Home » Film Pendek » Ketika Mendapat Tugas: Menggambar Rasulullah

Ketika Mendapat Tugas: Menggambar Rasulullah

Blog Stats

  • 1,993,582

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,853 other followers

Bismillah …

Seandainya Anda tinggal di sebuah rezim yang keras perlawanannya terhadap Islam. Saat itu Anda masih duduk di bangku sekolah, dan ada seorang guru memerintahkan kepadamu untuk menggambar Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam. Pertanyaannya: apa yang akan Anda lakukan?

Mari belajar menyikapinya pada anak laki-laki dalam film pendek ini.

Dessinez le Prophete
Ini sebuah film pendek yang berlatar belakang tragedi penembakan di Charlie Hebdo, Prancis. Film pendek berjudul: “Dessinez le Prophete (Draw the Prophete)” menceritakan peristiwa ada seorang guru yang meminta murid-muridnya menggambar Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam. “Gambarlah Nabi Muhammad, seolah-olah ia menjadi halaman depan koran Charlie Hebdo besok,” kata sang guru. Kemudian ada seorang siswa muslim mengangkat tangan pertanda ingin menyampaikan sesuatu, mungkin sebuah keberatan, namun sang guru dengan tegas mengatakan: “Tidak ada pertanyaan!”.

Siswa tersebut pun tercenung sembari memikirkan bagaimana menyelesaikan tugas tersebut. Akhirnya dia mendapat inspirasi untuk menulis saja kalimat-kalimat di atas kertas tersebut dengan harapan bisa menyadarkan gurunya.

Seusai menyelesaikan tugasnya, siswa itu meletakkan kertas tugasnya di bagian paling bawah tumpukan di meja gurunya.

Inilah yang ditulisnya:

Wahai yang tercinta Rasulullah.

Hari ini di sekolah, guru meminta kami menggambar wajahmu.
Aku suka menggambar, tapi aku tidak pernah melihatmu.
Lalu aku menutup kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisah mengenai dirimu.
Aku melihat ayah shalat sepanjang malam.
Aku melihat wajah kakak tersenyum meski dia baru saja dihina orang di jalan.
Aku melihat sahabatku meminta maaf meski sebenarnya akulah yang bersalah.

Aku ingin melukiskan semua gambaran ini.
Di sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup kedua mataku. Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna itu?

Tetapi, bu guru tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan hal-hal itu. Aku tidak menyalahkannya. Mungkin saja ia tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya. Tapi aku, … aku mencintaimu meski tak pernah melihatmu.

Memang aku tak begitu pandai menggambar, tetapi aku ingin menulis. Aku ingin menulis kepadamu, Ya Rasulullah. Andai saja engkau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja, mungkin ia akan dapat memahami.
……….

Anak laki-laki itu menulis lafaz Muhammad dalam bahasa arab di balik kertas. Sang guru merenung dan tersenyum saat membacanya di kursi taman, sepertinya tulisan itu amat menyentuh perasaannya.

Mokhtar Awards (Paris) mengunggah video ini ke Youtube pada 09 Agustus 2015. Dalam keterangannya, film tersebut terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi setelah demonstrasi di Prancis pada tanggal 11 Januari 2015. Film berdurasi 4:40 menit ini bercerita tentang sosok Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam dan kedamaian yang diajarkannya. Namun juga memberi gambaran bagaimana respon dunia terutama Prancis paska kejadian Charlie Hebdo.

Selamat menyaksikan film “Dessinez le Prophete”.
Semoga bermanfaat.

FYI …
Mokhtar Awards mengundang Anda untuk mengirimkan karya Flim Pendek Anda kepada mereka sebelum 15 Desember 2015 mendatang. Coba saja! Mungkin ini bisa jadi jalan Anda menjadi sineas besar dan berkarya untuk syiar Islam.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
15.10.2015

———-
Tonton juga film pendek dalam artikel:

Advertisements

8 Comments

  1. fuadsauqii says:

    Subhanallahh…
    Materinnya beratt bang. Jujur baru pertama kali maen ke blognya. Ini keren

  2. Jauharry says:

    Orang tuanya berhasil mendidik anak ini, keren ….

  3. Sekar says:

    Isi surat itu jujur sekali. Hampir netes air mata :”) Recommended ya Pak Iwan untuk video motivasi segala usia?

  4. kasamago.com says:

    Tulisan yg super mengena, Keren abis. Pendek nmun syarat dg makna mendalam.

  5. Alris says:

    Tepat sekali penggambaran dalam film pendek ini. Keren.

  6. elok46 says:

    subhanallah
    film pendek yang layak tonton

    iya mas mau ngisi blog lagi rasanya masih blm mampu hahahaha
    tapi saya menikmati peran saya menjadi guru tk dan selalu berusaha untuk menambah wawasan , semoga cpt terwujud blog nya, krn hasil dr seminar parenting yg saya ikuti dirasa sangat baik untuk disharing dengan orang tua murid

    • Haqqul yaqin aja untuk ngaktifin blognya.
      Ilmu parenting memang menarik untuk di-sharing, mengingat tantangannya makin lama makin berat seiring dengan perkembangan teknologi yang melenakan orang tuanya.

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat