Home » Ghazwul Fikri » Kalimat Motivasi Beracun dan Jerat Pertemanan

Kalimat Motivasi Beracun dan Jerat Pertemanan

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Kita pasti sudah familiar dengan kalimat motivasi: “be yourself” (jadilah dirimu sendiri). Tahukah Anda, bahwa kalimat itu justru menginspirasi lahirnya lagu berjudul “Born This Way” yang dipopulerkan si boneka illuminati, Lady Gaga? Lagu yang ditujukan untuk kaum homoseksual agar bangga dengan orientasi seksualnya. Kebanggaan yang harus ditanamkan dalam diri, untuk kemudian dijaganya sampai mati. Na’udzubillahi mindzalik.

Masih senafas dengan motif / tujuan dari pesan kalimat motivasi tersebut, ada seorang pelacur yang menulis pesan / status di bawah ini lewat akun media sosialnya, 2 minggu sebelum ajal menjemputnya lewat pembunuhan (kemungkinan besar ia belum sempat bertobat). Statusnya tersebut dilampiri gambar berupa ‘kalimat motivasi’.

kalimat motivasi beracun
Apakah kalimat di atas merupakan sebuah nasehat?
Nasehat ibarat obat, pahit namun menyembuhkan. Sedangkan kalimat seperti di atas adalah racun, kelihatannya indah, namun sejatinya bisa membunuhmu. Satu peluru hanya bisa menghancurkan satu-dua kepala, namun satu rangkaian kalimat di atas bisa menghancurkan jutaan kepala.
Mengapa bisa begitu?
Dalam dimensi sosial, perbuatan maksiat tidak bisa lagi dianggap sebagai perbuatan individu.
Bayangkan saja, bila seorang pelacur sanggup melayani 5 orang dalam sehari, kalikan saja berapa orang yang hancur masa depannya, baik di dunia maupun di akherat, bila pelacur tersebut eksis beroperasi selama sebulan, setahun, lima tahun, dan seterusnya. Apalagi kalimat seperti itu juga diamini oleh pelacur-pelacur lainnya. Mereka ‘saling memotivasi’ agar mempunyai teman senasib seperjuangan.
Bayangkan saja, bila seorang pengedar narkoba eksis selama sebulan bertransaksi, berapa ribu orang yang bakal mati pelan-pelan dan hancur masa depannya?
Dan racun itu sifatnya seperti sel yang membelah diri, menyebar cepat di otak dan alam bawah sadar banyak manusia manakala ‘kalimat motivasi’ itu di-shared, retweet, atau forward.
Betul nerakamu bukan urusanku, tapi kamu tidak bisa lepas tanggung jawab atas kehancuran jutaan orang akibat ulah dan perkataanmu.

Inilah arena ghazwul fikr, arena perang pemikiran.
Dengan kalimat-kalimat semacam itu, membuat dakwah, nasehat, atau peringatan apapun bisa ditolak mentah-mentah oleh ahli maksiat, sampai datangnya azab, sehingga ia pun tidak bisa ditolong lagi.

Siapakah yang biasa menjajakan kalimat semacam itu?
Ingat, sampai akhir zaman, setan akan selalu berusaha menghalang-halangi manusia dari jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jadi, bisa dipastikan yang menjajakan kalimat itu adalah mereka yang berteman dengan setan. Mereka yang menghalang-halangi teman-temannya untuk tobat dan membiarkan kemaksiatan tumbuh subur di muka bumi atas nama hak kebebasan berekspresi.

Janganlah kemudian kita kelak seperti yang disebut dalam Al-Qur’an, yaitu jiwa – jiwa yang menyesali dirinya sendiri.


يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلً
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولً

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.”

[QS Al-Furqaan (25) :28-29]
.

Oleh karena itu, harus hati-hati nih memilih teman akrab, karena konsekuensinya itu lho … nasib kita di yaumil akhir. Harus hati-hati, jangan-jangan yang kita jadikan teman akrab adalah syetan dari jenis manusia, yaitu mereka yang mengajak kepada keburukan, menolak semua nasehat bijak, dan kemudian membenci Islam.


وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”
[QS. Al-An’am (6) : 112]
.

Peringatan ini sudah jelas disampaikan dalam Al-Qur’an. Namun sayangnya, mereka (para ahli maksiat) lebih memilih teman yang membuatnya nyaman untuk terus mengerjakan maksiat, teman yang baginya dianggap tidak rese mengurusi profesinya. Sedangkan teman-teman yang berusaha menyelamatkan nasibnya di yaumil akhir justru ditinggalkan, dan ia cap sebagai orang yang sok suci.


بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih,
(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.

[QS. An-Nisaa (4) : 138-139]
.

Siapa teman akrab yang kita pilih, menentukan nasib kita di hari akhir. Orang munafiq memilih berakrab ria dengan orang-orang yang nyata-nyata membenci ajaran Islam. Kita bisa lihat di media sosial, bagaimana mereka (munafiqun) berakrab ria dengan orang-orang yang suka menjadikan Al-Qur’an dan Hadits sebagai bahan olok-olokan, dan suka menyakiti hati orang-orang muslim. Berakrab ria dengan teman-teman seperti itu sama sekali tidak memberi manfaat, karena di yaumil akhir keakraban akan sirna.

Sebagai penutup dan sekaligus pengingat diri,
Mari jadikan nasehat yang datang dari teman-teman yang shalih sebagai bahan evaluasi diri, untuk perbaikan diri. Janganlah menganggap nasehat mereka sebagai sindiran, yang lantas kemudian membalasnya dengan menyampaikan ‘kalimat motivasi’ yang membuat diri nyaman, padahal beracun. Bukankah Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah berfirman:


وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.

[QS. Al-‘Ashr (103) : 1-3]
.

Apakah Anda juga menemukan kalimat-kalimat motivasi yang kelihatannya indah, namun sejatinya beracun?
Silakan berbagi di sini, agar kita semua waspada, tidak terlena.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
28.04.2015

—————————————————–
Tambahan quote beracun dari sahabat
—————————————————–

1 |. Lia – liadisini.wordpress.com

Lagu temanya Frozen, “Let It Go”, terus ungkapan, “Follow your heart,” kalo hatinya dalam kondisi fitrah mah gak apa, kalo hitam kebanyakan dosa? Bisa berabe.

2 |. Dyah – dyahsujiati.wordpress.com

Ungkapan: “yang penting niatnya baik”
Sering banget muslim baik-baik yang melanggar aturan berdalih “yang penting niatnya baik”. Atau karena sikap yang apatis dan egois alias mikirin diri sendiri doank. Nggak peduli pada implikasi perbuatan yang diperbuat.
Contoh: memberi uang pada pengemis (masih muda / anak-anak). Berdalih yang penting niat baik (niat sedekah), tapi nggak dipikirkan dampak sosialnya. Niat baik mesti dieksekusi dengan cara yang benar baru bernilai sebuah kebaikan.

3 |. Dyah – dyahsujiati.wordpress.com

Kalimat: “Bebaskan gayamu”
Ya kalau aksi atau gayanya bener. Lha kalau nabrak-nabrak norma, masak diteruskan? Bikin kacau donk.

4 |. … silakan tulis ide Anda di kolom komentar

Advertisements

47 Comments

  1. Ketika tengah mempersoalkan dekadensi moral, pernahkah Anda mendengar ada yang berkomentar: “Ah, sudahlah… yang penting kita urusi diri dan keluarga dulu. Kita sendiri juga belum tentu benar…”

    Itu mirip… ketika banjir melanda kampung, kita sibuk menutup pintu rumah, dengan harapan diri dan keluarga aman dari amukan air. Dan esok paginya kita melihat bahwa sekolahan sudah ambrol; tempat ibadah sudah hanyut; puskesmas kelelep, sejumlah orang hilang dan rumah kita sendiri…. ternyata juga tetap tenggelam.

    Militansi dan kritis berjamaah itu perlu. Sementara meningkatkan kualitas pribadi… itu sudah dengan sendirinya. Gak usah diomongin lagi.

  2. Dyah Sujiati says:

    Ada lagi dink.

    Bebaskan gayamu
    Ekspresikan aksimu

    Ya ka lau aksi atau gayanya bener. Lha kalau nabrak2 norma, masak diteruskan? Bikin kacau donk.

  3. Dyah Sujiati says:

    Ada lagi nih kalimat motivasi yang beracun.
    “yang penting niatnya”
    Sering banget muslim baik-baik yang melanggar aturan berdalih yang penting niatnya baik. Atau karena sikap yang apatis dan egois alias mikirin diri sendiri doank. Nggak peduli pada implikasi perbuatan yang diperbuat.
    Contoh yang paling sering adalah memberi uang pada pengemis. Berdalih yang penting niat baik (niat sedekah), tapi nggak dipikirkan dampak sosialnya. Apalagi jika pengemisnya anak-anak. 😦
    Niat baik mesti dieksekusi dengan cara yang benar baru bernilai sebuah kebaikan.

    • Bagus nih contoh kalimat motivasi beracunnya. Saya tambahkan dalam jurnal ya, mbak Dyah 🙂

      Memang implikasinya berat, apalagi kalo sebelumnya sudah tahu bakal salah sasaran.

  4. kekekenanga says:

    Setuju banget Pak Iwan, tapi syukurnya dipath saya lihat sudah dibuat kalimat yang menyalahkan kutipan tsb.
    Saya melihat yang memakai kalimat tsb adalah org2 yang masih tertutup hatinya kemudian menyombongkan diri dengan kalimat tersebut, sehingga membenarkan apa yang salah.

  5. Rivanlee says:

    mungkin kita tidak akan pernah tahu mengapa seseorang “begitu” ketika kita belum berada di lingkungannya. saya sepakat kita sebagai bagian yang tidak seperti “itu” wajib mengingatkan. nah, masalah utamanya adalah bagaimana kita mengingatkan mereka. cara apa yang kita gunakan untuk menasihati mereka agar kembali ke jalan yang benar. jika dia setelah dinasihati masih seperti itu, tandanya kita harus melakukan cara yang lebih halus lagi untuk memberitahunya.. bukan begitu, pak?

    • Dyah Sujiati says:

      Bukan. Hehehe.
      Halus dan tidak itu persepsi yang bersifat relatif.
      Tugas kita hanya menyampaikan dengan cara yang ahsan (baik). Dalam arti kita tidak diam membiarkan. Karena diam berarti kita memberi ruang membiarkan hal itu dianggap wajar. Mau dengan cara sehalus apa pun, akan tetap ada yang protes kok. Bahkan mungkin dari pihak yg sama2 bermaksud mengingatkan.
      Menurutku ini soal seni menyampaikan. Nahi mungkar selalu mengandung resiko. 🙂

      Kalau terkait dia berubah atau tidak setelah dinasihati, itu urusan Allah mas, urusan hidayah. CMIIW 🙂

  6. deni eko says:

    post yang “kala penipu memipin negeri kok ndak ada Mas?”

  7. Ahmad says:

    BTW, posting terakhir tentang “Sampah S***rah” kok berubah jadi page, Mas? 😀

  8. liadisini says:

    Lagu temanya Frozen, “Let It Go”, terus ungkapan, “Follow your heart,” kalo hatinya dalam kondisi fithrah mah gak apa, kalo hitam kebanyakan dosa? Bisa berabe.

  9. Dyah Sujiati says:

    Yang menurut saya aneh adalah orang-orang yang menangisi kematian si pelacur dan kasihan padanya. Koq nggak bisa mikir ya? Gimana itu keluarga konsumen si pelacur? Logikanya serba kebolak-balik. Yang benar disalahkan, yang salah dianggap benar. Naudzubillah!

  10. Taqorrub says:

    Ane suka sm motivasi, bs bikin ane semangat ok lagi. 🙂

  11. […] Kalimat Motivasi Beracun dan Jerat Pertemanan. […]

  12. eibidifaiq says:

    keren selalu pak tulisannya 🙂 .. apakah bapak punya akun ask.fm??

  13. kasamago says:

    sepakat bgt, terkadang sesuatu yg indah memang sngj dcptakan utk menyimpan sesuatu keburukan.. ttp kritis, berwawasan n asah iman.

  14. jampang says:

    emang harus hati2 di zaman banyak hal yang disamarkan sekarang ini

  15. Only one thing from that screen-capture I agree with, and that’s not to be judgmental. Because you never really know the truth until it is finally revealed. Read this beautiful story: https://yabakientelbaki.wordpress.com/2015/04/21/dont-judge-book-by-its-cover-kitabi-kapagina-gore-yargilamayin-inspiring-story/

    • I do not know if that story is shahih (authentic) or not, because the way he fight against immorality is so unique, and of course need a huge amount of money.

      Memang penceramah (atau pemberi nasehat) yang baik itu mengingatkan akibat ini itu disertai dalil-dalilnya, namun tidak disertai dengan men-judge yg menjadi obyeknya, kecuali pengakuan itu ada datang secara langsung, sehingga menjauhkan diri dari prasangka-prasangka.

    • Exactly. That’s the idea of that story, and it’s a good one; whether it’s historically authentic or not.

    • Dyah Sujiati says:

      Sy suka kalo lihat bapak2 ini bercakap. salah fokus

  16. sepertinya jalan yang dilakukan untuk merusak aqidah adalah lewat gauzul fikri ini ya Mas Iwan. karena dilakukan pelan-pelan sehingga ga keliatan kentara ada perubahannya…

    • Kalo mind set nya sudah dirusak, maka segala perilakunya akan ikut rusak juga. Makanya bentuk perang pemikiran ini halus banget, tapi mengerikan, karena si korban tidak merasa jadi korban, padahal daya rusaknya luar biasa besar.

    • iya Mas Iwan… Contohnya, masalah ciuman waktu pacaran misal… aku pernah dengar seorang teman ngomong gini, “kalau sekedar pegangan tangan n ciuman mah wajar aja kali kalau pacaran…” itu juga kan termasuk melonggarkan aturan kan ya… sehingga nantinya akan dianggap wajar dan biasa bagi kebanyakan orang…

  17. dani says:

    Makasih Mas. Memang waktu denger lagunya Lady Gaga itu gak nyaman rasanya. Be yourself nya dipelintir jauh banget di lagu Born This Way. Dan memang kalimat yang njenengan bahas itu bukan pemikiran yang seharusnya dimiliki oleh banyak orang. Sayangnya sekarang masih (atau semakin?) banyak yang mempromosikan dan mempropagandakannya.

    • Iya, mas, dipelintir jadi:

      I must be myself, respect my youth

      I’m beautiful in my way
      ‘Cause God makes no mistakes

      No matter gay, straight or bi
      Lesbian, transgendered life
      I’m on the right track, baby
      I was born to survive

      Di kalangan mereka, lagu seperti ini dianggap sebagai lagu motivasi.

    • dani says:

      Iya Mas. Hadeuh bener deh itu emang lagunya. Miris. Dan sekarang ini saya sering banget ketemu Cowok cowok tanggung awal 20 an di angkot dan kopaja yang berani banget menunjukkan identitasnya lewat pakaian dan pas saya gak sengaja lihat aplikasi handphonenya (sori kepo tapi kondisi angkot beneran bikin bisa lihat ke hp orang tanpa sengaja) itu cowok pake aplikasi yang twrnyata adalah online dating apps untuk gay (saya browsing judul appsnya kemudian). Hadududuh. Sedih lihatnya. 😦

    • Apps G****r banyak penggunanya di sini. Miris banget, mas. Yang lurus pun bisa tertular jadi bengkok, karena yg bengkok butuh pasangan untuk pelampiasan. Yang lurus butuh materi demi pengakuan strata di lingkungannya. Klop.

      Apps tsb ngasih tahu di lokasi sekitarnya tempat posisinya saat ini, mana saja lokasi pengguna apps yg bengkok, sehingga memudahkan eksekusi setelah online dating.

    • dani says:

      Huaaaaa. Bener Mas. Pas lihat nama appsnya dan gambarnya itu geuleuh gitu rasanya. Geleng-geleng waktu lihatnya.

  18. Maaf Pak, sepertinya domain saya lagi down ya? saya ga bisa buka punya saya sendiri, tadi baca komen pak Iwan dari email saya….

    Yah, begitulah bukan setan kalau ga pintar menggoda, semakin banyak setan berwujud manusia yang eksis, dan benar kata Allah, setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia…

    • Malah setan dari jenis manusia ini ada yang dijadikan berhala, idola, ikon. Apapun ucapan dan perilakunya (meskipun punya daya rusak yang hebat) akan dibela oleh para pemujanya.

  19. Susie Ncuss says:

    setuju banget nih dg kalimat “Dalam dimensi sosial, perbuatan maksiat tidak bisa lagi dianggap sebagai perbuatan individu.”

    • Tosss… !

      Namanya perbuatan dosa itu pasti ada pihak yg dirugikan, gak bisa disematkan hanya dirinya sendiri yang mengalami kerugian.

      Contoh:
      Pencuri, rampok, begal .. udah jelas merugikan banyak orang.
      ZIna & prostitusi .. suami yg jajan berarti berkhianat thd istrinya di rumah.
      Judi .. memakan hak-hak keluarganya.
      Mabok .. apalagi itu lebih luas dimensinya, krn ibu dari segala kejahatan.
      Syirik .. keluarga dan generasi penerusnya terancam akidahnya.
      Penyimpangan sex .. yg lurus jadi tertular menyimpang krn dijadikan pasangannya.
      Korupsi .. lingkungannya jadi tidak makmur & sejahtera.
      dll …

      Jadi, gak bisa asbun: “yang dosa dosa gue, ngapain elo bising”

    • Susie Ncuss says:

      makanya sebel bgt sama orang yg bilang
      “‘yg penting gak ngerugiin orang lain”
      gak ngerugiin orang laen pala lu peyang?!!! =_=

  20. Sependapat Pak Iwan. Sebaiknya kita memang memilah dan memilih setiap kalimat motivasi yang kedengarannya indah dan sangat menyemangati, karena tidak semuanya kalimat indah itu sesuai konteksnya dengan latar belakang kita dan apa yang kita alami. Jika kita tidak paham konteksnya, asal main pungut saja, barangkali memang malah menjebloskan kita kepada sebuah ketidak-baikan…

    • Betul, bu Made. Bahwa tidak boleh asal main pungut sebuah kalimat motivasi demi pembenaran bagi perilakunya (yang berpotensi merugikan dirinya sendiri juga lingkungannya).

  21. Abi Sabila says:

    Setan memang tiada lelah untuk menjerumuskan manusia, meng-update jebakan dan tipu dayanya, namun kita jangan mau kalah, merasa benar pada sesuatu yang nyata salah..

    • Betul, pak, kita harus open mind dan menjadi pembelajar seumur hidup agar tidak merasa benar pada sesuatu yang nyata salah. Alhamdulillah, Islam mengajarkan kita untuk senantiasa memohon kepada-Nya ditunjukkan jalan yg lurus (dibaca di setiap rakaat sholat fardhu).

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat