Home » Selamatkan Anak Bangsa » Surat Terbuka Ketua Umum GeNAM Fahira Idris Kepada Presiden Jokowi

Surat Terbuka Ketua Umum GeNAM Fahira Idris Kepada Presiden Jokowi

Blog Stats

  • 2,052,837

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,852 other followers

fahira idrisBismillahirrahmanirrahim.

Pelonggaran penjualan miras dengan merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen Dagri) No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A, sepertinya akan akan memberikan keleluasaan kepada kepala daerah untuk menentukan lokasi mana saja yang diperbolehkan menjual miras.

Tim GeNAM (Gerakan Nasional Anti Miras) sudah membuat analisis dan kami meyakini kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan bagi perekonomian Indonesia. (Oleh karena itu) saya minta Presiden Jokowi mencabut aturan pelonggaran miras dari paket kebijakan ekonomi yang sudah diumumkan pemerintah pekan lalu. Selain tidak akan berdampak signifikan bagi perbaikan ekonomi, daya saing industri, dan daya beli masyarakat, aturan penjualan miras yang ada saat ini (Permendag No.06/2015) sudah cukup longgar! … karena miras masih boleh dijual di supermarket, hypermarket, bar, restoran, hotel dan di lokasi wisata (yang punya surat izin).

Alasan masyarakat kenapa (aturan pelonggaran miras) harus DITOLAK adalah komitmen Pak Jokowi saat menutup Kongres Umat Islam Indonesia, Februari 2015 lalu di Yogyakarta yang menyatakan bahwa:

“Tidak masalah negara kehilangan trilyunan rupiah karena pelarangan penjualan miras, karena jika dibiarkan (miras dijual bebas) maka kerugian yang akan ditanggung negara ini lebih besar!”

Dear Pak Jokowi …
Yang rakyat pegang dari seorang pemimpin itu adalah komitmennya.. Kok bisa dalam kurun waktu 7 bulan, berubah?
Belum terlambat untuk seorang Presiden mencabut rencana aturan pelonggaran penjualan miras dari paket kebijakan ekonomi. Tidak ada kondisi yang mendesak sehingga aturan miras harus dilonggarkan karena memang sama sekali tidak mengganggu ekonomi bangsa ini!
Jika alasannya terkait pariwisata, harus kita pertanyakan kembali, apa iya wisatawan datang ke sini untuk mencari bir?
Kalau iya, mereka masih bisa beli di supermarket / hypermarket, bar, hotel bahkan di lokasi-lokasi wisata yang sudah ada izin jual miras. Malaysia yang aturan mirasnya lebih ketat, jumlah wisatawannya puluhan kali lipat dari kita! Jadi tidak alasan yang mendesak!

Dear Pak Jokowi …
Sebelum sebuah peraturan atau kebijakan dikeluarkan, seyogyanya HARUS memenuhi aspek filosofis, yuridis, dan sosiologis. Apakah Bapak sudah mendapatkan kajian itu dari Kemendag ataupun Kemenko Perekonomian yang menyatakan bahwa dengan dilonggarkannya aturan miras, ekonomi akan membaik? Bila ada, tolong Pak Jokowi share ke publik.
Apakah pemerintah sudah mengkaji secara sosiologis dampak sosial yang akan ditanggung masyarakat dari kebijakan pelonggaran miras ini?

Dear Pak Jokowi …
Harusnya saat ini Kemendag fokus kepada tindakan pelanggaran yang masih banyak dilakukan oleh supermarket / hypermarket, bar, restoran, hotel serta lokasi-lokasi wisata karena masih menjual miras kepada siapa saja tanpa memeriksa identitas pembeli. Masih banyak yang menjual miras kepada siapa saja tanpa memeriksa identitas pembeli sudah diatas 21 tahun atau belum.

Dear Pak Jokowi …
Apa jadinya kalau aturan pelonggaran miras ini benar-benar direalisasikan?
Yang pasti adalah:

  1. Akan semakin banyak tempat-tempat penjualan miras.
  2. Akan semakin banyak pelanggaran menjual miras kepada anak di bawah umur.
  3. Akan semakin banyak korban dari pelonggaran miras ini yaitu anak remaja Indonesia.

Dear Pak Jokowi …
Kita tahulah bagaimana kapasitas pengawasan di daerah-daerah terkait miras, sangat sangat sangat sangat sangat sangat LEMAH!

Dalam beberapa hari ini di media cetak hingga media sosial, penolakan pelonggaran miras sangat ramai, saya terima ribuan email. Begitu banyak masyarakat yang khawatir, marah, dan kecewa atas rencana pelonggaran aturan miras dan Komitmen Bapak Februari lalu.

Dear Pak Jokowi …
Saya rasa jeritan hati dari rakyatlah yang harus jadi perhatian dari seorang Presiden. Semoga Bapak masih mampu merasakan. Sudah cukup banyak kegaduhan yang terjadi belakangan ini… (Oleh karena itu) tolong jangan ditambah lagi dengan kegaduhan baru dengan mengeluarkan kebijakan yang tidak bermanfaat bagi rakyat banyak.

Sekian dan Terima Kasih.

Wassalam,
Fahira Idris
Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras..

Sumber: Kultwit @fahiraidris, 17/9/2015

===========
Baca juga:
[TwitMob] Menolak Kebijakan Jokowi Yang Kembali ‘Bebaskan’ Peredaran Miras

Advertisements

2 Comments

  1. mysukmana says:

    Sedih sama pak presiden 😦

  2. alrisblog says:

    Emang janji dia sering dia langgar sendiri kok, dan baginya kayaknya hal biasa. Saya sih pesimis sama petugas partai.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat