Home » Selamatkan Anak Bangsa » Laporkan Minimarket dan Pengecer Pelanggar Permendag No.06/2015

Laporkan Minimarket dan Pengecer Pelanggar Permendag No.06/2015

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

Alhamdulillah, mulai hari ini, 16 April 2015, minimarket dan toko pengecer sudah tidak boleh lagi menjual segala jenis minuman beralkohol (minol) dan minuman keras (miras). Ini sesuai dengan Permendag No.6 Tahun 2015 tentang Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. Di Permendag ini, minimarket dan toko pengecer lainnya dihapus dari kelompok tempat yang boleh menjual minol eceran. Tentu saja, ini adalah kabar baik bagi kita yang peduli bahaya peredaran minol dan miras.

Pada hari ini, batas tolerensi sudah usai!
Semua minimarket dan toko pengecer harus bersih dari segala jenis minol dan miras. Dan mulai hari ini, semua relawan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) akan turun ke lapangan memantau minimarket apakah masih ada yang bandel menjualnya.

Silakan kumpulkan data / fakta / foto / lokasi minimarket dan toko pengecer yang masih menjual minol, kemudian:

  • Kirim SMS ke 0815-1522-2222 (Kemendag RI) / 0816-921-999 (GeNAM) atau
  • Via twitter dengan mention @kemendag / @RachmatGobel / @AntiMiras_ID, atau
  • Email ke bapokstara@kemendag.go.id / contact.us@kemendag.go.id / info@antimiras.com

miras
Jadi, aktivitas #LaporkanMiras ini hanya mengawasi, bukan sweeping. Inilah cara kita yang elegan, bukan dengan kekerasan.

Mengapa kita harus memantau langsung?
Berdasarkan hasil pemantauan selama 3 bulan masa tolerensi yang diberikan atas Permendag No.06/2015, masih banyak minimarket yang bandel menjual bebas minol dan miras kepada siapa saja dan kapan saja. Toleransi 3 bulan ditujukan agar pengelola minimarket bisa bersih-bersih barang dagangan haramnya, bukan menghabiskan stok mirasnya dengan menjual kepada siapa saja. Namun, menurut laporan Ibu Fahira Idris (Senator RI dan Ketua GeNAM), GeNAM menerima ribuan email yang melaporkan kebandelan minimarket yang masih saja menjajakan mirasnya.

Harus diakui, sejak menjamurnya minimarket dan convenience store, peredaran minol dan miras makin mengkhawatirkan, karena dijual bebas di sana, bahkan disediakan tempat minumnya pula secara terbuka. Remaja dibawah umurpun bisa bebas membelinya, hampir tanpa pengawasan.

Aturan sebelumnya, Perpres No.74 Tahun 2013 dan Permendag No.20 Tahun 2014 tidak cukup tegas melarang penjualan minol dan miras di minimarket. Perpres No.74 Tahun 2013 malah memberi peluang daerah bikin aturan sendiri tentang tempat-tempat penjualan minol dan miras. Perpres cuma mengatur rambu-rambu lokasinya, seperti tidak boleh menjualnya dekat sekolah, Rumah Sakit atau tempat ibadah. Padahal dalam prakteknya, rambu-rambu ini banyak dilanggar, karena banyak minimarket yang dekat tempat-tempat tersebut yang menjual miras. Ini juga yang membuat Gubernur Ahok akan membuat Pergub yang membolehkan menjual miras di minimarket. DKI Jakarta mempunyai Perda No.8 Tahun 2007, hanya mengatur bahwa penjualan miras harus memiliki ijin. Maka dengan terbitnya Permendag ini otomotis menggugurkan peraturan kepala daerah di seluruh Indonesia yang masih membolehkan minimarket dan convenience store menjual minol dan miras. Jangan lagi alasan penjualannya diawasi dan memakai batasan umur, padahal faktanya pengawasannya lemah.

Oleh karena itu, dengan segala hormat kepada semua gubernur / bupati / walikota, mohon dukung pelarangan ini demi melindungi anak / remaja dari bahaya miras. Berilah instruksi khusus kepada jajaran Anda (Disperindag, Satpol PP, instansi lainnya) untuk proaktif. Dengan mengawasi minimarket / toko-toko pengecer di wilayahnya masing-masing dan memastikan tidak ada lagi miras di lingkungan kita.

Kabar gembiranya, dalam waktu dekat ini GeNAM akan meluncurkan aplikasi #LaporMiras yang bisa diunduh lewat smartphone [Suara Jakarta]. Aplikasi ini akan memudahkan masyarakat jika ingin melaporkan pelanggaran penjualan miras di seluruh Indonesia. Teman-teman tinggal memfoto dengan smartphone tersebut tempat dimana miras dipajang dan minimarket / toko-toko pengecer yang bandel, yang masih jual miras. Nanti sistem secara langsung mendeteksi lokasi dan waktu pengambilan gambar. Semua data yang masuk akan GeNAM serahkan ke Kementerian Perdagangan RI.

Kepada pemilik minimarket dan toko pengecer untuk tidak lagi coba-coba menjual miras. Usaha Anda tidak akan bangkrut hanya karena tidak menjual miras. Dulu, sebelum Permendag No.06 Tahun 2015 keluar, banyak minimarket di Cirebon dan Depok tidak menjual miras karena memang dilarang atas dasar Perda, dan nyatanya tidak ada minimarket yang bangkrut karena tidak menjual miras, bahkan di kedua daerah ini minimarket semakin menjamur. Tanpa miras, toko Anda bisa mendatangkan berkah-Nya. … Bukalah hati dan kooperatif-lah atau izin usaha Anda dicabut!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
16/04/2015

——————–
Artikel terkait:

Advertisements

17 Comments

  1. Udah ada peraturannya ya Mas Iwan? Baguusss…

    Sepengamatanku beberapa hari ini lemari es mart2 yang bagian minuman alkohol emang kosong mas Iwan… tapi kemaren udah diisi lagi…

    Oya ini tulisanku ****mart yang jual bir ke anak2 n remaja..

    https://firstychrysant.wordpress.com/2015/02/06/anak-anak-beli-bir-di-mart/

  2. Siap, Pak Iwan… Dicatat nomornya…

  3. anotherorion says:

    semoga laporan dan responnya bisa semakin cepat dan tindakan yang diambil pun tidak kalah cepat

  4. Alhamdulillah.. pernah ketemu bbrp anak seusia esde ambil minuman beralkohol alfa/indo (lupa) sy tanya kelas berapa, kok beli minuman alkohol, anaknya cuman mrenges saja :/

  5. kasamago says:

    Seharian patroli ke warung2 n minimarket, alhamdulilah Permendag sdh bnyk yg mematuhi. tgl bgmna pngawasan intens kdpan. slm ad permintaan-penawaran peredaran minol ttp menyala..

    Peran serta masyarakat adlh senjata utama.. Stop Miras, Hidup Air mineral.

  6. Dyah Sujiati says:

    INSYAALLAH SIAP BERPARTISIPASI

  7. katacamar says:

    wajib dukung, demi anak bangsa demi masa depan yang lebih baik 🙂

  8. jampang says:

    biasanya sabtu pagi saya ke mini market, akan saya cek dan laporkan jika ada

    insya Allah

    • Terimakasih, sudah mendukung #LaporMiras, Pak Rifki.

      Gak perlu ribut dengan penjual, cukup laporkan saja.
      Boleh kalau sekedar mengingatkan sanksi-nya, siapa tahu belum nyampe infonya ke pemilik usahanya.

  9. ghozaliq says:

    semua demi ketentraman dan masa depan bangsa,
    nanti nyoba muter2 deket kos, setahu saya ada salah satu minimarket yang isinya begituan semua di dekat kos saya.

    • Terimakasih, sudah mendukung #LaporMiras, Pak Ghozaliq.

      Gak perlu ribut dengan penjual, cukup laporkan saja.
      Boleh kalau sekedar mengingatkan sanksi-nya kalo membandel.

  10. kerenlah, nanti bisa sambil jalan jalan ke indomaret dan alfamaret, masih ada ga ya…

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat