Home » Indonesia Crisis » Pembohongan Publik dalam Alasan Penjualan Indosat

Pembohongan Publik dalam Alasan Penjualan Indosat

Blog Stats

  • 1,975,340

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,848 other followers

–| Bincang TV-One bersama Kwik Kian Gie dan Marwan Batubara tentang Penjualan Indosat |–

.

Bismillah …

Seperti kita ketahui, pada tahun 2002 aset penting negara, PT Indosat dijual oleh Presiden Megawati dengan harga USD 627 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun (kurs pada saat itu USD 1 = Rp 8.940).

Dalam debat calon presiden (capres) ketiga pada tanggal 22 Juni 2014, capres Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa penjualan Indosat pada periode presiden Megawati itu dilakukan untuk kepentingan ekonomi Indonesia yang saat itu kondisinya masih belum membaik akibat dampak krisis 1998. Jawaban Jokowi tersebut atas pertanyaan yang dilontarkan capres Prabowo Subianto dalam debat bertema “Politik Internasional dan Ketahanan Nasional”. Awalnya, Prabowo merasa ‘terusik’ dengan pernyataan Jokowi yang terus bicara masalah drone sebagai salah satu alat pertahanan, padahal di sisi lain drone tersebut harus dikendalikan oleh satelit, faktanya penjualan satelit (Indosat) sebagai salah satu alat pertahanan di angkasa justru dilakukan di era Megawati yang notabene adalah ketua umum partai pengusung Jokowi.

Pada tanggal 30 Maret 2014, Megawati pernah menjelaskan melalui akun twitter @MegawatiSSP tentang keputusannya penjualan aset Indosat, sebagai berikut:

“Indosat diswastakan untuk menutupi kekurangan APBN, agar investor terpancing kembali ke Indonesia. Krisis sudah terlalu lama, sejak ’98 membebani ekonomi setiap keluarga. Tekad kabinet agar hutang LN tidak bertambah lagi. …
Keputusan yang sulit disaat yang sulit, tapi pemimpin harus berani ambil keputusan. Meski menuai kecaman dan hujatan dari dalam negeri. Ibarat seorang ibu yang merelakan perhiasan kesayangannya demi membeli beras untuk keluarga karena suami sudah lama menganggur. Ibarat seorang ibu, jual perhiasannya demi bayar uang sekolah atau menebus ijazah anaknya. …
Para ahli ekonomi tidak punya solusi yang lebih baik atau hanya bisa teriak dijalanan tanpa solusi. Semua hanya bisa bicara pesimis. Indosat, dll.. saat itu adalah solusi yang bagi negara yang sedang sakit parah. Karena saya yakin dalam 10 tahun harusnya kita dapat membeli kembali.”


Untuk mendapatkan informasi yang sejelas-jelasnya, TV One mengundang Kwik Kian Gie dan Marwan Batubara dalam wawancaranya pada 24 Juni 2014. Kwik Kian Gie adalah seorang ahli ekonomi dan politikus Indonesia. Beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas era Presiden Megawati. Kwik merupakan fungsionaris PDI-Perjuangan.

Sedangkan Marwan Batubara adalah Pendiri Serikat Pekerja Indosat, kemudian mantan GM PT Indosat, beliau juga anggota DPD RI pada tahun 2004, dan kini Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS). Beliau bersama Serikat Pekerja Indosat dikenal gigih menolak divestasi Indosat. Beliau menyuarakan proses penjualan Indosat ke Singapore Technologies Telemedia (STT), anak perusahaan Temasek milik Pemerintah Singapura, penuh keganjilan melalui sebuah buku berjudul “Divestasi Indosat – Kebusukan Sebuah Rezim” [Download]. Anda bisa membaca usulan solusinya dalam buku tersebut.

Baiklah, mari simak wawancara TV One dalam video di bawah ini.



Transkrip wawancara di bawah ini hanya mengutip poin-poin pentingnya, bukan keseluruhan isi wawancara.

TVOne:
Benarkah penjualan Indosat karena saat itu sedang defisit ekonomi?

Kwik Kian Gie:
Menurut saya, salah jika alasan penjualan Indosat karena keadaan krisis keuangan, karena pada saat itu kita banyak mendapat bantuan dana dari lembaga keuangan dunia. Kalau BUMN mau dijual, ya, jangan industri strategis. Keadaan keuangan juga tidak separah sampai harus menjual Indosat. Masih ada BUMN lain yang bisa dijual.

TVOne:
Saat itu Pak Kwik ada di tim ekonomi pemerintahan Megawati, apa yang bapak usulkan pada Megawati ketika ada rencana itu?

Kwik Kian Gie:
Saat itu saya sudah mengingatkan bu Mega. Indosat adalah BUMN strategis, Indosat aset negara yang mempunyai nilai tinggi. Saya tidak membicarakan soal uangnya, tetapi soal vitalnya. Kalau dijual, maka semua pembicaraan rahasia negara dapat disadap. Melalui aset strategis itu pihak asing dapat melihat kekuatan Indonesia secara telanjang. Itu sama saja dengan menyerahkan apa yang menjadi kekuatan kita. Tapi, ibu Megawati saat itu malah bertanya “kamu tahu dari mana sementara kamu hanyalah ahli ekonomi”. Padahal, saya mendapatkan saran dari pakar satelit yang mantan Rektor Institut Teknologi Bandung, Iskandar Alisjahbana. Jadi, alasan krisis keuangan saat itu adalah tidak benar.

Kalau hanya soal butuh uang seharga Indosat, kira-kira Rp 5 Triliun, banyak yang bisa dan mau memberikan utang kepada Indonesia. Saya dulu memberitahu supaya itu jangan dijual. Tapi, saya tidak tahu masukan Menteri BUMN apa.

Marwan Batubara:
Saya sependapat dengan Pak Kwik. Kita waktu itu sebetulnya sudah recover dari krisis. Tidak benar jika penjualan Indosat waktu itu karena alasan kondisi negara tidak punya uang atau tengah mengalami dampak krisis keuangan. Sebab, Indosat dijual setelah Indonesia melewati fase krisis 1998. Keputusan menjual PT Indosat di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri adalah kesalahan besar dan fatal karena tidak menjadikan aspek strategis, pertahanan, dan keamanan, sebagai pertimbangan.

Apalagi masih ada sumber keuangan lain yang dapat dipakai, termasuk pinjaman dana dari IMF dan bank dunia. Banyak aset Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) yang bisa dijual kalau hanya bicara uang Rp 5 triliun.

TVOne:
Apa dasarnya pemerintah saat itu menjual Indosat? Apakah betul penyebab dijualnya BUMN karena BUMN-nya sakit?

Kwik KG:
Saya membantah pernyataan bahwa BUMN pasti merugikan negara. BUMN pada saat itu tidak semua merugi. Kalau memang ada yang mau dijual, jangan industri strategis. Yang diperintahkan dijual saat itu adalah perusahaan bermasalah yang dibawah penguasaan BPPN. Sementara Indosat tidak termasuk perusahaan bermasalah dan waktu itu sangat banyak memberikan keuntungan kepada negara.

Marwan Batubara:
Penjualan Indosat merupakan desakan lembaga donor yang memberikan pinjaman kepada Indonesia saat krisis 1998. Penjualan Indosat bukan hanya penuh keganjilan, tapi juga melanggar undang-undang, merugikan negara, dan sarat dengan praktik korupsi. Saya menduga ada kepentingan asing yang bergabung dengan kepentingan para pemburu rente di balik penjualan Indosat. Yang namanya asing kalau tahu ini aset menguntungkan dan strategis, dia pasti akan berusaha menguasainya.

Pemerintah saat itu sebetulnya bisa saja menunda penjualan saham Indosat. Apalagi, ketika itu, Ketua MPR, Panglima TNI, serta Kepala Bappenas menolak rencana penjualan. Tapi, pemerintah bersikeras dengan alasan Indosat ada masalah keuangan. Itu merupakan kebohongan besar karena Indosat pada saat itu justru menjadi salah satu BUMN yang mencatatkan keuntungan terbesar, di samping juga sebagai salah satu pembayar pajak terbesar.

BUMN merugi adalah karena ulah penguasa saat itu, jadi bukan salah BUMN nya. Malahan sebaliknya, dengan penjualan Indosat saat itu dipergunakan oleh pejabatnya untuk korupsi. Lihat saja escrow account-nya. Pembayarannya diberikan kepada pihak lain. Transaksinya ini juga sangat aneh, ada sekitar 23 Juta US Dollar yang tidak jelas pertanggung-jawabannya, dan jika kemudian Laksamana mengatakan “silahkan periksa”, ya tidak mungkin kita melakukan pemeriksaan ke Mauritius. Indosat dijual Megawati via broker di Mauritius, yang tidak dijangkau audit Badan Pemeriksa Keungan.

Jika sekarang ini ada orang PDIP yang bilang bahwa langkah menjual Indosat berpijak pada perintah Tap MPR Nomor 10/2001, itu adalah tindakan pembohongan publik. Sebab, ketentuan yang diatur dalam Tap MPR meminta agar dilakukan privatisasi. Sementara Indosat sudah dilakukan privatisasi sejak 1994.

TVOne:
Bagaimana kondisi Indosat sebelum dilepas dan setelah sekian persen sahamnya dipegang tangan asing?

Marwan Batubara:
Harga saham Indosat saat dilepas di bawah harga buku. Saya menduga ini merupakan permainan dari pihak-pihak tertentu di pemerintahan. Sahamnya digoreng dulu supaya rendah. Saat dilepas, harganya Rp 12.950 per saham, tapi perhitungan kami di Serikat Pekerja harganya mencapai Rp 18.000 per saham.

Ketika dipegang STT, keuangan Indosat malah berdarah-darah. Saya menduga hal itu disebabkan adanya praktik transfer pricing dan hedging yang dilakukan dengan sesama anak perusahaan STT. Kami sudah lapor ke KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha). KPPU sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan, tapi berhenti di tengah jalan.

Sejak dikuasai Temasek, pembayaran pajaknya juga semakin hancur. Dari sebelum dijual, 700 M. Kemudian jadi 600 M, kemudian menjadi 500 M.

Kendati demikian, ketika menjual sahamnya ke Qatar Telecom pada Juni 2006, STT berhasil mengeruk keuntungan hampir tiga kali lipat. Saat membeli 42% saham pada Desember 2002, dana yang dikeluarkan senilai Rp 5,6 triliun, tapi ketika menjual memperoleh sekitar Rp 16,7 triliun.

TVOne:
Apakah Indosat bisa kita beli kembali, seperti yang disampaikan Jokowi dalam debat capres?

Kwik Kian Gie:
Kalau mau buyback, ya harus lihat-lihat dulu. Jangan sampai nanti kita beli lagi dengan harga tinggi, karena kita tahu Singapura tidak akan menjual dengan harga murah.

Kita buat satelit baru saja yang lebih canggih, ketimbang beli kembali Indosat. Saya akan berhitung dan Jokowi juga silahkan berhitung untung ruginya melakukan buyback Indosat beberapa hari kedepan, nanti kita bandingkan. Saya kira STT tidak akan menjual dengan harga wajar, mereka tidak akan menghitung nilai pasar saja, tapi juga nilai geopolitik. Kemarin Jokowi ngomongin soal geopolitik, tetapi kenapa soal Indosat ini tidak dimasukkan?

Marwan Batubara:
Karena Indosat ini menyangkut hankam, dan potensi keuntungan juga sangat besar. Kalau harga wajar ya dibeli. Kalau tidak wajar, buat baru atau kembangkan saja Telkom atau Telkomsel. Tetapi sayangnya Telkomsel saat ini 30% sahamnya juga sudah dikuasai Temasek. Dan mereka tidak akan melepasnya dengan harga murah. Karena Telkomsel ini relatif lebih sehat, dibandingkan dengan Indosat yang banyak hutang.

=====| .end. |=====

Jadi, jawaban Jokowi atas pertanyaan Prabowo itu harus diluruskan. Ia jelas tidak memahami masalah penjualan Indosat di era pemerintahan Megawati Soekarnoputri. Jokowi harus belajar sejarah. Kalau Jokowi membela penjualan tersebut, itu artinya ia tidak bisa bersikap mandiri, ia masih takut sama Megawati.

Memang betul, seorang pemimpin itu harus mampu mengambil langkah strategis, NAMUN tidak harus menjual aset yang sangat strategis.

Jokowi menyebut meskipun Indosat dijual, dalam klausul yang disepakati, pemerintah Indonesia mempunyai hak beli kembali (buyback). Hanya saja belum ada yang mau beli kembali, ia menyatakan kesiapannya untuk buyback Indosat.
Pertanyaannya sekarang, adakah hak buyback Indosat dalam klausul sebagaimana yang disebut Jokowi?

FAKTAnya.. Indonesia ternyata tidak mempunyai hak sama sekali untuk membeli kembali 41,94 persen saham Indosat yang kini sudah dikuasai STT. Masalah buyback sama sekali tidak tercantum dalam perjanjian jual beli atau sales and purchase agreement (SPA). Hal tersebut diungkapkan oleh Menkominfo Sofyan Djalil usai rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla soal RUU Aceh di Istana Wapres, Jakarta, pada 5 Januari 2006. Sebelumnya mantan Menneg BUMN Laksamana Sukardi pernah mengisyaratkan Indonesia bisa membeli kembali saham tersebut. [Detik]

Saat ini Pemerintah Indonesia memegang 14,29 persen saham Indosat, sedangkan mayoritasnya dikuasai Ooredoo Asia Pte Ltd (Qatar Telecom) sebanyak 65 persen. Sisanya sekitar 20,71 persen beredar di Bursa Efek Indonesia (BEI). [Okezone]

Dulu, pemerintah Indonesia berniat membeli kembali sahamnya di Indosat yang dilego ke STT pada Desember 2006 karena periode lock up selama dua tahun sudah selesai. Dengan selesainya periode lock up, maka STT bisa bebas menjual saham yang dibelinya tersebut. Namun ternyata STT secara tegas menyatakan tidak akan menjual sahamnya di perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia itu.

Nah loh … bagaimana ini? Seolah-olah kita ingin membeli kembali, ada hak untuk membeli kembali, nyatanya itu tidak ada. Semua tergantung apakah mereka mau menjual atau tidak. Apakah Jokowi berbohong atau memang tidak tahu permasalahan ini?

Katakan yang haq walaupun pahit.
Allahu Akbar!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
29.06.2014

Advertisements

32 Comments

  1. rudi says:

    dimana sih pemerintah jokawi dan mega itu, menjual aset negara, kalo tidak bisa pimpin turun aja, masih banyak kok yang lebih baik

  2. m tohir says:

    Namanya juga megawati yg slalu jual2 nama bapaknya, bpk pembangunan lah apalah, kita smua se7 soekarno ialah gk ada tandingannya, tapi megawati pernah punyai peranan seperti apa, yg ada hanya jual2 aset negara sja, sy kira megawati jauh dri sifat ortu nya,

  3. Johny says:

    itu akun twitter megaloman yah, kok suspended gitu

    Account suspended

    This account has been suspended. Learn more about why Twitter suspends accounts, or return to your timeline.

    satelit indosat udah dijual ke qatar oleh singapore
    sekarang indosat jadi ooredoo
    mana bisa beli kembali dengan harga berlipat-lipat
    apalagi memang indosat utangnya banyak

    meski begitu, indosat memang punya teknologi informasi paling maju se-indonesia

  4. Prudence says:

    saya mempertanyakan keberpihakan station terkait. station tersebut adalah milik ketua oposisi PDIP. dan lihat saja di debat2 kemarin, kelihatan sekali keberpihakannya. semoga menjadi bahan pertimbangan

    • Prudence says:

      maksud saya milik ketua umum partai yg berada di kubu berseberangan dengan PDIP

  5. anotherorion says:

    satelit komunikasi punya akses besar thd informasi yg melewatinya. nge hack satelite itu sangat sulit dbanding ngehack server, beberapa cuma bisa di hack klo kita berada di pusat kendalinya/ main controlnya. tp klo asing yg memiliki, buat nyadap info dari indonesia g butuh ngehack, wong udh mereka kuasai 🙂

    klo kemaren di wikileaks bilang australi nyadap indonesia dari mana y salah satu kecurigaannya make satelit indosat, wong australi & singapur punya perjanjian kerjasama hankam sbg sesama negara commonwealth

  6. Nr_Badriah says:

    Reblogged this on Mozaik Kata NB_Senja and commented:
    Kita perlu tahu fakta seperti ini…

  7. Riri says:

    berkunjung kemari dijumat siang sambil ngabuburit nunggu beduk magrib hehehe, ditunggu kunjungan baliknya ya

  8. Putri says:

    datang berkunjung sambil ngabuburit, selamat menunaikan ibadah puasa ya

  9. […] Ini Alasan Mengapa Kita Sering Disadap […]

  10. azfiamandiri says:

    Tadinya, dari mengikuti tulisan tentang Dahlan Iskan, Ahok, kemudian Jokowi- http://tinyurl.com/ovvw88c – saya pikir Pak Iwan hanya akan membuat semacam trilogi. Ternyata dugaan saya meleset, Veteran Multiply yang satu ini tetap konsisten di jalannya: membela apa yang seharusnya dibela, memperjuangkan apa yang seharusnya diperjuangkan.. Fight For Freedom !

    (izin re-post)

  11. waaah ternyata perlu dipertanyakan mana kenegarawanan seorang Megawati, oooh pantesan beberapa waktu yang lalu banyak percakapan pejabat negara yang kena sadapp, mungkin karena inilah penyebabnya, satelitnya yang dijual, astagfirullah,

  12. dianonasis says:

    Reblogged this on Dunia Kecil Dian Onasis and commented:
    Dan.. demikianlah..

    Jika menanggap jual beli satelit yang menyangkut hankam, seperti jual beli kacang goreng..:)

    dikira mudah beli sesuatu yang punya nilai besar seperti itu. Yang stupid itu yang jual.. makanya yang sekarang, karena takut ama yang jual dulu, ngomongnya sederhana sekali, dan itu parah..:(

  13. semoga masyarakat kita cerdas dalam memilih dan melihat mana pemimpin yang mampu menjaga harkat dan martabat kita di mata bangsa lain….

  14. Well, I don’t really care about Jokowi, and I don’t really care about any kind of leaders, because I’m always my own leader. One thing I know is that Prabowo will never be my choice. I’ll even kill him and his younger brother if I ever have a chance.

    An eye for an eye.

    • edwinlives4ever said:
      I’ll even kill him and his younger brother if I ever have a chance.

      An eye for an eye.

      Why? Would you mind explaining me, brother?

    • Lambang Babar Purnomo was my uncle.

    • I think you’re stupid enough to bring back the past cases which is I know, everyone knows that Prabowo has nothing to do with the missing people. He only ‘secure’ 9 people. He already made it clear. However, people also close their eyes, ears, to remember it was from God’s destiny. Dont you have a religion? If God’s already wrote ppl destiny, what can you do? Can you just deny what His command? Oh come on. So far, I see, prabowo doesnt want to discuss it any further because he speak the truth. Remember, what God’s want, you cannot deny it darl.

    • And you are stupid enough to think you know God’s will. Who are you to dictate God? Who are you to say that this or that is the will of God?

      Contrary to what you implied, I don’t give a shit about 1998. As far as I’m concerned, 1998 is amateur night, when opportunists started to rise up because it was starting to be safe enough to talk.

  15. santipanon says:

    si anak SD yg ngotot ngaku anak SMA…. *LOL*

    semua orang juga pasti merasa aneh dengan pernyataan beliau kalo penjualan Indosat berkaitan dengan kekurangan APBN saat itu. ga cuman Indosat, ada juga krakatau steel, pulau sipadan (pulain sipadan ini juga isuenya dijual, bukan di caplok tetangga)

  16. Rahmat_98 says:

    Semoga saja masyarakat lebih cerdas dalam pilpres nanti, sehingga yang mereka pilih adalah benar-benar seorang pemimpin yang cinta negeri ini tanpa pamrih…

    Kebohongan yang harus segera diluruskan ini!
    Katakan yang haq walaupun pahit.!

  17. Reblogged this on Indonesian Forester and commented:
    Hmm.. Salah satu geliat politik yang disorot sejak saya SD..

  18. […] capres tidak paham soal Laut Cina Selatan. Itu satu. Anda juga seharusnya tahu bagaimana Pak Jokowi berbohong soal penjualan indosat dan keberhasilan beliau mengurus jakarta ternyata justru terindikasi merugikan negara 1,5 triliun. […]

  19. lieshadie says:

    Selalu menyimak di blog Pak Iwan…..mencerahkan sekaligus menambah wawasan banyak tentang apa yang terjadi dan yang ada di media….

  20. Ahmad says:

    Artikel bagus. Sudah di-share. https://www.facebook.com/ahmadsraten/posts/10152271651604751 . Ini bukan soal keberpihakan. Kalau Mas Iwan punya artikel pembohongan publik yang dilakukan Prabowo, saya juga akan share.

  21. Dyah Sujiati says:

    Lha da lah?
    Berarti pernyataan Bu Mega beda analogi donk dengan pak Kwik?
    Bu mega bilang jual perhiasan tapi sebetulnya beliau malah jual pakaian yang dipakai. Haiyah!

    Kebohongan yang harus segera diluruskan ini! Sebarkan!

  22. Barusan aja berdiskusi dengan seorang teman terkait hal ini. A nice share, Pak Iwan. Terima kasih atas tulisan yang mencerahkan..

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: