Home » Selamatkan Anak Bangsa » Menjalin Benang Merah & Fakta-Fakta Kasus TK JIS

Menjalin Benang Merah & Fakta-Fakta Kasus TK JIS

Blog Stats

  • 2,052,828

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers


[ilustrasi: doktergaul.co]

–: Analisa Kasus Kekerasan Seksual Anak di Sekolah TK JIS
.

Bismillah …

Pada bulan April ini, berbarengan dengan hiruk-pikuk manuver politik para politikus menyongsong pilpres Juli 2014 mendatang, perhatian media massa juga mengarah pada kasus kejahatan seks anak di Taman Kanak-Kanak Jakarta International School (TK JIS). Sampai jurnal ini saya tulis, ada dua anak TK sebagai korban pelecehan seksual; dan sudah ditetapkan enam tersangka (satu orang ditemukan tewas sebelum ditetapkan sebagai tersangka), kesemuanya adalah karyawan alih daya PT ISS Indonesia, mereka ditempatkan di sekolah JIS sebagai cleaning service.

Dari menjelajahi informasi di media-media online terkait kasus ini, sementara saya menemukan ada 10 (sepuluh) poin keanehan. Berbagai keanehan itu bila ditelusuri lebih jauh bisa menjadi benang merah dalam mengungkap fakta yang lebih besar dari informasi berita yang telah muncul ke publik. Maka besar harapan saya semoga pihak berwajib lebih serius dalam menangani kasus ini. Usut sampai tuntas. Jangan dibiarkan menguap.

Mari simak 10 keanehan di seputar kasus ini.

KEANEHAN 1: TK JIS bodong

Selain kejahatan seks yang terkuak, ternyata TK JIS yang telah 21 tahun beroperasi semenjak 1993 diketahui tidak mengantongi izin operasional alias bodong. [Kompas]. Ini melanggar UU no. 20/2003 (UU Sistem Pendidikan Nasional) pasal 71. Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal (PAUDNI) dengan persetujuan Mendikbud telah mengambil langkah menutup TK JIS secara permanen.
Namun yang menjadi masalah adalah mengapa Kemendikbud baru sekarang mengetahui keberadaan sekolah internasional tersebut bodong? Sungguh sangat terlambat, itupun baru terungkap ke publik setelah TK JIS terkena kasus besar. Dan mengapa Kemendikbud juga tidak segera melaporkan ke polisi? Padahal tidak adanya izin yang dimiliki pihak sekolah, JIS bisa dituntut UU no.20/2003 Pasal 71 dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.
Mungkinkah selama ini ada main mata antara “oknum” Kemendikbud dengan pihak TK JIS?
Ataukah sebaliknya, ini benar-benar murni arogansi pihak TK JIS sebagaimana dikatakan Dirjen PAUDNI Lydia Freyani Hawad? [Kompas]
Ini harus diusut, sebab jangan-jangan ada TK-TK internasional lainnya yang selama ini keberadaannya beroperasi tanpa izin.

.
KEANEHAN 2: Ada buronan FBI pernah mengajar di JIS

Buronan FBI bernama William James Vahey selama empat dekade mengajar di berbagai sekolah swasta di sejumlah negara, termasuk di sekolah JIS Indonesia dari tahun 1992-2002. Vahey bunuh diri di Luverne, Minnesota, AS, bulan lalu. Menurut FBI ada banyak anak telah menjadi korban Vahey. Seorang hakim federal di Houston mengatakan bahwa pihak berwenang telah meneliti salah satu flash disk Vahey yang berisi foto-foto yang menggambarkan kekerasan seksual terhadap anak-anak laki-laki, diperkirakan berusia antara 12 dan 14 tahun. Foto-fotonya lengkap dengan keterangan dan tanggal. Ada sejumlah foto dari setidaknya 90 korban, yang berasal dari tahun 2008. [Huffington Post]

Semasa mudanya, Vahey pernah dipenjara pada tahun 1969 karena melakukan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Belum diketahui bagaimana dia kemudian bisa berkarier panjang sebagai guru. Vahey dikenakan wajib lapor sebagai pengidap orientasi seks menyimpang di California sepanjang sisa hidupnya. Akan tetapi, Vahey tak melakukannya sejak tahun 1970. Sebaliknya, dia berkeliling dunia menjadi guru sejak tahun 1972. [Reuters]

Mengapa buronan FBI tersebut bisa lolos masuk ke Indonesia? Kadivhubinter Polri Irjen (Pol) Sugeng Priyanto mengatakan bahwa Polri tidak mengetahui keberadaan Vahey di Indonesia serta status buron yang melekat padanya. Alasannya, Vahey tidak tercatat di dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) di Interpol, baik di luar negeri maupun Indonesia.

Mengajar selama 10 tahun bukanlah waktu yang singkat, maka sungguh aneh bila pihak sekolah tidak bisa mendeteksi kelainan yang ada pada diri Vahey mengingat jumlah korban yang dikumpulkan FBI berjumlah 90 anak. Polisi harus bisa melacak jejak-jejak Vahey selama mengajar di JIS. Mengapa harus? Simak poin keanehan berikutnya.

.
KEANEHAN 3: Tersangka pernah disodomi buronon FBI

Buronan FBI, Vahey, sudah mengajar sejak tahun 1992 – 2002 untuk anak berusia 12 tahun, jadi kemungkinan para korbannya kini sudah berumur 20 – 24 tahun. Mereka yang menjadi korban sodomi Vahey ada kemungkinan telah menjadi seorang homoseksual juga, yang berbaur di tengah-tengah masyarakat kita. Terbukti, ZA salah satu tersangka kasus sodomi di JIS mengaku sewaktu kecil, umur 5 tahun pernah kena sodomi di lingkungan rumahnya. Kemudian saat berusia 14 tahun, menjadi salah satu korban sodomi buronan FBI kasus pedofil William James Vahey. [Tribun News]. Kini ZA menjadi pacar salah satu tersangka lainnya.

Lihatlah, berawal dari korban (abused) pelecehan seksual di masa kecil, lalu tumbuh menjadi orang dewasa yang memakan korban (abuser). Orang yang jadi korban pelecehan seks saat kecil, ketika dewasa akan cenderung berpikir melampiaskan seks dapat dilakukan pada anak kecil. Itulah lingkaran setan penularan perilaku homoseksual dan variannya bisa tumbuh menjadi pedofil. [Saya telah membahasnya dalam jurnal di sini].

Berdasarkan investigasi FBI, Vahey adalah seorang predator anak terburuk yang pernah ada. Selama 10 tahun mengajar di JIS besar kemungkinan ada korban lain selain ZA. Lingkungan mengajar yang banyak anak kecil, bagi Vahey justru bisa membangkitkan libidonya. Apakah diantara murid-muridnya itu ada yang menjadi korban Vahey? Kalau ada, mengapa ditutup-tutupi oleh pihak sekolah JIS? Ini perlu diusut tuntas.

.
KEANEHAN 4: Terkesan menyembunyikan kasus

Tindakan pelecehan seksual terhadap AK (5 tahun) itu sudah dilaporkan oleh orangtua murid kepada pihak sekolah. Tetapi tidak pernah mendapatkan tanggapan apapun dari pihak sekolah. Pihak sekolah malah berusaha menutupinya. Perhatian sekolah mulai terlihat ketika orangtua korban mengungkap kasus ini ke media massa. Itu pun kemudian ditanggapi hanya berupa pesan singkat dari pihak sekolah [Kompas] dan tidak ada utusan khusus yang menemui orangtua korban di rumahnya [Kompas].
Pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengatakan bahwa tahun lalu ada siswa SD JIS yang diperkosa di sekolah. Tetapi pihak sekolah menutupinya dan tidak melaporkan kasus pemerkosaan ini ke polisi [Viva News].
Pihak KPAI juga mendapat laporan bahwa ada beberapa guru yang gay di sekolah tersebut [KPAI].
Ibu Erlinda (Sekjen KPAI) dalam sebuah acara talk show “Show Imah”, 1/5/2014 di televisi mengatakan bahwa ada beberapa korban baru yang telah melapor ke LPSK selain dua orang yang sudah melapor, ciri-cirinyapun sudah di tangan pihak kepolisian. Ada pelaku lain yang diduga keras berasal dari kalangan pengajar. Menurut beliau, pihak sekolah JIS tidak mau kooperatif dalam penyelesaian kasus pelecehan seksual ini. Korbannya sudah lebih dari 2 anak, para orangtua korban sudah lapor ke kepala sekolah. Namun oleh pihak sekolah, meminta mereka untuk silent, dan kemudian korban hanya diberikan terapi untuk men-DELETE MEMORI otaknya. Ya jelas para orangtua korban tidak mau memori otak anaknya di delete, mereka ingin kejahatan tersebut harus diungkap dan pelakunya dijerat hukum pidana.
Apakah kasus pelecehan seksual sebelumnya yang tidak terungkap itu karena pihak sekolah berhasil “membungkamnya”?
Keanehan ini perlu diusut tuntas. Berdasarkan investigasi KPAI di lapangan, polisi harus berani memeriksa kepala sekolah, manajemen, para guru JIS, dan semua yang terlibat dalam proses belajar mengajar di sana.

.
KEANEHAN 5: Sikap guru sekolah

Saat para pelaku menyodomi korban MAK (5 tahun) secara bergantian itu selama 10 – 15 menit di toilet. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku mengancam korban agar tidak melaporkan kejadian tersebut. Korban yang masih di bawah umur pun langsung menangis sambil berjalan kembali ke dalam kelas. Letak toilet memang cukup jauh, korban menangis saat perjalanan kembali dari toilet ke kelasnya, namun tangisannya berhenti sebelum tiba di ruang kelas. [Merdeka].
Anehnya, guru yang saat itu tengah mengajar di dalam kelas korban tak menyadari perubahan sikap korban. Mengapa guru tidak curiga saat korban keluar kelas begitu lama?
Mengapa guru tidak peka dengan bahasa tubuh korban saat memasuki kelas kembali?
Bahkan peristiwa tersebut terulang, sementara tercatat ada tujuh kali kejahatan seksual terhadap anak TK di JIS [Kompas].
Beberapa kali terdapat kondisi korban terpaksa ngompol di kelas, karena tidak mau pergi ke toilet. [Tempo]. Mengapa guru tidak peka terhadap kondisi tersebut? Mengapa tidak investigasi penyebab muridnya tidak mau pergi ke toilet?
Sikap tenaga pendidik ini sangat janggal, mengapa tidak mampu mendeteksinya, atau jangan-jangan kasus semacam ini sudah sistematis, sehingga sengaja dibiarkan. Para ahli psikologi manapun pasti paham bahwa perubahan sikap korban pelecehan seksual akan jelas terlihat oleh mereka yang beinteraksi di setiap harinya. Bahkan diberitakan, korban pelapor kedua sampai mengalami trauma psikis yang mendalam, sering teriak-teriak ketakutan dan takut pipis di toilet. Korban tersebut dilecehkan di ruang kelas dan toilet selama rentang tiga bulan. [Kompas].
Polisi harus mengusut tenaga pendidik atau guru yang lalai terhadap anak didiknya tersebut. Perlu diketahui, bahwa seseorang yang mendiamkan suatu perbuatan tindak pidana terhadap anak di bawah umur bisa dijerat Pasal 78 UU Perlindungan Anak dengan ancaman 5 tahun penjara maksimal.

.
KEANEHAN 6: Pelaku adalah pedofil?

Di beberapa media ada yang salah kaprah menyebutkan bahwa kasus ini pelakunya adalah pedofil. Padahal Pedofilia adalah keadaan psikologis ketertarikan seksual terhadap anak-anak. Dia HANYA bisa terangsang oleh anak-anak. Umumnya seorang pedofil itu rendah diri karena tidak mampu melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa. Sikap rendah diri membuat seorang pedofil menjadi tertutup kepada orang lain. Maka penyaluran hasrat seksualnya tidak mungkin dilakukan berkelompok karena sifat ke-rendah diri-annya itu.

Apakah betul ini kasus kejahatan seksual pedofilia? Nyatanya mereka bukanlah pedofil. Kejahatan seksual terhadap anak kecil dalam kasus ini hanyalah variasi perilaku homoseksual mereka. Menurut keterangan tersangka ZA dan AW [Kompas], mereka adalah sepasang kekasih, keduanya kerap melakukan hubungan seksual saat “horny” dan bila tidak ada siswa yang berhasil dihalangi untuk kembali ke kelas. Juga pelaku utama sodomi siswa TK JIS lainnya, AG, diketahui pernah beberapa kali saling sodomi dengan AW. Kedua pria itulah yang diketahui mengidap penyakit herpes dan menularkannya kepada korban siswa TK JIS, AK, setelah beberapa kali menyodomi korban. [Tribun News]

Jadi, dua anak TK JIS yang lemah itu adalah korban keganasan para pelaku homoseksual. Seorang homoseksual kelak bisa berubah menjadi pedofilia murni seperti William James Vahey (buronan FBI) bila sudah hilang rasa percaya dirinya berhubungan seksual dengan orang dewasa laki-laki. Sebagai referensi, sila simak halaman 7 jurnal penelitian W.D. Erickson, M.D. dan tim yang berjudul: “Behavior Patterns of Child Molesters”.

.
KEANEHAN 7: Pengidap herpes berjamaah.

Sementara sampai jurnal ini ditulis, polisi telah menerima hasil uji laboratorium terhadap 28 karyawan alih daya PT ISS yang ditempatkan di JIS. Dari hasil uji coba itu diketahui bahwa ada 6 pekerja yang mengidap penyakit herpes. Sekarang enam orang itu masih diperiksa polisi. [Tempo].

Polisi harus memeriksa bagaimana kedekatan hubungan antara 6 orang pengidap virus herpes tersebut dengan 2 tersangka yang telah menularkan virus herpes ke korban anak TK JIS. Bila mereka pernah berhubungan seksual satu sama lain, maka polisi juga harus memeriksa mereka apakah juga mempraktekannya kepada siswa-siswa JIS. Ini harus diusut tuntas, lanjutkan pemeriksaan / tes darah terhadap semua karyawan JIS dan tenaga alih daya yang ditempatkan di JIS.

.
KEANEHAN 8: Petunjuk lewat ocehan korban

Ada potensi indikasi kejahatan seksual tidak hanya dilakukan cleaning service tetapi juga WNA, karena dari keterangan korban kedua yang juga saksi kunci, ada pelaku yang ciri fisiknya berambut pirang [Kompas].

Dari pernyataan ibunda korban pertama di acara ILC TV One, anaknya mengigau: ‘stop miss, ampun miss’“. Maka diduga adanya keterlibatan guru perempuan dalam kasus ini. Tidak mungkin korban memanggil seorang wanita cleaning service dengan sebutan “miss”. Kondisi lainnya, sejak kejadian itu, korban sering stres. Saat stres, sering menggambar atau menulis coretan-coretan pada selembar kertas, dia menulis ‘security tell the boss, the boss do the bad things’ [Liputan6].

Polisi harus mampu mengembangkan penyelidikan untuk menangkap pelaku yang disebut-sebut para korban: si pirang, miss, security, dan boss. Dari penyebutan tersebut, sepertinya mereka di luar lingkaran cleaning service.

.
KEANEHAN 9: Sistem keamanan sekolah

Dari membaca berbagai liputan media tentang gambaran umum sistem keamanan sekolah di JIS kelihatannya cukup memadai. Ada sekitar 400 CCTV dipasang di berbagai sudut di sekolah tersebut. Lorong ke toilet yang awal kejadian belum dipasang, pasca kasus terungkap sudah dipasang di lokasi sana. Standar Operational Procedure (SOP) pengamanan pun baik. Pintu masuk juga berlapis-lapis.

Namun, siapa menyangka, di tempat dengan tingkat pengamanan seketat itu, kejahatan seksual terjadi pada siswanya. Pelakunya pun justru berasal dari lingkungan internal. Bisa jadi, pihak sekolah JIS hanya cenderung menekankan pengamanan aspek fisik ketimbang pengamanan bersifat menyeluruh bagi anak. Sistem keamanan yang mencakup aspek psikologis tidak ditemukan di TK JIS. Padahal, cakupan keamanan psikologis bagi anak merupakan salah satu sarat utama penyelenggaraan suatu lembaga pendidikan. Poin Keanehan 5 di atas adalah bukti bahwa tidak adanya sistem keamanan yang mencakup aspek psikologis, sehingga orang internal bisa bebas melakukan kejahatan seksual saat jam pelajaran berlangsung, bahkan ada yang terjadi di dalam ruang kelas [Kompas].

.
KEANEHAN 10: Kematian tersangka di toilet polda

Seorang terduga pelaku yang masih dalam proses pemeriksaan, AZ (27), ditemukan tewas yang diduga bunuh diri di toilet unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (26/4/2014). Beberapa kejanggalan bisa ditelisik dari pernyataan Kabid Humas Polda Kombes Rikwanto dan Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Heru Pranoto ketika menggelar jumpa pers di kantor Ditreskrimum, Sabtu, sekitar pukul 15.00 WIB, dengan menampilkan dan menjelaskan peran lima tersangka sodomi siswa JIS. Dalam jumpa pers itu tak ada nama AZ. Pihak polda menyatakan ada satu pelaku lain yang masih dilakukan pengejaran.

Menurut pengacara keluarga AZ, Irfan Fahmi, awalnya AZ sebatas saksi kasus ini. Dan baru pada Sabtu dini hari, pihak keluarga menerima surat penangkapan AZ dan selanjutnya AZ dibawa ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa. Fahmi mendatangi Unit PPA Mapolda Metro Jaya pada sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, petugas PPA menyampaikan AZ tengah dibawa petugas lain, tidak jelas tujuan dibawanya. Di ruang PPA itu, Fahmi melihat pihak Ditreskrimum menggelar jumpa pers dengan menghadirkan lima tersangka. Karena menyangka jumpa pers tersebut berlangsung lama, Fahmi meninggalkan Unit PPA. Fahmi kemudian menghubungi kerabat dan keluarga AZ untuk membantu memastikan ada atau tidak AZ di antara kelima tersangka yang dipublikasikan di sejumlah televisi itu. Dari merekalah Fahmi baru mengetahui jika AZ tidak ada di antara kelima tersangka yang dipublikasikan pihak Ditreskrimum itu.

Didapat kabar bahwa pihak keluarga AZ diminta mengubah BAP agar disesuaikan dengan penuturan AZ. Sungguh fenomena yang aneh jika pihak Polda meminta mengubah BAP. Pengubahan seperti ini memang kerap dilakukan polisi untuk “mengamankan” berbagai kasus. [KabarLain]. Apakah AZ memegang kunci atas kasus ini sehingga harus “diamankan”?
Sebegitu cepatkah AZ bunuh diri di toilet Polda dengan minum cairan beracun forstek atau pembersih lantai kamar mandi?
Mengapa di media-media online hasil jumpa pers Polda, yang tersebar justru AZ orang yang rajin beribadah dan sering ikut pengajian. Ke mana berita tersebut arahnya?
Ada keanehan menurut pengakuan Andi Setiadi (32), tetangga AZ, wajah korban tampak lebam dan bibirnya pecah mengeluarkan darah. Andi ikut memandikan jenazah almarhum dan melihat wajah AZ. [Tribun News, 28/4/2014]. Pihak polisi telah mengklarifikasi soal ini. Namun yang jelas polisi lalai dalam menjaga saksi / terduga saat dalam proses pemeriksaan.

Status tersangka yang baru dikenakan kepada AZ membuat keluarganya terkejut, sebab AZ tidak pernah menunjukan perilaku menyimpang. Rojali, paman AZ, mengatakan AZ sudah menjalin hubungan dengan seorang perempuan. Rencanannya mereka akan menikah setelah Idul Fitri 2014.[Tribun News, 28/4/2014].
Pasca tewasnya tersangka, muncul berita bahwa AZ melakukan kekerasan seksual tiga kali [Viva News]. Itu penyampaian dari polisi. Seharusnya tersangka yang sudah tewas, tidak pantas di-klaim pengakuannya.

———–

Demikianlah 10 Poin Keanehan ini ditulis ditengah-tengah proses penyidikan yang sedang berlangsung. Dengan melalui pemaparan poin-poin di atas, saya ingin mengajak kita semua melihat kasus ini dari kacamata yang lebih lebar. Para pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka bisa jadi hanyalah korban dari sebuah sistem. Sedangkan akar penyebab kerusakan belum diungkap. Oleh karena itu, polisi harus berhasil:

  1. Mengungkap semua para predator anak di lingkungan JIS.
  2. Mengungkap apakah ada kecenderungan kejahatan seksual ini dilakukan secara sistematis atau terorganisir.
  3. Mengungkap apakah pimpinan JIS tahu atas berbagai kejadian kejahatan seksual didalam lingkungan sekolah.
  4. Mengusut para tenaga pendidik yang lalai menjaga anak didiknya dan mencoba cuci tangan atas kasus ini.

Dari empat poin di atas, diharapkan konstruksi hukum pidana bisa dirangkai dengan tepat. Juga merekonstruksi sosial untuk mengeliminasi kejahatan seksual pada anak.

Membaca kecenderungan poin-poin keanehan di atas, maka sekolah adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kejadian ini. Pemerintah dan aparat penegak hukum negeri ini harus mampu bersikap tegas. Jangan hanya karena mereka para ekspatriat, jadi longgar dalam penanganan proses hukum di Republik yang berdaulat ini. Ingat, sebentar lagi kita memasuki era AFTA 2015, yang tentunya akan banyak ekspatriat yang membanjiri negeri ini sebagai akibat dari perjanjian-perjanjian perdagangan bebas, termasuk bidang pendidikan yang telah kita sepakati.

Mengapa keanehan-keanehan di atas harus diusut tuntas?
Mengapa investigasi jangan hanya berfokus pada pelaku pelecehan seksual?
Karena saya merasakan kengerian atas apa yang disampaikan KPAI dari hasil pengamatannya di sana [baca Liputan6].
Persoalan JIS adalah ujian persoalan masa depan anak negeri ini. Jangan memandang sebelah mata karena para korbannya adalah bule. Tapi lihatlah dampak sosial yang diakibatkan. Menurut pengamatan pihak KPAI di lingkungan JIS, ciuman birahi di area publik sudah hal biasa bagi mereka, sekolah juga membiarkan siswi berpakaian minim. Ada pengakuan adanya beberapa guru yang berorientasi seksual menyimpang. Perilaku homoseksual dianggap menjadi hak private dan tak boleh diusik. Fakta ini, kebebasan melakukan tindakan aroma seksual di lingkungan JIS, bisa mendorong perilaku kejahatan seksual. Dan orang paling lemah-lah yang bisa diperdaya dengan tindakan seksual menyimpang ini yaitu ANAK. Anak yang lemah dijadikan ajang pelampiasan saat dorongan seksual tak terbendung. Lingkungan seperti ini sangat tidak kondusif, dan menjadi penyebab tumbuh suburnya kekerasan seksual pada anak.

Ingat, segala indikasi penyimpangan itu berdampak sosial yang luas, bisa menerobos dinding rumah keluarga Anda. Sudah sering dibahas dalam blog ini untuk berbagai contoh kasusnya.

Selamat bertugas, wahai para penegak hukum, KPAI, dan LPSK.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
29.04.2014

.
———
Catatan:
Keanehan No.11 – 14 bisa disimak dalam komentar di bawah ini. Sila simak juga informasi perkembangan kasus ini pada jurnal: Kasus TK JIS dan Kesaksian Melepas Jerat Homoseksual

Advertisements

60 Comments

  1. 1234mommy says:

    Korban di jadikan korban karena melawan sekolah elite dan warga asing, dukungan terdakwa guru jis teroganisir seperti tentara perang. Dan seorang ibu di isukan menjual anak demi uang adalah paling tepat untuk menutupi kejahatan demi lancarnya bisnis sekolah, hasil banding pembersih iss sudah keluar dan tetap bersalah tapi hasil banding guru asing tdk keluar keluar. Bagaimana nasib orang biasa yg hanya menuntut keadilan buat anaknya..melawan sekolah elite milik para konglomerat ..saya harap penegak hukum berani menghukum yg bersalah tdk perduli warga manapun dan tdk hanya berani dengan wni saja.

  2. UPDATE 29/7/2015
    Terdakwa JIS Menang Gugatan di Singapura
    http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=317650

    • 1234mommy says:

      Ini berita tdk valid. Penggugat menang krn tergugat( ibu korban )tdk pernah datang ke pengadilan. Hukum di singapore akan memenangkan penggugat dengan otomatis. Jadi bukan krn visum dll spt yg penggugat umumkan di media krn korban memang tdk pernah di visum. Masuk akalnya. Apakah bisa Rs singapore memvisum anak tanpa surat permintaan polisi? Kk hospital sudah memberikan keterangan resmi dan sudah si tangan jaksa. Makanya pembelaan pengacara terdakwa secara apapun pastinya tetap membuat hakim memutuskan guru2 bersalah

  3. sari subrata says:

    Nah, aneh Semua kan? Gak masuk akal kan?
    Then pertanyaan nya adalah :
    Sebenernya masalahnya apa? Siapa yg bikin?
    Terlalu Amis kasus ini

  4. baek says:

    Lebih baik bakar saja gedung sekolah JIS..kalau perlu bakar juga kepsek dan wakepsek,

    • Dino says:

      Tidak pernah Ada kasus sodomi di JIS. Media Dan masyarakat yang bodoh lah yang membuat kepanikan. Sekarang sudah makin terang benderang bahwa semua bohong Dan rekayasa. Bagaimana masyarakat bodoh mempertanggung jawabkan para pegawai kebersihan ISS yang sudah mati disiksa polisi jahat plus karyawan yang jadi salut mental karena fitnah ini. Sungguh terkutuklah para pejabat tolol macam KPAI Dan dirjen paud yang tidak pandai menyelidiki dulu tapi malah bekerja sam a dengan ortu penjahat.

  5. Digi says:

    Saya kemarin sempat baca sejarah Hukum Pidana di Indonesia rupanya saya baru tahu kalo Indonesia masih menerapkan sistem Hukum Pidana Belanda dimana disitu ada Ketentuan tindak pidana khusus orang Pribumi dan parahnya Hukum Pidana tersebut hanya berlaku utk masyarakat Pribumi sehingga ada WNA yg melakukan kejahatan hanya dipulangkan tapi ya tetap dibebaskan meski memakai kata Deportasi.

    • 1234mommy says:

      Anda menyebut ortu penjahat. Tidaklah terbesit di pikiran anda pembersih yang meninggal adalah saksi kunci keterlibatan guru wna?

  6. Digi says:

    Bukti dari Cleaning service itu bukan bunuh diri melainkan disiksa polisi hingga tewas can sabun pel cair itu adalah disiram kemana2 supaya cleaning servis itu dianggap bunuh diri. Sebenarnya cleaning2 servis itu jg diintimidasi & diteror oleh polisi. Sedangkan guru2 jis yg semuanya asing hanya dideportasi bukan dipenjara. Bukti bahwa orang lokal Indonesia sesamanya suka cakar2an & bunuh2an sedangkan dgn org asing apalagi bule diagung2kan & jgn2 bule itu sdh kasih uang sogok ke Polisi itu. Itu bukti bahwa negara2 lain sangat meremehkan Indonesia & harga diri hanya seharga uang yg diberikan mereka pun tahun Indonesia adalah negara dgn KKN 5 besar tertinggi di Dunia wajarlah org asing bisa kasih uang berapapun yg diinginkan.

    • Betul sekali pendapat mas Amir Yoga.

      Saya sedih sekali mendengar keputusan mendeportasi guru2 JIS tanpa proses hukum pidana, ini menunjukkan wibawa Indonesia lemah banget. Mengapa?

      Pertama, bila ada dugaan memalsukan dokumen maka seharusnya dipidana terlebih dahulu. Kok enak banget langsung dideportasi.
      Ini bukti, bahwa kita sbg negara hukum, namun praktiknya sangat lemah.

      Kedua, menurut KPAI pengungkapan kekerasan seksual belum tuntas. Jadi, kalo ternyata diantara guru2 tsb ada yg terduga, maka akan menyulitkan penyidikan. Pengungkapan kasus ini lama-lama akan menguap, tidak berhasil dibongkar sampai dalam2nya. Padahal, kasus ini kini sedang diproses secara hukum dan memasuki tahap persidangan di pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

      Ketiga, posisi tawar Indonesia di mata negara asing kurang berwibawa karena tidak tegas terhadap pelaku yg diduga memalsukan izin tinggal di Indonesia.

      ADA LOBI – LOBI APA DI BELAKANG SANA DENGAN PIHAK IMIGRASI?!

      Jika terbukti memalsukan izin tinggal, pidanakan guru JIS!

      UU No 6/2011 ttg Keimigrasian, pasal 121 menyatakan bhw setiap orang yg dgn sengaja membuat palsu atau memalsukan visa atau tanda masuk atau izin tinggal di wilayah Indonesia itu pidana penjara maksimal lima tahun dan pidana denda maksimal Rp500 juta.

      Jadi, jika Kemenkum HAM melalui Ditjen Imigrasi tetap melakukan deportasi thd guru2 JIS tanpa proses hukum pidana, maka pemerintah telah kebobolan.

    • Digi says:

      Betul pak. Disini telah dinyatakan bahwa dalam Asas Teritorialitas hukum Pidana didasarkan pada tempat dimana orang melakukan tindak pidana dimana hukum pidana itu berlaku (Pasal 2,3 KUHP) seharusnya WNA tersebut tetap dipidana sesuai dengan sistem hukum di indonesia. Kita lihat berapa banyak WNI yg dihukum dgn disiksa bahkan dibunuh di Guantanamo, Cuba & Australia krn melalukan tindak pidana sementara petinggi2 terutama Polri malah membebaskan WNA2 yg bermasalah tanpa terkena hukuman & hanya dideportasi ke negara asal. Saya telah membaca kembali BAB 1 KUHP Pasal 2 & 3 seharusnya WNA itu tetap dihukum sesuai dgn kejahatan yg dilakukan.

  7. Digi says:

    Ada yang menjadi ciri orang2 Indonesia saat bertemu orang asing terutama orang barat akan mengatakan wow bahkan sangat senang & menyambut dgn cara berlebihan bahkan setiap acara yg melibatkan org2 bule pun harus disiapkan keamanan khusus dari polisi & TNI disiapkan sebanyak mungkin. Padahal banyak org bule yg datang k Indonesia hanya orang biasa yg sama jabatannya jika dibandingkan dgn org lokal & bukan artis. Bahkan banyak org lokal yg senang berfoto @L4y dgn bule hny krn tampan cantik & tinggi bahkan kaya (padahal banyak bule kere2, terlebih lagi di Eropa & Amerika lg krisis ekonomi), Sangat Memalukan.

    Saat penduduk lokal bekerja sebagai penambang lokal dgn hasil & uang yg pas2an mereka dianggap ilegal & diusir padahal hanya sisa2 bahan tambang saja yg mrk ambil. Sedangkan dgn orang asing kita kasih pelayanan terbaik dgn memberikan lahan tambang tersebut kpd mereka secara bebas & sebagian besar lahan tersebut akhirnya rusak akut & penduduk lokal merana. Kekayaan negara ini sudah merata milik asing.

    Jangankan dgn orang bule aja. Orang Chinese/Tionghoa & Arab aja diagung2kan bak raja. Gak semua orang Chinese/Tionghoa itu berduit juga hanya saja mereka mampu mengelola uang itu meski sedikit & gak semua org Arab itu alim2 hanya mereka pake Sorban & Cadar. Liat aja raja Saudi yg tdk peduli umatnya sendiri meski beda negara. Liat Palestina yg diserang Israel terus2an & Iraq,Suriah,& Mesir yg terus dirongrong AS melalui pemerintah setempat seperti Bashar & Al-Sisi. Yg lebih parah raja Saudi sangat mendukung & membantu AS,Israel,& partnernya ditambah adanya pelacuran di Saudi terbukti dgn banyaknya TKW Indonesia yg jadi pelacur. Bahkan sebagian wanita yg bercadar pun (maaf) melacurkan diri.(Untuk Arab tdk terkait dgn agama krn saya juga beragama Islam, tapi seperti itu kasusnya).

    Kita terlalu menyambut dgn gila saat ada bule yg bukan apa2 saat dtg ke daerah hnya utk tugas kerja beberapa saat & kita mengganggap Bule lebih pintar & lokal itu bodoh (padahal lokal lebih pintar) bahkan kita terlalu melayani dgn mudah si bule mulai dr Visa, Paspor,pendidikan,pekerjaan,tempat tinggal,pariwisata,dll. Sementara org lokal sebaliknya. Adakah sampe sekarang negara2 barat mw memberikan kemudahan bagi kita kalo kita ke luar negeri? Dipersulit cuy. Negara lain seperti Singapore & Malaysia aja dibebasin Visa utk negara2 Eropa. Kita? Ngurus Visa 700rb smp 800rb ditambah interview di kedubes yg ribet & urusan Visanya bisa beberapa bulan. Pantesan negara Indonesia selalu dipermainkan negara2 barat. Jangankan negara2 barat aja kayak gitu. Negara China, Jepang, Korea, Malaysia, & Singapore aja berani. Mulai dari presiden, pejabat, pengusaha, sampe rakyat kecilnya suka cakaran sesama & lebih senang moral masyarakat ancur & senang dipermainkan negara lain bak Boneka.

    Sekarang jangan bekoar2 nasionalisme krn cuma sepak bola, keindahan alam, & militer doang. Yg lebih dipentingin tuh sistem hukum, kesejahteraan & birokrasi masyarakat, infrastruktur tuh yg harus dimajukan.

  8. bunga kasih says:

    adakah surga yg lebih baik dan lebih indah bagi kaum pedofil dan kaum prilaku sex menyimpang ini melebihi sekolah internasional yang anak-anaknya cakep-cakep dan cantik-cantik, terurus, terawat baik, anak orang-orang penting, anak-anak calon pemimpin dunia, yang masuknya bayar mahal, jumlah anaknya puluhan bahkan ratusan per angkatan, setiap hari bisa memilih yang dilihat dan disukainya?

    bila pikiran ini kita sepakati bahwa sekolah international ini adalah surga terbaik maka mulailah perorangan pedofil sakit ini membuat lokasi, membuat sistem yang aman utk lokasi tersebut, memilih orang-orang yang cocok utk menyiapkan pesta sex ini, membuat skenario yang aman utk menutupi bahkan utk menyudahi bila terdapat kebocoran dari sistem keamanan “surga” mereka. maka mulailah terseting oleh aktor intelektual ini toilet anak-anak bukan di dalam kelas mereka melainkan di lokasi yang cukup jauh dari kelas, yg di depan pintunya tidak dipasangi cctv kamera, yang pintunya terkadang susah dibuka, dipilih dan disebar para kurier penjebak “cleaning sevice” untuk menyiapkan pesta tersebut dari level bawah, lalu mulailah dipilih kepala security seorang indonesia yang juga pedofil untuk menyelesaikan persoalan aksesibilitas oknum lain yang bisa dimasukkan ke dalam ruangan pesta dari luar, yang memudahkan pengaturan sekuriti lain yang tidak tau masalah untuk ditempatkan di lokasi yang “tidak mengganggu pesta”. Kebetulan di dalam juga sudah terdapat stock asisten guru yang sudah 17 tahun mengajar yang juga adalah manusia “istimewa predator” yang selalu bermain aman dengan kondomnya, yang bisa membantu memfasilitasi pesta dan tentunya merajai pesta ini, yang kemudian mereka semua menyiapkan calon korban yang akan dipersembahkan untuk seorang Mr. Bosssssshhhhhh yang tentunya semua wajib mencicipi dahulu anak-anak tersebut sebelum dipersembahkan kepada sang bosssshhhh (mungkin untuk memastikan kalau sang boshhhhh aman menikmati dan terhindar dari racun walaupun dibekasin). Sesudah semua pesta selesai maka digiringlah sang anak (korban) ke dalam ruangan mister bossshhhh untuk diberikan intimidasi tambahan bahwa mereka harus berkorban dan tutup mulut dari siapapun, jikalau tidak maka bapak dan ibunya akan dibunuh. maka keluarlah naluri seorang anak yang dengan lugu, cinta dan kasihnya kepada bapak dan ibunya untuk menlindungi keluarganya dan berkorban setiap waktu untuk dinikmati para sindikat ini. intimidasi ini pun dilakukan mr bossh dengan waktu yang cukup lama bahkan sampai 4 jam lebih yang mungkin saja diselingi dengan penyodomian lanjutan, sebelum akhirnya di lepas.

    kalau mr bosssh ini bisa mensetting semua ini kira-kira dalam struktur sekolah “neraka” ini di posisi manakah posisi mr Bosshhh? yang paling aman jangan di posisi kepala sekolah, sebaiknya di posisi di bawahnya yang bisa memberi pertimbangan kepada kepala sekolah “polos dan lugu” untuk bisa menutup semua persoalan yang ada dengan “berbagai cara-cara damai” dan aman. Kasihan juga si kepala sekolah (yang tentunya pasti juga bersalah karena kelalaiannya) yang tanpa dia sadari dan atas pertimbangan nama baik sekolah dan kelanjutan sekolah harus menuruti utk “membungkam” orang tua korban dengan “membayar berbagai pihak bahkan mungkin sampai harus merubah semua data sebuah tempat pemeriksaan medis rujukan sekolah yakni klinik… demi mematahkan langkah setiap orangtua murid yang ingin mendapat bukti visum anak-anaknya utk urusan hukum, oooooh kasihannya kepala sekolah lugu ini ternyata sungguh-sungguh bekerja baik berkoordinasi dengan ketiga kedutaan besar yang membackup sekolah “neraka” ini, untuk menutupi, menyederhanakan kasus ini, bahkan sampai harus mentransfer kepada keluarga pelaku sejumlah uang secaara continue selama 15 tahun masa tahanan agar mereka mengakui saja perbuatannya sekali atau dua kali agar kasus ini terselesaikan dengan “didapatnya, diakuinya, dan dihukumnya, bahkan dibunuhnya salah satu pelaku” sehingga amanlah sekolah, yang artinya amanlah juga oknum mr bosssh, asisten guru ini.

    para kurier “nikmat” ini ditahan, akan tetapi kedua “jagoan neon” ini belum merasa harus bertobat, karena mereka tau semua sistem di negara kita bisa “diselesaikan dan dibeli” sehingga masih terpasang polis line mereka sudah tidak mampu menahan diri lagi untuk menikmati lagi tubuh-tubuh mungil anak-anak malaikat ini, oh Tuhan ini sudah kejahatan dedengkot setan yang berwajah manusia yang mau merusak semua calon pemimpin bangsa-bangsa di dunia, sadarkah kita?

    siapapun kita! terlebih lagi wahai engkau yang dipilih Tuhan untuk menegakkan kebenaran! berbuatlah berkerjalah, minimal demi anak-anak malaikat yang tidak bersalah ini, bila memang engkau terlalu buta untuk membela kebenaran, nama baik bangsamu. hentikanlah sindikat ini yang berlindung di balik tembok, pagar dan security “neraka”, sadarlah bahwa semua tembuk itu ibarat sebuah kuburan yang dilabur putih dengan cat, elok tampak di luar namun di dalamnya penuh dengan tulang-belulang, ulat dan segala yang busuk!

    wahai engkau yang memiliki mata untuk melihat menanggaplah, wahai engkau yang memiliki telinga mendengarlah! bahwa dalam hidup itu kita haruslah berdampak!

    untuk semua proses surga ini Mr Bosssshhhh dan asisten guru ini pada akhirnya juga tetap menerima gajinya dengan baik dan jauh di atas rata-rata gaji guru pada umumnya di negeri indah ini.

    sekali lagi pertanyaan saya adakah surga yang lebih baik dari sekolah internasional “neraka” ini?

  9. Sekutu Buku says:

    Mengait-ngaitkan keanehan. Apa mungkin aktor intelektualnya sebetulnya semacam mucikari bagi pedofil2 kelas atas?Karena kemana lagi mereka mencari mangsa selain tempat yang bebas, dan banyak anak2nya?

  10. Rahayu Yogawati says:

    Gemes dan miris membaca fakta2 diatas. Indonesia sudah puluhan tahun terbebas dari penjajahan tetapi mental para manusianya masih terjajah. Ini terbukti dengan segannya pihak2 terkait mendalami kasus lebih lanjut dan detail krn bersinggungan dengan Bule2 dan Expatriate. Mereka lebih menghormati para “londo” daripada korban2 yg dikemudian hari bisa menjadi penghancur generasi bangsa negara ini.

  11. Imar says:

    Sepakat pak. Saya curiga the boss is the boss in the JIS itself..

  12. sintho says:

    Geram…menyaksikan berita yg kita sepakat yakini perbuatan tsb merusak generasi bangsa. menyimak tulisan mas iwan n beberapa narsum lainnya…saya jadi semakin yakin kasus seperti ini bukan sekedar kebetulan akan tetapi sebuah sistem yg sengaja dibuat untuk membentuk komunitas “bejat” ini semakin besar dan menggurita…disinilah fungsi aparatur negara untuk terus mengamati gejala sosial ini dan sigap membuat langkah antisipasi serta penanganan tegas bagi mereka yg merusak tatanan sosial…apa jadinya generasi bangsa kita kedepan “ingat kisahnya kaum nabi luth”.

    Sebagai orang tua kita harus cerdas menyampaikan kondisi sosial ke anak2 kita, agar mereka paham…da menurut sy basicnya ya kembali penguatan dari rumah, penguatan agama-ibadah, dan yg paling utama doa perlindungan kpd Sang Pencipta dg terus memohon agar anak kita generasi bangsa terselamatkan dari hal2 yg dapat merusak mereka, serta merka menjadi generasi penerus bangsa yg beriman yg cerdas n memiliki nilai2 luhur karena anak2 kita adl milikNya dan hanya Dia yg sanggup menjaga selamanya…aamiin…

  13. ifra says:

    mengerikan sekali saat mengetahui kejadiannya. lebih mengerikan lagi saat tahu pihak polisi begitu lamban bekerja dan seolah menutupi. Semoga perlindungan Allah segera turun…Aaamiiin….

  14. anotherorion says:

    klo melihat pelakunya yang outsourcing, sementara keamanan di JIS terlihat sangat secure, ini jelas ada benang merah yang terputus, njomplang banget, bagaimana orang2 yang bukan “orang dalam” bisa melakukan tindakan bejat berkali2 tanpa diketahui orang dalam

  15. Saya malah mulai curiga jangan-jangan para petugas cleaning service itu ‘hanya tumbal’…

    • Nah… jeli sekali.
      Bisa jadi memang demikian, adanya pembiaran … agar kelak saat anak itu “mengeluh” yang diingat adalah mereka yang melakukannya paling akhir. Artinya pemanfaatan cleaing service ini untuk pengalihan tuduhan dari pelaku sebenarnya (yaitu oknum intelektualitas di balik dinding JIS).

  16. anazkia says:

    Seperti biasa, selalu detail membaca tulisan Pak Iwan

  17. zzy says:

    Saya yakin kepsek n wakepsek trlibat. Menjijikkan. D negara org..uda buat hal jahat msh jg arogan. Yg parahnya kok kykny kpolisian takut n tutup2i.. disuap kurasa.Hukuman dr Tuhan pasti segera dtg.

  18. katacamar says:

    katanya banyak kamera cctv, apa aparat ndak segera mengambil tindakan untuk mengambil semua hasil rekamannya ?
    mengerikan, akibat yang akan terjadi berupa penularan… perilaku pedofil 😦
    adakah kesengajaan ?

  19. […] Menjalin Benang Merah dan Fakta-Fakta Kasus TK JIS | Mengupas 14 keanehan. […]

  20. huuuh ngenes banget. Saya sebal bin geram waktu lihat di berita TV, waktu kepsek datangi kantor apa gitu ( saya lupa) eh orang-orang kok malah hormat ya, aneh, kenapa aparat negara bermental inferior gitu . Semoga pihak terkait tidak mudah disuap dan tetap berpegang teguh pada kebenaran demi menyelamatkan generasi bangsa

    • mamabili says:

      saya sedih kalo lihat anak bangsa bermental inlander, hayo semua jangan pernah takut sama bule, apalagi mereka di sini pendatang, harusnua mereka yang takut sama kita

  21. Sekar says:

    Terima kasih sharenya pak Iwan. Melalui artikel ini, saya belajar bahwa secara implisit sebetulnya masyarakat dituntut untuk sadar, melek lingkungan, peka terhadap kondisi bangsa yang makin terlihat ‘boroknya’, serta kritis dan cerdas mengelola isu.

    Kalau terus-terusan menjadikan media sosial sebagai kiblat informasi, sungguh sangat tidak menjamin. Mayoritas media (khususnya TV) hanya sebagai boneka dari beberapa kepentingan yang entah apa motifnya dan siapa orang dibaliknya.

    Meskipun tidak semua media sifatnya ‘pesanan’, tapi saya pikir citizen journalism itu bagus kalau dibudayakan di masyarakat. Saya membayangkan kalau masyarakat punya media yang dikelola gotong-royong. Jadi bentuknya media sosial “dari dan untuk masyarakat”. Mungkin saja dengan citizen, selain berlatih kritis dan peka lingkungan, masyarakat juga belajar bagaimana mengelola isu dengan baik. 🙂

    Setelah membaca artikel ini, saya merasa tertampar sekali. Sebagai pemuda, belum berbuat banyak untuk lingkungan sekitar. 😦 Doakan kami pak, semoga mampu menjadikan apapun profesi kami nanti sebagai bentuk pengabdian kepada Allah Swt dan Bangsa.

    Kerja keras! 🙂

  22. Dzulfikar says:

    Aduh sy benar2 geram sm para pelaku termasuk guru2 JIS. Mrk gak merasakan apa trauma korban yg masih duduk di bangku TK. Naudzubillah

  23. thetrueideas says:

    Ada satu hal yg patut disoroti juga.

    Manakala berhubungan dengan expatriat, sebagian orang merasa minder seolah para expat itu jauh lebih pinter dst…

    • Betul. Kondisi ini bisa menambah daftar keanehan.

      Keanehan 12: Arogansi Pemimpin JIS

      Sikap pemimpin JIS yg pernah tidak mengijinkan utusan Kemendikbud memasuki wilayah JIS saat kasus ini mulai mencuat adalah bentuk arogansi.

      Sekolah JIS yg mempunyai murid dari 60 negara anak ekspatriat ini dengan bangganya berdiri megah di atas tanah Negara Indonesia yang ternyata Kepsek dan Wakepsek-nya tidak bisa berbahasa Indonesia. Sungguh tidak pantas sekolah JIS dg domain pendidikan yang saat ini berdiri di wilayah hukum NKRI itu tidak menggunakan bahasa Indonesia dalam salah satu mata pelajarannya.

      Bangsa Indonesia dan negara Indonesia ini punya UU RI Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Mestinya mereka menghormati UU yang berlaku ini.

      Semoga aparat pemerintah dan kepolisian mampu bersikap tegas, tidak merasa inferior terhadap sesuatu yang berbau asing.

  24. Maturnuwun Pak Iwan. Ini luar biasa komprehensif, senada dengan yang sempat saya tulis di http://bukanbocahbiasa.wordpress.com/2014/04/29/jis-dan-kedaulatan-bangsa-indonesia/#comments

    Ada salah satu akun twitter, yang mengkaitkan JIS dan para pelaku ‘penyakit seksual’ ini dengan konsep JIL yang sungguh bikin kita miris. Sesama blogger harus saling berjibaku, untuk menyuarakan kebenaran. Indonesia harus benar-benar jadi tuan rumah di negeri sendiri.

  25. Inge Febria says:

    Pak Iwan, saya menahan nafas membaca tulisan ini. Antara marah pada kasus yang belum tuntas dan khawatir pada generasi bangsa di masa depan.

    Saya teringat sama anak-anak di rumah. Semoga Allah senantiasa menjaga mereka.

  26. Rini says:

    Mengerikan. Anehnya, anak kecil berusia 5 tahun, dibiarkan pipis sendirian dengan lokasi toilet yang tidak dekat. Setahu saya, anak TK itu kalau pipis masih diantar, apa karena sekolah berstandar internasional? Semoga kebenaran cepat terungkap, bukan hanya menjadi headline di media dan kasusnya menguap begitu saja.

  27. nyonyasepatu says:

    Tulisannya bagus n lengkap mas iwan

    • Ajak Matt nonton film “Mystic River” ya, mbak. Film itu besutan Clint Easwood yg dibintangi Sean Pean. Film ini berkisah tentang tiga sekawan Jimmi, Sean, Dave. Saat bermain, Dave dipaksa masuk ke mobil, diculik selama 4 hari oleh seorang pedofil, .. bagaimana akhir cerita? woww… menegangkan, saya gak kasih spoiler-nya, nonton aja deh biar seru dan ikut merasakan spt itulah penderitaan dan perjuangan yg dihadapi korban.

  28. esti kristikasari says:

    Jurnal ini hrsnya menjadi referensi bg penegak hukum utk mengungkap kasus ini sampai akarnya

    • Kita patut geram dg lambannya penyidikan kasus ini. Bandingkan dengan kasus kapal ferry Sewol, selang beberapa hari saja nahkoda langsung disidangkan, dan episode selanjutnya PM Korsel meletakkan jabatan. Lugas dan cepat.

  29. felis catus says:

    Ini kasus memang terlalu banyak hal janggal. Tiap ada info. baru, malah tambah gemes. Belum lagi kalau baca reaksi beberapa ortu JIS di forum expat dan di Twitter yang membela JIS. Entah apa yg ada di pikiran mereka, masih bisa dan mau mempercayakan anak mereka ke JIS.

    Ngomong-ngomong soal Vahey, yg kebobolan bukan cuma JIS, tapi banyak sekolah internasional lainnya. Di London, ada satu sekolah juga yang kebobolan (Southbank international school) dan lagi hangat beritanya di koran. Bedanya, di sini sekolah diselidiki mengapa bisa lalai. Beritanya bisa dibaca di sini: http://www.theguardian.com/education/2014/apr/27/child-molester-william-vahey-applied-for-outside-school-activities-pupils

    • Terimakasih, mbak Indres.
      Saya juga ngikutin berita itu yg infonya hampir bersamaan dg meledaknya kasus JIS Indonesia.
      Seharusnya para penegak hukum di sini paham prinsip: “Mengapa ada singa dimasukkan ke dalam pekarangan sekolah?

      Singa memang bersalah 100%, tapi lembaga pendidikan itu bersalah 1000% karena tidak tahu bahwa singa itu bangsa predator .

  30. Mia says:

    Wow, luar biasa sekali. Tajam, kritis dan mendalam. Jika pak Iwan saja bisa mengorek sedalam ini, harusnya pihak berwajib malu jika tidak berhasil mengusut kasus ini secara tuntas. Semoga pihak2 yg bertanggung jawab tidak lantas kebal hukum dan semoga hukum Indonesia kali ini tidak sekedar menjadi macan ompong.

    Salam kenal Pak.

    • Nahh.. soal ini yg bikin gemes, saya jadikan poin keanehan berikutnya ya.

      Keanehan 13: Lambannya penanganan kasus

      Proses penyidikan kasus ini tergolong lamban. Sudah 2 minggu, tapi fakta yg digali masih sedikit. Betapa sulitnya Polri menembus benteng JIS. Sekaliber Polri yang selalu gagah ketika menembaki teroris dan preman harusnya mudah menembus tembok JIS. Tidak heran kalo JIS leluasa menghilangkan barang bukti dengan mengubah layout TKP dg alasan renovasi [BeritaSatu]. Padahal menghilangkan / mengubah barang bukti itu termasuk pelanggaran.
      Di sisi lainnya, sudah berulangkali KPAI meminta Polri memeriksa semua guru dan karyawan JIS, tapi faktanya tidak bisa strict, terutama tentang tes darah, yang sampai sekarang belum dilakukan, apalagi direncanakan. Sementara, perintah cekal terhadap guru-guru asing yang lalai itupun belum dikeluarkan. Kalau mereka sudah kabur duluan pulang ke negaranya, maka akan makin repot penyidikannya. [DetikNews]. Sedangkan media … boro-boro bisa leluasa masuk. Utusan Kemendikbud saja mereka berani usir pergi.
      Ada apa(nya) di dalam tubuh JIS?
      Apakah karena ada puluhan anak diplomat yang sekolah di sana, sehingga Polri begitu hati-hati menembus jantung masalah?
      Jangan-jangan masalah ini nanti cuma berhenti di mempidanakan karyawan ISS, dan kasusnya menguap perlahan-lahan seperti kasus Sitok, sementara predator anak masih ada di dalam.
      Ingat, si Vahey, buronan FBI itu pasti “mewariskan” perilaku di sana untuk angkatan berikutnya.

  31. KEANEHAN 11: Semua Guru TK JIS Tidak Memiliki Izin Mengajar

    Berdasarkan temuan tim investigasi Direktorat PAUDNI Kemendikbud, diketahui bahwa tenaga pengajar TK JIS tidak memiliki izin sesuai dengan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 66 Tahun 2009.
    Bukan hanya satu atau dua pengajar, melainkan semua pengajar asing di TK tersebut tidak memiliki izin dari Kemendikbud.
    Selain harus mengantongi izin tenaga pengajar seharusnya mengikuti diklat terlebih dahulu. Diklat tersebut biasanya diselenggarakan oleh dinas pemerintahan maupun penyelenggara pendidikan.

  32. Andik Taufiq says:

    namanya penyakit, sudah disebut di alquran, sudah jelas hukumnya, kalau tidak ditindak sesuai hukum Allah yaa begitu kondisinya… izin ikut menyebarkan ya Mas… jazakallaah

  33. Dyah Sujiati says:

    Tidak berizin + ada buronan FBI + ketertutupan pihak sekolah + pola ‘perjalanan atau proses’ homoseksual –> mengarah pada kesengajaan merusak moral dan mental bangsa Indonesia.

    • Terkait dengan izin-izin, saya tambahkan poin keanehan lainnya.

      Keanehan 14: Pimpinan JIS melanggar izin imigrasi

      Kantor Imigrasi Jakarta Selatan menduga Timothy Carr dan Steve Druggan, KepSek dan WaKepSek JIS melakukan pelanggaran perundang-undangan imigrasi. Dalam dokumen izin mempekerjakan tenaga asing (Imta) keduanya berstatus kepala dan wakil sekolah dasar JIS, tetapi ternyata juga rangkap jabatan membawahi TK JIS.

      Seharusnya izin yang diperoleh dari Kemenakertrans & Kemendikbud mencantumkan jabatan mereka secara lengkap. Sebab jabatan lengkap tenaga kerja asing merupakan syarat legalitas mendapatkan izin tinggal di Indonesia. Bila tidak demikian mereka bisa dianggap melanggar UU Imigrasi tentang menyalahgunakan izin tinggalnya. Mereka terancam dikenai sanksi deportasi dan lima tahun penjara.

      Kalau pimpinan JIS sudah berbuat curang, maka polisi & imigrasi harus memeriksa semua tenaga kerja asing JIS, apakah ada juga yang rangkap jabatan.

  34. ibuseno says:

    saya sepakat keanehan 6-8, eh keanehan lainnya jg sepakat.. masih mengikuti perkembangan selanjutnya dengan miris Mas Iwan 😦

  35. titantitin says:

    T.T

    sampe kepikiran bgt sm kasus ini. speechless. banyak banget yang aneh, emang.

  36. hensamfamily says:

    Saya ga terlalu mengikuti pemberitaan kasus ini. Tapi saya merasa aneh juga koq bisa pelakunya banyak begitu ya? Malah ada wanita juga? Koq sepertinya sesuatu yg jamak dilakukan. Tapi kasus ini benar2 mengkhawatirkan dan mengerikan.

  37. jampang says:

    kita lihat aja perkembanganya sampe tuntas apa nggak. semoga tuntas… tas…. tas

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: