Home » Film Pendek » Melawan Propaganda 2+2=5

Melawan Propaganda 2+2=5

Blog Stats

  • 2,052,837

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

“Dalam dunia di mana dusta mendunia, berkata jujur adalah tindakan revolusioner” – George Orwell dari “1984”

Bismillah …

Di periode tahun kedua saya ngeblog di WordPress, asisten statistik WordPress.com telah menyajikan Laporan Tahunan 2014 untuk blog ini. Bahwa sepanjang periode tahun 2014, blog ini telah dilihat sebanyak 660,000 kali. Dan 4 dari 5 most viewed dalam periode tersebut adalah bicara tentang media dan jurnalisme.

Banyak tulisan dalam blog ini memang berupaya mengkritisi bagaimana media memberitakan. Salah satu most viewed adalah tulisan yang mengkritisi media TEMPO saat memberitakan praktek suap dalam pengurusan label halal. Saya mencoba memaparkan 7 kejanggalan dalam pemberitaannya yang secara tendensius mendiskreditkan MUI. Yang pada akhirnya TEMPO meralat tulisannya pada edisi berikutnya. Jurnal saya itupun oleh MUI diunggah dalam situsnya. Alhamdulillah, hal yang benar tersampaikan ke masyarakat luas.

Media massa, baik cetak maupun online, adalah alat yang paling ampuh untuk propaganda. Namun, sering kali kita temukan adanya upaya penyesatan publik lewat media. Sesuatu yang buruk akan dianggap baik dengan propaganda yang tiada henti, begitu juga sebaliknya, yang baik dicitrakan sebagai keburukan. Kita harus berani meluruskan hal yang demikian.

Seorang pegiat #IndonesiaTanpaJIL, Hafidz Ary Nurhadi, ST.MT mengatakan bahwa kalau benar dianggap salah dan salah dianggap benar, itu adalah bencana bingung yang tragis. Adakah bencana yang lebih besar dari menganggap salah menjadi benar, dan benar menjadi salah?
Untuk mendapatkan jawabannya, mari kita tonton visualisasi 7 menit dalam film pendek “Two and Two” di bawah ini:



Film “Two and Two” adalah karya Babak Anvari, sineas Iran yang tinggal di Inggris, yang terinspirasi istilah 2+2=5 dari novel “1984” karya George Orwell. Film ini menceritakan tentang anak-anak sekolah yang dipaksa untuk menelan suatu fakta yang tidak lagi dianggap benar oleh otoritas yang berkuasa. Film ini seperti menggambarkan bagaimana sebuah rezim pemerintahan yang otoriter dan dilindungi oleh sistem yang melanggengkan kekuasaannya. Tidak sedikit orang yang sekedar ikut ideologi pemimpin tanpa mempertanyakan atau memperjuangkan hak karena takut.

Kembali ke maksud pertanyaan awal …
Adakah bencana yang lebih besar dari terenggutnya kesadaran berpikir?
Menurut saya, tidak ada!
Bencana alam atau kecelakaan hanya merenggut nyawa yang terhitung jumlahnya, NAMUN terenggutnya kesadaran berpikir itu merusak kemanusiaan itu sendiri. Tidak ada bencana yang merenggut jiwa lebih banyak daripada bencana pemikiran yang menganggap “benar jadi salah, salah jadi benar”, sehingga manusia hanya tersisa seonggok daging, tanpa akal, tanpa jiwa.

Bencana pemikiran yang menimpa negeri kita ini lebih tragis, yaitu hilangnya jati diri bangsa. Seperti apakah bencana pemikiran itu?

Menurut pantauan GENAM, ada 18.000 orang tewas setiap tahun akibat miras.
Ada berita bocah SD memperkosa anak TK.
Ada 2,3 Juta kasus aborsi per tahun, 30 persen oleh remaja.
Ada 40 orang pemakai narkoba mati sia-sia setiap hari.
Peningkatan jumlah penderita AIDS di negeri ini terus meroket tajam.
Tiap hari seharusnya kita berduka atas bencana yang lebih besar ini, NAMUN banyak yang menganggap ini semua bukan bencana.

Sudah jelas MIRAS itu punya daya rusak yang hebat sejak tetesan awal, namun anehnya banyak media yang menyajikan artikel manfaat miras, mempromosikan wine sebagai lifestyle, gencarnya pagelaran semacam warehouse project yang disponsori miras, dan setengah hatinya pemerintah membuat UU Anti Miras. Bahkan pemerintah provinsi DKI memiliki saham pabrik miras. Rakyat seperti dipaksa menelan fakta bahwa Miras itu just lifestyle, yang penting tidak korupsi.

Sudah jelas PORNOGRAFI itu punya daya rusak otak yang hebat, namun anehnya pemerintah hangat-hangat tahi ayam memberantas pornografi di internet, sekedar memblokir tapi membiarkan ribuan WTS mempromosikan diri di internet tanpa satupun yang dijerat hukum, longgarnya peredaran majalah dewasa dan video porno. Rakyat seperti dipaksa menelan fakta bahwa Pornografi itu masalah kecil, yang penting tidak korupsi.

Sudah jelas SEKS BEBAS itu pemicu tingginya penderita AIDS, namun anehnya pemerintah membuka pintu lebar-lebar seks bebas lewat program pekan kondom nasional. Media pun tanpa hati nurani mempromosikan aplikasi-aplikasi gadget untuk mempermudah kencan. Kita seperti dipaksa menelan fakta bahwa seks bebas itu urusan privat, yang penting tidak korupsi.

Dan contoh lain dimana kita seperti dipaksa menelan fakta bahwa penyimpangan gaya hidup normal adalah hal yang biasa, yang penting tidak korupsi. Itu baru urusan lifetyle, belum termasuk kebijakan politik pemimpin negeri ini.

Lihatlah kenyataanya di berbagai sosial media, bila ada yang menyatakan bahwa yang salah itu salah, justru dianggapnya sebagai tindakan menebar kebencian, intoleran, sok suci, dan lain-lain. Maka tinggal tunggu saja anak TK memperkosa anak TK, anak SD rajin mengkonsumsi miras, anak SMP sudah berani mempromosikan diri sebagai bispak homo di twitter.

Lihatlah kenyataannya di berbagai sosial media, orang-orang sudah berani mengkritik ulama tanpa adab, bahkan cenderung menghujat dan melecehkan. Maka tinggal tunggu saja, Allah mencabut keberkahan-Nya pada negeri ini.

Lihatlah kenyataannya bagaimana pemimpin negeri ini ada yang tidak malu lagi berpesta pora dalam suasana bencana. Maka tinggal tunggu saja, Allah menimpakan azab-Nya. Kita seperti tidak pernah belajar dari sejarah.

2x2=5, 2+2=5[ilustrasi: funnyjunk.com]

Derasnya kemunduran kemanusiaan, matinya logika, senyapnya pembelaan, dan redupnya kesadaran; itu semuanya menunjukkan bahwa peradaban kita sedang terjun bebas.

Mari tetap sadar dan sekuat tenaga mengganjal laju derasnya arus kemunduran kemanusiaan.
Mari berpegang teguh atas 2+2=4, kemudian melawan derasnya propaganda 2+2=5.
Jangan lelah menjadi setitik terang yang dikepung pekatnya gelap.
Life is too short to worry ….
Jangan pernah hilang kesadaran, karena kita memerlukan kesadaran ini untuk menjadi alasan saat menghadap-Nya.


وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ اللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُوا مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

“Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertakwa.” [QS.Al-A’raf:164]

Wallahu ‘alam bishowab.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
05.01.2015

Advertisements

57 Comments

  1. Assalamualaikum

    Ane awalnya ngetik “2+2=5” di google dan “nyasar” ke blog ini…

    Pembahasan yang sangat menarik mengenai media!!!

    Waktu mentoring “rohis” fakultas ane semester lalu… mas mentornya memutar film pendek “2+2=5” dan ane langsung kepikiran tentang “propaganda media”… Alhamdulillah akhirnya cukup banyak yang sependapat sama ane… (pas lihat komen2 nya)

  2. edabetal says:

    Kepungan dari 2+2=5
    Politik
    Sosial
    Budaya
    Agama
    Semua telah ter propaganda. Dan berhasil mmbuat system 2+2=5 (konspirasi global)
    Cirinya… Distorsi sikap otak hingga semuanya merasa benar karna menganggap dari sumber yg benar.. Hebatnya 2+2=5 dia besar dan punya system yg sangat sabar dan pintar.
    POLITIK dgn maksud mensejah terakan dengan demokrasi.. tpi hasilnya 5 .. Kacaw
    SOSIAL.
    . dengan dalih HAM dan perlindungan hukum apa yg terjadi 5 kacaw tajam ke bawah tumpul k atas
    BUDAYA..
    Budaya dunia termasuk budaya negara kita pelan2 namun pasti terkikis hingga 0.1 % yg menghargai bineka tunggal ika. . Bangsa kita sedang di giring ke arah untuk mempunyai grup komunity dll.. Yg intinya grup sayalah yg paling benar dan ber jasa.
    Komunitas anak muda.. Sprti LGBT. GANG MOTOR. Dll itu sudah di jadikan budaya yg hasilnya 5 ..
    AGAMA
    ini yg paling unik. Hebatnya para pembuat 2+2=5 para penganut agama slalu di arahkan k pemahaman bahwa semuanya dari nabinya dan dari pengikut2 nya Hingga ada pemahaman dualisme atw Di pecah Menjadi gruP atw golongan Di setiap agama yg di anut.. Agar Supaya berbeda faham Dan saling mengklaim Oleh penganutnya bahwa golongan Sayalah yg paling benar.. Hebat bukan 2+2=5 .semua ini sulit untuk di benahi karna sudah systmatis tercuci otak manusia dgn 4 sektor Politik sosial budaya agama pertahanan Mental dan rasional Sebagai tatanan kehidupan manusia Agar manusia mempunyai iman bahwa 2+2=5 itu benar mnurut kebiasaan pada umumnya.. Tapi yakin fitrah hati nurani Yg di miliki manusia. .semua yg sedang berlangsung di kehidupan ini Hasilnya adalah 4

  3. Romli says:

    Susah emang kalo ngomong sama pembenci islam kayak 2 sejoli diatas, gak kaget sama kata-kata yg dilontarkan karna uda dari dulu bnyak non-muslim yg udah mempelajari islam untuk menyudutkan islam. Miris sama pemikiran nya, yang jelas islam datang sebagai suatu hal yang tabu, dan di akhir zaman akan kembali menjadi hal yg tabu..

  4. aan says:

    Apa tindakan yang tepat dari seorang pendidik bagi anak yang merusak dirinya seperti miras dan ll ?

    • Miras, narkoba, sex, dan lain-lain adalah tempat pelarian bagi mereka yang kurang / tidak mendapat perhatian dari lingkungannya (terutama orang tuanya).
      Oleh karena itu sebagai pendidik, sungguh tepat kiranya merangkul mereka untuk diarahkan kepada kegiatan-kegiatan positif yang bersifat kompetitif, sehingga mereka merasa diperhatikan dengan baik, dengan kesibukan mereka pada hal-hal yang bersifat kompetitif tersebut menjadi kecil peluang bagi mereka untuk “menyentuh” hal-hal yang berbau miras, narkoba, sex, dll.

  5. Putri says:

    saya menyimak saja pak 🙂

  6. Rawins says:

    berasa banget dampaknya, mas…
    kalo dulu kita merasa bingung dalam mencari informasi. sekarang malah lebih bingung lagi karena kebanyakan informasi yang masuk simpang siur sampe susah melihat kebenarannya.

  7. kasamago says:

    miris rasanya, inilah fase klimaks krisis multidimensi. Perang Dunia ke 3 pun sebenarnya telah dimulai, bedanya tak lagi mementingkan senjata melain lebih pd perang informasi. Informasi (media, dll) tlh menjadi WMD yg ampuh..
    Pasca Perang Dunia, Komunisme, Kini Islam sbg Agama Penyelamat umat Manusia sedang di target dan diserang habis habisan.

  8. eibidifaiq says:

    Mantap pak, saya berusaha untuk skeptis dengan informasi yang ada. Dan semoga Allah ridho dengan segala perbuatan skeptis saya yang tidak melanggar aturan agama Allah swt. Saya selalu mengikuti blog bapak. Semoga saya bisa istiqomah berjuang seperti bapak aamiin. Salam kenal pak saya siswa dari bogor 😀

  9. Kalau sudah seperti ini, rasanya semakin ingin memeluk anak-anak saya. Semakin memberikan mereka bekal, memberikan proteksi tambahan.

    Terima kasih untuk tulisannya, Pak 🙂

  10. esti kristikasari says:

    Seperti biasanya tulisan pak Iwan selalu sarat gizi… Tks

  11. Galuh Nindya says:

    Seperti Hitler pernah bilang, “Sampaikanlah kebohongan secara berulang-ulang, maka kebohongan itu akan jadi kebenaran.”

    Semoga akan selalu ada orang yg tetap berani mengatakan bahwa 2+2=4 meski sebagian besar sudah turut meyakini bahwa yg benar adalah 2+2=5.

    Nice share, Pak Iwan..

    • Maaf, koreksi ya, mbak Nindya.
      Itu bukan ucapannya Hitler, tapi ucapan Joseph Goebbels, ahli propaganda Hitler.

    • Galuh Nindya says:

      Wah, iyakah pak? Saya baru tau. Tks koreksinya

    • Secara lengkap bunyi teksnya sbb:

      “Jika kita menyampaikan kebohongan dengan cara yang meyakinkan, dan mengulangnya terus-menerus, maka masyarakat akhirnya akan bisa dibuat mempercayainya seakan itu adalah Kebenaran. Musuh terbesar dari Kebohongan adalah Kebenaran. Kebenaran pula musuh terbesar dari kepentingan yang sedang berkuasa.”
      -Joseph Goebbels, Reich Minister of Propaganda & National Enlightment, Nazi German

  12. Liat videonya miris… Siswa2nya dicekokin 2+2 = 5 tanpa alasan…

  13. Setuju sama Candra..
    Propaganda yang sebenarnya adalah ketika mengatakan bahwa agama itu adalah acuan moralitas yang baik, bahwa agama itu sempura, bahwa agama itu panduan yang cocok sepanjang zaman..

    Faktanya banyak ajaran agama yang sudah out of date, Islam menghalalkan perbudakan, ada banyak ayat kebencian pada umat agama lain, Hindu masih mengajarkan kasta, Kristen masih melarang mastrubasi yang sebenarnya adalah kegiatan yang normal..

    Ketika bicara pornografi, miras, seks bebas dengan acuan agama, maka kacau pula lah pemikiran itu.. Coba penulis jabarkan apa itu seks bebas.?? Jangan pake term yang aneh2 lah, kalau maksudnya adalah “seks pra nikah” maka sebut saja seperti itu.. Baru kemudian bisa kita bahas, apa bedanya seks pra nikah dengan kawin mut’ah yang dilakukan umat muslim syiah, dengan kawin misyar yang dilakukan umat muslim sunni di timur tengah, dengan kebiasaan kawin cerai berkali2 yang juga dilakukan muslim di Indonesia.. Apa keempat hal itu juga tidak berdampak pada penyebaran STD.??

    Bicara soal pornografi..
    Habis nonton porno memperkosa, anda langsung menyimpulkan bahwa pornografi berdampak pada pemerkosaan..
    Dengan logika konyol yang sama, saya bisa menyimpulkan bahwa Al Quran adalah penyebab terorisme karena ada banyak kasus teroris melakukan kejahatan setelah membaca Al Quran, maka apakah Al Quran perlu dilarang seperti halnya konten porno.??

    Pernah kuliah.?? Pernah diajari statistik.?? Bisa membedakan mana korelasi mana kausalitas.?? Bisa bedakan mana kesimpulan yang valid da reliabel dan mana yang tidak.?? Kalau pernah, ya gunakan ilmu itu, jangan nulis tulisan ga jelas model begini.. Karena faktanya di negara lain yang melegalkan pornografi, justru angka kejahatan seksualnya rendah..

    Bicara soal miras pun begitu..
    Jangan salahkan mirasnya ketika orang mengomsumsi secara tidak bertanggung jawab, kalau yang bermasalah adalah mabuknya, maka mabuknya yang dilarang, seperti halnya motor yang dilarang ya kalau udah kebut2an, mengendarai motor dengan baik ya hasilnya baik, begitu juga dengan konsumsi bir secara moderat justru baik bagi kesehatan, bisa mengurangi risiko penyakit jantung dan kardiovaskular yang merupakan pembunuh no 1 di dunia.. Itu fakta ilmiah, ngomong pake dasar ilmiah, bukan pikiran picik yang pedomannya cuma kitab suci jadul di abad pertengahan yang ilmunya sudah kadaluarsa..

    • Anda bilang: “Faktanya banyak ajaran agama yang sudah out of date, Islam menghalalkan perbudakan, ada banyak ayat kebencian pada umat agama lain, ..”

      Jawaban saya:
      Perbudakan itu bukan produk agama Islam. Perbudakan sudah menjadi pola hidup seluruh umat manusia, sebelum Islam diturunkan pertama kali,. Bukan hanya di tanah Arab saja, tetapi nyaris di semua peradaban manusia, pasti ada perbudakan.

      Kemudian Islam diturunkan untuk menghilangkan perbudakan, dalam firman-Nya:
      “Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu ? (yaitu) MELEPASKAN BUDAK DARI PERBUDAKAN ” [QS.Al Balad 11-13]

      Nah, di tengah kondisi nyata seperti inilah Islam diturunkan di negeri Arab pertama kali. Karena tujuan akhir memang menghilangkan sistem perbudakan di muka bumi, maka Islam secara khas memang memiliki ciri, yaitu melakukan perubahan secara berangsur-angsur tapi pasti. Bisa jadi ayat yang Anda baca itu saat diturunkannya ayat itu belum melepaskan perbudakan secara keseluruhan. Sama halnya miras (khamr), ayat pelarangannya diturunkan secara berangsur-angsur. Awalnya dibolehkan, kemudian dilarang, hingga kemudian diharamkan. Begitulah pendekatan yg dilakukan Islam terhadap bangsa yg rusak parah di jaman jahiliyah.

      Kemudian Anda bilang soal Islam yg membenci umat lain. … wah jangan-jangan Anda salah memaknainya. Tunjukkan ayatnya di sini, mbak.

      Soal seks bebas, yg Anda maksud “seks pra nikah” itu salah satu diantaranya. Seks pra nikah jelas seks bebas, krn pelakunya tidak diikat oleh hukum perkawinan. Nikah mut’ah jelas seks bebas. Semuanya berdampak akan penyebaran STD. Nikah mut’ah dan kebiasaan kawin cerai bukan ajaran Islam.

      Soal Pornografi dan Miras, silakan simak saja argumen2 saya dalam menu:
      https://iwanyuliyanto.co/category/selamatkan-anak-bangsa/

      Dalam tulisan2 itu saya menyampaikan solusi-solusinya.

    • Perbudakan memang ada dimana2, maling, rampok, dimana2 juga ada, yang lucu adalah Islam yang seharusnya membuat manusia bijak justru membenarkan perbudakan tersebut.. Lebih lucu lagi adalah ketika di zaman modern manusia masih berpikir bahwa perbudakan itu layak dihidupkan karena dibenarkan oleh agama..

      Contohnya adalah ini:
      http://www.tempo.co/read/news/2011/06/08/115339481/Politikus-Kuwait-Cegah-Zina-Peliharalah-Budak-Seks

      Islam melarang perbudakan.?? Bohong besar..
      Siapapun yang paham Bahasa Indonesia pasti setuju bahwa ayat yang anda kutip sama sekali tidak secara literal menyebut pelarangan, hanya mengatakan bahwa perbudakan itu sukar dihapus (makanya dibuat dihalalkan)

      Nabi anda seperti orang yang putus asa, mengatakan budak itu susah dimedekakan, kemudian menjadikan alasan untuk menghalalkan perbudakan. Di ayat ini kita bisa jelas melihat bagaimana Islam justru menganjurkan muslim untuk berhubungan seks dengan budak:

      وَالَّذينَ هُم لِفُروجِهِم حٰفِظونَ
      إِلّا عَلىٰ أَزوٰجِهِم أَو ما مَلَكَت أَيمٰنُهُم فَإِنَّهُم غَيرُ مَلومينَ

      “… dan orang-orang yang MENJAGA KEMALUANNYA, (6) KECUALI TERHADAP istri-istri mereka atau BUDAK yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.”
      (Surah Al-Mu’Minun ayat 5 dan 6)

      Berupaya menghapus perbudakan tanpa aturan yang jelas adalah omong kosong, Abraham Lincoln percaya itu, terbukti dengan regulasi yang jelas dia mampu menghapus perbudakan di Amerika dan berpengaruh ke seluruh dunia. Masa nabi anda kalah sama manusia bisa.

      Dan anda pun melakukan kebohongan ketika menggunakan kalimat “berangsur-angsur tapi pasti” karena faktanya di Turki pada masa kejayaan Eropa pun ternyata masih terdapat banyak terdapat budak. Artinya Islam memang telah gagal menghapus perbudakan sekalipun telah eksis ratusan bertahun2 kalah dibanding Lincoln dengan konsitusi yang dia bangun dalam waktu singkat.

      Ayat Quran yang menunjukkan kebencian pada umat agama lain.?? Banyak sekali, paling gampang misalnya Surah al Bayyinah ayat 6, disana disebutkan bahwa kafir (non muslim) adalah makhluk yang paling buruk.

      Apa esensi kalimat ini selain caci maki dan kebencian.?? Orang yang menganggap orang lain salah namun mencintainya tidak akan menggunakan kalimat seperti ini, kalau salah ya utarakan dimana salahnya tanpa perlu menyebut mereka paling buruk, lebih rendah dari binatang, bahan bakar api neraka, dsb.

      Bayangkan anda punya anak yang cerdas, berprestasi, dan baik pada tetangga, tapi tidak hormat pada anda, apakah anda memilih menasihatinya dengan baik2 sambil introspeksi bahwa kemungkinan anda telah salah mendidik, atau anda langsung menyebut bahwa anak anda itu adalah manusia paling buruk lebih buruk dari babi.??

      Itu baru ayat yang menurut saya caci maki, belum ayat lain tentang anjuran perang dan pembunuhan. Misalnya di surah at Taubah ayat 29:

      “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) pada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah Dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

      Tuh, muslim dianjurkan untuk menumpas siapapun yang tidak percaya pada ajaran Islam. Dan jangan bilang ini ayat perang, karena berdasarkan asbabun nuzulnya, ayat ini tidak diturunkan dalam sutuasi perang, justru Muhammad ingin memulai perang dengan Persia dan Romawi saat itu.

      Nikah mu’ah (syiah), nikah misyar (sunni), nikah syri, itu dasarnya pake ajaran Islam mas, cuma penafsirannya berbeda dengan apa yang anda yakini, sama seperti FPI yang melakukan kekerasan juga landasannya ajaran Islam, cuma beda penafsiran dengan muslim liberal atau moderat.. Namanya agama, ya tafsir, keduanya bisa ngaku2 Islam, karena toh Islam tidak ada standar bakunya.

      Dan soal seks bebas, jangan hanya karena tidak ada pernikahan lantas dikatakan bebas, dan jangan hanya karena ada acara nikah maka dikatakan tidak bebas. Saya punya teman di Eropa, mereka tidak menikah dan punya anak, tapi hubungannya ga bebas, si pria musti kerja dulu, musti ngasi penghidupan sama anak, baru bisa hidup dalam satu atap..

      Nikah itu cuma ritual, faktanya yang udah kawin bisa bebas kawin cerai, apa bedanya nikah kontrak selama 1 bulan dengan nikah biasa lantas cerai dalam waktu 1 bulan.?? Faktanya dalam Islam perceraian bisa dilakukan dengan sangat muda, tinggal talak 3 beres.. Dimana letak ketidakbebasannya.?? Istilah seks bebas dan mengaitkan pernikahan dan STD itu adalah pemikiran kuno. Tuh di Jawa Barat banyak yang kawin cerai (bukan nikah mut’ah) tapi toh angka HIVnya termasuk tertinggi di Indonesia..

      Penting sekali ngomong pake data, biar ga absun yang berujung hoax. Anda bisa kritis pada tulisan orang lain, masa tidak mencoba kritis pada tulisan sendiri, setidaknya cek dan ricek dulu sebelum mengklik tombol “publish”

    • Banyak poin yg Anda sampaikan, dan saya akan meng-counternya, namun sepertinya ruangan komentar ini terbatas.
      Baiklah, saya akan siapkan jurnal khusus untuk menjelaskan soal perbudakan, ayat2 yg mengandung kebencian, dan tambahan soal seks bebas. Sabar ya, mbak Anindya… ntar kalo sudah kurilis, saya informasikan ke Anda.

      Soal link berita Tempo yg Anda sampaikan itu khan hanya berupa ide, belum ada realisasi implementasinya (maksudnya dilindungi UU). Dan sayapun perlu memeriksa sumber asli kebenaran informasinya.

      Oiya, yg saya maksud dg: “berangsur-angsur tapi pasti” itu adalah ketetapan hukum saat diturunkannya Al-Qur’an, artinya selama Rasulullah SAW masih hidup.

    • Oke saya tunggu.. 🙂

  14. Propaganda itu adalah tulisan anda sendiri. Argumen bahwa alkohol itu punya efek baik pada kesehatan adalah fakta yang didukung oleh penelitian ilmiah, bahwa pornografi tidak punya hubungan kausalitas yang signifikan terhadap kejahatan seksual di luar negeri adalah berdasarkan kajian ilmiah..

    Lha anda ngomong pake apa?
    Di Jepang orang biasa minum miras, pornografi dilegalkan, faktanya kriminalitas minim, orangnya beradab, negaranya maju, penduduknya sehat.

    Tuh di Saudi pornografi dilarang, wanita pakaiannya tertutup dan dilarang keluar malam, faktanya angka kejahatan seksual masih tinggi, bahkan di Mesir menurut survei hampir 90% perempuannya mengalami kejahatan seksual..

    Dan yakin bahwa anda bukan sebagai korban propaganda atau korban dogmatisme ajaran Islam? Mengutuk dan memperingati orang lain dengan azab dan bencana tapi anda lupa siapa umat yang saat ini nasibnya sedang terpuruk, umat mana paling miskin, umat mana yang pendidikannya paling rendah, umat mana yang tiap hari kerjanya perang dan bunuh2an, umat mana yang identik dengan teorisme? Mencoba menasihati tentang moralitas tapi anda lupa bahwa Aisyah dinikahi oleh nabi anda di usia 9 tahun, sebutkan dimana moralitas seorang kakek yang berhubungan seksual dengan perempuan yang seumuran cucunya? Anda lupa bahwa Islam melegalkan perbudakan seksual

    • Saya kasihan dg Anda yg sepertinya telah mempelajari Islam dan sejarahnya dari sumber yg membenci Islam, spt para orientalis abad 17-18 yg memanipulasi sejarah dan memutarbalikkan fakta. Alhamdulillah, sudah dibantah kebohongan2nya, namun sayangnya Anda masih membaca yg versi berita bohong, alias berita usang yang isinya gak valid.

      Seputar moralitas seorang kakek yang Anda tuduhkan silakan simak sebagian serial tulisan saya di sini:

      [Dialog] Benarkah Nabi Muhammad seorang Pedofil? Part 1.

      [Dialog] Benarkah Nabi Muhammad seorang Pedofil? Part 2.

      [Dialog] Tuduhan di seputar poligami Rasulullah. Part 1.

      [Dialog] Tuduhan di seputar poligami Rasulullah. Part 2.

      Logikanya, kalo tuduhan rendahnya moralitas itu benar, Islam sudah pasti akan musnah di awal perkembangannya. Faktanya justru kini perkembangannya semakin meningkat di banyak negara.

    • Islam identik dg terorisme?
      Data mengenai tindak terorisme yang dikeluarkan oleh FBI menunjukkan hal yang bertolak belakang dari stereotip bahwa “Islam agama Teroris”. Faktanya, tindak terorisme yang dilakukan oleh kelompok Yahudi dan ekstrimis kiri justru lebih banyak ketimbang yang dilakukan oleh mereka yang mengatasnamakan Muslim. Lihat pie chart di bawah ini:

      [sumber]

    • Ingin saya membaca tulisan anda, tapi baru baca satu artikel saya sudah geli. Bagaimana tidak, argumen anda dalam melakukan bantahan sangat konyol.

      Hadits dan sirah itu ibarat catatan sejarah, dan yang memuat cerita mengenai Muhammad yang menikahi Aisyah di usia 9 tahun itu kredibel, bisa dipercaya, alias shahih. Catatan sejarah tidak bisa dibantah dengan sebuah ayat Quran, itu logika Islam, bukan logika ilmiah. Sama seperti anda tidak bisa membantah bagaimana orang miskin diperlakukan tidak adil di Indonesia dengan mengutip UUD pasal 33.

      Ilustrasi:
      John: “Saya berkunjung ke Indonesia dan menemukan anak miskin ditelantarkan begitu saja”. (sambil melampirkan foto, video)
      Argumen John diamini oleh ratusan turis lain yang pernah berkunjung di Indonesia.

      Adalah lucu ketika Si Ucok yang orang Indonesia membantah hal itu dengan mengatakan: “Tidak benar bahwa orang miskin ditelantarkan, karena hal itu tidak sesuai dengan pasal 33 UUD Indonesia”
      __________

      Karena satu artikel saja sudah lucu, maka yang lain saya abaikan.
      Kenyataannya saya banyak menemukan bantahan yang mirip seperti itu, mengatakan bahwa perawinya pikun lah sekalipun hadits lain dikatakan shahih (ini kan namanya cherrypicking), ada pula yang mengatakan bahwa hadits lain yang matannya menyebut umur pembulatan (100 tahun) lebih dapat dipercaya, padahal siapapun yang pernah belajar survei tahu bahwa umur pembulatan seperti 50 tahun, 100 tahu, atau 120 tahun adalah angka yang tidak bisa dipercaya.
      __________

      Soal moralitas, lucu sekali anda mengaitkan moralitas dengan eksistensi, itu tidak ada hubungannya. Eksis tidak eksis tidak ada korelasi dengan kebaikan. Yakuza di Jepang masih eksis, Belanda saat menjajah Indonesia justru makin eksis, perampok di Somalia sekarang masih eksis.

      Faktanya Islam bisa menyebar karena menang perang, itu saja, tidak lebih, seperti halnya Kristen bisa menyebar karena berhasil menaklukkan Roma kemudian dilanjutkan dengan imperialisme ke seluruh dunia, seperti halnya Hindu yang pernah menyebar di Indonesia karena penjajahan Majapahit.

      Naif sekali menyebut Islam menyebar dan bertahan karena moralitas. 😀

      Faktanya umat agama di dunia saat ini persentase jumlahnya stagnan, yang artinya sangat sedikit ada perpindahan agama, ini jelas terjadi karena ketiadaan perang. Yang bertambah paling cuma karena beranak pinak, bukan karena sadar bahwa yang satu lebih bermoral ketimbang yang lain lantas pindah agama.

    • Cepat sekali Anda berkomentar. Terlihat sekali, Anda berkomentar di sini TIDAK BERNIAT untuk mencari kebenaran. Terlebih Anda hanya membaca sekilas artikel2 yg saya sodorkan.

      Tentang bantahan berdasarkan runutan sejarah, bacanya yg lengkap dooong, ada tuh saya jabarkan di bagian ke-2.

      Maaf, saya bukan tipe orang yg melayani debat dg orang yang tidak mau mencari kebenaran. Tunjukkan Anda adalah orang yang benar-benar mau mencari kebenaran.

    • Lanjut dari komen sebelumnya.
      Islam identik dg terorisme?
      Pertanyaannya:
      1. Siapa yg memulai Perang Dunia I ? Muslimkah?
      2. Siapa yg memulai Perang Dunia II ? Muslimkah?
      3. Siapa yg membunuh sekitar 20 Juta Suku Aborigin di Australia? Muslimkah?
      4. Siapa yg menjatuhkan bom atom di Hiroshima & Nagasaki? Muslimkah?
      5. Siapa yg membunuh lebih dari 100 Juta suku Indian di Amerika Utara? Muslimkah?
      6. Siapa yg membunuh lebih dari 50 Juta suku Indian di Amerika Selatan? Muslimkah?
      7. Siapa yg menjadikan 180 Juta rakyat Afrika sbg budak, dimana 88% tewas dan dibuang ke Lautan Atlantik? Muslimkah?

      Tidak, mereka bukan Muslim.
      Pertama, Anda harus definisikan dulu apa itu terorisme. Kebanyakan program 2+2=5 by media saat ini menyebut: jika pelaku kejahatan adalah non-Muslim, itu disebut kriminal; tapi bila pelakunya Muslim itu disebut teroris. Is it fair?
      Maka coba hilangkan double standard itu, then come to the point!

    • Lagi, soal Islam dan terorisme, bedakan dulu lah mana kejahatan atas nama agama, mana kejahatan karena politik, dan mana kriminalisme biasa. Jangan sembarang comot siapa pelaku kemudian mengaitkan perbuatan dengan agamanya.

      Masa mengaitkan terorisme gank narkoba di Meksiko dengan Kristen, emang ketika bertransaksi dan adu tembak dengan polisi mereka teriak Yesus hu Akbar?? Apa mereka ngerampok sambil bawa alkitab??

      Yang begini saja anda tidak paham.
      Ini semakin menunjukkan bahwa anda sendiri korban propaganda, sekaligus agen penyebar propaganda. 🙂

    • Kondisi umat Islam di dunia saat ini ya sama dg kondisi rakyat Indonesia saat berjuang melepaskan diri dari penjajahan. Ketika rakyat Indonesia memberontak, mereka disebut ekstrimis dan teroris. Sama halnya ketika Palestina memberontak, mereka disebut teroris.

      Mental penjajah itu punya semangat besar untuk mengadu domba. Sama halnya, Israel yg masih bernafsu membangun Negeri Israel Raya. Kalo Anda baca detail sejarah perang di Timur Tengah, akan terlihat bagaimana Israel mengadu domba negeri2 di sekelililngnya, demi terwujudnya Israel Raya. Itulah mengapa konflik lama terpelihara di sana. Tapi media 2+2=5 membelokkan opini seolah-olah perjuangan melepaskan diri dari penjajahan disebut sbg terorisme.

      Untuk kedua kalinya saya bilang: Maaf, saya bukan tipe orang yg melayani debat dg orang yang tidak mau mencari kebenaran. Tunjukkan Anda adalah orang yang benar-benar mau mencari kebenaran. Hanya membaca bantahan saya atas tuduhan di seputar moralitas Rasulullah saja, Anda malas.

    • Siapa yang memulai perang dunia 1?
      Lho, ga tau kalau perang di Eropa tengah dimulai oleh seorang teroris muslim bosnia yang membunuh Pangeran Austria?

      Benar bahwa orang eropa melakukan pembunuha, tapi bukan berarti bahwa muslim menjadi baik. Faktanya muslim juga melakukan pembunuhan pada puluhan juta umat Hindu dan Buddha di Asia Barat dan Setelan, juga jutaan umat Kristen di Eropa saat Sultan Ottoman berkuasa.

      Mencari kesalahan umat agama lain kemudian mengira dirinya baik adalah sebuah bentuk kesesatan logika yang disebut tu quoque
      Sama seperti maling, tidak bisa membela diri di polisi hanya dengan menunjukkan bahwa orang lain adalah seorang perampok dan pembunuh. Penjahat tetaplah penjahat.

      Tapi lagi, bicara soal kejahatan dan agama, harus bedakan dulu mana kejahatan bermotif agama dan mana yang tidak. Soeharto membunuh ratusan aktivis, Soeharto adalah muslim, tapi jelas kita tidak bisa mengaitkan perbuatannya dengan Islam. Begitu pula soal imperialisme eropa dengan Kristen, ketika faktanya Eropa tidak begitu aktif melakukan kristenisasi dan justru mereka melakukan imperialisme pasca renaissance.

    • Bung, saya hanya minta Anda membaca tulisan saya dg jeli. Case by case dibahas sampai selesai, baru lanjut pembahasan berikutnya dari sekian banyak opini yg Anda sampaikan pada komentar pertama.

      Lha ini baru saja membahas SATU SAJA permasalahan seputar moralitas Rasulullah saja Anda sudah malas baca. Padahal bagi saya ini fundamental sebelum membahas opini Anda yg lainnya.

      Paham?!

    • Lol, ngebom orang tidak berdoa, ngebom rumah ibadah, penggal wartawan asing, mau disamakan dengan pejuang penjajahan. 😀
      Semakin terlihat mana muslim yang ngaku moderat tapi aslinya mengamini tindakan terorisme yang dilakukan muslim ektrimis. Bilang prihatin dan kutuk mengutuk, tapi dalam hati “alhamdulillah”

      Saya sudah baca kok tulisan konyol anda, dan sudah saya bantah, kalau anda memang niat mencari kebenaran (bukan cuma tukang copas yang sok menjudge orang lain) mustinya anda yang membantah analogi hadits-quran dan fakta-UUD yang saya berikan.

      Lha, ngasi satu bantahan aja kagak, tapi pengen biar orang lain baca semua. Dimintai referensi soal miras, prnografi, dan seks bebas belum dikasi, pengen argumen dalam topik lain dibaca semua. Anda mau diskusi apa ceramah monolog?

      Lagi, bicara soal konspirasi dan konflik Israel-Palestina tanpa ada dasar sejarahnya sama sekali. Apa ini namanya bukan hoax? Propaganda?? Nih baca tulisan ini biar ngerti gimana sejarah konfliknya:
      http://media.kompasiana.com/buku/2013/04/22/benarkah-israel-mencaplok-palestina-549252.html

      Bagus anda bisa mengkritisi Tempo, sayangnya manusia kadang sulit ketika mengkritisi kelompok atau ideologinya sendiri, anda adalah contohnya. Bisa minta bukti tranfer rekening, masa gak bisa nyari bukti penyerahan wilayah kekuasaan dari British ke Arab Palestina, teori konspirasi murahan dipercaya.

    • Wow wow woow… makin melebar komentar Anda kemana-mana. Fokus lah, bung.
      Menurut saya, Anda sama sekali BELUM MEMBANTAH SECARA ILMIAH argumen saya soal moralitas Rasulullah. Saya tunggu bantahan Anda pada ruang komentar artikel tsb, yg link2nya saya kasih di atas.

      Kalo sudah clear, kita bisa lanjut ke soal miras, pornografi, seks bebas, perbudakan, dan lain-lain. Lagipula ada banyak materi di dalam blog ini soal itu.

      Dan saya pikir, saya harus mengambil tindakan menghapus komentar Anda berikutnya BILA tidak sesuai konteks. Saya menghargai Anda bila punya niat yang baik berdiskusi secara sehat. Paham?!

    • Iseng baca link kedua, ketemu tulisan ini:
      “Semua anak Abu Bakar radhiallahu ‘anhu yang berjumlah 4 orang dilahirkan pada Zaman Jahiliyah dari 2 isterinya. Riwayat ini terdapat dalam kitab Tarikh Al-Mamluk karya Al-Thabari.

      Hihi, geli baca ini, asli ngawur.
      Anda copas atau baca terjemahan tabari secara langsung, karena dari yang saya baca (dicopas ya), Tabari tidak menyebut bahwa keempat anaknya lahir di zaman Jahiliyah, yang benar adalah “Anak Abu Bakar jumlahnya 4 yang merupakan anak dari istri yang ia nikahi di zaman Jahiliyah”

      Sumber
      http://islamport.com/w/tkh/Web/2893/914.htm

    • Komentar Anda tidak membantah apa-apa soal kapan kelahiran ‘Aisyah radhiallahu ‘anha 🙂

      Komentar di halaman artikel itu aja, bung, jangan di sini, biar lebih fokus.

    • Ahahaa, kocak sekali.
      Katanya minta dibantah, sudah dibantah sekarang bilang tidak membantah dan maksa biar komentar bantahannya diposting langsung di post.

      Mas, yang namanya admin blog itu bukan cuma sebagai owner yapi juga sebagai moderator, kalau ada komentar yang anda rasa ga pada tempatnya bisa dihapus atau dipindah ke artikel yang lain.
      Perlu saya ajarin gimana caranya mindahin komentar?

      Tapi oke lah, saya tinggal copy paste aja jawaban saya yang tadi, silahkan anda tanggapi di artikel anda tersebut.

    • azfiamandiri says:

      Pak Iwan, klo ngebalas dua orang kaya gini jangan kepanjangan.. kasih link aja.. soalnya mereka salah fatal dalam 2 hal : pengetahuan ke-Islamannya yang kurang, dan opini yang hanya berdasar kajian teori semata, bukan riset lapangan.

      Blog anda telah diakui oleh MUI, itu sudah cukup membuktikan bahwa anda seorang yang kapabel.

    • anotherorion says:

      si candra lucu amat ya, aku jatah ketawa wae mas iwan, ora sudi ngadepi bocah lucu ngene iki :v :v

  15. limaumanes says:

    pelepasan tanggung jawab :). sangat bagus tulisanya pak

  16. musayka says:

    kalau ditempat saya 1×1 : 500.000 pak hehehe *juragan tanah

  17. Rini says:

    Kenyataannya sudah separah itu ya Pak. Ketika tidak korupsi hanya satu2nya acuan kebaikan.

  18. pemikirulung says:

    akhir zaman memang pak

    memang mesti ikut menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan propaganda. bikin pencerdasan ke masyarakat. kagum deh sama pejuang yang melawan propaganda2 ini

  19. Dyah Sujiati says:

    Pokoknya nggak korupsi! Okeh!

  20. bener banget ini pak…

    kebenaran yang menjadi bagian dari fitrah manusia menjadi asing kembali saat ini. -__-“

  21. JNYnita says:

    Jd inget masa2 aku senang belajar NLP.. Setiap hari manusia menerima informasi dan akan diolah di otak, informasi ini bisa diterima plek2, bisa didistorsi, bisa dimentalkan tergantung filter yang ada. Filter ini ya prinsip2 kita,, kayaknya banyak orang yang gak punya prinsip sehingga mudah digiring arus informasi..

    Aku pun sempat alami bencana bingung itu, masih fresh, tahun lalu.. Sebelumnya aku punya prinsip ini dan itu, tapi doktrin dr luar begitu kencang hingga akhirnya aku manut, jadilah aku mengalami yg namanya krisis kepribadian. Butuh waktu khusus utk kembali mengenal diri sendiri, untuk tau lagi apa yang kumau. Skrg aku udah lumayan bisa menolak sesuatu yang gak sesuai dgn prinsipku dan bisa menjelaskan alasan aku menolaknya..

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: