Home » Selamatkan Anak Bangsa » Gotong Royong Dalam Pencabulan

Gotong Royong Dalam Pencabulan

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

A Picture Tells A Thousand Words.

smp cabul
Wartawan Cirebon yang memotret peristiwa dalam foto di atas layak mendapat Pulitzer Prize, seandainya pernghargaan tersebut diberikan juga kepada jurnalis di luar Amerika Serikat. Juga layak mendapat penghargaan Mochtar Lubis Award. Mengapa?

  • Karena sang wartawan tidak hanya memotret, tapi juga bertanggungjawab sebagai warga negara yang peduli (bersama jurnalis lainnya) dalam upaya menggagalkan aksi liar anak-anak ingusan, 4 siswa SMP, yang sedang berusaha mencabuli seorang siswi SMP yang berjilbab.
  • Karena sang wartawan membuat berita yang mampu menyadarkan masyarakat melalui sebuah foto kejadian asli, bukan ilustrasi.

[Klik foto tersebut untuk membaca beritanya]

Hati siapa yang tidak miris melihat aksi bocah-bocah liar tersebut?
Bayangkan kalau siswi SMP tersebut adalah anakmu? *semoga saja tidak*

Foto ini harus dilihat oleh Presiden RI, seluruh menteri dalam jajaran kabinetnya, seluruh wakil rakyat baik di pusat maupun daerah, dan seluruh kepala daerah di Indonesia. Untuk menunjukkan fakta bahwa MASIH TIADANYA RASA AMAN di negeri kita.

Merebaknya kasus pornografi dengan segala akibatnya di negeri kita, seperti berita yang biasa saja.
Suara-suara yang ingin melindungi moral anak bangsa seperti tertelan angin.
Padahal UU Pornografi telah disahkan sejak 30 Oktober 2008.
Namun, UU itu mandul, karena PP yang mengatur secara teknis UU Pornografi sampai sekarang tidak kunjung diterbitkan.
Mengapa begitu lama mandulnya?
Jangan-jangan kita tidak lagi menganggap pornografi sebagai perusak moral bangsa.
Atau jangan-jangan kita sekarang justru sudah menjadi bangsa penikmat pornografi sebagai santapan hidup sehari-hari.

Buktinya, lihatlah… di hari yang hampir bersamaan dengan berita di atas, di belahan kota lain di Indonesia ada anak usia 11 tahun mencabuli 12 anak teman mainnya. Saat diperiksa di kantor polisi, sang anak mengaku terpengaruh film porno yang sering ia tonton.
Namun sungguh aneh, pihak berwajib malah bertanya: Kok bisa anak kecil mengakses materi pornografi?
Ini pertanyaan absurd atau pura-pura.
Saya yakin mereka tahu dan menutup mata …
…betapa mudahnya anak-anak mengakses film porno di internet.
…betapa mudahnya anak-anak beli film porno di kaki lima.
…betapa mudahnya anak-anak bertransaksi film porno lewat gadget-nya.
…betapa bangganya anak sekolah dihadapan kawannya bila mengoleksi film biru terbaru.
…betapa mudahnya anak-anak belum cukup umur membuat akun media sosial hanya untuk mem-follow WTS-WTS yang jual diri lewat media sosial, kemudian menikmati fotonya dengan bebas, tanpa filter.
…betapa bebasnya model panas di negeri ini yang telanjang di akun media sosialnya dengan tidak peduli followernya adalah bocah-bocah SD/SMP.
…betapa tumpulnya pedang UU Pornografi dan UU ITE menjerat mereka yang bebas bugil di internet.
…betapa permisifnya masyarakat kita menerima pelaku mesum menjadi artis idola mereka.
Jadi, jangan heran kalo materi pornografi begitu bebas beredar dan hampir tidak mendapat rintangan yang berarti.
Jangan heran kalo kelak akan banyak kejadian sekelompok anak-anak bergotong royong dalam pencabulan!

Sebagai orang tua, …
Meskipun sudah membekali anak dengan materi pendidikan seks, dan memastikan kualitas pergaulan anak sudah baik, tetaplah harus waspada. Itu semua ternyata BELUM menjamin rasa aman.
Mengapa?
Sadarlah bahwa ketika pemimpin negara ini tidak peduli moral anak bangsa, … ketika pemimpin negara ini lebih mementingkan legalisasi aborsi akibat perkosaan daripada memberantas perkosaan sampai akar-akarnya, … saat ini di luar halaman rumah kita bergentayangan zombie predator yang otaknya sudah error akibat pornografi.
Lihat sekali lagi foto di atas. Anak baik-baik yang menjaga auratnya dan tidak “mengundang” itu saja bisa dikerjai oleh para bocah zombie. Ini menandakan bahwa seks bebas sudah menjadi hal lumrah di kepala para bocah. Tidak ada rasa malu, dosa, takut, aib atau apapun itu.

Kalau kita ingin anak kita hidup di zaman yang aman, maka mari kita bekerja sama menciptakan lingkungan bermasyarakat yang aman. Mari bahu – membahu menjadi orang yang peduli dalam mewujudkan Kota Layak Anak.

Mari kita desak pemerintah untuk bertanggung jawab menjaga moral anak bangsa melalui pedang hukum yang tajam dan mematikan buat para pelaku perkosaan.
Berlakukan hukuman mati, atau
Penjarakan di bawah tanah seumur hidup tanpa remisi, atau
Kebiri “barang” mereka.
Hukum seberat-beratnya agar calon pelaku berpikir ribuan kali untuk berbuat asusila.

Kita tidak perlu memusingkan soal hukuman yang pantas tersebut terkesan tidak manusiawi, karena saya tidak percaya bahwa kita bisa menyebut pelakunya sebagai manusia. Mereka zombie pembunuh masa depan.

Tidak ada kompromi untuk pelaku-pelaku ini, kita harus ikut andil dalam membangun lingkungan yang aman untuk anak-anak kita. Jangan memberi tempat mereka di dunia ini terutama dunia anak-anak kita, dunia dewasa pun tidak boleh ada.

Allahu Akbar!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
31.08.2014

.
P.S. ============================================
Mari berpartisipasi membersihkan media sosial dari konten pornografi.
Caranya, yuk aktif dalam kesempatan di bawah ini.
=================================================

Advertisements

57 Comments

  1. Sinyo says:

    semua adalah imbas atau efek. Akarnya adalah mental dan keberanian Pemerintah untuk memfilter dan “antisipasi” perusakan moral terencana ini.
    Orangtua kalah dan bodoh jika berhadapan dengan anak sendiri.
    Filter! Filter! Filter! Filter!
    Contoh: Masih ingat program “pembagian kondom gratis bagi pelajar?” — sex boleh asal aman. (?????) ide siapa ini? Penggeraknya siapa ini? ya kita-kita juga. karena kita ‘merestui’ dengan ‘program’ ini dan ‘membiarkan’.
    Semoga generasi kita terselamatkan dari kegilaan ini.

  2. CIZZO says:

    Astaghfirullah… Jadi khawatir sama adek 😐

  3. sari says:

    serem bin miris mas iwan saat membaca ni
    , ni bakal jadi pelajaran bwt saya karna saya mempunyai 2 ank laki2
    harus ekstra mendidik mereka untuk kejalan yg pantas bkn kejaln moral yg rusak. izin shre y mas iwan byr para orang tua membaca ini dan bisa mnjaga ank2 mereka

  4. butiran debu says:

    miris banget.. pengaruh globalisasi makin merajalela kalo imannya kaga di pupuk dengan baik, bisa bisa rusak

  5. aini says:

    Sepertinya orang orang dari anak anak sampai orang tua sudah berubah dengan adanya internet,katakanlah stress ,ada perkosaan,pembunuhan dll,karena pikiran mereka sudah terpenuhi dunia khayal.

  6. nina says:

    sungguh miris.. org tua hrus lbh cermat utk mengawasi anak2nya.. perhatikan pergaulannya dan tanamkan ilmu agama sejak dini.. peran serta org tua, guru dan lingkungan sangat berpengaruh dlm tingkah laku anak.. terutama di era modern sperti ini.. org tua hrus lbh cermat dan bijak utk kapan bsa memberika gedget2 kpd anak

  7. esti kristikasari says:

    Miris :”(

  8. riyan says:

    -Memang tidak sepantasnya 4 cowok menggotong 1 cewek seperti itu, apalagi si gadis berjilbab.

    apakah benar memang kejadianya seperti itu….? jangan jangan itu adalah adegan ritual ” ulang tahun” yang terlalu berlebihan dari anak anak jaman sekarang dengan melempar ke kolam…..

    • Setelah rimanews.com, berita ini sudah dikonfirmasi kebenarannya dan diangkat di media Merdeka dan Sindo News. Jadi, ini bukan Hoax.

      http://www.merdeka.com/peristiwa/4-siswa-smp-tertangkap-kamera-saat-akan-perkosa-siswi-smp.html

      Fotografer-nya adalah Kukuh (Humas Pemkot Cirebon)

      “Betul, dapet fotonya kebetulan saya fotografernya. Jadi kejadiannya pas ada acara di Gedung BI dan saya lagi foto tiba-tiba melihat kejadian itu. Sontak langsung saya foto saja,” ujar Kukuh saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin (1/9).

      Nama wartawan tertulis jelas di media-media tersebut. Tentunya mereka mempertanggung-jawabkan apa yg ia beritakan.

      Kenapa ini saya sebut menampar kesadaran, karena selama ini kita banyak disuguhkan berita tertulis dengan foto hanya ilustrasi bukan kejadian asli.

      Silakan googling dgn keyword: siswi digilir
      Sangat mencengangkan karena begitu baaaanyaknya kasus. Dengan paparan banyak fakta itu masihkah menganggap foto di atas adalah ritual pesta ulang tahun?

      Silakan buka mata Anda.

      Berita pelecehan seksual dianggap hal yang biasa di negeri ini, apa harus menunggu keluarga pemangku kebijakan negeri ini mengalami musibah yang sama dengan banyak korban.

      Berita pelecehan seksual dianggap hal yang biasa di negeri ini, karena diisi oleh mayoritas penikmat pornografi.
      Menyedihkan.

  9. Warnet dengan bilik tertutup.
    Warnet tanpa filter pornografi.
    Kondom yang bisa dibeli dengan bebas oleh anak sekolah di minimarket dekat warnet.
    Klop sudah… melahirkan generasi rusak.

    Berita hangat hari ini: http://regional.kompas.com/read/2014/09/03/16342001/Sepasang.Pelajar.SMA.Tepergok.Bersetubuh.di.Warnet

    • Rini says:

      Astagfirullah, bagaimana masa depan anak-anak itu Pak? Ga tega baca tuntas beritanya, dari judulnya saja sudah bikin mual. Jadi ingat percakapan anak-anak SMP di angkot, tidak risih membicarakan lawan jenis, itu anak SMP, pantes anak SMA udah rusak kayak gitu.

  10. Didim says:

    Anak saya perempuan, saat ini kelas 4 SD. Kebingungan terbesar saya adalah mencari Sekolah Lanjutan yg bisa memberikan pendidikan dan lingkungan bermartabat, bermoral dan rasa aman. Tapi sampai sekarang belum juga saya menemukan…

  11. cuman satu kata
    ngeriii

  12. Eka Novita says:

    Ya Allah, gimana iniii… Jahat banget ya anak-anak itu, dari mukanya ga ada rasa bersalah sama sekali. Kalo udah begini, walaupun masih anak-anak tapi harus diberi hukuman keras biar jera.

  13. Sonia Atika says:

    Astaghfirullah.. naudzubillah.. T_T

  14. andiana says:

    dua anak saya lelaki. dan jujur saja, saya sangat keras mendidik mereka untuk urusan pergaulan. mereka harus berani mengatakan TIDAK dan menolak ajakan teman-temannya untuk menonton VCD hantu, VCD komedi dewasa, atau acara televisi di rumah temannya. mereka juga harus menolak tegas ajakan temannya untuk masuk kamar dan dikunci (pernah kejadian dan langsung saya dobrak pintunya).

    bayangkan saja anak usia 4-8 tahun dengan mudahnya memasang VCD dewasa yang tergeletak begitu saja di ruang keluarga (ini di rumah teman-teman anak saya dan saya melihatnya sendiri demikian).

    bahkan saya pernah memeregoki seorang anak perempuan (sekitar usia 10 tahun) mengakses youtube dari smartphone saya (dan ketahuan ketika saya juga membuka ‘history’ melalui laptop persis di saat yang sama). saya tegur dan sampai detik saya menulis ini tak pernah kembali bermain ke rumah saya.

    ada satu cerita lagi, anak laki usia 8 tahun mengakses youtube juga dari smartphone saya. ketika dia mengeles, saya datang ke orangtuanya dan memperlihatkan history yang janggal di youtube saya. ibu dan bapaknya hanya bilang istighfar. sudah, begitu saja. tak ada sangkalan atau membela diri atau apalah. justru menyalahkan kedua anak saya untuk sebuah masalah yang lain (bukan pembahasan konten dewasa di youtube).

    saya mendengar dan melihat sendiri, lingkungan saya demikian mengerikannya. itu sebabnya saya sangat ketat menjaga mereka meski saya sadar tak akan mungkin bisa steril karena gempuran pornografi dan kekerasan terlihat setiap mereka berinteraksi.

    masih banyak lainnya. tetapi contoh di atas harus menjadi perhatian juga, bahwa semua kembali kepada orangtua bagaimana mendidik anak. saya sangat kecewa pada reaksi tetangga saya yang demikian cueknya mendidik anak. padahal bahayanya sangat besar.

    maaf komennya terlalu panjang.

    • Semoga sabar, awas, dan waspada menghadapi putranya, mbak Andiana. Hal utama adalah menjaga baik-baik kualitas lingkungan pergaulannya.

      Kalo ada aplikasi untuk mencegah mudah diaksesnya pornografi via smartphone.. di-instal aja.

      Saya pernah survey kondisi warnet, ada sebuah bilik yg dikerubuti beberapa anak SD, mereka spt terlibat diskusi yg menarik, tapi kok pakek bisik-bisik pelan. … Rupanya ada satu anak yg dg bangganya bisa menjadi guide pencarian bintang2 porno di depan PC. Hafal banget dia.
      Itu yg kubilang di atas bahwa anak kecil akan merasa bangga kalo tampak update dan “berpikiran orang dewasa”. Ngeriii.

  15. Amir says:

    kita yang bertanggung jawab terhadap diri kita dan generasi di bawah kita ,,
    introspeksi diri ,,
    maju mas iwan ,, Selamat

  16. Astagfirullah… padahal itu berjilbab ya pak. Gimana yang pakai baju seksi? *elusdada*

    • Yang memprihatinkan, sinetron2 televisi di negeri ini begitu tidak tahu adat copas budaya Korea/Jepang dalam hal seragam sekolah. Batasan bawah rok.. beberapa centi di atas lutut. Seakan-akan pakaian spt itu layak di negeri ini (penggambaran di sinetron), yg ada malah disuruh pulang oleh guru / kepala sekolah tuh anak.

    • Bangsa ini terlalu tepo seliro. Toleransinya terlalu longgar. Tipikal bangsa terjajahannya masih ada meski belanda sudah lama tidak menjajah kita. . Masih mengganggap budaya negara maju lebih unggul 😦

  17. Tatty Elmir says:

    Kepedulian Mas Iwan bukan hanya dapat menyelamatkan keluarga, namun juga anak-anak yang lain.
    Terimakasih mas Iwan sudah memberi tahu saya.
    Setidaknya saya dapat masukan lagi untuk buku yang sedang saya tulis bersama bu Elly (Yang sejak kapan belum jadi-jadi )
    Berharap semoga gambar tersebut hanya dilihat para orang tua/dewasa (, tidak dilihat anak-anak yang otaknya sudah error kena gempuran pornografi). Khawatir malah menginspirasi mereka mas 😥

    • Semoga bukunya segera terwujudkan, mbak Tatty, insya Allah saya akan membantu menyebar-luaskan agar banyak sampai di tangan para orangtua.

      Hari ini saya merasa miris kembali membaca kejadian yang terulang, seorang anak perempuan yang masih balita “dikerjai” beramai-ramai oleh empat siswa kelas 1 SD.
      http://www.dakta.com/2014/09/empat-siswa-kelas-1-sd-cabuli-bocah-empat-tahun/

      Mungkin ilustrasinya hampir sama dengan di atas, karena namanya keroyokan.
      Bayangkan, makin serem aja apa yang ada di kepala anak-anak kecil generasi penerus bangsa yang di sekelilingnya terpapar pornografi.
      Makin serem aja mainan anak-anak jaman sekarang.

  18. utewae says:

    mohon maaf, pak, terlepas dr pelajaran pentingnya, ada yg bilang berita ini hoax.

  19. john kampak says:

    orang indo, semakin dilarang semakin penasaran.

  20. debapirez says:

    pelakunta dah ketangkap blm Mas?

  21. debapirez says:

    miris banget liat potonya…

  22. Dari kultwit ibu Dwi Estiningsih [@estiningsihdwi], 1/9/2014:

    Hukuman efektif pelaku kerusakan
    1. Mati
    2. Salib
    3. Potong tangan & kaki bersilang
    4. Dibuang (penjara)

    Untuk pemerkosa: MATI!

    Pasti yg teriak-teriak HAM bakalan membela pemerkosa.
    Hukuman mati tidak manusiawi katanya, etc….

    Kalau yg teriak-teriak HAM itu ditanya:
    “Kalau yg diperkosa anak perempuan Anda gimana?”
    Pasti ingin pemerkosa mati kan?

    Anda yang tidak setuju hukuman MATI bagi pemerkosa.
    Anda mengalami gangguan jiwa!

    Cognitive Dissonance ~ Mental stress yg dialami seseorang karena mempunyai dua atau lebih keyakinan yg saling bertentangan.

    Bila orang lain diperkosa, anda tdk setuju hukuman mati.
    Saat orang terdekat anda diperkosa, anda setuju hukuman mati.
    Standar ganda!

    • Rayyaan says:

      izin share ya pak, oia sekalian boleh tau itu dalilnya dari Quran ya, surat apa ya pak..?

    • Iya, dalilnya dari Al-Qur’an Surah Al-Maidah ayat 33.

      Pengadilan boleh memilih salah satu di antara empat pilihan hukuman tsb, yg dianggap paling sesuai untuk pelaku dan bisa membuat efek jera bagi masyarakat, sehingga bisa terwujud keamanan dan ketenteraman di masyarakat.

  23. azzahravoice says:

    menjijikkan ya Allah 😦
    disini juga begitu Pak Iwan (ah, apalagi ini manado), siswi juga jarang yang berjilbab malah cenderung membuka diri T.T

  24. lieshadie says:

    PR buat saya ini Pak Iwan, sulungku sekarang SMP klas 3…harus lebih aware dengan hal2 yang ‘menyeramkan’ seperti ini…

  25. Astaghfirullah…

    Menyeramkan sekali… Masih SMP aja udah kaya gini, gimana gedenya…?

    Ngga cuma internet yang begitu bebas… game2 ps juga tersedia kan ya Mas Iwan?

    Dan ketika aku ke Glodok mau beli flash disk dan dvd drama korea, mall pinangsia Glodok, di pinggir jalan di glodok aja, banyak yang jual dvd film porno. DVD2 tersebut terpampang jelas di bagian depan di pinggir jalan. Dan kantor polisi hanya paling 20 m – 3- m dari lapak2 tersebut….

    • Iya, Game PS ada yang mensimulasikan adegan dewasa. Game virtual ini ngeri banget.

      Saya juga kaget lho, dulu saat beli speaker di Glodok, ditawarin penjual kaki lima berupa DVD porno 10ribuan. Jelas itu DVD porno karena covernya vulgar. Jualnya terang-terangan pula, banyak orang lalu lalang di situ, karena jalan umum.

  26. Ira Marby says:

    duh gmna donk ini, mau nyekolahin anak aja jd malah takut T.T
    ga rela anak ku digituin, itu nglahirin nya mau mati, eh sama org seenaknya digituin 😦

  27. astagfirullah.. >,<

    iya, cerita ponakan enje makin bikin horor
    PR buat orang tua jaman sekarang dan yang akan datang 😦

  28. miris banget liat foto itu…
    anak2 udah pada miring otak dan jiwanya. -__-”

    ceritanya enje makin bikin horor =..=

  29. sariwidiarti says:

    astagfirullah..
    aku sudah dapat bc nya dari teman fb, sedih baca itu… Hmmm 😦

  30. kebomandi says:

    astagfirullah.. 😦

  31. Enje says:

    sampe hela nafas bacanya Pak. 😦

    belom lama teman kantor yg notabene usianya di atas 20an en jilbaban, siang bolong dari belakang rok-nya dipelorotin sama anak cowok berseragam smp. alhamdulillah di belakangnya langsung ada orang lewat, jadi blm sampe kejadian yg macem2 T.T

    ponakan sy di pondok jg jadi korban kk kelasnya yg jeruk makan jeruk pas lagi tidur. ya Allah, mau nimba ilmu aja ujiannya berat banget. skrg jadi uring2an minta pulang terus T.T

    • Innalillahi.. berat banget ujian ponakanmu, mbak. Usul saya, pulangkan saja ponakanmu, cari tempat pondokan menimba ilmu di tempat lain agar tempat yg lama itu tidak menimbulkan trauma. Jangan lupa, motivasi ponakanmu agar kuat melaporkan kasus yg menimpanya ke pihak yg berwajib.

      Untuk anak yg iseng di jalan, teriakin aja yg kenceng, biar tuh anak digebukin rame-rame. Jangan takut. Biar negeri ini gak menjamur kebiasaan iseng seperti itu.

    • ponakan sy di pondok jg jadi korban kk kelasnya yg jeruk makan jeruk pas lagi tidur. ya Allah, mau nimba ilmu aja ujiannya berat banget. skrg jadi uring2an minta pulang terus T.T

      duh, nje..
      kaco juga itu kejadian di pondok.
      bawa balik aja itu… -__-“

    • Eka Novita says:

      Ya ampuuun, ngeriiii banget, terus ga lapor ke ustadznya mbak Enje / ga ada tindak lanjut?

    • Enje says:

      yap. sudah dilaporin. lagi diusut. O_o

  32. nyonyasepatu says:

    Mas Iwan, baca ini serem banget. Gila ya anak2 itu. Mesti dihukum seberat2nya

  33. anotherorion says:

    hooh mas, miris, semua itu karena efek ‘kepengen’ gara2 liat sik ngono2 kuwi neng internet

    • Kalo otaknya sudah error, kudu di rukyah atau diterapi khusus. Sifat addicted-nya pornografi lebih berbahaya dari narkoba. Kalo sudah nafsu, hilang 2/3 akal sehatnya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: