Home » Ghazwul Fikri » Straight Pride!

Straight Pride!

Blog Stats

  • 2,054,288

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Straight Pride

Bismillah …

Beberapa jam yang lalu pendiri Facebook, Mark Zuckerberg mengapresiasikan atas keberhasilan (kemunduran?) pemerintahnya, Amerika yang Jumat 26 Juni 2015 kemarin membuat keputusan atas sah-nya pernikahan sesama jenis.

Keputusan ini disahkan oleh Pengadilan Tinggi AS dan sudah resmi berlaku di 50 negara bagian Amerika Serikat. Sampai-sampai Gedung Putih (White House) eksekutif terlihat semarak dengan warna pelangi, yang merupakan simbol kebanggaan kaum gay.

Mark menulis,

“Our country was founded on the promise that all people are created equal, and today we took another step towards achieving that promise.”

“Negara kita didirikan diatas janji bahwa semua orang diciptakan sama, dan hari ini kami mengambil langkah maju untuk mencapai janji itu.”
(Lengkapnya lihat di sini).

Kemudian ada seseorang (bernama Barney Mus) yang masih berakal lurus berkomentar di status Mark itu. Begini komentarnya:

Straight Pride

“Dear Mark,

Dengan segala hormat kepada group LGBT dan semua orang yang menganggap diri mereka sebagai homoseksual. Pidato Anda sangat menyentuh di masa sulit ini.

Namun, Anda harus ingat bahwa negara Anda didirikan oleh orang-orang dengan nilai-nilai kekeluargaan yang sangat kuat. Tidak ada pembicaraan tentang pasangan homoseksual karena negara diperlukan untuk meningkatkan penduduk, sesuatu yang pasangan homoseksual tidak mampu melakukan secara alami.

Ketika Anda berbicara tentang kesetaraan, itu adalah hal yang benar untuk dilakukan. Tapi bagaimana Anda bisa berbicara kesetaraan dengan dua situasi yang sama sekali berbeda.

Seorang pria dan seorang wanita dapat memiliki anak bersama-sama secara alami. Dua laki-laki atau dua perempuan bersama-sama tidak akan bisa. Jadi dalam kasus ini mereka tidak sama.

Hal ini bukanlah yang diinginkan mayoritas orang-orang. Hanya saja terlalu banyak orang lebih memilih untuk tinggal diam karena mereka takut diperlakukan sebagai “homophobia”.

You must remember that the foundations of our country became great because they fought against the courant of the society. They didn’t swim with it to win votes. Best regards.”

———- e.o.q. ———-

Alhamdulillah, masih ada warga Amerika yang berpikiran normal dan lurus. Mari kita perbanyak doa di bulan Ramadhan ini agar semakin Allah tambahkan orang-orang yang berpikiran lurus dan berani bersuara atas penolakannya terhadap legalisasi pernikahan sesama jenis.

Do’akan juga agar hal itu tidak terjadi di Indonesia tercinta.

Juga do’akan mereka yang terjerat dalam LGBT semoga Allah berikan mereka hidayah untuk kembali kepada kodratnya dan menjadi hamba-Nya yang kaffah.

“Sesungguhnya yang paling aku takuti (menimpa) umatku adalah perbuatan kaum Luth”
[HR Ibnu Majah: 2563, 1457. Tirmidzi berkata: Hadits ini Hasan Gharib, Hakim berkata, Hadits shahih isnad]

“Allah melaknat siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth, (beliau mengulanginya sebanyak tiga kali)”
[HR Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra IV/322 No. 7337]

Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir!
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

[Dikutip dari: Fan page FB #IndonesiaTanpaJIL].
———————————————————-

Silakan Anda melanjutkan membaca komentar-komentar dalam status Mark Zuckerberg tersebut. Nyatanya masih banyak rakyat Amerika Serikat yang kecewa dengan keputusan pemerintahnya. Kondisi ini tertutup oleh gencarnya berita yang mendukung. Mereka yang bersuara menentang sepertinya ingin melindungi anak-anak mereka. Dan resikonya mereka langsung dicap sebagai homophopic.

Terkait pelegalan perilaku manusia jahiliyah ini, kritik juga datang dari sejumlah senator Republikan. Dalam Wall Street Journal, 26/6/2015, mengabarkan bahwa Gubernur Louisiana Bobby Jindal yang akan maju pada pencalonan presiden 2016, menuding pelegalan aturan ini mengancam kebebasan mereka yang berkomitmen pada perkawinan heteroseksual. Menurutnya, pemerintah tidak boleh memaksa mereka yang percaya pada aturan agama mengenai perkawinan heteroseksual untuk ikut merayakan pengesahan aturan ini. Jika ada pemaksaan, itu pelanggaran yang jelas terhadap kebebasan beragama yang menjadi komitmen AS sejak lama dalam konstitusi AS.

Gubernur Wisconsin Scott Walker bahkan meminta dilakukan amandemen atas konstitusi untuk mengugurkan peraturan yang disahkan Mahkamah Agung soal perkawinan sejenis ini. Walker menyebut ini sebagai kesalahan besar.

Senator Republikan lainnya Ben Carson bahkan lebih frontal. Mantan ahli bedah saraf ini sangat tidak setuju dengan keputusan Mahkamah Agung. Ia meminta Kongres memerhatikan betul pandangan agama, menghormati dan melindunginya. Baginya, pernikahan sangat berkaitan dan diatur agama, bukan negara.

Bila kemudian kritikan para senator dan warganya diabaikan, dan Amerika Serikat tetap dengan pelegalan pernikahan sejenis, … maka negeri itu tinggal menunggu kehancurannya akibat ulah warganya sendiri. Tanda-tanda itu akan nampak pada melambatnya pertumbuhan penduduk (menuju pengurangan) dan gejolak sosial di masyarakat akibat melegalkan zina. Ingat, ML-nya pasangan homoseksual adalah perbuatan zina, karena jelas tidak sah dari kacamata hukum pernikahan dalam agama, meski disahkan oleh hukum positif di negaranya. Hukum Allah tidak berubah.

#StraightPride !

Iwan Yuliyanto
28.06.2015

———–
Catatan:
Straight Pride secara gerakan bisa dilihat pada laman Wikipedia. Tapi Straight Pride dalam konteks tulisan ini hanya sebuah ungkapan untuk tetap menjaga masing-masing tetap dalam kodrat nya dan berbangga/bahagia atas hal itu.

Artikel terkait:

Advertisements

51 Comments

  1. niprita says:

    Setuju.
    Kemarin ada teman yang mereferensikan video bagus yang bahas ‘equality’ di LGBT ini, dan saya suka sekali videonya.

    Should Marriage Be Limited To One Man And One Woman?

  2. […] bisa baca juga blognya Pak Iwan untuk referensi berbeda dan cek bagian komentarnya ya […]

  3. dianonasis says:

    Mas Iwan yang baik..

    Sepupu saya seorang lesbian.

    saya tanya alasannya, dia punya latar belakang tak nyaman dengan ayahnya (sikap ayahnya terhadap ibunya…mungkin menurutnya itu termasuk kategori kdrt atau gimana, saya gak paham).

    lalu, ia memilih dekat dengan perempuan. dan saat ini, ia doktor (s3) dan dosen antropolig, dan lesbi serta mengaku Atheis.

    saya tidak berdebat panjang lebar dengannya. saya hanya bilang, saya sulit berdiskusi karena keterbatasan ilmu saya, dan saya memilih untuk tidak mendisksusikan agama dengannya.
    tapi terkait LGBT ini, saya menekankan, saya tidak setuju.

    saya pernah tanya, apa rasanya jatuh hati pada seorang perempuan?

    dia bilang, rasanya seperti ketika kamu melihat laki2 yang kamu suka, dan jatuh hati padanya. hanya saja, padaku, orang yang kusuka itu perempuan. sesederhana itu.. *ini sedikit dari percakapan yang memang saya hindari sebetulnya dengan dia.

    tapi, point yang mau saya tulis juga… rata-rata… LGBT memiliki pengetahuan agama yang minim.

    ada satu group di fesbuk, *saya anggotanya, yang mendampingi pasanga suami istri yang salah satu pihak adalah LGBT. nah perjuangan si teman ini luar biasa.

    saya hanya membaca beberapa cerita mereka.

    namun, saya perhatikan, jarang dan nyaris belum ketemu, pelaku atau para LGBT yang taat beribadah. dalam arti jika dia islam, adalah muslim yang mendalami betul soal agama. atau jika ia non muslim, ia mendalami betul kitab sucinya.

    rata2 LGBT memiliki pengetahuan agama sebatas kulitnya belaka, dan tak jarang hanya ktp saja…

    jika memang ada gosip seputar ustaz yang menyetujui homosexual karena itu tidak berakibat hamil (misalnya… ini saya pernah dengar,tapi tak ada fakta tertulis yang saya baca)… atau ustazah lesbian, agar tidak hamil diluar nikah, bisa jadi perlu diangkat ke permukaan juga ya? apa betul di pesantren tertentu ada kegiatan seperti itu?

    dan perlu juga dicari tahu, bagaiman solusinya, jika memang seseorang itu orientasi sexnya tidak normal, dari kacamata agama. karena rasanya aneh juga jika dipaksakan menikah.

    ini saya ketemu link dokter zakir naik, terkait LGBT :

  4. azfiamandiri says:

    iya pak, tidak semua orang barat mendukung eksistensi LGBT. Masih banyak mereka yang berpikir sehat dan menjungjung tinggi moralitas..

    Nb :Mark itu salah satu anggota Alpha Epsilon;salah satu perkumpulan Yahudi, kelakuannya cenderung atheis. Saya baca dan saya waspadai berita ini 5 tahun yang lalu (2010)

    CMIIW

  5. Mari bersama-sama mencegah kemunkaran, jangan sampai ‘Kapal’ tenggelam

    عَنِ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ” مَثَلُ القَائِمِ عَلَى حُدُودِ اللَّهِ وَالوَاقِعِ فِيهَا، كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوا عَلَى سَفِينَةٍ، فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلاَهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا، فَكَانَ الَّذِينَ فِي أَسْفَلِهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ المَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ، فَقَالُوا: لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا فِي نَصِيبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا، فَإِنْ يَتْرُكُوهُمْ وَمَا أَرَادُوا هَلَكُوا جَمِيعًا، وَإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِمْ نَجَوْا، وَنَجَوْا جَمِيعًا

    Dari Nu’man bin Basyir ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang yang melaksanakan perintah Allah dengan orang yang melanggarnya adalah seperti satu kaum yang berbagi tempat di sebuah kapal. Sebagian orang mendapat tempat di bagian atas, sedangkan sebagian yang lain mendapat tempat di bawah (lambung kapal). Orang-orang yang berada di lambung kapal, jika ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atas. Mereka berkata, “Sebaiknya kita lubangi saja lambung kapal ini (untuk mengambil air) agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di atas”. Jika mereka membiarkan apa yang mereka inginkan, mereka semua akan binasa. Dan jika mereka mencegahnya, orang yang melobangi akan selamat, serta orang yang mencegah akan selamat semua.” [HR. Bukhari]

    Begitu banyak argumen soal nahi munkar, namun semua itu membuat pencandu maksiat merasa gerah dan marah. Dgn berbagai argumen balik yg tidak masuk akal mereka membalasnya, … dgn dalih kebebasan, hak pribadi, jangan urusi urusan orang lain, jangan sok suci, dlsb-nya.

    Sekalipun mereka tidak senang, kita harus tetap memberikan peringatan. Mengajak akal mereka untuk berpikir. Memberikan hujjah, dalil dan bukti dgn cara bijaksana, nasehat yg indah dan debat yg baik.

    Mungkin apa yg kita lakukan itu tidak mendatangkan hasil, paling tidak kita sudah menunaikan kewajiban untuk saling mengingatkan, yg akan kita jadikan alasan di depan Allah kelak kalau kita sudah berusaha. Ingat QS al A’raf 164-165 dan QS Asy-Syura 15.

  6. onits says:

    spt biasa sy lebih tertarik mengkomentari kelakuan latah org2 drpd perbedan pendapat ttg gay/straight, krn tiap orang berhak punya pendapatnya masing2 dan lebih baik kita mendidik diri masing2 spy ga suka latah ikut2an. tiap kaum ada “masa”-nya.

    perlu dipahami dulu bhw amrik ini bukan negara pertama yg bikin peraturan legal utk pernikahan sejenis. pionirnya belanda, thn 1998 bikin “registered partnership” atau “civil union” atau “persatuan sipil” untuk pasangan sejenis. lalu thn 2001 jadi diakui dalam hukum pernikahan (karena di belanda mengenal pernikahan sipil saja). thn 2005 kanada juga melegalkan pernikahan sejenis. sejarah lengkap ada di wiki.

    krn amrik negara besar kali ya, di mana banyak pop culture berasal dari situ. shg heboh di org2 negri kita. pdhl menurut survei blon ada negara asia & afrika yg mayoritas penduduknya mendukung ini. amrik melakukan ini juga krn berdasarkan hasil observasi perkembangan di masyarakatnya. bukan berarti ga ada yg kontra, dong. ada pastor kristen ngancam mo bunuh diri rame2 bareng ribuan umatnya. bagi pemeluk agama yg mengenal cerita sadum/sodom memang pernikahan sejenis ini ga bisa diterima. pendapat tiap individu perlu dihargai. tapi negara sebagai pengayom warga bertugas memberlakukan warganya sama di muka hukum sipil.

    ga perlu kuatir juga dgn pedopil dan penyuka hewan. mereka pasti ga mungkin dilegalkan krn anak dan hewan tidak bisa memberikan “consent”. coba baca wiki ttg “age of consent”. di negri kita dikaitkan dgn umur legal pernikahan. di belanda sejak 1998 bisa legal sejenis tapi ga ada tuh yg minta berpasangan dgn anak dilegalkan? bisa2nya aja pihak2 tertentu menakut2i kita. kecuali di masa depan anak2 sudah dewasa secara perkembangan emosi, atau hewan jd bisa ngobrol dgn semua manusia hehehe… not in our lifetime, mas.

    makanya penting buat kita utk melihat suatu fenomena secara lengkap. baik yg pro maupun kontra keputusan amrik ini sama latahnya. yg pro ga usah heboh lah, yg dihebohin legalnya atau amriknya? atau krn ga mainstream shg tampak keren utk dukung ini? :p yg kontra ga usah kuatir. masyarakat kita menerima pernikahan sipil tanpa berdasar agama aja belon bisa, kok mau ke sana. mending ngerjain pe-er yg lain yg bejibun utk digarap oleh bangsa ini.. tuhan ga ngasih cobaan yg ga sesuai dgn yg bisa kita hadapi. blon saatnya diijinkan banyak homo lahir di negri kita. not in our lifetime juga 🙂

  7. Im straight and pride!

  8. rahmabalcı says:

    saya tidak membenci pelakunya sebagai manusia..kalau masiha da kesempatan untuk berusaha bertobat dan balik ke rule nya sbg manusia normal,dengan niat dan dukungan ,saya yakin mereka bisa balik lagi, ga ada penyakit yang ga ada obatnya kan…
    tapi minta pengakuan legalitas dan menunjukan eksistensi diri berlebihan..saya tidak dukung, apa tidak bs mengambil pelajaran dari kaum2 yang sudah diberi azab di zaman dahulu dan semua tercatat dalam kitab suci. kalau percaya dengan agama,saya yakin pasti ada jalan keluar dan bs disembuhkan

  9. R.Benjamin says:

    Hi Mas Iwan,

    Terimakasih telah memberikan informasi mengenai hukum di Indonesia yang mengatur tentang Homoseksual.

    Berdasarkan artikel tersebut, saya berharap para pembaca dapat membedakan dengan benar perilaku homoseksual dan pelecehan seksual terhadap korban dibawah umur yang dilakukan oleh homoseksual.

    Tidak semua homoseksual adalah melakukan tindakan sodomi terhadap anak dibawah umur. Ketertarikan seksual terhadap anak dibawah umur adalah tindakan pedofilia. Pedofilia terjadi kepada heteroseksual, homoseksual, ataupun biseksual.

    Tentu sebagai seorang homoseksual saya pun beram atas tindakan pelecehan seksual kepada anak dibawah umur. Mereka pantas mendapatkan hukuman.

    Anak harus dilindungi, disayangi, bukan dijadikan pelampiasan napsu. Tidak semua HOMOSEKSUAL meliliki ketertarikan menyodomi anak dibawah umur. Saya rasa pemikiran ini harus diluruskan.

    Kalian bisa menemukan pelaku sodomi terhadap korban dibawah umur telah meliliki istri dan anak, yang mana artinya pelaku memiliki orientasi biseksual dan ketertarikan terhadap anak dibawah umur (pedofilia).

  10. Artikel-artikel Hukum yang patut kita ketahui:

    Maka sungguh tepatlah pernyataan ini:
    Perkawinan Sejenis Tidak Sesuai dengan HAM yang Adil dan Beradab
    Oleh: DR. Maneger Nasution, MA | RMOL, 3/7/2015

  11. R.Benjamin says:

    Hi para Ahli Surga,

    Kalian yang berfikir bahwa kondisi kalian lebih baik di mata Allah SWT karena kalian adalah umat yang baik dan tidak memiliki perilaku seksual menyimpang.

    Apakah kalian tahu menyakiti hati orang lain juga merupakan hal yang tidak baik. Karena komentar kalian terhadap kaum LBGT dapat menyakiti hati mereka.

    Mas Iwan sang penulis, kata kata yang anda gunakan sangat melecehkan dan merendahkan.

    Saya tahu maksud kalian baik untuk mengingatkan bahwa menjadi homoseksual salah dimata agama. Tapi mohon gunakan kata kata yang dapat diterima dengan baik. Mungkin dengan begitu niat baik anda akan membuahkan hasil dan memberikan anda pahala yang belipat lipat pada akhirnya karena berhasil menuntun orang kembali di jalan yang benar.

    Tapi ada satu yang saya pikirkan… Apakah adil bagi kaum homoseksual untuk memaksakan dirinya menjadi heteroseksual. Mengenyampingkan kebagiannya dirinya sendiri.

    Bagi kalian yang terlahir “normal” tentu memiliki keluarga yang utuh merupakan kebagian kalian. Menjadi imam yang baik yang menuntun anak dan istrinya menuju jalan yang diridhoi Allah SWT. Anda memiliki kebahagian di dunia dan mempersiapkan kebahagian anda diakhirat nanti. Terdengar sangat sempurna bagi saya dan begitu indah.

    Akan tetapi saya adalah gay, saya bisa menikahi perempuan. Tapi itu berarti saya membohongi diri saya sendiri. Mungkin dengan menikahi perempuan dan menerima kodrat saya sesuai dengan agama bisa memberikan kebahagian saya di hari akhir nanti. Tapi bagaimana kebahagian saya di dunia?? Kenapa ini terdengar tidak adil untuk saya. Saya harus berusaha “menahan” penyakit ini, yang pasti sangat tersiksa. Sedangkan anda semua yang merasa lebih baik dari saya memiliki kebahagian dunia dan akhirat…..

    Saya sama sekali tidak meminta untuk dibela, tidak meminta untuk diakui. Saya hanya berharap jika kalian ingin menuntun kaum homoseksual tuntunlah dengan perilaku yang baik sebagaimana agama kalian mengajarkan tentang “kebaikan”.

    Satu hal yang mungkin kalian perlu tahu jika ingin memberikan masukan seperti ini; “carilah lingkungan yang baik, jauhi pergaulan yang menjerumuskan”. Saya tidak bergaul dengan kaum homoseksual, saya tidak mengalami tindakan pelecehan homoseksual (sodomi atau apapun itu) semasa kecil, saya diajarkan agama, saya rasa tidak ada faktor apapun yang menyebabkan saya tertular hal yang kalian sebut penyakit ini. Entah dari mana saya sadari saya lebih menyukai pria ketika masa pubertas saya muncul.

    Saya hanya sekedar sharing, silakan menghardik saya semampu kalian.

    • Ana maria says:

      Mas. Saya mungkin merasakan apa yang kamu rasakan. Gimana nggak?
      Sy lahir dari pasangan normal dan saya bergaul dengan orang baik-baik. Tapi kenapa sy bisa mengidap kleptomania? Sy yakin ini pasti genetik seperti yang kamu rasakan! Ya kan?

      Dan untuk pak iwan, tolong jelaskan tanpa melukai hati saya ya. Terima kasih.

    • dianonasis says:

      Sudahkan mencoba memahami masalah penyimpangan orientasi seksualnya dari kacamata agama?

      mencari info dan mendalami agama yang diyakini.

      Misalnya, dalam islam… untuk menahan hasrat, kita disarankan berpuasa. bisa puasa nabi daud atau puasa senin kamis.

      artinya, meski tidak tertarik pada perempuan, dan tahu bahwa tertarik pada sesama jenis dilarang oleh agama yang diyakini, bisa dicari solusinya untuk tidak melakukan “dosa”.

      kehidupan duniawi hanya sebentar. cari jawaban untuk kehidupan akhirat.

      soal sex atau masalah sexualitas ini, sebetulnya mirip juga dengan cobaan yang dihadapi orang muda yang belum mampu menikah, tapi takut dosa. Atau para pelaut yang berbulan-bulan jauh dari istri mereka, dan tak ingin melakukan dosa.

      Suami saya pernah berada jauh dari saya, selama lebih dari 6 bulan. sebagai laki2.. bisa saja penyaluran sex dilakukan beragam cara. tapi suami memilih cara yang diatur dalam islam (agama yang diyakini). yakni berpuasa. ia melakukan puasa dan memperbanyak olahraga.

      cara ini dilakukan juga oleh seseorang yang dikenal ibu saya sebagai laki2 yang soleh, tapi memiliki orientasi seksual yang beda. dia tidak menikah, tidak juga melakukan kegiatan sex seperti homosexual. ia memilih berpuasa dan berolahraga.

      Dalam quran, semua ada jawabannya.

      saran saya, cari jawabannya dalam agama yang diyakini. lalu minta solusi dari mereka yang paham tentang agama tersebut. tidak perlu menipu diri dengan menikahi perempuan, tapi tidak juga melakukan dosa besar seperti kaum sodom.

      demikian pendapat saya. semoga berkenan…

    • Buat R.Benjamin dan Ana Maria,
      silakan simak analogi di sini untuk membantu menjawab kegundahan hatimu … semoga bermanfaat ya 🙂
      https://iwanyuliyanto.co/2015/07/08/menyikapi-pilihan-bebas-lgbt/

    • Onya says:

      Bismillahhirrahmanirrahim,

      Saudara semuslimku R.Benjamin yang sangat kami sayangi,
      Membaca tulisanmu, hati ini terasa turut teriris, karena …

      “Orang-orang Muslim itu ibarat satu tubuh; apabila matanya marasa sakit, seluruh tubuh ikut merasa sakit; jika kepalanya merasa sakit, seluruh tubuh ikut pula merasakan sakit.” (HR Muslim)

      Apalagi ada pengalaman bathin yang cukup dahsyat sehingga saya dapat merasakan apa yang Anda rasakan.

      Baiklah, saya akan mencoba menjawab kegalauan hati yang seperti ini..

      (1) “..menyakiti hati orang lain juga merupakan hal yang tidak baik.
      komentar kalian terhadap kaum LBGT dapat menyakiti hati mereka..”
      “..Mas Iwan sang penulis, kata kata yang anda gunakan sangat melecehkan dan merendahkan. ..”

      Saudaraku,
      Dari Abu Dzaar, ia berkata,
      “Kekasihku Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan tujuh hal padaku:
      (1) mencintai orang miskin dan dekat dengan mereka,
      (2) beliau memerintah agar melihat pada orang di bawahku (dalam hal harta) dan janganlah lihat pada orang yang berada di atasku,
      (3) beliau memerintahkan padaku untuk menyambung tali silaturahim (hubungan kerabat) walau kerabat tersebut bersikap kasar,
      (4) beliau memerintahkan padaku agar tidak meminta-minta pada seorang pun,
      (5) beliau memerintahkan untuk mengatakan yang benar walau itu pahit,
      (6) beliau memerintahkan padaku agar tidak takut terhadap celaan saat berdakwa di jalan Allah,
      (7) beliau memerintahkan agar memperbanyak ucapan “laa hawla wa laa quwwata illa billah” (tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah), karena kalimat tersebut termasuk simpanan di bawah ‘Arsy.”
      (HR. Ahmad 5: 159. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih, namun sanad hadits ini hasan karena adanya Salaam Abul Mundzir).

      Perintah dari Baginda rasulullah inilah yang membuat kita sebagai umatnya, mau tak mau, suka atau tidak suka, harus menyampaikan kebenaran meski pahit , meski beresiko mendapat celaan karenanya.

      Memang, kadang lebih mudah memaafkan mereka yg berbuat salah daripada memaafkan mereka yg berkata benar. Karena kejujuran terkadang sangat menyakitkan. Salah satu hal yg membuat seseorang sulit menerima sebuah kejujuran adalah kenyataan bahwa kebohonganlah yang ingin dia dengarkan maka cara apapun yang mereka lakukan dalam menyampaikan kebenaran/kejujuran selalu terasa salah , apalagi jika ucapannya terasa langsung menusuk hati nurani maka sakitnya-lah yang terasa lebih dahulu. Dan jika kita mau jujur pada diri sendiri, di saat lain kita akan merasakan bahwa apa yang telah dikatakan seseorang pada kita , yang terasa menyakitkan itu, ternyata benar adanya.

    • Onya says:

      Hal berikutnya yang menarik untuk dibahas adalah protesmu tentang ketidakadilan, yang entah ditujukan pada siapa. Itu sama persis dengan apa yang pernah saya rasakan . yang hingga detik ini , masih terasa sedikit perihnya di hati saya.

      (2) “…ini terdengar tidak adil untuk saya…”
      “..Saya harus berusaha “menahan” penyakit ini, Sedangkan anda semua yang merasa lebih baik dari saya memiliki kebahagian dunia dan akhirat…..”

      Saya berbagi kisah tentang diri saya sendiri…

      Saya seorang perempuan yang aktif. Saya bekerja sebagai humas keraton yang ada di kota saya. Pekerjaan saya sangat menyenangkan. Saya banyak menemani Sultan menerima tamu penting yang datang ke keraton, atau menemani Sultan keluar kota saat mengunjungi Sultan di daerah lain, atau menghadiri acara yang diadakan Pemerintah Daerah/Provinsi/Pusat. Sebagai seseorang yang menyukai seni, saya juga berdagang batik khas daerah saya. Dan sudah hingga ke negeri tetangga dalam berjualan batik itu. Sultan membebaskan saya dalam berkarya. Dan sebagai seorang muslim, saya selalu membantu teman-teman yang berkumpul untuk berjuang dalam dakwah. Menemani para korban kesewenang-wenangan tanpa pamrih sedikitpun. Di luar itu , anak-anak sehat, sholeh dan sholehah. Suami pun mendukung semua aktivitas saya. Semua itu sangat membahagiakan saya. Dunia saya terasa komplit sudah. Tabungan di akhirat pun sedang saya kumpulkan.

      Namun ternyata…tiba-tiba semua kenikmatan itu terasa direnggut olehNya..

      Saya yang merasa telah menjaga kesehatan dengan baik, tiba-tiba saja pada suatu hari mendadak terasa lemas tak berdaya. Pemeriksaan ke dokter berikutnya, dokter memvonis saya terkena Virus GBS. Suatu nama penyakit yang jarang dikenal , karena ratio perbandingan yang terkena penyakit itu adalah 1 : 100.000 se-dunia. Penyakit itu pun dikenal membutuhkan biaya yang sangat muahal. Puluhan juta perhari dalam proses penyembuhannya. Belum lagi efek penyakit itu adalah lumpuh yang membutuhhkan waktu berbulan/bertahun lamanya.

      Saya merasa ini tak adil… Mengapa saya yang mesti terkena penyakit ini ? Bukankah saya selalu berupaya melakukan hal yang benar ? Bukankah saya tak hanya mengejar dunia, tapi juga turut berjuang demi agama saya ? Meski bukan orang miskin, saya juga bukan orang kaya, lalu darimana biaya untuk kesembuhan saya yang hingga mencapai ratusan juta itu ? Lalu bagaimana saya menjalani hidup, jika saya yang biasanya aktif lalu tiba-tiba menjadi lumpuh ? Ini terasa menyakitkan. Dokter pasti berbohong pada saya. Dia berkata dengan santainya, seakan apa yang dia katakan itu bukanlah sesuatu yang tidak merenggut kehidupan saya.

      “Ini kehidupanku. Dokter bisa berkata santai seperti itu, karena bukan dokter yang terkena virus GBS ini..”

      Karena itu saya beralih dokter , hingga 3-4 dokter berikutnya yang mengatakan hal yang sama , yang sama juga terasa menyakitkan bagi saya. Saya terkena virus GBS. Saya pada titik menerima. Saya menangis sejadi-jadinya dalam pelukan suami. Saya menjadi lumpuh ??

      “..mengapa harus saya yang terkena penyakit ini , yaa Rabb…? Apa salah saya ? Mengapa bukan orang lain saja yang kau beri penyakit ini…?”

      Dan suami sambil turut menitikan air mata , hanya bisa memelukku dan berucap “…istighfar… istighfar…” Ketidakadilan itu terasa sangat nyata. Saya tidak merokok, saya tidak minum minuman keras dan saya selalu berupaya melakukan hal yang baik. Saya selalu menjaga kesehatan saya. Gula darah, tensi, asam urat, hingga test tulang saya semua baik (normal), tapi tetap saja saya merasa lemas tak bertenaga. Jangankan untuk berjalan, mengangkat tangan sendiri pun tak mampu. Bernafas seperti ikan yang dilemparkan ke darat. Megap-megap. Sudah berapa pasien GBS yang tak berhasil melewati masa ini, dan meninggalkan dunia begitu tragis, mendadak. Tak ada seorang pun teman/sahabat/kerabat mengira saya akan seperti ini. Dan saya pun masih tak sanggup untuk menerima. Hingga di suatu saat, dalam zikir saya, terasa suatu ayat begitu benar adanya.

      ”Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabuut: 2-3)

      Sadarlah saya bahwa saya tengah diuji olehNya. Untuk mencapai derajat yang lebih tinggi lagi. Bukan untuk di dunia ini, tapi Inshaa Allah untuk di akhirat nanti seperti setiap doa saya. (Aamiin..) Dibantu seorang ustadz, saya di-ruqyah. Tujuannya, agar syetan yang menghembuskan rasa was-was dalam diri saya segera minggat dari hati saya. Alhamdulillah, hati saya mendadak sangat lapang. Vonis yang menyakitkan dari dokter-dokter bisa saya terima sambil tersenyum. Dan tanpa terasa, telah 6 bulan berlalu, saya masih belum bisa berjalan, berdiri pun belum bisa, namun saya masih sangat bersyukur, karena Allah tak mengambil iman Islam saya. Otak saya masih dapat memilah mana yang benar dan mana yang salah. Dalam keadaan patah hati pun, saat merasa diperlakukan tak adil olehNya, tak lantas membuat saya melakukan hal-hal yang diharamkanNya. Karena itu adalah tanggung jawab saya sebagai muslim untuk tetap bertakwa, menjauhi laranganNya dan mentaati apa yang diperintahkanNya, dalam keadaan lumpuh sekalipun, dalam situasi apapun. Kini saya sudah bisa duduk (meski tak lama), mengetik sambil berbaring, tapi kegiatan (dunia) yang dulu terasa sangat menyenangkan dan membahagiakan saya telah meninggalkan saya. Namun itu tak membuat saya menjadi orang yang tak berhak dalam berbahagia, kan ? Saya tetap bahagia dengan menerima ikhlas segala apapun ketentuan yang telah ditetapkan olehNya meski hanya bisa berbaring.

      (3) Mungkin dengan menikahi perempuan dan menerima kodrat saya sesuai dengan agama bisa memberikan kebahagian saya di hari akhir nanti. Tapi bagaimana kebahagian saya di dunia??

      Dalam kehidupan ini ada bertingkat-tingkat tentang kenikmatan dunia. Manusia berlomba-lomba mengejar, hingga kepayahan, dan umurnya habis, dan hidupnya tersungkur, hanya diarahkan untuk mengejar kenikmatan dunia. Tak ada kenikmatan yang sejati. Kenikmatan yang diinginkan manusia dalam kehidupan itu hanyalah kenikmatan yang semuanya hanya ilusi.

      Dunia begitu mempesona, menyihir mata, telinga, bahkan hati dan jiwa. Godaan harta, jabatan, juga rasa cinta, dapat menjatuhkan kita ke dalam lembah kenistaan. Karena itu Allah subhanahu wa ta’alla pun sudah memperingatkan umat muslim berulang kali.

      “Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”
      (Surah Al-Ankabut ayat 64)

      “Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.”
      (Surah Muhammad ayat 36)

      Sebagai hambaNya, dimana kita dilahirkan ke dunia ini hanya sementara untuk bertakwa pada-Nya, Allah pun telah memberitahu itu kepada kita.

      “Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?”
      (Surah Al-An’Am ayat 32)

      (3) Saya tidak bergaul dengan kaum homoseksual, saya tidak mengalami tindakan pelecehan homoseksual (sodomi atau apapun itu) semasa kecil, saya diajarkan agama, saya rasa tidak ada faktor apapun yang menyebabkan saya tertular hal yang kalian sebut penyakit ini.

      Jika tak menemukan jawaban apa yang telah membuatmu menjadi homoseksual , seperti saya tak menemukan jawaban apa yang membuat saya terkena virus GBS , maka sebagai muslim kewajiban kita hanya bertakwa pada-Nya. Hanyalah orang-orang mukmin, yang layak mendapatkan kenikmatan yang sejati, kerana pahala yang akan dikurniakan oleh Allah Rabbul alamin, sentiasa mengalir, ketika semua kegiatan di dunia dan semua amal mereka hanya ditujukan untuk mendapatkan ridho-Nya.

      Al-Hasan pernah ditanya,

      “Wahai Abu Sa’id, ‘Siapakah manusia yang paling keras teriakannya pada hari Kiamat?’ Beliau menjawab, ‘Orang yang dikaruniai sebuah nikmat, tetapi dia menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah.”

      Tidak diragukan bahwa orang yang menggunakan dunianya untuk ketaatan adalah sebuah kebaikan yang sangat agung.

  12. anotherorion says:

    neng situs2 liberal macem mojok.co gitu pasti didukung deh mas LGBT nya, oh ya wis ngerti update beritane mas? pasca kemenangan LGBT disahkan oleh pemerintah US, sekarang giliran para pedofil yang minta disahkan juga orientasi sexnya, mungkin sesuk2 penggemar sex dengan binatang juga ikut2an bikin kampanye biar bisa dilegalkan

    • Kedangkalan pemikiran si Arman Dhani di mojok.co disentil di sini:
      LGBT Sana Sini http://www.shiddiq.com/lgbt/

      Iya, mas Pri, saya pernah dengar beritanya kaum pedofil juga menuntut haknya.

      Memang, jika kita sudah (dipaksa) menerima bahwa orientasi seks itu given nan beragam maka perlahan namun pasti kita tidak akan mempermasalahkan homoseksual dan pedofilia.

      http://patdollard.com/2013/07/it-begins-pedophiles-call-for-same-rights-as-homosexuals/

      Selanjutnya, akan menyusul dilegalkan dendrofilia, beastility, dan necrophilia, dg alasan itu adalah hak, tidak menggangu orang lain

      Nah, bisa jadi dalam perkembangan peradaban manusia di muka bumi ini …. juga hanya dengan alasan “hak untuk menyelematkan bumi”, sekte ini juga menuntut dilegalkannya praktek bunuh diri, aborsi, kanibalisme, dan sodomi | 4 pilarnya sekte Church of Euthanasia http://www.churchofeuthanasia.org/

      Suwe-suwe tambah edan …

  13. kasamago says:

    Naudzubillahi min dzalik, amit2 jabang bayi.. Sodom Gomorah jilid 2

    Semoga semesta dan penghuni yg masih lurus mendapat perlindungan dr Allah SWT Amin

    Entah mngpa selalu mencium bau Konspirasi Karbalis dibalik peristiwa ini..

  14. Di Facebook banyak tuh yang pasang latar pelangi…tapi aku cuma ketawa aja.
    Kemana aja nih? tentu lebih fokus ke alam nyatanya kan? Semoga baik-baik saja meski jarang sekali nongol.

  15. Tapi makan rainbow cake jalan terus kok..

  16. AmeL says:

    Reblogged this on aghnellia.

  17. Wahyu says:

    Naudzubillahi min dzalik….Ya Allah…. Engkaulah tempat kami berlindung

  18. tiarrahman says:

    izin share akhy..

  19. @cizzos says:

    Hampir seluruh media Amerika mendukung kebijakkan tidak waras ini. Akun twitter mereka bercorak pelangi…

  20. katacamar says:

    Reblogged this on katacamar and commented:

    Berhati-hatilah wahai kaum luth, azab Allah mengintaimu jangan lengah… bisa?

  21. Naudzubillahi mindzalik…

  22. jampang says:

    yang mengendalikan media yang punya kuasa 😦

  23. kebomandi says:

    jadi, mark itu gay? aku baru ngeh, pelangi itu tanda merayakan keputusan tersebut. soalnya, temen ku ada yg ganti profpicnya dengan persis punya mark. ckcck -.-

  24. winnymarch says:

    kadang aneh2 sih orang luar ini ngasih keputusan

    • Begitulah kalo jiwanya kosong dengan nilai-nilai spiritual.
      Kaum liberal paling anti bicara spiritual (visi jangka panjang setelah kematian… di alam akhirat). Karena iman pada akhirat dianggap membatasi kebebasannya.

  25. shiq4 says:

    Dunia makin aneh saja. Moga-moga di indonesia tidak ikut ketularan amerika. Ngeri gan.

    • Negeri kita ini ibarat kapal besar yang berlayar di tengah samudera, maka jangan biarkan ada orang iseng yang melubangi kapal.
      Saat ini banyak orang di negeri kita yang bilang, “orang iseng tersebut tidak mengganggu siapa-siapa, biarlah ia melubangi kapal ini”

  26. alrisblog says:

    Makin ke ujung jaman memang makin banyak yang dibuat orang di luar akal sehat. Edan memang.
    Semoga kita tetap istiqomah di jalan Allah swt, aamin.

  27. Hafidh Frian says:

    Sedih, banyak orang pinter tapi otaknya nggak waras.
    Naudzubillah.

    • Yang pinter sok ngilmiah pembelaannya. Padahal pernikahan sesama jenis adalah kematian nalar kausalitas, ketentuan alam yang tak bisa direkayasa secara genetika. Tak ada dalil ilmiah.

  28. mysukmana says:

    Ketika jaman sudah mendekati akhir , saya Kira mark orang yang pintar: (

  29. Untuk bisa meneruskan keturunan … (diluar langkah adopsi)
    Kaum Lesbian mengandalkan bank sperma.
    Kaum Gay mengandalkan rahim sewa.
    Gak kebayang bagaimana nasabnya. Yang jelas akan kacau.
    Begitulah kalau menentang kehendak Allah.

    • Salah seorang teman berkata dengan terus terang bahwa “We don’t need to respect those who cannot respect God’s rules”. Ini menyoal mereka yang katanya masih percaya pada agama, tapi juga mendukung pengesahan gay marriage (saya jadi penasaran apa ada agama diluar Islam yang mendukung pernikahan sesama jenis–karena setahu saya tak ada). Sayang sekali ketika melihat teman-teman yang otaknya encer, tapi saking encernya malah tumpah kemana-mana.

      Semoga kita selalu berada dibawah lindungan Allah. Gak bisa ngebayangin kalau Indonesia melakukan hal yang sama. Kiamat sepertinya memang semakin dekat.

    • Semua pemimpin umat beragama menegaskan bahwa perilaku homoseksual adalah terlarang.

      Ucapan2 pembangkangan ummat para Nabi terdahulu, makin lama makin santer dan terang-terangan. Akankah kemudian kita harus merasakan azab-Nya yang pedih?

    • wise_n says:

      mari qt saling bahu membahu, qt cegah di lingkungan qt masing2, terutama keluarga qt…
      masih belum terlambat……
      bangsa indonesia bukan bangsa saddum…… jg sampai…… sprti mereka……..
      ane malu ama kucing piaraan ane…….. (no offense)

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat