Home » Indonesia Crisis » Jerat Hukum Pembuat dan Pengguna Ijazah Palsu / Aspal

Jerat Hukum Pembuat dan Pengguna Ijazah Palsu / Aspal

Blog Stats

  • 2,054,301

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Dalam minggu-minggu terakhir ini, ramai berita tentang ijazah palsu dan ijazah aspal (asli tapi palsu). Keduanya hal yang berbeda. Ijazah palsu adalah ijazah yang dikeluarkan perorangan atau lembaga yang tidak berizin sebagai sekolah atau perguruan tinggi. Jika pelakunya perorangan, biasanya memiliki banyak stempel logo sekolah dan kampus ternama untuk membuat ijazah palsu. Sedangkan ijazah aspal adalah ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi resmi. Tetapi, kliennya tidak menjalani aturan perkuliahan sesuai ketentuan, terutama dengan waktu perkuliahan yang jauh lebih cepat. Ada juga kliennya yang datangnya cuma saat wisuda, untuk mendapatkan ijazah. Pemerintah jelas tidak mengakui ijazah palsu dan ijazah aspal.

Kini kasus tersebut kembali mencuat setelah polisi berhasil membongkar kasus pembuatan ijazah palsu dan kemudian menahan dua terduga pembuatnya. Keduanya ditangkap di kiosnya yang ada wilayah Salemba, Jakarta Pusat. Dalam pemeriksaan selanjutnya, ternyata mereka hanyalah calo. Oleh karenanya polisi tidak bisa menjerat keduanya dengan pasal pidana. Namun, polisi mengaku telah mengantongi identitas tersangka sesungguhnya. Setelah kasus ini, polisi melakukan operasi penangkapan besar-besaran.

Pada 21/5/2015, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M. Nasir melakukan sidak ke dua perguruan tinggi yang diduga menerbitkan ijazah palsu, yaitu University of Berkley di Menteng, Jakarta Pusat, dan STIE Adhy Niaga di Bekasi. Menteri Nasir mengatakan ada beberapa cara untuk mengecek ijazah palsu. Salah satunya dengan memeriksa nilai yang diraih mahasiswa tiap semester. Dasarnya dari ijazah. Periksa tiap semester dia mendapatkan berapa SKS. Berdasarkan data yang diperoleh Kemenristek Dikti, ada mahasiswa yang baru memiliki 8 SKS namun dinyatakan lulus. Padahal, seharusnya mahasiswa harus memenuhi 144 SKS.

Berdasarkan hasil temuannya, Menteri Nasir mengatakan bahwa ada 187 pemilik ijazah palsu yang kini menduduki jabatan strategis di berbagai lembaga negara. Universiti of Berkley sejauh ini diinformasikan telah menjual lebih dari 250 ijazah palsu dengan berbagai gelar akademik yang tentunya juga palsu seperti doctor of science, doctor of laws, doctor of philosophy hingga doctor of humanities.

Temuan-temuan ini jelas sangat mengejutkan. Menteri Nasir juga mengatakan bahwa ada belasan universitas lainnya yang dicurigai memperjualbelikan ijazah palsu. Menteri Nasir kemudian melaporkan kasus ini ke Bareskrim Polri.

Kemudian pada pada 25/5/2015, Rektor University of Sumatera (Medan), Marsaid Yushar, ditangkap pihak kepolisian atas kasus pembuatan ijazah palsu. Pelaku mengaku telah mengeluarkan 1.200 ijazah palsu dalam kurun 12 tahun dengan harga Rp 10 juta – Rp 40 juta. Lika-liku penangkapannya bisa disimak pada [BatamPos, 29/5/2015].

Sebenarnya kasus ijazah palsu dan aspal ini dari tahun ke tahun selalu ada. Namun selalu berujung menguap kasusnya begitu saja. Padahal kasusnya semakin meningkat, bukan saja dalam hal jumlah tetapi juga modus dan caranya. Ini sangat memprihatinkan dan mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya menanamkan nilai-nilai kejujuran. Semoga pengungkapan jual beli ijazah baru-baru ini tidak sebatas hangat-hangat tahi ayam. Semoga bukan dijadikan kesempatan ajang pencitraan sesaat. Dan jangan sampai hanya berujung pada kasus personal tanpa mampu menyentuh produsen ijazah abal-abal yang lebih besar, yakni kampus dan para pengelolanya.

INVESTIGASI JASA PEMBUAT IJAZAH PALSU dan ASPAL

Bisa jadi karena lemahnya kontrol dari pemerintah dan aparat penegak hukum, betapa begitu mudahnya mencari penyedia jasa pembuat ijazah. Tinggal googling, ketik keyword: ‘jasa pembuat ijazah’, hasilnya woww … begitu banyak situs yang menawarkan berbagai pilihan ijazah palsu. Harganya bervariasi. Segala tingkat dan jurusan pun ada.

Dari sebuah berita investigasi, terungkap bagaimana praktik jual beli ijazah palsu dan aspal, yang ternyata bukan hanya ada di tingkat sarjana S1 hingga S3. Ijazah SD, SMP, dan SMA pun banyak peminatnya.

Tempat yang menyediakan ijazah palsu itu berada di pusat kota. Bertebaran di sejumlah jalan protokol. Gedungnya bisa berbentuk kampus, tempat kursus maupun ruko-ruko di pusat perkantoran.

Jadi, upaya mendapatkan ijazah palsu dan aspal tidaklah sulit, yang penting siap dananya. Biaya dipatok antara Rp 3 juta hingga Rp 45 juta tergantung tingkatannya. Tidak perlu mengikuti kegiatan belajar dan perkuliahan hingga bertahun-tahun. Cukup belajar singkat, kuliah kilat, foto bareng wisuda, gelar pun menempel.

Produsen ijazah aspal yang di-investigasi tersebut menjamin ijazah yang dikeluarkan sesuai dengan ijazah asli mereka yang kuliah dan sekolah bertahun-tahun. Dia mengklaim, ijazah yang dikeluarkan tempatnya bekerja merupakan ijazah asli, hanya waktu belajarnya yang dipercepat. Selain identitas klien dirahasiakan, dia juga menjamin keamanan dan legalitasnya, karena memang ijazah dikeluarkan secara resmi. Sehingga aman untuk dipakai melanjutkan pendidikan selanjutnya. Tidak terkecuali untuk melamar kerja sebagai PNS, TNI-Polri, termasuk promosi kenaikan pangkat dan jabatan di lembaga negara. Seraya membuktikan banyak di kalangan anggota DPR, PNS, dan pejabat yang memanfaatkan jasanya.

Awal masuk untuk pendaftaran, calon konsumen ditawarkan ujian persamaan seperti Paket C. Bila konsumen tersebut menanyakan lebih lanjut untuk mendapatkan ijazah asli tanpa harus mengikuti pendidikan formal, baru lah produsen tersebut membeberkan modusnya dengan terperinci.

Investigasi lainnya bisa kita simak dalam tayangan berita Kompas TV di bawah ini:



SANKSI PIDANA DAN DENDA

Meskipun kelihatannya mudah mendapatkannya… Anda yang pengen curang jangan keburu happy dulu, sebab jerat hukum telah dipersiapkan, dan perbuatan curang seperti ini termasuk tindak pidana kelas berat. Ancaman bagi pembuat dan pengguna ijazah palsu, serta penyelenggara lembaga pendidikan tanpa ijin adalah sebagai berikut:

Ketentuan Pidana bagi Pembuat Ijazah Palsu dan aspal:

Pasal 67 dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:
(1) Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara pendidikan yang memberikan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi tanpa hak dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Pasal 42 dalam UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi:
(4) Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang tanpa hak dilarang memberikan ijazah.

Pasal 93 dalam UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi:
Perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi yang melanggar Pasal 28 ayat (6) atau ayat (7), Pasal 42 ayat (4), Pasal 43 ayat (3), Pasal 44 ayat (4), Pasal 60 ayat (2), dan Pasal 90 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Ketentuan Pidana bagi Pengguna Ijazah Palsu:

Pasal 69 dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:
(1) Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).
(2) Setiap orang yang dengan sengaja tanpa hak menggunakan ijazah dan/atau sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (2) dan ayat (3) yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Ketentuan Pidana bagi Penyelenggara Lembaga Pendidikan Tanpa Ijin:

Pasal 71 dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional:
Penyelenggara satuan pendidikan yang didirikan tanpa izin Pemerintah atau pemerintah daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp.1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Yang patut kita yakini bahwa tidak ada bangkai yang tertutup rapat atau bisa disembunyikan baunya selamanya. Dimana-mana, kecurangan selalu menimbulkan gejala tidak seimbangnya suatu proses, yang cepat atau lambat pasti ketahuan dan terbongkar.

PEMERIKSAAN MENYELURUH

Bagi masyarakat yang merindukan pelayanan publik kualitas prima dari aparatur sipil negara (ASN), patut merasa lega. Sebab Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) berencana menindaklanjuti temuan dari Kemristek Dikti, yaitu dengan melakukan pemeriksaan seluruh ijazah PNS di Indonesia. Rencana ini patut didukung. Setidaknya, itu bisa menjadi shock therapy bagi calon PNS mendatang agar tidak coba-coba pakai ijazah abal-abal.

Awalnya saya kaget dan kecewa, karena beredar kabar bahwa sanksi yang diberikan oleh KemenPAN-RB bagi PNS yang terbukti menggunakan ijazah palsu begitu ringan, yaitu hanya dicopot dari jabatan lalu diturunkan pangkatnya satu tingkat. Hanya dikenakan sanksi adimistratif. Alasannya, para PNS ini sudah berbakti kepada negara. [Detik, 29/5/2015]. Lho kok PNS curang tersebut tidak dipecat, dipidana, dan didenda sesuai UU yang berlaku?

Namun ada berita versi lainnya, bahwa Menteri Yuddy telah menerbitkan Surat Edaran nomor 3 tahun 2015 tentang ijazah palsu. Surat Edaran ini juga mencakup pemberian sanksi bari PNS, dan juga TNI-Polri, yang ketahuan menggunakan ijazah palsu untuk kenaikan pangkat. Isi Surat Edaran selengkapnya bisa dibaca pada Detik, 29/5/2015. Poin pentingnya adalah sebagai berikut:
Poin 3. Bagi anggota ASN/TNI/Polri yang terbukti menggunakan ijazah palsu agar diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Poin 5. Menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan penanganan ijazah palsu kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi paling lambat bulan Agustus 2015.

Dari poin tersebut disebutkan bahwa sanksi mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, artinya mengikuti UU tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU tentang Pendidikan Tinggi yang telah dibahas di atas. Juga Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Kedisiplinan PNS, bila ada pegawai yang terbukti menggunakan ijazah palsu, pegawai tersebut langsung diberhentikan karena tersangkut hukum pidana.

Dan mari kita tunggu laporan resmi dari pemerintah untuk membuka kasus ini kepada publik pasca Agustus 2015.

Yang lebih penting lainnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus jemput bola (melalui perangkat sistem yang canggih dan akurat) untuk mengecek adanya kemungkinan kampus penyedia ijazah abal-abal. Jangan sampai baru bertindak setelah ribuan ijazahnya terbit dan para pemegangnya sudah bertebaran di instansi pemerintahan.

Selamat membongkar kecurangan!

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
03.06.2015

———-
[UPDATE 3/6/2015]
Ternyata … Pemerintah tak akan pecat PNS berijazah palsu (Antara, 3/6/2015). Kebijakan lisan ini bertentangan dengan Surat Edaran yang diterbitkannya sendiri. Saya kecewa dan sedih. Mungkin karena rezim ini sudah terlanjur akrab dengan kepalsuan, sehingga yang jelas-jelas palsu pun diampuni.

[UPDATE 2/10/2015]
Daftar 243 Perguruan Tinggi yang Dinonaktifkan Kemenristek Dikti per 29 September 2015 (Intisari, 2/10/2015)
243 PT tersebut dinonaktifkan karena melakukan pelanggaran, a.l.: masalah laporan akademik, masalah nisbah dosen/mahasiswa, masalah pelanggaran peraturan perundang-undangan, penyelenggaraan kelas Sabtu-Minggu, jumlah mahasiswa over kuota, dan menerbitkan ijazah atau gelar palsu.

Advertisements

29 Comments

  1. Ikhzel Fernandes says:

    Izin Share Pak Iwab Yuliyanto..,
    Assalamu’alaikum.., Salam Kenal..,
    Ternyata permasalahan pelik ini juga menimpa 2 orang oknum guru memakai ijazah Palsu di daerah saya.., dan argumen bpk di blog ini sangat menarik di bahas dan di diskusikan.., terimakasih..,

  2. Harun says:

    Kalo ikut kejar PAket C gimana itu. Ijasah palsu ga?…saya di tawarin ikut kejar paket C. Saya hanya ikut ujian saja.

  3. Diaz says:

    Ada kisah “lucu” pak….
    Salah satu Kampus di daerah Cikokol Tangerang kembali mempekerjakan “karyawati” yang di pecat oleh mitra kampus itu (dulu sbg marketing) karena beberapa kasus yang diantaranya terlibat dalam sindikat pembuat ijazah palsu.
    sempat di sidak oleh Kemenristek Dikti.
    kemana harus melaporkan orang ini pak, karena kemungkinan suatu saat bisa melalukan hal yang sama.

    Terima kasih,

  4. warsono sanadi says:

    ijasa pelaut bnyk dipalsukan ……lapor kmana?…

  5. donispyke says:

    Fb(facebook) a/n Raja Dokumen Aspal tolong ditangani krn telah membikin pemalsuan surat” spt ATM palsu,ijazah palsu dll.
    Trima kasih

  6. ini menarik
    bisa cek ijazah palsu atau aspal
    terima kasih infonya

  7. toni says:

    Ibarat ..org mandi menuang air dgn gayung dr atas kebawah, jika diatas jujur ….maka dibawahnya jg jujur …, krn diatas byk kepentingan dan punya kuasa ..yg kasian org yg dibawah yg kena dampak negatifnya …, ditelusuri dulu siapa yg beri ijin lembaga utk penyelenggaraan pendidikan dan siapa pula yg sbg koordinator utk evaluasinya ….sy kira oknum2 yg tau sistem yg bwt kebijakan ..dan ada kesempatan kemudian dimanfaatkan …. Yah….sekian dulu mas ,ngantuk ….

  8. Senyum simpul dulu membaca ada University of Berkley di Menteng.
    Sebelum PNS yang jumlahnya mencapai jutaan, lebih mudah cek ijazah para wakil rakyat dulu. Juga terkadang terselip pertanyaan nakal…di dalam hati. Ada pejabat yang sangat super sibuk terus tiba-tiba ujian disertasi doktor di sebuah universitas dan dinyatakan lulus Sangat Memuaskan. Sempatkah kuliah dan riset?

  9. Mas, kok ijasah palsu yang ibaratnya hal besar, DVD palsu aja marak di mana-mana dan dibiarkan. Lucunya tadi sore saya ke ITC semua lapak DVD dikasih police line, ngobrol-ngobrol sama satpamnya, Senin sudah akan normal lagi.

    Nah pertanyaannya, akankah ijasah palsu ini diseriusi atau sama seperti DVD palsu, ini cuma operasi abal-abal gertak sambal aja?

  10. El Nurien says:

    ijazah palsu ini sudah lama, tapi saya baru tau kalau ternyata ada juga universitas yang memperjual belikan ijazah palsu.. menyedihkan…

    • Universitas yang memperjual-belikan ijazah palsu ini benar-benar menampar dunia akademik. Ironis banget ya, mbak.

      Demi sebuah pencapaian keinginan pribadi, … seseorang tanpa ragu mengabaikan etos kerja keilmuan yang berpihak pada kebenaran.
      Demi mengejar kepentingan material, … seseorang tidak lagi merasakan beban moral ketika menistakan etika keilmuan.
      Nah.. perilaku ini kemudian mewujud dalam mentalitas orang yang mendirikan universitas abal-abal dan memproduksi ijazah palsu demi meraup keuntungan materi. Mereka adalah mafia pendidikan yang telah menghancurkan nilai moralitas dan intelektualitas.

  11. miris… miris… coba dicek mungkin juga ada haji palsu…?

  12. shiq4 says:

    Wah ternyata negara kita sudah sangat memprihatinkan. Apalagi jika pengguna ijasah palsu jadi pemimpin di negeri ini. Mau dibawa kemana negeri ini coba? Saya jadi pusing sendiri… Ada2 saja

    • Ijazah palsu bisa marak karena yg berijazah asli tak kentara aslinya ya?
      Kalau orang yang seharusnya tak berijazah bisa bersanding rata dgn yg berijazah, ada yang salah dalam sistem perekrutan kerja kita.

  13. dzikrina says:

    bagaimanapun juga uang yang diterima krn kenaikan pangkat yg berasal dari ijazah abal-abal adalah bukan uang yang halal dan barakah. Sekian.

  14. kekekenanga says:

    bagaimana tidak tersebar dengan sangat leluasa, wong aparat pun ikut serta didalamnya, sama hal nya dengan jawaban UN yang diperjual belikan 😦

    • Ya begitulah kendalanya, mbak Keke.
      Dulu saya pernah ditawari dan hampir masuk perangkapnya, karena merasa “aman” setelah disodori nama-nama pejabat yang sudah ikut programnya, termasuk nama salah satu petinggi Polri saat itu.

      Dan hari ini muncul informasi di media2 berita, bahwa salah satu petinggi Polri lainnya ternyata menggunakan gelar Phd dari kampus abal-abal.

  15. bimosaurus says:

    Mas, ada lho di wonosobo, pejabat di bawah bupati, di 10 tahun lalu, dia ikut S2 di Unsoed, tapi tak pernah kuliah, diwakili. Hingga sampai pendadaran S2 nya pun diwakili. Padahal wakilnya tidak lulus S1. Lho? Siapa yang harusnya dapat gelar S2.

    Saya sendiri, malu punya ijazah dari sekian lama sekolah, senjata yang amat berguna, tapi sampai sekarang belum bisa menggunakannya dengan efektif. Malu lah sama orang tak lulus SD yang sanggup membuat usaha sendiri.

    • Wahh… kuwi aneh tenan, mas Bimo. Kok bisa proses ‘perwakilan’ itu bisa lolos di semua proses ya?

      Betul, saya juga malu sama anak-anak tak lulus SD yang bisa fight dan sukses dalam dunia wirausaha, dan mereka bisa berada di level “tangan di atas”

  16. Ahmad says:

    Harusnya ada juga hukuman untuk yang lulus kuliah dengan cara mencontek dan/atau menyuap.
    Bagi PNS yang naik pangkat atau jabatan dengan berbekal kelulusan curang itu, berarti dia telah menipu negara.

    • Betul, mas Ahmad, yg menipu negara jangan diberi ruang.

      Untuk kasus mencontek, ya semestinya di-diskualifikasi saat tertangkap basah sedang mencontek. Kalo waktunya sudah lewat, maka akan sulit proses pembuktiannya. Lain halnya bila menjiplak karya tulis orang lain, bisa dengan mudah diketahui.

      Untuk kasus penyuapan, kita bisa menggunakan landasan hukum pada PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Kedisiplinan PNS. Pelaku penyuapan bisa dijerat dg Pasal 4 angka 7 dan Pasal 13 angka 7.

    • Ahmad says:

      Semakin rendah akreditasi sebuah PTS, nampaknya makin sulit diharapkan untuk menghukum pencontek yang tertangkap basah 😐

  17. alrisblog says:

    Ada ketua dprd di kampung saya yang ujug-ujug punya gelar sarjana pemerintahan. Banyak orang tahu pendidikannya sampai dimana.
    Begitulah kalo yang dikejar cuma dunia. Hati nurani hilang.

    Seharusnya hukum berat pembeli gelar itu. Khusus pejabat negara turunkan pangkatnya minimal tiga tingkat, biar kapok.

    • Betul, mas Alris, hati nurani hilang.

      Success story pengguna ijazah palsu bakal diikuti oleh orang lain yang pengen sukses dengan cara instant nan curang.

      Sebaiknya laporkan saja Ketua DPRD tersebut. Kalo mental curang sudah tertanam di kepala, bagaimana bisa ia memimpin dengan baik, mengemban amanah rakyat. Paling tidak bisa menjadi efek jera bagi lainnya.

      Ketentuan pidana pada UU ttg Sistem Pendidikan Nasional, dan UU ttg Pendidikan Tinggi berlaku bagi siapa saja. Maka siapapun dia, meskipun sebagai pejabat negara tetap harus dihukum pidana (bila terbukti). Bila dipidana dengan jangka waktu tertentu, maka diikuti dengan pemecatan. Jadi tidak cukup dengan hanya diturunkan pangkatnya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat