Home » Mukjizat Al-Qur'an » Janji Allah dan Riset Manuskrip Kuno

Janji Allah dan Riset Manuskrip Kuno

Blog Stats

  • 2,052,782

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

Bismillah …

Penemuan manuskrip Al-Qur’an di University of Birmingham, Inggris, telah menjadi headline berita di berbagai media di seluruh dunia baru-baru ini. Manuskrip tersebut kemungkinan ditulis oleh orang yang mendengarkan langsung Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam saat membacakan ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Uniknya, naskah Al-Qur’an ini berada di perpustakaan University of Birmingham selama 100 tahun tanpa disadari keberadaannya, yang selama ini berada di antara lebih dari 30 ribu buku dan dokumen tentang Timur Tengah yang dikumpulkan pada 1920-an oleh Alphonse Mingana, seorang pendeta Chaldean yang lahir di dekat Mosul, yang kini dikenal sebagai salah satu kota di Irak. Pengumpulan koleksi itu disponsori Edward Cadbury, salah satu anggota dinasti pembuat cokelat di Inggris.

Hingga suatu hari, Alba Fadeli, seorang peneliti dan mahasiswa PhD menemukan manuskrip kuno ini lalu memutuskan untuk melakukan uji radiokarbon. Hasilnya mengejutkan. Analisis oleh Oxford University Radiocarbon Accelerator Unit yang memiliki tingkat akurasi 95,4 persen ini menunjukkan bahwa lembaran Al-Qur’an tersebut berusia sekitar 1.370 tahun. Manuskrip tersebut diperkirakan ditulis antara tahun 568 hingga 645 Masehi. Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam diyakini hidup antara tahun 570 hingga 632 Masehi.

Manuskrip Al-Qur’an ini digoreskan pada kulit domba atau kambing. Panjangnya hanya sekitar dua halaman folio dan merupakan potongan surat ThaaHaa dan surat Maryam, dan ditulis dengan tinta menggunakan huruf Hijazi, versi awal dari huruf Arab tulis.

Direktur yang menangani koleksi istimewa di University of Birmingham, Susan Worrall, merasa terkejut, takjub dan tidak pernah menyangka bahwa usia manuskrip Al-Qur’an itu sedemikian tua.

David Thomas, profesor studi Kristen dan Islam di University of Birmingham juga takjub karena naskah tersebut setelah hampir 14 abad tidak mengalami perubahan bila dibandingkan dengan naskah Al-Qur’an yang saat ini dibaca. Ia mengatakan, “Penulisan Al-Qur’an mungkin dilakukan pada tahun-tahun awal lahirnya Islam. Nabi Muhammad menerima wahyu antara 610 dan 632 Masehi. Orang yang menuliskannya mungkin mengenal baik Nabi Muhammad. Mungkin ia juga bertemu langsung dan mendengarkan langsung ajaran beliau, dan itu perkiraan yang bisa ditelusuri.”

Menurut Thomas, pada tahap awal penulisannya, Al-Qur’an dituliskan pada batu, lembaran daun kurma, atau kulit domba. Semua potongan itu akhirnya terkumpul pada sekitar 650 Masehi. Universitas Birmingham mengatakan bahwa selama bertahun-tahun mereka telah mengumpulkan manuskrip-manuskrip Al-Qur’an yang serupa yang berasal dari akhir abad ketujuh. Masya Allah, sebagai muslim kita patut mengapresiasi upaya mereka.

Tentu saja, temuan ini disambut sukacita oleh komunitas Muslim di Birmingham. Dan pihak University of Birmingham mengatakan akan memamerkan manuskrip Al-Quran kepada masyarakat umum pada bulan Oktober mendatang, untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki harta berharga yang tidak ada duanya di dunia ini.

Sila baca jurnal selengkapnya di: Birmingham Qur’an manuscript dated among the oldest in the world | University of Birmingham, 22/7/2015.

MENGUJI KESUCIAN DENGAN MEMBANDINGKAN

Naskah Al-Qur'an yang ditulis pada zaman Rasulullah ditemukan dan dibandingkan dengan naskah saat ini. Hasilnya identik. Bukti bahwa selama hampir 14 Abad, naskah Al-Qur'an tak pernah berubah.

Bagaimana perbandingan manuskrip Al-Qur’an tersebut dengan Al-Qur’an yang ada sekarang?
Situs ilmfeed.com menyajikan analisa perbandingan bagian dari manuskrip yang berisi beberapa ayat awal dari Surah Thaahaa sebagai berikut:

manuskrip quran[klik untuk memperbesar]

Gambar di atas menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan pada teks Al Qur’an. Terlihat identik, tidak ada satu huruf pun yang tertukar. Yang membedakan adalah harakat. Menurut penjelasan dari KonsultasiSyariah: Siapa yang memberi harakat Al-Qur’an?, yang pertama kali membubuhkan harakat dan tanwin dalam kalimat bahasa arab adalah Abul Aswad ad-Duali yang hidup setelah era sahabat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau melakukannya ketika menulis sebuah buku tentang belajar bahasa Arab, dalam rangka meluruskan kekeliruan kalimat bahasa Arab yang umumnya diucapkan masyarakat. Ada juga yang mengatakan, orang yang pertama memberi harakat dan tanwin adalah Nashr bin Ash al-Laith. Kemudian Khalil bin Ahmad al-Farahidi mengembangkan hal itu, dimana beliau membuat beberapa harakat yang diambil dari huruf.

‘PESAN’ MANUSKRIP KUNO KEPADA KITA

Pada manuskrip Al-Qur’an yang ditemukan tersebut berisi tulisan akhir surat Maryam dan awal surat Thaahaa. Dalam sejarahnya, Surat Thaahaa mengantarkan Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu masuk Islam. Awal surat Thaahaa berbunyi yang artinya: “Thaahaa. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah. Melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).”

Dan pada akhir surat Maryam, khususnya pada ayat ke-97, berbunyi yang artinya: “Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Qur’an) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengan itu engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertaqwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.”

Ayat-ayat yang tertulis pada manuskrip kuno tersebut menjelaskan tentang apa dan untuk apa Al-Qur’an. Seolah-olah penulis yang hidup di zaman Rasulullah itu mengingatkan kembali kepada kita yang hidup di zaman modern saat ini tentang kemudahan Al-Qur’an untuk dibaca, dihafalkan, dipahami dan diamalkan. Allahu Akbar!!

HIKMAH dan PELAJARAN

Ummat Islam meyakini bahwa Al-Qur’an adalah mukjizat dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menurunkannya dan memelihara kesuciannya sebagaimana janji-Nya dalam QS Al-Hijr (15) ayat 9:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” [QS. Al-Hijr: 9]

Penemuan manuskrip ini menjadi bukti terjaganya keaslian ayat-ayat Al-Qur’an, sejak masa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam sampai sekarang. Dan juga semakin membuktikan kejujuran ummat Islam dalam menjaga naskah Al-Qur’an sejak zaman para sahabat, bahwa mereka menjaga Al-Qur’an dengan amanah, disampaikan, lalu ditulis tanpa ada tambahan satu huruf pun hingga sampai kepada kita dengan isi yang sama persis.

Ummat Islam meyakini orisinalitas Al-Qur’an, dengan ilmu ulumul Qur’an yang dipelajari mulai dari sejarah penulisan dan pembukuan Al-Qur’an. Tapi itu tidak meyakinkan bagi orang yang ateis, skeptis atau materialis yang hanya percaya apa yang bisa dilihat dan diraba. Maka hasil penelitian ini bisa memberi kekuatan tambahan akan validitas dan orisinalitas Al-Qur’an di depan mereka yang menyangka bahwa Al-Qur’an telah terdistorsi sebagaimana Bible dalam sejarahnya.

Hasil penelitian ini juga menjadi argumentasi kuat di depan tuduhan beberapa golongan yang tidak mempercayai para sahabat seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Mereka beranggapan para sahabat ini menyembunyikan beberapa bagian Al-Qur’an yang berhubungan dengan ahlul bait. Berabad-abad tuduhan mereka ini mengisi buku-buku ulumul qur’an atau perbandingan madzab dan aliran. Yang pada akhirnya, bukti fisik akan selalu mengalahkan dugaan-dugaan.

Karena itulah menjadi tantangan bagi ummat Islam untuk mengembangkan ilmu arkeologi, kimia, fisika, dan lain-lain, sebagai bekal dalam mempelajari konten manuskrip kuno dan tafsirnya, serta berburu bukti fisiknya lalu menelitinya di laboratorium.

Janji Allah itu pasti benar dan terbukti. Namun demikian tetaplah qul siiru fil ardhi fan zhuru.. (berjalanlah di muka bumi, lalu analisalah…). Pasti akan kita dapati setiap penemuan ilmiah akan selalu membenarkan setiap ayat Al-Qur’an. Karena ayat yang tersebar di alam, dan ayat yang tertulis di mushaf Al-Qur’an, berasal dari sumber yang satu, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Wallaahu a’lam bish-showab.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
25.07.2015

Advertisements

9 Comments

  1. jampang says:

    subhaanallah wal hamdulillah

  2. kasamago says:

    Subhanallah.. Allahu Akbar

    Islam n Quran mmng tiada duanya.

    Bukti Keagungan Islam senantiasa d Jaga Allah SWT dlm dunia modern yg pnuh cobaan.

  3. alrisblog says:

    Subhanallah. Satu lagi bukti kebenaran Islam.

  4. Ami says:

    Semakin banyak bukti yang kita tahu, semoga akan semakin bertambah pula keimanan kita, aamiin 🙂

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat