Home » Motivation » Siapa Aktor Dibalik Arwah Gentayangan?

Siapa Aktor Dibalik Arwah Gentayangan?

Blog Stats

  • 1,991,190

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,850 other followers

Bismillah …

Dalam seminggu belakangan ini di berbagai media nasional heboh berita tentang seorang pelacur yang tewas dibunuh pelanggannya di tempat kos nya. Kasus sejenis (pelacur yang dibunuh) sebenarnya adalah hal yang bisa dikatakan sering terjadi di negeri ini. Gak percaya? Coba saja lakukan pengamatan selama sebulan atas berita di koran-koran yang didominasi informasi seputar kriminalitas. Pekerjaan pemuas nafsu lelaki hidung belang memang beresiko sangat tinggi. Ya bagaimana tidak … berpelukan di dalam sebuah kamar dengan lelaki yang baru dikenalnya itu khan sama dengan menyerahkan separuh nyawanya di tangan (bisa jadi seorang) psikopat.

Cukup sampai segitu dulu intronya.

Selanjutnya, saya tidak ingin membahas latar belakang sisi korban maupun tersangka dalam kasus pembunuhan di tempat kos kawasan Tebet, Jakarta Selatan itu. Biarkan mereka masing-masing kini mempertanggung-jawabkan perbuatannya, baik yang sudah berada di alam barzakh maupun yang masih berada di dunia. Dalam tulisan kali ini, saya ingin menyoroti hal di luar kasus tersebut namun masih berkaitan, yaitu berita tentang munculnya rasa takut diantara mereka yang berada di lingkungan kos-kosan korban pembunuhan. Beberapa media memberitakan orang-orang yang berada di lingkungan kos-kosannya merasa dihantui arwah korban, sampai memutuskan untuk segera pindah dari kosan tersebut.

Seperti inilah judul-judul berita yang beredar:

arwah gentayangan
Sungguh menyedihkan … betapa kisah misteri, film, sinetron, dan acara reality show di televisi yang berbau mistis berhasil mencuci otak masyarakat kita. Dari judul-judul berita sensasional tersebut di atas, bisa jadi kelak akan muncul sebuah film layar lebar yang terinspirasi kasus itu dengan judul yang tak kalah sensasional: “Pembalasan Arwah Pemuas Nafsu Online”. Pfffiuuhhh…

Di lingkungan masyarakat kita memang sudah tak asing lagi dengan istilah arwah gentayangan. Kita ini tinggal di tengah-tengah masyarakat yang percaya dengan berbagai mitos. Mereka percaya bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali berupa roh. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang matinya tidak wajar seperti bunuh diri ataupun dibunuh orang lain maka rohnya penasaran. Roh tersebut akan meminta sesuatu agar rohnya bisa tenang.

Namun, apakah ajaran Islam meyakini adanya arwah gentayangan?

[Catatan: sebenarnya istilah ‘arwah’ adalah bentuk jama’ dari roh. Namun karena dalam Bahasa Indonesia sudah mengadopsi kata ‘arwah’ yang artinya jiwa orang yang meninggal. Maka selanjutnya saya akan gunakan istilah arwah agar mudah dipahami oleh umum. Simak: http://kbbi.web.id/arwah ]

Alhamdulillah, sejak saya masih kecil telah diberikan pemahaman oleh guru ngaji saya bahwa seseorang setelah meninggal dunia, di alam barzakh HANYA akan disibukkan oleh salah satu dari dua perkara ini: nikmat kubur dan siksa kubur. Orang yang shalih akan mendapatkan nikmat di kubur, sedangkan orang kafir akan mendapatkan siksa kubur. Jelas dan tegas.
Jadi, kalau dibikin sibuk sejak berada di alam kubur, bagaimana mungkin mereka sempat bergentayangan dengan berbagai motif misal balas dendam, menolong temannya yang masih hidup, mendatangi rumahnya, mencari kesenangan lain di dunia, apalagi hidup lagi dalam rupa yang lain sebagaimana yang diajarkan dalam keyakinan re-inkarnasi?

Islam tidak meyakini kebenaran adanya orang yang sudah meninggal kemudian arwahnya gentayangan menghantui orang yang masih hidup karena diduga mati penasaran. Mau orang itu mati dibunuh, mati bunuh diri, mati kecelakaan atau apapun bentuk kematiannya maka it’s over. Orang yang mati tidak akan pernah bisa balik lagi menyeberang dari alam barzakh-nya kembali ke dunia fana ini.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:


حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ
لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan. [QS. Al-Mu’minuun: 99-100]

Ayat tersebut memberitakan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil bisa kembali ke dunia, kecuali dibangkitkan setelah hari kiamat. Juga melalui ayat tersebut, Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahu tentang keadaan orang kafir ketika di ambang kematian, bagaimana harapan mereka dan permohonan mereka untuk dikembalikan ke dunia, agar mereka bisa memperbaiki amalnya, sehingga bisa mendapat kebahagiaan ketika di akhirat. Namun ini hanyalah harapan kosong, yang tak akan pernah terwujud. Karena sebentar lagi mereka akan menghadapi alam kubur. (Tafsir Ibnu Katsir, 5/493).

Apakah orang yang mati bisa melihat orang-orang yang ditinggalkannya?

Memang ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya. Seperti yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Nabi sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, jika jenazah itu orang yang shalih ia berkata: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi jika ia tidak shalih, ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, akan kalian bawa kemana aku?’ Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur.” [HR Bukhari].

Arwah tersebut HANYA melihat dan merasakan perlakuan orang-orang terhadap dirinya yang sudah mati. Selanjutnya arwah bisa melihat dan merasakan kondisi keluarga yang ditinggalkannya, apakah bahagia atau tidak. Jadi, tidak ada gunanya meminta pertolongan kepada orang yang sudah mati. Sungguh itu perbuatan yang sia-sia, karena sejatinya arwah tidak bisa berbuat apa-apa. Lebih baik memanjatkan do’a agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa arwah, dan berharap ditempatkan di tempat yang layak di akherat. Do’a anak shalih kepada orang tuanya yang sudah meninggal dunia insya Allah diterima.

Lantas, bagaimana dengan adanya kesaksian orang yang diganggu hantu, atau mengalami apa yang disebut penampakan?

Di dalam acara-acara reality show supranatural atau kisah-kisah misteri di majalah / koran sering ditampilkan adanya kesaksian mereka berinteraksi dengan arwah seseorang (yang sudah mati), kisah orang yang kesurupan / kemasukan arwah, atau kisah-kisah gangguan lainnya oleh arwah terhadap mereka yang hidup di dunia. Kesaksian mereka bisa saja benar, bahwa mereka benar-benar ‘diganggu’ oleh makhluk gaib. Nahh.. masalahnya bukan ada atau tidak ada orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam hal mengalamatkan siapakah yang mengganggu atau menakut-nakuti itu.
Ingat pembahasan saya di atas!
Jika anak Adam sudah mati, maka selesailah sudah hidupnya diatas dunia ini. Jika kemudian muncul penampakan yang menyaru orang yang sudah mati, maka jelas dia bukan arwah gentayangan dari orang itu sendiri, namun hanya permainan jin nakal. Apa yang selama ini diyakini oleh banyak orang tentang hantu hanyalah tipu daya setan dari bangsa jin. Setanlah yang menyamar sebagai orang yang telah mati seperti dilihat oleh orang-orang yang tertipu. Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, atau orang saleh, atau orang jahat. Karena hanya setan (dari bangsa jin) yang diberi kemampuan oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa, “Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia seperti aliran darah.” [HR. Bukhari Muslim].

Yang menyedihkan… banyak acara di televisi yang berjenis paranormal-activity yang mendangkalkan akidah. Misalnya tema adanya tempat yang dianggap angker, lalu si host acara atau sang dukun berkata bahwa di situ dulu ada orang yang mati penasaran sehingga sampai hari ini masih suka menampakkan diri pada manusia yang hidup.

Jika dia tidak membawa-bawa agama atau tidak menggunakan atribut agama Islam di dalam acara itu sih gak masalah, itu haknya terkait profesinya sebagai dukun. Tetapi kalau dukun tersebut berjubah ustadz / kyai dan merapalkan potongan ayat-ayat Al-Qur’an seolah menampilkan diri sebagai wakil Islam, maka ini yang perlu diluruskan agar akidah umat tidak menjadi rusak. Islam tidak mengajarkan yang begituan. Kalau Anda menjumpai acara tersebut di televisi, sebaiknya segera laporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar acara tersebut dihentikan penayangannya dan pengelola acara tersebut diberikan teguran.

Hingga kini… media, film, dan buku / novel masih terus membangun opini yang salah kaprah soal hantu. Bisa jadi latar belakangnya adalah bisnis dan uang semata. Bisnis yang segmennya menjual ketakutan.

Sekali lagi saya ingatkan bahwa yang sering dianggap sebagai penampakan dan kemudian mengganggu manusia itu adalah jin iseng, jin nakal, atau setan (dari bangsa jin) yang punya stretegi dalam menggelincirkan iman seseorang agar makin jauh dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Misal, minta bantuan ‘orang pintar’ agar dihindarkan dari gangguan sesuatu yang dianggapnya arwah gentayangan. Lha… seperti ini khan jadinya malah musyrik, menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Itu dosa besar. Kalau sudah musyrik, sholatnya pun gak akan diterima. Kalau kemudian mati dalam keadaan masih musyrik, wah naudzubillahi mindzalik!

Kini Anda sudah tahu siapa aktor dibalik arwah gentayangan. Yang ternyata aktor pengganggunya cuma jin yang iseng. Anda masih takut?

Yaelah… bro… sis…
Kita ini diciptakan dan dikasih kedudukan yang lebih mulia atau lebih tinggi dari setan, sehingga saat penciptaan manusia yang pertama kali, setan pun diminta sujud pada manusia, … lha kok Anda ini merasa minder di hadapan para setan. Jangan seperti itu lah … 🙂


وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلً

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” [QS. Al-Israa’ : 70]

Dulu waktu masih bujang, saya pernah nge-kos sendirian, tinggal di sebuah kamar di lantai dua -yang kata tetangga di sekitar rumah tersebut- dikenal angker, karena dulu pernah dihuni orang yang kemudian ditemukan mati bunuh diri di kamar tersebut. Selama berbulan-bulan saya tinggal di sana, gak menemukan kejadian yang aneh-aneh. Setiap harinya berjalan biasa saja.

Tips … kalo cari kos-kosan, carilah yang katanya dibilang angker tapi rada mewah dengan fasilitas lengkap. Pemiliknya pasti banting harga tuh biar laku. Khan jadinya malah menghemat lebih banyak. Yang penting setiap harinya rumah tersebut dihidupkan dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan menghiasinya dengan qiyamul lail.

Jangan mati gaya dihadapan para setan. Tidak ada yang perlu ditakutkan.
Life is too short to worry …

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
21.04.2015

Advertisements

47 Comments

  1. aja rumangsa says:

    hallo.
    itu seharusnya gurunya anda harus belajar lagi.
    orang tidak akan gentayangan jika orang itu sudah bisa pulang ke asalnya, sementara dari sekian milyar manusia di planet bumi, hanya beberapa yg bisa benar2 kembali ke asalnya.

    sedangkan yg lain? kalau ingin membuktikan, silakan dilihat sendiri orang yg baru saja mati, ke mana arwahnya.

    banyak orang ingin mati khusnul kotimah, sedangkan jalan untuk pulang saja tidak tahu. lantas bagaimana bisa khusnul kotimah. paling2 setelah mati bingung, tidak tahu harus ke mana, bahkan tidak sadar kalau sudah mati.

    kalaupun itu adalah perwujudan jin qorin, lalu ke manakah jin ismar, jin jin fatruk, dan jin baqha? karena keempatnya selalu bersama, tidak mungkin sendiri2.

    berbahagialah orang yang bisa melihat daripada hanya mendengar doktrin. oleh karena yang didoktrin belum bisa membuktikan sendiri.

  2. sari says:

    Akhirnya sdh ada yg menjelaskan dgn bahasan yg lengkap…trimakasih mas…sy pribadi jg sering geregetan sndri ketika mendapati ternyata msh banyak yg blm paham konsep orang mati lantas mengait2kannya dgn penampakan, roh gentayangan dsb…

  3. agustinus says:

    pak iwan ap yg dmksud jin qorin,, apkh setiap manusia ada jin qorin nya,,, ?? dan apakh juga bisa dilihat oleh orang yang berkemampuan supranatural

    • Jin Qorin itu jin yg ditugasi untuk mendampingi setiap manusia dgn tugas menggoda dan menyesatkannya, shg termasuk setan dari kalangan jin. Lihat QS. Qaf: 27

      Apakah setiap manusia ada jin qorin?
      Ya. Dari Ibnu Mas’ud r.a., Rasulullah SAW bersabda, “Setiap orang di antara kalian telah diutus untuknya seorang qorin (pendamping) dari golongan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk Anda, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk saya, hanya saja Allah membantuku untuk menundukkannya, sehingga dia masuk Islam. Karena itu, dia tidak memerintahkan kepadaku kecuali yang baik.” (HR. Muslim)

      Dengan berakhirnya usia manusia, maka jin ini akan meninggalkannya, krn tugas yg dia emban telah berakhir.

      Apakah juga bisa dilihat oleh orang yg berkemampuan supranatural?
      Tidak.
      ”Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (QS Al-A’raf: 27).
      Imam Syafii menegaskan, bahwa berdasarkan ayat di atas, manusia tidak mungkin melihat jin. “Siapa yang mengaku dapat melihat jin, maka kami tolak kesaksiannya, kecuali nabi.”

      Jin dapat dilihat namun bukan dalam bentuk aslinya, tetapi bila ia mengambil bentuk yg sesuai dgn potensi penglihatan manusia.

  4. hadi says:

    sippp setuju banget coz saya gak percaya barang gituan gmnpun ganggu saya n nampakin wujudnya sejelek n semenakutkannya itu emng sumpahnya dia buat nakutin umat manusia aku sih masi lebih takut sama ibuku dia yang melahirkan saya hehehe:D

  5. Tisna Egar says:

    Salam kenal.. Saya sudah lama mengikuti blog nya mas. dan alhamdulillah banyak materi yang mencerahkan.. sukses terus mas, terus berbagi dan menginspirasi 🙂

  6. kekekenanga says:

    iya bener itu Pak, yang mengganggu manusia itu adalah jin nakal.
    Aku juga agak nggak suka dengan acara televisi yang seakan2 menangkap gambar hantu penasaran dengan menghadirkan org2 indigo, nggak mutu banget.

  7. yuyu says:

    Bner dech, tapi kalo namanya padam listrik pastinya biqin mati gaya 😀

  8. araaminoe says:

    Jadi tidak ada alasan lagi untuk takut dengan yang namanya hantu or whatever itu ya 😉

    Hantu dalam tulisan saya itu hanya lebih mengacu kepada persamaan -yang buat saya- dengan yang saya sebutkan disana, jadi sama sama serem gitu… 😆

    • Alhamdulillah … iya, mbak Asmie.

      Allah sudah memerintahkan setan sujud kepada manusia sbg bentuk penghormatan (atas dipilihnya bangsa manusia sbg khalifah di muka bumi). Masak kita jadi mati gaya di hadapan setan hanya gara-gara dikibulin kisah-kisah fiksi 🙂

  9. Abi Sabila says:

    Sudah waktunya kita untuk berpikir dan bersikap cerdas, jangan hanya penampilan yang ditonjolkan tapi pola pikir dan keimanan justru mengalami penurunan. Bagi mereka yang merasa takut dengan kehadiran arwah gentayangan, tidakkah mereka mengambil pelajaran? Bertaubatlah selagi ada kesempatan.

  10. alrisblog says:

    Prihatin dengan banyaknya pelaku pengejar harta duniawi dengan jalan pintas.
    Bagaimana dengan ritual mengusir jin orang kemasukan? Apa diperbolehkan pak Iwan?

    • Jin akan selalu berupaya menggoda manusia, salah satunya adalah dengan memasuki jasad manusia.
      Kalo sudah begini, orang yang kemasukan tentu harus ditolong.

      Nahh… ritual seperti apa yg diharamkan? dan mana yg diperbolehkan?
      Mas Alris bisa menyimak jawaban saya untuk mas Priyo (anotherorion) dan mas Hendro (Yudi Hendro) di bawah ini.

  11. anotherorion says:

    mas iwan aku denger orang yang meruqyah dan minta diruqyah katanya g iso mlebu suarga mergo dianggep syirik, terus piye kuwi mas?

    btw aku ra seneng pilm/acara sik ana setan2ane meskipun mung model wahana rumah hantu nang pasar malem, ora seneng2a

    • Ahmad says:

      Mlebu Lawang Sewu bengi-bengi, wani pora?

    • Ruqyah dianggap syirik?
      Jawabane bisa iya, bisa tidak.

      Kalo praktek ruqyah jahiliyyah jelas hukumnya haram, pelakunya dianggap syirik. Sedangkan Ruqyah Syar’iyah dibolehkan dalam Islam.

      Praktek ruqyah jahiliyyah itu spt apa?
      Contohnya: memenuhi permintaan jin (biasanya ngajak ngobrol jin yg masuk pd tubuh orang yg di ruqyah); ruqyah yg dibacakan oleh dukun / tukang sihir; bersandar hanya pd ruqyah, bukan pd Allah; Mencampuradukkan ayat2 Al-Qur’an dgn bacaan lain sing mbuh artine opo gak jelas; meminta bantuan jin; bersumpah kepada jin; ruqyah pake sesajen atau alat2 yg mengarah pd syirik.

      Saat ini memang banyak yg mem-praktekkan ruqyah serampangan, ngawur, yg mempraktekkan cara2 jahiliyah dg dicampur-adukkan dg ayat2 Al-Qur’an. Pelaku asline dukun, ning berjubah ustadz. Kelihatannya islami, pake awalan bismillah. Lucunya lagi, udah jelas menyesatkan tapi dikasih panggung di media televisi.

      Praktek ruqyah yg benar itu ya Ruqyah Syar’iyah yg diajarkan Rasulullah SAW, yaitu sebuah terapi pengobatan, penyembuhan, penjagaan & perlindungan secara syar’i, yg hanya dgn cara membacakan ayat2 suci Al-Qur’an & doa / wirid yg bersumber dari sunnah Rasulullah SAW. Tidak melibatkan jin. Gak pake benda2 sing aneh2 mendekati syirik.

  12. Firman says:

    jadi kesimpulannya orang yg sudah meninggal gak bisa lagi main2 ke dunia kan, apalagi buat gentayangan nakutin orang. 😀

  13. Dukun yang belagak kyay atau ustad di acara yang kaya gitu emang nyebelin banget. Bukannya membantu meluruskan malah nambah ngerusak akidah

  14. kasamago says:

    wkwkwk.. endingny elegan bgt..

    bner bgt, jin iri bgt Tuhan bkin produk yg lbh unggul, lbh hebat, n lbh sempurna dr mereka yakni manusia.
    ibarat jin msih beta, manusia udh final..

  15. Yudhi Hendro says:

    Bagaimana dgn ruqyah untuk mengusir jin yg ada dalam tubuh manusia, Pak? Apakah dalam riwayat kehidupan Nabi Muhammad, umatnya pada masa itu juga pernah mengalami kejadian kemasukan jin dan dilakukan ruqyah?

    • Praktek ruqyah itu ada sejak dulu, di zaman jahiliyyah, yaitu sebuah terapi dg membacakan jampi2 / mantra2.

      Kemudian setelah Rasulullah SAW menyampaikan risalah Islam, praktek ruqyah jahiliyyah ini diganti secara total, yg disebut dg Ruqyah Syar’iyah yaitu sebuah terapi syar’i dgn cara membacakan ayat2 suci Al-Qur’an & doa2 perlindungan yg bersumber dari sunnah Rasulullah SAW.

      Ruqyah jahiliyyah jelas hukumnya haram, sedangkan Ruqyah Syar’iyah dibolehkan dalam Islam.

      Ruqyah syar’iyah dilakukan oleh seorang muslim, baik untuk tujuan penjagaan & perlindungan diri sendiri atau orang lain, dari pengaruh buruk pandangan mata manusia dan jin kesurupan, pengaruh sihir, gangguan kejiwaan, dan berbagai penyakit fisik dan hati. Ruqyah juga bertujuan untuk melakukan terapi pengobatan dan penyembuhan bagi orang yg terkena pengaruh, gangguan dan penyakit tsb.

      Jadi hati-hati ya, Pak Hendro, di zaman sekarang masih banyak yg mem-praktekkan ruqyah serampangan, mereka mempraktekkan cara2 jahiliyah dg dicampur-adukkan dg ayat2 Al-Qur’an. Mereka sejatinya dukun yg berjubah ustadz.

      Ikutilah tata cara ruqyah yg benar spt yg diajarkan Rasulullah SAW.

    • Yudhi Hendro says:

      Makasih penjelasannya yg cukup lengkap, pak Iwan

  16. […] saya membaca jurnal di blog mas Iwan Yuliyanto yang membahas ‘Arwah Gentayangan‘. Saya tertarik dengan salah satu kutipan di […]

  17. itsmearni says:

    Hehe tips nyari kost2annya boleh juga tuh, tapi memang butuh keberanian ekstra sih ya.
    Ini memanh masalah persepsi dan ketakutan yang udah kadung mengakar tanpa sadar dalam nurani kita ya mas

  18. bahasan fresh di tengah gemuruh politik negeri mas , hehe mantap tulisannya

  19. leilaniwanda says:

    Agak menyimpang dari bahasan utama… Selama ini saya memang membaca sekilas-sekilas bahwa arwah bisa melihat keluarganya, mendengar langkah orang yang mengantarkannya ke kuburan beranjak pergi. Terima kasih Mas Iwan sudah mengutip hadits di atas. Ayah saya yang meninggal tahun lalu kehilangan penglihatan sewaktu saya duduk di bangku SMP. Apa beliau jadi bisa melihat keluarga saya ya, karena di lubuk hati saya ingin sekali ayah bisa melihat menantu dan cucu-cucu beliau. Ah, mungkin perasaan sentimentil seorang anak saja…

    • Yang saya yakini, bisa kok, mbak Leila, selama kondisi ayahanda nya damai di alam barzakh. Semoga beliau senantiasa damai. Aamiin.

      Jadi sifatnya conditional. Jelasnya begini …
      Dalam buku “Ar-Ruh” karya Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah, disampaikan banyak dalil bahwa orang yg telah meninggal dunia tahu jika di-ziarahi dan menjawab salam jika diberi salam. Selama berada di alam barzakh, keadaan keluarganya yg masih hidup di alam dunia disiarkan secara live kpd kerabatnya yg telah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:

      “Sesungguhnya perbuatan kalian diperlihatkan kepada karib-kerabat dan keluarga kalian yg telah meninggal dunia. Jika perbuatan kalian baik, maka mereka mendapatkan kabar gembira, namun jika selain daripada itu, maka mereka berkata: “Ya Allah, janganlah engkau matikan mereka sampai Engkau memberikan hidayah kepada mereka seperti engkau memberikan hidayah kepada kami.” [HR. Ahmad].

      Hadits lainnya …

      “Seluruh amal perbuatan dilaporkan kpd Allah SWT pada hari Senin dan Kamis, dan diperlihatkan kepada para orangtua pada hari Jum’at. Mereka merasa gembira dgn perbuatan baik orang-orang yg masih hidup, wajah mereka menjadi tambah bersinar terang. Maka bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian menyakiti orang-orang kalian yg telah meninggal dunia.” [HR. Tirmidzi].

      Spt yg saya sampaikan dlm jurnal di atas, bahwa seseorang setelah meninggal dunia, di alam barzakh HANYA akan disibukkan oleh salah satu dari dua perkara: nikmat kubur dan siksa kubur.
      Bila ruh bergelimang nikmat kubur, maka ia bisa melihat & merasakan keluarga yg ditinggalkannya di dunia.
      Sedangkan ruh yg mendapat siksa, akan terus disibukkan oleh siksaan shg tidak sempat lagi melihat siaran live tentang keluarga yg ditinggalkannya.
      Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan hari-hari kita yg masih hidup di dunia ini tanpa memanjatkan do’a ampunan dan kelapangan tempat tinggal orang tua kita di alam barzakh. Namun, jangan lupa satu syarat penting, yaitu senantiasa menjadi anak shalih. Sebab do’a anak shalih .. bisa menembus langit. Wallahu a’lam.

    • leilaniwanda says:

      Aaamiiin…. Terima kasih atas penjelasannya, Mas :). Izin kutip buat di blog ya.

      Oya, sebetulnya suami punya buku Ruh juga, tapi saya belum baca, jadi malu :).

    • Silakan, mbak Leila.
      Alhamdulillah kalo ternyata suaminya mbak Leila sudah punya.
      Saran saya, diskusikan isinya pada anak-anak, agar mereka termotivasi jadi anak shalih dan pemberani (gak gampang dibodoh-bodohin media / film sesat).

    • Tambahan:

      Dari Abu Usaid Malik bin Rabi’ah As-Sa’idiy, ia berkata: Pada suatu waktu kami duduk di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki dari Bani Salamah, lalu bertanya,

      يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِيَ مِنْ بِرِّ أَبَوَيَّ شَيْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا؟ قَالَ نَعَمْ الصَّلَاةُ عَلَيْهِمَا وَالِاسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِي لَا تُوصَلُ إِلَّا بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

      “Wahai Rasulullah, apakah masih ada kesempatan untuk aku berbuat baik kepada kedua orangtuaku setelah mereka meninggal?” Beliau menjawab, “Ya. Mendoakan dan memintakan ampunan untuk keduanya, melaksanakan janji keduanya sesudah meninggal, menyambung jalinan silaturrahim mereka dan memuliakan teman mereka.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

  20. Haya Najma says:

    haha, cerdas, pak iwan. Kalau tidak takut dan memang nggak ada bakat insyaAllah gak kelihatan ya pak

  21. Somebody once told me that the ghosts of the dead are actually their qorin. What do you think?

    • Wallahu a’lam, Bung Edwin.
      Saya belum menemukan dalil yang bersumber dari Al-Qur’an & Hadits yang tegas tentang kebenaran bahwa hantu orang yang meninggal itu adalah jin Qorin (jin yg mendampinginya sejak manusia dilahirkan sampai menjemput ajalnya).

      Selama saya tidak menemukan dalilnya, maka saya tidak meyakini kebenarannya.

      Al-Qur’an dan Hadits telah memberitahu bahwa jin diberikan kemampuan untuk menyerupai berbagai bentuk termasuk bentuk manusia, baik yg masih hidup maupun sudah meninggal, kecuali menyerupai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Artinya tidak tertutup kemungkinan jin (dari ‘alam jin / ‘alam ghaib) bisa menyerupai manusia (sebut saja si A), bukan hanya jin qorin nya si A yg bisa menyerupai.

  22. tiarrahman says:

    dulu waktu di Bakrie.. orang sering cerita banyak diganggu jin atau apalah. Saya masuk ke lorong-lorong belt convenyor sendirian, alhamdulillah tidak ada yang ganggu.

    Demikian juga saat di pt yang sekarang.. di dieng, katanya banyak yang ganggu demikian juga saat di hotel krisna. alhamdulillah aman.

    • Alhamdulillah …

      Pasti jin nya sudah tahu siapa itu Pak Tiar. Sehingga para jin takut terbakar kalo dibacain ayat kursi oleh Pak Tiar, makanya mereka gak berani ngegangguin apalagi dekat-dekat 🙂

    • tiarrahman says:

      Apalah aku ini pak. Bukannya jin juga bisa baca ayat kursiy pak?

    • Memang ada, pak. Ada hadits-nya soal itu.
      Jin yg bisa baca ayat Kursiy itu bisa jadi adalah jin muslim. Kecil kemungkinan dia bakalan ngegangguin. Beda ama jin kafir yg kerjaannya memang iseng melulu, ngegangguin manusia, yg ujung2nya mendangkalkan iman orang yg diganggu itu.

      Tujuan penciptaan jin sebagaimana diciptakannya manusia adalah agar beribadah kpd Allah (QS. Adz-Dzariyat: 56). Namun dalam realitanya gak semua jin tunduk dan patuh kpd Allah. Ya sama halnya spt manusia, ada yg shalih, ada yg berakhlak buruk. Sebagaimana pengakuan mereka yg diabadikan Allah dlm QS Al-Jin ayat 11.

  23. Dyah Sujiati says:

    Hahaha, jadi ini tulisan ngomongin hantu yaa

    • Iya. Biarin hantunya bersin-bersin karena diomongin di sini 🙂

      Namun demikian, Islam tidak mengenal hantu (manusia mati yang bangkit kembali) apalagi mitos-mitos yang terkait dengannya, seperti kuntilanak, pocong, wewe gombel, jurig, sundel bolong, suster ngesot, dll.

  24. Ahmad says:

    Kok arwah sih? Emang satu orang bisa punya banyak ruh, ya? 🙂

    • Itulah salah kaprah yang saya rasakan juga, mas Ahmad. Arwah itu memang bentuk jama’ dari ruh. Namun, di Indonesia istilah ‘arwah’ lebih sering digunakan sebagai nama lain dari jiwa orang yang meninggal. Sehingga lazim digunakan dalam penulisan-penulisan berita.
      http://kbbi.web.id/arwah

      Karena masyarakat di sini sudah terbiasa dengan istilah ‘arwah’, maka saya juga ikutan menyesuaikan diri, agar bisa dipahami oleh umum 🙂

  25. jampang says:

    hmm…. ada persaingan dengan kosan sebelahnya nggak, pak? 😀

    • Sepertinya iya sih, hahahaha.
      Ya sudah.. biarlah saya dianggap buzzer dari pemilik kos yang usaha kos-kosannya terancam bangkrut ditinggalkan penyewanya karena ketakutan.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat