Home » Komunisme » [Misykat] Komunisme

[Misykat] Komunisme

Blog Stats

  • 2,009,771

PERLINDUNGAN HAK CIPTA

Lisensi Creative Commons

Adab Merujuk:
Boleh menyebarluaskan isi blog ini dengan menyebutkan alamat sumber, dan tidak mengubah makna isi serta tidak untuk tujuan komersial kecuali dengan seizin penulis.
=====
Plagiarisme adalah penyakit yang menggerogoti kehidupan intelektual kita bersama.

Follow me on Twitter

Bila Anda merasa blog ini bermanfaat, silakan masukkan alamat email Anda untuk selalu mendapat artikel terbaru yang dikirim melalui email.

Join 5,851 other followers

Bismillah …

Sangat mengherankan, ada anak-anak muda yang mengaku beragama Islam namun menggandrungi ajaran komunisme. Sepertinya mereka terpedaya oleh Palu Arit tua yang mengajarkan:
“Islam adalah kiri”
“Komunisme tidak anti agama”
“Nabi adalah pelindung orang lemah. Komunisme membela hak-hak orang yang yang tertindas dan lemah” maka “Komunisme tidak bertentangan dengan ajaran Islam”

Begitulah Palu Arit tua yang mengambil sepotong bagian ajaran Islam untuk mendukung keseluruhan ideologi Komunis. Dan menyembunyikan sebagian ajaran ideologinya yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam.

Semoga tulisan Dr.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A, M.Phil, yang saya kutip dari kolom Misykat, Harian Republika edisi 19 Mei 2016 ini bisa menyadarkan mereka yang terpedaya.

Salam hangat,
Iwan Yuliyanto
20.05.2016

========== || ==========

[Kolom Misykat]
KOMUNISME
Republika, 19 Mei 2016

Di Barat ketika Katolik tidak bicara kehidupan di dunia, Protestan mulai menyoal “Mengapa agama tidak menjamin kemakmuran hidup”. Mereka pun bekerja keras untuk hidup makmur. Hidup makmur tidak cukup, makmur harus dijamin oleh kapital yang besar dan bertahan lama. Mereka pun terbukti sukses. Max Weber mencatat, bahwa ternyata di abad ke 16, di Jerman, kapitalis dan pengusaha besar serta pekerja yang terampil di perusahaan-perusahaan modern adalah kaum Protestan.

Jadi kapitalis-kapitalis itu hanya ingin hidup makmur. Tapi makmur ternyata perlu sistim dan kekuasaan yang melibatkan masyarakat. Dari sini sistim sosial, sistim pasar, sistim pemerintahan pun berkembang bersama kapitalisme. Singkatnya lahirlah kapitalisme sebagai sistim ekonomi dan sosial. Tujuan akhirnya kemakmuran.

Kemakmuran gaya kapitalisme bukan tanpa cacat. Maka pada awal abad ke 19 lahirlah gerakan sosialisme. Robert Owen (1771-1858) di Inggris dan Saint Simon (1760-1825) di Perancis adalah diantara perumusnya. Ide dasarnya tetap bagaimana hidup makmur. Tapi makmur ala sosialis mengutamakan kebersamaan. Sistim dikontrol dan dicengkeram penguasa. Pribadi dikalahkan oleh rakyat dan buruh. Sosialisme pun diikuti oleh komunisme. Paham yang dicetuskan oleh Karl Marx ini memusuhi kapitalisme dan segala sistimnya. Kapitalis-kapitalis itu dianggap menindas kaum buruh.

Pimpinan Negara adalah borjuis dan kaum buruh adalah proletar. Keduanya diteorikan sebagai musuh abadi. Jika kapitalis bersaing dengan sistim pasar bebas, komunis melawan dengan cara apapun. Jika kapitalis menciptakan persaingan dengan cara kejam, komunis tidak kalah kejamnya menciptakan konflik dan jika perlu pertumpahan darah untuk mencapai tujuan.

Jika kapitalis tidak lagi mementingkan Tuhan, kaum komunis mengingkari adanya Tuhan. Jika kapitalis dengan sistim ekonominya menciptakan masyarakat elitis, komunis menciptakan masyarakat tanpa kelas. Masalahnya, kapitalisme menghasilkan pertumbuhan ekonomi tapi melupakan pemerataan. Sedangkan komunisme mengobsesikan pemerataan tapi tidak memikirkan partumbuhan.

Kini kapitalisme menguasai sistim ekonomi negara-negara Eropah dan bahkan sistim ekonomi dunia. Namun, kesejahteraan dan kemakmuran yang dibawa sistim ini ternyata hanya dinikmati oleh segelintir orang. Sistim ekonomi kapitalis ternyata berdampak buruk pada tata sosial-politik. Persaingan pasar berdampak pada persaingan politik dan persaingan politik-ekonomi berujung pada pertumpahan darah pula.

Sedangkan komunisme sebagai sistim social ekonomi, belum memberikan apa-apa kepada rakyat yang diperjuangkannya. Obsesi untuk bisa makmur bersama gagal. Hampir semua Negara komunis adalah miskin (proletar), sedangkan para pemimpinnya ternyata tidak beda dari borjuis-borjuis kapitalis.

Cita-cita ideologi komunis adalah membela rakyat kecil. Tapi di negeri-negeri yang rakyatnya telah makmur, komunis kehilangan misinya. Dalam kondisi seperti ini perjuangan komunis bukan lagi membela rakyat lemah, tapi menghancurkan kapitalisme.

Menghancurkan kapitalisme tidak perlu menunggu hingga ia matang, kata Lenin, tapi setiap ada kesempatan kaum buruh harus merebut kekuasaan. Perebutan kekuasaan ujung-ujungnya adalah pertumpahan darah. Kapitalisme dan komunisme sama-sama anyir berbau darah.

Diakui atau tidak kapitalisme telah terbukti membawa kemakmuran materi lebih baik dari komunisme. Namun, ia telah gagal membawa sistim sosial-politik yang membawa ketenangan jiwa dan kedamaian ruhani. Dengan kapitalisme dunia semakin tidak aman dan damai.

Jika komunisme ingin menggantikan peran kapitalisme dalam memakmurkan rakyat, maka komunisme akan mengganti kemakmuran dengan pemerataan. Pemerataan tidak akan menghasilkan kemakmuran. Jika komunisme tidak mampu memberi kesejahteraan dan kemakmuran material kepada rakyat dunia, bagaimana mungkin dengan atheismenya ia akan menjanjikan ketenangan jiwa dan kedamaian ruhani.

Di banyak negeri Islam, para tokohnya mengagumi sosialisme. Mereka berteriak seperti menemukan sesuatu “Islam adalah kiri”. “Nabi adalah pelindung orang lemah”, Nabi adalah pelindung anak yatim (sosial) alias orang miskin dan ia akan bersama mereka di sorga. Masih banyak lagi dalih untuk justifikasi kiri Islam.

Tapi orang lupa bahwa Islam bisa berbau kapitalis. Saudagar kaya (kapitalis) yang jujur, misalnya, akan berada di surga bersama para nabi dan syuhada. Nabi pun menyukai Muslim yang kaya dan kuat. Orang akan lengkap rukun Islamnya jika ia kaya dan mampu membayar zakatnya.

Masyarakat dunia kini sedang mengalamai kekeringan nilai, kehausan spiritual, dan kekosongan moral. Sistim apapun untuk mengatur kesejahteraan material, baik kapitalisme maupun komunisme, tidak akan menyelesaikan nestapa manusia modern. Dunia mulai menyadari ketidak mampuan kapitalis dan kegagalan komunis. Tapi mengapa Muslim dengan secara cerdas tidak segera menjadikan Islam sebagai alternatif dari dua sistim yang gagal itu.

Dr Hamid Fahmy Zarkasyi
Direktur INSISTS

misykat komunisme

Artikel terkait:

Advertisements

9 Comments

  1. bagus nihh buat dishare ke temen temen di pesbuk.

  2. Miris sih sebenernya :’ banyak anak muda yang terpedaya. Aku selaku salah satu anak muda, masih mempelajari perihal ini. Beruntung banget baca tulisan ini :’) semoga aku bisa memahaminya dengan baik :’)

    Makasih ya mas 🙂

  3. Kasamago says:

    Penjelasan yg indah dan syarat cover both sides.. Baik kapitalis, liberal, sosial, komunis mnrt saya hnyalah media yang dimanfaatkan pihak tertentu demi keuntungann sendiri.. terbukti paham2 ini menyimpan kecacatan pula.

    dan jawabannya ternyata ada di sekeliling kita, didlm diri kita, dimana sang pencipta yang menitipkannya pada kita utk diberdayakan sebaik mungkin..

  4. Hafidh Frian says:

    ijin save untuk dibaca ketika mulai lupa. Ini tulisan keren dan tamparan buat kita yang islam belum tergugah hatinya untuk secara cerdas mencetuskan sistem islami menggantikan 2 sistem gagal tersebut. (y)

  5. jampang says:

    semoga bertambah banyak orang-orang yang tercerahkan

  6. mhilal says:

    Setuju dengan @Keke Naima, sepertinya yang kita perlukan adalah belajar, bukan antipati….

  7. Keke Naima says:

    Saya juga ngeri dengan paham ini. Tapi, mungkin di sinilah pentingnya untuk belajar lagi. Sepertinya tidak hanya komunisme, pancasila saja sepertinya makin banyak yang tidak tau

  8. boemisayekti says:

    terima kasih sharenya. semoga banyak anak muda yang membacanya 🙂

Mari Berdiskusi dan Berbagi Inspirasi. Terimakasih.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Let me share my passion
My passion is to pursue and share the knowledge of how we work better with our strengthen.
The passion is so strong it can do so much wonder for Indonesia.

Fight For Freedom!
Iwan Yuliyanto

Kantor Berita Umat

%d bloggers like this: