Home » Ghazwul Fikri » Menteri Agama Minta Maaf dan Istighfar Terkait Qiraat Langgam Jawa

Menteri Agama Minta Maaf dan Istighfar Terkait Qiraat Langgam Jawa

Blog Stats

  • 1,994,625

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

Dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang digelar di Istana Negara beberapa waktu lalu dilantunkan bacaan Al-Quran dengan langgam Jawa [YouTube]. Setelah itu timbul kegaduhan publik (khususnya dikalangan umat Islam) dan terjadi perdebatan luas mengenai gaya bacaan Al-Quran yang tak biasa terdengar di telinga umat Islam Indonesia.

Prihatin dengan keadaan yang berkembang, sejumlah ormas Islam menyambangi kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk bertabayyun dan meminta penjelasan langsung dari Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Alhamdulillah … akhirnya Menteri Lukman meminta maaf karena telah mengusulkan dan memberikan izin membaca Al-Qur`an dengan langgam Jawa di Istana Negara saat digelar acara Isra Mi’raj. Permintaan maaf beliau disampaikan saat berdialog dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI), dan sejumlah organisasi lainnya seperti Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII), Majelis Mujahiddin Indonesia (MMI), Forum Umat Islam (FUI), dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Jakarta pada hari ini, Kamis, 28/5/2015.

Beliau mengakui ide membaca Al Qur’an dengan langgam Jawa berasal dari idenya. Selanjutnya, beliau juga menjelaskan bahwa tidak ada maksud dirinya melecehkan Islam atau melecehkan Al Qur’an.

Menteri Lukman yang didampingi Sekretaris Jenderal Nur Syam serta Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Muchtar Ali juga menjelaskan tidak ada motif politik soal pembacaan Al Qur’an dengan langgam Jawa tersebut.

Dilansir IslamPos, Menag Lukman Saifuddin mengatakan:

“Sebagai manusia biasa, saya terus bertobat. Saya khilaf. Saya hanya ingin umat Islam dan bangsa Indonesia bersatu. Juga tidak ada niatan saya untuk ngeles atau lempar tangan. Saya tulus minta maaf dan beristighfar. Saya tidak punya kepentingan atas diri saya sendiri,” kata Menag dengan mata berkaca kaca.

Sekali lagi, ungkap Menag, ini karena ketidaktahuannya. Ia tidak mengira ada ulama yang mengharamkan qiraat dengan langgam Jawa. “Itulah sebabnya perlu mudzakarah, dan saya serahkan permasalahan ini pada ahlinya (ulama),” tukas Menag.

langgam jawaTabayun di Kantor Kementerian Agama bersama Menteri dan Sejumlah Ormas Islam. Beginilah cara Islam yang benar, mengedepankan musyawarah, tidak saling hujat. [Dok. Humas FPI]

Terimakasih Pak Menteri, saya respect dengan kebesaran hati bapak.

Saya meyakini bahwa pembacaan Al-Qur’an dengan gaya langgam Jawa hukumnya haram. Alasannya bisa kita simak video di bawah ini, tausiyah dari ust. Adi Hidayat, Lc, MA yang menjelaskan secara ilmiah dan komprehensif tentang keharaman membaca Al-Qur’an ala langgam Jawa:


Juga penjelasan dari berbagai tulisan di bawah ini:

Bahkan ulama Al Azhar di Cairo, Mesir, Syaikh Thaha Hubaisyi, yang pada awalnya memperbolehkan, kemudian me-RALAT setelah diperdengarkan langgam Jawa tersebut dan dijelaskan oleh FPI Mesir. Ulama tersebut menyampaikan bahwa qiraat model langgam tersebut hukumnya tidak boleh. [Islamedia, 26/5/2015]. Clear ya, jangan nyebar info keliru yang memuat pendapat ulama Mesir dalam soal ini.

Semoga link-link tulisan di atas mencerahkan, sehingga tidak ada lagi perdebatan atas sesuatu yang sudah jelas hukumnya.

Kitab suci Al-Qur’an sejak awal diturunkan bertujuan sebagai hudallinnas atau menjadi petunjuk bagi manusia. Dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan bahwa kitab suci itu diturunkan dengan huruf dan bahasa Arab asli. Setiap panjang-pendek rangkaian huruf hijaiyah yang terdapat di dalamnya memiliki arti tersendiri. Tidak dapat disamakan dengan membaca teks dalam bahasa lain. Begitupula dari sisi keindahan irama yang terbentuk, memiliki “kandungan magis” tertentu yang membelai jiwa. Tak akan pernah bisa ditandingi oleh syair dan irama manapun disepanjang jaman.

Hak huruf Al-Qur’an adalah dibaca sesuai tempatnya (makhraj). Dan jumlah ketukan pada langgam Jawa jelas beda dengan hukum Mad dalam Al-Qur’an. Pemaksaan menyesuaikan panjang-pendek bacaan Al-Qur’an dengan nada langgam Jawa rentan terjadinya kesalahan, sehingga bisa merubah arti. Langgam yang kedengarannya indah dalam bacaan Al-Qur’an belum tentu artinya sesuai dengan terjemahan yang dimaksud.

Perlu diketahui, ada 2 jenis kesalahan (Lahn) dalam membaca Al-Qur’an yaitu:

1. Lahn Jalliy, yaitu kesalahan berat dalam pengucapan lafazh, sehingga merusak teori bacaan, baik merusak makna atau tidak. Yang termasuk Lahn Jaliy adalah: salah Makhroj (pengucapan huruf), salah Harokat, salah Panjang Pendek, salah Wakaf dan Ibtida (berhenti dan memulai), salah/kurang tasydid.

2. Lahn Khofiy, yaitu kesalahan ringan dalam pengucapan lafazh hingga merusak teori bacaan namun tidak sampai merusak arti. Seperti tidak gunnah, atau kurang, kurang panjang dalam pengucapan mad wajib, mad lazim, atau panjang mad yang sama tapi tidak dibaca sama dalam satu bacaan, dan lain-lain.

Ngeri, khan… kalo dibalik keindahan itu ternyata makna dan artinya menjadi berlawanan dengan maksud sebenarnya?

Membaca Al-Qur’an dengan langgam Jawa ini seperti menggunakan kompas di bawah ini, yang akhirnya satu N lagi … Nabrak.

kompas jawa

Ya sudahlah ya, gak usah neko-neko dalam membaca Al-Qur’an itu. Bacalah dengan bacaan yang wajar dengan logat yang wajar sesuai perintah dan sunnahnya.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
28.05.2015

Advertisements

14 Comments

  1. Tentang Islam Nusantara:

  2. kasamago says:

    ending yg menyenangkan, tetap tenang, santun, bijak dan mengedepankan kemanusiaan.. salut utk semua pihak..

  3. Ummu El Nurien says:

    Alhamdulillah.. Salut kepada bapak mentri Agama.. Semoga ke depan, baik bapak mentri atau rakyat umumnya, jika ingin membuat sesuatu yang baru tapi bersinggungan dengan agama, sebaiknya tanyakan dulu kepada ahlinya..

  4. dani says:

    Matur nuwun Mas. 🙂 jadi clear kalo begini. 🙂

  5. mysukmana says:

    Jangan lupa juga “moco quran lan maknane” (tombo ati ;-))

  6. Eka Novita says:

    Alhamdulillah, semoga kedepannya yg begini2 gak terulang lagi. Bikin ngelus dada aja kontroversi yg begini. Mudah-mudahan ‘pakar islam’ yg kelewat kreatif membuat pembaharuan dalam Islam diberi hidayah dan petunjuk oleh Allah Subhanahuwata’ala…

  7. jampang says:

    alhamdulillah…. clear

  8. sheetavia says:

    Apreciate dengan ormas islam dan pak mentri…
    saling mengingatkan dan rendah hati untuk mengakui kesalahan…

  9. Roro Wilis says:

    Hmm.. akhirnya, mmg sbaiknya klo menyangkut ibadah2 yg udah jelas tuntunannya lbh baik ikut pakem aja drpd bikin kontroversi pd akhirnya..
    yaah mungkin pak menteri sedang khilaf dan sibuk pd saat memutuskan waktu itu, jd gag sempat konsultasi dl sm ulama 🙂 thinkpositif

    • Bisa jadi, mbak Roro. Padatnya agenda beliau menjadi kurang bisa berpikir komprehensif, jauh ke depan. Alhamdulillah, ada ulama-ulama yang mengingatkan. Ini sebagai bukti bahwa Allah SWT menjaga Al-Qur’an sampai akhir zaman, dari ulah orang-orang jahil yang merusak kesuciannya.

  10. Bagaimana dengan para kaki tangan Pak, Sang Pencetus ide saja sudah minta maaf dengan gentle, Pak Ade Armando gimana tuh….

    • Sepertinya Pak Ade sikapnya belum berubah, terbukti dengan tidak mencabut ucapan kesombongannya. Semoga segera mendapatkan hidayah-Nya, kemudian bertobat, istighfar, dan minta maaf, … sehingga bisa meringankan proses gugatan terhadap dirinya di pengadilan.

  11. alrisblog says:

    Tentu kita apresiasi permintaan maaf tulus dari mentri agama ini. Jadi pertanyaan bagi saya apa beliau gak konsultasi dulu sama ahlinya untuk memperdengarkan bacaan alquran berlanggam jawa ini dengan staf beliau? Kalo sudah konsultasi, lalu keilmuan staf-nya itu dipertanyakan.
    Saya jadi tak percaya dengan staf ahli bawaan partai.

    • Semoga menjadi hikmah / pelajaran, betapa pentingnya umat Islam yang lurus masuk dalam gelanggang politik, sehingga kalau ada penyimpangan dalam parlemen, kabinet, dan lembaga tinggi lainnya bisa meluruskan / mengoreksinya sejak dini, dan tidak timbul kegaduhan publik yang kontra-produktif dengan semangat bangsa mengisi pembangunan.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat