Home » Psikologi Anak

Category Archives: Psikologi Anak

Anak Nonton Film Porno

… Bagaimana orangtua sebaiknya bersikap?


[ilustrasi: Shutterstock]

Bismillah …

Setiap orangtua tentu menginginkan buah hatinya tumbuh sebagaimana usianya, dengan akal dan pikiran sehat tanpa terkontaminasi virus pornografi. Segala upaya pun dilakukan orangtua demi menjaga agar anak-anak mereka terhindar dari tayangan yang bisa merusak moral. Upaya tersebut bukanlah hal yang mudah. Sebab setiap hari di sekeliling anak kita bertebaran perangkap yang dapat menghancurkan masa depannya. Perangkap itu bisa dalam bentuk teman, buku bacaan, dan teknologi.

Melalui ruang komentar pada jurnal saya terdahulu: Dialog Ortu-Anak: Video Mesum Anak SMP, seorang pengunjung blog (ibu Shinta Dewi) meminta nasehat atas kejadian yang dialami anaknya yang terpapar pornografi. Saya share pertanyaannya di sini, sebagai bahan brainstorming untuk para pembaca blog ini. Semoga bermanfaat.
(more…)

Advertisements

Energi Positif dari buku “Sketsa Cinta Bunda”

Bismillah …

Ada fakta yang mencengangkan bahwa tingkat perceraian di Indonesia adalah yang tertinggi se-Asia Pasifik (!). Data dari Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung RI tahun 2010 melansir bahwa selama 2005 sampai 2010, atau rata-rata satu dari 10 pasangan menikah berakhir dengan perceraian di pengadilan. Dari dua juta pasangan menikah tahun 2010 saja, 285.184 pasangan bercerai. [Berita BKKBN].

Kemudian untuk permasalahan remaja, menurut hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI 2007) menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30% dari jumlah penduduk, jadi sekitar 1,2 juta jiwa. Hal ini tentunya dapat menjadi asset bangsa jika remaja dapat menunjukkan potensi diri yang positif, namun sebaliknya akan menjadi petaka jika remaja tersebut menunjukkan perilaku negatif bahkan sampai terlibat dalam kenakalan remaja. Kondisi remaja di Indonesia saat ini dapat digambarkan sebagai berikut: (more…)

Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

pelecehan seksual

Berita ke-1:

KENA SIFILIS, 8 Bocah Korban Cabul Ibu RT Terbongkar
JPNN.com | 17 April 2013

BENGKULU – Dugaan pencabulan yang dilakukan Ibu RT 16 Kelurahan Bentiring, Bengkulu, EM akhirnya terbongkar. Aksi wanita berusia 40 tahun terungkap setelah satu dari delapan bocah yang menjadi korban pencabulan terkena sifilis. Bocah yang terkena sifilis itu adalah DM. Anak laki-laki berusia 13 tahun ini didampingi orang tuanya melaporkan EM ke Polres Bengkulu, Selasa (16/4).

Orang tua DM mengatakan awalnya tak percaya dengan pengakuan polos anaknya, meskipun ia yakin bahwa penyakit yang diperoleh itu hasil dari berhubungan. Kepada ibunya, DM mengaku bahwa dirinya sering berkencan dengan Ibu RT di rumahnya. “Anakku sudah dibuat rusak seperti ini,” kata Ibu DM saat ditemuai di Mapolres Kota Bengkulu seperti dilansir Rakyat Bengkulu, Rabu (17/4).

Delapan korban pencabulan Ibu RT kini sudah menjalani pemeriksaan. Remaja yang diajak berkencan ini merupakan anak-anak di bawah umur yang masih bertetangga di Kelurahan Bentiring. Sejauh ini, memang baru delapan yang mengaku diajak berhubungan badan. … Selengkapnya silakan simak di sini.

Berita ke-2:

KEPSEK CABUL, Korban Pelecehan Jadi 20 Murid
posmetrobatam.com | 17 April 2013

BATAM — Korban pencabulan yang diduga dilakukan H, Kepala Sekolah SMPN 28 Batam terhadap murid – muridnya bertambah menjadi 20 orang setelah sebelumnya yang mengaku sebanyak 15 orang.

Aksi pelecehan yang dilakukan H ini menggunakan modus intimidasi terhadap para murid bahwa mereka tidak perawan dan sering keluyuran malam. Pelaku mengancam akan mengeluarkan para korban dari sekolah jika tidak mau menuruti kemauan sang Kepsek dan menceritakannya kepada orang lain.

Tindakan yang dilakukan H beragam mulai dari meraba, membuka celana dalam korban, dan tindakan cabul. Ada yang dilakukan di ruang kerjanya dan ada juga di dalam mobil. Menurut keterangan salah satu saksi korban, bahkan ada korban yang telah mengalami aksi bejat H sebanyak lima kali.

Selengkapnya silakan simak di sini dan pengakuan korban di sini.

(more…)

Indonesia Menuju Budaya Berbohong

Serem amat judulnya.

Ya, tanpa kita sadari bahwa ternyata sikap tak acuh dan tenggelam dalam kesibukan sendiri di rumah itu berpotensi membangun pondasi “budaya bohong dalam keluarga”. Wah, mengerikan sekali kedengarannya, kok bisa sih?

Coba perhatikan materi iklan pariwara di bawah ini yang kini gencar tayang di tengah-tengah acara di beberapa stasiun teve. (more…)

[Xenophobia] Nobar Film Bertema Xenophobia

Film pendek: ”HARAP TENANG, ADA UJIAN !”
dan
foto bertajuk: “UJIAN APAPUN, JALANI DENGAN TENANG”

Saya temukan ada pesan-pesan yang menarik dalam film pendek “Harap Tenang Ada Ujian!” karya sutradara Ifa Isfansyah, yang diproduksi tahun 2006 oleh Freemovie dan Fourcolours Films. Pesan utamanya tentang Xenophobia. Istilah xenophobia biasa dipakai untuk menggambarkan rasa ketakutan atas sesuatu yang dianggap asing. Dalam film tersebut (menurut persepsi sang bocah), sesuatu yang asing diasumsikan pasti jahat, sehingga harus dilawan.

Cerita bermula ketika gempa bumi berkekuatan 5,9 SR terjadi di Yogyakarta, pada tanggal 27 Mei 2006, yang telah mengakibatkan lebih dari 6.000 orang meninggal dunia selain kerusakan parah di daerah tersebut. Hari itu tepat sepuluh hari sebelum ujian sekolah dan empat belas hari sebelum Piala Dunia 2006. Ada seorang anak yang berhasil selamat dari bencana tersebut, dan dia harus menjalani ujian nasional tingkat SD. Dia tetap menunjukkan semangat belajarnya yang tinggi meski situasi dan kondisinya tidak mendukung.
(more…)