahi keturunannya. Ibnu al-Munkadir berkata, “Sesungguhnya Allah akan senantiasa menjaga anak dan cucu orang shalih serta orang-orang disekitarnya dengan sebab dirinya, mereka senantiasa mendapat perlindungan dan pengamanan dari Allah”

      Dari riwayat tersebut, berarti ketika harta haram yang diberikan kepada keluarga, maka Allah akan mencabut penjagaan / perlindungan dari keluarga tersebut. Allah akan cabut kebahagian dari kehidupan keluarga tersebut. Kelihatannya memang tidak adil bagi keluarganya bila tidak mengetahui bagaimana asal harta yang diperoleh. Namun, ya begitulah konsekuensi dari harta haram… yaitu tidak membawa keberkahan bagi sekelilingnya. Lantas, bagaimana solusi pencegahannya?
      Mari luangkan waktu untuk bisa kumpul bersama keluarga secara rutin, evaluasi masing-masing dengan semangat QS Al-‘Ashr. Istri dan anak harus berani bertanya kepada ayahnya, tentunya dengan suasana yang santun.
      Demikian, Pak Agus, semoga bisa dipahami.

  8. thetrueideas says:

    yang bilang harta yang halal itu sedikit kurang tawakkalnya kepada Allah, karena sesungguhnya yang halal itu banyak, dan yang haram itu sedikit….

  9. JIM says:

    Astaghfirullah…
    ini ya kelakuan orang zaman sekarang…
    ‘pantes Indonesia gak maju-maju’ << sebenarnya kata-kata ini lebih pantas dikatakan kepada mereka yg hanya bisa berkoar-koar ttg ketidakpeduliannya pada halal-haram…
    karena justru Indonesia gak maju-maju karena adanya sekumpulan orang yg gak peduli dengan halal-haram seperti itu…
    huft…. semoga saja mereka segera diberi hidayah…

    nice post.. izin reblog ya? 🙂

  10. saya share via FB saya, Pak Iwan…

  11. Ira Marby says:

    Reblogged this on iramarby and commented:
    “Jangan sekali-kali suami memberikan nafkah haram, bahkan samar-samar alias subhat sekalipun. Makanan haram tersebut teramat berpengaruh terhadap pembentukan karakter istri dan anak-anaknya. Bahkan, hati dan pikiran bisa tertutup alias kufur. Jadi, mungkin kita perlu melakukan introspeksi dan refleksi manakala istri atau anak~anak kita nakal alias sulit diatur” (Dra. Wirianingsih, MSi)

  12. sekarang ini kalao kita ke supermarket ato minimart2 banyak banget makan yang ngga ada label halalnya dijual…

  13. Reblogged this on Hanya Pelangi and commented:
    Seorang tokoh perempuan nasional yang patut diteladani, yang juga seorang politisi, ibu Dra. Wirianingsih, MSi menyampaikan pesan:

    “Jangan sekali-kali suami memberikan nafkah haram, bahkan samar-samar alias subhat sekalipun. Makanan haram tersebut teramat berpengaruh terhadap pembentukan karakter istri dan anak-anaknya. Bahkan, hati dan pikiran bisa tertutup alias kufur. Jadi, mungkin kita perlu melakukan introspeksi dan refleksi manakala istri atau anak~anak kita nakal alias sulit diatur”

    Masya Allah, pantas saja beliau yang sekarang duduk sebagai Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PKS itu diberikan karunia dan anugerah-Nya yaitu 11 anak yang semuanya penghafal Al-Qur’an dan semuanya berprestasi di sekolahnya masing-masing.

  14. terkadang sungguh terkadang masih ada 1 atau 2 hal haram yang masuk dalam tubuh kita, tanpa kita sadari, dan hal ini benar benar akan menjadi beban. Apalagi yang dengan bangga berkata, “saya memang masih suka yang haram kok”. Naudzubillah

    terima kasih pak untuk ilmunya. dan saya minta izin reblog pak. salam kenal dari saya pak 🙂

  15. anchaanwar says:

    Semoga kita dilindungi dari hal2 yang haram. Aamiin
    Makasih mas Iwan dgn tulisannya

  16. Siti Lutfiyah Azizah says:

    Errr..
    Jadi inget temen yg pernah ngomong kayak gitu 😐

  17. ini masih turunan dari ungkapan

    nyari yg haram aja susah apalagi yg halal

  18. Ummu Aisha says:

    Reblogged this on Diary Ummu Aisha Pisarzewska and commented:
    Izin re-blog ya Pak Iwan:). Semoga saling mencerahkan dan tercerahkan ( hati dan otak ).

    Mencermati, menimbang dan memikirkan serta merenungkan maka saya sebagai masyarakat muslim Indonesia yang sedang dirizkikan berada di bumi Allah , di bumi barat/ Eropa akan menuliskan pandangan saya agar tidak terjadi fitnah. Dan atas alasan pribadi saya sungguh tersumbing mau ta sumbat 😀 #eh tersinggung menulis beberapa point yang kiranya sebagai bahan pertimbangan , nggak juga nggak ngaruh ke saya tapi pasti di-bully :D.

    A. Please yang suka koar-koar dan sok-sokan mbok e dan mas bro cepatlah loe minta maaf kepada ortu loe klo memang muslim( minta didik ulang bila perlu dihajar # eh di ajar. Kalau non-muslim segera saya kasih kesempatan selama seluruh panca indra loe masih berfungsi . Minta maaf secara terbuka dan tolong koar- koarkan itu di seluruh media sosial bahwa loe itu sebenarnya kuper dan sok tahu mengenai halal-haram padahal mah loe cuma sok-sokan saja. Untung loe nggak kena air selokan atau dipukuli massa ntar loe koar-koar lagi klo muslim kebanyakan terorist , harus belajar HAM dari barat yang nyata-nyata udah karatan.

    B. Kalau koar- koar itu mbok e mas bro teliti dulu. Gaul dikit napa?. Tuh informasi bertaburan klo nggak ngerti inggris pake jasa Om Google ,kalau terjemahannya hancur. Makanya otak loe itu diservis dulu / didakwah biar tambah paham jalan cerita jangan cuma asal nge-gossip.Kalau punya uang/ rizki jalan- jalan sono ke London – Paris itu banyak toko halal- haram jelas. Jangan- jangan loe ini manusia sombong bin alay:D hahai sadis maaak.

    C. Indonesia itu dari dulu sudah maju,. Nah karena ketololan dan kebodohan loe -lah makanya sekarang tambah ancur. Bahkan loe tambahin dengan ilmu sok tahu loe itu. Kalau mau jadi Peng-koar sejati yuk saya bawa ke Abu Aisha biar diceramahin dari siang ampe malam ( kapan lagi loe diceramahin ustad bule 😀 he he promosi ).

    D. Hal-hal yang lain berupa adu pendapat saya terima . Asal jangan duel. Kasihan saya ini udah emak-emak 😀

    Ummu Aisha Pisarzewska

    Norway, 15 Maret 2014

    Waktu begadang 🙂

  19. nur4hini says:

    Ngeri, kalo mendapati orang berkata seperti yang pak Iwan captured tulisannya itu. Kog kelihatannya malah bangga dan pamer suka yang haram.

    Semoga kita semua selalu terhindar dari apa-apa yang haram, walau kadang kami dianggap agak aneh (terutama soal makanan). Disini kami suka cerewet dan bertanya tanya sebelum membeli sesuatu. Misalnya beli salad, dressingnya bahannya apa saja, beli salmon, sausnya bahannya apa saja (di Ikea). Kalo ragu, mending tidak jadi beli, bikin sendiri di rumah, jadi lebih terjaga apa yang masuk ke perut 🙂

  20. danirachmat says:

    maturnuwun mas.. 🙂

  21. Andik Taufiq says:

    terus terang, satu hal haram yang masih sangat gawat menurut adalah budaya ribawi… hampir semua aspek kehidupan kita dari ujung kepala hingga telapak kaki, sulit untuk lepas dari ribawi ini… bahkan termasuk uang receh yang ada di saku kita… semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita atas ketidakmampuan kita menghadapi hal-hal yang haram ini…

    btw, jzklh khair tulisannya Pak…

  22. aru_kun says:

    “Siapa yang tidak ingin amalan baiknya ditolak oleh Allah?”
    Mungkin maksudnya “… diterima oleh Allah” ya?

    • Betul.
      “Siapa yang tidak ingin amalan baiknya ditolak oleh Allah?”
      sama artinya dengan:
      “Siapa yang ingin amalan baiknya diterima oleh Allah?”

    • Ummu Aisha says:

      Astagfirullah 😦 sebagai muslim harapan terbesar dan terpenting itu khan Allah ridho, indikasinya ya doa-doa kita diterima. Nah kalau pernyataan diatas berasal dari non-muslim saya anggap sangat wajar karena otak dan hatinya belum diberi hidayah plus kuper bin bahlul.Saya yang sedang tinggal dibarat alhamdulillah menyaksikan bagaimana Islam justru menjadi role model dalam hukum” halal haram”.Norwegia, Polandia, Denmark dan beberapa negara Eropa lainnya itu dalam tahap pengkajian dan sedang meramuh label halal- haram ini. Jadi ya mbok mas bro yang koar- koar diatas buka mata buka telinga dong jangan asal asbun tong kosong nyaring bunyinya. Ayo kita tabook rebana:D

      Tapi kalau yang sok-sokan sebagai penulis koar-koar itu muslim. Sini loe gue kasih ke Abu Aisha biar diceramahin dari siang ampe malam:D ( sadis bangat Bang:D hahai).Biar jangan sok-sokan jadi komentator. Belum tahu dia Pak Iwan justru orang barat \Eropa yang belajar sama kita. Buktinya nih kebanyakan mahasiswa/i itu orang Indonesia cerdas dan kebanyakan alim semua.Subhanallah Abu Aisha aja suka terkagum- kagum sama orang Indonesia muslim, yang non nggak dihitung hehe( bukan SARA ya tapi emang da jadi prinsip si Abang Polandia ini :D).

      Disini di barat 🙂 ( ini barat yang mana yang dimaksud sama sang peng-koar, jangan-jangan maksudnya barat-karatan otaknya!:D). Ini saya ajarin lain kali klo mau koar-koar mbok mas bro itu rajin baca Wikipedia kek minimal , jangan tabloid gossip mulu. Disini yang non muslim pun mendesak pemerintah setempat klo penyembelihan hewan dilakukan saja secara islam( catet ini non muslim yang ngasih pernyataan !, dan banyak beredar di twitter . Maaf saya nggak punya twitter , belum dizinkan:D Abu Aisha takut saya suka koar-koar sembarangan).

      ” Hidup Halal, Lindungi Dari Yang Haram ” . Itu prinsip kami yang dirizkikan tinggal di bumi barat. Alhamdulillah kami tidak kebarat-baratan dan juga tidak ketimur-timuran. Kami muslim. Titik tanpa koma

    • Alhamdulillah, saya ada perasaan senang membaca komentarnya Ummu Aisha. Terimakasih.
      Ada baiknya kalo fakta-fakta di Norwegia, plus Polandia, Denmark, dll dikupas detail di blognya Ummu Aisha, nanti saya bantu sebar di socmed sbg pengetahuan bersama. Agar mereka gak asbun.

  23. A good reminder, Mas Iwan. Terima kasih ya. 🙂

  24. Idah Ceris says:

    Lhoooh?
    Saya malah kebalikan dr pernyataan di atas.

    Lebih mementingkan halal haram, biar berkah. Berkah semuaaanya. 🙂
    Menarik tulisannya, Mas.

  25. Aulia says:

    Efek makanan yang haram itu sangat luar biasa, jangankan itu yang hukumnya syuhbat saja bisa membuat psikologi dan jiwa tidak tenang. Mungkin orang-orang jaman sekarang lebih terkesan hidup instan, sampai-sampai pernyataan nyeleneh pun bermunculan dan paling parah ada orang nyelutuk, “cari yang haram saja sekarang susah, apalagi yang halal”. Beginilah kondisi akhir zaman, semoga kita terjauhkan.

  26. nyonyasepatu says:

    Terima kasih sudah berbagi mas

  27. devinilasari says:

    Reblogged this on devinilasari and commented:
    Akan datang suatu zaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram“
    [HR.Bukhari]
    Astaghfirullah semoga kita semua diselamatkan dari hal itu.

  28. devinilasari says:

    Mas Iwan setuju sekali dengan artikelnya. Saya juga suka sedih ketika saya sampaikan misal makanan A belum ada sertifikat halalnya loh tapi reaksi teman bahkan saudara sendiri memandang saya aneh dan saya dianggap terlalu berlebihan 😦

    Mas Ijin reblog yaa

  29. Teguh Puja says:

    Kalau hal kecil diabaikan, hal-hal besar dan fundamental lainnya, akan sangat mudah untuk tidak dipedulikan lagi nantinya.

  30. titantitin says:

    😥 miris bacanya. sediiih..

    semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam kebaikan dan ketaatan. menjadi pribadi yang wara’, berhatihati bahkan untuk maksiat sekecil apapun itu..

    suka sedih kalo baca cerita suami saya masih minum bla bla, atau saya masih minum.. kasihan anak2nya nanti —‘

  31. ichanastasia says:

    Reblogged this on ichanastasia and commented:
    semoga saya dan keluarga dihindarkan dan diberi Allah kekuatan untuk menghindarinya. aaminn..

  32. pitaloka89 says:

    Mudah-mudahan kita semua terhindar dari harta, makanan dan minuman yang haram…
    Bagaimanapun lingkungan sangat mempengaruhi hal ini. Butuh teman-teman yang sama pedulinya terhadap hal halal haram, kalau tidak bisa kebawa – bawa…

  33. jampang says:

    omongannya…. ngeri!

  34. Pagi-pagi sudah dibikin “tertampar” oleh tulisan Pak Iwan. Syukron katsiir. Trimakasih sudah memberikan pencerahan buat kami. Karena, boleh jadi, virus wahn itu menjangkiti kami, tanpa pernah disadari sebelumnya. Bukti konkret: kami betaaahhh banget nonton TV berjam2, internetan dgn browsing situs ‘gak ada isinya’ berjam2. Tapi, pas buka mushaf Quran, langsung ngantuk 😦 Astaghfirullah……

  35. Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun..
    Saya baru tahu, Pak, latar belakang keluarga dari pembunuh remaja tersebut.
    Sungguh terjadi, ya, penghasilan kotor yang dihasilkan orang tua berimbas kepada akhlak anaknya…

    Ya Rabb.. berilah keberkahan dari penghasilan yang kami peroleh t-t

  36. rinisyuk24 says:

    Saya pikir, yang halal masih banyak, apalagi soal makanan sepengatahuan saya, semua boleh dimakan kecuali yang Allah dan Rasul haramkan. Nah, tinggal pilah dan pilih mana yang halal lagi baik.

  37. dan satu lagi yang biasa terdengar untuk masalah rezeki mas, “Yang haram aja susah, apalagi yang halal”
    Jika dikembalikan lagi pertanyaannya pada orang yang bicara hal tersebut ” banyakan mana halal dan haram?” pasti muter2 jawabannya 😀

    • Ini ada tulisan menarik, bagaimana seorang PNS yg mapan itu mampu menentukan pilihan dgn bersandar pada keberkahan-Nya.

      http://boliboli.wordpress.com/2014/05/30/resign-pns-belajar-menentukan-pilihan/

      Saya mengutip dalam blog tsb:
      “Menjadi abdi negara, sejatinya bukan pekerjaan yang mudah. Sampai kapan pun, abdi berarti menjadi pelayan masyarakat. Karena dari setiap waktu kerja, lembar kertas, data internet, daya listrik, dan setiap rupiah yang disia-siakan, disana ada tuntutan para pembayar pajak dan Tuhannya. Saya memilih resign bukan berarti sok idealis. Saya hanya ingin menjaga lentera yang meredup ini untuk tetap menyala. Saya tidak ingin lentera itu berhenti berpendar dan hanya menyisakan penyesalan suatu saat nanti. Walaupun mungkin dianggap terlambat, tapi biarlah saya mencoba kesempatan menempa diri dengan pekerjaan lain.”

  38. Inge Febria says:

    kalau sudah dapat penghasilan yang halal, mungkin bisa bergeser dengan memperhatikan apa-apa yang dikonsumsinya. saya suka sedih, Pak Iwan. Kala saya mendapati kawan-kawan saya tak memperdulikan masalah ini. seolah kita yang peduli konsumsi halal menjadi orang yang aneh 😦

    • Berarti kita saat ini sudah masuk jaman yang dimaksud Rasulullah, dimana Halal Haram bukan lagi hal yang penting. Ngeri…
      Ayo, mbak Inge, edukasi terus bahayanya, semoga berbuah pahala dan kebaikan. aamiin.

  39. bimosaurus says:

    Media sosial, seakan membuat orang yang berbuat salah seakan memiliki teman sesama salah, dan mereka pede di dalamnya. Mengerikan. Naudzubillah min dzalik. Ya Oke, saya memang tidak begitu setuju dengan beberapa hal yang terjadi di MUI. Tapi untuk mendapatkan isi perut anak, masak dengan makanan haram?

  40. Dyah Sujiati says:

    Eyaaa? Sebetulnya yang masih ribut itu siapa sih? Ya yang mengolok itu kan?
    Wong aturannya sudah jelas dan tinggal dilaksanakan aja lho kok ribet. Pake tuduh orang lain ribut lagi?
    Haiyah? Ndeso! -_-‘

    • Ojo ngenyek wong ndeso lho ya 🙂
      Wong ndeso banyak yang masih arif bijaksana menyeleksi apa yang masuk ke dalam perutnya.

    • Dyah Sujiati says:

      Ahaha!
      Kan lain Pak -_-‘

    • Ummu Aisha says:

      Sepertinya Mbak Dyah Sujiati bukan bermaksud ngata- ngatain Wong Ndeso :D( hehe ini gaya menerka saya). Tapi saya juga sudah mulai menghilangkan kata ini. Karena sebenarnya ini bentuk penggambaran kalau kebanyakan wong ndeso itu kuper padahal sebenarnya justru merekalah sumber inspirasi:), gaya sok bijak. Jadi saya setuju dengan Pak Iwan . Ibu saya sampai sekarang tetap memilih tinggal di deso walaupun anak- anaknya sudah pindah ke kota. Bahkan diajak ke Polandia beliau nggak mau. Pandangannya sederhana nggak sanggup liat bule buka- bukaan atau pameran baju renang di jalan- jalan. Jadi justru karena sifat arif inilah saya mulai berfikir untuk berhenti menggunakan kata ini.

      Kalau mau ditimang ulang:D gaya emak bangat timang- timang anak-ku sayang. Sebenarnya semua peradaban berasal dari Deso sebelum kemudian dirubah oleh tangan manusia modern.Semua orang juga berasal dari Deso. SBY , sahabatnya Obama atau Norwegia 30 tahun yang lalu berdasarkan informasi penduduk asli , itu masih berupa desa masih jalan make kuda. Yang kotoran kuda dimana- mana. Ini karena jumlah migran muslim dan migran dari negara Eropa lain yang datang membangun satu- sama lain dengan penduduk lokal. Makanya disini pasti kena hukum keras klo ada yang sampai frontal diskriminasi. Oh maaf kepanjangan komen saya. Terimah kasih Pak Iwan pencerahnya. Insha Allah akan segera meluncur ke Worpress ” Halal-Haram EGP versus EMK” 😀

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: