Home » Amazing People » Anak-Anak dan Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Anak-Anak dan Keluarga Penghafal Al-Qur’an

Blog Stats

  • 2,031,195

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Ada yang menarik dalam acara Meja Bundar TV One, 1 Agustus 2014 pukul 19.00 yang mengangkat tema “Penghafal Quran, Cahaya Kemuliaan” dengan menghadirkan para hafidz cilik dan sekeluarga hafidz.

Di sesi pertama, menghadirkan para hafidz cilik dimana mereka satu persatu membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dengan hafalannya, dan kemudian menyampaikan tips-tips kebiasaannya ketika berdialog dengan host acara, Dwi Anggia. Berikut ini beberapa tips dari mereka:

“Kalau ayat-ayat panjang dibaca berkali-kali, jadi gampang menghafalkannya. Setiap hari setelah Subuh, saya menghafal satu lembar” (Fawaz, 7 tahun, hafal 12 Juz). Pada acara ini, ia membacakan QS Al-A’raf 140-141, dan kemudian menyampaikan tafsirnya dengan baik.

“Saya belajar dan menghafalkan Al Qur’an sepulang sekolah” (Fariz, 8 tahun, hafal 21 Juz).

“Malamnya saya membaca berulang-ulang 10 kali, paginya dibaca lagi kemudian dihafalkan, setelah hafal, langsung saya setor ke ustadzah” (Atiqa, 7 tahun, hafal 20 juz).

Dan penyampaian tips-tips dari anak-anak lainnya, seperti Wafa, yang hafal 30 juz, metodenya sama dengan Atiqa, hanya saja setor ke ustadzah-nya setiap satu halaman.

Dalam sesi pertama ini juga menghadirkan ibu Sarmini. Beliau adalah Pendiri Rumah Quran Utrujah, yang beralamat di Jl. H. Zea Sarmili no. 48 Kampung Rambutan Jakarta-Timur. Pondok pencetak hafidz dan hafidzah ini didirikan beliau pada tanggal 6 Maret 2012. Perempuan lulusan International University of Africa Sudan juga sebagai pengajar bahasa Arab untuk orang asing.

Tayangan sesi pertama ini bisa disaksikan di sini

KELUARGA PENGHAFAL AL-QUR’AN

Di sesi kedua, menghadirkan dua keluarga yang mampu menjadikan anak-anaknya yang shalih, hafal Al-Qur’an dan berprestasi. Yang luar biasa adalah mereka ini tergolong orangtua yang super sibuk dengan berbagai aktifitas dakwahnya. Siapa saja mereka?



Yang pertama, dialog bersama bapak Muhammad Adam Sukiman (53 tahun) dari Medan. Dahulunya adalah seorang penarik becak motor. Dari penghasilannya itu beliau berusaha menghidupi istri dan 8 anaknya. Dengan ketekunannya, beliau berhasil menjadikan kedelapan anaknya semua hafidz qur’an, bahkan sering meraih juara sampai tingkat nasional dan internasional. Dari hasil jerih payah beliau juga digunakan untuk membangun Pondok Pesantren Tarbiyatul Qorowal Huffaz (Pendidikan Qori dan Haffiz) Nadiyatul Qomariyah, yang beralamat di Jl Sejati gang Ustad no.1, kecamatan Mariendal, Kabupaten Deli Serdang. Kini kesehariannya adalah seorang guru di ponpes yang beliau bangun, dibantu istrinya, Budi Nuraini.

Yang patut diteladani dari beliau bersama istrinya adalah tidak pernah melupakan pendidikan agama untuk anak-anaknya, dengan selalu mendampingi mereka belajar Al-Quran. Saat mengajarkan kepada anak, beliau setiap hari membacakan ayat-ayat Al-Qur’an berulang-ulang sebanyak 10 kali, kemudian sang anak menirukannya. Sang anak dari mulai tertatih-tatih membaca sampai benar-benar mahir membaca, dan kemudian pelan-pelan berproses sehingga bisa hafal luar kepala hingga 30 juz.

Pak Adam Sukiman berhasil menanamkan disiplin pada anak-anaknya. Bagaimana membagi waktu dengan baik antara membaca dan menghafal Al-Qur’an, belajar sekolah, nonton teve, dan bermain. Mulai usia 7 tahun atau kelas 1 SD, satu hari menghafal satu lembar; setelah kelas 3 atau 4 SD barulah menghafal satu lembar timbal balik alias dua halaman.

Kemudian yang kedua, dialog bersama ibu Wirianingsih yang didampingi salah satu putranya, hafidzul qur’an Muhammad Syaihul Basyir (18 tahun).

————
Catatan:
Ibu Dra. Wirianingsih, Bc.Hk,M.S, istri dari Mutammimul Ula, SH yang lebih akrab disapa Wiwi ini lahir di Jakarta, 11 September 1962. Beliau anggota anggota Komisi IX DPR RI 2009-2014 dari Fraksi PKS, anggota Tim Kerja Kajian Sistem Ketatanegaraan Indonesia (Timja) MPR RI.

————

Inilah sebagian cuplikan wawancaranya:

TV One: Apa yang menjadi motivasi bagi ibu untuk mengajarkan anak-anak menghafal Al-Qur’an?

Wirianingsih:
Pertama yang harus dipahami oleh kita semua umat Islam meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci, petunjuk buat kita semua. Yang kedua, mencintai Al-Qur’an itu bagian dari hidayah dan hadiah dari Allah. Nah, karunia ini telah diberikan kepada kami dan kita semua anak-anak penghafal Al-Qur’an yang ada di sini, yang tidak semua diberikan-Nya kepada setiap orang. Memang kecenderungan kita semua ini akan diarahkan oleh Allah. Allah akan memberikan sesuai dengan kecenderungan kita. Jadi proses mencintai Al-Qur’an ini adalah proses yang tumbuh dari hati kita semua. Karena yang pertama ini adalah hidayah dari Allah dan kita meyakini bahwa dengan Al-Qur’an, insya Allah, kita akan bahagia di dunia dan akherat.

TV One: Manfaat apa yang dirasakan oleh keluarga dengan menjadi hafidz dan hafidzah qur’an?

Wirianingsih:
Ada sebuah hadits Rasulullah sallallahu ‘alahi wassalam: “Innallaha minannaas Ahliin, Qila: man hum ya Rasulullah? Qola: Ahlul Qur’an hum Ahlullah” Jadi yang kami rasakan bahwa orang-orang yang disebut keluarganya Allah adalah mereka yang disebut ahlul qur’an, yaitu orang-orang yang menjaga Al-Qur’an, atau keluarga yang menjaga Al-Qur’an. Kami merasakan selama ini adalah keberkahan di dalam keluarga. Ya Alhamdulillah, kami merasakan begitu banyak kemudahan-kemudahan, keberkahan, rahmat Allah diturunkan kepada keluarga kami. Salah satu yang kami rasakan adalah anak-anak kami (seiring dengan itu) berprestasi semuanya.

Insya Allah dengan menghafal Al-Qur’an akan merangsang bagian otak untuk memudahkan belajar. Sangat berpengaruh. Karena menghafal itu merangsang pertumbuhan sel-sel otak kita, dan kemudian merangsang yang lain.

Hikmah yang lain adalah Insya Allah dengan kita mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak sejak kecil, maka Allah akan menjaga anak-anak kita, sebagaimana kita menjaga Al-Qur’an. Jika Al-Qur’an kita tanamkan di dada mereka, maka Insya Allah, Al-Qur’an akan menjaga akhlak mereka.

————-
Catatan:
Prestasi anak-anak ibu Wirianingsih bisa Anda baca dalam buku: “10 Bersaudara Bintang Al-Qur’an” oleh penulis Izzatul Jannah – Irfan Hidayatullah, penerbit Sygma Publishing, Bandung. Catatan sekilas prestasinya antara lain:

Anak pertama, Afzalurahman Assalam. Hafal Al-Qur’an pada usia 13 tahun. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007. Ia mahasiswa Teknik Geofisika ITB.

Anak kedua, Faris Jihady Hanifah. Hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang diselenggarakan UNJ tahun 2004. Ia mahasiswa Fakultas Syariat LIPIA dan menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

Anak ketiga, Maryam Qonitat. Hafal Al-Qur’an sejak usia 16 tahun. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren Husnul Khatimah 2006. Menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari Syaikh Al-Azhar. Ia mahasiswi Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar Kairo.

Anak Keempat, Scientia Afifah Taibah. Hafal 29 juz sejak SMA. Menjadi pelajar teladan tingkat SMP. Juara III lomba Murottal Al-Qur’an tingkat SMA se-Jakarta Selatan. Ia mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI).

Anak Kelima, Ahmad Rasikh ‘Ilmi. Hafal 15 juz Al-Qur’an, dan pelajar MA Husnul Khatimah, Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Anak Keenam, Ismail Ghulam Halim. Hafal 13 juz Al-Qur’an, dan pelajar SMAIT Al-Kahfi Bogor. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Anak Ketujuh, Yusuf Zaim Hakim. Hafal 9 juz Al-Qur’an dan pelajar SMPIT Al-Kahfi, Bogor. Peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Anak Kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir. Hafal Al-Qur’an 30 juz pada saat kelas 6 SD. Pelajar MTs Darul Qur’an, Bogor.

Anak Kesembilan, Hadi Sabila Rosyad. Hafal 2 juz Al-Qur’an. Pelajar SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan. Juara I lomba membaca puisi.

Anak Kesepuluh, Himmaty Muyassarah. Hafal 21 juz Al-Qur’an. Pelajar SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan, lulus dengan nilai UN tertinggi di sekolahnya. [prestasi terakhir ini disebutkan saat dialog di Meja Bundar TV One]

Buku tersebut diterbitkan tahun 2008, bisa jadi sekarang mereka sudah bertambah prestasinya seiring pertumbuhan mereka. Masya Allah …
———————

TV One: Apa yang menyebabkan anak-anak ini sangat mudah menghafalkan Al-Qur’an?

Wirianingsih:
Pertama, ini jaminan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang disebutkan dalam QS Al-Qamar sampai empat kali yaitu “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” Jadi itu jaminan dari Allah. Jaminan Allah ini tidak sekedar jaminan, tetapi dibuktikan dengan otak yang Allah berikan kepada kita. Nah, dalam perkembangan usia anak 0-7 tahun disebut oleh pakarnya psikologi bahwa saat usia emas, anak-anak bisa menyerap apa saja yang ia dengar, ia rasakan, ia terima. Kadang-kadang tanpa kita ajarkan secara lafal, dengan hanya mendengar ia bisa cepat seperti kaset akan merekam semuanya. Ayat-ayat yang dibacakan oleh anak-anak Rumah Quran Utrujah tadi adalah suatu pembuktian akan kebenaran Al-Qur’an. … Insya Allah, akan diberikan kemudahan oleh Allah. Bahkan bukan hanya Al-Qur’an saja, .. kecerdasan sosialnya, kecerdasan emosinya, kecerdasan intelegensinya. Saya melakukan penelitian terhadap 10 anak yang rata-rata mereka menghafal Al-Qur’an ternyata prestasi akademiknya adalah mempunyai nilai antara 8-10, juga nilai kepemimpinan / leadership di sekolahnya juga bagus.

Sebagai catatan tambahan, berupa kultwit dari ibu Wirianingsih di hari yang sama penayangan acara Meja Bundar TV One ini. Melalui akun twitter @wirianingsih, beliau menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Masa usia 0-14 tahun adalah masa emas. Jangan sia-siakan masa pembentukan karakter dan penanaman harapan di usia 0-7 tahun. Otak anak bagaikan kaset kosong Apa yang anak dengar, lihat, dan rasakan akan (otomatis) direkam. Allah menciptakan area di otak sistem penyimpanan memori.
Ada STM (Short Term Memory): saat message / pesan masuk di sistem memory hanya sesaat, biasanya tidak lama tersimpan kecuali pesan itu sangat berkesan.
Ada LTM (Long Term Memory): pesan / message masuk ke dalam sistem memori di otak secara berulang dan konsisten. Biasanya akan tersimpan lama.

Para pendidik / ortu yang memahami pentingnya usia emas, tidak ingin kehilangan momentum, karena momentum emas (biasanya) tidak terulang dua kali.
Menurut para pakar neuropshycology seperti @TPasiak (teman seperjuangan) : ketika otak anak diberi stimulasi secara konsisten sampai dengan usia 6 tahun, otak terus berkembang. Sel-sel otak akan terus berkembang sampai dengan usia 11 tahun. Jika otak anak ‘dibiarkan’ begitu saja sampai dengan usia 6 tahun, maka perkembangan sel otak ‘berhenti’ di usia 7 tahun. Maksudnya, berkembang dan ‘berhenti’ secara maksimal.
Lihatlah anak mulai usia 8 bulan sampai dengan usia 4 tahun, anak begitu ‘lengket’ dengan ‘ibunya’, atau dengan orang yang tiap saat mengasuhnya. Anak ‘siap’ dibentuk.
Usia 0-12 tahun, anak seperti tanah keramik ketika masih hangat mudah dibentuk ‘menjadi’ apa saja.

— end —

Simak juga wawancara dengan putra ibu Wirianingsih, Muhammad Syaihul Basyir, bagaimana manfaat yang ia dapatkan saat menghafal Al-Qur’an. Dengarkan juga paparan prestasi akademiknya yang mengagumkan. Semoga ilmunya bermanfaat bagi masa depan negeri ini.

Terimakasih TV One yang menyajikan acara berkualitas seperti ini.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menambahkan ilmu dan semangat dalam diri kita dan anak cucu kita untuk menjadi pribadi yang cerdas intelektual, peduli sosial, dan penghafal Al-Quran. aamiin.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
05.08.2014

.
Artikel terkait:

Advertisements

21 Comments

  1. […] hangat tetap semangat, Iwan Yuliyanto 05.08.2014 sumber : […]

  2. […] hangat tetap semangat, Iwan Yuliyanto 05.08.2014 sumber : […]

  3. agusm2001 says:

    ass. mas iwan, menarik tulisannya. alhamdulillah anak saya salah satu alumni dari uthrujah ustzh Sarmini. tulisan ini boleh saya masukkan ke Web kami, rumah tahfidz teladan? http://www.quranteladan.wordpress.com

  4. Lantunan tilawah Al-Qur’an 30 juz lengkap, oleh Syaikh Emad Al Mansary, bisa didownload di sini.

    http://estikristikasari17.wordpress.com/2014/10/04/download-murottal-per-juz-syaikh-emad-al-mansary/

  5. Doa Ibu insyaAllah tidak akan tertolak. Ya Allah, saya sungguh ingin mencetak keluarga Allah di muka bumi… Mohon jadikanlah penyejuk mata hamba menjadi penghafal dan pengamal Al-Qur’an…. Aamiiiin….

    • Aamiin *ikut mendo’akan

      Mendidik anak-anak kita untuk mampu menghafal Al-Qur’an diusia dini itu perlu pake banget, dan butuh persiapan yg sangat baik sebelum mereka mempelajari ilmu-ilmu lainnya.

      Kita bisa meniru jejak-jejak ulama terdahulu, yg tidak menyukai seseorang yg ingin belajar ‘uluum syar’I, tetapi belum menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

  6. salu sama mereka… dan malu sama diri sendiri…

  7. April says:

    weeeeeewww, speechless…
    ortunya hebat ya 🙂

  8. Nisa says:

    Reblogged this on . . . menCOBA menCARI deDAUNan yang berSERAKan . . . and commented:
    *ini baru K E R E N . . . =)

  9. suararaa says:

    subhanallah.. pengen deh jadi ibu seperti ibu WIrianingsih..

  10. Alfa says:

    Semoga anak-anak ini bakal bisa membentuk aqidah bangsa yang baik di masa yang akan datang. salut buat anak2 yang hafal al-qur’an.

  11. Dyah Sujiati says:

    InsyaAllah, kalau banyak ibu dan calon ibu memperesiapkan dengan sungguh2 agar memiliki anak yang hafal Qur’an, insyaAllah itu salah satu langkah mendukung peradaban bangsa ini maju. 🙂

    • Rini says:

      kalau banyak ibu dan calon ibu memperesiapkan dengan sungguh2 agar memiliki anak yang hafal Qur’an,–> setuju, aku kagum banget sama Bu Wirianingsih.

  12. Azti Arlina says:

    Reblogged this on ourcoconut and commented:
    Izin share ya :):)

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

RSS Seruji | Kantor Berita Umat

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.
%d bloggers like this: