Home » Xenophobia

Category Archives: Xenophobia

Pesan buat Para Orang Tua

Sekedar meneruskan pesan dari sahabat saya. Ada sebuah video menarik yang memuat pesan pada para orangtua tentang Konsep Toleransi dari sebuah Iklan Layanan Masyarakat.


“Dear parents,

Much of what we learn in this world comes directly from you.
Whatever your message is, it will become part of us forever.
Please teach us to accept one another. Teach us to respect one another.
Please, do not fill our minds with hatred.
(more…)

Advertisements

BENJI, Pelajaran untuk Sebuah Cinta Tanpa Syarat

Dear Sahabat MP-ers,

Setelah berdiskusi di jurnalnya mbak Lessy tentang “Sekali lagi karena kebencian itu”, saya kemudian jadi teringat dengan sebuah film lawas yang berkaitan erat dengan tema yang dibahas.

Film Benji The Hunted menceritakan tentang seekor anjing (bernama Benji) dari Oregan yang hilang dan terdampar di sebuah pulau terpencil setelah kecelakaan perahu boat. Film bergenre Family ini diproduksi tahun 1987 oleh Walt Disney Pictures.

Ini adalah salah satu film binatang yang mampu membuat saya ketawa, mata berkaca-kaca, dan mengingatkan saya akan banyak hal tentang bagaimana melihat persepsi di sekeliling, pelajaran tentang kepemimpinan, keberanian, pengorbanan, persahabatan, kesabaran, dan keikhlasan. Untuk itu saya merekomendasikan film ini untuk ditonton bersama keluarga Anda dan mendiskusikan pelajaran yang didapat bersama mereka.

Sinopsis:

Benji adalah seekor anjing pemburu yang sangat setia dengan majikannya. Namun setelah berpisah dengan majikannya pasca kecelakaan itu, Benji terpaksa berjuang untuk bertahan hidup di hutan yang ganas, dengan menghindari kejaran binatang-binatang pemangsa.

Suatu hari, Benji melihat seekor macan ditembak oleh pemburu. Benji mencoba menghibur hewan yang sedang sekarat itu, tapi ia diusir oleh pemburu, yang kemudian si pemburu tersebut membawa macan buruannya itu.

Selepas peristiwa tersebut, ada helikopter yang melintas di atas hutan, yang menyebut-nyebut namanya. Rupanya majikannya sedang mencari-cari dirinya. Benji berusaha menggonggong dengan keras sambil berlari mengikuti suara helikopter tersebut, ia berharap ditemukan mereka dan kemudian dibawa pulang ke majikannya. Namun usahanya sia-sia. Mereka tidak mendengar gonggongan Benji.

Dalam perjalanannya kemudian, Benji menemukan empat ekor bayi macan mungil yang sepertinya ditinggal induknya. Benji lantas teringat dengan macan yang ditembak mati, mungkin dialah induk empat bayi mungil itu, pikir Benji. Iba dengan tatapan mata polos para bayi tersebut, Benji ingin melindungi mereka dari bahaya kelaparan dan incaran binatang predator atau manusia pemburu. Hmm… kalau melihat tatapan polos bayi macan mungil itu, mengingatkan saya dengan si Puss in Boots, si kucing dalam film Shrek 🙂

Dugaan Benji benar, kondisi alam di hutan tersebut sangat liar, begitu banyak hewan pemangsa. Bak seekor induk bagi keempat bayi mungil itu, Benji selalu menggiring dan melindungi keempat anak macan untuk bersembunyi dan menjauhkan mereka dari serangan hewan pemangsa, mulai dari serangan serigala, beruang, burung elang dan macan predator.

Namun, nasib malang menimpa mereka, suatu hari salah satu dari empat bayi tersebut dimangsa oleh burung elang. Sejak saat itu, Benji bertekad untuk sekuat tenaga dan fokus melindungi tiga bayi macan yang tersisa itu dari serangan hewan lain atau manusia pemburu.

Hampir keseluruhan film ini diisi dengan adegan berbagai upaya yang dilakukan seekor anjing yang mempertaruhkan nyawanya demi melindungi para bayi lemah itu -agar tidak kelaparan dan aman dari incaran binatang buas- sungguh sangat mengharukan. Selain itu Benji juga berusaha mencari ibu baru mereka yang bersedia menyusui dan mengasuh ketiga bayi yang masih tersisa itu. Dalam upaya pencariannya itu, terkadang Benji harus menggendong mereka ketika harus menaiki bukit, menuntunnya saat menyeberangi sungai yang mengalir deras, dan lain-lain. Benji merasa itu semua tugas utamanya, selain ia harus berjuang memenuhi kebutuhannya sendiri.

Benji hampir tidak pernah membenci para bayi macan itu, padahal ia sering mendapat perlakuan yang buruk dari hewan sebangsanya yaitu macan predator. Ini pelajaran utama film ini.

Di saat Benji harus berjuang melindungi tiga bayi macan itu dari serangan binatang buas lainnya, lewatlah kembali helikopter yang terdapat sang majikan Benji yang sedang mencarinya. Dalam situasi sulit seperti ini, Benji harus mengambil keputusan yang bijak:
1. Apakah mendatangi helikopter tersebut agar majikannya membawa pulang ke rumahnya, setelah sekian lama tersesat di hutan?
atau
2. Apakah ia harus tetap tinggal di hutan untuk melindungi ketiga bayi yang masih lemah itu dari bahaya kelaparan dan serangan binatang buas?

Keputusan yang diambil Benji sungguh bisa memberi pelajaran bagi kita semua akan pentingnya sebuah prioritas. Silakan menyaksikan bagaimana ia bisa lepas dari dilema yang sulit seperti itu.

Pertanyaan lainnya:
Apakah Benji berhasil menemukan macan betina dewasa yang bersedia menyusui dan mengasuh ketiga bayi macan itu?
Adegan bagaimana Benji melobi calon ibu barunya itu juga menyentuh lho.

Lantas pertanyaan berikutnya:
Bagaimana masa depan Benji, apakah ia selamanya hidup sebatang kara di hutan?

Silakan temukan jawabannya dengan menonton film-nya, yang juga bisa dilihat dan di download di youtube, dengan durasi 01:25:43.
Link Download: Benji The Hunted

Happy watching and getting reflection… 🙂

“Unconditional Love”
Poem by Allison Chambers Coxsey:

A treasure to be cherished, a gift from GOD above
Is the beauty of a friendship,
touched by unconditional love.

A love that asks no questions, believes in all the best.
Never doubting, ever trusting,
with standing any test.

A love that weathers any storm, and yet that love still stands
Through the very darkest hour,
it still reaches out a hand.

There in that hand the sweetest gift, that you can give a friend
A heart that cares, a love that shares,
that will be there till the end.

A treasure to be cherished, a gift from God above
Is what I share with you my friend,
an unconditional love.

Salam hangat tetap semangat,
Iwan Yuliyanto
23.03.2012